Study PB 3 & 5 (Roma-Filipe & Ibrani & Wahyu), pertemuan ke-1

Dian Purmawati Waruwu

Senin 03 february 2020

Study PB 3 & 5 (Roma-Filipe & Ibrani & Wahyu)

Study PB ada tiga prinsip yaitu

  1. Historia artinya sejarah, bahasa aslinya, literal meaning ( focus pada teks)
  2. Teks yunani BYZ  atau NA28
  3. Syntantic form/surface structure dan penjelasan
  4. Terjemahan literal
  5. Syntantic point dari terjemahan literal di atas
  6. Theoria artinya spiritual meaning (Beyond the text)
  7. Semantic contenc (Christ centered dan Ecclesial; typology/Allegory): membuat semantic points atau deep structure dari setiap syntantic points di atas melalui interaksi dengan kitab2 perjanjian lama dan perjanjian baruyang terpusat kepada pribadi Kristus (Christ centered) dan tradisi gereja dan paradosis seperti tulisan2 church (Ellesial)/ patristic Hermeneitucs
  8. Ringkasan dalam bentuk outline kosep Teologis yang terdiri atas satu ide utamadab beberapa ide pendukung
  9. Kesimpulan sebagai doktrin/Didaskalia yang diturunkan ke dalam hati (kardia) untuk memperbaharui Nous (mata hati), jiwa, dan tubuh kita (personal).
  10. Moral: Dispassion &  Good Works )( focus pada askesis sehari-hari)
  11. Obedience: ketaatan pada jiwa dan tubuh kita sebagai aplikasi dari doktrin di atas untuk mencapai kesucian hati (dispassion/kematian nafsu daging) dan perbuatan-perbuatan baik/kasih (love) dengan cara menyatakan kesalahan (reproof), mmemperbaiki kelakuan (correction), dan mendidik dalam kebenaran (instruction in righteousness)

Empat Prinsip penting membaca Perjanjian Baru menurut Kallistos Ware:

1) Christ centered (Typology)

2) Ecclesial

3) Personal

4) Obedience

Lima hal yang kita temuka ketika kita membaca kitab suci

  1. Doktrin/ didiaskalia (semantic content)
  2. Reproof (personal)
  3. Correction (personal)
  4. Instruction ini righteousness (personal)
  5. Good Works (obedience)

Kelima hal itu yang menuntun kita kepada keselamatan melalui iman kepada Kristus. Dengan kata lain ketika kita membaca kitab Suci kita menemukan Kristus dengan kacamata iman.

2 Tim 3: 14-16, waktu Timotius membaca Alkitab maka ia mendapat hikmat dan keselamatan dan menuntun kepada Kristus dengan melalui iman dari situ kita mendapat keselamatan. Iman kepada Kristus maka mencapai keselamatan, keselamatan itu Kristus, akan tetapi alkitanb bukan hanya di baca saja melainkan untuk menemukan Kristus. Di balik teks yang kita baca ternyata ada Kristus artinya menuntun kita dengan iman sehingga setiap orang memperoleh keselamatan/ adanya doktrin, menyatakan keselahan, memperbaiki kelakuan, mendidik orang dalam kebenaran sehingga menghasilkan good works.

Waktu Timotius membaca kitab itu maka ia menemukan doktrin atau ajaran, dan waktu kita diajari dengan doktrin maka berbagai doktrin yang diajari kita yaitu doktrin dosa, doktrin keselahan kebenaran dan lain sebagainya. Kehidupan Timotius memperoleh good works yakni menuntun keselamatan yaitu Kristus tetapi tidak cukup dengan membaca yakni ada pertumbuhan tentang Kristus. Seluruh kitab suci di ilhamkan Allah artinya ini bukan tulisan/inspirasisi Roh kudus lalu roh kudus itu mengajarkan tentang kebenaran. Yoh 14: 16, mengajarkan segala sesuatu yaitu apa yang di ajarkan Yesus/perkataan Yesus juga disebut logos Kristus.

Di ilhamkan Allah; berasal dari Bapa> Kristusà Roh Kudus> logos Kristusà gerejaà Alkitab. Maka spiritual meaning kita adalah Kristus.

2 Petrus 1:20-21,kitab suci tidak boleh di tafsir oleh kehendak sendiri? Kenapa? Sebab yang kita baca adalah oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. Alkitab bukan didikte tetapi dengan pengilhaman yaitu  pikiran manusia   bersinergy dengan  pikiran Roh kudus maka itu semua adalah melalui doa, setiap manusia minta kepada Kristus untuk menemukan ajaran/doktrin Kristus. Sebab doa dengan roh kudus adalah sama jadi setiap manusia hanya melalui doa saja agar dapat hikmat kepada Kristus. Yoh 20:30-31 berarti kita di selamatkan artinya supaya gereja supaya memperoleh hidup. 1 yoh 1 :1-2; apa yang di tulis oleh Yohanes dengan tulisan mereka yaitu dengan firman, firman itu siapa? Yaitu Kristus. 1 Yoh 1:1 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Jadi jika semua manusia diselamatkan maka harus mengerjakan keselamatan dengan doktrin Kristus atau ajaran Kristus yang telah di tulis di alkitab, tetapi dengan menemukan doktrin Kristus kita terlebih dahulu berdoa dan bersinergi dengan Kristus sehingga setiap manusia memperoleh keselamatan yang kekal dari Kristus.

filipi 2:13; Allah sumber energi. Energi apa? Yaitu didalam segala sesuatu seperti yang ada di alam semesta ini.

Tugas Akhir semester III, APA TUJUAN HIDUP KITA DIDUNIA INI

                

Kata Pengantar

Melalui Kumpulan tugas mingguan dengan mata pelajaran Dogmatika II,  dan dalam buku ini dimulai dengan sebuah kesadaran penulis akan pentingnya mengetahui tujuan kita hidup didunia dan dengan mengerjakan Keselamtan kita di dalam Kristus secara terus menerus. Sebab penulis mengakhiri artikel ini mendengan mencapai theosis sehingga kita serupa dan segambar dengan Kristus. Tujuan dari buku ini adalah pengajaran untuk pengudusan hidup dan penyembuhan batin dari penyakit hawa nafsu dan keinginan dagingnya sehingga kita semakin hari semakin serupa dengan Kristus dan dapat mengerjakan keselamtan dengan memiliki iman/virtues dan menyalibkan hawa nafsu atau kedagingan kita.

Yakni artikel ini berpusat kepada Kristus. Kristus adalah pusat dari pembaruan manusia batiniah kita. Kita berasal dari Kristus, diselamatkan oleh Kristus, dan sekarang hidup bagi Kristus, serta pada akhirnya akan bersama dengan Kristus selamanya. Buku ini akan membahas fondasi dari manusia batiniah kita, lalu bagaimana membangun manusia batiniah ini di atas fondasi yang benar, dan terakhir tujuan akhir yang kita capai dari semua jerih lelah kita. Fondasi, pemurnian jiwa dan batin (purification), dan manunggal dengan Kristus (Theosis) adalah tema pokok dari setiap artikel di dalam buku ini.

Penulis berharap bahwa pembaca akan menemukan Kristus yang adalah Firman Allah yang hidup di dalam setiap artikel buku ini. Dengan membangun kerohanian setiap kita dan Berjumpa dengan Kristus sehingga kita bersama dengan Kristus bersinergi untuk terus menerus memperbarui manusia rohani kita. Di luar Kristus kita tidak dapat melakukan apa-apa. 

Semoga artikel yang penulis tulis dapat bermanfaat bagi kita semua da juga dapat bertumbuh kerohanian setiap kita sehingga kita dapat mengerjakan keselamtan kita dengan membaca artikel yang penulis tulis, Tuhan Yesus memberkati Amin.

Baturraden, 13 Desember 2019

Dian

Daftar Isi

Cover…………………………………………………………………….i

Kata Pengantar……………………………………………………1

Daftar Isi…………………………………………………………………..2

FONDASI………………………………………………3

IMAN……………………………………………………………….5

PENCIPTAAN………………………………………………..9

THE IMAGE OF GOD………………………………………..11

THE WEAKNESSES OF MAN………………………………………………………………14

MENGAPA SETAN DATANG DALAM WUJUD ULAR?……..17

PREDESTINASI………………….………………………………20

APA TUJUAN MANUSIA UNTUK DISELAMATKAN?……………………………….…………….23

PASSIONS…………………………………………………………..25

VIRTUES……………………………………………………………29

IMAN + PERBUATAN……………………………………………………….32

TOLL HOUSE…………………………………………………………39

HAGIOS………………………………………………………………..46

MANUSIA TERDIRI DUA ELEMEN…………………………………………………………………48

ANTIKRISTUS………………………………………………………………………………………………..51

SUMMARY………………………………………………………………………………………………54

FONDASI

Yesus Kristus  who? Firman Allah yang jadi manusia. Jadi satu Pribadi dan memiliki dua kodrat ilahi ( Allah yaitu firman dan manusia). Satu pribadi yaitu firman Allah yaitu Tritunggal inkarnasi yaitu manusia.

Bapa yaitu mempereanakkan Allah ( Anak ) dan Roh kudus, Yoh 1 :18; kalau Dia yang memperanakkan siapa Dia? Yaitu firman Allah. Satu pribadi  dua kodrat dengan menjelma menjadi manusia demi memberikan keselamatan bagi manusia dan dengan menebus  dengan cara apa? Yaitu daging dan darah di paku diatas kayu salib, dikubur , bangkikt itulah karya Roh kudus.

Dalam karya penebusan ada unsur kayu dan semua unsur alam yang dan semua unsur alam yag ada dalam daging atau tubuh manusia Kejadian 2: 6-7. Kenapa Firman Allah yang berinkarnasi? Karena Dia pola menciptakan manusia, maka Dia yang berinkarnasi menjadi manusia karena ada pola. Di lain sisi Allah itu Roh Yohanes 4:4, tidak mempunyai daging dan tubuh. Di lain sisi juga Dia itu gambar dan rupa Allah, Kejadian 2:6-7  manusia dibentuk dari debu tanah. selain dihembuskan oleh Roh Kudus.

Berdosa karena tidak taat mati karena akibat dosa. Kejadian 3: 14,17, daging àtubuhà dan tanah (memiliki inkarnasi). Buah à pohon à alam àkayu salib. Air à Yesus Kristus dibaptis (kita dibaptis) Roh kemataian, penguburan dan kebangkitan. Kertas  kitab suci  Firman / perkataan.

            Firman menjadi manusia daging dan Roh. Daging disalib matidan dikubur tetapi bangkit sedangkan kita air dibaptisàlahir baru  daging dan Roh (daging ini jadi apa yaitu bait Allah). Kristus telah memberikan segalanya untuk kita manusia agar kita manusia diselamatkan. Dia adalah firman Allah mengambil dading dari Maria menjadi manusia taat sampai mati bahakan mati diatas kayu salib, dikubur dan bangkit dari kematian  untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Dosa adalah Iblis dan maut. Dan sekarang melalui curahan Roh kudus dalam misteri atau sakramen dibaptis melalui air.

            Keselamatan itu itu diberikan kepada kita yang beriman kepada kematian, pengiburan, dan kebangkitan Yesus Kristus. Melalui saranan air kasih Allah yaitu karya penebusan Kristus itu dicurahkan oleh Roh kudus, Efesus 2:1. Kemudian setiap orang telah dibaptis dalam Kristus telah lahir baru dan menjadi manusia baru atau Anak – anak Allah dan menjadi serupa atau segamabr dengan Kristus. Dan proses menuju serupa dengan Kristus dikerjakan bersama atau bersinergi dengan Kristus di dalam Roh kudus, Gal 4:19. Sebab itu ketika kita telah menjadi Anak – anak Allah atau memjadi manusia baru,  kita harus terus diselamatkan menuju kesempurnaan melalui sarana Roti dan anggur.

Sarana roti dan anggur dalam sakramen perjamuan kudus atau Ekaristi untuk mendewasakan manusia baru menyatu dengan pribadi Yesus sendiri. Kristus secara total telah memberikan daging dan nyawa-Nya kembali dalam kebangkitan dengan daging kemuliaan dan sampai sekarangterus memberikan daging dan darah yaitu pribadi yang adalah Allah ( Dia adalah firman Allah yang keluar atau diperanakan dari Allah) dan manusia (Dia mengambil kedagingan  dan kemanusiaan-Nya diambil dari daging Maria), itulah kepala kita melalui sakraeman perjamuan kudus. Yoh 15: 26 Ia akan bersaksi tentang (daging, perjamuan), yoh 14: 26; 16:13, 1 Kor 2:3 (tidak ada seorangpun……………) dan Kristus mengutus Roh kudus. Roh kudus diutus untuk menolong kita dan untuk menyatu dengan  Yesus Kristus.

Aplikasi adalah kita harus menyatu dengan Yesus Kristus melalui Roh kudus yang telah Dia curahkan kepada kita semuannya. Dengan dengan kita menyatu dengan Kristus kita harus mengalami kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus Kristus sehingga kita serupa dan segambar dengan-Nya. Sebagai orang yang telah percaya kepada-Nya kita harus dibaptis melalu air dan sehingga kita percaya kepada-Nya melalui Iman kita dan juga memalalui sakramen perjamuan kudus. Dan segala hanya nafsu kita harus disalibkan karena Yesus Kristus telah menebus kita dari dosa sehingga Dia rela mati diatas kayu salib. Jadi marilah kita terus menerus menyatu dan bersinergj dengan Kristus.

IMAN

Setiap manusia pasti memiliki iman tetapi bagaimana kita menghidupkan iman sehingga kita menyatu dengan Kristus. Iman ada beberapa hal;

  • Setion one Faith yaitu Imanè menjelaskan tentang pengakuan Iman.
  • Rection Two adalah pengharapan, menjelaskan Doa Bapa kami, Ibadah dan pengharapan keselamatan.
  • Sectior Three.

Pengakuan iman Nikea mengatakan Aku percaya pada satu Allah yang Esa. Berarti mengajari kita untuk percaya 1 Yoh. 4:12. Bagaiman kita percaya dan mengenal Allah? Tidak ada seorangpun yang melihat jadi kita tidak melihat Allah tetapi Allah itu misteri. Jadi kita tidak bisa melihat Allah tetapi Allah ada didalam hati, melihat Allah dengan kerendahan dan iman kita.  Kita bisa melihat Allah dengan bersinergy sehingga kita bisa merasakan dan menyadari Anugerah-Nya yang bekerja didalam diri kita 1 Tim. 6:16; Dia bersemayam didalam terang dan tidak ada seorangpun menghampiri 1 Kor. 13:12; pengetahaun kita terbatas tapi kita Cuma tahu sebagaian  kalau Allah itu kasih, terang dan lain – lainnya.

            Efesus 1:19; menurut kekuatan senergy/ kuasa, Allah pada dasarnya terang diatas terang dan tidak bisa seorangpun menghampiri. Ilustrasi Distringuish between Gog’s essence and his energies sun and it’s rays fire and it’s heat. Kita tidak bisa tidak bisa melihat matahari sengan jelas tetapi kita bisa merasakan dan melihat terang. Allah itu tidak bisa dilihat tapi dilain sisi kita bisa merasakan energ-Nya.

  • Both are uncreated and part of God
  • With preparation we can receive God’s grace which
  • What are some of the ways we can attrect his grace to know energy?
  • Created world
  • Scripure
  • Diret Experence.

Iman dapat dilihat lewat alam pencipta Roma 1:19-20; setiap manusia punya iman seperti ateis menyangkal Allah, kalau Allah tidak ada tetapi Tuhan telah memberikan kepada manusia dengan energy Allah dan merasakan dan melihat alam semesta seperti seperti matahari. Maka kita semua mengalami penghakiman karena kita semua telah dikaruniakan dan memiliki iman. Sifat – sifat Allah dan atribut Allah kita tahu, Kej. 2:7; Allah itu membentuk manusia dari debu tanah yang bersal dari Allah. Alam itu ciptaan Allah atau bkan? Ia telah itu menciptakan lewat energy yang diberikan Allah.

Kita bisa melihat Allah dengan karya-Nya. Kej. 2:7, manusia itu bukan hanya tubuh jasmani melainkan tempat tinggal nafas ilahi, (1Tes.5:23)Roh dan tubuh ènafas dan tanah. 2 Kor. 4:16; ada manusia lairiah è manusia jasmani dan manusia batianiah èRoh dan jiwa yang berasal dari energy ilahi. Roh dan jiwa apakah sama? Tubuh mati sedangkan Roh bisa tidak mati. Kalau kita mengenal tubuh kita, maka kita mneyadaribahwa hanya Allah tidak mati, Roma1:25. Kita mengenal Allah lewat pengwahyuan Ibrani 1:1-3. Kita mengenal Allah sejati bukan hanya Alam pencipta melainkan lewat pengwahyuan dan juga lewat Kristus. Firman yang seutuh adalah melalui seseorang yaitu Yesus Kristus Ibrani 11:3.

Untuk mengetahui dari pengetahuan kitab Suci, kita harus mempunyai kerendahan hati yang tidak bisa digoncangkan dan mefokuskan pikiran kita. Kita punya Yesus Kristus dengan Allah sejati tetapi iman itu harus ditambah ketekunan dan pengetahuan.

  • Natural faith setiap orang
  • Faith Throught reveletion/Jesus Christè tidak semua orang punya.

Reveletion disebut Allah Tritunggal ; Bapa, Anak dan Roh. Kejadian 3:26;11:7; menunjukkan Allah Tritunggal, Yesaya 6:3; 1 Yoh. 5:7-8; menunjukkan Allah kita. Allah yang Esa didalam ousia tetapi tiga pribadi. Yoh. 5:18. Roma 1:8 bahwa Allah itu Bapa kita. Yesus Kristus adalah firman Allah yang menjadi manusia (Yoh.1:14). Dia adalah pribadi yang memiliki 2 kodrat yaitu Allah dan manusia (Kolose 2:9), kalau Dia adalah Firman Allah berarti firman itu memiliki sumber atau keluar dari Allah / keluar dari satu sumber yaitu Allah sendiri. Allah itu (Esa) yaitu Bapa dan Bapa ini menjadi sumber dari segala sesuatu (1 Kor.8:6). Didalam Bapa yang satu memiliki natur atau substansi (ousia) keilahian dan sekaligus Dia adalah pribadi (Hypostesis) yang menjadi sumber dari firman-Nya dan Roh-Nya sendiri. Firman-Nya disebut sebagai Anak tunggal sejak kekal sehingga Dia adalah pribadi (Hypostesis) yang lahirkan dari Bapa (Yoh. 1:14).

            Allah Tritunggal tidak berbicara tentang jumlah matematika karena Allah itu adalah Roh (Yoh.4:4) yang bersifat metafisika atau nonfisik. Allah Tritunggal berbicara mengenai keberadaan Allah yang Esayang sejak kekal memiliki firman dan Roh yang kekal yang berada satu didalam diri Allah (Bapa yang Esa). Kitab Suci mewahyukan bahwa Allah yang Esa disebut Bapa (1Kor. 8:6;Yoh. 17:1-3) dan firman-Nya itu disebut sebagai Anak dan Putra (Yoh. 1:14); firman itu disebut tunggal Bapa dan Roh-Nya disebut Roh kudus (Ef. 4:30). Keberadaan dan ciri – ciri masing – masing antara Allah, firman-Nya dan Roh-Nya itu disebut hypostesis (pribadi). Allah yang Esa (Bapa) Ini menciptakan segala sesuatu melalui firman-Nya (Anak) didalam kuasa Roh-Nya ( Roh Kudus)è(Kej.1&2).

