Dogmatika II, Tugas ke-7

Nama               : Dian Purmawati Waruwu

M. K                : Dogmatika 2

Tugas Ke         : 7

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya S. S

PREDESTINASI

 Yang dipredestinasi adalah Kristus Ef 1:4. Oleh karena itu kalau kita percaya atau kita menyatu dengan Kristus maka kita juga masuk dalam pilihan itu. Roma 8:29; Kalau ada presdestinasi seperti di ayat ini, apakah berkontradiksi dengan kehendak bebas? Disini memang seolah-olah berkontradiksi tetapi kita harus melihat ayat-ayat lain tentang presdestinasi. Efesus 1:4 Allah memilih kita di dalam Dia sebelum dunia dijadikan. Efesus 4:16 ini bercerita tentang Nous manusia dalam keadaan mati/ terputus hubungannya dengan Alah, bukan hanya jauh persekutuannya dengan Allah. Waktu manusia jatuh dalam dosa nousnya mengalami kematian (Ef 4:17). Nous yang mati adalah nous yang gelap tidak mengerti hal-hal rohani. Ef 4:18 dalam bahasa aslinya bukan jauh dari Allah tetapi terputus dari Allah. Terputus yang dimaksud disini adalah terputus dari hidupNya Allah. Terputus berarti mati. Mati yang dimengerti dengan nous yang gelap tidak mengerti hal rohani adalah mengarah diri pada hawa nafsu untuk semua perbuatan cemar. Mereka yang mendengar Dia dan diajari maka siapa bilang doktrin tidak penting. Kita harus dicuci otak di dalam Dia karena memang tadi nousnya gelap. Dicuci otak seperti kebenaran yang hanya ada di dalam Yesus. Kita mengenakan Dia menjadi manusia baru yang mengenal kekudusan. Sehingga tidak berjalan dalam kesia-siaan. Diajar supaya imannya bertumbuh di dalam Dia seperti mereka yang telah mati karena mereka yang sudah benar disuci otaknya seperti para martir (Paulus, Petrus) dll. Setelah itulah baru kita dibangkitkan. Kristus dibangkitkan (anastasis), demikian juga kita dibangkitkan. Bangkit adalah kita memakai roh / nous yang sudah diperbarui. Kalau nous sudah diperbarui maka semuanya sudah diperbarui termasuk di dalamnya batin, pikiran,

Nous mereka sia-sia, pikiran yang gelap, terasing dari Allah, mereka berjalan dalam keserakahan. Dalam ayat 19: kenapa bisa terputus? Karena kebodohan dan kekerasan hati. tetapi sebaliknya orang yang mendengar tentang Kristus dan diajari dan mempelajari tentang Dia. Otak ita harus dicuci di dalam Dia karena hubungan kita dengan Dia sudah terputus (mati secara total). Terputus dari hidupnya Allah adalah karena kebodohan dan kekerasan hati. Terputus artinya Roh Allah tidak lagi mengalir. Akibatnya roh tidak lagi menguasai tubuh. Sebaliknya nous yang dikuasai oleh tubuh yang dikuasai oleh kecemaran dosa. Rohnya tidak bisa lagi mengalir ke hidup-Nya Allah. Bagaimana supaya bisa kembali lagi dialiri Roh Allah, yaitu melalui doa yang benar. Rohnya ini hanya berwujud bensin tetapi berubah seperti air yang tidak bisa menghidupkan api. Ia tidak bisa menyatu dengan Allah ini artinya ia kehilangan kehidupan abadi. Karena rohnya masih gambar Allah hanya saja sudah terputus dari Allah. Yoh 5:38-40 manusia masih punya kehendak bebas atau kemauan. Sedangkan kalau kita berpandangan Calvin tadi manusia yang sudah rusak total maka tidak ada kehendak bebas dalam diri manusia. Calvin melihat keselamatan itu sebagai transaksi hukum. Luther melihatnya sebagai Allah yang murka oleh karena itu Ia menyuruh Anak-Nya mati di atas kayu salib. Luther ingin menyatakan bahwa melalui iman, transaksi hukum kita diselamatkan mirip dengan pandangan Calvin. Calvin. Tetapi Pandangan Orthodox keselamatan bukan hanya kita dibebaskan dari hukuman.

Yohanes 5:39-40 manusia masih punya ehendak bebas. Mau atau tidak bukan berarti dia tidak punya kehendak apa-apa. Wahyu 22:17 di Gereja Barat ada transaksi hukum yaitu keselamatan itu hanya dibebaskan dari hukuman. Dan apakah betul keselamatan itu hanya adalah dalam iman saja? Yakobus 2:24-2 keselamatan bukan hanya karena iman saja tetapi iman yang sudah dimiliki harus dinyatakan dalam perbuatan. Iman adalah pemberian kasih karunia Allah karena akibat kejatuhan manusia menyebabkan manusia akan mati karena dosa. Dosa disebabkan oleh iblis. Jadi jika iblis masih belum bisa dikalahkan maka potensi dosa itu akan tetap ada. Ujian mencobai iman, mencobai artinya ujian dari kedagingan. Ujian datang dari Allah. Cobaan datang dari iblis. Maka yang bisa mengalahkan dosa dan iblis adalah Allah yang bisa bangkit (Ef. 1:20-21). Makanya, Yesus menjadi manusia untuk bisa bangkit dari kematian. Iblis hanya bisa dikalahkan oleh yang punya kekuasaannya lebih besar daripada iblis.

Yang dapat mengalahkan dosa hanya Dia yang tidak berdosa (1 Yoh. 3:5; 1 Ptr. 2:21-22; 2 Kor. 5:21). Dia yang tidak mengenal dosa dibuatnya berdosa (Ibr. 4:13; Yoh. 10:17-18 hanya Dia yang bisa mengalahkan dosa. Keselamatan manusia bukan hanya sekedar menghempaskan keadilan Allah melainkan untuk menjadi jembatan antara manusia dengan Allah. Bagaimana dengan Kristus mengalahkan dosa dan maut. Jadi intinya dosa adalah ketidaktaan atas kehendak Allah. Keselamatan bukan untuk memuaskan keadilan Allah melainkan Yoh. 3:16. Dalam Flp. 2:6-8 kematianNya di atas kayu salib bukan untuk memuaskan keadilan Allah, hal itu tidak berpengaruh. Inti dosa adalah ketidaktaatan terhadap Firman, dampaknya adalah dosa dan inti dari ketaatan adalah mengalahkan ketidaktaatan.

Roma 6:19 keselamatan itu semata-mata kasih karunia yang artinya Allah yang berinisiatif memberikannya untuk manusia. Keselamatan akan diterima oleh orang yang mau menerima dan menolak. Allah tahu siapa yang memilih dan menolak Dia. Bukan Allah yang menolak manusia masuk ke dalam neraka malainkan manusia sendiri yang menentukan pilihannya. Dia tidak mempresdestinasikan manusia masuk neraka atau surge. Dia hanya tahu siapa yang menolak dan menerima Dia. Itu karena kemahatahuanNya.

Keselamatan itu adalah menyatu dengan Allah. Kristus: diatas kayu salib Ia mengalahkan dosa. Dalam penguburan-Nya Ia mengalahkan kematian (Ibr 2:14). Dalam kematian-Nya Ia mengalahkan maut. Bangkit Ia mengalahkan kematian.

