St. Evagrios : Paskah

Evagrios mengatakan keberadaan kita di dunia ibarat sebuah paskah dari Allah kepada manusia yaitu sebuah perjalanan. Seperti bangsa Israel memperigati hari paskah (perjalanan) yang penuh dengan penderitaan termasuk waktu melewati laut merah sampai ke tanah kanaan. Jadi perjananan spiritual kembali kepada Allah yang menciptakan kita. Untuk memulai sebuah perjalanan atau paskah kita perlu menyiapkan diri dari hati kita sendiri supaya tidak akan berhenti di tengah jalan.

Ibarat seorang yang ingin melakukan perjalanan, ia menyiapkan segala yang diperlukan sebelum tiba di tujuan. Sebab itu, paskah kita adalah persiapan panjang seperti halnya sebuah perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke tanah perjanjian, ada berbagai usaha yang harus dikerjakan sampai kita mencapai keadaan yang sempurna. Evagrios mengatakan, hiduplah sesuai grace yang telah kamu terima dan Bapamu yang murah hati akan menerima itu semua bukan karena pencapaian kita tetapi oleh karena keseriusan kita. kita harus melakukan perjalanan melalui step by step tidak perlu buru-buru melainkan sabar dan tekun terhadap setiap pencobaan. Jadi paskah adalah perjalanan yang tidak buru-buru tetapi kita harus sabar dan tekun dalam menghadapi setiap situasi apapun, seperti bangsa Israel 40 tahun berputar-putar di padang gurun begitu menghadapi  penderitaan dan pencobaan selama berada di padang guru tetapi Tuhan menggenapi janji-Nya untuk memberikan tanah perjanjian kepada bangsa Israel.

Mandat distribusi

Mandat distribusi artinya kita adalah gereja yang mempunyai iman di dalam Kristus, dimana Kristus seperti air yang mengalir tanpa berhenti (Yohanes 7:38). Aliran sungai sama hal dengan kehidupan kita yang tidak pernah berhenti karena Kristus sang sumbernya. Kita perlu menyalurkan kepada orang lain yang disebut mandat distribus, suapaya orang lain merasakan grace dan energi Allah yang hadir disitu. Orang yang merasakan grace dari mandat distribusi yang kita berikan maka orang lain merasakan energi ilahi, seperti analogi besi dan api, besi mewaki kita atau natur manusia, sedangkan api mewakili grace yang adalah natur ilahi. Oleh rahmat Allah yang telah bersatu dengan-Nya sehingga kita sama dengan besi yang dapat panas merah. Jika besi itu dibakar atau dipanaskan menjadi merah panas, hal ini diakibatkan karena besi meresapi natur api tersebut. Namun yang menarik adalah besi itu tidak berubah menjadi api. Tetapi di dalam besi itu terdapat panas api. Siapakah besi yang berapi itu? Yaitu  itulah diri kita yang dipanaskan oleh Anugerah Allah sehingga kita dapat merasakan Anugerah Allah. Jadi kita bukan besi yang rongsok tetapi besi yang berapi yang menunjukan sauatu karunia dan mencapai theosis.

            Perlu menyadari bahwa apapun yang kita miliki itu sebetulnya adalah extra di atas kebutuhan kita sendiri untuk membagikan kepada orang lain. Sebab itu, kita perlu membatasi kebutuhan sendiri dengan cara berbagi kasih kepada yang kekurangan, ibarat kita seperti lampu yang menerangi orang lain sehingga orang lain dapat merasakan anugerah tersebut. Hidup kita yang penuh grace menjadi sakramen dimana Allah bekerja dan memperbaharuai melalui mandat distribusi. Dunia kita adalah dunia sakramen yang dipersembahkan kepada Allah, yakni Allah menciptakan kita untuk menjadi sakreamen yang mempersembakan kembali kepada sang pencipta.

Apa yang kita kerjakan? Yaitu dengan melakukan mandat distribusi. Kehidupan St. Basil di abad IV yang menjadi distribusi dengan membagikan materi dan injil kepada orang-orang yang membutuhkan. Ini yang disebut mandat distribusi, menjaga keseimbangan di dalam komunitas. Sebab itu kita perlu membatasi kebutuhan sendiri dengan cara berbagi kasih kepada yang kekurangan. Tanpa membatasi kebutuhan pasti kita tidak bisa berbagi.

Gereja ada  untuk mengsakrementasi dunia ini karena hidup kita adalah hidup sakramental yang penuh anugerah dan yang dipersembahkan kepada Allah tetapi bukan hanya hidup kita melainkan seluruh isi dunia termasuk orang lain.