Yo 1:3; Ayub 33:4), Bapa menyatakan dan mengenal diri-Nya sendiri melalui Firman atau Anak/ Putra itu sehingga Putra / Firman disebut “Gambar Allah” yang tidak kelihatan (Kolose 1:15) atau “cahaya kemuliaan Allah”dan gambar wujud Allah (Ibrani 1:3) atau rupa Allah (Filipi 2:6). Anakpun mengenal diri-Nya didalam Bapa. Demi keselamatan kita sang Bapa (Allah yang Esa) telah mengutus Anak-Nya (firman) untuk mengaruniakan kepada kta hidup yang kekal (Yoh. 3:16), sebaliknya setelah karya sang Anak selesai Dia menerima Roh dari Bapa. Jadi marilah kita mempelihara iman kita dengan menyalibkan kedagingan dan kita selalu menunggal kepada Kristus dan bersinergy sehingga kita serupa dan segambar dengan Kristus sebab kita memiliki iman.

PENCIPTAAN

Allah itu : One Father. Bagaimana kita  melihat Allah? yaitu dengan kita memiliki Iman kepada Kristus dan harus menghakimi purification (taming the passion and doing the virtues) untuk melawan hawa nafsu. Ada kita tahap yaitu;

  1. Praktikos
  2.  Theoretikos
  3.  Gnostikos

Yang mengalami ini adalah Yesus yang dilakukan pentembuhan. Kita akan naik sperti tangga pasti membutuhkan kekuatan dan energy. Melalui tiga tahap memiliki petumbuhan rohani.

  1. Praktiosà Askesisà melawan nafsu atau kedagingan dengan kebajikan dan kita harus menyucikan diri sendiri sehingga hawa nafsu dikalahkan. Askesis adalah latihan-latihan dan kedisiplinnya rohani untuk melatih tubuh jasmani dan jiwani denhan melawan dosa dan dengan kebajikan à berjaga-jaga /Nepsis à Askesis.
  2. Theoretikos adalah penyucian. Dimana kita haus menyucikan diri kita dengan melawan nafsu atau kedagingan kita untuk  mencapai kedewasaan  dan bebas dari nafsu .
    Seperti yang di katakan oleh Rasul Paulus; Kukatakan
    ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam
    segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan.
    Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan
    rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam
    hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di
    dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”
    Filipi 4:11-13; Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Dan dikehendakinya adalah melakukan kehendak Dia, menjadi serupa dengan Dia, hidup yang mengarah kepada Kristus. Filipi 3:10-13; Orang-orang yang sudah mengalami theoetikos Filipi 2:17; sekalinpun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah iman Aku bersukacita,. Mereka tidak takut sekalipun harus menghadapi kematian. Filipi 1:20-23; Aku ingin pergi dan tinggal bersama – sama dengan Dia. Itulah yang disebutkan Theoretikos.
  3. Gnostikos adalah ending dari kehidupan spiritual kita dimana kita mencapai kesempurnaan sepertiKristus. Inilah yang disebut dengan teosis.  Peirasmos (godaan)àNousàLogismoiàPessions (nafsu)àDosa.

Bagaimana kita melakukan Verteus yaitu Nepsis, sakramen, berdoa, membaca Alkitab, membaca buku Bapa – bapa Gereja sehingga menghasilkan kasih (vertues). Vertues yang harus kita miliki yaitu kerendahan hati, kesucian, ketekunan,kesalehan, kasih, kebajikan, penguasaan diri. Apasih yang harus kita kerjakan semasih kita ada didunia ini? Yaitu Praktikos dan Theoretikos. Waktu kita mau melakukan kebajikan pasti ada pikiran ‘jangan-jangan lakukan’. Inilah sebabnya kita mustiberdioa dan berjaga-jaga. Matius 6:5; maksudnya arahkan jiwamu kearah ketenagan
ditempat yang tersembunyi. Tutuplah pintu artinya (tutuplah mulutmu) kamar artinya (hati) disini kita jangan hanya melihatnyasecara literal, tetapi tutup pintu disini artinya mulut harus ditutup jangan banyak berkata-kata atau bertele-tele. Kunci mulut artinya jangan terlalu banyak berkata-kata sebaliknya bukalah hati.  Kalau banyak berkata-kata itu tidak akan bisa mengalahkan dosa atau disibukan dengan keributan tetapi sebaliknya kalau kita diam peperangan itu hanya terjadi di dalam hati saja.Itulah sebabnya kenapa kita perlu menutup mulut supaya pendengaran kita tidak terganggu dan sehingga kita dapat fokus dan diam dalam keheningan.

Bentuk-bentuk askesis bagaimana kita bisa mengontrol diri atau pikiran kita? Pilihlah hidup yang
sederhana, pakaian, makanan, berkata-kata, bertindak. Semuanya sederhana.  Bagaimana dunia ini diciptakan? Rm 11:36 dari Bapa melalui Putra dalam Roh Kudus. 1 Kor 8:6 segala sesuatu dialah ciptakan.  Ayub 38:4; Ibr 11:3. 1 oh 1:1 jadi, firman yang menciptakan tadi telah menjadi manusia sehingga bisa dilihat dan diraba. Berarti kalau begitu bukan mitos tetapi memang firman yang benar-benar sudah menjadi manusia. Itulah wujud dari iman itu tadi.
Berarti kalau kita bertemu Yesus muka dengan muka itulah iman telah menjadi sempurna.  Efesus 1:11; Tuhan menciptakan alam semesta ini sesuai dengan tujuan yang Dia tetapkan. Manusia adalah ahli waris. Itulah uniknya manusia melebihi ciptaan yang lain.  Pintu yang terkunciè Theosiaè kuncimulutmu tetapi bukalah hati.

THE IMAGE OF GOD

Manusia = Gambar dan rupa Allah adalah  Jiwa manusia didalamnya ada; pikiran, perasaan, dan nafsu. Nous, Logos, dan Pneuma. Ketiganya ini adalah satu kesatuan dalam roh. Nous punya roh (Ef 4:23). Jadi dalam diri manusia ada Nous dan Pneuma.

  Manusia memiliki dua komponen yaitu;

  1.  tubuh yang berasal dari debu tanah dan jiwa yang adalah nafas ilahi. Menusia memiliki hidung, lalu Allah mengehmbuskan nafasnya lalu manusia disebut manusia yang hidup atau makhluk hidup.
  2.  Jiwa manusia berasal dari Roh-Nya Allah sehingga jiwa manusia adalah kekal. 1 kor. 15:44 Tubuh spiritual adalah tubuh dari debu tanah dan jiwa spiritual adalah jiwa yang berasal dari Allah. yang menghidupkan tubuh adalah jiwa dan memang jiwa manusia ditakdirkan kekal karena berasal dari nafas Allah. kata Roh digunakan untuk jiwa, bukan elemen yang ditambahkan tetapi hanya untuk menentukan jiwa. Jiwa manusia berasal dari Allah. Zakharia 12:1b; Pengkhotbah 12:7 kata spirit disini yaitu jiwa. Roh dan jiwa adalah satu kesatuan yang berasal dari ilahi.

Gereja mengajarkan bahwa manusia itu terdiri dari; tubuh, jiwa atau roh. Pengkhotbah 12:7; 2 Kor 4:16 di sini Paulus menyatakan bahwa manusia itu terdiri dari tubuh jasmani (lahiriah) dan jiwa/roh (batiniah). Tetapi roh/jiwa disini adalah satu kesatuan sama-sama berasal dari nafas Ilahi. Binatang tidak punya roh, yang mengerakkan tubuhnya adalah jiwanya. Pada saat ia mati jiwanya juga ikut mati sehingga ia tidak bisa kembali kepada Allah. Inilah perbedaan manusia dengan binatang.  Apa yang membedakan jiwa dan Roh?  Binatang juga memiliki jiwa sama seperti manusia. Jiwanya yang menggerakkan tubuhnya tetapi binatang tidak memiliki Roh.

Binatang tidak memiliki Roh sedangkan Manusia memiliki Roh walaupun manusia mati tetapi bangkit lagi. Itulah berbedanya binatang dengan manusia sebab manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

Didalam jiwa manusia ada= ; pikiran, perasaan, dan nafsu. Nous, Logos, dan Pneuma. Ketiganya ini adalah satu kesatuan dalam roh. Nous punya roh (Ef 4:23). Jadi dalam diri manusia ada Nous dan Pneuma.

Antropologi menurut Palamas;

Tubuh manusia terdiri dari debu dan tanah tetapi juga dari elemen Ilahi (nafas Allah). binatang kalau tubuhnya mati jiwanya juga mati. Kej 1:2 jiwa dari binatang sebetulnya hanya energi Roh Kudus. Berbeda dengan jiwa manusia langsung dari nafas Ilahi. Maka jiwa manusia tidak bisa mati (kekal). Nous, logos, dan pneuma. Disinilah letak gambar dan rupa Allah itu. Tetapi ketiganya cuman satu dalam kesatuan. Hati adalah semacam wadah dimana jiwa itu berada.  bahwa jiwa manusia dengan binatang berbeda, jika tubuh mereka maka jiwa mereka mati. Jiwa binatang hanya energi bukan esensi berbeda dengan manusia. Manusia memiliki dua-duanya energi dan esensi. Jiwa binatang akan mati mengikuti tubuhnya. Berbeda dengan jiwa manusia (Kej. 1:2).

Kenapa dengan Soul, Pneuma dan Nous? Sesuai dengan gambar dan rupa Allah. jiwa hanya satu. Nous, Logos dan Penuma bukan esensi. Roma 7:21-22 hukum Allah/ hukum akal budi ada di dalam batin dan hukum dosa ada di dalam tubuh. Markus 7:21 di dalam hati  ada hukum Allah selain itu ada pikiran-pikiran jahat (logismoi). Sehingga jika manusia berbuat dosa maka pasti setelahnya ia merasa bersalah karena di dalamnya ada hukum Allah.  Di dalam hati timbul pikiran-pikiran jahat maka setiap kita harus membersihkan Nous dengan bersinegy dengan Kristus dan harus menyalibkan logismoi dan menerangi batin hati kita sehingga tidak timbul pemikiran jahat kita. Hukum akal budi adalah pengendali atas hukum dosa dan hukum Allah. Nous yang selalu terhubung dengan Allah berarti hidup yang selalu dipimpin oleh Roh Kudus yang mengalirkan energi ilahi untuk memberi pertumbuhan pada batin sehingga perangkat batin memiliki pikiran Kristus. Dan anggota tubuh melakukan perbuatan Kristus.

Yang bisa membuat kita bertobat adalah karya Roh Kudus bisa melalui doa atau baca kitab suci. Tetapi ini tidak bisa dijelaskan secara saintstifik tetapi sesuatu yang misteri. Bagaimana supaya disentuh Roh Kudus yaitu, dengan cara pertobatan dan air mata. Itulah pertobatan yang adalah hasil dari sinergi kita dengan Roh Kudus. Roh Kudus inilah yang akan memperbarui roh dan nous kita.

THE WEAKNESSES OF MAN

Di dalam jiwa manusia ada gambar Allah sedangkan binatang tidak ada. Adam diciptakan menurut gambar Allah. Dalam gambar Allah itu ada ketaatan dan kehendak bebas. Tidak ada kehendak bebas maka tidak ada ketaatan. Kristus adalah gambar Allah dalam Tritunggal. Relasi-Nya dengan Bapa adalah ketaatan (kasih). Kalau tidak ada kehendak bebas berarti otoriter “manusia harus taat”. Manusia diciptakan diberi kehendak bebas. Dalam kehendak bebasnya manusia bisa memilih taat atau tidak. Sebab kalau tidak ada kehendak bebas maka tidak ada bedanya manusia dengan robot. Seharusnya Adam hidup sesuai dengan gambar dan rupa Allah tetapi Adam gagal dalam ketaatan.

Karena di dalam gambar dan rupa Allah ada ketaatan jadi di dalamnya ada kehendak bebas. Di dalam relasi Bapa dengan Kristus ada kasih jadi relasi kasih itu sebenarnya relasi taat. Ketika manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah maka manusia diciptakan untuk taat. Kalau tidak ada kehendak bebas maka tidak ada ketaatan. Gambar Allah yang ada di dalam diri manusia harus dikerjakan dalam ketaatannya untuk menjadi rupa Allah. tetapi di dalam perjalannya Adam tidak taat pada kehendak bebasnya maka ia gagal dan menimbulkan dosa. Allah itu adil maka manusia juga memiliki sifat yang adil, Allah itu berkuasa maka manusia juga diberikan kuasa oleh Allah.

Manusia seharusnya menjadi seperti Allah tetapi sebaliknya ia ingin menjadi Allah. Inilah kesombongan dari manusia. Adam memisahkan diri dari Allah itulah dosa yang memperlemah kekuatannya. Sehingga ia tertawan oleh kelemahannya sendiri. Membuat dia tidak taat, ketidaktaatannya membuatnya bisa mati. Ular mengoda si Hawa dan menipu dia. Inilah yang menjelaskan Iblis masuk ke taman itu. Mereka memilih tidak setia kepada Allah dan melawan perintah Allah. Manusia yang tadinya menjadi rupa Allah tetapi ditengah perjalanan ia jatuh sehingga dia mati tidak lagi serupa dengan Alah.

Dengan melalui ular menggoda Adam dalam ketaatannya dan ternyata Adam gagal sehingga yang diuji oleh iblis adalah ketaatan kepada perintah Allah (Kej. 2:16) dan kehendak bebas (Kej. 3:3-6). Adam bisa dipengaruhi dan terpengaruh itu karena keegoisannya, ketertarikannya untuk berdiri sendiri dari Allah. Kelemahan dalam kegagalan Adam bukan karena tanggung jawab pekerjaannya tetapi masalah arogannya ingin menjadi seperti Allah. dari ketaatan menjadi ketidaktaatan sehingga menimbulkan dosa. Allah menjadikan manusia sesuai dengan rupa Allah bukan menjadi sama seperti Allah. Kesombongan, ketidaktaatan, keterpisahannya dengan Allah membuat dia semakin jauh dengan kebahagiaan yang diberikan oleh Allah. Dosa Adam yang membuat dia bisa mati (terpisah dengan Allah) seharusnya jika ia taat ia bisa hidup untuk selama-lamanya.

Adam dan Kristus

Adam:

  1. Adam jatuh dalam dosa
  2. Dampak atau efek dosa Adam adalah kematian
  3. Dampak dosa itu diturunkan kepada keturunannya (manusia) tanpa manusia itu harus percaya kepada Adam. “Semua manusia pasti akan mati”

Kristus:

  1. Kristus mati dan bangkit menebus dosa manusia
  2. Dampak kematian dan kebangkitan Kristus adalah mengalahkan kematian
  3. Dampak penebusan Kristus kepada manusia harus melalui iman kepada Dia.

“Semua manusia akan diselamatkan jika semua beriman kepada Kristus” Mari kita bahas argumentasi-argumentasi di atas.

Adam

Dosa yang dialami oleh semua manusia adalah dampak dari dosa Adam. Dampak dosa itu diturunkan kepada keturunan Adam atau anak-anak Adam seperti Kain dan Habel. Tanpa ada keturunan Adam maka tidak ada efek dosa yang diturunkan, artinya efek dosa itu hanya berakhir kepada diri Adam saja. Keturunan Adam secara jasmani adalah penyatuan dua benih yaitu benih Adam dan istrinya, Hawa. Memang benar, tanpa Kain harus percaya kepada Adam bahwa Adam telah berdosa, tetap efek dosa itu telah diturunkan kepada Kain melalui Adam.

  1. Benih Adam + Benih Hawa = Benih Dosa di dalam diri Kain
  2. Benih dosa di dalam diri Kain = potensi dosa + diaktualkan/dibuahi = dosa aktual
  3. Dosa aktual + matang = maut/kematian

Benih Adam dan Hawa adalah potensi dosa yang universal yang ada di dalam diri Adam dan Hawa sebagai dampak dari kejatuah dosa mereka yang jika dua benih itu dipersatukan menghasilkan benih dosa bagi keturunannya. Potensi dosa di dalam diri Adam dan Hawa menjadi aktual ketika mereka menghasilkan keturunan.

Kristus

Hal yang paralel sebetulnya dengan Penebusan Kristus. Penebusan Kristus menyediakan sebuah wadah atau benih atau potensi keselamatan bagi semua manusia. Potensi atau benih keselamatan ini telah tersedia secara universal dan akan menjadi aktual bagi setiap pribadi/orang jika benih itu dibuahi dan jika telah matang akan menghasilkan kehidupan/keselamatan. Beberapa ayat penting: Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. (1 Yoh 3:9 TB) Benih ilahi yaitu iman + anugerah. Manusia menanggung akibat dosa itu tanpa percaya/ beriman kepada Adam sementara untuk selamat harus percaya kepada Kristus. Kesimpulannya yaitu semua manusia pasti akan mati dan semua manusia pasti akan diselamatkan jika beriman kepada Kristus.

MENGAPA SETAN DATANG DALAM WUJUD ULAR?

Iblis memakai ular untuk menggodai Awan dan hawa untuk jatuh kedalam dosa, ternyata ular itu berhasil menggodai Adam dan Hawa sehingga mereka makan buah pohon yang terlarang bagi Allah. Ular adalah   simbol dari kebijaksanaan. Ular apa yaitu  titik  kelemahan manusia sebab manusia maunya memuja diri. Ketika  Adam dan hawa manusia jatuh ke dalam dosa mereka telanjang dan tidak memakai baju.  Apa artinya  ketelanjangan? Yaitu  kehilangan kemuliaan Allah (Nekeneds). Apa respon Allah terhadap Adam dan Hawa waktu mereka jatuh kedalam dosa? Kata Allah terhadap mereka adalah Adam dimanakah  engkau? Ketika Allah menanyakan dimanakah engkau Adam itu sudah terjadi pemisahan, Allah memanggil mereka untuk bertobat. Jawaban yang diberikan oleh Adam adalah aku telanjang, wanita yang Kau beri telah memberikan aku buah yang telah Engkau larang itu.