Keselamatan itu berada dalam daging Yesus (Rm 6:9). Oleh karena itu kalau kita makan daging Kristus (Perjamuan Kudus) berarti kita menyatu dengan Kristus. Maka kita menerima kasih karunia Allah.  Personal salvation dikerjakan oleh diri kita sendiri tetapi universal salvation dikerjakan oleh Allah Tritunggal (di dalam Bapa, melalui Anak dan di dalam Roh kudus). Personal salvation dimulai dari manusia lahir baru. Sedangkan universal dimulai dari inkarnasi (penyaliban, penguburan dan kebangkitan). Lahir baru artinya menyalibkan daging dan menjadi manusia baru atau rohani yang dipenuhi oleh hal-hal yang rohani bersama dengan Roh Kudus.

Dogmatika 1, Tugas ke-6

Nama               : Dian Purmawati Waruwu

Tingkat            : II, Semester II

M. K                : Dogmatika 2

Tugas Ke         : 6

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya S. S

Mengapa setan datang dalam wujud ular?

Iblis memakai ular untuk menggodai Awan dan hawa untuk jatuh kedalam dosa, ternyata ular itu berhasil menggodai Adam dan Hawa sehingga mereka makan buah pohon yang terlarang bagi Allah. Ular adalah   simbol dari kebijaksanaan. Ular apa titik kelemahan manusia sebab manusia maunya memuja diri. Ketika  Adam dan hawa manusia jatuh ke dalam dosa mereka telanjang dan tidak memakai baju.  Apa artinya  ketelanjangan? Yaitu  kehilangan kemuliaan Allah (nekeneds). Apa respon Allah terhadap Adam dan Hawa waktu mereka jatuh kedalam dosa? Kata Allah terhadap mereka adalag Adam dimanakah  engkau Adam? Ketika Allah menanyakan dimanakah engkau Adam itu sudah terjadi pemisahan, Allah memanggil mereka untuk bertobat. Jawaban yang diberikan oleh Adam adalah aku telanjang, wanita yang Kau beri telah memberikan aku buah yang telah Engkau larang itu.

Respon  Adam dan Hawa terhadap Allah  adalah saling menyalakan satu sama lain atau saling membenarkan diri, dan tidak ada kesadaran diri, tidak mengaku terhadap Allah jika mereka telah melanggar peraturan Allah yang Allah berikan terhadap mereka berdua, tidak ada lagi kerendahan hati.  Apa konsekuensi yang mereka terima?  Adalah Kita bisa lihat  (Kej. 2:1-17; Rm. 6:2;5:12). Upah dosa adalah maut dan menjalar ke semua orang (Kej. 2:22-24). Dengan ketidak taatan mereka maka mereka terima konsekuensi terhadap Allah sehingga Allah memberikan hukuman terhadap mereka berdua.  Jika Adam dan Hawa taat terhadap perintah Allah maka manusia akan hidup selamanya tetapi karena tidak taat Allah mengusir mereka dari taman Eden. “Allah tidak dapat menolak manusia karena manusia adalah gambar Allah dan manusia juga membutuhkan pertolongan Allah. Konsekuensi yang mereka terima: komunikasinya dengan Allah terputus, kematian, berpusat pada diri sendiri dan hidup dalam dosa. Manusia berdosa, idup di bawah kuasa iblis. Jika hubungannya terputus dengan Allah maka tubuh yang memerintah jiwa , bukan jiwa yang memerintah tubuh.

Dengan dosa Adam dan Hawa apakah ada dampak terhadap kehidupan kita sekarang? Memang ada dampak terhadap kehidupan kita sekarang. Maka dari situ jiwa dan tubuh kita ini perlu pertobatan, bersinergi kepada Kristus. Sehingga manusia mengalami kematian, penguburan dan kebangkitan. Gereja pada umumnya mengatakan dosa nenek moyang (Adam dan Hawa), Satu kondisi seperti penyakit yang turun temurun, Menanggung efek dosa

Ancestial sin (dosa nenek moyang): efek dosa yang kita warisi yaitu kematian. Dalam Gereja Barat kita menanggung dosa Adam tetapi dalam Gereja Timur, kita menaggung efek bukan dosanya. Dosa asal bukan dosa Adam saja, tetapi dosa nenek moyang.

Keselamatan: menyatu dengan Allah dalam kerajaan surge, selamat dari dosa, iblis dan maut. “ tidak ada yang najis masuk ke dalam kerajaan Allah”.

keselamatan dimulai oleh inkarnasi Yesus Kristus. Ia dating dan telah memberikan kita pengalaman melalui inkarnasi, Allah menjadi manusia. Selain inkarnasi yang dialami oleh Kristus, Dia juga menjadi penebus bagi manusia:

  • Pengampunan dosa
  • Mengalahkan belenggu kematian
  • Transigurasi= memuliakan seluruh alam semesta.

Keselamatan dalam pandangan Reformed Calvinisme. Dalam Gereja Timur berbicara tentang keselamatan berdasarkan inkarnasi dan wahyu keselamatan itu pemulihan. (menyatu dengan Allah maka ada inkarnasi. Gereja Barat, transaksi hukum. Menurut Anselmus: manusia bejat total oleh sebab itu manusia tidak memiliki kehendak bebas, natupr manusia dosa, kodrat manusia dosa. Dosa sebagai benalu yang nempel pada natur kita maka natur dan gambar dan rupa Allah menjadi rusak. Kodrat asli manusia (Kej. 1:26-27) gambar dan rupa Allah (Kol. 1:16), sang sabda yang menjadi manusia yang menyelamatkan manusia dari dosa (Yoh. 17:24). Sebelum dunia dijadikan Ia aktif mengasihi Anak-Nya. Yoh. 14:31 sabda itu sudah ada sebelum dunia dijadikan sehingga jika manusia berharap kepadanya maka mereka tidak akan kecewa (Rm. 5:5). Dengan kejatuhan Adam dan Hawa maka ada Adam kedua yaitu Kristus yang telah memberikan Nyawa kepada manusia untuk menebus dosa manusia sehingga manusia mengalami hidup baru, dan telah bebas dari kegelapan itulah kasih Kristus yang Dia berikan kepada kita semua. Dengan apakah respon kita dengan kasih yang Dia berikan terhdapa diri kita? Yaitu mengerjakan keselamatan, hidup di dalam Kristus, mengalami pertobatan, pembaptisan dan terus askesis sehingga kita serupa dengan gambar Kristus.

Apa sikap utama Allah? adalah kasih (1 Yoh.4:8). Karena Allah adalah kasih maka tujuan manusia adalah mengambil bagian dalam kasih Allah. Tetapi karena kejatuhan manusia dalam dosa mereka tidak bisa mengasihi seutuhnya karena wujud dari kejatuhan adalah kematian. Manusia sebetulnya tidak diciptkan untuk mati tetapi karena dosa akhirnya manusia mati dan tidak bisa hidup untuk selamanya. Kejatuhan artinya sinar kemuliaan hilang (Rm. 3:10-18; Mzm. 14:1-3; 36:2. Kematian juga tidak hanya mati secara fisik tetapi juga mati secara rohani sama seperti orang Farisi (Ef. 2:4-5) dan ketika kita sudah diselamatkan maka kita harus mengerjakan keselamatan kita (Mat. 8:22). Dan kita tidak usah berbalik dengan manusia lama kita sebab Kristus telah menebus dan menggampuni kita diatas kayu salib, untuk itu jangan kita menyia – nyiakan kasih Kristus Kristus. Marilah kita tetap mengerjakan keselamatan kita sehingga kita tidak dikuasai oleh Iblis lagi sebab yang menguasai hidup kita ini adalah Kristus yang hisup.

