Allah itu kasih, Dia rela menggobarkan Dia datang kedunia untuk memberikan keselamatan dan penebusan bagi umat manusia. Allah menciptkan kita menurut gambar dan rupa-Nya tetapi karena kegagalan Adam maka kodrat manusia menjadi rusak. Dengan demikian, Kristus datang kedunia ini untuk mengantikan Adam pertama yang hidup dalam duniawi. Sehingga Kristus berinkarnasi menjadi manusia untuk memurnikan natur atau kodrat manusa yang telah rusak dengan atas penderitaan, kematian dan kebangkitan. Kematian Kristus mengalahkan dosa, iblis dan maut sehingga kita mencapai theosis atau menyatu dengan Allah.
1. Didalam pencipta adaalah sebuah dari kasih Allah
Kita diciptakan dari Allah yang penuh belas kasih sehingga ciptaan-Nya yaitu manusia juga diciptakan untuk mencapai the perfect love yaitu likeness to God, dan likeness to God itu seperti Allah Tritunggal yang saling mengasihi, maka kita saling mengasihi, dan saling mengashi ini tandanya kita punya hati yang penuh belas kasih seperti Allah, dan apa itu kasih yang penuh belas kasih? yaitu hati yang selalu terbakar untuk orang lain seperti Allah dan Kristus yang selalu berkorban untuk semua ciptaan-Nya; dan bahan bakar untuk membakarnya adalah air mata sehingga hati ini menjadi penuh belas kasih, tidak tahan melihat penderitaan orang lain; dan untuk hati yang demikian maka dia selalu punya doa air mata seperti Allahpunya doa air mata untuk semua makhluknya; Allah dan kita akan bertindak melindungi karena ada belas kasih yang terus membakar di dalam hati.
Apa yang membuat kita untuk terus mengasihi? Karena Allah telah mengajarkan kepada kita tentang kasih, dimana kasih itu, saling mengashi satu sama lain bahkan musuh kitapun harus kita kasihi dan mengampuni. Kita lahir dari Allah karena kasih Allah. Kasih Allah yaitu pengutusan Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia supaya kita hidup oleh Kristus.
Jadi kita sama seperti Allah karena kita sama seperti gambar dan rupa Allah, jika Dia punya hati belas kasih maka kita juga; sehingga tidak heran sekarang kok Kristus memerintahkan kita mengashi semua orang bahkan termasuk musuh-musuh, ini karena kasih itu melampaui semua kondisi karena kasih itu berasal dari Dia yang melampaui segala hal dan kondisi.
Kristus memperingatin kita untuk saling mengasihi bahkan musuh pun harus di kasihi. Kristus datang kedunia ini bukan untuk membinaskan melainkan memberikan kehidupan baru. Ketika kita telah menjadi anak-anak Allah karena kasih Allah itu maka kita juga harus saling mengasihi sesama karena setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah . Allah adalah kasih sehingga siapa pun yang berada dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia (1 Yoh 4:16). Saling mengasihi membuat kita berada di dalam Allah dan kasih Allah telah disempurnakan di dalam diri kita.
Kodrat manusia itu tidak ada possion (dispassionate) yang sinful maksudnya tidak ada nafsu daging tetapi yang ada goodlike dispassion dari tubuh dan jiwa yang natural yang mengarah kepada Allah untuk pertumbuhan ketika manusia memilih untuk taat, namun ketika manusia memilih tidak taat maka passion itu berubah menjadi sinful passion dan tidak masuk ke dalam jiwa manusia dan jiwa menjadi takluk pada passion tersebut sehingga kodrat manusia menjadi sinful. Sehingga kalau kita fully passionate siful kita nggak beda dengan binatang sebab kita nggak beda dengan binatang sebab kita dikuasai passions bukan hati yang berbelas kasih seperti penjelasan di atas.
Tuhan memberikan kepada kita kodrat tetapi dengan kejatuhan dari dosa maka kodrat yang ada di dalam diri kita menjadi rusak. Seperti Seperti Adam pertama ketika tidak memiliki taat kepada Allah dan lebih mengikuti perkataan ular maka kodratnya menjadi rusak. Untuk memperbaiki kodrat yang sudah rusak maka perlu pertobatan dan menyingkirkan segala kedagingan dan hawa nafsu yang ada didalam kita. Tuhan datang sebagai Adam kedua untuk memperbaiki kodrat manusia yang sudah rusak dengan kematian-Nya di atas kayu salib. Dengan kasih Allah kepada kita sebagai gambar dan rupa-Nya, Dia menanggung segala dosa-dosa kita, tidak ada kasih yang abadi di dunia ini selain dari kasih Allah. Jadi, hanya didalam Kristus keselamtan maka kita perlu taat dan tidak hidup dan mengikuti keinginan daging sehingga kodrat kita tidak rusak kembali.
2. Inkarnasi
Inkarnasi tidak terlepas dari tujuan penciptaan manusia oleh Allah yaitu manusia bisa mencapai kasih Allah atau menikmati kasih Allah selamanya dalam wujud sebaai rupa Allah.
Tanpa ada inkarnasi maka manusia tidak memperoleh hidup baru karena hidup dalam dosa. Dimana, Adam sebagai ciptaan pertama gagal dalam ujian karena lebih mengikuti keinginan danging daripada perintah Tuhan sehingga pada akhirnya Adam pertama jatuh kedalam dosa. Akibat dosa Adam pertama maka Kristus datang kedunia untuk berinkarnasi menjadi manusia dengan tujuan menanggung kegagalan Adam pertama.