Respon  Adam dan Hawa terhadap Allah  adalah saling menyalakan satu sama lain atau saling membenarkan diri, dan tidak ada kesadaran diri, tidak mengaku terhadap Allah jika mereka telah melanggar peraturan Allah yang Allah berikan terhadap mereka berdua, tidak ada lagi kerendahan hati.  Apa konsekuensi yang mereka terima?  Adalah Kita bisa lihat  (Kej. 2:1-17; Rm. 6:2;5:12). Upah dosa adalah maut dan menjalar ke semua orang (Kej. 2:22-24). Dengan ketidak taatan mereka maka mereka terima konsekuensi terhadap Allah sehingga Allah memberikan hukuman terhadap mereka berdua.  Jika Adam dan Hawa taat terhadap perintah Allah maka manusia akan hidup selamanya tetapi karena tidak taat Allah mengusir mereka dari taman Eden. “Allah tidak dapat menolak manusia karena manusia adalah gambar Allah dan manusia juga membutuhkan pertolongan Allah. Konsekuensi yang mereka terima: komunikasinya dengan Allah terputus, kematian, berpusat pada diri sendiri dan hidup dalam dosa. Manusia berdosa, idup di bawah kuasa iblis. Jika hubungannya terputus dengan Allah maka tubuh yang memerintah jiwa , bukan jiwa yang memerintah tubuh.

Dengan dosa Adam dan Hawa apakah ada dampak terhadap kehidupan kita sekarang? Memang ada dampak terhadap kehidupan kita sekarang. Maka dari situ jiwa dan tubuh kita ini perlu pertobatan, bersinergi kepada Kristus. Sehingga manusia mengalami kematian, penguburan dan kebangkitan. Gereja pada umumnya mengatakan dosa nenek moyang (Adam dan Hawa), Satu kondisi seperti penyakit yang turun temurun, Menanggung efek dosa. Ancestial sin (dosa nenek moyang): efek dosa yang kita warisi yaitu kematian. Dalam Gereja Barat kita menanggung dosa Adam tetapi dalam Gereja Timur, kita menaggung efek bukan dosanya. Dosa asal bukan dosa Adam saja, tetapi dosa nenek moyang.

Keselamatan: menyatu dengan Allah dalam kerajaan surge, selamat dari dosa, iblis dan maut. “ tidak ada yang najis masuk ke dalam kerajaan Allah”. keselamatan dimulai oleh inkarnasi Yesus Kristus. Ia dating dan telah memberikan kita pengalaman melalui inkarnasi, Allah menjadi manusia. Selain inkarnasi yang dialami oleh Kristus, Dia juga menjadi penebus bagi manusia:

  • Pengampunan dosa
  • Mengalahkan belenggu kematian
  • Transigurasi= memuliakan seluruh alam semesta.

Keselamatan dalam pandangan Reformed Calvinisme. Dalam Gereja Timur berbicara tentang keselamatan berdasarkan inkarnasi dan wahyu keselamatan itu pemulihan. (menyatu dengan Allah maka ada inkarnasi. Gereja Barat, transaksi hukum. Menurut Anselmus: manusia bejat total oleh sebab itu manusia tidak memiliki kehendak bebas, natupr manusia dosa, kodrat manusia dosa. Dosa sebagai benalu yang nempel pada natur kita maka natur dan gambar dan rupa Allah menjadi rusak. Kodrat asli manusia (Kej. 1:26-27) gambar dan rupa Allah (Kol. 1:16), sang sabda yang menjadi manusia yang menyelamatkan manusia dari dosa (Yoh. 17:24). Sebelum dunia dijadikan Ia aktif mengasihi Anak-Nya. Yoh. 14:31 sabda itu sudah ada sebelum dunia dijadikan sehingga jika manusia berharap kepadanya maka mereka tidak akan kecewa (Rm. 5:5). Dengan kejatuhan Adam dan Hawa maka ada Adam kedua yaitu Kristus yang telah memberikan Nyawa kepada manusia untuk menebus dosa manusia sehingga manusia mengalami hidup baru, dan telah bebas dari kegelapan itulah kasih Kristus yang Dia berikan kepada kita semua. Dengan apakah respon kita dengan kasih yang Dia berikan terhdapa diri kita? Yaitu mengerjakan keselamatan, hidup di dalam Kristus, mengalami pertobatan, pembaptisan dan terus askesis sehingga kita serupa dengan gambar Kristus.

Apa sikap utama Allah? adalah kasih (1 Yoh.4:8). Karena Allah adalah kasih maka tujuan manusia adalah mengambil bagian dalam kasih Allah. Tetapi karena kejatuhan manusia dalam dosa mereka tidak bisa mengasihi seutuhnya karena wujud dari kejatuhan adalah kematian. Manusia sebetulnya tidak diciptkan untuk mati tetapi karena dosa akhirnya manusia mati dan tidak bisa hidup untuk selamanya. Kejatuhan artinya sinar kemuliaan hilang (Rm. 3:10-18; Mzm. 14:1-3; 36:2. Kematian juga tidak hanya mati secara fisik tetapi juga mati secara rohani sama seperti orang Farisi (Ef. 2:4-5) dan ketika kita sudah diselamatkan maka kita harus mengerjakan keselamatan kita (Mat. 8:22). Dan kita tidak usah berbalik dengan manusia lama kita sebab Kristus telah menebus dan menggampuni kita diatas kayu salib, untuk itu jangan kita menyia – nyiakan kasih Kristus Kristus. Marilah kita tetap mengerjakan keselamatan kita sehingga kita tidak dikuasai oleh Iblis lagi sebab yang menguasai hidup kita ini alah Kristus yang hidup.

PREDESTINASI

 Yang dipredestinasi adalah Kristus Ef 1:4. Oleh karena itu kalau kita percaya atau kita menyatu dengan Kristus maka kita juga masuk dalam pilihan itu. Roma 8:29; Kalau ada presdestinasi seperti di ayat ini, apakah berkontradiksi dengan kehendak bebas? Disini memang seolah-olah berkontradiksi tetapi kita harus melihat ayat-ayat lain tentang presdestinasi. Efesus 1:4 Allah memilih kita di dalam Dia sebelum dunia dijadikan. Efesus 4:16 ini bercerita tentang Nous manusia dalam keadaan mati/ terputus hubungannya dengan Alah, bukan hanya jauh persekutuannya dengan Allah. Waktu manusia jatuh dalam dosa nousnya mengalami kematian (Ef 4:17). Nous yang mati adalah nous yang gelap tidak mengerti hal-hal rohani. Ef 4:18 dalam bahasa aslinya bukan jauh dari Allah tetapi terputus dari Allah. Terputus yang dimaksud disini adalah terputus dari hidupNya Allah. Terputus berarti mati. Mati yang dimengerti dengan nous yang gelap tidak mengerti hal rohani adalah mengarah diri pada hawa nafsu untuk semua perbuatan cemar. Mereka yang mendengar Dia dan diajari maka siapa bilang doktrin tidak penting. Kita harus dicuci otak di dalam Dia karena memang tadi nousnya gelap. Dicuci otak seperti kebenaran yang hanya ada di dalam Yesus. Kita mengenakan Dia menjadi manusia baru yang mengenal kekudusan. Sehingga tidak berjalan dalam kesia-siaan. Di ajar supaya imannya bertumbuh di dalam Dia seperti mereka yang telah mati karena mereka yang sudah benar disuci otaknya seperti para Martir (Paulus, Petrus) dll. Setelah itulah baru kita dibangkitkan. Kristus dibangkitkan (Anastasis), demikian juga kita dibangkitkan. Bangkit adalah kita memakai roh / nous yang sudah diperbarui. Kalau nous sudah diperbarui maka semuanya sudah diperbarui termasuk di dalamnya batin, pikiran,

Nous mereka sia-sia, pikiran yang gelap, terasing dari Allah, mereka berjalan dalam keserakahan. Dalam ayat 19: kenapa bisa terputus? Karena kebodohan dan kekerasan hati. tetapi sebaliknya orang yang mendengar tentang Kristus dan diajari dan mempelajari tentang Dia. Otak ita harus dicuci di dalam Dia karena hubungan kita dengan Dia sudah terputus (mati secara total). Terputus dari hidupnya Allah adalah karena kebodohan dan kekerasan hati. Terputus artinya Roh Allah tidak lagi mengalir. Akibatnya roh tidak lagi menguasai tubuh. Sebaliknya nous yang dikuasai oleh tubuh yang dikuasai oleh kecemaran dosa. RohNya tidak bisa lagi mengalir ke hidup-Nya Allah. Bagaimana supaya bisa kembali lagi dialiri Roh Allah, yaitu melalui doa yang benar. Rohnya ini hanya berwujud bensin tetapi berubah seperti air yang tidak bisa menghidupkan api. Ia tidak bisa menyatu dengan Allah ini artinya ia kehilangan kehidupan abadi. Karena rohnya masih gambar Allah hanya saja sudah terputus dari Allah. Yoh 5:38-40 manusia masih punya kehendak bebas atau kemauan. Sedangkan kalau kita berpandangan Calvin tadi manusia yang sudah rusak total maka tidak ada kehendak bebas dalam diri manusia. Calvin melihat keselamatan itu sebagai transaksi hukum. Luther melihatnya sebagai Allah yang murka oleh karena itu Ia menyuruh Anak-Nya mati di atas kayu salib. Luther ingin menyatakan bahwa melalui iman, transaksi hukum kita diselamatkan mirip dengan pandangan Calvin. Calvin. Tetapi Pandangan Orthodox keselamatan bukan hanya kita dibebaskan dari hukuman.

Yohanes 5:39-40 manusia masih punya kehendak bebas. Mau atau tidak bukan berarti dia tidak punya kehendak apa-apa. Wahyu 22:17 di Gereja Barat ada transaksi hukum yaitu keselamatan itu hanya dibebaskan dari hukuman. Dan apakah betul keselamatan itu hanya adalah dalam iman saja? Yakobus 2:24-2 keselamatan bukan hanya karena iman saja tetapi iman yang sudah dimiliki harus dinyatakan dalam perbuatan. Iman adalah pemberian kasih karunia Allah karena akibat kejatuhan manusia menyebabkan manusia akan mati karena dosa. Dosa disebabkan oleh iblis. Jadi jika iblis masih belum bisa dikalahkan maka potensi dosa itu akan tetap ada. Ujian mencobai iman, mencobai artinya ujian dari kedagingan. Ujian datang dari Allah. Cobaan datang dari iblis. Maka yang bisa mengalahkan dosa dan iblis adalah Allah yang bisa bangkit (Ef. 1:20-21). Makanya, Yesus menjadi manusia untuk bisa bangkit dari kematian. Iblis hanya bisa dikalahkan oleh yang punya kekuasaannya lebih besar daripada iblis.

Yang dapat mengalahkan dosa hanya Dia yang tidak berdosa (1 Yoh. 3:5; 1 Ptr. 2:21-22; 2 Kor. 5:21). Dia yang tidak mengenal dosa dibuatnya berdosa (Ibr. 4:13; Yoh. 10:17-18 hanya Dia yang bisa mengalahkan dosa. Keselamatan manusia bukan hanya sekedar menghempaskan keadilan Allah melainkan untuk menjadi jembatan antara manusia dengan Allah. Bagaimana dengan Kristus mengalahkan dosa dan maut. Jadi intinya dosa adalah ketidaktaan atas kehendak Allah. Keselamatan bukan untuk memuaskan keadilan Allah melainkan Yoh. 3:16. Dalam Flp. 2:6-8 kematianNya di atas kayu salib bukan untuk memuaskan keadilan Allah, hal itu tidak berpengaruh. Inti dosa adalah ketidaktaatan terhadap Firman, dampaknya adalah dosa dan inti dari ketaatan adalah mengalahkan ketidaktaatan.

Roma 6:19 keselamatan itu semata-mata kasih karunia yang artinya Allah yang berinisiatif memberikannya untuk manusia. Keselamatan akan diterima oleh orang yang mau menerima dan menolak. Allah tahu siapa yang memilih dan menolak Dia. Bukan Allah yang menolak manusia masuk ke dalam neraka malainkan manusia sendiri yang menentukan pilihannya. Dia tidak mempresdestinasikan manusia masuk neraka atau surge. Dia hanya tahu siapa yang menolak dan menerima Dia. Itu karena kemahatahuanNya.

Keselamatan itu adalah menyatu dengan Allah. Kristus: diatas kayu salib Ia mengalahkan dosa. Dalam penguburan-Nya Ia mengalahkan kematian (Ibr 2:14). Dalam kematian-Nya Ia mengalahkan maut. Bangkit Ia mengalahkan kematian.

Keselamatan itu berada dalam daging Yesus (Rm 6:9). Oleh karena itu kalau kita makan daging Kristus (Perjamuan Kudus) berarti kita menyatu dengan Kristus. Maka kita menerima kasih karunia Allah.  Personal salvation dikerjakan oleh diri kita sendiri tetapi universal salvation dikerjakan oleh Allah Tritunggal (di dalam Bapa, melalui Anak dan di dalam Roh kudus). Personal salvation dimulai dari manusia lahir baru. Sedangkan universal dimulai dari inkarnasi (penyaliban, penguburan dan kebangkitan). Lahir baru artinya menyalibkan daging dan menjadi manusia baru atau rohani yang dipenuhi oleh hal-hal yang rohani bersama dengan Roh Kudus.

APA TUJUAN MANUSIA UNTUK DISELAMATKAN?

Manusia diselamatkan adalah untuk mencapai theosis.  Apakah mudah mencapai theosis, tentu tidak mudah mencapai theosis, harus menyalibkan segala kedagingan, hawa nafsu, manusia lama, mengalami kematian, pengukuran dan kebangkitkan. Setelah mengalami itu semua maka adanya pertobatan dan pembatisan setelah melakukan bisa mengerjakan keselamatan.  Mengerjakan keselamatan itu adalah proses terjadinya purification atau pemurnian. Ini namanya personal salvation. Ini sebenarnya meniru universal salvation: inkarnasi, jalan salib, penyaliban, kebangkitan, pentakosta dan penghakiman. Universal salvation sudah ada pada semua orang. Juga ditawarkan kepada kita personal salvation. Personal salvation dimulai dari inkarnasi. Universal salvation adalah historia (persitiwa sejarah) yang harus masuk ke dalam hati. Jalan salib adalah jalan kita untuk mencapai kemuliaan dan hati kita harus kita jaga supaya tidak diserang oleh serangan – serangan luar, sebab hati kita adalah titik pusat kehidupan kita dan tempat pertemuan Roh kudus sehingga nous dan hati kita menyatu sehingga kita mudah mengerjakan keselamatan.

    Penyaliban yaitu menyalibkan keinginan daging, makanan dan tetangga perut yaitu seks, mengalahkan apa yang sedap dilihat atau mengalahkan kuasa iblis. Penguburan adalah mengalahkan kematian. Penguburan juga merupakan masa dimana kita akan hening. Kebangkitan yaitu mengalami keselamatan individu. Semua hal ini kita kerjakan sampai kita mencapai theosis. Matius 25:41; 1 Yoh. 4:8 yang ditulis adalah Allah adalah kasih bukan Allah adalah berdaulat. Allah yang berdaulat untuk menyelamatkan ataupun juga tidak menyelamatkan manusia. Di dalam konsep Barat yaitu untuk memuaskan murka Allah sedangkan Timur dimulai dari Allah Tritunggal (Ul. 6:4).  Matius 8:10 keselamatan itu murah tetapi bukan murahan karena diberikan secara Cuma-Cuma. Roma 6:18-23 kalau Yesus hanya mau melepaskan manusia dari dosa artinya mengapa Allah harus menyiksa anak-Nya. Bukan Allah yang menyiksa anak-Nya tetapi ini adalah sebuah ketaatan yaitu Martir. Bukan Allah menyiksa anak-Nya tetapi konsekuensi melawan orang-orang yang jahat atau melawan ketidaktaatan.

  Markus 10:45 Yesus sebagai korban harus mengalami penderitaan. Filipi 2:7 Yesus mati bukan karena Allah menyiksa Dia tetapi untuk mewujudkan ketaatan, mengalahkan ketidaktaatan. Bukan karena Allah yang menginginkan untuk menyalibkan Dia. Efesus 1:7 penebusan itu memiliki harga yang tidak bisa dibayar (Roma 7:4) kita dimerdekakan dari dosa waktu kematian Yesus di atas kayu salib secara sejarah. Tetapi waktu sekarang adalah mengerjakan keselamatan yang sudah dimiliki itu. Kita sekaran telah mengalami hidup baru dan telah mengalahkan manusia lama dengan darah Kristus yang tidak bisa dibeli oleh siapapun. Maka kita sebagai orang yang telah percaya kepada-Nya marilah kita mengerjakan keselamatan itu dengan sikap dan perbuatan kita, dengan mematikan kedagingan/ hawa nafsu. Marilah kita hidupkan Kristus didalam hati dan pikiran kita, marilah kita ijinkan Tuhan masuk didalam tubuh dan jiwa kita sehingga kita bisa mengerjakan keselamatan sehingga kita mencapai theosis.

PASSIONS

Fondasi à Kristus= Allah Tritunggal, inkarnasi= pengakuan iman nikea. Setelah itu adanya karya keselamatan yaitu penebusan (Historià universal, Spiritual/Theoriaàpersonal). Dengan secara personal kita juga mengalami iman ditambah dengan perbuatan, pengharapan dan kasih.

            Fondasi adanya purifikasi/ Askesis dan kontemplasi/ inkarnasi melalui dispassion yaitu pengendalian daging, dikuburkan/ manusia lama  dan Virtues yaitu kebangkitan dengan hidup bagi Allah sehingga disebut manusia baru.

The way of life kita adalah dengan askesis à Theosis dengan membawa kita untuk kemuliaan Allah. Proses ini yang harus kita alami dengan synergy , berdoa , nepsis, askesis dan lain – lainnya. Sehingga kita bisa mengendalikan kedagingan manusia lama kita dengan menjadi manusia baru jadi kita semakin serupa dengan Kristus.

Spiritual adalah menuju kepada spirit atau roh yang ada dalam diri manusia  Sehingga dipenuhi oleh Roh kudus. Spiritual adalah batin, jiwa, roh manusia. Kita dipenuhi Roh kudus maka kita disebut manusia Rohani dengan menyatu dengan Allah dan disebut Theosis. Ada dua hal membersihkan passion dan mencapai kebajikan atau virtues. Kata lain spiritual juga melawan kedagingan atau manusia lama kita dengan menyalibkan dan membersihakan passion dan menuju virtues sehinggan kita semakin serupa dengan Kristus. Hati juga harus dijaga dimana di Alkitab telah dituliskan “dimana hartamu berada distulah hatimu berada”.

The Aim adalah mencapai theosis untuk mencapai itu ciri spiritualitas adalah akan penyatuan kepada Allah dengan lewat karya Roh kudus yang bersinergy. Bukan hanya  kerja kita sendiri melainkan Roh kudus yang bekerja sehingga memiliki synergy (terang) dengan melawan kegelapan. Tujuan akhir DEIFICATION – THE UNCREATAD LIGHT kita harus punya energy-Nya / energy ilahi seperti matahari kita bisa menikmati cahayanya tetapi kita tidak bisa menjadi matahari melainkan hanya menikmati terangnya begitu pula kehidupan kita, mungkin  kita tidak bisa menjadi Allah melainkan kita bisa menikmati energy ilahi-Nya dengan Karya Roh kudus-Nya.  It is though our psarticipasion in this uncreated light that  we become deified, become like Christ.