Dogmatika II, Tugas ke-5

Nama               : Dian Purmawati Waruwu

Semester          : III

Mata Kuliah    : Dogmatika II

Tugas               : ke-5

            The Weaknesses of Man

Di dalam jiwa manusia ada gambar Allah sedangkan binatang tidak ada. Adam diciptakan menurut gambar Allah. Dalam gambar Allah itu ada ketaatan dan kehendak bebas. Tidak ada kehendak bebas maka tidak ada ketaatan. Kristus adalah gambar Allah dalam Tritunggal. Relasi-Nya dengan Bapa adalah ketaatan (kasih). Kalau tidak ada kehendak bebas berarti otoriter “manusia harus taat”. Manusia diciptakan diberi kehendak bebas. Dalam kehendak bebasnya manusia bisa memilih taat atau tidak. Sebab kalau tidak ada kehendak bebas maka tidak ada bedanya manusia dengan robot. Seharusnya Adam hidup sesuai dengan gambar dan rupa Allah tetapi Adam gagal dalam ketaatan.

Karena di dalam gambar dan rupa Allah ada ketaatan jadi di dalamnya ada kehendak bebas. Di dalam relasi Bapa dengan Kristus ada kasih jadi relasi kasih itu sebenarnya relasi taat. Ketika manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah maka manusia diciptakan untuk taat. Kalau tidak ada kehendak bebas maka tidak ada ketaatan. Gambar Allah yang ada di dalam diri manusia harus dikerjakan dalam ketaatannya untuk menjadi rupa Allah. tetapi di dalam perjalannya Adam tidak taat pada kehendak bebasnya maka ia gagal dan menimbulkan dosa. Allah itu adil maka manusia juga memiliki sifat yang adil, Allah itu berkuasa maka manusia juga diberikan kuasa oleh Allah.

Manusia seharusnya menjadi seperti Allah tetapi sebaliknya ia ingin menjadi Allah. Inilah kesombongan dari manusia. Adam memisahkan diri dari Allah itulah dosa yang memperlemah kekuatannya. Sehingga ia tertawan oleh kelemahannya sendiri. Membuat dia tidak taat, ketidaktaatannya membuatnya bisa mati.

 Ular mengoda si Hawa dan menipu dia. Inilah yang menjelaskan Iblis masuk ke taman itu. Mereka memilih tidak setia kepada Allah dan melawan perintah Allah. Manusia yang tadinya menjadi rupa Allah tetapi ditengah perjalanan ia jatuh sehingga dia mati tidak lagi serupa dengan Alah.

Dengan melalui ular menggoda Adam dalam ketaatannya dan ternyata Adam gagal sehingga yang diuji oleh iblis adalah ketaatan kepada perintah Allah (Kej. 2:16) dan kehendak bebas (Kej. 3:3-6). Adam bisa dipengaruhi dan terpengaruh itu karena keegoisannya, ketertarikannya untuk berdiri sendiri dari Allah. Kelemahan dalam kegagalan Adam bukan karena tanggung jawab pekerjaannya tetapi masalah arogannya ingin menjadi seperti Allah. dari ketaatan menjadi ketidaktaatan sehingga menimbulkan dosa. Allah menjadikan manusia sesuai dengan rupa Allah bukan menjadi sama seperti Allah. Kesombongan, ketidaktaatan, keterpisahannya dengan Allah membuat dia semakin jauh dengan kebahagiaan yang diberikan oleh Allah. Dosa Adam yang membuat dia bisa mati (terpisah dengan Allah) seharusnya jika ia taat ia bisa hidup untuk selama-lamanya.

Adam dan Kristus

Adam:

  1. Adam jatuh dalam dosa
  2. Dampak atau efek dosa Adam adalah kematian
  3. Dampak dosa itu diturunkan kepada keturunannya (manusia) tanpa manusia itu harus percaya kepada Adam

“Semua manusia pasti akan mati”

Kristus:

  1. Kristus mati dan bangkit menebus dosa manusia
  2. Dampak kematian dan kebangkitan Kristus adalah mengalahkan kematian
  3. Dampak penebusan Kristus kepada manusia harus melalui iman kepada Dia.

“Semua manusia akan diselamatkan jika semua beriman kepada Kristus”

Mari kita bahas argumentasi-argumentasi di atas.

Adam

Dosa yang dialami oleh semua manusia adalah dampak dari dosa Adam. Dampak dosa itu diturunkan kepada keturunan Adam atau anak-anak Adam seperti Kain dan Habel. Tanpa ada keturunan Adam maka tidak ada efek dosa yang diturunkan, artinya efek dosa itu hanya berakhir kepada diri Adam saja.

Keturunan Adam secara jasmani adalah penyatuan dua benih yaitu benih Adam dan istrinya, Hawa. Memang benar, tanpa Kain harus percaya kepada Adam bahwa Adam telah berdosa, tetap efek dosa itu telah diturunkan kepada Kain melalui Adam.

  1. Benih Adam + Benih Hawa = Benih Dosa di dalam diri Kain
  2. Benih dosa di dalam diri Kain = potensi dosa + diaktualkan/dibuahi = dosa aktual
  3. Dosa aktual + matang = maut/kematian

Benih Adam dan Hawa adalah potensi dosa yang universal yang ada di dalam diri Adam dan Hawa sebagai dampak dari kejatuah dosa mereka yang jika dua benih itu dipersatukan menghasilkan benih dosa bagi keturunannya. Potensi dosa di dalam diri Adam dan Hawa menjadi aktual ketika mereka menghasilkan keturunan.

Kristus

Hal yang paralel sebetulnya dengan Penebusan Kristus. Penebusan Kristus menyediakan sebuah wadah atau benih atau potensi keselamatan bagi semua manusia. Potensi atau benih keselamatan ini telah tersedia secara universal dan akan menjadi aktual bagi setiap pribadi/orang jika benih itu dibuahi dan jika telah matang akan menghasilkan kehidupan/keselamatan. Beberapa ayat penting: Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. (1 Yoh 3:9 TB)

Benih ilahi yaitu iman + anugerah. Manusia menanggung akibat dosa itu tanpa percaya/ beriman kepada Adam sementara untuk selamat harus percaya kepada Kristus. Kesimpulannya yaitu semua manusia pasti akan mati dan semua manusia pasti akan diselamatkan jika beriman kepada Kristus.

Dogmatika, Tugas ke-4

Nama               : Dian Purmawati Waruwu

Semester          : III

Mata Kuliah    : Dogmatika II

Tugas               : ke-4

The Image of God

Manusia = Gambar dan rupa Allah

Jiwa manusia didalamnya ada; pikiran, perasaan, dan nafsu. Nous, Logos, dan Pneuma. Ketiganya ini adalah satu kesatuan dalam roh. Nous punya roh (Ef 4:23). Jadi dalam diri manusia ada Nous dan Pneuma.