Inkarnasi menurut St. Isaac adalah pewahyuan atau penyataan diri Allah yang baru, sebelum inkarnasi manusia tidak bisa kontemplasi dan mendengar Allah, setelah inkarnasi ini menjadi mungkin. Inkarnasi menandai penciptaan baru di dalam kodrat Adam yang baru bagi seluruh umat manusia yang dilahirkan baru dalam baptisan.
Kedatangan Adam kedua adalah memberikan kehidupan baru bagi seluruh umat manusia dimana kodrat manusia yang lama sudah rusak karena akibat dosa yang telah dilakukan tetapi sekarang telah diperbaiki oleh Adam kedua. Kristus adalah Firman Allah yang berinkarnasi supaya Dia bisa menjadi pengantara antara Allah dan manusia dalam keselamatan. Dosa, Iblis, dan kematian telah dikalahkan oleh Kristus sehingga siapa pun di dalam Kristus akan mendapat keselamatan dari dosa, Iblis, dan kematian.
3. Theosis
Jika kedua kodrat kodrat Kristus itu dibedakan secara jelas bagaimana dengan keselamatan yang katanya adalah theosis, pengilahian kodrat manusia yaitu manusia menyatu dengan Allah seperti besi yang sedang membara itu? Nah St. Isaac yang tidak pakai istilah teologi Alexandrian tidak mengenal istilah penyatuan atau pengilahian, tapi bukan berarti dia menolak theosis cuma dia menyatakan dengan cara yang berbeda maksudnya sama yaitu setelah Kristus mati, bangkit, dan naik ke Surga itu berarti Dia membuka kodrat manusia bisa naik ke Surga/Bapa untuk mencapai theosis.
Penyatuan dengan Allah dibtuhkan kekudusan diri dari dosa. Manusia bisa mengerjakan keselamatan melalui kematian dan kebangkitan Kristus, dimana Kristus membuka kodrat manusa yang sudah rusak dengan memperbaiki kembali sehingga kita bia mencapai theosis. Kita membutuhkan pertobatan, ketaatan dan doa untuk mencapai theosis atau menyatu dengan Allah.
Allah yang kasih menurut St. Isaac adalah kasih Allah yang tak terbatas baik di dalam penciptaan maupun keselamatan seluruh ciptaannya melalui Inkarnasi Kristus yang menyatukan antara ciptaan-Nya dan Allah sendiri. Kristus menyerap kodrat manusia dan mati di kayu salib untuk memperbarui kodrat itu sehingga terbuka masuk ke dalam Allah; bisa naik kepada terang dan kasih Allah seperti Kristus naik kepada Allah; seperti inilah proses pengilahian kodrat manusia itu.
Takutlah kepada yang membinasanak jiwa dariada tubuh, pertobatan itu tanpa henti dan dilakuakn selama 24 jam dan disitu kita disucikan dan dimurnikan karena pelanggaran yang telah kiita lakukan.
Kasih Allah yang menciptakan manusia, maka ketika manusia jatuh ke dalam dosa, kasih Allah itu yang bisa menyembuhkan luka-luka manusia karena dosa, sebab itu ada Inkarnasi Kristus /kasih Allah yang jadi daging bukan lagi sekedar Firman tetapi nyata dicurahkan oleh Roh Kudus ke dalam diri manusia yang percaya dan kemudian dia hidup menarik diri dari dunia/nafsu dosa seperti yang kita pelajari minggu lalu sehingga kasih Allah itu bisa bekerja di dalam batinnya dan ini melahirkan “luminious love” (habba sapya) untuk sesamanya jadi bukan sekedar “natural love” seperti pada manusia dan binatang umumnya tetapi supernatural love yang lahir dari kasih Allah yang bekerja di dalam jiwanya.
Luminous love ini seperti yang dikerjakan oleh Kristus yang kita sebut kasih Kristus dan sekarang sudah dianugerahkan kepada kita yaitu kasih yang berkorban “sarcrificial love” kepada sesama bahkan kepada musuh-musuh menurut St. Isaac, ini sama dengan yang diajarkan Rasul Yohanes dalam surat 1 Yoh 3:16.
Untuk memperoh luminous love yakni kita perlu solitude dengan menarik diri dari dunia yang penuh kedagingan maka kita terus disucikan supaya bisa melahirkan luminis love yaitu kasih yang berkorban bagi sesama seperti kasih Kristus yang berkorban bagi kita manusia yang telah jatuh kedalam dosa. Jadi jiwa, hati, batinus mencapai keheningan supaya hati kita ini bisa disucikan dan melahirkan kasih Allah seperti yang Allah berikan kepada kita semua.
Jadi, untuk menyatu dengan Allah yakni kita harus mencapai theosis dengan adanya ketaatan, doa, kerendah hati, pengudusan dan memiliki kasih seperti kasih Allah yang telah Dia berikan kepada kita. Dengan mencapai theosis membutuhkan perjuangan untuk mengalahkan semua musuh kita yaitu dosa, iblis dan maut sehigga pada akhirnya kita mencapai theosis dan menyatu dengan Allah

