ALLAH YANG KASIH

Allah itu kasih, Dia rela menggobarkan Dia datang kedunia untuk memberikan keselamatan dan penebusan bagi umat manusia. Allah menciptkan kita menurut gambar dan rupa-Nya tetapi karena kegagalan Adam maka kodrat manusia menjadi rusak. Dengan demikian, Kristus datang kedunia ini untuk mengantikan Adam pertama yang hidup dalam duniawi. Sehingga Kristus berinkarnasi menjadi manusia untuk memurnikan natur atau kodrat manusa yang telah rusak dengan atas penderitaan, kematian dan kebangkitan. Kematian Kristus mengalahkan dosa, iblis dan maut sehingga kita mencapai theosis atau menyatu dengan Allah.

1. Didalam pencipta adaalah sebuah dari kasih Allah

Kita diciptakan dari Allah yang penuh belas kasih sehingga ciptaan-Nya yaitu manusia juga diciptakan untuk mencapai the perfect love yaitu likeness to God, dan likeness to God itu seperti Allah Tritunggal yang saling mengasihi, maka kita saling mengasihi, dan saling mengashi ini tandanya kita punya hati yang penuh belas kasih seperti Allah, dan apa itu kasih yang penuh belas kasih? yaitu hati yang selalu terbakar untuk orang lain seperti Allah dan Kristus yang selalu berkorban untuk semua ciptaan-Nya; dan bahan bakar untuk membakarnya adalah air mata sehingga hati ini menjadi penuh belas kasih, tidak tahan melihat penderitaan orang lain; dan untuk hati yang demikian maka dia selalu punya doa air mata seperti Allahpunya doa air mata untuk semua makhluknya; Allah dan kita akan bertindak melindungi karena ada belas kasih yang terus membakar di dalam hati.

Apa yang membuat kita untuk terus mengasihi? Karena Allah telah mengajarkan kepada kita tentang kasih, dimana kasih itu, saling mengashi satu sama lain bahkan musuh kitapun harus kita kasihi dan mengampuni. Kita lahir dari Allah karena kasih Allah. Kasih Allah yaitu pengutusan Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia supaya kita hidup oleh Kristus.

Jadi kita sama seperti Allah karena kita sama seperti  gambar dan rupa Allah,  jika Dia punya hati belas kasih maka kita juga; sehingga tidak heran sekarang kok Kristus memerintahkan kita mengashi semua orang bahkan termasuk musuh-musuh, ini karena kasih itu melampaui semua kondisi karena kasih itu berasal dari Dia yang melampaui segala hal dan kondisi.

Kristus memperingatin kita untuk saling mengasihi bahkan musuh pun harus di kasihi. Kristus datang kedunia ini bukan untuk membinaskan melainkan memberikan kehidupan baru. Ketika kita telah menjadi anak-anak Allah karena kasih Allah itu maka kita juga harus saling mengasihi sesama karena setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah . Allah adalah kasih sehingga siapa pun yang berada dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia (1 Yoh 4:16). Saling mengasihi membuat kita berada di dalam Allah dan kasih Allah telah disempurnakan di dalam diri kita.

Kodrat manusia itu tidak ada possion (dispassionate) yang sinful maksudnya tidak ada nafsu daging tetapi yang ada goodlike dispassion dari tubuh dan jiwa yang natural yang mengarah kepada Allah untuk pertumbuhan ketika manusia memilih untuk taat, namun ketika manusia memilih tidak taat maka passion itu berubah menjadi sinful passion dan tidak masuk ke dalam jiwa manusia dan jiwa menjadi takluk pada passion tersebut sehingga kodrat manusia menjadi sinful. Sehingga kalau kita fully passionate siful kita nggak beda dengan binatang sebab kita nggak beda dengan binatang sebab kita dikuasai passions bukan hati yang berbelas kasih seperti penjelasan di atas.

Tuhan memberikan kepada kita kodrat tetapi dengan kejatuhan dari dosa maka kodrat yang ada di dalam diri kita menjadi rusak. Seperti Seperti Adam pertama ketika tidak memiliki  taat kepada Allah dan lebih mengikuti perkataan ular maka kodratnya menjadi rusak. Untuk memperbaiki kodrat yang sudah rusak maka perlu pertobatan dan menyingkirkan segala kedagingan dan hawa nafsu yang ada didalam  kita. Tuhan datang sebagai Adam kedua untuk memperbaiki kodrat manusia yang sudah rusak dengan kematian-Nya di atas kayu salib. Dengan kasih Allah kepada kita sebagai gambar dan rupa-Nya, Dia menanggung segala dosa-dosa kita, tidak ada kasih yang abadi di dunia ini selain dari kasih Allah. Jadi, hanya didalam Kristus keselamtan maka kita perlu taat dan tidak hidup dan mengikuti keinginan daging sehingga kodrat kita tidak rusak kembali.

2. Inkarnasi

Inkarnasi tidak terlepas dari tujuan penciptaan manusia oleh Allah yaitu manusia bisa mencapai kasih Allah atau menikmati kasih Allah selamanya dalam wujud sebaai rupa Allah.

Tanpa ada inkarnasi maka manusia tidak memperoleh hidup baru  karena hidup dalam dosa. Dimana, Adam sebagai ciptaan pertama gagal dalam ujian karena lebih mengikuti keinginan danging daripada perintah Tuhan sehingga pada akhirnya Adam pertama jatuh kedalam dosa. Akibat dosa Adam pertama maka Kristus datang kedunia untuk berinkarnasi menjadi manusia dengan tujuan menanggung kegagalan Adam pertama.

Inkarnasi menurut St. Isaac adalah pewahyuan atau penyataan diri Allah yang baru, sebelum inkarnasi manusia tidak bisa kontemplasi dan mendengar Allah, setelah inkarnasi ini menjadi mungkin. Inkarnasi menandai penciptaan baru di dalam kodrat Adam yang baru bagi seluruh umat manusia yang dilahirkan baru dalam baptisan.

Kedatangan Adam kedua adalah memberikan kehidupan baru bagi seluruh umat manusia dimana  kodrat manusia yang lama sudah rusak karena akibat dosa yang telah dilakukan tetapi sekarang telah diperbaiki oleh Adam kedua. Kristus adalah Firman Allah yang berinkarnasi supaya Dia bisa menjadi pengantara antara Allah dan manusia  dalam keselamatan. Dosa, Iblis, dan kematian telah dikalahkan oleh Kristus sehingga siapa pun di dalam Kristus akan mendapat keselamatan dari dosa, Iblis, dan kematian.

3. Theosis

Jika kedua kodrat kodrat Kristus itu dibedakan secara jelas bagaimana dengan keselamatan yang katanya adalah theosis, pengilahian kodrat manusia yaitu manusia menyatu dengan Allah seperti besi yang sedang membara itu? Nah St. Isaac yang tidak pakai istilah teologi Alexandrian tidak mengenal istilah penyatuan atau pengilahian, tapi bukan berarti dia menolak theosis cuma dia menyatakan dengan cara yang berbeda maksudnya sama yaitu setelah Kristus mati, bangkit, dan naik ke Surga itu berarti Dia membuka kodrat manusia bisa naik ke Surga/Bapa untuk mencapai theosis.

Penyatuan dengan Allah dibtuhkan kekudusan diri dari dosa. Manusia bisa mengerjakan keselamatan melalui kematian dan kebangkitan Kristus, dimana Kristus membuka kodrat manusa yang sudah rusak dengan memperbaiki kembali sehingga kita bia mencapai theosis. Kita membutuhkan pertobatan, ketaatan dan doa untuk mencapai theosis atau menyatu dengan Allah.

Allah yang kasih menurut St. Isaac adalah kasih Allah yang tak terbatas baik di dalam penciptaan maupun keselamatan seluruh ciptaannya melalui Inkarnasi Kristus yang menyatukan antara ciptaan-Nya dan Allah sendiri. Kristus menyerap kodrat manusia dan mati di kayu salib untuk memperbarui kodrat itu sehingga terbuka masuk ke dalam Allah; bisa naik kepada terang dan kasih Allah seperti Kristus naik kepada Allah; seperti inilah proses pengilahian kodrat manusia itu.

Takutlah kepada yang membinasanak jiwa dariada tubuh, pertobatan itu tanpa henti dan dilakuakn selama 24 jam dan disitu kita disucikan dan dimurnikan karena pelanggaran yang telah kiita lakukan.

Kasih Allah yang menciptakan manusia, maka ketika manusia jatuh ke dalam dosa, kasih Allah itu yang bisa menyembuhkan luka-luka manusia karena dosa, sebab itu ada Inkarnasi Kristus /kasih Allah yang jadi daging bukan lagi sekedar Firman tetapi nyata dicurahkan oleh Roh Kudus ke dalam diri manusia yang percaya dan kemudian dia hidup menarik diri dari dunia/nafsu dosa seperti yang kita pelajari minggu lalu sehingga kasih Allah itu bisa bekerja di dalam batinnya dan ini melahirkan “luminious love” (habba sapya) untuk sesamanya jadi bukan sekedar “natural love” seperti pada manusia dan binatang umumnya tetapi supernatural love yang lahir dari kasih Allah yang bekerja di dalam jiwanya.

Luminous love ini seperti yang dikerjakan oleh Kristus yang kita sebut kasih Kristus dan sekarang sudah dianugerahkan kepada kita yaitu kasih yang berkorban “sarcrificial love” kepada sesama bahkan kepada musuh-musuh menurut St. Isaac, ini sama dengan yang diajarkan Rasul Yohanes dalam surat 1 Yoh 3:16.

Untuk memperoh luminous love yakni kita perlu solitude dengan menarik diri dari dunia yang penuh kedagingan maka kita terus disucikan supaya bisa melahirkan luminis love yaitu kasih yang berkorban bagi sesama seperti kasih Kristus yang berkorban bagi kita manusia yang telah jatuh kedalam dosa. Jadi jiwa, hati, batinus mencapai keheningan supaya hati kita ini bisa disucikan dan melahirkan kasih Allah seperti yang Allah berikan kepada kita semua.

Jadi, untuk menyatu dengan Allah yakni kita harus mencapai theosis dengan adanya ketaatan, doa, kerendah hati, pengudusan dan memiliki kasih seperti kasih Allah yang telah Dia berikan kepada kita. Dengan mencapai theosis membutuhkan perjuangan untuk mengalahkan semua musuh kita yaitu dosa, iblis dan maut sehigga pada akhirnya kita mencapai theosis dan menyatu dengan Allah

Ada 7 Latihan Badani menurut St. Petrus dari Damaskus

Mengosongkan hati artinya segala indra sebagai pintu masuk kedalam hati. Hati adalah tempat tinggal Roh Allah dan di situlah kita berjumpa dengan Allah (Mat 5: 8). Di dalam Hati  manusia terdapat 3 kemampuan yang dirancang Allah yaitu untuk mengenal Allah dengan nous, mengasihi dan rindu pada Allah dengan hati itu sendiri dan memilih secara bebas untuk mengikuti Allah dengan Kehendak atau Kemauan. St. Maximus the Confessor mengatakan, tujuan dari nous adalah untuk memiliki pengetahuan akan Allah. Tujuan perasaan batin adalah untuk merindukan dan mengasihi Allah, dan tujuan kehendak adalah kemauan untuk melakukan apa yang diperintahkan Allah. Jadi, dengan menjaga nous maka hati juga terjaga dari godaan luar  atau tidak ada tempat kediaman iblis untuk tinggal kedalam hati sebab kita sudah bersinergi kepada Kristus.

Hati menurut  para Bapa Gereja disebut sebagai “ruang penerimaan akan Tuhan” dapat juga menjadi tempat tinggal atau wadah kejahatan dan dosa ( Markus 7: 21-23). Hati adalah alam bawah sadar yang biasa disebut oleh para dokter jiwa atau psikolog. Hati adalah tempat yang digambarkan begitu baik oleh Rasul Paulus ketika dia berbicara hukum daging di dalam dirinya yang melawan hukum akal budi atau nous (Roma 7: 18-25). Di dalam hati mencurahkan kasih Allah oleh Roh Kudus, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang dikaruniakan kepada kita. Hati yang sama ini pula dapat menjadi tempat roh-roh jahat atau Iblis (Kisah Para Rasul 5: 3). Hati yang ada di tubuh manusia adalah sebagai pusat kediamannya Kristus tetapi jika hati sudah penuh kegelapan akan dosa yakni tidak ada tempat tinggal Kristus. Supaya ada tempat kediaman Kristus kedalam hati maka yang kita lakukakn adalah memurnikan hati dari dosa dan terus bersinergi dengan Kristus supaya tidak ada peluang kepada iblis untuk tinggal ke dalam hati kita.

Damaskus mengatakan ada 7 latihan badani;

Bentuk disiplin yang pertama ini terdiri dari keheningan, artinya menjalani kehidupan tanpa gangguan, jauh dari semua perhatian atau godaan duniawi. Dengan menyingkirkan diri kita dari kerumunan manusia dan gangguan, kita mengasingkan diri dari kekacauan dan dari iblis yang berjalan seperti singa yang mengaum, mencari siapapun yang dapat ia telan (1 Pet 5: 8), menghentikan omongan yang kosong dan kekhawatiran hidup. Sebaliknya, kita hanya memiliki satu perhatian bagaimana melakukan kehendak Tuhan dan untuk mempersiapkan jiwa kita agar tidak dikutuk ketika kita mati dan bagaimana dengan perhatian penuh untuk belajar tentang jerat iblis dan kesalahan kita sendiri yang, lebih banyak jumlahnya daripada pasir laut dan seperti debu dalam kehalusannya, berlalu tanpa disadari oleh kebanyakan orang. Jhon Apemea mengatakan kosongkanlah hatimu dan berjaga-jaga dari pemikiran jahat. Untuk menjauhkan diri dari dosa yakni kita menjaga nous dan hati sehingga tubuh dan jiwa kita tidak terjerat akan iblis. Jadi keheningan adalah menjalani kehidupan tanpa gangguan, jauh dari semua perhatian dan godaan duniawi dengan hidup berpusat kepada Kristus dan menguduskan Tuhan dari hati supaya nous kita tidak berikat pada pikiran-pikiran jahat.