  Manusia memiliki dua komponen yaitu;

  1.  tubuh yang berasal dari debu tanah dan jiwa yang adalah nafas ilahi. Menusia memiliki hidung, lalu Allah mengehmbuskan nafasnya lalu manusia disebut manusia yang hidup atau makhluk hidup.
  2.  Jiwa manusia berasal dari Roh-Nya Allah sehingga jiwa manusia adalah kekal. 1 kor. 15:44 Tubuh spiritual adalah tubuh dari debu tanah dan jiwa spiritual adalah jiwa yang berasal dari Allah. yang menghidupkan tubuh adalah jiwa dan memang jiwa manusia ditakdirkan kekal karena berasal dari nafas Allah. kata Roh digunakan untuk jiwa, bukan elemen yang ditambahkan tetapi hanya untuk menentukan jiwa. Jiwa manusia berasal dari Allah. Zakharia 12:1b; Pengkhotbah 12:7 kata spirit disini yaitu jiwa. Roh dan jiwa adalah satu kesatuan yang berasal dari ilahi.

Gereja mengajarkan bahwa manusia itu terdiri dari; tubuh, jiwa atau roh. Pengkhotbah 12:7; 2 Kor 4:16 di sini Paulus menyatakan bahwa manusia itu terdiri dari tubuh jasmani (lahiriah) dan jiwa/roh (batiniah). Tetapi roh/jiwa disini adalah satu kesatuan sama-sama berasal dari nafas Ilahi. Binatang tidak punya roh, yang mengerakkan tubuhnya adalah jiwanya. Pada saat ia mati jiwanya juga ikut mati sehingga ia tidak bisa kembali kepada Allah. Inilah perbedaan manusia dengan binatang.  Apa yang membedakan jiwa dan Roh?  Binatang juga memiliki jiwa sama seperti manusia. Jiwanya yang menggerakkan tubuhnya tetapi binatang tidak memiliki Roh.

Binatang tidak memiliki Roh sedangkan Manusia memiliki Roh walaupun manusia mati tetapi bangkit lagi. Itulah berbedanya binatang dengan manusia sebab manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

Didalam jiwa manusia ada= ; pikiran, perasaan, dan nafsu. Nous, Logos, dan Pneuma. Ketiganya ini adalah satu kesatuan dalam roh. Nous punya roh (Ef 4:23). Jadi dalam diri manusia ada Nous dan Pneuma.

Antropologi menurut Palamas;

Tubuh manusia terdiri dari debu dan tanah tetapi juga dari elemen Ilahi (nafas Allah). binatang kalau tubuhnya mati jiwanya juga mati. Kej 1:2 jiwa dari binatang sebetulnya hanya energi Roh Kudus. Berbeda dengan jiwa manusia langsung dari nafas Ilahi. Maka jiwa manusia tidak bisa mati (kekal). Nous, logos, dan pneuma. Disinilah letak gambar dan rupa Allah itu. Tetapi ketiganya cuman satu dalam kesatuan. Hati adalah semacam wadah dimana jiwa itu berada.  bahwa jiwa manusia dengan binatang berbeda, jika tubuh mereka maka jiwa mereka mati. Jiwa binatang hanya energi bukan esensi berbeda dengan manusia. Manusia memiliki dua-duanya energi dan esensi. Jiwa binatang akan mati mengikuti tubuhnya. Berbeda dengan jiwa manusia (Kej. 1:2).

Kenapa dengan Soul, Pneuma dan Nous? Sesuai dengan gambar dan rupa Allah. jiwa hanya satu. Nous, Logos dan Penuma bukan esensi. Roma 7:21-22 hukum Allah/ hukum akal budi ada di dalam batin dan hukum dosa ada di dalam tubuh. Markus 7:21 di dalam hati  ada hukum Allah selain itu ada pikiran-pikiran jahat (logismoi). Sehingga jika manusia berbuat dosa maka pasti setelahnya ia merasa bersalah karena di dalamnya ada hukum Allah.

   Di dalam hati timbul pikiran-pikiran jahat maka setiap kita harus membersihkan Nous dengan bersinegy dengan Kristus dan harus menyalibkan logismoi dan menerangi batin hati kita sehingga tidak timbul pemikiran jahat kita. Hukum akal budi adalah pengendali atas hukum dosa dan hukum Allah. Nous yang selalu terhubung dengan Allah berarti hidup yang selalu dipimpin oleh Roh Kudus yang mengalirkan energi ilahi untuk memberi pertumbuhan pada batin sehingga perangkat batin memiliki pikiran Kristus. Dan anggota tubuh melakukan perbuatan Kristus.

Yang bisa membuat kita bertobat adalah karya Roh Kudus bisa melalui doa atau baca kitab suci. Tetapi ini tidak bisa dijelaskan secara saintstifik tetapi sesuatu yang misteri. Bagaimana supaya disentuh Roh Kudus yaitu, dengan cara pertobatan dan air mata. Itulah pertobatan yang adalah hasil dari sinergi kita dengan Roh Kudus. Roh Kudus inilah yang akan memperbarui roh dan nous kita.

Tugas ke-3 (Dogmatika II)

Nama               : Dian Purmawati Waruwu

Semester          : III (Tiga)

Mata Kuliah    : Dogmatika II

Tugas               : ke-2

Nilai                : 90

                                                                                                            Senin, 16 Agustus 2019.

Iman

  • Setion oneè Faith yaitu Imanè menjelaskan tentang pengakuan Iman.
  • Rection Two adalah pengharapan, menjelaskan Doa Bapa kami, Ibadah dan pengharapan keselamatan.
  • Sectior Three.

Pengakuan iman Nikea mengatakan Aku percaya pada satu Allah yang Esa. Berarti mengajari kita untuk percaya 1 Yoh. 4:12. Bagaiman kita percaya dan mengenal Allah? Tidak ada seorangpun yang melihat jadi kita tidak melihat Allah tetapi Allah itu misteri. Jadi kita tidak bisa melihat Allah tetapi Allah ada didalam hati, melihat Allah dengan kerendahan dan iman kita.  Kita bisa melihat Allah dengan bersinergy sehingga kita bisa merasakan dan menyadari Anugerah-Nya yang bekerja didalam diri kita 1 Tim. 6:16; Dia bersemayam didalam terang dan tidak ada seorangpun menghampiri 1 Kor. 13:12; pengetahaun kita terbatas tapi kita Cuma tahu sebagaian  kalau Allah itu kasih, terang dan lain – lainnya.

            Efesus 1:19; menurut kekuatan senerji/ kuasa, Allah pada dasarnya terang diatas terang dan tidak bisa seorangpun menghampiri. Ilustrasi Distringuish between Gog’s essence and his energies sun and it’s rays fire and it’s heat. Kita tidak bisa tidak bisa melihat matahari sengan jelas tetapi kita bisa merasakan dan melihat terang. Allah itu tidak bisa dilihat tapi dilain sisi kita bisa merasakan energ-Nya.

  • Both are uncreated and part of God
  • With preparation we can receive God’s grace which
  • What are some of the ways we can attrect his grace to know energy?
  • Created world
  • Scripure
  • Diret Experence.