The Essential 1 kor 9:24-27 maksudnya adalah perlombaan lari yaitu  injil, sehingga memperoleh kehidupan itulah Askesis. 2 Tim 2:5,15 hidup yang berkenan kepada Allah, itulah gambaran yang diberikan kepada kita oleh rasul Paulus. Itulah namanya This spiritual work and training is called asceticism. Tujuan asceticism bukan untuk mencapai natur bersih dari dosa tetapi juga harus membersihkan pikiran dari nafsu.

            Asketik kita seperti mamatikan manusia lama kita secara bertahap bukan langsung. Tahapan-tahapan tersebut adalah serangkaian langkah-langkah. Asketism adalah latihan untuk pertumbuhan rohani kita yang menyiapkan kita untuk menerima terang yang tidak tercipta. Latihan-latihan asketik membuat latihan spiritualitas kita bertumbuh. Langkah-langkahnya adalah:

  1. Basis dasar menyatu dengan Allah yaitu kasih bukan pengetahuan.

Fr. Dimitru; kita mencapai persatuan dengan Allah bukan hanya dari pengetahuan atau pikiran saja tetapi kita merasakan kasih Allah. Natur kita tetap menjadi ciptaan tetapi kita menjadi seperti Sang Pencipta oleh karena anugerah Allah. Anugerah Allah adalah kasih Allah sendiri.

  • Bekerja dalam komunitas supaya jiwa kita bertambah dewasa

Kita butuh gereja untuk pertumbuhan rohani kita. Kita bekerja bersama untuk membangun persatuan, melatih askesis kita. Kalau Roh Kudus seperti ibu rohani kita maka orang-orang dalam gereja adalah saudara-saudara spiritual kita. Kita harus bekerja dan berusaha supaya mendatangkan kebajikan dan kita mengerjakan itu semua di mulai dari diri kita sendiri. Seperti Yesus, Dia juga butuh komunitas seperti komunitas bersama murid-murid-Nya.

  • Tangga naik berdasarkan kasih

Allah kita adalah kasih (Yohanes 3:16), dan Allah dalam Tritunggal adalah Allah yang saling mengasihi, dan kasih tersebutlah yang dicurahkan kepada manusia. Sekarang, kasih tersebut bekerja di dalam Allah Tritunggal dan di dalam gereja sebagai anggota Kristus. Spiritual yang semakin naik menuju kepada Allah hanya ada dalam gereja yaitu diri orang-orang percaya. JIka itu pendakian maka ada langkah-langkahnya yaitu:

  1. Praktikos; adalah untuk mengalahkan passions (mengalahkan nafsu) dan melakukan kebajikan sampai mencapai kasih Allah itu sendiri.
  2. Kontemplasi (iluminasi); berarti hidup kita hanya focus kepada Allah sendiri dan tidak lagi memikirkan nafsu-nafsu yang ada di dunia ini, yang dipikirkan yaitu bagaimana menyatu dengan Allah. Jiwa dan hatinya sudah bersih. Jiwa dan hati yang sudah bersih adalah orang yang sudah dapat melihat Allah, melihat terang Allah seperti para rasul. Seperti transfugarasi Yesus, itulah kontemplasi Yesus.
  3. Mistical knowledge; puncak kasih kepada Allah. Tidak menginginkan apa-apa lagi, hidup bagi Kristus mati adalah keuntungan (Flp. 1:21). Seperti Paulus, dia mengatakan “Darahku dicurahkan, aku tidak apa-apa”. Dalam tahap ini, kita sudah mencapai menyatu dengan Allah.

Passions

Apakah passion adalah sesuatu yang alami atau tidak? Fr. Dimitru mengatakan passion adalah sesuatu yang natural seperti keinginan makan, minum, seks, senang, sedih, marah, dll. Tetapi ada juga passions yang tidak natural, yaitu ketika passion kita mengontrol hidup kita sendiri. Passion yang natural itu jangan hanya bersifat tubuh jasmani saja, maksudnya passion tidak hanya memuaskan tubuh tetapi juga harus memuaskan jiwa kita. Passion natural harus digunakan dengan bijaksana untuk memenuhi kebutuhan kita. Jika tidak digunakan dengan bijaksana maka itu dianggap sebagai passion yang tidak natural (hidup hanya untuk makan, seks, bersenang-senang) yang akibatnya adalah passion yang menguasai jiwa kita. Tubuh yang mengendalikan jiwa. Jiwa tidak berfungsi lagi sehingga sama seperti binatang. Kita menjadi tawanan hukum dosa (Roma 7:22-24).

            Kita perlu membebaskan jiwa dari penguasaan tubuh. Jiwa kita ada tiga bagian yaitu intelek (nous), keinginan, dan emosi. Nous berfungsi untuk mengerjakan bagian rohani kita seperti doa, ibadah, dll. Intelek sama dengan pikiran, Tetapi bedanya adalah ketika otak/ pikiran kita mati tetapi intelek masih dapat mengingat segala sesuatu. The brain adalahs secara fisik tetapi mind adalah secara spiritual. Intelek, desire, dan emotionlah yang membebaskan jiwa dari tubuh sehingga jiwa kembali mengontrol tubuh dan nafsu kita.

Kebanyakan otak kita bekerja melalui panca indra sehingga banyak sekali godaan-godaan yang datang baik yang didengar, dilihat, dirasakan, dll, yang dapat menimbulkan passion.

Cara menghilangkan passions:

  • Laparkan passion,
  • Potong persediaan makanan passions.

St. Gregory of Nissan bertanya dari mana passion berasal? Passion ditanamkan dalam natur kita oleh Allah dan merupakan salah satu sifat kita yang netral atau yang bisa digunakan dan dilakukan dalam kebaikan atau pun dalam kejahatan. Passions berasal dari hati; intelek, desire, dan emotion.

            Gregory Palamas menunjukkan bahwa passion yang terberkati adalah passion mengarah terhadap bagaimana passion melakukan kebajikan. Apakah dosa dari intelek? Intelek pada akhirnya biasanya jatuh pada kesombongan, desire menyerang keinginan tubuh kita seperti makan, seks, uang, dan emosi seperti kemarahan, kesedihan,dll.  Kebajikan dari jiwa yaitu keberanian, penilaian moral, pengendalian diri dan keadilan. Passion dari jiwa yaitu kelupaan, kebodohan, ketidaktahuan, kemalasan mengakibatkan nous kita digelapkan yang akhirnya jatuh dari berbagai macam passions dari jiwa yaitu penyembahan berhala, pengajaran palsu, penghujatan, murka, amarah, kegetiran, cepat marah, tidak tahu malu, tidak manusiawi, ketakutan, mengasihani diri sendiri, mudah putus asa tidak bersyukur. Marialh kita menyalibkan segala kedagingan kita sehingga kita bisa melakukan kebajikan dan virtues dan kita dan kita selalu bersinergy dengan Kristus dan segambar dengan Kristus yakni menjaga Nous dan hati sebab serangan dari luar tidak mudah masuk dalam jiwa dan raga kita.

VIRTUES

Virtues adalah Good works= the friuts of asccsis.

Passion itu apa? yaitu

Passion yaitu keinginan daging yang ada dalam tubuh dan jiwa. Passion yang ada dalam jiwa adalah untuk mencari Allah. Soul terbagi tiga yaitu season= tahu Allah, emotin= rindu Allah dan desire= menaati Allah. Body = lapar.

Vertuus adalah berasal dari logismoi dan keigingan daging akan ada yang menjaganya yaitu nous untuk menerangi keglapan yang ada di hati kita, sebab ada Anugerah Allah yang bersinergi di dalam hati kita sehingga season, emotion dan desire telah di terangji oleh Anugerah Allah. Lalu kemudian ada vertues dari tubuh kita yaitu berpuasa, berdoa, hidup sederhana, menyalibkan daging sebab Anugerag/ terangnya sudah terpancar dari tubuh kita. Markus 7:21; dari dalam timbul kegelapan jadi nous kita harus kita terangi dan selalu kita jaga. Jika nous tidak dijaga maka kegelapan akan terpancar atau keluar dari dalam hati, oleh sebab itu marilah kita jaga nous kita dengan virtues.

Batin (Nous)harus konek dengan Allah, melalui Doa, silence, askesis, reading bible dan nepsis. Nous dengan Allah yaitu Grace sinergy. Nous adalah mata dari reason, emotion dan desire didalam ada hati. Heart (kardia) muncul reason, emotion dan desire sehingga menghasilkan virtues. Inilah adalah kebajikan dari jiwa yang ada ada dalam jiwa kita. Dari situ bisa masuk kedalam tubuh dan tubuh itu baru melakukan kebajikan dan melawan nafsu.

Passions itu berasal dari Iblis. Iblis (parasmos/ godaan / cobaan) itu masuk kedalam nous dan kedalam hati sehingga menghasilakn logismoi/ pikiran – pikiran jahat. Logismoi = reason, emotion, desire sehingga menghasilkan hal negetaf / dosa contohnya malas, kebohongan, kemunafikan, kesombongan, berzinah, ketidaksucian, cinta uang dan lain – lain sehingga menghasilakn yang nama dosa

Passion adalah keinginan – keinginan daging yang tidak sesuai dengan kehendak Allah.

Iman yang kita miliki harus konek kepada Allah sehingga kedagingan kita akan lenyap sebab Anugerah Allah telah bekerja didalam jiwa dan tubuh kita. Dengan orang yang tidak beriman maka dia belum di selamatkan dari dosa. Oleh sebab itu takutlah akan Allah dengan  penuh dengan rasa hormat. Takut akan Dia adalah karena takut akan penghakiman-Nya bukan berarti Allah itu suka marah – marah melainkan Allah itu penuh kasih.

Berikutnya adalah pertobatan/ repentence yang harus kita kerjakan untuk menyalibkan manusia lama kita atau menyalibkan hawa dengan menuju theosis.

 Untuk menuju Theosis adalah dengan  pengharapan  dan tentang kerohanian dengan kita pecaya dibaptis dan beriman kepada Kristus sehingga kita menuju kesempurnaan. Bertumbuh dalam kerohanian melakukan yang baik, mengubah hidup yang lama dengan hidup baru sehingga Allah menerangi hati kita dan bercaya melaui kita artinya Anugerah Kristus nampak karena melalui kehidupan kita jika jika berkenan hidup dengan-Nya. Sehingga kemuliaan Allah telah dipenuh didalam hidup kita. Marilah kita mengalahkan dosa dengan hidup didalam Kristus (pertobatan) sehingga kasih Kristus selalu mengalir didalam hidup kita Dan selalu bersinergi dengan-Nya

sehngga kita menuju theosis.

Sable yag tersembunyi adalah dengan kebencian, berbohong, seperti jiwa. Jiwa itu tidak kelihatan akan tetapi jiwa itu nampak dengan tubuh kita. Sama dengan Allah , Allah itu tidak kelihatan akan tetapi bisa rasakan melalui grace, ciptaan Anak-Nya.

Jagalah indra tubuh dan jiwa sehingga godaan – godaan tidak masuk kedalam hati kita. Sehingga grace selalu bersinergy kedalam hati kita, jagalah nous dan hati sehingga kegelapan tidak mudah menyerang tubuh dan jiwa. Jika nous itu tidak dijaga maka Iblis= parasmos/ godaan/ cobaan lewat dengan indra tubuh dan jiwa. Ketika manusia begitu banyak masalah dia tidak bisa tahan sendiri melainkan juga Allah yang menolongnya melalui pengharapan. Melalui iman dan kepercayaan kita yang akan mendatang. Hope yang perlu kita kembangkan untuk mengerjakan kebajikan. Pengaharapan adalah mata didalam hati atau visi didalam hati untuk melihat pengharapan yang akan datang. Jika dia tidak menderita maka dia tidak melihat hope is faith an advanced stage. A pawer, which gives trasnparency to me, which penetrates through time. Patience with hope leads to meekness and humility.

Kelemahlembutan adalah satu pikiran yang teguh dan tidak dipengaruhi lagi oleh

Kedagingan. Itulah virtue yang perlu kita latih setiap hari,  seperti batukara yang tidak pernah tergeser jika ada gelombang. Di dalam hati (kardia) adanaya reason, emosion dan desire yang mengasilkan virtues yang melalui iman, pengharapan, dan kasih. Kasih itu akan blossoms dan tidak melakukan dosa dan mengasihi orang lain dengan belaskasihan memberi sedekah, membagi itulah kasih. Allah adalah kasih dengan kasih dengan manusia, manusia dengan kasih > passions>  manusia.

IMAN + PERBUATAN

Fase paraktikos adalah

1. dispassion yaitu Askesis

2. love yaitu buah Askesis à vertues.

Dalam praktikos ada faith, hope, far of god, long saffing, pateince. Iman harus ditambah, kita baca dalam kitab  (2 Petrus 1:5-7), mengatasi sebuah godaan,  The path he outlined is as follows:

1. Iman, Negara Dasar untuk Pemurnian.

Iman: Titik Awal menuju Kesempurnaan

2. Ketakutan akan Tuhan dan Pemikiran akan Penghakiman

Takut akan Tuhan adalah Langkah Selanjutnya

3. Pertobatan

Pertobatan – Cara Utama untuk Kesempurnaan Kita

Pertobatan – Kapal yang membawa kita ke Divine Harbour

Pertobatan – Cara Mengatasi Egoisme

Pertobatan sebagai Sakramen

4. Kontrol Diri

Kontrol diri mengangkat kita untuk melihat yang tak terbatas dalam dunia ini.

Kontrol Diri sebagai Puasa

Kontrol Diri untuk Mengatasi Gairah Kita

5. Penjaga Pikiran atau Pikiran

Menjaga Pikiran – Penelitian – Mendapatkan di Akar

Menjaga pikiran – Mengetuk Pintu Hati

6. Longsuffering, Daya Tahan Pasien Masalah

Longsuffering – Mengapa Masalah dan Penderitaan?

Peran Pencobaan

7. Harapan

Harapan – Kekuatan Iman yang Maju

8. Kelemahlembutan dan Kerendahan Hati

Kesabaran dengan Harapan Membawa Kelemahlembutan dan Kerendahan Hati

9. Dispassion atau Freedom from Passion

Dengan Bunga Cinta Dispassion

Meekness bisa membuktikan terang yang jengtel dan tidak bisa disetujui, pikiran yang teguh, Nous yang teguh.

Fr. Dimitru Staniloae says,

Kelemahlembutan adalah kecenderungan pikiran yang kuat dan tidak terpengaruh oleh penghormatan atau penghinaan. Itu berarti tidak terpengaruh oleh kekecewaan yang disebabkan oleh tetangga Anda dan untuk berdoa dengan tulus untuknya. Itu adalah batu yang muncul di atas lautan amarah. Kelemahlembutan bukanlah kelemahan karena banyak cenderung berpikir. Ini adalah kekuatan positif yang ditujukan untuk penyembuhan kebencian. Adalah orang yang lemah lembut yang mampu menempatkan dirinya pada posisi orang lain dan untuk dengan jelas melihat sudut pandang mereka dan memahami situasi mereka. Dengan kelembutan seseorang dapat mempertimbangkan banyak dimensi dari suatu situasi. Seseorang yang lemah lembut memiliki tindakan yang sejalan dengan pikirannya. Fr. Dimitru berkata, “Dengan kelembutan jiwa mendekati kesederhanaan.” Meekness bisa membuktikan terang yang jengtel dan tidak bisa disetujui, pikiran yang teguh, Nous yang teguh.

Kita sekarang memasuki fase baru dalam langkah-langkah utama dalam kehidupan spiritual Ortodoks. Langkah pertama disebut Pemurnian. Ini adalah tahap di mana kita bekerja untuk membebaskan jiwa kita dari nafsu. Ini adalah tempat di mana kita mengembangkan kelembutan dan kerendahan hati, mengesampingkan keinginan kita yang berpusat pada ego dan belajar untuk mempraktikkan kebajikan yang didasarkan pada cinta. Ini membawa kita ke fase selanjutnya yang disebut Iluminasi atau sering Renungan. Di sinilah makna sebenarnya dari segala sesuatu, logoi, diterangi bagi kita. Kami bekerja untuk melihat tujuan Tuhan dalam segala hal. Dengan ini dunia menjadi guru bagi kita tentang Tuhan – Logos ilahi. Akhirnya ada Kesempurnaan yang merupakan perenungan langsung tentang Tuhan atau ilmu mistis. Praktikos yaitu dispassion dengan askesis= mengatasi passions/ templation. Dikatakan ada tujuh karunia Roh Kudus: Takut akan Tuhan untuk membantu mengatasi dosa. Semangat kekuatan untuk hidup dengan kebajikan. Roh nasihat untuk memberi kita keterampilan membedakan. Semangat pengertian untuk menyadari bagaimana berkat telah diungkapkan kepada kita untuk mendapatkan kebajikan. Semangat pengetahuan untuk mengetahui motivasi yang lebih dalam dari setiap perintah dan kebajikan. Semangat pemahaman untuk mengetahui arti sesuatu dengan mengidentifikasi dengan mereka. Roh kebijaksanaan yang merupakan perenungan sederhana akan kebenaran dari segala sesuatu. Ini adalah karunia Roh Kudus.

Maximus sang Pengaku menggambarkan kebijaksanaan sebagai berikut: Dengan ini kita mengetahui sejauh mungkin secara manusiawi, dengan cara yang tidak diketahui, logo sederhana dari hal-hal yang ditemukan dalam Tuhan; kita mengambil kebenaran dari segalanya, seperti dari pegas hati yang memancar, dan kita juga membagikannya dengan cara yang berbeda dengan orang lain. Menerangi pikiran kita yang sadar adalah nous kita dan melepaskan terang ilahi, seperti yang tertulis diAlkitab kamu adalah terang dunia ”. Apa yang dimaksud dengan kemurnian hati? Istilah hati sering digunakan oleh para Bapa Gereja kita. Apakah itu mengacu pada hati fisik kita? Belum tentu. Apakah mereka memikirkan emosi dan kasih sayang kita? Tidak, mereka memikirkan lebih dari ini. Inilah yang dikatakan Santo Theophan sang Pertapa: “Hati adalah manusia yang paling dalam, atau roh. Di sini terletak kesadaran diri, hati nurani, gagasan tentang Tuhan, dan ketergantungan sepenuhnya kepada-Nya, dan semua harta abadi kehidupan spiritual “” Hati “itu seperti pusat dari makhluk spiritual kita. Melalui “hati” rahmat Allah menembus kita. Itu adalah tempat Kristus di dalam kita. Ketika Bapa Gereja kita memberitahu kita untuk memurnikan hati kita, mereka bermaksud membuang semua kecenderungan kita terhadap dosa sehingga hati kita murni dan dapat dengan bebas menerima pekerjaan Roh Kudus. Hati yang murni sangat mencintai Tuhan. Inilah bagaimana Kristus menjadi kekuatan penuntun kita dari dalam. Seseorang dengan hati yang murni mengatasi dosa dan diberkati oleh kasih karunia untuk menjalani kehidupan yang bajik.

