Nama : Dian Purmawati Waruwu
M. K : Dogmatika 2
Tugas Ke : 7
Dosen : Dr. Hendi Wijaya S. S
PREDESTINASI
Yang dipredestinasi adalah Kristus Ef 1:4. Oleh karena itu kalau kita percaya atau kita menyatu dengan Kristus maka kita juga masuk dalam pilihan itu. Roma 8:29; Kalau ada presdestinasi seperti di ayat ini, apakah berkontradiksi dengan kehendak bebas? Disini memang seolah-olah berkontradiksi tetapi kita harus melihat ayat-ayat lain tentang presdestinasi. Efesus 1:4 Allah memilih kita di dalam Dia sebelum dunia dijadikan. Efesus 4:16 ini bercerita tentang Nous manusia dalam keadaan mati/ terputus hubungannya dengan Alah, bukan hanya jauh persekutuannya dengan Allah. Waktu manusia jatuh dalam dosa nousnya mengalami kematian (Ef 4:17). Nous yang mati adalah nous yang gelap tidak mengerti hal-hal rohani. Ef 4:18 dalam bahasa aslinya bukan jauh dari Allah tetapi terputus dari Allah. Terputus yang dimaksud disini adalah terputus dari hidupNya Allah. Terputus berarti mati. Mati yang dimengerti dengan nous yang gelap tidak mengerti hal rohani adalah mengarah diri pada hawa nafsu untuk semua perbuatan cemar. Mereka yang mendengar Dia dan diajari maka siapa bilang doktrin tidak penting. Kita harus dicuci otak di dalam Dia karena memang tadi nousnya gelap. Dicuci otak seperti kebenaran yang hanya ada di dalam Yesus. Kita mengenakan Dia menjadi manusia baru yang mengenal kekudusan. Sehingga tidak berjalan dalam kesia-siaan. Diajar supaya imannya bertumbuh di dalam Dia seperti mereka yang telah mati karena mereka yang sudah benar disuci otaknya seperti para martir (Paulus, Petrus) dll. Setelah itulah baru kita dibangkitkan. Kristus dibangkitkan (anastasis), demikian juga kita dibangkitkan. Bangkit adalah kita memakai roh / nous yang sudah diperbarui. Kalau nous sudah diperbarui maka semuanya sudah diperbarui termasuk di dalamnya batin, pikiran,
Nous mereka sia-sia, pikiran yang gelap, terasing dari Allah, mereka berjalan dalam keserakahan. Dalam ayat 19: kenapa bisa terputus? Karena kebodohan dan kekerasan hati. tetapi sebaliknya orang yang mendengar tentang Kristus dan diajari dan mempelajari tentang Dia. Otak ita harus dicuci di dalam Dia karena hubungan kita dengan Dia sudah terputus (mati secara total). Terputus dari hidupnya Allah adalah karena kebodohan dan kekerasan hati. Terputus artinya Roh Allah tidak lagi mengalir. Akibatnya roh tidak lagi menguasai tubuh. Sebaliknya nous yang dikuasai oleh tubuh yang dikuasai oleh kecemaran dosa. Rohnya tidak bisa lagi mengalir ke hidup-Nya Allah. Bagaimana supaya bisa kembali lagi dialiri Roh Allah, yaitu melalui doa yang benar. Rohnya ini hanya berwujud bensin tetapi berubah seperti air yang tidak bisa menghidupkan api. Ia tidak bisa menyatu dengan Allah ini artinya ia kehilangan kehidupan abadi. Karena rohnya masih gambar Allah hanya saja sudah terputus dari Allah. Yoh 5:38-40 manusia masih punya kehendak bebas atau kemauan. Sedangkan kalau kita berpandangan Calvin tadi manusia yang sudah rusak total maka tidak ada kehendak bebas dalam diri manusia. Calvin melihat keselamatan itu sebagai transaksi hukum. Luther melihatnya sebagai Allah yang murka oleh karena itu Ia menyuruh Anak-Nya mati di atas kayu salib. Luther ingin menyatakan bahwa melalui iman, transaksi hukum kita diselamatkan mirip dengan pandangan Calvin. Calvin. Tetapi Pandangan Orthodox keselamatan bukan hanya kita dibebaskan dari hukuman.