Iman dapat dilihat lewat alam pencipta Roma 1:19-20; setiap manusia punya iman seperti ateis menyangkal Allah, kalau Allah tidak ada tetapi Tuhan telah memberikan kepada manusia dengan energy Allah dan merasakan dan melihat alam semesta seperti seperti matahari. Maka kita semua mengalami penghakiman karena kita semua telah dikaruniakan dan memiliki iman. Sifat – sifat Allah dan atribut Allah kita tahu, Kej. 2:7; Allah itu membentuk manusia dari debu tanah yang bersal dari Allah. Alam itu ciptaan Allah atau bkan? Ia telah itu menciptakan lewat energy yang diberikan Allah.

Kita bisa melihat Allah dengan karya-Nya. Kej. 2:7, manusia itu bukan hanya tubuh jasmani melainkan tempat tinggal nafas ilahi, (1Tes.5:23)Roh dan tubuh ènafas dan tanah. 2 Kor. 4:16; ada manusia lairiah è manusia jasmani dan manusia batianiah èRoh dan jiwa yang berasal dari energy ilahi. Roh dan jiwa apakah sama? Tubuh mati sedangkan Roh bisa tidak mati. Kalau kita mengenal tubuh kita, maka kita mneyadaribahwa hanya Allah tidak mati, Roma1:25. Kita mengenal Allah lewat pengwahyuan Ibrani 1:1-3. Kita mengenal Allah sejati bukan hanya Alam pencipta melainkan lewat pengwahyuan dan juga lewat Kristus. Firman yang seutuh adalah melalui seseorang yaitu Yesus Kristus Ibrani 11:3.

Untuk mengetahui dari pengetahuan kitab Suci, kita harus mempunyai kerendahan hati yang tidak bisa digoncangkan dan mefokuskan pikiran kita. Kita punya Yesus Kristus dengan Allah sejati tetapi iman itu harus ditambah ketekunan dan pengetahuan.

            Mengenal lewat imanè 1:26.

  • Natural faithèsetiap orang
  • Faith Throught reveletion/Jesus Christè tidak semua orang punya.

Reveletion disebut Allah Tritunggal ; Bapa, Anak dan Roh. Kejadian 3:26;11:7; menunjukkan Allah Tritunggal, Yesaya 6:3; 1 Yoh. 5:7-8; menunjukkan Allah kita. Allah yang Esa didalam ousia tetapi tiga pribadi. Yoh. 5:18. Roma 1:8 bahwa Allah itu Bapa kita. Yesus Kristus adalah firman Allah yang menjadi manusia (Yoh.1:14). Dia adalah pribadi yang memiliki 2 kodrat yaitu Allah dan manusia (Kolose 2:9), kalau Dia adalah Firman Allah berarti firman itu memiliki sumber atau keluar dari Allah / keluar dari satu sumber yaitu Allah sendiri. Allah itu (Esa) yaitu Bapa dan Bapa ini menjadi sumber dari segala sesuatu (1 Kor.8:6). Didalam Bapa yang satu memiliki natur atau substansi (ousia) keilahian dan sekaligus Dia adalah pribadi (Hypostesis) yang menjadi sumber dari firman-Nya dan Roh-Nya sendiri. Firman-Nya disebut sebagai Anak tunggal sejak kekal sehingga Dia adalah pribadi (Hypostesis) yang lahirkan dari Bapa (Yoh. 1:14).

            Allah Tritunggal tidak berbicara tentang jumlah matematika karena Allah itu adalah Roh (Yoh.4:4) yang bersifat metafisika atau nonfisik. Allah Tritunggal berbicara mengenai keberadaan Allah yang Esayang sejak kekal memiliki firman dan Roh yang kekal yang berada satu didalam diri Allah (Bapa yang Esa). Kitab Suci mewahyukan bahwa Allah yang Esa disebut Bapa (1Kor. 8:6;Yoh. 17:1-3) dan firman-Nya itu disebut sebagai Anak dan Putra (Yoh. 1:14); firman itu disebut tunggal Bapadan Roh-Nya disebut Roh kudus (Ef. 4:30). Keberadaan dan ciri – ciri masing – masing antara Allah, firman-Nya dan Roh-Nya itu disebut hypostesis (pribadi). Allah yang Esa (Bapa) Ini menciptakan segala sesuatu melalui firman-Nya (Anak) didalam kuasa Roh-Nya ( Roh Kudus)è(Kej.1&2).

Yo 1:3; Ayub 33:4), Bapa menyatakan dan mengenal diri-Nya sendiri melalui Firman atau Anak/ Putra itu sehingga Putra / Firman disebut “Gambar Allah” yang tidak kelihatan (Kolose 1:15) atau “cahaya kemuliaan Allah”dan gambar wujud Allah (Ibrani 1:3) atau rupa Allah (Filipi 2:6). Anakpun mengenal diri-Nya didalam Bapa. Demi keselamatan kita sang Bapa (Allah yang Esa) telah mengutus Anak-Nya (firman) untuk mengaruniakan kepada kta hidup yang kekal (Yoh. 3:16), sebalinya setelah karya sang Anak selesai Dia menerima Roh dari Bapa.

Tugas ke-2 (Dogmatika II)

Nama               : Dian Purmawati Waruwu

Semester          : III (Tiga)

Mata Kuliah    : Dogmatika II

Tugas               : ke-2

Nilai                : 90

                                                                                                            Senin, 16 Agustus 2019.

Iman

  • Setion oneè Faith yaitu Imanè menjelaskan tentang pengakuan Iman.
  • Rection Two adalah pengharapan, menjelaskan Doa Bapa kami, Ibadah dan pengharapan keselamatan.
  • Sectior Three.

Pengakuan iman Nikea mengatakan Aku percaya pada satu Allah yang Esa. Berarti mengajari kita untuk percaya 1 Yoh. 4:12. Bagaiman kita percaya dan mengenal Allah? Tidak ada seorangpun yang melihat jadi kita tidak melihat Allah tetapi Allah itu misteri. Jadi kita tidak bisa melihat Allah tetapi Allah ada didalam hati, melihat Allah dengan kerendahan dan iman kita.  Kita bisa melihat Allah dengan bersinergy sehingga kita bisa merasakan dan menyadari Anugerah-Nya yang bekerja didalam diri kita 1 Tim. 6:16; Dia bersemayam didalam terang dan tidak ada seorangpun menghampiri 1 Kor. 13:12; pengetahaun kita terbatas tapi kita Cuma tahu sebagaian  kalau Allah itu kasih, terang dan lain – lainnya.

            Efesus 1:19; menurut kekuatan senerji/ kuasa, Allah pada dasarnya terang diatas terang dan tidak bisa seorangpun menghampiri. Ilustrasi Distringuish between Gog’s essence and his energies sun and it’s rays fire and it’s heat. Kita tidak bisa tidak bisa melihat matahari sengan jelas tetapi kita bisa merasakan dan melihat terang. Allah itu tidak bisa dilihat tapi dilain sisi kita bisa merasakan energ-Nya.

  • Both are uncreated and part of God
  • With preparation we can receive God’s grace which
  • What are some of the ways we can attrect his grace to know energy?
  • Created world
  • Scripure
  • Diret Experence.

