Dogmatika II, Tugas ke-5

Nama               : Dian Purmawati Waruwu

Semester          : III

Mata Kuliah    : Dogmatika II

Tugas               : ke-5

            The Weaknesses of Man

Di dalam jiwa manusia ada gambar Allah sedangkan binatang tidak ada. Adam diciptakan menurut gambar Allah. Dalam gambar Allah itu ada ketaatan dan kehendak bebas. Tidak ada kehendak bebas maka tidak ada ketaatan. Kristus adalah gambar Allah dalam Tritunggal. Relasi-Nya dengan Bapa adalah ketaatan (kasih). Kalau tidak ada kehendak bebas berarti otoriter “manusia harus taat”. Manusia diciptakan diberi kehendak bebas. Dalam kehendak bebasnya manusia bisa memilih taat atau tidak. Sebab kalau tidak ada kehendak bebas maka tidak ada bedanya manusia dengan robot. Seharusnya Adam hidup sesuai dengan gambar dan rupa Allah tetapi Adam gagal dalam ketaatan.

Karena di dalam gambar dan rupa Allah ada ketaatan jadi di dalamnya ada kehendak bebas. Di dalam relasi Bapa dengan Kristus ada kasih jadi relasi kasih itu sebenarnya relasi taat. Ketika manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah maka manusia diciptakan untuk taat. Kalau tidak ada kehendak bebas maka tidak ada ketaatan. Gambar Allah yang ada di dalam diri manusia harus dikerjakan dalam ketaatannya untuk menjadi rupa Allah. tetapi di dalam perjalannya Adam tidak taat pada kehendak bebasnya maka ia gagal dan menimbulkan dosa. Allah itu adil maka manusia juga memiliki sifat yang adil, Allah itu berkuasa maka manusia juga diberikan kuasa oleh Allah.

Manusia seharusnya menjadi seperti Allah tetapi sebaliknya ia ingin menjadi Allah. Inilah kesombongan dari manusia. Adam memisahkan diri dari Allah itulah dosa yang memperlemah kekuatannya. Sehingga ia tertawan oleh kelemahannya sendiri. Membuat dia tidak taat, ketidaktaatannya membuatnya bisa mati.

 Ular mengoda si Hawa dan menipu dia. Inilah yang menjelaskan Iblis masuk ke taman itu. Mereka memilih tidak setia kepada Allah dan melawan perintah Allah. Manusia yang tadinya menjadi rupa Allah tetapi ditengah perjalanan ia jatuh sehingga dia mati tidak lagi serupa dengan Alah.

Dengan melalui ular menggoda Adam dalam ketaatannya dan ternyata Adam gagal sehingga yang diuji oleh iblis adalah ketaatan kepada perintah Allah (Kej. 2:16) dan kehendak bebas (Kej. 3:3-6). Adam bisa dipengaruhi dan terpengaruh itu karena keegoisannya, ketertarikannya untuk berdiri sendiri dari Allah. Kelemahan dalam kegagalan Adam bukan karena tanggung jawab pekerjaannya tetapi masalah arogannya ingin menjadi seperti Allah. dari ketaatan menjadi ketidaktaatan sehingga menimbulkan dosa. Allah menjadikan manusia sesuai dengan rupa Allah bukan menjadi sama seperti Allah. Kesombongan, ketidaktaatan, keterpisahannya dengan Allah membuat dia semakin jauh dengan kebahagiaan yang diberikan oleh Allah. Dosa Adam yang membuat dia bisa mati (terpisah dengan Allah) seharusnya jika ia taat ia bisa hidup untuk selama-lamanya.

Adam dan Kristus

Adam:

  1. Adam jatuh dalam dosa
  2. Dampak atau efek dosa Adam adalah kematian
  3. Dampak dosa itu diturunkan kepada keturunannya (manusia) tanpa manusia itu harus percaya kepada Adam

“Semua manusia pasti akan mati”

Kristus:

  1. Kristus mati dan bangkit menebus dosa manusia
  2. Dampak kematian dan kebangkitan Kristus adalah mengalahkan kematian
  3. Dampak penebusan Kristus kepada manusia harus melalui iman kepada Dia.

“Semua manusia akan diselamatkan jika semua beriman kepada Kristus”

Mari kita bahas argumentasi-argumentasi di atas.

Adam

Dosa yang dialami oleh semua manusia adalah dampak dari dosa Adam. Dampak dosa itu diturunkan kepada keturunan Adam atau anak-anak Adam seperti Kain dan Habel. Tanpa ada keturunan Adam maka tidak ada efek dosa yang diturunkan, artinya efek dosa itu hanya berakhir kepada diri Adam saja.

Keturunan Adam secara jasmani adalah penyatuan dua benih yaitu benih Adam dan istrinya, Hawa. Memang benar, tanpa Kain harus percaya kepada Adam bahwa Adam telah berdosa, tetap efek dosa itu telah diturunkan kepada Kain melalui Adam.

  1. Benih Adam + Benih Hawa = Benih Dosa di dalam diri Kain
  2. Benih dosa di dalam diri Kain = potensi dosa + diaktualkan/dibuahi = dosa aktual
  3. Dosa aktual + matang = maut/kematian

Benih Adam dan Hawa adalah potensi dosa yang universal yang ada di dalam diri Adam dan Hawa sebagai dampak dari kejatuah dosa mereka yang jika dua benih itu dipersatukan menghasilkan benih dosa bagi keturunannya. Potensi dosa di dalam diri Adam dan Hawa menjadi aktual ketika mereka menghasilkan keturunan.

Kristus

Hal yang paralel sebetulnya dengan Penebusan Kristus. Penebusan Kristus menyediakan sebuah wadah atau benih atau potensi keselamatan bagi semua manusia. Potensi atau benih keselamatan ini telah tersedia secara universal dan akan menjadi aktual bagi setiap pribadi/orang jika benih itu dibuahi dan jika telah matang akan menghasilkan kehidupan/keselamatan. Beberapa ayat penting: Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. (1 Yoh 3:9 TB)

Benih ilahi yaitu iman + anugerah. Manusia menanggung akibat dosa itu tanpa percaya/ beriman kepada Adam sementara untuk selamat harus percaya kepada Kristus. Kesimpulannya yaitu semua manusia pasti akan mati dan semua manusia pasti akan diselamatkan jika beriman kepada Kristus.

Leave a comment