Yohanes 5:39-40 manusia masih punya ehendak bebas. Mau atau tidak bukan berarti dia tidak punya kehendak apa-apa. Wahyu 22:17 di Gereja Barat ada transaksi hukum yaitu keselamatan itu hanya dibebaskan dari hukuman. Dan apakah betul keselamatan itu hanya adalah dalam iman saja? Yakobus 2:24-2 keselamatan bukan hanya karena iman saja tetapi iman yang sudah dimiliki harus dinyatakan dalam perbuatan. Iman adalah pemberian kasih karunia Allah karena akibat kejatuhan manusia menyebabkan manusia akan mati karena dosa. Dosa disebabkan oleh iblis. Jadi jika iblis masih belum bisa dikalahkan maka potensi dosa itu akan tetap ada. Ujian mencobai iman, mencobai artinya ujian dari kedagingan. Ujian datang dari Allah. Cobaan datang dari iblis. Maka yang bisa mengalahkan dosa dan iblis adalah Allah yang bisa bangkit (Ef. 1:20-21). Makanya, Yesus menjadi manusia untuk bisa bangkit dari kematian. Iblis hanya bisa dikalahkan oleh yang punya kekuasaannya lebih besar daripada iblis.
Yang dapat mengalahkan dosa hanya Dia yang tidak berdosa (1 Yoh. 3:5; 1 Ptr. 2:21-22; 2 Kor. 5:21). Dia yang tidak mengenal dosa dibuatnya berdosa (Ibr. 4:13; Yoh. 10:17-18 hanya Dia yang bisa mengalahkan dosa. Keselamatan manusia bukan hanya sekedar menghempaskan keadilan Allah melainkan untuk menjadi jembatan antara manusia dengan Allah. Bagaimana dengan Kristus mengalahkan dosa dan maut. Jadi intinya dosa adalah ketidaktaan atas kehendak Allah. Keselamatan bukan untuk memuaskan keadilan Allah melainkan Yoh. 3:16. Dalam Flp. 2:6-8 kematianNya di atas kayu salib bukan untuk memuaskan keadilan Allah, hal itu tidak berpengaruh. Inti dosa adalah ketidaktaatan terhadap Firman, dampaknya adalah dosa dan inti dari ketaatan adalah mengalahkan ketidaktaatan.
Roma 6:19 keselamatan itu semata-mata kasih karunia yang artinya Allah yang berinisiatif memberikannya untuk manusia. Keselamatan akan diterima oleh orang yang mau menerima dan menolak. Allah tahu siapa yang memilih dan menolak Dia. Bukan Allah yang menolak manusia masuk ke dalam neraka malainkan manusia sendiri yang menentukan pilihannya. Dia tidak mempresdestinasikan manusia masuk neraka atau surge. Dia hanya tahu siapa yang menolak dan menerima Dia. Itu karena kemahatahuanNya.
Keselamatan itu adalah menyatu dengan Allah. Kristus: diatas kayu salib Ia mengalahkan dosa. Dalam penguburan-Nya Ia mengalahkan kematian (Ibr 2:14). Dalam kematian-Nya Ia mengalahkan maut. Bangkit Ia mengalahkan kematian.
Keselamatan itu berada dalam daging Yesus (Rm 6:9). Oleh karena itu kalau kita makan daging Kristus (Perjamuan Kudus) berarti kita menyatu dengan Kristus. Maka kita menerima kasih karunia Allah. Personal salvation dikerjakan oleh diri kita sendiri tetapi universal salvation dikerjakan oleh Allah Tritunggal (di dalam Bapa, melalui Anak dan di dalam Roh kudus). Personal salvation dimulai dari manusia lahir baru. Sedangkan universal dimulai dari inkarnasi (penyaliban, penguburan dan kebangkitan). Lahir baru artinya menyalibkan daging dan menjadi manusia baru atau rohani yang dipenuhi oleh hal-hal yang rohani bersama dengan Roh Kudus.