Announcation: Pengumuman Penting

Ketika Malaikat Gabriel mengumumkan kepada Maria bahwa saatnya telah tiba inkarnasi Sabda Allah, Maria mengalami “masalah” dan agak tidak percaya dan ini mengingatkan bagaimana setan telah menipu Hawa pertama kali. Ini diungkapkan dalam dua nyanyian kebaktian Vesper (sembahyang malam) dan Matins (sembahyang pagi).  Inkarnasi menjadi Christ event untuk menggenapkan tujuan Allah kepada manusia, yaitu supaya manusia bisa mengenal Allah dan memperoleh hidup kekal bersama Allah. Tanpa Inkarnasi maka manusia tidak mampu mengenal Allah yang benar dan tanpa pengenalan Allah ini maka manusia tidak bisa mencapai hidup kekal sebab hidup kekal itu hanya berasal dari Allah yang empunya hidup kekal. Jadi, inkarnasi adalah necessary supaya manusia memiliki Kristus untuk mengenal Allah, dikasihi Allah dan pada akhirnya tujuan Allah digenapi yaitu manusia memperoleh hidup kekal.

Putra Allah, yang dari segala kekekalan telah ada di pangkuan Bapa dan telah menjadi instrumen dalam penciptaan alam semesta, sekarang mengosongkan Diri-Nya dari kemuliaan-Nya dan mengambil rupa seorang hamba. Allah dan manusia sekarang dipersatukan, kita yang berbeda tetapi sekarang selamanya tidak dapat dipisahkan. Dia datang untuk membawa pengampunan kepada orang berdosa, penebusan bagi tahanan dosa, kebebasan bagi para tawanan, dan kehidupan bagi orang mati. Metropolitan Hierotheos menyebut kabar gembira itu sebagai koreksi pengucapan kejatuhan manusia di taman Eden. Dari seorang perempuan itulah musim gugur dimulai, di sini dari seorang Maria semua hal baik dimulai. Theotokos menjadi Hawa yang baru. Ada Adam sekarang Kristus, ada Hawa sekarang Maria. Di sana ular, di sini Malaikat Gabriel, di sana ada bisikan ular kepada Hawa, di sini salam malaikat untuk Maria. Dengan cara ini, dosa Adam dan Hawa diatasi.

Inkarnasi bukan hanya karya Allah, dengan kuasa-Nya dan oleh Roh-Nya, melainkan juga karya kehendak dan iman Perawan. Tanpa persetujuan dari yang tak bernoda, tanpa persetujuan dari imannya, rencana itu tidak dapat direalisasikan sebagaimana seharusnya. Hanya setelah menginstruksikan dan membujuknya bahwa Tuhan meminjam dagingnya, Maria dengan sukarela meminjamkannya. Sama seperti Kristus menjadi penjelmaan sukarela, jadi Dia berharap bahwa Bunda-Nya harus menanggung Dia dengan bebas dan dengan persetujuan penuh darinya.

Maria harus murni untuk menanggung Firman Allah yang murni. Dia harus tidak bernoda, tetapi dia dibuat tak bernoda bukan di dalam rahim ibunya, tetapi pada hari annunciation setelah dia menyetujui permintaan Allah. Saat dia berkata, Jadilah “padaku menurut perkataanmu”  pada saat itulah dia dibuat “tak bernoda” – “penuh rahmat” dan Firman itu dikandung di dalam dirinya oleh Roh Kudus.

Minggu Salib

Salib terbuat dari pohon, Adam pertama gagal karena pohon pengetahuan yakni diusir dari taman Eden. Kristus yang disalibkan diatas sebuah kayu yang diambil dari pohon adalah membuat orang-orang kembali ke Firdaus dan memberikan kehidupan baru. Adam pertama diusir secara telanjang dan memakai pakian yang terbuat dari kulit binatang tetapi sekarang digantikan dengan kematian Kristus di atas kayu salib. Jadi pohon di taman Eden adalah membuat maut kepada manusia dan sekarang digantikan dengan salib atau pohon kehidupan bagi manusia melalui Adam kedua yaitu salib Kristus.

Dalam PL banyak tipelogi seperti musa yang membelah laut merah melalui tongkatnya sehingga bangsa Israel bisa melewatinya. Tongat kayu adalah satu simbol dari salibnya Kristus yang membela laut merah. Laut merah adalah satu simbol tentang kematian atau yang akan membinasakan kita. Karena terbelah laut itu, bangsa Israel selamat dengan menyeberang laut tersebut, tetapi pasukan Firaun yang akan dibinasakan, sama seperti Kristus dengan salibkan akan membinasakan hades.

Ketika ada gereja memperigati salib berarti kita sedang memperingati keselamatan kita yang telah diberikan Kristus melalui kematian dan kemenangan-Nya. Ketika di firdaus manusia itu ditipu oleh iblis atau Adam pertama ditipu oleh ular karena sebuah pohon pengetahuan. Sekarang di golgota, iblis yang tertipu oleh Anak manusia dengan sebuah salib. Salib seperti umpan yang memancing ikan, ketika Yunus ditelan ikan, iblis seperti ikan besar dan memakan umpan sehingga akhirnya dibinasakan. Jadi salib adalah satu simbol dimana kita tidak kalah dengan iblis dan dibalik salib ada kuasa Allah yang mengalahkan iblis.