Bentuk kedua disiplin tubuh adalah puasa, artinya kita makan dan minum sekali sehari dan kemudian tidak sampai kenyang. Kita harus makan satu jenis makanan sederhana dengan cara ini kita dapat mengatasi kerakusan, ketamakan dan hawa nafsu dan hidup tanpa gangguan. Jadi, puasa bukan sekedar kita lakukan secara jasmani melainkan melatih kerohanian untuk displin supaya tidak terikat dengan hal-hal dunawi.

Bentuk ketiga disiplin yaitu nepsis atau menjaga kewaspadaan, artinya kita harus tidur selama setengah malam dan separuh lagi kita harus mengabdikan diri untuk pembacaan mazmur dan doa, ratapan yang saling melengkapi. Melalui puasa dan kewaspadaan yang bijaksana ini tubuh akan menjadi lunak bagi jiwa, sehat dan siap untuk setiap pekerjaan yang baik, sementara jiwa akan memperoleh ketabahan dan iluminasi sehingga dapat melihat dan melakukan apa yang benar. Melalui pembacaan dan doa, kita dapat melatih tubuh dan jiwa untuk displin, sehingga kemalasan yang ada dalam tubuh dapat kita singkirkan karena kita telah memberikan makanan rohani bagi tubuh dan jiwa.

Bentuk keempat disiplin tubuh adalah pembacaan mazmur, artinya dalam doa yang diungkapkan secara jasmani melalui mazmur dan sujud. Ini adalah untuk membangkitkan semangat tubuh dan merendahkan jiwa, agar  iblis-iblis itu dapat melarikan diri dari kita. Dalam doa yang diungkapkan, kita dapat meminta belas kasihan Krsitus supaya hidup kita jauh dari dosa dan melatih jiwa dan tubuh untuk merendahkan diri dihadapan-Nya.

Bentuk disiplin ke lima terdiri dari doa spiritual, artinya doa yang dipersembahkan oleh nous dan bebas dari semua pikiran jahat. Selama doa semacam itu, nous terkonsentrasi di dalam kata-kata yang diucapkan dan dengan sangat menyesal dan meratap, ia merendahkan dirinya di hadapan Allah dengan hanya meminta kehendak-Nya dilakukan dalam semua pengejaran dan perbuatan. Jadi, doa bukan sekedardo kata-kata yang keluar dari mulut kita melainkan dari hati  untuk mempersembahkan kepada Kristus dan juga meminta belas kasihan-Nya melalui doa kita.

Bentuk keenam disiplin tubuh terdiri dari membaca tulisan dan kehidupan para Bapa gereja, tidak fokus pada doktrin yang sesat terutama bidat. Dengan cara ini kita belajar dari Kitab Suci ilahi dan dari disiplin para bapa bagaimana menaklukkan nafsu dan memperoleh kebajikan. Nous kita akan dipenuhi dengan pikiran-pikiran Roh Kudus dan kita akan melupakan kata-kata dan perbuatan yang tidak pantas yang kita beri perhatian sebelum menjadi biarawan. Selain itu, melalui persekutuan yang mendalam dalam doa dan membaca ,kita akan dapat memahami makna yang berharga karena doa dibantu dengan membaca dalam keheningan, dan membaca dibantu oleh doa murni selama kita memperhatikan apa yang dikatakan dan tidak membaca atau mempelajari dengan sembarangan. Jadi, melalui tulisan para Bapa gereja kita dapat membedakan doktrin yang benar dan sesat, kita juga belajar untuk menaklukkan segala hawa nafsu dan kedagingan yang ada ditubuh melalui doa yang murni.

Bentuk ketujuh dari disiplin tubuh adalah menanyai mereka yang memiliki pengalaman tentang semua pikiran dan tindakan kita, jika kita tersesat karena kurang pengalaman dan kepuasan diri kita, berpikir dan melakukan satu hal demi satu, dan menjadi sombong, membayangkan bahwa kita tahu seperti yang seharusnya kita lakukan meskipun kita masih belum tahu apa-apa, seperti yang dikatakan Rasul Paulus (lihat 1 Kor 8:2). Jadi, memiliki pengetahuan akan Tuhan bukan banyaknya teori yang kita miliki melainkan pengalaman hidup yang kita jalani setiap hari bersama Kristus.

Selain mempraktekkan ketujuh disiplin tubuh ini, kita harus dengan sabar menanggung semua yang Tuhan izinkan terjadi pada kita sehingga kita dapat belajar dan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan tentang kelemahan kita. Kita seharusnya tidak tumbuh terlalu berani atau jatuh dalam keputus asaan, apa pun yang terjadi pada kita, baik atau buruk. Kita harus menolak setiap pikiran jahat dan setiap kata atau tindakan kosong, dan harus selalu merenungkan nama Yesus, setiap saat, di setiap tempat, di semua yang kita lakukan, sebagai sesuatu yang lebih berharga daripada nafas itu sendiri. Dan kita harus dengan tulus merendahkan diri kita di hadapan Tuhan, menarik nous dari semua pikiran duniawi, hanya mencari kehendak Tuhan yang dapat dilakukan.

Refrensi:

St. Evagrios : Paskah

Evagrios mengatakan keberadaan kita di dunia ibarat sebuah paskah dari Allah kepada manusia yaitu sebuah perjalanan. Seperti bangsa Israel memperigati hari paskah (perjalanan) yang penuh dengan penderitaan termasuk waktu melewati laut merah sampai ke tanah kanaan. Jadi perjananan spiritual kembali kepada Allah yang menciptakan kita. Untuk memulai sebuah perjalanan atau paskah kita perlu menyiapkan diri dari hati kita sendiri supaya tidak akan berhenti di tengah jalan.

Ibarat seorang yang ingin melakukan perjalanan, ia menyiapkan segala yang diperlukan sebelum tiba di tujuan. Sebab itu, paskah kita adalah persiapan panjang seperti halnya sebuah perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke tanah perjanjian, ada berbagai usaha yang harus dikerjakan sampai kita mencapai keadaan yang sempurna. Evagrios mengatakan, hiduplah sesuai grace yang telah kamu terima dan Bapamu yang murah hati akan menerima itu semua bukan karena pencapaian kita tetapi oleh karena keseriusan kita. kita harus melakukan perjalanan melalui step by step tidak perlu buru-buru melainkan sabar dan tekun terhadap setiap pencobaan. Jadi paskah adalah perjalanan yang tidak buru-buru tetapi kita harus sabar dan tekun dalam menghadapi setiap situasi apapun, seperti bangsa Israel 40 tahun berputar-putar di padang gurun begitu menghadapi  penderitaan dan pencobaan selama berada di padang guru tetapi Tuhan menggenapi janji-Nya untuk memberikan tanah perjanjian kepada bangsa Israel.

Mandat distribusi

Mandat distribusi artinya kita adalah gereja yang mempunyai iman di dalam Kristus, dimana Kristus seperti air yang mengalir tanpa berhenti (Yohanes 7:38). Aliran sungai sama hal dengan kehidupan kita yang tidak pernah berhenti karena Kristus sang sumbernya. Kita perlu menyalurkan kepada orang lain yang disebut mandat distribus, suapaya orang lain merasakan grace dan energi Allah yang hadir disitu. Orang yang merasakan grace dari mandat distribusi yang kita berikan maka orang lain merasakan energi ilahi, seperti analogi besi dan api, besi mewaki kita atau natur manusia, sedangkan api mewakili grace yang adalah natur ilahi. Oleh rahmat Allah yang telah bersatu dengan-Nya sehingga kita sama dengan besi yang dapat panas merah. Jika besi itu dibakar atau dipanaskan menjadi merah panas, hal ini diakibatkan karena besi meresapi natur api tersebut. Namun yang menarik adalah besi itu tidak berubah menjadi api. Tetapi di dalam besi itu terdapat panas api. Siapakah besi yang berapi itu? Yaitu  itulah diri kita yang dipanaskan oleh Anugerah Allah sehingga kita dapat merasakan Anugerah Allah. Jadi kita bukan besi yang rongsok tetapi besi yang berapi yang menunjukan sauatu karunia dan mencapai theosis.

            Perlu menyadari bahwa apapun yang kita miliki itu sebetulnya adalah extra di atas kebutuhan kita sendiri untuk membagikan kepada orang lain. Sebab itu, kita perlu membatasi kebutuhan sendiri dengan cara berbagi kasih kepada yang kekurangan, ibarat kita seperti lampu yang menerangi orang lain sehingga orang lain dapat merasakan anugerah tersebut. Hidup kita yang penuh grace menjadi sakramen dimana Allah bekerja dan memperbaharuai melalui mandat distribusi. Dunia kita adalah dunia sakramen yang dipersembahkan kepada Allah, yakni Allah menciptakan kita untuk menjadi sakreamen yang mempersembakan kembali kepada sang pencipta.

Apa yang kita kerjakan? Yaitu dengan melakukan mandat distribusi. Kehidupan St. Basil di abad IV yang menjadi distribusi dengan membagikan materi dan injil kepada orang-orang yang membutuhkan. Ini yang disebut mandat distribusi, menjaga keseimbangan di dalam komunitas. Sebab itu kita perlu membatasi kebutuhan sendiri dengan cara berbagi kasih kepada yang kekurangan. Tanpa membatasi kebutuhan pasti kita tidak bisa berbagi.

Gereja ada  untuk mengsakrementasi dunia ini karena hidup kita adalah hidup sakramental yang penuh anugerah dan yang dipersembahkan kepada Allah tetapi bukan hanya hidup kita melainkan seluruh isi dunia termasuk orang lain.

Announcation: Pengumuman Penting

Ketika Malaikat Gabriel mengumumkan kepada Maria bahwa saatnya telah tiba inkarnasi Sabda Allah, Maria mengalami “masalah” dan agak tidak percaya dan ini mengingatkan bagaimana setan telah menipu Hawa pertama kali. Ini diungkapkan dalam dua nyanyian kebaktian Vesper (sembahyang malam) dan Matins (sembahyang pagi).  Inkarnasi menjadi Christ event untuk menggenapkan tujuan Allah kepada manusia, yaitu supaya manusia bisa mengenal Allah dan memperoleh hidup kekal bersama Allah. Tanpa Inkarnasi maka manusia tidak mampu mengenal Allah yang benar dan tanpa pengenalan Allah ini maka manusia tidak bisa mencapai hidup kekal sebab hidup kekal itu hanya berasal dari Allah yang empunya hidup kekal. Jadi, inkarnasi adalah necessary supaya manusia memiliki Kristus untuk mengenal Allah, dikasihi Allah dan pada akhirnya tujuan Allah digenapi yaitu manusia memperoleh hidup kekal.

Putra Allah, yang dari segala kekekalan telah ada di pangkuan Bapa dan telah menjadi instrumen dalam penciptaan alam semesta, sekarang mengosongkan Diri-Nya dari kemuliaan-Nya dan mengambil rupa seorang hamba. Allah dan manusia sekarang dipersatukan, kita yang berbeda tetapi sekarang selamanya tidak dapat dipisahkan. Dia datang untuk membawa pengampunan kepada orang berdosa, penebusan bagi tahanan dosa, kebebasan bagi para tawanan, dan kehidupan bagi orang mati. Metropolitan Hierotheos menyebut kabar gembira itu sebagai koreksi pengucapan kejatuhan manusia di taman Eden. Dari seorang perempuan itulah musim gugur dimulai, di sini dari seorang Maria semua hal baik dimulai. Theotokos menjadi Hawa yang baru. Ada Adam sekarang Kristus, ada Hawa sekarang Maria. Di sana ular, di sini Malaikat Gabriel, di sana ada bisikan ular kepada Hawa, di sini salam malaikat untuk Maria. Dengan cara ini, dosa Adam dan Hawa diatasi.

Inkarnasi bukan hanya karya Allah, dengan kuasa-Nya dan oleh Roh-Nya, melainkan juga karya kehendak dan iman Perawan. Tanpa persetujuan dari yang tak bernoda, tanpa persetujuan dari imannya, rencana itu tidak dapat direalisasikan sebagaimana seharusnya. Hanya setelah menginstruksikan dan membujuknya bahwa Tuhan meminjam dagingnya, Maria dengan sukarela meminjamkannya. Sama seperti Kristus menjadi penjelmaan sukarela, jadi Dia berharap bahwa Bunda-Nya harus menanggung Dia dengan bebas dan dengan persetujuan penuh darinya.

Maria harus murni untuk menanggung Firman Allah yang murni. Dia harus tidak bernoda, tetapi dia dibuat tak bernoda bukan di dalam rahim ibunya, tetapi pada hari annunciation setelah dia menyetujui permintaan Allah. Saat dia berkata, Jadilah “padaku menurut perkataanmu”  pada saat itulah dia dibuat “tak bernoda” – “penuh rahmat” dan Firman itu dikandung di dalam dirinya oleh Roh Kudus.

Minggu Salib

Salib terbuat dari pohon, Adam pertama gagal karena pohon pengetahuan yakni diusir dari taman Eden. Kristus yang disalibkan diatas sebuah kayu yang diambil dari pohon adalah membuat orang-orang kembali ke Firdaus dan memberikan kehidupan baru. Adam pertama diusir secara telanjang dan memakai pakian yang terbuat dari kulit binatang tetapi sekarang digantikan dengan kematian Kristus di atas kayu salib. Jadi pohon di taman Eden adalah membuat maut kepada manusia dan sekarang digantikan dengan salib atau pohon kehidupan bagi manusia melalui Adam kedua yaitu salib Kristus.

Dalam PL banyak tipelogi seperti musa yang membelah laut merah melalui tongkatnya sehingga bangsa Israel bisa melewatinya. Tongat kayu adalah satu simbol dari salibnya Kristus yang membela laut merah. Laut merah adalah satu simbol tentang kematian atau yang akan membinasakan kita. Karena terbelah laut itu, bangsa Israel selamat dengan menyeberang laut tersebut, tetapi pasukan Firaun yang akan dibinasakan, sama seperti Kristus dengan salibkan akan membinasakan hades.