Iman dapat dilihat lewat alam pencipta Roma 1:19-20; setiap manusia punya iman seperti ateis menyangkal Allah, kalau Allah tidak ada tetapi Tuhan telah memberikan kepada manusia dengan energy Allah dan merasakan dan melihat alam semesta seperti seperti matahari. Maka kita semua mengalami penghakiman karena kita semua telah dikaruniakan dan memiliki iman. Sifat – sifat Allah dan atribut Allah kita tahu, Kej. 2:7; Allah itu membentuk manusia dari debu tanah yang bersal dari Allah. Alam itu ciptaan Allah atau bkan? Ia telah itu menciptakan lewat energy yang diberikan Allah.

Kita bisa melihat Allah dengan karya-Nya. Kej. 2:7, manusia itu bukan hanya tubuh jasmani melainkan tempat tinggal nafas ilahi, (1Tes.5:23)Roh dan tubuh ènafas dan tanah. 2 Kor. 4:16; ada manusia lairiah è manusia jasmani dan manusia batianiah èRoh dan jiwa yang berasal dari energy ilahi. Roh dan jiwa apakah sama? Tubuh mati sedangkan Roh bisa tidak mati. Kalau kita mengenal tubuh kita, maka kita mneyadaribahwa hanya Allah tidak mati, Roma1:25. Kita mengenal Allah lewat pengwahyuan Ibrani 1:1-3. Kita mengenal Allah sejati bukan hanya Alam pencipta melainkan lewat pengwahyuan dan juga lewat Kristus. Firman yang seutuh adalah melalui seseorang yaitu Yesus Kristus Ibrani 11:3.

Untuk mengetahui dari pengetahuan kitab Suci, kita harus mempunyai kerendahan hati yang tidak bisa digoncangkan dan mefokuskan pikiran kita. Kita punya Yesus Kristus dengan Allah sejati tetapi iman itu harus ditambah ketekunan dan pengetahuan.

            Mengenal lewat imanè 1:26.

  • Natural faithèsetiap orang
  • Faith Throught reveletion/Jesus Christè tidak semua orang punya.

Reveletion disebut Allah Tritunggal ; Bapa, Anak dan Roh. Kejadian 3:26;11:7; menunjukkan Allah Tritunggal, Yesaya 6:3; 1 Yoh. 5:7-8; menunjukkan Allah kita. Allah yang Esa didalam ousia tetapi tiga pribadi. Yoh. 5:18. Roma 1:8 bahwa Allah itu Bapa kita. Yesus Kristus adalah firman Allah yang menjadi manusia (Yoh.1:14). Dia adalah pribadi yang memiliki 2 kodrat yaitu Allah dan manusia (Kolose 2:9), kalau Dia adalah Firman Allah berarti firman itu memiliki sumber atau keluar dari Allah / keluar dari satu sumber yaitu Allah sendiri. Allah itu (Esa) yaitu Bapa dan Bapa ini menjadi sumber dari segala sesuatu (1 Kor.8:6). Didalam Bapa yang satu memiliki natur atau substansi (ousia) keilahian dan sekaligus Dia adalah pribadi (Hypostesis) yang menjadi sumber dari firman-Nya dan Roh-Nya sendiri. Firman-Nya disebut sebagai Anak tunggal sejak kekal sehingga Dia adalah pribadi (Hypostesis) yang lahirkan dari Bapa (Yoh. 1:14).

            Allah Tritunggal tidak berbicara tentang jumlah matematika karena Allah itu adalah Roh (Yoh.4:4) yang bersifat metafisika atau nonfisik. Allah Tritunggal berbicara mengenai keberadaan Allah yang Esayang sejak kekal memiliki firman dan Roh yang kekal yang berada satu didalam diri Allah (Bapa yang Esa). Kitab Suci mewahyukan bahwa Allah yang Esa disebut Bapa (1Kor. 8:6;Yoh. 17:1-3) dan firman-Nya itu disebut sebagai Anak dan Putra (Yoh. 1:14); firman itu disebut tunggal Bapa dan Roh-Nya disebut Roh kudus (Ef. 4:30). Keberadaan dan ciri – ciri masing – masing antara Allah, firman-Nya dan Roh-Nya itu disebut hypostesis (pribadi). Allah yang Esa (Bapa) Ini menciptakan segala sesuatu melalui firman-Nya (Anak) didalam kuasa Roh-Nya ( Roh Kudus)è(Kej.1&2).

Yo 1:3; Ayub 33:4), Bapa menyatakan dan mengenal diri-Nya sendiri melalui Firman atau Anak/ Putra itu sehingga Putra / Firman disebut “Gambar Allah” yang tidak kelihatan (Kolose 1:15) atau “cahaya kemuliaan Allah”dan gambar wujud Allah (Ibrani 1:3) atau rupa Allah (Filipi 2:6). Anakpun mengenal diri-Nya didalam Bapa. Demi keselamatan kita sang Bapa (Allah yang Esa) telah mengutus Anak-Nya (firman) untuk mengaruniakan kepada kta hidup yang kekal (Yoh. 3:16), sebalinya setelah karya sang Anak selesai Dia menerima Roh dari Bapa.

TUGAS : KE-1

NAMA            : DIAN PURMAWATI WARUWU

TINGAKAT   : II (DUA)

SEMESTER    : III (TIGA)

M.K                 : DOGMATIKA II

DOSEN          : HENDI WIJAYA

TUGAS           : KE-1

1 KORINTUS 3:11

Fondasi yaitu Yesus Kristus .–> who?

Firman Allah yang jadi manusia. Jadi satu Pribadi dan memiliki dua kodrat ilahi ( Allah yaitu firman dan manusia). Satu pribadi yaitu firman Allah = Tritunggal à inkarnasi yaitu manusia.

Bapa yaitu mempereanakkan Allah ( Anak ) dan Roh kudus, Yoh 1 :18; kalau Dia yang memperanakkan siapa Dia? Yaitu firman Allah. Satu pribadi à dua kodratà dengan menjelma menjadi manusia demi memberikan keselamatan bagi mausia dan dengan menebus à dengan cara apa? Yaitu daging dan darah di paku diatas kayu salib, dikubur , bangkikt itulah karya Roh kudus.

Dalam karya penebusan ada unsur kayu dan semua unsur alam yang dan semua unsur alam yag ada dalam daging atau tubuh manusia Kejadian 2: 6-7. Kenapa Firman Allah yang berinkarnasi? Karena Dia pola menciptakan manusia, maka Dia yang berinkarnasi menjadi manusia karena ada pola. Di lain sisi Allah itu Roh Yohanes 4:4, tidak mempunyai daging dan tubuh. Di lain sisi juga Dia itu gambar dan rupa Allah, Kejadian 2:6-7à manusia dibentuk dari debu tanah. selain dihembuskan oleh Roh Kudus.

Berdosa karena tidak taatà mati karena akibat dosa. Kejadian 3: 14,17, daging àtubuhà dan tanah (memiliki inkarnasi). Buah à pohon à alam àkayu salib. Air à Yesus Kristus dibaptis (kita dibaptis)àRohà kemataian, penguburan dan kebangkitan. Kertas à kitab suci à Firman / perkataan.

            Firman menjadi manusiaà daging dan Roh. Daging disalib matidan dikubur tetapi bangkit sedangkan kita air à dibaptisàlahir baru à daging dan Roh (daging ini jadi apa yaitu bait Allah). Kristus telah memberikan segalanya untuk kita manusia agar kita manusia diselamatkan. Dia adalah firman Allah mengambil dading dari Maria menjadi manusia taat sampai mati bahakan mati diatas kayu salib, dikubur dan bangkit dari kematian  untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Dosa adalah Iblis dan maut. Dan sekarang melalui curahan Roh kudus dalam misteri atau sakramen dibaptis melalui air..