Ini membawa kita ke fase selanjutnya yang disebut Iluminasi atau sering Renungan. Di sinilah makna sebenarnya dari segala sesuatu, logoi, diterangi bagi kita. Kami bekerja untuk melihat tujuan Tuhan dalam segala hal. Dengan ini dunia menjadi guru bagi kita tentang Tuhan – Logos ilahi. Akhirnya ada Kesempurnaan yang merupakan perenungan langsung tentang Tuhan atau ilmu mistis. Dikatakan ada tujuh karunia Roh Kudus: Takut akan Tuhan untuk membantu mengatasi dosa. Semangat kekuatan untuk hidup dengan kebajikan. Roh nasihat untuk memberi kita keterampilan membedakan.

Semangat pengertian untuk menyadari bagaimana berkat telah diungkapkan kepada kita untuk mendapatkan kebajikan.Semangat pengetahuan untuk mengetahui motivasi yang lebih dalam dari setiap perintah dan kebajikan. Semangat pemahaman untuk mengetahui arti sesuatu dengan mengidentifikasi dengan mereka.

Roh kebijaksanaan yang merupakan perenungan sederhana akan kebenaran dari segala sesuatu.

Nous kita diterangi dan baru turun kedalam hati dengan melakukan praktikos.  Praktikos – iluminasi-gnestiko, didalam praktikos kita berusaha menatikan kedagingan kita seperti serakahan.

Marilah kita sekarang melihat secara singkat apa yang dikatakan Alkitab dan para Bapa Philokalia tentang hati. Hati adalah salah satu karunia terbesar yang diberikan Tuhan kepada kita. Jika hati benar dengan Tuhan, seluruh pribadi dipenuhi dengan terang. Jika hati buruk, maka ia dipenuhi dengan kegelapan dan “betapa hebatnya kegelapan itu,” kata Tuhan Yesus. St. Makarios dari Mesr menyatakan, “Hati mengatur seluruh tubuh dan ketika rahmat Tuhan memiliki hati, maka itu berkuasa atas semua pikiran. Ini karena hati adalah tempat di mana nous dan pikiran-pikiran ditemukan.” Matius 13: 24-15; kamu akan mendengar dan tidak mengerti karena tidak mencapai level ilumination. Hatinya tidak pernah ditenagi oleh Roh kudus dan hatinya sulit untuk dimengerti. Hati itu sangat penting untuk diterangi oleh Rih kudus. Jika hati buruk, maka ia dipenuhi dengan kegelapan dan “betapa hebatnya kegelapan itu.

Fakulti Hati

Intelek (nous) termasuk dalam hati, namun hati jauh lebih besar daripada nous. Selain nous yang dengannya kita mengenal Allah, hati mencakup kemauan, keinginan atau kehendak bebas untuk memilih mengikuti perintah-perintah Allah.  Tuhan memberkati kehendak bebas kita dengan kekuatan sedemikian rupa sehingga bahkan jika semua kemampuan manusia, seluruh dunia dan semua iblis bangkit dengan senjata melawannya dan menyerangnya, mereka tidak dapat memaksanya. Kehendak bebas selalu dibiarkan bebas untuk menginginkan apa yang mereka tawarkan atau tuntut, jika ia menginginkannya, atau tidak menginginkannya. Jika ia tidak menginginkannya maka ada perang yang tak terlihat.

Hati juga mencakup kemampuan untuk mengasihi dan menginginkan Tuhan. Dengan demikian, tiga kemampuan hati dirancang untuk mengenal Allah dengan nous; untuk mencintai Tuhan dengan hati; dan untuk memilih dengan bebas (kehendak) untuk mengikuti-Nya. Maximus mengekspresikannya seperti ini, “Tujuan nous adalah untuk memiliki pengetahuan tentang Tuhan. Tujuan sensasi (hati) adalah untuk menginginkan dan mencintai Tuhan, dan tujuan kehendak adalah keinginan untuk melakukan apa yang diperintahkan Tuhan.”

Hati ada tiga hal yaitu nous untuk mengenal Tuhan, kerendah hati untuk menaati Dia dan kasih Allah untuk mencintai Dia.

Inilah sebabnya mengapa hati lebih besar daripada intelek (nous) karena ia mencakup intelek ditambah sensasi keinginan dan cinta, ditambah kemauan, kehendak bebas, yang melaluinya kita dengan bebas memilih untuk menaati Tuhan. St. Nikodemos dari Gunung Athos menjelaskan hal ini lebih lanjut dengan menggunakan contoh roda dengan jari-jarinya, “Karena itu kita harus ingat bahwa sebagai pusat roda gerobak memiliki jumlah jari-jari yang melingkar dan kembali ke pusat di mana mereka bertemu, begitu juga hati manusia seperti pusat di mana semua indra, semua kekuatan tubuh, dan semua tindakan jiwa bersatu.” Roda dengan jari-jarinya yaitu semua indra, semua kekuatan tubuh, dan semua tindakan jiwa bersatu.”

“Ketika nous berada di hati seperti yang seharusnya sesuai dengan naturnya, maka seluruh jiwa adalah satu kebajikan,” tulis St. Antonius (251-356). Inilah yang digambarkan oleh orang-orang kudus sebagai memiliki “pikiran Kristus” yang digambarkan oleh St. Hesychios (432) sebagai berikut, “Nous ketika disucikan, memandang kepada Allah dan menerima pengetahuan ilahi dari-Nya. Maka baru  mengerti kata-kata: ‘Mereka semua akan diajar tentang Allah'” (Yoh 6:45).

            Jika nous disucikan waktu mengalami ilumination waktu dan terang ilahi dan menerima pengetahuan ilahi dan baru berkata – kata, yoh 14:26; kalau itu bekerja maka itu level ilumination dan menerangi pikiran kita Yoh 16:8.

Hati Sebagai Pusat Perintah

Sama seperti hati fisik kita mengendalikan sebagian besar fungsi tubuh, jadi hati rohani kita adalah pusat dari semua yang kita pikirkan, katakan, cintai, benci, dan pilih dan lakukan dalam hidup. Archimandrite Spyridon Logothetis menekankan pentingnya dua hati, fisik dan spiritual, ketika ia menulis, “Setiap orang memiliki dua hati. Satu adalah hati tubuh. Yang lain adalah hati jiwa. Kondisi baik atau buruk dari kedua hati kita sangat penting. Jika sesuatu terjadi pada salah satu dari mereka, maka kita memiliki masalah hati dan hidup kita dalam bahaya, apakah itu kehidupan tubuh kita atau kehidupan jiwa kita.” (The Heart. Archimandrite Spyridon Logothetis. Holy Transfiguration Monastery. Nafpaktos, Greece. 2001)

Logothetis selanjutnya mengatakan bahwa sama seperti minyak bumi yang naik ke permukaan dari kedalaman bumi perlu disempurnakan, sehingga pikiran yang naik dari kedalaman hati perlu disaring dan dimurnikan begitu mereka mencapai permukaan (nous). Dengan demikian, hati yang oleh para Bapa disebut “ruang penerimaan Tuhan” juga dapat menjadi tempat tinggal kejahatan dan dosa; apa yang oleh psikiater disebut alam tidak sadar; tempat yang digambarkan Rasul Paulus dengan sangat baik ketika dia berbicara tentang hukum daging di dalam dirinya yang berperang melawan hukum nous. Hati yang sama di mana Allah mencurahkan kasih-Nya melalui Roh Kudus, “Allah telah mencurahkan kasih-Nya ke dalam hati kita oleh Roh Kudus, yang telah Dia berikan kepada kita” (Rom 5:5), hati yang sama ini juga dapat menjadi tempat iblis.

Nous Yang Sadar dan Hati Yang Bawah- Sadar

Hati dapat dibandingkan dengan ketidaksadaran yang memainkan peran penting dalam psikiatri dan psikologi kontemporer. Di dalam hati, atau di alam bawah sadar, terkubur semua hal yang pernah kita lakukan (termasuk yang telah kita lupakan) serta semua hawa nafsu yang kita warisi. Yesus berbicara secara khusus tentang kebenaran ini ketika Dia berkata, “Dari dalam hati”, alam bawah sadar, “timbul pikiran- pikiran jahat, perzinahan, pembunuhan …. hal-hal yang menajiskan seseorang” (Mar 7:21-23). Namun dari alam bawah sadar yang sama, terkubur di dalam hati, kita juga mewarisi banyak hal baik juga, seperti suara hati nurani, pengetahuan tentang Tuhan, rasa benar dan salah, dan sebagainya.

Dalam menciptakan manusia, Allah menanamkan dalam dirinya suatu pikiran yang menerangi nous dan menunjukkan apa yang baik dan yang jahat. Ini adalah hati nurani, dan itu adalah hukum alam. Dengan mengikuti hukum ini, hati nurani, para leluhur dan semua orang suci menyenangkan Allah, bahkan sebelum Hukum Taurat ditulis. —Dorotheus

Perjuangan antara Nous yang sadar dan hati yang di bawah sadar. Suatu masalah muncul ketika pikiran-pikiran dari nous yang sadar berselisih dengan keinginan-keinginan hati yang bawah-sadar. Seperti Rasul Paulus dengan sangat baik menjelaskannya dalam Roma 7:22-25, ketika nous sadar ingin menaati Tuhan, dan hati menjadi objek, pergumulan besar terjadi antara nous dan hati, sadar dan bawah sadar. Dalam pergumulan ini, Rasul Paulus menggambarkan dari pengalaman pribadi bagaimana pikiran-pikiran hati, yaitu nafsu lebih kuat daripada pikiran-pikiran dari nous sampai pada titik di mana mereka menolaknya.

Dee Pennock, seorang penulis Ortodoks terkemuka, menggambarkan perjuangan batin ini dengan hasrat atau nafsu, “Ketika nous sadar kita ingin mengubah kita menjadi lebih baik dalam beberapa cara, semua nafsu yang dikemas dalam pikiran bawah sadar kita, hati kita, berkata, “Bukan pada hidupmu!” Mereka mengambil kemudi dan menuju ke arah yang berlawanan. Pada titik itu, kita tidak boleh menyerah pada kehendak kita yang luar biasa, apa yang harus kita lakukan, dengan bantuan Tuhan, adalah mengatasi nafsu yang mencoba meraih roda, dan mendapatkan kembali kendali atas mekanisme kemudi kita sendiri.” (The Adam Complex: The Passions of Adam and Eve. Dee Pennock. Light and Life Publishing Company. Minneapolis, MN. 2004). Ini adalah pengalaman Rasul Paulus ketika dia berseru, “Siapa yang akan membebaskan aku dari tubuh maut ini?” Melalui doa dia mengatasi nafsu yang mencoba untuk menghilangkannya, dan dia dapat menyatakan, “Aku berterima kasih kepada Allah melalui Yesus Kristus, Tuhan kita” (Rom 7:24-25).

Isi Kekosongan Dengan Allah

Yesus memperingatkan bahwa ketika hati dibiarkan kosong setelah setan diusir, maka iblis yang sama itu akan kembali dan membawa tujuh setan lain bersamanya, bahkan lebih jahat dari dirinya sendiri – mereka masuk dan tinggal di sana dan keadaan terakhir dari hati orang itu lebih buruk daripada sebelumnya (Mat 12: 43-45). Bukan hanya alam yang mencintai ruang hampa, Setan juga bersukacita ketika ia melihat ruang hampa. Dia bergerak dan mengambil alih. Tidak demikian ketika Allah hadir di dalam hati sehingga Setan melarikan diri. St. Gregory Palamas menunjukkan bahaya kekosongan batin, “Jadi, ketika rahmat Allah tidak tinggal di dalam manusia, maka iblis membuat sarang di dasar hati manusia, seperti ular sungguhan, dan mereka tidak pernah membiarkan hati manusia menginginkan yang baik.”

Pentingnya Hati

Setan berusaha menyerang hati melalui pencobaan. Di sana — di dalam hati — dosa lahir, dan di sana — di dalam hati — neraka dimulai. Itu sebabnya banyak orang berjalan-jalan dengan neraka yang bisa berpindah di hati mereka. Dalam kata-kata St. Basil, “Keputusan hati adalah akar dari aktivitas tubuh. Ini karena perzinahan pertama-tama menyala seperti api di dalam hati orang yang sensual dan kemudian menciptakan kerusakan tubuh yang berdosa – dengan melakukan perzinahan.”

Dan itulah sebabnya Yesus berkata, “Setiap orang yang memandang seorang perempuan dengan penuh nafsu, telah berselingkuh dengan dia di dalam hatinya” (Mat 5: 27-28). “Karena dari hati keluar pikiran-pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, saksi palsu, hujatan” (Mat 15:19). Di tempat lain Yesus berkata, “Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Luk 6:43-45 TB) Betapa penting kita menjadikan doa pemazmur sebagai doa kita sendiri setiap hari, “Ciptakanlah hatiku yang suci, ya Allah” (Mazmur 51:10).

“Anakku, berilah aku hatimu,” kata firman Tuhan (Ams 23:26). Tuhan menginginkan hati kita. Dia menginginkannya sebagai tahta-Nya. Dia ingin memerintah di sana, untuk memimpin dan memerintah sebagai raja. “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada,” kata Yesus (Mat 6:21). Tidak ada ruang yang cukup untuk dua raja di atas takhta hati, hanya satu. Tuhan dan mammon tidak bisa duduk di atas takhta yang sama.

Hati bukan hanya pusat dari seseorang tapi juga segala sesuatu yang dimiliki seseorang. Dengan demikian, St. Theophan Sang Pertapa menggambarkan hati sebagai tempat kehadiran Tuhan: “Hati adalah pusat keberadaan manusia yang paling dalam, atau roh. Di sini terletak kesadaran diri, hati nurani, gagasan tentang Tuhan dan ketergantungan seseorang kepadanya, dan semua harta abadi kehidupan spiritual… Hati fisik adalah sepotong daging berotot, tetapi bukan daging yang merasakan, melainkan jiwa; hati ini berfungsi sebagai alat untuk perasaan-perasaan ini, sama seperti otak berfungsi sebagai alat untuk pikiran-pikiran. Berdirilah di dalam hati, dengan iman bahwa Tuhan juga ada di sana.” (The Art of Prayer compiled by Chariton. Faber and Faber. London,1966)

Philip Sherrard, filsuf dan penulis religius Ortodoks yang terkenal (juga salah seorang penerjemah Philokalia) mendefinisikan posisi hati dalam antropologi Ortodoks sebagai, “Wadah energi ilahi atau rahmat Allah, “tempat” kehadiran kehidupan ilahi, suatu tempat kita bertemu Tuhan dan bersatu dengan Tuhan menjadi makhluk yang terintegrasi dan berubah rupa. Karena itu seni kehidupan spiritual adalah sadar akan “harta yang tersembunyi di dalam hati” – untuk menjadi sadar akan kehadiran Allah yang nyata tetapi tidak dapat dipahami di dalam hati; dan seni ini diefektifkan dengan mendorong intelek, terbebas dari pikiran-pikiran jahat dan gambaran asing, untuk “turun” ke dalam hati dan karenanya menjadi sadar akan kehadiran ilahi yang tersembunyi di sana.” (Christianity and Eros. Philip Sherrard. Denise Harvey Publ. Evia, Greece, 2002)

Tugas kita adalah menjadi “sadar akan harta yang tersembunyi di dalam hati.” Apa itu “harta yang tersembunyi di dalam hati”? “Kristus, harapan akan kemuliaan.” Kita dipanggil untuk turun ke sana dengan nous melalui doa untuk berdiri di hadirat Allah. Salah satu deskripsi paling misterius tentang misteri hati diberikan oleh St. Makarios, “Di dalam hati ada kedalaman yang tak terduga. Ada ruang penerimaan dan tempat tidur di dalamnya, pintu dan teras, dan banyak kantor dan lorong. Di dalamnya ada bengkel kebenaran dan kejahatan. Di dalamnya ada kematian; di dalamnya ada kehidupan …. Hati adalah istana Kristus: di sana Kristus sang Raja datang untuk beristirahat, dengan para malaikat dan roh orang-orang kudus, dan dia tinggal di sana, berjalan di dalamnya dan menempatkan Kerajaan-Nya di sana.” (The Art of Prayer. Compiled by Igumen Chariton. Faber and Faber. London, 1966)

Metropolitan Anthony Bloom mengundang kita untuk melakukan perjalanan di dalam hati untuk menemukan kehadiran Tuhan di sana: “St. John Chrysostom berkata bahwa temukan pintu ruang jiwa Anda dan Anda akan menemukan bahwa ini adalah pintu menuju kerajaan Surga. Efraim dari Siria mengatakan bahwa Allah, ketika ia menciptakan manusia, menempatkan di bagian terdalamnya semua kerajaan, dan bahwa masalah kehidupan manusia adalah menggali cukup dalam untuk menemukan harta yang tersembunyi. Oleh karena itu, untuk menemukan Tuhan kita harus menggali untuk mencari kamar dalam ini, dari tempat di mana seluruh kerajaan Allah hadir di inti/pusat kita, di mana Tuhan dan kita dapat bertemu. Alat terbaik, yang akan melewati semua rintangan, adalah doa. Masalahnya adalah bagaimana berdoa dengan penuh perhatian, sederhana, dan jujur ….”

Jadi, mengulangi kata-kata St. Theophan: “The heart is the innermost man, or spirit. Here are located self-awareness, the conscience, the idea of God and of one’s dependence on him, and all the eternal treasures of the spiritual life…. The physical heart is a piece of muscular flesh, but it is not the flesh that feels, but the soul; the carnal heart se rves as an instrument for these feelings, just as the brain serves as an instrument for the mind. Stand in the heart, with the faith that God is also there.” Untuk itu kita membutuhkan hati yang murni. Jadi, kita berdoa dengan pemazmur, “Ciptakan hati yang suci di dalam diriku, ya Allah” (Mazmur 51:10).

Kesimpulannya adalah marilah kita menyucikan diri dan menerangi nous dan hati  sehingga kita menyatu dengan Kristus.

GEREJA, AKHIR ZAMAN, HOPE DAN LOVE; Hope berbicara dengan prayer dan worship

Toll house dan toll gate adalah penghakiman sementara, seperti apa toll gate yaitu lukas 16:19-31, apa yang terjadi kepada lazarus dia dipangkauan Abraham. Karena waktu Lazarus masih hidup dia sangat menderita dan sekarang dia menerima kesenangan sedangan dengan orang kaya pada saat dia hidup, dia telah hidup yang penuh kebahagiaan tetapi sekarang dia sangat menderita sebab sebab waktu dia masih hidup dia sangat hidup dengan kesenagan. Toll gate = hades – nereka dan Firdaus –surga. Selama kita masih hidup kita banyak melakukan dosa ada penghakiman kecil. 

TOLL HOUSE

Hamediate/ partial judgement yaitu Firdaus/ penhakiman akhir yang kedua adalah Hades/ Gehenna / Hell / seeol. Ini adalah tugas toll houes. Partial adalah final judgement yaitu second coming dan parozisia. Hamendiate adalah our afta death.

Judgement today adalah memberikan penghakiman Akhir. Anti Kristus dan pertobatan Elia dan henohk 4. 5. pemurtakan secara masa, 6. terang, fevolusi dan lain – lain. Apa artinya dari enam tentang penghakiman Akhir ini adalah untuk keselamatan kita. Maka ada pemberitaan injil dibumi. Maka ada kedatangan anti Kristus yang kedua dan telah dikalahkan Iblis oleh Kristus sendiri. Untuk mengkalahkan dosa, kematian, pengajaran palsu dan lain – lain sebagianya. Kedatangan pertama adalah unutk mengalahkan kuasa dan kematian dari Iblis. Maka pentinnya berjaga  – jaga (Nepsis).