Ketika ada gereja memperigati salib berarti kita sedang memperingati keselamatan kita yang telah diberikan Kristus melalui kematian dan kemenangan-Nya. Ketika di firdaus manusia itu ditipu oleh iblis atau Adam pertama ditipu oleh ular karena sebuah pohon pengetahuan. Sekarang di golgota, iblis yang tertipu oleh Anak manusia dengan sebuah salib. Salib seperti umpan yang memancing ikan, ketika Yunus ditelan ikan, iblis seperti ikan besar dan memakan umpan sehingga akhirnya dibinasakan. Jadi salib adalah satu simbol dimana kita tidak kalah dengan iblis dan dibalik salib ada kuasa Allah yang mengalahkan iblis.

John Of Apamea

Dia menuliskan satu surat yang sangat terkenal yaitu surat kepada Hesychius. Identitas Hesychius tidak diketahui, tetapi secara internal jelas bahwa dia baru saja mengadopsi kehidupan monastik. John’s Letter memberinya banyak nasihat praktis. Sebuah indikasi betapa besar nasihat ini dihargai oleh generasi berikutnya para bhikkhu diberikan oleh sejumlah besar manuskrip yang bertahan yang berisi surat itu.

Tulisan-tulisan Yohanes jelas memberikan pengaruh yang kuat pada literatur monastik Syria di kemudian hari; khususnya skema tiga kali lipat dari kehidupan spiritual, dibagi ke dalam tingkat tubuh, jiwa dan roh, diadopsi oleh banyak penulis Syria, termasuk Isaac dari Niniwe dan Joseph the Visionary. Bagi Yohanes, tujuan hidup kristiani adalah aktualisasi, sedapat mungkin, dalam hidup kebangkitan hidup dalam Kristus ini, yang harapan dan janjinya telah diberikan kepada setiap orang Kristen pada saat pembaptisan.

Pertumbuhan dalam kehidupan Kristen dilihat oleh Yohanes sebagai proses bertahap pembebasan dari nafsu jahat, dalam proses ini tiga tingkat hanya mewakili tiga keadaan berurutan utama dalam apa yang benar-benar sebuah kontinum. Pada tingkat tubuh (pagranuta) masih ada perbudakan dosa dan tunduk pada keinginan tubuh. Pada tingkat jiwa (nafshanuta) ada penolakan dari keinginan tubuh dan peningkatan kesadaran dan penanaman nilai-nilai jiwa, dan terakhir yaitu pada tingkat pertobatan dan doa adalah cara memperoleh kebajikan jiwa dengan melakukan puasa suapaya menyingkirkan segala hawa dan keinginan daging yang ada di tubuh  manusia.  

Menyucikan Pikiran

Tidak ada kesucian dalam diri orang yang berpikir jahat. St Simeon sang Teolog baru mengatakan, bagaimana mungkin ada hati yang murni di dalam dirinya yang dicemari oleh pikiran yang tidak murni seperti cermin yang digelaplan oleh debu? Dia yang hanya berpikir tentang kejahatan meskipun dia tidak melakukan kejahatan apa pun bersalah di hadapan Allah dan jiwanyanya sendiri karena dia tidak mengasihi Allah dan menjadi kehilangan jiwanya. Menjadi seorang pengikut Kristus berarti menginvestasikan usaha yang besar untuk membersihkan pikiran jahat dari hati dan pikirannya. Keinginan daging yang ditulis di Galatia 5; harta, makanan, seks dan lain sebagainya, itu disebut keinginan daging. Dengan keinginan daging yakni bertentangan dengan Allah. Bagaimana kita mencapai kemurnian jiwa? yaitu dengan menyingkirkan pikiran jahat dan keinginan kedagingan.

Mengosongkan diri dari cinta uang. Setelah mengosongkan diri dari cinta uang, mutlak diperlukan seseorang mengosongkan diri dari hasrat cinta pujian. Kemudian setelah itu orang seperti itu memiliki kemungkinan untuk hidup dalam kesempurnaan pikiran, dalam kerendahan hati dan kesabaran, dalam ketenangan dan kesadaran mental, dalam kegembiraan dengan harapan akan hal ini, dalam kewaspadaan dan perhatian terhadap apa yang indah dan baik, dalam cinta yang sempurna kepada Tuhan dan manusia. Karena dengan hal-hal inilah seseorang mendekati kemurnian jiwa, yang merupakan keseluruhan jalan hidup yang Allah perintahkan untuk diikuti manusia selama hidup ini. Karena semua perintahnya membawa seseorang sejauh transparansi jiwa. Sekarang begitu dia telah melakukan pertempuran dan mengatasi semua nafsu jahat, dan berdiri dalam kemurnian pikiran, seseorang meninggalkan seluruh cara hidup yang diperintahkan oleh Tuhan dalam kehidupan ini, dan selanjutnya dia mulai masuk dari transparansi jiwa dengan cara hidup baru. Dia bukan lagi seorang hamba yang tunduk pada hukum, tetapi seorang putra terkasih yang telah dibebaskan dari segala sesuatu yang menjadi milik dunia ini.

Saya Telah Pembacaan Lectionary dan Doa Harian Vesper: Senin-Minggu dan Membaca Wordpres dan komen sebanyak 7 artikel.

Refrensi:

St. Evagrios: Paskah

Evagrios mengatakan keberadaan kita di dunia ibarat sebuah paskah dari Allah kepada manusia yaitu sebuah perjalanan. Seperti bangsa Israel memperigati hari paskah (perjalanan) yang penuh dengan penderitaan termasuk waktu melewati laut merah sampai ke tanah kanaan. Jadi perjananan spiritual kembali kepada Allah yang menciptakan kita. Untuk memulai sebuah perjalanan atau paskah kita perlu menyiapkan diri dari hati kita sendiri supaya tidak akan berhenti di tengah jalan.

Ibarat seorang yang ingin melakukan perjalanan, ia menyiapkan segala yang diperlukan sebelum tiba di tujuan. Sebab itu, paskah kita adalah persiapan panjang seperti halnya sebuah perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke tanah perjanjian, ada berbagai usaha yang harus dikerjakan sampai kita mencapai keadaan yang sempurna. Evagrios mengatakan, hiduplah sesuai grace yang telah kamu terima dan Bapamu yang murah hati akan menerima itu semua bukan karena pencapaian kita tetapi oleh karena keseriusan kita. kita harus melakukan perjalanan melalui step by step tidak perlu buru-buru melainkan sabar dan tekun terhadap setiap pencobaan. Jadi paskah adalah perjalanan yang tidak buru-buru tetapi kita harus sabar dan tekun dalam menghadapi setiap situasi apapun, seperti bangsa Israel 40 tahun berputar-putar di padang gurun begitu menghadapi  penderitaan dan pencobaan selama berada di padang guru tetapi Tuhan menggenapi janji-Nya untuk memberikan tanah perjanjian kepada bangsa Israel.

Mandat distribusi

Mandat distribusi artinya kita adalah gereja yang mempunyai iman di dalam Kristus, dimana Kristus seperti air yang mengalir tanpa berhenti (Yohanes 7:38). Aliran sungai sama hal dengan kehidupan kita yang tidak pernah berhenti karena Kristus sang sumbernya. Kita perlu menyalurkan kepada orang lain yang disebut mandat distribus, suapaya orang lain merasakan grace dan energi Allah yang hadir disitu. Orang yang merasakan grace dari mandat distribusi yang kita berikan maka orang lain merasakan energi ilahi, seperti analogi besi dan api, besi mewaki kita atau natur manusia, sedangkan api mewakili grace yang adalah natur ilahi. Oleh rahmat Allah yang telah bersatu dengan-Nya sehingga kita sama dengan besi yang dapat panas merah. Jika besi itu dibakar atau dipanaskan menjadi merah panas, hal ini diakibatkan karena besi meresapi natur api tersebut. Namun yang menarik adalah besi itu tidak berubah menjadi api. Tetapi di dalam besi itu terdapat panas api. Siapakah besi yang berapi itu? Yaitu  itulah diri kita yang dipanaskan oleh Anugerah Allah sehingga kita dapat merasakan Anugerah Allah. Jadi kita bukan besi yang rongsok tetapi besi yang berapi yang menunjukan sauatu karunia dan mencapai theosis.

            Perlu menyadari bahwa apapun yang kita miliki itu sebetulnya adalah extra di atas kebutuhan kita sendiri untuk membagikan kepada orang lain. Sebab itu, kita perlu membatasi kebutuhan sendiri dengan cara berbagi kasih kepada yang kekurangan, ibarat kita seperti lampu yang menerangi orang lain sehingga orang lain dapat merasakan anugerah tersebut. Hidup kita yang penuh grace menjadi sakramen dimana Allah bekerja dan memperbaharuai melalui mandat distribusi. Dunia kita adalah dunia sakramen yang dipersembahkan kepada Allah, yakni Allah menciptakan kita untuk menjadi sakreamen yang mempersembakan kembali kepada sang pencipta.

Apa yang kita kerjakan? Yaitu dengan melakukan mandat distribusi. Kehidupan St. Basil di abad IV yang menjadi distribusi dengan membagikan materi dan injil kepada orang-orang yang membutuhkan. Ini yang disebut mandat distribusi, menjaga keseimbangan di dalam komunitas. Sebab itu kita perlu membatasi kebutuhan sendiri dengan cara berbagi kasih kepada yang kekurangan. Tanpa membatasi kebutuhan pasti kita tidak bisa berbagi.

Gereja ada  untuk mengsakrementasi dunia ini karena hidup kita adalah hidup sakramental yang penuh anugerah dan yang dipersembahkan kepada Allah tetapi bukan hanya hidup kita melainkan seluruh isi dunia termasuk orang lain.

Announcation: Pengumuman Penting

Ketika Malaikat Gabriel mengumumkan kepada Maria bahwa saatnya telah tiba inkarnasi Sabda Allah, Maria mengalami “masalah” dan agak tidak percaya dan ini mengingatkan bagaimana setan telah menipu Hawa pertama kali. Ini diungkapkan dalam dua nyanyian kebaktian Vesper (sembahyang malam) dan Matins (sembahyang pagi).  Inkarnasi menjadi Christ event untuk menggenapkan tujuan Allah kepada manusia, yaitu supaya manusia bisa mengenal Allah dan memperoleh hidup kekal bersama Allah. Tanpa Inkarnasi maka manusia tidak mampu mengenal Allah yang benar dan tanpa pengenalan Allah ini maka manusia tidak bisa mencapai hidup kekal sebab hidup kekal itu hanya berasal dari Allah yang empunya hidup kekal. Jadi, inkarnasi adalah necessary supaya manusia memiliki Kristus untuk mengenal Allah, dikasihi Allah dan pada akhirnya tujuan Allah digenapi yaitu manusia memperoleh hidup kekal.

Putra Allah, yang dari segala kekekalan telah ada di pangkuan Bapa dan telah menjadi instrumen dalam penciptaan alam semesta, sekarang mengosongkan Diri-Nya dari kemuliaan-Nya dan mengambil rupa seorang hamba. Allah dan manusia sekarang dipersatukan, kita yang berbeda tetapi sekarang selamanya tidak dapat dipisahkan. Dia datang untuk membawa pengampunan kepada orang berdosa, penebusan bagi tahanan dosa, kebebasan bagi para tawanan, dan kehidupan bagi orang mati. Metropolitan Hierotheos menyebut kabar gembira itu sebagai koreksi pengucapan kejatuhan manusia di taman Eden. Dari seorang perempuan itulah musim gugur dimulai, di sini dari seorang Maria semua hal baik dimulai. Theotokos menjadi Hawa yang baru. Ada Adam sekarang Kristus, ada Hawa sekarang Maria. Di sana ular, di sini Malaikat Gabriel, di sana ada bisikan ular kepada Hawa, di sini salam malaikat untuk Maria. Dengan cara ini, dosa Adam dan Hawa diatasi.

Inkarnasi bukan hanya karya Allah, dengan kuasa-Nya dan oleh Roh-Nya, melainkan juga karya kehendak dan iman Perawan. Tanpa persetujuan dari yang tak bernoda, tanpa persetujuan dari imannya, rencana itu tidak dapat direalisasikan sebagaimana seharusnya. Hanya setelah menginstruksikan dan membujuknya bahwa Tuhan meminjam dagingnya, Maria dengan sukarela meminjamkannya. Sama seperti Kristus menjadi penjelmaan sukarela, jadi Dia berharap bahwa Bunda-Nya harus menanggung Dia dengan bebas dan dengan persetujuan penuh darinya.

Maria harus murni untuk menanggung Firman Allah yang murni. Dia harus tidak bernoda, tetapi dia dibuat tak bernoda bukan di dalam rahim ibunya, tetapi pada hari annunciation setelah dia menyetujui permintaan Allah. Saat dia berkata, Jadilah “padaku menurut perkataanmu”  pada saat itulah dia dibuat “tak bernoda” – “penuh rahmat” dan Firman itu dikandung di dalam dirinya oleh Roh Kudus.

Minggu Salib

Salib terbuat dari pohon, Adam pertama gagal karena pohon pengetahuan yakni diusir dari taman Eden. Kristus yang disalibkan diatas sebuah kayu yang diambil dari pohon adalah membuat orang-orang kembali ke Firdaus dan memberikan kehidupan baru. Adam pertama diusir secara telanjang dan memakai pakian yang terbuat dari kulit binatang tetapi sekarang digantikan dengan kematian Kristus di atas kayu salib. Jadi pohon di taman Eden adalah membuat maut kepada manusia dan sekarang digantikan dengan salib atau pohon kehidupan bagi manusia melalui Adam kedua yaitu salib Kristus.