John Of Apamea

Dia menuliskan satu surat yang sangat terkenal yaitu surat kepada Hesychius. Identitas Hesychius tidak diketahui, tetapi secara internal jelas bahwa dia baru saja mengadopsi kehidupan monastik. John’s Letter memberinya banyak nasihat praktis. Sebuah indikasi betapa besar nasihat ini dihargai oleh generasi berikutnya para bhikkhu diberikan oleh sejumlah besar manuskrip yang bertahan yang berisi surat itu.

Tulisan-tulisan Yohanes jelas memberikan pengaruh yang kuat pada literatur monastik Syria di kemudian hari; khususnya skema tiga kali lipat dari kehidupan spiritual, dibagi ke dalam tingkat tubuh, jiwa dan roh, diadopsi oleh banyak penulis Syria, termasuk Isaac dari Niniwe dan Joseph the Visionary. Bagi Yohanes, tujuan hidup kristiani adalah aktualisasi, sedapat mungkin, dalam hidup kebangkitan hidup dalam Kristus ini, yang harapan dan janjinya telah diberikan kepada setiap orang Kristen pada saat pembaptisan.

Pertumbuhan dalam kehidupan Kristen dilihat oleh Yohanes sebagai proses bertahap pembebasan dari nafsu jahat, dalam proses ini tiga tingkat hanya mewakili tiga keadaan berurutan utama dalam apa yang benar-benar sebuah kontinum. Pada tingkat tubuh (pagranuta) masih ada perbudakan dosa dan tunduk pada keinginan tubuh. Pada tingkat jiwa (nafshanuta) ada penolakan dari keinginan tubuh dan peningkatan kesadaran dan penanaman nilai-nilai jiwa, dan terakhir yaitu pada tingkat pertobatan dan doa adalah cara memperoleh kebajikan jiwa dengan melakukan puasa suapaya menyingkirkan segala hawa dan keinginan daging yang ada di tubuh  manusia.  

Menyucikan Pikiran

Tidak ada kesucian dalam diri orang yang berpikir jahat. St Simeon sang Teolog baru mengatakan, bagaimana mungkin ada hati yang murni di dalam dirinya yang dicemari oleh pikiran yang tidak murni seperti cermin yang digelaplan oleh debu? Dia yang hanya berpikir tentang kejahatan meskipun dia tidak melakukan kejahatan apa pun bersalah di hadapan Allah dan jiwanyanya sendiri karena dia tidak mengasihi Allah dan menjadi kehilangan jiwanya. Menjadi seorang pengikut Kristus berarti menginvestasikan usaha yang besar untuk membersihkan pikiran jahat dari hati dan pikirannya. Keinginan daging yang ditulis di Galatia 5; harta, makanan, seks dan lain sebagainya, itu disebut keinginan daging. Dengan keinginan daging yakni bertentangan dengan Allah. Bagaimana kita mencapai kemurnian jiwa? yaitu dengan menyingkirkan pikiran jahat dan keinginan kedagingan.

Mengosongkan diri dari cinta uang. Setelah mengosongkan diri dari cinta uang, mutlak diperlukan seseorang mengosongkan diri dari hasrat cinta pujian. Kemudian setelah itu orang seperti itu memiliki kemungkinan untuk hidup dalam kesempurnaan pikiran, dalam kerendahan hati dan kesabaran, dalam ketenangan dan kesadaran mental, dalam kegembiraan dengan harapan akan hal ini, dalam kewaspadaan dan perhatian terhadap apa yang indah dan baik, dalam cinta yang sempurna kepada Tuhan dan manusia. Karena dengan hal-hal inilah seseorang mendekati kemurnian jiwa, yang merupakan keseluruhan jalan hidup yang Allah perintahkan untuk diikuti manusia selama hidup ini. Karena semua perintahnya membawa seseorang sejauh transparansi jiwa. Sekarang begitu dia telah melakukan pertempuran dan mengatasi semua nafsu jahat, dan berdiri dalam kemurnian pikiran, seseorang meninggalkan seluruh cara hidup yang diperintahkan oleh Tuhan dalam kehidupan ini, dan selanjutnya dia mulai masuk dari transparansi jiwa dengan cara hidup baru. Dia bukan lagi seorang hamba yang tunduk pada hukum, tetapi seorang putra terkasih yang telah dibebaskan dari segala sesuatu yang menjadi milik dunia ini.

Saya Telah Pembacaan Lectionary dan Doa Harian Vesper: Senin-Minggu dan Membaca Wordpres dan komen sebanyak 7 artikel.

Refrensi:

Leave a comment