Ada sebuah cerita seorang ibu yang memiliki anak? Yang meresa sedih, anaknya  masih kecil yang memiliki penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Anak itu bertanya kepada mamanya katanya mam, apakah sakit kalau mati” jadi bagaimana respon mama kepada anaknya pasti sakit. Mama anak tersebut langsung pergi dan lari kedapur lalu mama itu menangis dan memukul dinding dan lain- lainnya. Mama itu langsuang berdoa  kepada Tuhan kata “Tuhan apa yang harus kujawab kepada anakku. Lalu mama itu dia datang kepada anaknya dan menjawab kepada anaknya. Nak kamu masih ingat waktu kamu masih kecil? Kata anak itu iya. Waktu kamu  main, kamu capek  dan tertidur dan mama  memindahkan kamu ketempat tidurmu. Begitu pula kematian, kematian seperti yang sedang tidur lalu waktu kita bangun ternyata tempat tidur kita sudah pindah dirumah Bapa yang disorga.

Kehidupan Kristen itu berpindah tempat dan akan merasakan. Melihat kehidupan menuju Glory tetapi bukan menakut nakuti orang masuk kenerakan  melainkan  untuk hidup lurus dan  melihat Glory / theosis.

Jiwa setelah terpisah dari tubuh, ia tidak kehilangan kesadaran tetapi ia akan mengingat semua yang telah terjadi. Ketika jiwa itu meninggalkan tubuh maka jiwa itu menemuka roh – rohnya baik roh baik maupun roh jahat. Hari pertama setelah kematian ada malaikat yang menemani, pada dua hari setelah kematian maka jiwa kita itu akan mengalami kebebasan tetapi pada hari ketiga dia naik ke alam lain. Ketika persembahan dibuat digereja akan ditemani oleh malaikat penjaga dan mulai melepaskan rasa kesedihan, hari kedua dan hari pertama masih sedih. Ia masih melihat orang – orang dan mengunjungi tempat diamana dia telah kunjungi diwaktu dia hidup, dan ada jiwa yang tidak mau lepas dari tubuh dan masih teringat pada isi rumahnya.

Keadaan jiwa ketika meninggalkan tubuh, jiwa itu masih tinggal dibumi akan tetapi tidak bisa berkomunikasi dengan orang yang dia lihat. Lalu ia akan mengarahkan matanya kepada malaikat seperti hari pertama dan hari kedua yang masih tinggal didunia. Kata Bioshop Theophan ; Kakak tidak akan mati tapi tubuhnya masih terbalik sakit tetapi jiwanya masih ketempat yang lain, ditempat yang masih ia hidup dan dijam – jam seperti ini dia ada disampingmu dan kamu tidak tidak bisa melihatnya dan dia tidak bisa berkomunikasi denganmu. Dia lebih baik disana daripada orang yang masih hidup sebab orang yang masih hidup adalah masih mengalami penderitaan.

Pada hari ketiga dia dibawa oleh malaikat.  Lalu apa yang terjadi kepada jiwa pada hari ketiga? Dia akan  mengalami legion spirit, dia langsung  mencicipi legoinnya atau dosa yang dia lakukan. Waktu dia hidup mungkin dia telah melakukan dosa dan setelah itu dia akan mati jadi dia akan mengalami penghakiman sementara kepada firdaus sesuai dengan apa yang telah dia lakukan waktu  dia hidup didunia.

Kemudian, setelah melewati pintu tol dengan sembunyi-sembunyi dan membungkuk di hadapan Allah, jiwa selama 37 hari lagi mengunjungi tempat-tempat surgawi dan jurang neraka, tidak menabrak appoitend sampai pada ressrretions of the dead.

Penghawyuan malaikat ; pada hari ke 3-9 jiwa itu akan ditunjukan betapa indahnya paradise tetapi sisanya  hari 10-40 akan ditunjukkan penderitaan atau Hell. Bagaimana keadaan jiwa waktu menunggu ditempat paradise maka jiwa ini berada difirdaus sementara kalau 40 hari maka dia merasakan siksaan dari harades seperti Lazarus dengan orang kaya. Nanti akan menerima secara full ketika jiwa dan tubuh ini mengalami penghakiman.

Berdoa untuk orang mati, apakah pernah kita mendoa orang meninggal? Jika pernah apa yang kita doakan? Kita berdoa sesama gereja, atau sesama orang percaya bukan soal penyembahan berhalan melainkan kita berdoa supaya perjalanannya menuju ke firdaus. Lalu apa yang bisa kerjakan untuk orang mati? Pasti kita menginginkan kasihnya sebab mereka meresakan doa yang kita panjatkan.

Lukas 16:22 ini lambang masuk neraka sebab hidup berfoya – foya, wahyu 20:15, Ibrani 12:22-23, tetapi kamu sudah datang kebukit sion itu artinya firdaus. Lukas 10:20 bersukacitiah sebab namamu telah terdaftar disorga, dengan mengikuti jalan Kriatus, dan menunggal kepada-Nya. Filipi 3:20-21 kewargaan kita adalah didalam Sorga maksudnya adalah yang mengalami baptisan, kematian dan kebangkitan dan beriman kepada-Nya. Efesusu 2:4-6 kita baptiskan, dikuburkan dan mengenakan Kristus dan mengambil bagian dari tubuh Kristus artinya hidup didalam Kristus. Efesusu 2:6 bangkit bersama dan duduk bersama didalam sorga dan didalam Yesus maka nama kita tertulis dibuku kehidupan seperti Lazarus, dia tertulis dinama kehidupan beda dengan orang kaya, dia tidak tertulis namanya sebab dia tidak melakuakan kasih kepada sesama dan kepada Tuhan.

             Yesus memberikan perumpamaan yang tertulis dikitab Matius 10:28 walaupun tubuhnya sudah mati tetapi jiwa masih hidup. Jadi setiap kita marilah kita menyatu dengan Kristus dan  beriman kepada Kristus sebab Dia yang memberikan tempat bagi hidup kita dan jalan keselamatan. Dan ketika kita mati jika hidup kita ini menyatu dengan Kristus maka malaikat menjemput kita, Lukas 23:42-43hari ini engaku ada bersama – sama dengan Aku difirdaus sedangkan tubuhnya dikuburan jadi orang itu di jemput oleh malaikat seperti Lazarus. Lukas 12:16-21yang memetingkan barang duniawi, hai jiwa ada padamu barang, bertimbun untuk bertahun-tahun tetapi dia tidak mengerti bahwa rohnya tang terpentung sedangkan tubuh akan ditinggalkan. Wahyu 14:13, LUKAS 12:16-21 yang tidak memikirkan rohnya. Lukas 12:20 malam ini mereka akan menutup jiwa yaitu roh-roh jahat yang akan membawa jiwa kita ini kehades. Kematian orang ada dua kelompok yaitu roh-roh makhluk yang suci (hidup yang saleh, beriman kepada Kristus dn lain-lainnya) yang akan membawa kefirdaus sedangkan yang kedua adalah roh-roh makhluk jahat (hidup yang telah berbuat dosa) yang akan membawa kehades/nereka.

Ibrani 9:27 adalah penghakiman langsung ketika roh keluar, Yohanes 14:30 Yesus mengatakan ini dengan mengingat kematian-Nya, Efesus 2:2 ada roh yang menguasai hidup ini ketika Yesus mati ada roh yang menguasai hidup-Nya supaya Dia jatuh kedalam dosa, Lukas 4:13 sesudah Iblis mengakhiri percobaan ini maka dia menunggu kedatang Yesus untuk menutup kuasa di dunia ini, Yohanes 14:30. Efesus 2:2 kamu hidup didalamnya karena kamu mengikuti jalan duniasehingga roh-roh jahat menguasai jiwa dan tubuh kita sehingga hidup kita ini hidup didalam dosa seperti hawa nafsu atau kedagingan. Matius 12:24, Efesus 6:12 melawan kedagingan, penguasa, dan roh-roh jahat. Sebab itu jika ini dikuasai oleh kuasa Iblis maka Iblis menuntut hidupnya jiwanya masuk hades sedangkan hidupnya ini hidup didalam Kristus maka Iblis tidak berkuasa atas hidupnya sebab Kristus yang berkuasa. Daniel 10:12-13 Gabriel datang kepada Danaiel dan Mikha datang kepada Daniel untuk menolongnya. Maka pertobatan itu sangat penting sehingga roh-roh jahat tidak menuntut kita.

Matius 10:28,Yoanes 5:28-29 akan mereka terima apa yang mereka perbuat. Jadi hidup ini harus hidup kepada Kristus, beriman dan mengenakan Kristus didalam hidup sehingga malaikat-malaikat akan menjemputmu. 2 Petrus 2:4, kenapa gereja  mendoakan orang yang sudah mati sebab Krsitus telah menuliskan Dikitab 12:32 sebab terang saling menerangi dan semasih menghujat Roh kudus akan ada pengampunan. Sebab mengapa orang Kristen mendoakan orang mati supaya mereka perjananan mereka menuju FIRDAUS dan juga meminta belaskasihan dari Allah untuk mengampuni mereka.

HAGIOS

YESUS Kristus sebagai Kepala dan Pendiri Gereja menguduskan mereka yang percaya kepada-Nya dan Injil-Nya. Ini

Pendusta merupakan Tubuh Mistik-Nya, yang mencakup yang hidup dan yang mati juga. Anggota Tubuh Kristus yang hidup, yang bekerja untuk menerapkan perintah ilahi sebagai saksi

kepercayaan yang kuat pada Kristus, disebut “orang-orang kudus” dalam penafsiran Perjanjian Baru. Orang-orang percaya ini terus-menerus berusaha untuk mencapai kesempurnaan; mereka terus berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa dalam pertobatan dan kepatuhan; mereka dengan tulus berusaha mendamaikan diri mereka dengan Allah dalam nama Kristus; mereka mencoba untuk menyebarkan kepercayaan mereka kepada mereka yang belum menerima Kristus dan Injil-Nya; mereka, secara umum, adalah pemberita Kerajaan Allah yang Kristus adalah Pendiri dan Kepala. “Orang-orang kudus di bumi” ini yang berusaha untuk menjaga Injil tetap utuh di dalam diri mereka dan juga yang berusaha untuk membuat orang Kristen lainnya menjadi Gereja Militan di bumi. “Orang-orang kudus” yang telah pergi merupakan Gereja di surga, Yang Kemenangan.

Kenapa kita meminta pertolongan mereka? Karena mereka sudah menang. Maka gereja mengukuti mereka sebab mereka adalah orang hagios atau orang kudus.

Ibrani 13:7, memperhatikan iman mereka, karena mereka orang hagios atau orang kudus yang telah menang atas dosa. Dan kita memperingati hari mereka. Kita membutuhkan doa kepada orang yang telah menang seperti orang hagios tadi, untuk apa? Untuk berjuang atas mereka. Kita juga membutuhakan doa para malaikat zakharia 1:12-13; ada doa para malaikat untuk orang-orang yang membutuhkannya. Lukas 5:10; ada sukacita, para malaikat bersukacita sebab ada salah satu orang yang bertobat maka malaikat bersorak-sorak diatas sorga. Sebab mereka dalam bentuk Roh yang diciptakan Tuhan jadi mereka berdoa untuk kehidupan dibumi supaya orang semakin percaya, bertumbuh dalam rohani.

Yakobus 5:15; doa orang benar. Apakah doa itu Cuma kepada orang benar? Tentu tidak. Sebab semua orang membutuhkan doa seperti yang tidak ada didunia ini mereka membutuhkan doa. Seperti orang yang kudus mereka disorga memdoakan kita semua supaya mencapai kemenangan sebab kasih itu tak kesudahan. 1 Timotuis 2:5; Kristus adalah pengantara Allah dengan manusia. Seperti dalam doa, tidak mungkin kita langsung berdoa kepada Allah melainkan kepada Kristus lalu Kristus yang mengantarnya kepada Allah. Kristus adalah metorator antara Allah dengan manusia. Sesama tubuh Kristus sama-sama kita doakan baik yang ada dibumi maupun yang ada disorga.

Kalau kita mempelajari Hagios bukan berarti kita mengikuti mereka melainkan mengikuti Iman mereka dan ajarannya. Hagiosàicons= Matius 22:37,39 mengasihi Allag dengan segenap Allah berarti kita tidak mengikuti yang lain. Bagaimana dengan hagios yang telah menang? Bukan berarti kita menyembah mereka, memuji mereka melainkan kita itu meneladni teladan dan iman mereka. Wahyu 19:10.

 yang terjadi didalam gereja Korintusà 2 Korintus11:4, kita ikuti apa, apakah Markus atau Yesus tentu kita ikuti tentu Yesus. Apakah kita ikuti hagios? Seperti Matuis, Markus, Lukas dan Yohanes jadi kita perlu membedakan veneration dan Worship. Galatia 1:8, ada injil yang lain yaitu Hagios sebab Yesus tidak menulis isi Alkitab melainkan Hagios yang menuliskan surat injil.

Firman Allahà Inkarnasià Manusia dengan Yesus= logos lisan bisa kita lihat, sentuh, diraba dan didengar. Logos dicatat yaitu Hagios=Roh Kudus. Firman Allah yang kekal itu adalah yang hidup yang menjadi manusia.  Hogias adalah gereja yang sudah menang maka kita perlu meneladi iman para Hagios. Ibrani 13:34 pemimpin yang anggap adalah orang kudus yang ada didalam tubuh Kristus yang sudah menang dalam bahasa aslinya Hagios. Filipi 1:1 semua orang kudusà orang yang belum mati dan semua orang Kudus seperti gereja yang hidup difilipi beserta pemimpinya. 

Orang kudus adalah orang yang membuat kebaikan Tuhan menjadi menarik

MANUSIA TERDIRI DUA ELEMEN

Manusai yaitu elemen materi dan spiritual.

  1. Manusia secara jasmani
    1. Manusia secara Rohani

Ada yang membedakan tubuh,jiwa dan roh atau manusia batianiah dan lahiriah (1 Tes. ). Dan alkitab sendiri mengajarkan Ayut 2:5-6. Makhluk itu terdiri debu tanah/materi yang membentuk daging dan tubuh. Roh manusia berasal dari Allah yang keluar dari nafas ALLAH dan dihembuskan dalam tubuh tadi sehingga tubuh itu hidup. Jika tubuh itu berasal dari Allah berarti bersifat kekal. Tetapi secara jasmani tubuh itu telah dikutuki karena kejatuhan dari dosa tetapi roh itu masih hidup walaupun tubuh itu sudah mati karena roh bersifat kekal, Mazmur 63:1 haus akan Allah yaitu tubuh dan roh, Yesaya 31:3, Matius  roh dan daging, Yohanes 6:63 roh yang memberi hidup dan daging tidak memberi hidup, 1 kor 2:14-15 ada bersifat roh dan daging. Roh  itu hubungannya dengan Allah dan jiwa berhubungana dengan sesama, roh dan jiwa satu unsur spiritual tritunggal ada nous, jiwa dan roh. Nous yang mengendalikan jiwa, jiwa dan roh itu titik pertemuan dengan Tuhan. Bedanya dengan binatang dan manusia yaitu binatang tidak mempunyai roh dan sedangkan manusia mempunyai roh dan jiwa yang bersifat kekal yakni yang selalu bersinergy dengan Kristus.

Bagaimana kita diselamatkan dan  setelah diselamatkan apa yang perlu kita lakukan? yaitu mengerjakan keselamatan, melawan dosa/daging, Askesi, menjaga nous dan hati, kebajikan,praktikos dan love.

Nous mengendalikan soal dan spirit. Soul yaitu reason, emation dan desire= fronesma pneumatos dan fronesma sarkos (logismoi, nafsu dan dosa) yang ada dalam hati /tubuh, dan nous adalah matin batin kita> indra tubuh. Spirit adalah Allah.

Apa yang membuta nous itu gagal menjaga hati yaitu

  1. Peirasmos/godaan dari luar/Iblis
  2. Tidak berdoa
  3. Tidak berjaga-jaga/nepsis

Didalam hati manusia tidak mengerjakan kehendak Allah tetapi Allah sudah memberikan kehendak bebas kepada manusia tetapi pilihan ditangan manusia dengan Tuhan memberikan  NOUS, HATI DAN KEHENDAK BEBAS. Menjaga indra itu adalah tutup pintu lidah anda untuk berbicara dengan hal-hal negatif tetapi jangan biarkan bagian jiwa atau tubuh kita terbuka untuk roh-roh jahat masuk sehingga Nous kita tetapi terjaga. Selalu berpatroli st. simeon melanjutkan dan mengatakan, intelek/nous menjaga hati ketika berdoa;ia harus selalu berpatroli di dalam hati. Untuk menghentikan dorongan pikiran-pikiran Anda yang terus menerus: tulis St. Theophan “Anda harus mengikat nous  dengan satu pikiran, atau hanya memikirkan satu” pikiran Tuhan Yesus. “Nous adalah tempat yang berbahaya. Jadi marilah kita jaga nous sehingga nous dan hatu tidak dikuasai oleh kuasa Iblis jika kita hidup didalam Kristusvdan memiliki pikiran Kristus karena ada terang Kristus. Ada tiga tahap untuk menjaga nous yaitu

  1. Berdialog kepada Tuhan
  2. Menutup lidah dan menjaga indra tubuh
  3. Penyatuan atau penggabungan dimana nous menyetujui pencobaan logismoi dan memulai memikirkannya.
  4. Terakhir dalam proses dosa adalah tahap terbelenggu (captive). Disini kita jatuh sepenuhnya dibawa kuasa pencobaan sehigga kita tidak lagi bebas untuk menolaknya. Tahap menjadi gairah obsesi.

Semuanya ini dimulai dari pintu hati;

  1. Sebuah provokasi atau gadaan (prosbole)
  2. Dialog (sindiasmos)
  3. Persetujuan (synkatathesis)
  4. Terbelenggu menjadi gairah dan obsesi.

Iblis yang bekerja memulai logismoi memiliki kebebsan hanya sejauh kita membiarkan mereka memiliki pengaruh terhadap kita. Bagaimana kita bisa melawan logismoi atau pikiran –pikiran jahat yang menyerang kita? Setiap hari kita harus membuat keputusan tentang pikiran mana yang akan kita izinkan masuk dalam Nous dan hati kita apakah positif atau negatif.