Dalam PL banyak tipelogi seperti musa yang membelah laut merah melalui tongkatnya sehingga bangsa Israel bisa melewatinya. Tongat kayu adalah satu simbol dari salibnya Kristus yang membela laut merah. Laut merah adalah satu simbol tentang kematian atau yang akan membinasakan kita. Karena terbelah laut itu, bangsa Israel selamat dengan menyeberang laut tersebut, tetapi pasukan Firaun yang akan dibinasakan, sama seperti Kristus dengan salibkan akan membinasakan hades.

Ketika ada gereja memperigati salib berarti kita sedang memperingati keselamatan kita yang telah diberikan Kristus melalui kematian dan kemenangan-Nya. Ketika di firdaus manusia itu ditipu oleh iblis atau Adam pertama ditipu oleh ular karena sebuah pohon pengetahuan. Sekarang di golgota, iblis yang tertipu oleh Anak manusia dengan sebuah salib. Salib seperti umpan yang memancing ikan, ketika Yunus ditelan ikan, iblis seperti ikan besar dan memakan umpan sehingga akhirnya dibinasakan. Jadi salib adalah satu simbol dimana kita tidak kalah dengan iblis dan dibalik salib ada kuasa Allah yang mengalahkan iblis.

John Of Apamea

Dia menuliskan satu surat yang sangat terkenal yaitu surat kepada Hesychius. Identitas Hesychius tidak diketahui, tetapi secara internal jelas bahwa dia baru saja mengadopsi kehidupan monastik. John’s Letter memberinya banyak nasihat praktis. Sebuah indikasi betapa besar nasihat ini dihargai oleh generasi berikutnya para bhikkhu diberikan oleh sejumlah besar manuskrip yang bertahan yang berisi surat itu.

Tulisan-tulisan Yohanes jelas memberikan pengaruh yang kuat pada literatur monastik Syria di kemudian hari; khususnya skema tiga kali lipat dari kehidupan spiritual, dibagi ke dalam tingkat tubuh, jiwa dan roh, diadopsi oleh banyak penulis Syria, termasuk Isaac dari Niniwe dan Joseph the Visionary. Bagi Yohanes, tujuan hidup kristiani adalah aktualisasi, sedapat mungkin, dalam hidup kebangkitan hidup dalam Kristus ini, yang harapan dan janjinya telah diberikan kepada setiap orang Kristen pada saat pembaptisan.

Pertumbuhan dalam kehidupan Kristen dilihat oleh Yohanes sebagai proses bertahap pembebasan dari nafsu jahat, dalam proses ini tiga tingkat hanya mewakili tiga keadaan berurutan utama dalam apa yang benar-benar sebuah kontinum. Pada tingkat tubuh (pagranuta) masih ada perbudakan dosa dan tunduk pada keinginan tubuh. Pada tingkat jiwa (nafshanuta) ada penolakan dari keinginan tubuh dan peningkatan kesadaran dan penanaman nilai-nilai jiwa, dan terakhir yaitu pada tingkat pertobatan dan doa adalah cara memperoleh kebajikan jiwa dengan melakukan puasa suapaya menyingkirkan segala hawa dan keinginan daging yang ada di tubuh  manusia.  

Menyucikan Pikiran

Tidak ada kesucian dalam diri orang yang berpikir jahat. St Simeon sang Teolog baru mengatakan, bagaimana mungkin ada hati yang murni di dalam dirinya yang dicemari oleh pikiran yang tidak murni seperti cermin yang digelaplan oleh debu? Dia yang hanya berpikir tentang kejahatan meskipun dia tidak melakukan kejahatan apa pun bersalah di hadapan Allah dan jiwanyanya sendiri karena dia tidak mengasihi Allah dan menjadi kehilangan jiwanya. Menjadi seorang pengikut Kristus berarti menginvestasikan usaha yang besar untuk membersihkan pikiran jahat dari hati dan pikirannya. Keinginan daging yang ditulis di Galatia 5; harta, makanan, seks dan lain sebagainya, itu disebut keinginan daging. Dengan keinginan daging yakni bertentangan dengan Allah. Bagaimana kita mencapai kemurnian jiwa? yaitu dengan menyingkirkan pikiran jahat dan keinginan kedagingan.

Mengosongkan diri dari cinta uang. Setelah mengosongkan diri dari cinta uang, mutlak diperlukan seseorang mengosongkan diri dari hasrat cinta pujian. Kemudian setelah itu orang seperti itu memiliki kemungkinan untuk hidup dalam kesempurnaan pikiran, dalam kerendahan hati dan kesabaran, dalam ketenangan dan kesadaran mental, dalam kegembiraan dengan harapan akan hal ini, dalam kewaspadaan dan perhatian terhadap apa yang indah dan baik, dalam cinta yang sempurna kepada Tuhan dan manusia. Karena dengan hal-hal inilah seseorang mendekati kemurnian jiwa, yang merupakan keseluruhan jalan hidup yang Allah perintahkan untuk diikuti manusia selama hidup ini. Karena semua perintahnya membawa seseorang sejauh transparansi jiwa. Sekarang begitu dia telah melakukan pertempuran dan mengatasi semua nafsu jahat, dan berdiri dalam kemurnian pikiran, seseorang meninggalkan seluruh cara hidup yang diperintahkan oleh Tuhan dalam kehidupan ini, dan selanjutnya dia mulai masuk dari transparansi jiwa dengan cara hidup baru. Dia bukan lagi seorang hamba yang tunduk pada hukum, tetapi seorang putra terkasih yang telah dibebaskan dari segala sesuatu yang menjadi milik dunia ini.

Saya Telah Pembacaan Lectionary dan Doa Harian Vesper: Senin-Minggu dan Membaca Wordpres dan komen sebanyak 7 artikel.

Refrensi:

JUALLAH  SEGALA MILIKMU (MATIUS 19:21)

Dalam hal ini, mengajarkan kepada kita untuk bisa menggunakan harta/materi yang kita miliki dengan membagikan kepada orang yang berkekurangan. Menurut St. Clement of Alexandria teks ini mengajarkan supaya hidup kita jangan terikat pada hal-hal duniawi seperti materi atau kekayaan, bukan secara literal seperti yang dimengerti oleh St. Anthony the Great yang menjual seluruh hartanya lalu dia menjadi seorang monachos (rahib). Dua tafsiran ini baik yang pendekatan monastic atau literal dan non-monastic atau figuratif disinergikan dengan brilian oleh St. Basil the Great bahwa Tuhan sedang mengajarkan pemuda itu termasuk kita tentang hukum kasih: kasih kepada Allah dan sesama. Dalam hukum kasih ada dua hal; pertama ada orang kaya, sedangkan yang kedua ada orang miskin. Jadi Tuhan perintahkan kita untuk menjual seluruh harta yang  kita miliki dengan membagikan kepada orang yang membutuhkan.

Memiliki harta berlebihan sementara sisi lain banyak orang hidup dalam kemiskinan sehari-hari, ini yang menyebabkan pelanggaran terhadap hukum kasih: mengasihi sesamu seperti dirimu sendiri. Berdasarkan alasan ini, St. Basil melihat teks ini adalah ekspresi hukum kasih dan bisa diterapkan untuk kedua pandangan tadi yaitu baik yang monastic dan non-monastic. Sehingga apapun yang kita miliki itu sebetulnya adalah “extra”, di atas kebutuhan sendiri, untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Ini yang disebut mandat distribusi, menjaga keseimbangan di dalam komunitas. Sebab itu kita perlu membatasi kebutuhan sendiri dengan cara berbagi kasih kepada yang kekurangan. Tanpa membatasi kebutuhan pasti kita tidak bisa berbagi.

Mandat distribusi yaitu menjaga keseimbangan didalam komunikasi. Sebab kita perlu membatasi sendiri dengan cara berbagi kepada yang berkekurangan. Seperti Allah itu kasih yang mengorbankan anak –Nya yangTunggal, merendahkan diri, inkarnasi dan Dia mengasihi Anak-Nya dan Anak mengasihi dunia, kasih ini harus ada yang dikorbankan didunia ini .

Sebagai orang Kristen apa yang perlu dilakuakn yaitu dengan mengadakan bakti sosial kepada orang yang membutuhkan, mengunjungi rumah sakit dan penjara. Tuhan tidak menyalakan orang kaya tetapi bagaimana kita berbagi kepada orang yang berkekurangan maka kita wijib melakukan hukum kasih yang Tuhan sudah tetapkan didalam kehidupan kita.

Pembacaan Lectionary dan Doa Harian Vesper: Senin-Minggu

Membaca Wordpres dan komen: 12 ARTIKEL

Refrensi: https://www.youtube.com/watch?v=Qn654cZokNM

GEREJA YANG SEUTUHNYA

 Gereja yang seutuhnya menurut St. Ephrem;

1. Gereja yang kelihatan (gedung/tempat ibadah orang percaya)

2. Gereja dalam hati (Altar yang tidak kelihatan)

3. Gereja Sorgawi (Kesempurnaan didalam Kristus)

 Menguduskan Tuhan dalam hati seseorang adalah jiwa dan roh dari manusia tersembunyi dalam hati/ manusia batiniah yang tersembunyi (1 Pet 3:4) yang kita bicarakan sebelumnya sebagaimana pada awalnya Tuhan menciptakan manusia berasal dari debu tanah serta menghembuskan padanya “nafas hidup” (Kej 2:7) dan manusia menjadi apa yang seharusnya jadi. Demikianlah manusia tersembunyi dalam hati/manusia batiniah yang tersembunyi diciptakan di dalam batin untuk melakukan kebajikan-kebajikan yang hanya akan menjadi seorang manusia rohani yang nyata apabila hatinya menguduskan Tuhan. kehidupan spiritual kita harus berjuang menghadapi Iblis dan dosa karena roh dan tubuh ini masih dalam perjuangan atau perjalanan menuju Theosis yakni mengerjakan keselamatan itu sampai kita dibangkitkan dengan mendapat tubuh kebangkitan yang mulia dan menyatu dengan roh yang telah dewasa menyerupai Kristus.

 1. Adanya pengosongan diri yang tersembunyi dari hati ketika meninggalkan bumi dan diangkat ke surga,  kita harus mengosongkan diri kita di dalam tubuh juga dari harta dan warisan kita. Kemudian kita akan mematuhi perintah-perintah Allah yang memberi kehidupan kepada semua, dan kita akan menyadari bahwa orang yang terikat pada Tuhan dan merenungkannya terus-menerus memiliki doa tersembunyi di dalam hati. Marilah kita berdoa dengan tubuh kita juga dengan hati kita, sama seperti Yesus memberkati dan berdoa dalam tubuh dan dalam roh; dan begitu juga para rasul dan nabi berdoa. Kita tidak boleh menjadi orang bodoh yang gagal mendengarkan orang tua, kita tidak boleh kehilangan orang tua rohani kita dan memperoleh orang tua palsu yang menjadi daging, yang akan menyebabkan kita menyimpang dari kebenaran Tuhan kita dan mereka yang memberitakan Dia.

kita tahu bahwa ada puasa hati yang tersembunyi, puasa dari pikiran jahat, kita juga harus berpuasa secara terbuka, sama seperti puasa Tuhan kita dan seperti yang dilakukan orang-orang yang telah mengkhotbahkannya dari dulu hingga sekarang. Oleh sebab itu,  kita juga tahu bahwa tubuh menjadi tempat mezbah yang tersembunyi dan hati menjadi altar tersembunyi untuk pelayanan dalam roh, kita harus menunjukkan keinginan kita pada altar yang terlihat ini dan di mezbah yang terlihat ini, sehingga, saat kita bekerja di dalamnya, kita bisa beristirahat selama-lamanya di gereja di surga yang bebas dan megah, dan di altar yang dihiasi dan ditinggikan dalam roh, yang di hadapannya para malaikat dan semua orang kudus melayani, sementara Yesus bertindak sebagai imam dan melakukan pengudusan di hadapan mereka, di atas mereka, dan di setiap sisi mereka.

            Kita berpuasa secara jasmani tetapi kita juga berpuasa secara batin untuk menyalibkan hawa nafsu dan kata-kata kotor yang keluar dari mulut kita. Saat Yesus Kristus berpausa iblis mengujinya untuk mengubah batu menjadi roti, sebab iblis tahu bahwa Yesus lapar pada saat itu tetapi Yesus tidak mengikuti perkataan iblis. jadi, kita berpuasa bukan hanya secara jasmni tetapi secara rohani, sebab dua-duanya tidak bisa dipisahkan. Pertobatan tidak hanya sekedar bertobat tetapi bagaimana kita benar-benar menyalibkan segala kedagingan yang ada dalam hati dan pikiran kita. Dalam melakukan puasa harus disertai dengan doa sebab doa dan puasa adalah latihan batiniah (Askesis) untuk menguasai keinginan tubuh atau daging. Bagaimana manusia batiniah (jiwa manusia) kita menguasai daging atau hawa nafsu di dalam tubuh kita.

2. Bukan tanpa tujuan bahwa Tuhan kita dan para pengkhotbahnya, mendirikan gereja, mezbah dan baptisan yang dapat dilihat dengan mata tubuh. Dengan memulai dari hal-hal yang terlihat  dan dengan menyediakan tubuh kita menjadi mezbah dan altar hati kita, kita mungkin menemukan diri kita sendiri dalam pasangan surgawi mereka yang tidak dapat dilihat oleh mata jasmani, bermigrasi ke sana dan masuk saat kita berada. Gereja yang kelihatan ini dengan imamat dan pelayanannya bertindak sebagai teladan yang adil bagi semua orang yang meniru di sana berjaga-jaga, berpuasa dan bertekun Tuhan kita dan mereka yang telah mengkhotbahkan Dia. Mari kita berdua melakukan dan mengajarkan ini; kemudian, begitu kita telah mencapai kerendahan hati dan telah menunjukkan kehormatan kepada setiap orang, besar dan kecil, gereja surgawi dan mezbah rohani akan diungkapkan kepada kita, dan di atas mezbah itu kita akan membuat kurban ucapan syukur dalam doa kita. Hati dan permohonan tubuh kita, percaya sepanjang waktu di altar yang terlihat ini, dan yakin akan pelayanan imamat di sana; karena segala sesuatu yang ada di gereja ini telah didirikan serupa dengan gereja tersembunyi itu.