            Keselamatan itu itu diberikan kepada kita yang beriman kepada kematian, pengiburan, dan kebangkitan Yesus Kristus. Melalui saranan air kasih Allah yaitu karya penebusan Kristus itu dicurahkan oleh Roh kudus, Efesus 2:1. Kemudian setiap orang telah dibaptis dalam Kristus telah lahir baru dan menjadi manusia baru atau Anak – anak Allah dan menjadi serupa atau segamabr dengan Kristus. Dan proses menuju serupa dengan Kristus dikerjakan bersama atau bersinergi dengan Kristus di dalam Roh kudus, Gal 4:19. Sebab itu ketika kita telah menjadi Anak – anak Allah atau memjadi manusia baru    kita harus terus diselamatkan menuju kesempurnaan melalui sarana Roti dan anggur.

Sarana roti dan anggur dalam sakramen perjamuan kudus atau Ekaristi untuk mendewasakan manusia baru menyatu dengan pribadi Yesus sendiri. Kristus secara total telah memberikan daging dan nyawa-Nya kembali dalam kebangkitan dengan daging kemuliaan dan sampai sekarangterus memberikan daging dan darah yaitu pribadi yang adalah Allah ( Dia adalah firman Allah yang keluar atau diperanakan dari Allah) dan manusia (Dia mengambil kedagingan  dan kemanusiaan-Nya diambil dari daging Maria), itulah kepala kita melalui sakraeman perjamuan kudus. Yoh 15: 26à Ia akan bersaksi tentang (daging, perjamuan), yoh 14: 26; 16:13, 1 Kor 2:3 (tidak ada seorangpun……………) dan Kristus mengutus Roh kudus. Roh kudus diutus untuk menolong kita dan untuk menyatu dengan  Yesus Kristus.

Aplikasi adalah kita harus menyatu dengan Yesus Kristus melalui Roh kudus yang telah Dia curahkan kepada kita semuannya. Dengan dengan kita menyatu dengan Kristus kita harus mengalami kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus Kristus sehingga kita serupa dan segambar dengan-Nya. Sebagai orang yang telah percaya kepada-Nya kita harus dibaptis melalu air dan sehingga kita percaya kepada-Nya melalui Iman kita dan juga memalalui sakramen perjamuan kudus. Dan segala hanya nafsu kita harus disalibkan karena Yesus Kristus telah menebus kita dari dosa sehingga Dia rela mati diatas kayu salib. Jadi marilah kita terus menerus menyatu dan bersinergj dengan Kristus.

sinoptik, tugas ke-13

NAMA           : DIAN PURMAWATI WARUWU

TINGKAT     : I (SATU)

SEMESTER  : II (DUA)

M.K                : SINOPTIK

DOSEN          : HENDY WIJAYA

TUGAS          : KE-13

Yohanes 10:7-10

Terjemahan:

  • Kemudian Yesus berkata kepada mereka lagi “benar-benar, aku berkata kepada kamu Akulah pintu dari domba-domba itu (ayat 7).
  • Semua yang datang sebelum aku adalah pencuri-pencuri dan perampok-perampok, tetapi domba-domba itu tidak mendengarkan mereka (ayat 8)
  • Jika seseorang masuk melalui aku maka ia akan diselamatkan dan dia akan masuk, keluar dan menemukan padang rumput (ayat 9)
  • Pencuri tidak datang kecuali mereka datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Aku datang supaya mereka memiliki hidup, dan mereka memilikinya dengan berkelimpahan.

Point-point Sintaksis/ data:

  • Gembala dan domba
  • Domba bisa masuk karena ada pintu jika tidak ada pintu maka domba tidak tahu dimana tempat mereka
  • Domba harus memiliki gembala
  • Yesus berkata kepada mereka: benar-benar akulah pintu bagi domba-dombaku
  • Semua yang datang sebelum aku adalah pencuri-pencuri dan perampok-perampok
  • Dombaku tidak mendengarkan mereka
  • Aku adalah pintu
  • Jika seseorang masuk melalui aku maka ia akan menemukan padang rumput
  • Pencuri tidak datang kecuali mereka datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan.
  • Aku datang supaya mereka memiliki hidup dan mereka memilikinya dengan berkelimpahan.

Point-point Semantis:

  • Pencuri dan perampok tidak lewat pintu atau tidak lewat Yesus tetapi mereka lewat dengan memanjat tembok.
  • Yesus adalah pintu bagi domba-domba itu. Pintu artinya pintu kandang domba. Dengan adanya pintu maka, jika mau masuk ke kandang domba ada orang yang menjaga pintu tersebut dan penjaganya yaitu gembala yang membuka pintu sehingga domba-domba mengenalnya. Tetapi jika ia tidak lewat pintu maka ia adalah orang asing dan domba tidak mengenalnya. Gembala domba masuk melalui Yesus.
  • Ketika pencuri dan perampok datang lewat tembok maka domba-domba tidak mendengarkannya.
  • Domba-domba hanya mendengarkan gembalanya.
  • Siapa saja yang masuk dan keluar melalui Yesus ia akan menemukan padang rumput yaitu hidup yang berkelimpahan.
  • Jika domba-domba jatuh ke tangan pencuri mereka akan binasa jika tidak melalui pintu.
  • Masuk melalui pintu itu adalah gembala yang menuntun domba-dombanya ke padang rumput
  • Sedangkan masuk lewat tembok yaitu pencuri, domba-domba itu akan binasa.

Historia

  • Yesus adalah pintu artinya jalan/ akses masuk, keluar untuk hidup berkelimpahan. Dia jalan satu-satunya dan yang benar.
  • Selain dari Yesus yang ada adalah kebinasaan bukan keselamatan, sehingga tidak ada jalan lain harus lewat pintu itu adalah Yesus.
  • Untuk mencapai hidup yang berkelimpahan, juga lewat pintu tetapi juga ada gembala yang menuntun.

Konsep Teologis

Yesus adalah pintu dari para domba

  • Yesus adalah ibarat dengan gembala bagi domba –domba
  • Yesus adalah pintu bagi domba – domba
  • Domba butuh yang namaya gembala dan pintu
  • Yesus jalan satu-satunya dan benar untuk hidup berkelimpahan (Yoh. 14:6)
  • Selain dari Yesus akan binasa
  • Kehidupan yang berkelimpahan adalah padang rumput
  • Untuk selamat harus butuh pintu dan gembala
  • Yohanes 14:6. Jalan satu-satunya, benar dan hidup, Yesus jalan keselamatan. Berada bersama Bapa itu adalah hidup berkelimpahan. Cara kita untuk bisa hidup yaitu harus melewati pintu/ Yesus. Berada bersama Bapa maka kita harus bisa sampai kepada Bapa yaitu karena Bapa adalah tujuan dari kehidupan manusia. Yohanes 14:15-17 Yesus adalah penolong bagi dombanya supaya dombanya tidak sesat. Bapa mengutus anak-Nya menjadi gembala pertama lalu Bapa mengutus Roh Kudus sebagai penolong yang kedua. Kita bisa tetap hidup bersama dengan Kristus, itu karena peranan dari Roh Kudus

Yesus adalah gembala dan domba karena Yesus jalan satu – satunya keselamatan. Yesus adalah pintu artinya jalan/ akses masuk, keluar untuk hidup berkelimpahan. Dia jalan satu-satunya dan yang benar.