YESUS Kristus sebagai Kepala dan Pendiri Gereja menguduskan mereka yang percaya kepada-Nya dan Injil-Nya. Ini Pendusta merupakan Tubuh Mistik-Nya, yang mencakup yang hidup dan yang mati juga. Anggota Tubuh Kristus yang hidup, yang bekerja untuk menerapkan perintah ilahi sebagai saksi

kepercayaan yang kuat pada Kristus, disebut “orang-orang kudus” dalam penafsiran Perjanjian Baru. Orang-orang percaya ini terus-menerus berusaha untuk mencapai kesempurnaan; mereka terus berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa dalam pertobatan dan kepatuhan; mereka dengan tulus berusaha mendamaikan diri mereka dengan Allah dalam nama Kristus; mereka mencoba untuk menyebarkan kepercayaan mereka kepada mereka yang belum menerima Kristus dan Injil-Nya; mereka, secara umum, adalah pemberita Kerajaan Allah yang Kristus adalah Pendiri dan Kepala. “Orang-orang kudus di bumi” ini yang berusaha untuk menjaga Injil tetap utuh di dalam diri mereka dan juga yang berusaha untuk membuat orang Kristen lainnya menjadi Gereja Militan di bumi. “Orang-orang kudus” yang telah pergi merupakan Gereja di surga, Yang Kemenangan. Gereja Militan dan Triumphant didirikan oleh Kristus yang sama, Tuhan yang sama, Kepala yang sama. Karena itu, keduanya adalah Gereja yang satu dan sama; mereka adalah satu, karena Satu adalah Kepala mereka. Kesatuan ini tergantung pada esensi kepercayaan kepada Kristus Juruselamat dan tujuan orang-orang secara keseluruhan dan sebagai individu. Gereja Militan dan Triumphant memiliki tujuan yang sama: untuk memuji Kristus dan untuk menciptakan keyakinan yang konstan dan abadi, “Karena di dalam Dia (Kristus) semua kepenuhan Allah senang untuk tinggal, dan melalui dia untuk berdamai dengan dirinya sendiri semua hal, apakah pada bumi atau di surga, berdamai dengan darah salibnya “, Kol 1: 19-20. Satu-satunya perbedaan di antara keduanya adalah bahwa Gereja Militan terus-menerus “menjadi”, sedangkan Yang Kemenangan sudah menang melawan dosa oleh Rahmat Allah.

ANTIKRISTUS

Antikristus  1 Yoh 2:18, 1 Yohanes 2:22; apa isi ajaran mereka ? antikristus itu adalah musuhnya  Kristus dan gereja-Nya.

  • 1Yohanes 4:3 sudah ada berarti yang adanya yaitu roh antikristus, ajaranya apa
  •  1 Yohanes 2:22 yang menyangkal Bapa dan roh kusus.
  •  2 Yonaes 1:7 tidak mengakui bahwa Yesus bukan manusia

Antikristus muncul dari mana yaitu dari dalam (orang yang murtad) 1 Yohanes 2:19 orang yang berasal dari kita tetapi tidak sungguh-sungguh dalam kita yang menyangkal Allah, menetang Allah dan tidak mengakui Allah dan tidak mengakui Tritunggal 1 yohenes 4: 2-3 dan setiap roh mengakui roh setiap manusia berarti berasal dari Allah dan yang tidak mengakui berarti berasal dari antikristus. 2 Tes 2:3> jangan dirimu disesatkan sehingga orang banyak murtad, itu semua ajaran antikristus sehingga Rasul paulus mengatakan jangan seorangpun menyesatkan engkau. 2 Yohanes 1:7-11>  kita sangat hati-hati dalam ajaran mereka kalau kita menerima ajaran mereka maka kita tidak menerima Allah. Kalau kita mengaku bahwa YESUS adalah Anak Allah 1 yhanes 5:1, ibarani 1:1-4> satu-satunya keselamatan dan bukan salah satunya, 1 Yoh 4:2 yang mengakui Allah berarti berasal dari Allah dan itulah pekerjaan Roh kudus. Dia sebagai raja dari segala, Dia sebagai nabi dari segala nabi dan Dia sebagai iman dari segala iman. Ibarani 1:1-4. Yoel 2:28> Allah berbicara dari kegerasi kegenasi dan zaman dari zaman.   DIA ANAK TUNGGAL ALLAH 1 Yohenas 1:18> tanpa melalui Anak maka tidak mengenal Allah. Tidak ada firman ALLAH yang lain kecuali yang disampaikam oleh Anak karena apa yang disampaikan oleh Anak merupakan yang terakhir. Dialah perantara terakhir yang diutus oleh Allah sehingga ketika Sang Anak berkata, “ Aku jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada yang datang kepada Bapa kalau tidak ada melalui Aku.”  Itulah perkataan yang terakhir berarti tidak ada lagi. Setiap perkataan-Nya adalah final dan kebenaran sehingga kita boleh sanagt yakin apa yang kitakan-Nya kebenaran dan kita boleh bergantung pada setiap perkataan yang keluar dari mulut-Nya  1 Yoh 2:1, Yoh 6:8> perkataanmu adalah perkataan yang kekal. “sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, dia tidak akan mengalami maut sampai selama-selama” (Yoh 8:51). Sebab firman yang disampaikan-Nya adalah firman yang final yang berasal dari Allah (Yoh 7:16). Tidak ada lagi firman Allah lain selain yang disampaikan oleh Allah.

            Marilah kita merespon firman Allah ini denga semakin yakin dan taat kepada perkataan-Nya karena perkataan-Nya adalah kebenaran. Yesus mengajarkan supaya kita tinggal di dalam firman-Nya dengan demikian kita adalah orang-orang yang mengasihi (Yoh 14:15).

Agama Kristen bukan agamanya Yesus Kritus, melainkan agama tentang Yesus Kristus sebab tanpa Kristus Yesus tidak ada lagi agama Kristen. Walaupun kita lakukan menjalankan segala syatiat dalam agama Kristen, tetapi tanpa Kristus maka percuma atau sia-sia sebab buan agama syariat yang bisam menyelamatkan kita, selain Kristus sendiri. Keselamatan adalah Kristus dan Kristusvadalah keselamatan itu sendiri sehingga walaupun kita menjalankan segala amal baik, tetapi tanpa Kristus maka itu semua akan sia-sia pada akhirnya.

Kebangkitkan Kristus membaw efek domino, yaitu mengalahkan maut sehingga dosa pun dikalahkan sebab upah dosa, yaitu maut yang telah dikalahkan dan iblis penguasa alam maut dan oenggoda manusia juga dikalahkan sebab alam maut tidak bisa mencegah Yesus bangkit dari kematian. 

Seperti apa keselamatan itu?  Kemanusiaan yang dikenakan firman Allah dalam inkarnasi-Nya itu adalah kemanusiaan yang baru, suatu kemanusiaan yang seharusnya dicapai oleh Adam seandainya Adam tidak jatuh kedalam dosa. Itulah kemanusiaan yang sekarang harus menjadi tujuan akhir kita dalam mencapai teosis.

            Wahyu 14:9-11> menyembah tanda antikristus, wahyu 15:2>simbol orang-orang yang memberikan dirinya kepada antikristus. Pada akhir zaman antikristus berperang antara binatang dan Allah 2 Tes 2 dia akan duduk dibait Allah maka ada akannya pengajaran Rupture> yang diangkat oleh orang benar.    

SUMMARY

Hidup untuk Kristus dan mati untuk Kristus. Dengan Kita memiliki iman yang tak pernah goyah walaupun ada badai yang menerja atau gelombang jangan cepat menyerah untuk menghadapinya sebab kita memiliki fondasi atau dasar hidup kita adalah Kristus. Dengan  Kita hidup di dunia ini adalah untuk mengerjakan keselamatan dengan menuju theosis, tetapi menuju teosis adalah banyak rintangan yang kita perlu hadapi yakni kita lewati dengan mengandalkan Kristus dan menjaga Nous dan hati sebab itulah pintu kehidupan kita jika hati dan nous kita roboh maka dari serangan dari luar cepat menyerang kehidupan kita atau menguasai tubuh dan jiwa kita. Oleh sebab itu marilah kita bersinergy dengan Kristus dengan melakukan virtues, berjaga-jaga, membaca Alkitab, berpuasa, berdoa seperti doa pujaan Yesus “ Tuhan Yesus Anak Allah kasihanilah saya orang berdosa ini” sehingga kita hidup dalam kasihan-Nya dan menerima belaskasihan Kristus dan spiritual kita juga bertumbuh dan bisa mengontrol diri yakni Iblis tidak menguasai hidup kita jadi kita serupa dan segambar dengan Kristus. Doa sangat penting dalam jiwa dan tubuh kita sebab doa adalah makanan dan minuman kerohanian, jika kita berdoa butuh keheningan atau ditempat yang sunyi sehingga kita bisa rasakan kehadirat Allah dalam kehidupan kita. Sebab hidup dalam Kristus adalah tempat tempat kediaman kita dan tempat pelindungan sebab Kristus adalah jalan satu-satunya keselamatan kita.

Apasih yang harus kita kerjakan semasih kita ada didunia ini? Yaitu Praktikos dan Theoretikos. Waktu kita mau melakukan kebajikan pasti ada pikiran yang baik dan pikiran jahat. Inilah sebabnya kita mustiberdioa dan berjaga-jaga. Matius 6:5; maksudnya arahkan jiwamu kearah ketenagan ditempat yang tersembunyi. Tutuplah pintu artinya (tutuplah mulutmu) kamar artinya (hati) disini kita jangan hanya melihatnyasecara literal, tetapi tutup pintu disini artinya mulut harus ditutup jangan banyak berkata-kata atau bertele-tele. Kunci mulut artinya jangan terlalu banyak berkata-kata sebaliknya bukalah hati.  Kalau banyak berkata-kata itu tidak akan bisa mengalahkan dosa atau disibukan dengan keributan tetapi sebaliknya kalau kita diam peperangan itu hanya terjadi di dalam hati saja.Itulah sebabnya kenapa kita perlu menutup mulut supaya pendengaran kita tidak terganggu dan sehingga kita dapat fokus dan diam dalam keheningan.

            Nous perlu di jaga sebab Nous adalah pasukan kehidupan kita sedang melawan musuh yang menyerang kita, jika nous kalah berarti musuh yang menguasai kita sehingga kita hidup dalam kedagingan maka dari situ perlu kita berjaga-jaga/Nepsis sehingga logismoi tidak ada atau kita yang menguasai logismoi dan bukan logismoi yang menguasai nous manusia. Hati adalah titik pusat kehidupan kita, Tuhan mau menyatu dengan kita dengan hati yang bersih dengan melakukan setiap hari dengan Doa pujaan Yesus sebab adalah tempat kediaman dalam hati.

Didalam hati manusia tidak mengerjakan kehendak Allah tetapi Allah sudah memberikan kehendak bebas kepada manusia tetapi pilihan ditangan manusia dengan Tuhan memberikan  NOUS, HATI DAN KEHENDAK BEBAS. Menjaga indera itu adalah tutup pintu lidah anda untuk berbicara dengan hal-hal negatif tetapi jangan biarkan bagian jiwa atau tubuh kita terbuka untuk roh-roh jahat masuk sehingga Nous kita tetapi terjaga. Selalu berpatroli st. simeon melanjutkan dan mengatakan, intelek/nous menjaga hati ketika berdoa;ia harus selalu berpatroli di dalam hati. Untuk menghentikan dorongan pikiran-pikiran Anda yang terus menerus:  harus mengikat nous  dengan satu pikiran, atau hanya memikirkan satu” pikiran Tuhan Yesus.

Sebab  Iblis tidak pernah diam untuk menggangu nous dan hati kita, Iblis yang bekerja memulai logismoi memiliki kebebsan hanya sejauh kita membiarkan mereka memiliki pengaruh terhadap kita. Bagaimana kita bisa melawan logismoi atau pikiran –pikiran jahat yang menyerang kita? Setiap hari kita harus membuat keputusan tentang pikiran mana yang akan kita izinkan masuk dalam Nous dan hati kita apakah positif atau negatif. Jika kita mau hidup seperti Kristus maka kita harus melakukan kehendakNya dengan tidak hidup dalam kedagingan. Jadi ijinkalah Tuhan masuk kedalam hati dan pikiran sehingga kita serupa dan segambar dengan Kristus. Marilah menyatu, bersinergy, berjaga-jaga dengan Kristus dan buanglah pemikiran logismoi atau pathos sehingga kita bisa hidup yang menuju teosis.

Apa tujuan hidup kita didnia ini? Yakni mengerjakan keselaman. Keselamatan itu tidak mudah dicapai jika  kita masih hidup dalam daging, tetapi Tuhan memberikan kehendak kepada kita semua apakah kita pilih jalan yang sempit ataukah jalan yang lebar? Jawabannya tergantung pada diri kita sendiri. Jika hidup kita ini mempersembah kepada Kristus perlu kita jaga Nous dan hati sebab nous dan hati adalah tempat kediaman Kristus. Dengan mengetahui apa tujuan kita hidup didunia ini yakni kita bersinergy, berdoa, berpuasa, membaca Alkitab, menjaga Nous, hati, indera tubuh kita dan Askesis sehingga kita dapat menyatu dengan Kristus dan mengerjakan keselamtan kita. Dan apapun godaan yang menerja kita dan memimbangkan iman kita dan janganlah tergoda dengan hal-hal dunia ini sebab kita memiliki jawaban yaitu Kristus dan segala masalah yang kita hadapi yakni kita mengandalkan Kristus. Yakni kehidupan kita ini perlu dipenuhi kebajikan atau virtues sehingga kita memiliki iman dan perbuatan baik. Untuk menuju Theosis adalah dengan  pengharapan  dan tentang kerohanian dengan kita percaya, dibaptis dan beriman kepada Kristus sehingga kita menuju kesempurnaan. Bertumbuh dalam kerohanian melakukan yang baik, mengubah hidup yang lama dengan hidup baru sehingga Allah menerangi hati kita dan bercaya melaui kita artinya Anugerah Kristus nampak karena melalui kehidupan kita jika  berkenan hidup dengan-Nya. Sehingga kemuliaan Allah telah dipenuhi didalam hidup kita. Marilah kita mengalahkan dosa dengan hidup didalam Kristus (pertobatan) sehingga kasih Kristus selalu mengalir didalam hidup kita Dan selalu bersinergi dengan-Nya

sehngga kita menuju theosis.

Tuhan Yesus Kristus telah memberikan kasih kepada manusia dan yakni kita juga berbelaskasihan kepada sesama kita dengan saling mengasihi menolang, mendoakan jika sesama kita dalam keadaan dukacita seperti kristus telah memberikan kasihNya kepada kita sehingga Dia rela mati diatas kayu salib. Kita hidup didunia ini jangan hanya memiliki iman saja melainkan titambah dengan perbuatan –perbuatan yang baik sehingga kita menggumpulkan buah yakni buah-buah bajikan.

Dalam kehidupan penulis sehari-hari  adalah penulis sering gagal untuk meresakan kehadirat Tuhan dalam kehidupan saya untuk berdoa, membaca Alkitab, berpuasa, Sehingga saya saya dari Tuhan. Setiap saya berdosa selalu ada yang menggangu dengan timbulnya logismoi sehingga saya tidak fokus untuk berdoa sebab saya tidak menjaga Nous dan hati untuk datang kepada Tuhan. Saya sadar hidup dunia ini tidak gampang sebab banyak tantangan yang perlu kitah hadapi jadi kita butuh Kristus untuk menolong kita sehingga setiap persoalan yang kita hadapi dapat kita lewati dengan mengandalkan Kristus bersinergy dengan Kristus, berjaga-jaga sehingga kasih AnugerahNya dapat menguasai kehidupan kita.

Dengan mengerjakan Artikel ini, penulis sadar apa yang telah penukis lakukan selama ini bahwa hidup penulis sangat jauh dari Tuhan dan bahkan tidak pernah fokus untuk datang kepada Tuhan lewat doa atau keheningan sebab logismoi telah menguasai saya maka pertumbuhan rohani saya makin berkurang. Jadi mulai sekarang saya akan mempraktekan doa pujaan Yesus dan mengfokuskan diri kepada Tuhan sebab Kristuslah yang memberikan ketenangan dalam kehidupan saya. Bagaimana bisa bertumbuhan kerohanian saya jika saya tidak menyatu  dan tidak bersinergy Kristus. Jadi saya harus membersihkan hati dan nous saya sehingga kedagingan tidak menguasai saya berarti yakni saya yang menguasai mereka sebab Tuhan telah memberikan kuasa kepadaku.

            Kita harus menyatu dengan Yesus Kristus melalui Roh kudus yang telah Dia curahkan kepada kita semuannya. Dengan dengan kita menyatu dengan Kristus kita harus mengalami kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus Kristus sehingga kita serupa dan segambar dengan-Nya. Sebagai orang yang telah percaya kepada-Nya kita harus dibaptis melalu air dan sehingga kita percaya kepada-Nya melalui Iman kita dan juga memalalui sakramen perjamuan kudus. Dan segala hanya nafsu kita harus disalibkan karena Yesus Kristus telah menebus kita dari dosa sehingga Dia rela mati diatas kayu salib. Jadi marilah kita terus menerus menyatu dan bersinergy dengan Kristus

Kita hidup di dunia ini dengan mengerjakan keselamatan yakni kita memiliki pikiran Kristus yang selalu membuang pikiran kotor atau logismoi dan menjaga hati sebab hati kita adalah titik pusat Kristus dan tempat kediaman Kristus. Yesus mati diatas kayu salib demi menebus kemanusiaan lama kita sehingga kita telah menjadi manusia baru. Dengan menjadi manusia baru maka perlu kita tinggalkan manusia lama/hawa nafsu dan logismoi yakni memperoleh keselamatan dari Kristus adalah dengan pertobatan, pengakuan dosa, pembaptisan dari dosa dan yakni kita bersinergy dengan Kristus sehingga kegelapan tidak menguasai jiwa dan tubuh kita dan doa. Mengapa doa sangat penting sebab untuk meminta belaskasihan kepada Tuhan, doa dapat mendekati kita kepada Kristus untuk selalu bersinergy sehingga kita memperoleh Anugerah dari dan yakni kita bisa melawan kedagingan atau hawa nafsu yang membawa kita kedalam jurang. Di dalam Kristus adalah di dalam keselamatan yaitu mengambil bagian kodrat ilahi (2 Pet 1:4) yaitu kita akan diubahkan menjadi sama seperti Kristus. Rasul Yohanes menuliskan, “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya” (1 Yoh 3:2).

Bagaimana kita diselamatkan dan  setelah diselamatkan apa yang perlu kita lakukan? yaitu mengerjakan keselamatan, melawan dosa/daging, Askesi, menjaga nous dan hati, kebajikan,praktikos dan love. Nous mengendalikan soal dan spirit. Soul yaitu reason, emation dan desire= fronesma pneumatos dan fronesma sarkos (logismoi, nafsu dan dosa) yang ada dalam hati /tubuh, dan nous adalah matin batin kita> indra tubuh. Spirit adalah Allah.

Apa yang membuta nous itu gagal menjaga hati yaitu, Peirasmos/godaan dari luar/Iblis, Tidak berdoa, Tidak berjaga-jaga/nepsis. Didalam hati manusia tidak mengerjakan kehendak Allah tetapi Allah sudah memberikan kehendak bebas kepada manusia tetapi pilihan ditangan manusia dengan Tuhan memberikan  nous, hati dan kehendak bebas. Marilah kita mengerjakan keselamatan kita dengan menuju theosis.