Gereja yang kelihatan ini dapat dilihat oleh setiap orang: mezbahnya, baptisan dan imamatnya ditetapkan oleh Tuhan kita. Karena di dalamnya Tuhan kita berdoa, dan rasul-rasul-Nya dibaptis di dalamnya dan mereka mengorbankan Tubuh dan Darah-Nya di dalamnya, benar-benar melayani sebagai imam. Dia gereja dalam kebenaran, dan ibu yang diberkati yang membesarkan semua orang sebagai anak-anak. Demikian pula tubuh dan hati tempat Tuhan kita berdiam juga karena Roh berdiam, mengingatkan bahwa Tuhan kita bersemayam di sana, seperti yang tertulis: Tubuhmu adalah bait suci Tuhan dan Kristus berdiam di dalam pribadi batin kita.

Adapun gereja di surga, semua yang baik dimulai dari sana, dan dari sana terang menyinari kita ke segala arah. Setelah serupa dengan Kristus, gereja di bumi menjadi ada, bersama dengan para imam dan mezbahnya; menurut pola pelayanannya tubuh melayani secara lahiriah, sedangkan hati bertindak sebagai imam di dalam. Mereka yang rajin dalam gereja yang kelihatan ini menjadi seperti gereja surgawi itu ketika mereka mengikutinya. Inilah sebabnya mengapa gereja yang kelihatan sangat penting, menjadi ibu dari semua orang yang dibaptis; tetapi khususnya itu karena wajah Tuhan kita menyinarinya.

3. Gereja adalah Altar , dengan mezbah dan baptisannya, melahirkan anak-anak, dan mereka mengisap susunya sampai disapih. Kemudian mereka mencapai pertumbuhan dan pengetahuan yang dimiliki baik oleh tubuh maupun hati, di mana mereka membuat tubuh mereka menjadi bait dan mezbah hati mereka; mereka mengkonsumsi makanan keras, lebih tinggi dari susu, sampai mereka menjadi sempurna didalam Kristus dan hidup dalam kebenaran. Ketika kita sudah makan roti yang sejati ini atau makanan yang benar adalah membuat kita sempurna didalam Kristus dan terus membuat kita terlatih dalam kekuatan untuk mengetahui berapa tinggi, dalam, panjang dan lebarnya,  kemudian mereka mencapai gereja di tempat tinggi yang membuat mereka sempurna, dan mereka memasuki kota dari Yesus Raja kita. Di sana mereka beribadah di istana yang besar dan sempurna yang merupakan ibu dari semua yang hidup dan yang sempurna. Karenanya kita tidak boleh meremehkan gereja yang kelihatan yang membesarkan setiap orang sebagai anak-anak. Kita juga tidak boleh meremehkan gereja hati ini, karena dia menguatkan semua orang yang sakit. Dan kita harus merindukan gereja di tempat tinggi, karena dia menyempurnakan semua orang kudus.

4. Ketiga gereja ini dan minis mencoba memiliki Hidup, tetapi satu kemuliaan lebih besar dari yang lain. Yang dimaksud ketiga gereja yaitu gereja yang kelihatan, gereja dalam hati dan gereja sorgawi. Seseorang yang meninggal dari pelayanan gereja ini tanpa mencapai gereja hati atau yang tinggi, masih berangkat dari ini dunia tanpa dosa; dia berbudi luhur dan perbuatan baiknya menyertainya. Tetapi orang yang meninggal dari gereja hati bahkan lebih baik; dan orang yang mencapai dalam hatinya ke gereja di tempat tinggi dan kemudian meninggal, terberkatilah rohnya! Dia akan menjadi sempurna dan akan pergi menemui Tuhan kita muka dengan muka. Dengan berjuang di dalam gereja yang kelihatan ini, seseorang akan menemukan dirinya di dalam gereja hati dan di dalam gereja yang tinggi: sama seperti ketika seseorang dibaptis dalam air yang kelihatan, dari situ ia menerima baptisan dalam api dan Roh, keduanya tidak terlihat sama seperti seseorang memiliki keyakinan, dia akan jatuh cinta, dan begitu dia memiliki dicintai, dia akan dibuat sempurna, dan begitu dia dibuat sempurna dia akan memerintah. Jadi ketiga gereja ini membuat kita sempurna dan memperoleh kehidupan kekal.

5. Tanpa baptisan yang kelihatan ini tidak seorang pun dibaptis dalam api dan dalam Roh, dan tanpa gereja yang kelihatan ini tidak seorang pun akan berada di dalam gereja hati atau di dalam gereja yang tinggi. Seperti seorang ibu menyusui apa yang memiliki banyak anak, beberapa berusia tiga puluh tahun, yang lain baru berusia tiga puluh hari, yang dapat menyajikan makanan yang sama di hadapan mereka semua? Jika dia menyajikan di hadapan mereka hanya makanan padat saja, maka anaknya yang berusia tiga puluh hari akan mati, sedangkan yang berusia tiga puluh tahun akan tumbuh; tetapi jika dia hanya memberikan susu, maka yang berumur tiga puluh hari akan hidup dan tumbuh gemuk, sedangkan yang berumur tiga puluh tahun akan mati kesakitan. Inilah sebabnya mengapa Tuhan kita dan para pengkhotbahnya, yang menjadi pemimpin bagi semua orang, berpesan kepada anak berusia tiga puluh hari itu sebagai berikut: Jangan makan dengan pezina atau bergaul dengan pelacur, pemabuk dan orang terkutuk, atau dengan siapa pun yang tindakannya berbahaya. Tetapi kepada yang berusia tiga puluh tahun mereka berkata, ambillah penyakit orang sakit, dan jadilah segalanya bagi semua orang; jangan menyebut siapa pun kafir atau najis atau jahat, meskipun dia mungkin demikian. Pertahankan semua orang untuk menjadi lebih baik dari diri Anda sendiri, dan dengan cara ini Anda akan tumbuh dewasa. Baptisan menjadi masa pertumbuhan rohani orang percaya seperti anak kecil yang diberi makan akan semakin bertumbuh. Baptisan merupakan sesuatu hal yang visible tetapi dibalik yang kelihatan itu tersimpan hal yang invisible  yang dapat memberikan dampak yang kelihatan.

6. Demikian pula mereka menginstruksikan seseorang yang sifatnya masih muda dan belum berpengalaman untuk bekerja dan kemudian makan, sampai ia pulih kembali kekuatannya. Bukan karena Rasul khawatir tentang makanannya: dia takut ketika orang seperti itu menghentikan pekerjaannya yang terlihat, tidak tahu bagaimana melakukan pekerjaan tersembunyi dia mungkin belajar tentang kebodohan, penipuan dan fitnah sehingga mereka lupa dengan Tuhan. Di sisi lain, kepada orang yang dewasa dalam pikiran dan berpengalaman dalam hati, yang tahu bagaimana melakukan invisible bekerja, Tuhan kita mengatakn untuk tidak  khawatir tentang tubuh dan pakai atau tentang bagaimana kita akan menopang diri sendiri; melainkan kamu harus mencari apa yang di atas, Kol 3:1-2 dan merenungkan apa yang di atas. Tuhan  kepada Simon, Jika kamu mencintaiku, gembalakan domba-dombaku. Sekarang orang yang menggembalakan kawanan domba Kristus tidak dapat pergi dan bekerja dengan bajak atau bekerja di tanah yang terlihat; dia akan mengumpulkan, menggembalakan domba-domba yang dipercayakan kepadanya.

7. Orang yang telah memasuki gereja di surga itu, di mana Tuhan kita bersinar terang-terangan dengan cara yang sama seperti matahari yang terlihat di atas gereja yang terlihat ini dan di atas kuil-kuil yang terdiri dari tubuh kita. Betapapun seringnya matahari terbenam dari sini, dari gereja di atas cahaya wajah Tuhan kita dan Juruselamat kita Yesus Kristus tidak pernah pergi. Karena meskipun Tuhan kita ada di setiap tempat, Dia hanya dapat dilihat secara terbuka di gereja yang di surga, dan hanya oleh mereka yang merendahkan diri dan menjadi tenang, lemah lembut terhadap semua orang, orang-orang yang telah berjuang dan berperang di mereka sendiri dengan roh-roh jahat, yang telah memurnikan hati mereka dari pikiran-pikiran jahat, seperti yang dikatakan Rasul, Perjuanganmu bukan dengan manusia yang berdaging dan berdarah, tetapi dengan pemerintah dan penguasa, dengan roh-roh jahat dan dengan Setan sang koruptor. Mereka yang telah berperang melawan Iblis dan mengalahkannya menjadi layak untuk gereja ini yang di atas segalanya, di mana Tuhan kita bersinar terang-terangan, dan mereka menerima cahaya kemuliaan dari wajahnya.

Hidup dalam terang haruslah hidup dalam kasih sebab itulah natur manusia yang seharusnya ketika Allah menciptakan manusia supaya manusia bisa bersekutu dan mengenal Dia. Kita yang telah lahir dari Allah adalah anak-anak terang karena Kristus ada di dalam kita. Ada benih ilahi dari Roh Kudus yang akan mengalirkan energi atau kekuatan ilahi yang senantiasa menguatkan kita untuk menjadi terang yaitu menyucikan diri dari dosa (1 Yoh 3:9). Dan kekuatan itu adalah kasih karunia atau rahmat atau anugerah Allah untuk hidup kekal dan mengalahkan dosa kita pribadi (Rom 5:20-6:1). Hidup dalam terang dan kasih adalah hidup di dalam kekuatan atau kuasa ilahi yaitu anugerah Allah. Anugerah Allah bekerja sama dengan mengerjakan keselamatan kita.

Pembacaan Lectionary( Doa Harian Vesper): Senin-Minggu

Membaca Wordpres dan komen: 7 ARTIKEL

Refrensi: https://www.youtube.com/watch?v=GdYN0Rm4Jl0

St. Efraim Dari Suriah: Kidung terang,  Puasa, Doa, iman dan Kidung Sorgawi

Pada hari ini kita peringati hari puasa. Dengan ada puasa orang bisa mengendalikan diri dari hawa nafsu dan kedagingan. Puasa ini bukan hanya rutinitas agamawi tetapi bagaimana membangun spiritual kerohanian bersama Yesus Kristus. Kebanyakan orang jatuh karena kedagingan atau hawa nafus yang tidak bisa dikendali seperti Adam dan hawa waktu di tanam Eden. Dengan kedagingan yang tidak bisa dikendalikan mereka melanggar perintah Allah, suapaya tidak makan buah sembarangan yang ada disitu. Tetapi mereka tidak menaati perintah tersebut dan lebih mendengar perintah ular daripada perintah Allah, pada akhirnya Adam pertama jatuh kedalam dosa. Dengan demikian, Kristus datang sebagai  Adam kedua untuk memperbaiki kegagalan Adam pertama. Adam pertama gagal karena tidak taat pada makanan dan tidak berpuasa sehigga digoda oleh si ular atau iblis.

Waktu Yesus berpuasa di Padang gurun berpuasa selama 40 hari iblis mengodai-Nya, tetapi Kristus berhasil mengalahkan godaan iblis tersebut. Adam pertama setelah gagal dia di usir di taman edem. Sedangkan Adam kedua adalah menyelamatkan dan membangkitkan orang mati di Frdaus. Ketaatan adalah latihan rohani bukan hanya aturan agamawi tetapi bagaimana kita taat kepada Kristus. Kristus dalam natur manusia yang berpuasa selama 40 hari dan ular datang untuk menggodai-Nya tetapi Kristus menunjukkan ketaatan kepada ular dan tidak mengikuti apa yang dikatakan iblis tersebut.

Dalam Matius 6:14-15, mengajarkan kita untuk berdamai kepada semua orang dan mengampuni orang yang bersalah terhadap kita. Seperti Adam pertama yang gagal dan sekarang kita diajarkan untuk taat dan serupa dengan Kristus, itulah tujuan kita berpuasa. Tanpa ada pengampunan dari Alalh maka tidak ada kekristenan dari Allah dan Kristus tidak turun kedunia ini. Kasih Allah sangat besar kepada orang berdosa maka wajib kita mengampuni orang lain sebab Allah telah mengampuni kita dari dosa. Mengampuni orang lain sama hal kita telah melakukan seperti yang Allah lakukan. Apa hubungan pengampuni dalam puasa?, Adam pertama gagal karena tidak bisa berpuasa dan Allah mengampuninya, setalah itu diperintahkan untuk taat. Maka kita diajak untuk menjadi Adam yang baru yang telah diampuni maka kita juga taat dan tidak berbuat dosa lagi.

Sebelum menjalani puasa harus kita bereskan diri kita  dengan Allah dan juga sesama manusia. Sehingga puasa itu bukan sekedar rutinitas bagi kita tetapi bagaimana kita benar-benar melakukannya. Kita adalah keturunan Adam atau anak-anak Allah. Kita kembali dengan Adam yang polos dan membersihkan lagi tubuh ini yang penuh dosa dengan meminta belas kasihan Kristus.

Saat kita taat dan berdoa kita diajak untuk berdamai dengan Allah dan juga kepada sesama kita. Kenapa kita diajak membersihkan diri sebelum berpuasa yaitu supaya tidak  berpuasa seperti orang farisi atau hanya kewajiban agama tetapi bagaimana kita benar-benar berpuasa kepada Allah dan menjadikan pusat iman atau kehidupan kita. Adam diciptkan karena kasih maka kita diciptakan juga dengan kasih. Dengan kasih kita ajak untuk berdamai dari relasi yang tidak baik menjadi relasi yang baik. Jadi berpuasa itu bukan sekedar tetapi bgaaimana kita membangun spiritual rohani kita. Dengan puasa bukan hanya taat saja tetapi harus di takhlukkan. 1 Kor 9:24-27, if anyone competes in athletics, he is not crowned unless he competes according to the rules…..be diligent to present yourself approved to God (2 Tim 2:5 ; 5:15). Kita mempersembahkan diri kita kepada Kristus yang memberikan kehidupan kekal.