Selain dari Yesus yang ada adalah kebinasaan bukan keselamatan, sehingga tidakada jalan lain harus lewat pintu itu adalah Yesus. Untuk mencapai hidup yang berkelimpahan, juga lewat pintu tetapi juga ada gembala yang menuntun.

TUGAS, SINOPTIK KE-12

NAMA             : DIAN PURMAWATI WARUWU

TINGKAT      : I

M.K                : SINOPTIK

TUGAS          : KE-12

                                                                        29 APRIL 2019

Homoly, icon(liturgy), vespers, mating (doa dan tekun pengajaran), katekisasi

Synaxarion adalah mengenal atau mempelajari tokoh – tokoh iman atau hagios orang – orang kudus

  • Pengajaran gereja itu sangat kaya

TENTANG ICON APA DASAR TEOLOGIS

KOLOSE 1:15

  • Siapa Dia yaitu Kristus Anak Allah yang tidak kelihatan. Manusia di ciptakan menurut gampar Kristus atau serupa dengan –Nya
  • Kristus adalah gambar yang kelihatan
  • Gambar Kristus yang telah menjadi manusia 1 Yoh. 3:2, kita sama seperti Dia jadi kita sampai seperti gamabar Allah serupa dengan Kristus
  • Kalau kita adalah gambar –gambar Allah, Roma 8:29 jika itu sebetulnya gambar gamabr yang di toles dengan gambar – gambar Allah dan kalau kita gmbar berarti kita icon Allah. Gambar Anak Allah yaitu Kristus GALATIA 4:19

Historiaà teksà terjemahan, poin – poin sintaksis

Theoriaà di balik teksà doktrin> roh kudus

Moralà aplikasi teks

# terjemahan

            Galatia 4:19

Poin – poin sintaksis

  • Anakku – anakku yang kecil akan berjuang / bekerja kuas lagi dalam kelahiran
  • Aku melakukan sampai Kristus di bentuk di dalam kamu

Data / point sintaksis

  • Anakku – anakku yang kecil akan berjuang / bekerja kuas lagi dalam kelahiran
  • Aku melakukan sampai Kristus di bentuk di dalam kamu

Pemahaman data / poin sinantis

  • Didikan diri kitaà bersalin atau melahirkan
  • Benih Kristusà jiwa Kristus à bayi Kristus= Rupa Kristus

Konsep

Tentang apa? Rupa Kristus yang menjadi nyata

  • Mengandung benih Kristus
  • Buah Kristusà Rupa Kristus
  • Bekerja Keras

1 Korintus 4:15, Dia menanggung beban. 1 Yoh 3:9 kita sedang mengandung benih ilahi, benih memang ada benih di dalam orang percaya. Filemon 1:10, Anak yang Aku lahir onesimus,  yang Aku lahirkan seperti gereja, Korintus, Roma yaitu buah rahimnya Kristus.

Moral sense

2 Timotuis 3:16-17

  • Setiap tulisan itu “ajaran”
  • Menyatakan kesalahan
  • Memperbaiki perilaku
  • Melakukan kebenaran
  • Instruction
  • Coveetion
  • Reproof

TUGAS, SINOPTIK KE-11

NAMA            : DIAN PURMAWATI WARUWU

TINGKAT      : I

M.K                : SINOPTIK

TUGAS          : KE-11

                                                                        22 APRIL 2019

Siapa Yesus bagimu?

Kesimpulan nya, secara daging Dia menderita tetapi secara rohani tidak

  • Dia mengalami penderitaan, kita juga harus mengalami penderitaan
  • Secara jasmani apakah Dia mengalami kematian? tentubDia mengalami. Begitu pula kita, kta mengalami kematian.
  • Dia bangkit , kita juga bangkit

                                                ANASTASISI / KEBANGKITAN

  • Kita lihat Kristus berpakaian putih
  • Ada hitam – hitam itu menandai kegelapan
  • Disamping maria ada orang kudus

Paskah adalah hari suci besar bagi orang Kristen. Tanpa kebangkitan Yesus hidup tidak memiliki arti. Mengacu pada penguburan tubuh kita setelah kita mati, tanpa kebangkitan iblis masih menguasai kita.Paskah adalah festival ( perayaan )untuk agama Kristen. Ini adalah festival pembebasan yang paling redikal.

Ikon paskah mengungkapkan dengan kuat  maka sebenarnya dari Kristus, Yesus shoel atau hades Alam maut  yang rusak yang di lintasi sebuah lubang hitam. Di dalam lubang setan terbelenggu dalam rantainya sendi

Kristus memegang pergelangan tangan Adam

  • Hawa disini ada Yohanes  pembaptis
  • Hubungan antara hawa dan maria ini di nyatakan oleh St Efraim dan Siria “Ia memasuki shoel alam maut”
  • Kegelapan hades mengingatkan pada gua di ikon kelahiran, kebangkitan lazarus dan penyaliban
  • Di bagian atas ikon, dua puncak batu mengingatkan kita bahwa “bumi menguncang dan bebatuan terbelah ( Matius 27:51) setelah gempa bumi yang menghancurkan bumi setelah kematian Kristus
  • Apakah Musa, Salomo, Bapa – Bapa gereja apakah di selamatkan (baca Roma 2:14)
  • Peristiwa dan kabar baik , untuk membebaskan adam dan hawa

Apa yang paling menanggu fan menghantui manusia adalah  kita pasti akan mati. Pada saat kita karena dosa kita diusir. Kristus telah bangkit dari antara orang –orang mati dengan kematian Dia telah menghancurkan maut dan bagi mereka yang ada di kuburkan. Ia telah menganugerahkan hidup kita. Kita harus memperjuangkan iman kita. Ikon ini disebut turun ke hades/ anastasis (kebangkitan) karena kebangkitan yang mulia segera setelah Yesus mati di salib. Dikuburan dengan tubuh dan di hades dengan jiwa sebagai Allah. Sementara tubuhnya masih berada dikuburan .Yesus turun ke hades dengan jiwa-Nya untuk memuliakan kebangkitan kita adam dan hawa bersama sengan semua umat perjanjian lama yang setia membawa mereka ke firdaus menunggu kebangkitan tubuh pada hari penghakiman. Gereja orthodoks merayakan pra kebangkitan kudus kemengan juruselamat.

Roma 3:18-20, ada juga menyelamatkan dari mereka Efesus 4:10à Rasul Paulus menghubungkan kenaikan Yesus dan turun kedalam maut. Turun ke dalam hades, kasih Allah begitu besar . kristus dapat memasuki neraka apaun khususnya yang kita alami. Dia dapat meraih kegelangan tangan kita dan mengangkat kita penting untuk diingat bahwa Kriatus tidak turun kenereka tetapi ke hades. Dalam perjanjian lama ada gehena (neraka) dimana tidak ada ampun ladi bagi orang – orang yang berdosa atau tidak ada tempat penebusan. Misi Kristus di hades adalah untuk menyelesaikan karya penyelamatan-Nya

Kesimpulannya adalah kita tidak perlu takut dengan kematian sebab Yesus telah menang dari kematian