Kehidupan kita seperti seorang tinju yang melawan musuhnya sampai kalah sehingga kita memperoleh kemenangan. Musuh yang dimaksud adalah hawa nafsu dan kedagingan. Jadi sebelum kita bertanding, terlebih dahulu kita latihan dan mempersiapkan diri supaya waktu kita bertanding kita tidak salah sasaran dan musuh tersebut kalah.

Buah-buah orang benar lebih menyenangkan bagi Yang Mengetahui daripada buah-buahan dan hasil pohon-pohonan. Keindahan yang ada di alam memuji pikiran manusia, dan firdaus memuji kecerdasannya; bunga-bunga memberi pujian untuk kehidupan yang bajik, taman untuk kehendak bebas, dan bumi untuk pemikiran manusia. Di dalam dunia ada pergumulan, di Eden ada mahkota kemuliaan. Di dalam kebangkitan kita, Tuhan akan memperbarui baik bumi dan sorga, membebaskan segala makhluk, memberikan mereka sukacita Paskah bersama kita. Sorga adalah pelabuhan sukacita, sorga kenikmatan; terang dan sukacita karena memiliki tempat di sana; berkumpul di sana dapat ditemukan gambus dan kecapi, dengan teriakan “hosanna,” dan Gereja berseru “haleluya.”

Doa dan iman;

1. Apa hubungan puasa dengan doa? Kalau kita berpuasa maka kita haus dan lapar akan Allah. apa hubungan doa dan iman? yaitu menjadi seorang duta atau perwakilan. Doa menjadi semacam perdamaian dengan Allah dan membuka pintu-pintu berkat-Nya. tetapi kita mesti bijaksana, sungguh-sungguh dan punya tujuan apa yang kita doakan.

2. Doa itu membelah laut merah, bangsa Israel bisa membebaskan dari raja firaun artinya doa itu menyelamatkan jita dari kejahatan musuh. kejahatan musuh yang ada dlam tubuh kita, doa itu menurunkan manna dari surga. Apa arti manna yaitu roti dari sorga, sama hal memberikan makanan dalam tubuh dan jiwa kita. Krsuts adalah roti yang hidup dan memberika kehidupan yang baru bagi kita.

3. Berbahagialah orang yang telah setuju untuk menjadi teman dekat iman dan doa: dia hidup dalam kemanunggalan dan membuat doa dan iman singgah bersamanya. Doa yang naik dalam hati seseorang berfungsi untuk membukakan bagi kita pintu surga: orang itu berdiri berhadapan dengan Ketuhanan dan memberikan kesenangan kepada Anak Allah. Doa membuat damai dengan murka Tuhan dan dengan hebatnya murka-Nya. Dengan cara ini pula, air mata yang menggenang di mata dapat membuka pintu belas kasih Allah.

4. Hubungan antara doa dan iman yang dapat menghentikan matahari dan dapat menjungkirbalikkan tujuh tembok Yerikho kota yang perkasa itu. Dari ceritanya ini, iman dan doa saling membantu dan mencegah iblis dari kita. doa dapat membawa berkat-berkat dan juga mengalahkan kejahatan.

5. Aku akan menunjukkan kepadamu, saudara-saudaraku, apa yang telah dilakukan oleh iman dan doa: doa yang menahan matahari di Gibeon dapat menahan kejahatan dari kita: Dia yang menahan bulan di ladang Ayyalon, yang melemparkan tujuh kali lipat tembok Yerikho kota yang perkasa itu, yang mengusir Amalek bersama rajanya, akan mengusir dan menghancurkan kekuatan Setan menjadi berkeping-keping.

6. Doa memberikan manna kepada orang-orang, dan dengan doa yang sama orang-orang benar dipelihara. Doa yang mengikat langit melepaskan mereka juga, sama seperti yang pertama kali mengikat mereka. Doa menurunkan api dari surga yang melahap korban dan menjilat air; doa merebut dan menghabisi empat ratus lima puluh imam Baal.

7. Selama empat puluh hari doa menemani nabi di relung guanya di Horeb; dia berbicara secara terbuka dengan Dewa. Charious yang berapi-api dikekang dan diturunkan, mereka membawanya, naik bersamanya ke Tuhan yang dia cintai. Para Penjaga di tempat tinggi bersukacita atas kenaikan nabi ke surga dalam tubuhnya. Jadi Doa itu kita makin naik pada Alalh seperti yang di alami nusa di gunung Sinai selama 40 hari.

8. Doa tutup mulut dan belenggu mulut singa di dalam lubang, sehingga hanya Daniel yang tidak terluka.Doa sebelum melayani Tiga Anak di Tungku api. Doa membuka rahim wanita mandul, memberi mereka ahli waris. Keajaiban – keajaiban itulah yang terus-menerus dihasilkan oleh doa dan iman dan ada keajaiban-keajaiban lain yang bahkan lebih hebat dari ini

Yesus Kristus adalah terang dan sukacita orang benar. Yang diperanakkan dari Sang Bapa, Dia menyatakan diri-Nya kepada kita. Dia datang untuk menyelamatkan kita dari kegelapan dan untuk mengisi kita dengan terang dari terang-Nya. Hari baru menyingsing bagi kita; kuasa kegelapan mulai memudar. Dari terang sejati muncul bagi kita terang yang menerangi mata kita yang gelap. Kemuliaan-Nya menyinari dunia dan menerangi kedalaman jurang yang paling dalam. Kematian dimusnahkan, malam telah menghilang dan gerbang alam maut dirusakkan. Dia membawa keselamatan dan memberi kita kehidupan. Marilah kita menyalakan pelita kita dan maju untuk bertemu dengan-Nya. Marilah kita menemukan sukacita kita di dalam Dia karena Dia telah menemukan sukacita di dalam kita.

Doa-doa St. Efraim Dari Suriah Doa Pertobatan

            Ya Tuhan. Pemilik kehidupan kami, jauhkanlah kami dari keserakahan, mencampuri orang lain, menginginkan kekuasaan dan berbicara yang tak sepantasnya. Tetapi berikanlah kami, hamba-hamba-Mu ini semangat kesederhanaan, kerendahhatian, kesabaran dan kasih. Sungguh, ya Tuhan dan Raja, berikanlah kepada kami kemampuan untuk melihat dosa-dosa kami sendiri dan tidak menghakimi saudara kami, karena Engkau terberkati sampai sepanjang segala abad.

Doa Pertobatan; Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini Ya Allah bermurahlah kepadaku, orang berdosa ini. Ya Allah tahirkanlah aku dari dosaku dan kasihanilah aku. Engkau yang telah menciptakan aku, kasihanilah aku. Dengan tak henti-hentinya aku telah berbuat dosa kepada-Mu, ya Tuhan, ampunilah aku.

Refrensi

https://wordpress.com/read/feeds/7529818/posts/3858458374

https://wordpress.com/read/feeds/7529818/posts/3858477436

St. Ephrem: Yusuf sebagai Tipologi Kristus, Natur Kristus, Homili tentang nasihat dan pertobatan

Yusuf sebagai Tipologi Kristus

Sebagaimana Tuhan dari pangkuan Sang Bapa telah diberikan bagi kita demi keselamatan kita, demikian Yusuf dari pangkuan Yakub, ayahnya, diutus untuk menanyakan kabar saudara-saudaranya. Sebagaimana saudara-saudara Yusuf yang begitu kejamnya, saat melihat dia mendekat kepada mereka, dirancangkannya kejahatan kepada dia, meskipun ia membawa damai bagi mereka. Dari bapa yang sama, demikian pula orang Yahudi, saat melihat Sang Mukhalis, mereka mengeraskan hati: Dia inilah sang pewaris, marilah kita habisi, dan kita ambil semua warisan ini. Sambil makan, saudara-saudara Yusuf, menjualnya, hendak membunuhnya dengan sengaja, Demikian pula orang Yahudi yang penuh rasa benci, Sambil makan Paskah membunuh Mukhalis dengan keji.

            Turunnya Yusuf ke Mesir adalah suatu tanda, turunnya ke dalam bumi Sang Juru Selamat kita. Sebagaimana kamar pengantin yang Yusuf memasukinya, menginjak-injak seluruh kekuatan dosa. memakai hadiah kemenangan yang cerah, mengalahkan perempuan Mesir, nyonyanya. Demikian juga Tuhan Juruselamat kita, turun ke alam maut dengan tangan kanan-Nya, di sana hancur segala kekuatan ketakutan dan perbudakan yang tak terkatakan. Ketika Yusuf menaklukkan dosa, dia dipenjara hingga masa penobatannya. Demikian juga Tuhan kita masuk ke dalam kubur membawa dosa-dosa dunia.

            Kematian Yesus Kristus adalah yang membawa kebebasan bagi kita semua. Di balik penderitaan-Nya ada kemenangan yaitu mengalahkan iblis dan memberi kehidupan baru bagi kita. Dengan berterus terang Yusuf telah berkata-kata membuat gentar dan takut saudara-sudaranya; Akulah Yusuf yang telah kamu jual sebagai hamba, sekarang aku menjadi raja tanpa kamu menginginkannya, Demikian jugaTuhan telah menunjukkan salib-Nya, dengan terang kepada mereka yang menyalibkan-Nya; dan mereka mengenali salib-Nya, dan Anak Allah yang telah disalibkan oleh mereka.

Natur Kristus

Jika Dia bukanlah daging, mengapa Maria ditunjukkan segala hal, dan jika Dia bukanlah Allah, mengapa Gabriel memanggil Dia sebagai Tuhan?. Jika Dia bukanlah daging, siapakah Dia yang berbaring di palungan: dan jika Dia bukanlah Allah, kepada siapakah para malaikat turun dan memanjatkan kemuliaan?. Jika Dia bukanlah daging, siapakah Dia yang terbungkus oleh kain; dan jika Dia bukanlah Allah, sia‐ pakah Dia yang disembah para gembala?. Jika Dia bukanlah daging, siapakah Dia yang dibawa pergi untuk disembunyikan Yusuf di Mesir; dan jika Dia bukanlah Allah, siapakah Dia yang dimaksudkan oleh perkataan ini: Dari Mesir Kupanggil Anak-ku? Jika Dia bukanlah daging, siapakah Dia yang dibaptis oleh Yohanes, dan jika Dia bukanlah Allah, sia‐ pakah Dia yang Allah berfirman: Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, yang kepada-Nya Aku berkenan?

Jika Dia bukanlah daging, siapakah Dia yang digantungkan di atas salib; dan jika Dia bukanlah Allah, siapakah Dia yang telah menggoncangkan bumi dan fondasinya?. Jika Dia bukanlah daging, siapakah Dia yang digantungkan di atas salib bersama para penyamun; dan jika Dia bukanlah Allah, siapakah Dia yang berkata: Sesungguhnya engkau akan bersama dengan Aku di dalam firdaus?. Jika Dia bukanlah daging, siapakah Dia yang naik ke sorga dan disaksikan oleh para rasul dan para malaikat; dan jika Dia bukanlah Allah, siapakah Dia yang kepada-Nya langit terbuka, yang dalam kuasa disembah dalam kegentaran, yang kepada-Nya Allah bersabda: Duduklah di sebelah kanan-Ku, yang mana Daud telah bernubuat tentang Dia: Tuhan berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kananKu?. Jika Dia bukanlah Allah dalam daging, keselamatan kita adalah sebuat dusta, dan nubuatan para nabi adalah kepalsuan; tetapi para nabi telah mengatakan kebenaran dan kesaksiannya bukanlah dusta, Roh Kuduslah yang berbicara melalui mereka sebagaimana apa yang relah mereka katakan.

Kristus memiliki dua natur; 100% Manusia dan 100% Allah. Dalam kemanusiaannya mengambil bagian dalam penderitaan seperti yang di alami manusia; huas, lapar, lelah dan tidur dan disalib tetapi dilain sisi Dia Allah yang menunjukan kuasa-Nya atas bumi dan sorga. Kristuslah satu-satunya yang dapat memberikan keselamatan dan kehidupan kekal bagi orang percaya.

Homili tentang nasihat dan pertobatan

Inilah perintah yang pertama: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Tanda bahwa engkau mengasihi Allah adalah bahwa engkau mengasihi sesamamu Jikalau engkau membenci sesamamu maka sesungguhnya kebencianmu adalah kepada Allah. Tuhan kehendaki kita untuk melakukan setiap Firman-Nya. Ketika kita marah kepada sesam kita sama hal kita marah kepada Allah, sebab kita semua serupa dan segambar dengan Kristus. Oleh karena itu Tuhan kehendaki kita semua untuk saling mengasihi dan memiliki kasih seperti Kristus adalah kasih.

 Ketika engkau memikul kuk kemarahan dalam hatimu, maka keangkuhan hatimu itu adalah kepada Allah. Ketika engkau menegur seseorang disertai dengan rasa dengki, maka teguranmu adalah kekejian. Ketika engkau memiliki kasih, maka tentulah engkau tidak akan mempunyai musuh di dunia ini. Ketika engkau adalah anak perdama‐ ian sejati, maka engkau tidak akan menimbulkan amarah di hati sesamamu. Ketika engkau bertindak adil dan benar, maka engkau tidak akan melakukan hal-hal yang salah terhadap saudaramu. Jikalau engkau senang akan kemarahan, marahlah terhadap setiap kesesatan. Jikalau engkau senang akan perseteruan, sesungguhnya iblislah yang menjadi seterumu. Jikalau engkau senang membenci, maka perlihatkanlah kebencian dan caci-makimu kepada roh-roh kejahatan.

Dekatkanlah dirimu kepada Allah maka iblis akan lari dari padamu. Usirlah hawa nafsu kedagingan dari hatimu maka engkau akan membuat musuhmu lari tunggang-langgang. Bencilah dosa dan pelanggaran maka iblis akan menyingkir dari engkau. Ketika engkau berbuat dosa maka engkau telah memiliki berhala secara diam-diam, ketika engkau mencintai pelanggaran maka engkau sedang melayani rohroh kejahatan. Ketika engkau berseteru dengan sesamamu maka iblis akan tinggal dalam kedamaian, ketika engkau iri dengki kepada sesamamu maka engkau sedang memberi salam kepada iblis. Ketika engkau sedang menyatakan kebusukan dari sesamamu yang tak hadir bersamamu maka lidahmu men‐ jadi harpa yang indah bagi rohroh kejahatan. Kapan saja kebencian bersarang di hatimu, maka iblis si pendusta itu sedang tidur nyenyak dengan tenang. Kapan saja engkau mencari pujian sanjungan orang, maka apapun yang kauperbuat menjadi sampah tak ada gunanya. Ketika engkau mencintai khotbah fasih yang membuat senang telingamu, engkau sedang membuat jamuan bagi roh-roh kejahatan. Inilah penyembahan berhala dan wujud nyata dari hawa nafsu kedagingan.

Ketika engkau memberikan sesuatu dalam keangkuhan maka pemberian itu bukan dari Allah. Ketika engkau merasa tersanjung atau terangkat karena pengetahuanmu dan kepandaianmu maka sesungguh‐ nya engkau sudah menolak rahmat ilahi. Ketika engkau miskin dan angkuh, maka engkau akan mati dalam penderitaanmu. Ketika engkau melarat dan angkuh, maka engkau sedang menuju kebinasaan. Ketika kebutuhanmu adalah makanan tetapi yang kauinginkan adalah haus akan kekayaan materi, maka masalahmu adalah dengan si miskin dan penderitaanmu adalah dengan si kaya. Ketika matamu penuh dengan percabulan dan menginginkan isteri sesamamu, maka bagian yang pantas bagimu adalah dengan para pezinah dan nerakamu adalah bersama dengan orang cabul. Biarlah air matamu adalah milikmu sendiri dan engkau hanya minum dari sumurmu sendiri. Janganlah membiarkan orang lain sampai minum dari padanya.

Inginkanlah kemurnian tubuhmu seperti engkau mengingini istrimu sendiri, engkau tidak ingin istrimu berzinah dengan lelaki lain dan engkau tidak berzinah dengan perempuan lain. Bencilah perzinahan dan berdirilah jauh-jauh dari padanya. Kemurnian adalah milik isterimu dan kesuciannya adalah mahkotanya. Suami adalah hukum dan keadilan adalah mahkotanya. Jangan mengingini tempat tidur sesamamu seperti engkau tidak ingin sesamamu mengingini tempat tidurmu. Jagalah pernikahanmu tetap dalam kesucian, kemurnian dan kekudusan. Hati nurani akan menegur mereka yang telah mena‐ jiskan kesucian pernikahan orang yang berzinah. Kegelapan lebih dekat dan bukan terang bagi mereka yang tidak hidup dalam kesucian.

Hati seorang pezinah penuh dengan nafsu berahi yang nampak melalui perkataan kotor yang diucap‐ kannya. Seorang yang ingin berzinah telah mengenakan jubah yang memalukan, yang melalui jubah itu percabulan masuk dan diam di dalam hatinya. Jangan mengoyakkan jubah Kristus dengan jubah lain secara ceroboh. Jangan memandang seorang perempuan sundal dan engkau terperangkap oleh jerat keelokan parasnya. Pencabulan bagaikan anjing liar dan gila, orang yang mengikutinya tak punya rasa malu dan kesusilaan. Terimalah percabulan ini dengan ludahan dan burulah ia dengan tombak dan gada layaknya seekor an‐ jing gila. Tolaklah segala perkataan manisnya sehingga engkau tidak terperangkap olehnya. Larilah dari padanya sehingga ia tidak mengoyak-ngoyak tubuhmu, sebab percabulan adalah putri dari ular beludak.

Janganlah memfitnah sesamamu, jikalau tidak, maka engkau sama saja dengan iblis. Jikalau engkau membenci fitnah, jangalah dekat-dekat dengan perbuatannya. Jikalau engkau senang dengan perbuatan‐ nya, janganlah lekas marah kepada orang yang menyebutmu: tukang fitnah. Janganlah bersukacita dengan kemalangan sesamamu sehingga engkau tidak menjadi iblis bagi sesamamu. Jikalau suatu kemalangan menimpa orang yang membencimu, janganlah engkau bersukacita atasnya sehingga engkau jatuh ke dalam dosa . Berdukacitalah ketika musuhmu mengalami kemalangan. Dengan penuh kerajinan, jagalah hatimu agar hatimu tidak melakukan dosa secara tersembunyi, yang dari padanyalah perbuatan dosa akan mengikuti. Biarlah tanganmu bekerja dengan giat dan hatimu me‐ manjatkan doa dengan tenang.

Ketika engkau berdoa, berserulah dengan segenap jiwamu: “Berbelaskasihlah kepadaku, orang yang berdosa dan lemah ini! Kasihanilah, ya Allah, setiap kelemahanku dan anugerahkan kekuatan agar aku dapat menaikkan doa yang seturut kehendak-Mu. Jangan menghukum lawan-lawanku dan jangan membalas mereka yang membenci aku tetapi kirimkanlah rahmat kasih karunia-Mu kepada mereka agar dapat melaksanakan kehendak-Mu.” Ucapkanlah doa ini pada saat engkau berdoa dengan bersujud di hadapan Allah Yang Mahakuasa. Janganlah mengerjakan apapun tanpa diiringi oleh doa, meteraikanlah segala yang kaukerjakan, hai anakku, dengan tanda salib yang memberi hidup itu. Dalam setiap waktu berdoalah dan mohonkanlah agar kasih kita tetaplah nyata, dan bagi kita semua dan di atas segala hal yang telah kuteruskan kepadamu, marilah kita mempersembahkan pujian dan hormat kepada Sang Bapa, Sang Putra serta Sang Roh Kudus. sekarang dan selalu serta sepanjang segala abad.

Moral: Kuncinya adalah mendekatkan  diri kepada Allah maka iblis akan lari dari pada kita.Sehingga tidak ada tempat iblis untuk tinggal di dalam hati kita, sebab jiwa dan tubuh kita sudah menjadi milik Kristus. Kristus kehendaki kita untuk hidup dalam kekudusan dan menjauhi segala hawa nafsu, kedagingan, kebencian, iri hati, keseombongan dan keserakahan. Terus meminta belas kasihan melalui doa, tetapi waktu kita berdoa, terlebih dahulu hati dan pikiran kita harus bersihkan sehingga tidak ada satupun sampah yang tinggal didalam hati kita, sehingga doa yang kita naikkan Tuhan terima. Dalam artikel ini kita diingatkan kembali untuk memiliki kasih, menguduskan diri dari kejahatan dan hidup dalam kebenaran, sebab hanya Kristulah yang memberikan keselamatan dan kehidupan kekal bagi setiap orang percaya kepada-Nya.

Laporan: penulis telah baca dan komen sebanyak 9 artikel

Sumber:

Tidak cukup untuk di hangatkan

Kalau kamu ingin kamu dihangat oleh api kamu gak cukup tentang api tetapi kita harus pergi dengan mendekati api untuk menghangatkan kita. Sama dengan kasih mugkin sudah banyak, kita tidak tahu kalau kita itu hanya tahu tetapi bagaimana kita memelihara kasih. Allah mengasihi kita dengan kasih dengan bernyala-nyala artinya kasih itu harus membakar kita atau memurnikan kita. Didalam hati kita disatu sisi manusia yan penuh kedagingan atau hal-hal yang bertentangan dengan Roh (Roma 8:31,38 dan Galatia pasal 5).  Hati adalah ruang kedalam batin atau tempat apa yang kita lakukan, jika api membakar hati kita maka timbul kebencian, marah, keserakahan, kedagingaan, yang menimbulkan dosa tanpa adanya tempat belaskasihan tetapi harus dibakar dengan pengendalian diri (Pemurnian) dengan membakar sampai habis dengan melakukan aksesis.

            Waktu kita mengendalikan diri dengan tidak marah maka timbullah longsaferi, ketekunan dan kesabaran itu artinya menghanguskan amarah oleh eros atau belove. Maximur mengatakan love tames anger  artinya kasih yang menjinakkan kemarahan karena kasih seperti api belove yang membakar. Api artinya menyerami dan juga bisa membakar dan menghanguskan, apa yang dihanguskan yakni ha-hal duniawi maksudnya kita tidak bisa mengasihi jika kita terikat dengan hal-hal duniawi tetapi kita harus membakar hal-hal duniawi itu sampai hangus. Jika kta belajar sabar seseorang, sama artinya membakar kita seperti kita marah tetapi kita tahan sampai gigi kita sakit. Jadi kalau kita bisa mengendalikan diri sama artinya membakar jiwa kita, kalau kita mencintai Allah yakni kita menjinakkan hal-hal daging, waktu kita takut sama Allah tidak menyenangkan bagi kita sebab ada orang yang membakar kita, itulah api yang membakar daging sampai habis tetapi disisi lain misalnya; didalam hati selalu ada hal-hal daging tetapi ada juga hal-hal dari Roh atau keinginan Roh (Iman, pengharapan, kasih, pengetahuan, kesabaran,ketekunan, pengmpunan) Maximur mengatakan iman dak kasih menimbulkan takut akan Tuhan sehingga akhirnya kita mempunyai pengendalian diri terhadap dosa dan juga tahan akan penderitaan. Pengharapan akan Allah menimbulkan takut akan Dia sehingga kita tidak terikat dengan hal-hal dunia dan juga kita bisa mengampuni orang yang bersalah terhadap kita dengan mengasihi mereka.

Disisi lain dalam hati ada yang disebut kebajikan seperti sabar itu apai yang sedang memurnikan jiwa kita. hal2 daging seperti kertas ksong yang dibakar sampai hangus. Jika seseorang mempuayai love yakni mereka mengasihi sesamanya manusia misalnya kita mempunyai uang yang dikirim orang tua,tiba-tiba kita mempunyai  teman yang sakit dan dia minta tolong kepada kita untuk membantu dia. jadi kalau kita mempunyai love pasti kita kasih artinya seperti api yang membara. Menjadi orang baik memang sulit tetapi kita harus tetap memelihara kasih itu seperti berkorban.

            Maximus mengatakan kasih itu tidak perlu mempunyai ide saja tetapi harus jadi acson artinya api yang membakar hal-hal yang negatif sampai habis sehingga kita menyalibkan daging tetapi juga membakar dari Roh sehingga kita semakin dimurnikan dan menjadi serupa dengan Kristus. Oleh sebab itu Maximus mengatakan waktu kita mengasihi kita perlu memiliki kasih, kebajikan atau menguasaan diri  dan doa. Bagaimana kasih itu menjnakkan amarahan yaitu hanyalah kasih yang menjinakkan dan kita yakni belaskasihan dan melakukan hal yang baik kepada sesama kita.

            Jika ada orang yang berbuat salah kepada kamu jangan membalas dengan kejahatan melainkan dengan kebaikan. Jika kita membalas dengan sebab amarah  adalah api yang menghanguskan tetapi kita diajak untuk tetap mengaihi, kasih, sabar, tahan menderita (Pengkobatbah 1:29). Yang dimaksud dengan longsaffering adalah tahu penyebab dari godaan tersebut seperti kita mengampuni seseorang yang bersalah kepada kita, tetapi dilain sisi mereka bisa lagi menjahati kita lagi, mengampuni hal yang tidak enak seperti halnya api yang membakar kita tetapi jika kita tetap longsaffering bisa menghanguskan dengan Belove tadi.

            Bagaimana self mastery memadamkan hawa nafsu yaitu self mastery, it keeps away dari segala sesuatu yang membuat kita menjadi pleasure atau bukan kebutuhan, misalnya kalau kita belanda di mall tetapi yang kita beli lebih dari kebutuhan maka itu disebut pleasure. Jatuh kedalam Pleasure yaitu nikmat, dari kenikmatan itu akan timbul hawa nafsu. Self mastery membuat kita tidak tidak terjebak dalam pleasure seperti hal-hal duniawi tetapi hal-hal materi itu kita ppake untuk kebutuhan kita bukan untuk pleasure. In fact, it kepps away everyting that fulfills no need but beuses pleasute berarti mendorong kita untuk tidak jatuh kedalam pleasure dan termasuk amarah, keserakah, tidak mengampuni sesama dan lain sebagainya dan dengan self mastery membuat kita tahu apa yang dibutuhkan bukan dengan apa yang disenangi dan harus ada self control. Maximus memakai kata memadamkan berarti api dan air menyiram dengan memadamkan api dan hawa nafsu itu seperti api tetapi api yang menghanguskan. Setiap manusia pasti mempunyai hawa nafsu dalam tubuhnya tetapi harus dipadamkan dengan self control atau self mistery seperti kita tidak terjebak dalam pluasure dan surfiet.

            Bagaimana dengan doa? Dengan doa dapat membuat pemikiran kita bebas dari pemikiran jahat. Dan didalam pemikiran jahat dapat membawa orang-orang kedalam hal-hal duniawi yang dapat membawa orang kedalam hawa nafsu atau dosa dan hawa nafsu datang kedalam pikiran jahat (logismoi), Logismoi mendatangkan hawa nafsu seperti apa yang membakar. Oleh sebab itu Maximus mengatakan kita perlu Prayer dan doa yang mejaga pemikiran kita. Doa dapat membuat pemikiran kita konek terhadap Allah maka pemikiran kita akan ditarik dari segala pikiran duniawi seingga nous kita menyatu dengan Dia dan juga berdoa tanpa henti.

            Maximus mengatakan tadi doa itu seperti api yang menghanguskan pemikiran duniawi kita yang bisa menjinakkna dengan self control, long saffering dan Prayer. Iman > apateia  dan harus dilakukan  dengn kasih dengan mengasihi musuh. dan kasih harus ditambah dengan ada Ketekunan, sabar, pengharapan doa.  Bagaimana dengan doa tanpa henti? Yaitu Pikiran-pikiran jahat  pasti mengarah keapda dunia yang mendatang hawa nafsu, logismoi yng mendatang hwa nafsu tetapi kita harus tetap jesus prayer dan konek kepada Allah dan berdoa tanpa henti.

Apakah manusia berdoa tanpa henti berarti menjaga pikiran dalam takut Allah dan selalu konek kepada Allah dan menjaga pengharapan kepada Dia dalam segala apa yang kita lakukan (Roma 8:35-38 artinya dalam kondisi kita tidak bisa dipisahkan dlalam kondisi apapun dan tidak teputus dalm doa 2 Kor 4:8 senantiasa membawa kematian dalam tubuh kita dan untuk bisa long saffering dan mencapai kasih. Dalam setiap apa yang  kita lakukan dengan doa tanpa henti maka mendatangkan sukacita.

Apa kausa Tuhan dalam hidup saya yaitu anugerah walaupun kita lemah, lemah bukan berarti tidak berdaya. Dan orang yang takut kepada Allah berarti takut kepaada penghakiman (ul 32:41, 32:32, Yesaya 33:14). Kita harus taat kepada Allah dengan bertobat dan mempunyai iman kepada-Nya dan takut pada hari penghukuman yang akan datang. Kita harus mempunyai pertobatan dan dipimpin dengan Roh Kudus Roma 8:14, jadi kalau kita dipimpin roh kudsus maka kita anak-anak Allah (1 Yoh 3:7-8) dengan menyelasli kesalahana sehingga kita menjadi anak-anak Allah

Matius 5:20, berarti hidup kekristen harus sempurna dan kesempurnaan itu dimulai dari pertobabatn dan juga adanya iman sehingga kita disebut anak-anak Allah sebab kita lahir dari Allah. Jika kita berasal dari anak-anak Allah apa yang kita miliki yaitu (Yok 2:19) memang iman takut akan Allah dan mendatangkan pertobatan (penyesalan akan dosa), ketekunan dan pada akhirnya mendatang kasih. Kalau kita mempunyai iman tetapi kita tidak mempunyai sama hal kita sama dengan iblis. Jadi kalau kita mempunyai iman harus taat sehingga kita takut akan perintahnya sehingga akhirnya mendatang kasih yang bisa berdiri dihadapan Allah.

            Kasih karunia Allah berasal jika Kristus tinggal didalam kita, diluar Kristus kita tidak berbuat apa-apa (Galatia 2:20), berarti hidup didalam iman dan juga hidup didalam anak Allah. Itu sebabnya ketika kita menderita untuknya, jika menjadi teladanan teladan Kristus (1 Kor 4:12). Iman yag hidup di dalam kristus berarti hidup dalam ketaatan atau perbuatan akan tetapi konsekuensinya kita harus menderita. Seperti kata Yesus kasihilah musuhmu, (Lukas 6:27-28) kata-kata dan perbuatan Allah harus bekerja didalam kita. kalau kita melakukan sebaliknya dari perintah Allah maka kita dipenuhi dengan kenajisan, (1 Kor 3:16) jadi kalau kita melanggar perintah Allah maka kita akn menjadi tidak suci, (Roma 1:28-32) sama dengan Yesaya menangisi akan dosa-dosanya. Akibatnya ada murka Allah pada hari penghakiman nantinya dan yakni diproses dari pertobatan. Kasih itu seperti kemurnian yang memilih akan pengetahuan Allah dan tidak terikat pada hal-hal duniawi. Detachment datang dari Allah (Yoh 3:2) dan iman menghasilkan ketekunan, pengharapn dan kesebaran  jadi kalau kita mempunyai iman didalm Allah maka kita takut pada penghakiman Allah.

            Kasih itu seperti membakar yang membakar itu sesuatu yang menghangat dan juga menerangi hidup kita atau tubuh. Kasih itu dimulai dari mind atau nous. Dan akan menerangi hati kita dan akhirnya kita menerangi tubuh kita yang menjadi terang. Maka keselamtan itu ada anugerah Allah dan juga doa. Kolose 3:5 dibakar segala nawa nafsu sebelum kita berhadapan dengan Allah. Jika matahari itu baik didalam kita maka dia akan menerangi tubuh kita . kasih itu seperti api seperti orang yang cemburu dan api keluar seperti didalam PL Allah itu pencemburu. Kalau di PL memang dibakar tetapi sekarang adanya hukum kasih memang sama di korbankan oleh Eros.

Aplikasi

Tubuhkan dikorbankan dengan dibakar dengan kasih dan menghanguskan segala pemikiran duniawi, hawa nafsu dengan kasih dari Kristus. Dengan kita berdoa tanpa henti, berjaga-jaga, tekun, bertobat sampai akhir kesempurnaan dan menyatu kepada kristus. Berdoa dapat menurnikan pmikiran kita sehingga segala perbuatan yang tidak baik seperti amarah, keserakahan, dan lain sebaginya dengan dibakar sampai hangus dengan api kasih Kristus.

Personal           

Dalam kehidupan saya secara pribadi api yang selalu menguasai jiwa dan tubuh saya adalah dengan amarah, benci dan iri kepada sesama maupun kepada keluarga. Setelah saya belajar tentang api, saya diingati bahwa saya harus menghanguskan amarah dengan memaafkan orang-orang yang buat saya jengkel, sedih dan menangis tetapi sekarang saya tetap rendah hati untuk selalu mengampuni mereka dan berdoa kepada Kristus (Jesus Prayer) tanpa henti sehingga api yang ada dalam nous dan hati saya adalah api Kri

Kasih Yang Membakar

SAINTS AND LOVE

kasih itu seperti membakar. Dalam pengertian Allah adalah terang atau api yang membakar seperti daging kita maksudnya hawa nafsu jahat kita, waktu kita membakar kita sedang dimurnikan). Kalau kita mengasihi (membakar habis nafsu kita seperti cinta akan uang, jadi harus mengalami possession didalam hati kita. waktu membakar tentu tidak tidak enak tetapi disisi lain kita dibakar untuk menjadi semaikin murni, seperti waktu kita memberi kepada sesama tentu kita enak tetapi kita sedang dibakar untuk mengendalikan nafsu kita. Pengendalian diri berasal dari takut akan Tuhan dengan mempunyai iman. Saint Allah terus berkarya kepada manusia dengan anugerah-Nya dengan membersihkan dosa kita, oleh kemuliaan-Nya kita tidak dibinasakan. Saint ini adalah orang-orang yang sudah membuat kebaikan Allah dan kita belajar tentang saint orang-orang berdosa tetapi sudah diampuni oleh Kristus.

            Kita melihat kemuliaan Allah seperti kita  orang berdosa tetapi akhirnya menjadi orang yang  mulia tetapi tanpa Kristus kita seperti yang berada dalam kegelapan. Kita adalah orang-orang berdosa tetapi setiap hari kita disucikan oleh Kristus. Waktu penyucian tidak gampang untuk kita lakukan tetapi kita harus tekun, pengampuni, pengharapan, kebijsksn sehingga mencapai kasih dan menjadi orang-orang kudus seperti kehidupan saits. Kita melihat diri kita seperti apa yaitu menanggung dosa-dosa lain  seperti oh..dia seperti apa! Seperti pemungut cukai Tuhan menganggap sebab dia merasa orang berdosa. (Fil 3:14) dia tidak pernah lelah dengan terus berlari sampai memperoleh hadia seperti orang hagios yang tidak terikat pada hal-hal duniawi.

After visting the home where a saint had lived, a person said, “There was an aroma of God in that room that 200 year could not erase. I think I’m better beause I Visited there.” A saint is “the aroma of Christ to God among those who are being saved” through Christ “spreads the fragrance of the knowledge of Him everywhere” (2 Cor. 2:15-16). Jadi kalau kita mencar arom itu bisa mencium, tetapi tugas kita adalah bagaimana aroma yang kita pancar itu bisa mereka cium dengan aroma Kristus. Dalam kehidupan kita sehari-hari apa yang perlu kita lakukan yaitu melakukan Jesus Prayer. Kristus adalah terang dan kita adalah anak-anak terang, dalam Jesus Prayer yang kita lakukan setiap hari akan mengingat akan kematian dan kebangkitan Kristus sehingga terang-Nya selalu terpancar dihadapan kita bukan hanya sekali setahun melainkan setiap hari (Yohanes 1:3-6) dan terang itu menjadi manusia dan hal itu yang terus kita ingat.

Kita dipanggil seperti saints (Roma 1:7), ini tulisan paulus terhadap dan dijadikanc menjadi orang-orang kudus, maka Allah memanggil kita untuk menjadi oang kudus dan Krsitus mencurahkan anugerah-Nya. Kita masih diperoleh oleh anugerah untuk yaituu diproses dengan melakukan Jesus prayer tanpa henti. Doa itu saranan untuk tempat menarik dan tangan kita alat untuk dengan berdoa.

The Magisterial Reformation

The iconic moment that tauched off the sixteenth-century Protestant Reformation was the nailing of ninety-five theses to the door of the church in Wittenberg on 31 October 1517, , by Martin Luther, an Augustian monk who had become desperate for the reform the Roman Catholik Church. Sejarah gereja martir Luther, pembahruan dukung oleh otoritas seperti di Jerman. Ciri utama dari reformation ada beberapa sola, yaitu sola spirituar, sola side Deo glory,solus Christus and soli Deo Glory. Lima sola;

1. Sola Scriptura artinya Hanya Alkitan saja, dan tidak perlu tradisi gereja cukup Alkitab saja. Seperti yang diajarkan paus yang tidak ada dalam Alkitab maka kita haru tolak, sebab paus mengeluarkan doktrin-doktrin dengan atasan gereja seperti surat pengampunan gereja kalau dibeli maka dosa kita akan dihapus. Jadi Luther kriktik untuk ditolak ajaran atau doktrin dari Paus. Semua tradisi yang tidak sesuai dengan Alkitab maka akan ditolak. But why is luher’s interpretation authoritative? Does he really havr that kind of authority? So who does have the authory to intrrpret the Bible?. Dan tidak semua gereja menolak doktrin dan apakah semua orang bisa menafsir Akitab? Tentu bisa tetapi apakah doktrin berasal dari kristus atau bukan.  

2. Sola Fide (hanya iman saja)

3. sola Gratia (hanya anugerah saja)

Usaha manusia bisa meyelamatkan dia atau kesalamatan itu adalah hanya semata-mata anugerah. Jadi dalam sola Gratia bahwa Allah menyelamatkan kita karena ada anugerah yang tidak bisa ditolak.

4. solus Christus

 solus Christus adalah hanya Kristus yang menjadi saranan keselamatan, jadi tidak ada pengantara imam bedanya dengan ajaran Jhon Crysostom bahwa imam itu adalah pengantara sebab imam adalah wakil Kristus untuk membawa umat Allah pada jalan keselamatan.

5. solo deo Glorya  artinya hanya bagi Allah kemuliaan dan tidak perlu menyembah yang

Lutheranism

Artinya para pengikut Luther, bahwa Alkitab itu tidak pernah salah. Didalam lutheranism. Dia membagi Alkitab itu satu kitab taurat dan satu injil. Taurat ketaatan keada perintahan dan injil belaskhian kepada keselamata orang-orang lain. Bagi luther perjamuan itu beda dengan roma katolik waktu dia melihat roti dan anggur ada  berbeda seperti naturnya, wujudnya sama tetapi esesensi berbeda sebab roti dan anggur adalah tubuh dan darah Kristus. Tetapi menurut gereja timur anggur dan roti adalah tubuh dan darah Kristus, waktu imam berdoa maka roti dan anggur berubah menjadi darah dan tubuh Kristus.

Gereja formed

Ajaran dogmatik dari jhon calvin. Dimana calvin dia selalu melihat dengan perjanjian sedang lari Luther dia selalu membedakan. Adam dan musa dua perjanjian yang sangat penting di PL, karena adam tidak bisa menjaga perjanjian maka dia dibuang seperti juga dengan musa yang dibuang dari tanah mesir. Ketika krsitus memenuhi syarat tadi dengan menebus dosa-dosa manusia. Di PL Kristus disebut Adam baru yang memenuhi perjanjian dari Bapa. Dalam perjanjin dari pandangn Calvin perjanjian kepada Kristus hanya Bapa yang bisa memenuhi, Kristus waktu Dia mati di memegang perjanjian yang gagl itu akhirnya diserahkan kepada Kristus dan Kristus yang menanggungnya mati di atas kayu salib untuk menyelamatkan umat pilihan sebab adam dan musa telah gagal dengan perjanjian Allah maka Allah di pilih untuk menebus kegagalan mereka.

Aplikasi

            Kristus telah memenuhi janji kepada Bapa untuk menyelamatkan manusia dari segala dosa karena ketidak taatan Adam pertaman, Kristus berinkarnasi menjadi manusia untuk menebus segala dosa-dosa yang telah manusia perbuat perbuat. Sebagai pertanyaan bagi kita semua apakah kita terus menerus membuat dosa dan hidup dalam kedagingan yang selalu menguasai hidup kita? Kristus telah memberikan jalan keselamatan, dengan itu marilah kita mengerjakan keselamatan kita dengan Jesus Prayer tanpa henti, askesis, berjaga-jaga, memiliki kerendahan hati sehingga kita semakin dimurnikan dan mengalami manusia baru.

Personal

Dalam kehidupan saya, terkadang hidup saya ini bukan milik Kristus. Sebab masih hidup dalam kedagingan seperti amarah, iri, dendam, lupa meluangkan waktu untuk Tuhan. Akan tetapi saya bangkit dari kedagingan yang tidak baik ini, dan terus memiliki Kristus didalam hati dengan meminta belaskasihan kepada-Nya, mengingat atas penderitaan Kristus dikayu salib, belajar sama terhadap teman yang mengundang amarah dan setiap hari melakukan Jesus Prayer tanpa henti sehingga yang termulia dalam kehidupan saya adalah Kristus.