Marilah kita membudayakan seperti Bapa-bapa Gereja yang selalu hidupnya tekun kepada Tuhan yang selalu mengerjakan keselamtannya dengan melakukan kebajikan, berdoa dengan doa pujaan Yesus, menjaga Nous, soul, berpuasa, berjaga-jaga dan selalu bersinergy dengan Kristus sehingga menerima Anugerah dari Kristus. Sehingga Bapa-bapa Gereja telah mengerjakan keselamatan dengan tekun sampai kesudahan. Maka darisitu kita yakni mengerjakan keselamtan kita dengan berkar, bertumbuh dan berbuah kepada Kristus sehingga kita telah memperoleh garis finish teosis.

Dogmatuka I, Tugas ke-15

Tugas ke-15

ANTIKRISTUS

Antikristus  1 Yoh 2:18, 1 Yohanes 2:22; apa isi ajaran mereka ? antikristus itu adalah musuhnya  Kristus dan gereja-Nya.

  • 1Yohanes 4:3 sudah ada berarti yang adanya yaitu roh antikristus, ajaranya apa
  •  1 Yohanes 2:22 yang menyangkal Bapa dan roh kusus.
  •  2 Yonaes 1:7 tidak mengakui bahwa Yesus bukan manusia

Antikristus muncul dari mana yaitu dari dalam (orang yang murtad) 1 Yohanes 2:19 orang yang berasal dari kita tetapi tidak sungguh-sungguh dalam kita yang menyangkal Allah, menetang Allah dan tidak mengakui Allah dan tidak mengakui Tritunggal 1 yohenes 4: 2-3 dan setiap roh mengakui roh setiap manusia berarti berasal dari Allah dan yang tidak mengakui berarti berasal dari antikristus. 2 Tes 2:3> jangan dirimu disesatkan sehingga orang banyak murtad, itu semua ajaran antikristus sehingga Rasul paulus mengatakan jangan seorangpun menyesatkan engkau. 2 Yohanes 1:7-11>  kita sangat hati-hati dalam ajaran mereka kalau kita menerima ajaran mereka maka kita tidak menerima Allah. Kalau kita mengaku bahwa YESUS adalah Anak Allah 1 yhanes 5:1, ibarani 1:1-4> satu-satunya keselamatan dan bukan salah satunya, 1 Yoh 4:2 yang mengakui Allah berarti berasal dari Allah dan itulah pekerjaan Roh kudus. Dia sebagai raja dari segala, Dia sebagai nabi dari segala nabi dan Dia sebagai iman dari segala iman. Ibarani 1:1-4. Yoel 2:28> Allah berbicara dari kegerasi kegenasi dan zaman dari zaman.   DIA ANAK TUNGGAL ALLAH 1 Yohenas 1:18> tanpa melalui Anak maka tidak mengenal Allah. Tidak ada firman ALLAH yang lain kecuali yang disampaikam oleh Anak karena apa yang disampaikan oleh Anak merupakan yang terakhir. Dialah perantara terakhir yang diutus oleh Allah sehingga ketika Sang Anak berkata, “ Aku jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada yang datang kepada Bapa kalau tidak ada melalui Aku.”  Itulah perkataan yang terakhir berarti tidak ada lagi. Setiap perkataan-Nya adalah final dan kebenaran sehingga kita boleh sanagt yakin apa yang kitakan-Nya kebenaran dan kita boleh bergantung pada setiap perkataan yang keluar dari mulut-Nya  1 Yoh 2:1, Yoh 6:8> perkataanmu adalah perkataan yang kekal. “sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, dia tidak akan mengalami maut sampai selama-selama” (Yoh 8:51). Sebab firman yang disampaikan-Nya adalah firman yang final yang berasal dari Allah (Yoh 7:16). Tidak ada lagi firman Allah lain selain yang disampaikan oleh Allah.

            Marilah kita merespon firman Allah ini denga semakin yakin dan taat kepada perkataan-Nya karena perkataan-Nya adalah kebenaran. Yesus mengajarkan supaya kita tinggal di dalam firman-Nya dengan demikian kita adalah orang-orang yang mengasihi (Yoh 14:15).

Agama Kristen bukan agamanya Yesus Kritus, melainkan agama tentang Yesus Kristus sebab tanpa Kristus Yesus tidak ada lagi agama Kristen. Walaupun kita lakukan menjalankan segala syatiat dalam agama Kristen, tetapi tanpa Kristus maka percuma atau sia-sia sebab buan agama syariat yang bisam menyelamatkan kita, selain Kristus sendiri. Keselamatan adalah Kristus dan Kristusvadalah keselamatan itu sendiri sehingga walaupun kita menjalankan segala amal baik, tetapi tanpa Kristus maka itu semua akan sia-sia pada akhirnya.

Kebangkitkan Kristus membaw efek domino, yaitu mengalahkan maut sehingga dosa pun dikalahkan sebab upah dosa, yaitu maut yang telah dikalahkan dan iblis penguasa alam maut dan oenggoda manusia juga dikalahkan sebab alam maut tidak bisa mencegah Yesus bangkit dari kematian. 

Seperti apa keselamatan itu?  Kemanusiaan yang dikenakan firman Allah dalam inkarnasi-Nya itu adalah kemanusiaan yang baru, suatu kemanusiaan yang seharusnya dicapai oleh Adam seandainya Adam tidak jatuh kedalam dosa. Itulah kemanusiaan yang sekarang harus menjadi tujuan akhir kita dalam mencapai teosis.

            Wahyu 14:9-11> menyembah tanda antikristus, wahyu 15:2>simbol orang-orang yang memberikan dirinya kepada antikristus. Pada akhir zaman antikristus berperang antara binatang dan Allah 2 Tes 2 dia akan duduk dibait Allah maka ada akannya pengajaran Rupture> yang diangkat oleh orang benar.    

Dogmatika I, Tugas ke-14

Tugas ke-14

MANUSIA TERDIRI DUA ELEMEN

Manusai yaitu elemen materi dan spiritual.

  1. Manusia secara jasmani
    1. Manusia secara Rohani

Ada yang membedakan tubuh,jiwa dan roh atau manusia batianiah dan lahiriah (1 Tes. ). Dan alkitab sendiri mengajarkan Ayut 2:5-6. Makhluk itu terdiri debu tanah/materi yang membentuk daging dan tubuh. Roh manusia berasal dari Allah yang keluar dari nafas ALLAH dan dihembuskan dalam tubuh tadi sehingga tubuh itu hidup. Jika tubuh itu berasal dari Allah berarti bersifat kekal. Tetapi secara jasmani tubuh itu telah dikutuki karena kejatuhan dari dosa tetapi roh itu masih hidup walaupun tubuh itu sudah mati karena roh bersifat kekal, Mazmur 63:1 haus akan Allah yaitu tubuh dan roh, Yesaya 31:3, Matius  roh dan daging, Yohanes 6:63 roh yang memberi hidup dan daging tidak memberi hidup, 1 kor 2:14-15 ada bersifat roh dan daging. Roh  itu hubungannya dengan Allah dan jiwa berhubungana dengan sesama, roh dan jiwa satu unsur spiritual tritunggal ada nous, jiwa dan roh. Nous yang mengendalikan jiwa, jiwa dan roh itu titik pertemuan dengan Tuhan. Bedanya dengan binatang dan manusia yaitu binatang tidak mempunyai roh dan sedangkan manusia mempunyai roh dan jiwa yang bersifat kekal yakni yang selalu bersinergy dengan Kristus.

Bagaimana kita diselamatkan dan  setelah diselamatkan apa yang perlu kita lakukan? yaitu mengerjakan keselamatan, melawan dosa/daging, Askesi, menjaga nous dan hati, kebajikan,praktikos dan love.

Nous mengendalikan soal dan spirit. Soul yaitu reason, emation dan desire= fronesma pneumatos dan fronesma sarkos (logismoi, nafsu dan dosa) yang ada dalam hati /tubuh, dan nous adalah matin batin kita> indra tubuh. Spirit adalah Allah.

Apa yang membuta nous itu gagal menjaga hati yaitu

  1. Peirasmos/godaan dari luar/Iblis
  2. Tidak berdoa
  3. Tidak berjaga-jaga/nepsis

Didalam hati manusia tidak mengerjakan kehendak Allah tetapi Allah sudah memberikan kehendak bebas kepada manusia tetapi pilihan ditangan manusia dengan Tuhan memberikan  NOUS, HATI DAN KEHENDAK BEBAS. Menjaga indra itu adalah tutup pintu lidah anda untuk berbicara dengan hal-hal negatif tetapi jangan biarkan bagian jiwa atau tubuh kita terbuka untuk roh-roh jahat masuk sehingga Nous kita tetapi terjaga. Selalu berpatroli st. simeon melanjutkan dan mengatakan, intelek/nous menjaga hati ketika berdoa;ia harus selalu berpatroli di dalam hati. Untuk menghentikan dorongan pikiran-pikiran Anda yang terus menerus: tulis St. Theophan “Anda harus mengikat nous  dengan satu pikiran, atau hanya memikirkan satu” pikiran Tuhan Yesus. “Nous adalah tempat yang berbahaya. Jadi marilah kita jaga nous sehingga nous dan hatu tidak dikuasai oleh kuasa Iblis jika kita hidup didalam Kristusvdan memiliki pikiran Kristus karena ada terang Kristus. Ada tiga tahap untuk menjaga nous yaitu

  1. Berdialog kepada Tuhan
  2. Menutup lidah dan menjaga indra tubuh
  3. Penyatuan atau penggabungan dimana nous menyetujui pencobaan logismoi dan memulai memikirkannya.
  4. Terakhir dalam proses dosa adalah tahap terbelenggu (captive). Disini kita jatuh sepenuhnya dibawa kuasa pencobaan sehigga kita tidak lagi bebas untuk menolaknya. Tahap menjadi gairah obsesi.

Semuanya ini dimulai dari pintu hati;

  1. Sebuah provokasi atau gadaan (prosbole)
  2. Dialog (sindiasmos)
  3. Persetujuan (synkatathesis)
  4. Terbelenggu menjadi gairah dan obsesi.

Iblis yang bekerja memulai logismoi memiliki kebebsan hanya sejauh kita membiarkan mereka memiliki pengaruh terhadap kita. Bagaimana kita bisa melawan logismoi atau pikiran –pikiran jahat yang menyerang kita? Setiap hari kita harus membuat keputusan tentang pikiran mana yang akan kita izinkan masuk dalam Nous dan hati kita apakah positif atau negatif.

YESUS Kristus sebagai Kepala dan Pendiri Gereja menguduskan mereka yang percaya kepada-Nya dan Injil-Nya. Ini Pendusta merupakan Tubuh Mistik-Nya, yang mencakup yang hidup dan yang mati juga. Anggota Tubuh Kristus yang hidup, yang bekerja untuk menerapkan perintah ilahi sebagai saksi

kepercayaan yang kuat pada Kristus, disebut “orang-orang kudus” dalam penafsiran Perjanjian Baru. Orang-orang percaya ini terus-menerus berusaha untuk mencapai kesempurnaan; mereka terus berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa dalam pertobatan dan kepatuhan; mereka dengan tulus berusaha mendamaikan diri mereka dengan Allah dalam nama Kristus; mereka mencoba untuk menyebarkan kepercayaan mereka kepada mereka yang belum menerima Kristus dan Injil-Nya; mereka, secara umum, adalah pemberita Kerajaan Allah yang Kristus adalah Pendiri dan Kepala. “Orang-orang kudus di bumi” ini yang berusaha untuk menjaga Injil tetap utuh di dalam diri mereka dan juga yang berusaha untuk membuat orang Kristen lainnya menjadi Gereja Militan di bumi. “Orang-orang kudus” yang telah pergi merupakan Gereja di surga, Yang Kemenangan. Gereja Militan dan Triumphant didirikan oleh Kristus yang sama, Tuhan yang sama, Kepala yang sama. Karena itu, keduanya adalah Gereja yang satu dan sama; mereka adalah satu, karena Satu adalah Kepala mereka. Kesatuan ini tergantung pada esensi kepercayaan kepada Kristus Juruselamat dan tujuan orang-orang secara keseluruhan dan sebagai individu. Gereja Militan dan Triumphant memiliki tujuan yang sama: untuk memuji Kristus dan untuk menciptakan keyakinan yang konstan dan abadi, “Karena di dalam Dia (Kristus) semua kepenuhan Allah senang untuk tinggal, dan melalui dia untuk berdamai dengan dirinya sendiri semua hal, apakah pada bumi atau di surga, berdamai dengan darah salibnya “, Kol 1: 19-20. Satu-satunya perbedaan di antara keduanya adalah bahwa Gereja Militan terus-menerus “menjadi”, sedangkan Yang Kemenangan sudah menang melawan dosa oleh Rahmat Allah.

Dogmatika II, Tugas 13

CATATAN KE-13

28 OKTOBER 2019

JESUS Christ as the Head and Founder of the Church sanctifies those who believe in Him and His Gospel. These be

lievers constitute His Mystical Body, which includes the living and the dead as well. The living members of the Body of Christ, who work to apply the divine commandments as witnesses

of a strong belief in Christ, are called “saints” in the interpretation of the New Testament. These believers constantly strive to attain perfection; they constantly pray to Almighty God in repentance and obedience; they sincerely try to reconcile themselves with God in the name of Christ; they try to spread their beliefs to those who have not yet accepted Christ and His Gospel; they, in general, are the heralders of the Kingdom of God of which Christ is the Founder and Head. These “saints on earth” who strive to keep the Gospel intact in themselves and also who strive to make other Christians constitute the Militant Church on earth. The “saints” who have departed constitute the Church in heaven, the Triumphant One.

Kenapa kita meminta pertolongan mereka? Karena mereka sudah menang. Maka gereja mengukuti mereka sebab mereka adalah orang hagios atau orang kudus.

Ibrani 13:7, memperhatikan iman mereka, karena mereka orang hagios atau orang kudus yang telah menang atas dosa. Dan kita memperingati hari mereka. Kita membutuhkan doa kepada orang yang telah menang seperti orang hagios tadi, untuk apa? Untuk berjuang atas mereka. Kita juga membutuhakan doa para malaikat zakharia 1:12-13; ada doa para malaikat untuk orang-orang yang membutuhkannya. Lukas 5:10; ada sukacita, para malaikat bersukacita sebab ada salah satu orang yang bertobat maka malaikat bersorak-sorak diatas sorga. Sebab mereka dalam bentuk Roh yang diciptakan Tuhan jadi mereka berdoa untuk kehidupan dibumi supaya orang semakin percaya, bertumbuh dalam rohani.

Yakobus 5:15; doa orang benar. Apakah doa itu Cuma kepada orang benar? Tentu tidak. Sebab semua orang membutuhkan doa seperti yang tidak ada didunia ini mereka membutuhkan doa. Seperti orang yang kudus mereka disorga memdoakan kita semua supaya mencapai kemenangan sebab kasih itu tak kesudahan. 1 Timotuis 2:5; Kristus adalah pengantara Allah dengan manusia. Seperti dalam doa, tidak mungkin kita langsung berdoa kepada Allah melainkan kepada Kristus lalu Kristus yang mengantarnya kepada Allah. Kristus adalah metorator antara Allah dengan manusia. Sesama tubuh Kristus sama-sama kita doakan baik yang ada dibumi maupun yang ada disorga.

Kalau kita mempelajari Hagios bukan berarti kita mengikuti mereka melainkan mengikuti Iman mereka dan ajarannya. Hagiosàicons= Matius 22:37,39 mengasihi Allag dengan segenap Allah berarti kita tidak mengikuti yang lain. Bagaimana dengan hagios yang telah menang? Bukan berarti kita menyembah mereka, memuji mereka melainkan kita itu meneladni teladan dan iman mereka. Wahyu 19:10.

 yang terjadi didalam gereja Korintusà 2 Korintus11:4, kita ikuti apa, apakah Markus atau Yesus tentu kita ikuti tentu Yesus. Apakah kita ikuti hagios? Seperti Matuis, Markus, Lukas dan Yohanes jadi kita perlu membedakan veneration dan Worship. Galatia 1:8, ada injil yang lain yaitu Hagios sebab Yesus tidak menulis isi Alkitab melainkan Hagios yang menuliskan surat injil.

Firman Allahà Inkarnasià Manusia dengan Yesus= logos lisan bisa kita lihat, sentuh, diraba dan didengar. Logos dicatat yaitu Hagios=Roh Kudus. Firman Allah yang kekal itu adalah yang hidup yang menjadi manusia.  Hogias adalah gereja yang sudah menang maka kita perlu meneladi iman para Hagios. Ibrani 13:34 pemimpin yang anggap adalah orang kudus yang ada didalam tubuh Kristus yang sudah menang dalam bahasa aslsinya Hagios. Filipi 1:1 semua orang kudusà orang yang belum mati dan semua orang Kudus seperti gereja yang hidup difilipi beserta pemimpinya.  

Orang kudus adalah orang yang membuat kebaikan Tuhan menjadi menarik. CARI BAHAN DOWORDPRES TENTANG HAGIOS.                                                                                                                                                                                                                                                                          

Dogmatika II, Tugas 12

CATATAN KE-12

21VOKTOBER 2109

TOLL HOUSE

Hamediate/ partial judgement yaitu Firdaus/ penhakiman akhir yang kedua adalah Hades/ Gehenna / Hell / seeol. Ini adalah tugas toll houes. Partial adalah final judgement yaitu second coming dan parozisia. Hamendiate adalah our afta death.

Judgement today adalah memberikan penghakiman Akhir.

1.2. Anti Kristus 3.pertobatan Elia dan henohk 4. 5. pemurtakan secara masa, 6. terang, fevolusi dan lain – lain. Apa artinya dari enam tentang penghakiman Akhir ini adalah untuk keselamatan kita. Maka ada pemberitaan injil dibumi.

Maka ada kedatangan anti Kristus yang kedua dan telah dikalahkan Iblis oleh Kristus sendiri. Untuk mengkalahkan dosa, kematian, pengajaran palsu dan lain – lain sebagianya. Kedatangan pertama adalah unutk mengalahkan kuasa dan kematian dari Iblis. Maka pentinnya berjaga  – jaga (Nepsis).

SUMMARY cari bahan its, and life halaman 293.3

Ada sebuah cerita seorang ibu yang memiliki anak? Yang meresa sedih, anaknya  masih kecil yang memiliki penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Anak itu bertanya kepada mamanya katanya mam, apakah sakit kalau mati” jadi bagaimana respon mama kepada anaknya pasti sakit. Mama anak tersebut langsung pergi dan lari kedapur lalu mama itu menangis dan memukul dinding dan lain- lainnya. Mama itu langsuang berdoa  kepada Tuhan kata “Tuhan apa yang harus kujawab kepada anakku. Lalu mama itu dia datang kepada anaknya dan menjawab kepada anaknya. Nak kamu masih ingat waktu kamu masih kecil? Kata anak itu iya. Waktu kamu  main, kamu capek  dan tertidur dan mama  memindahkan kamu ketempat tidurmu. Begitu pula kematian, kematian seperti yang sedang tidur lalu waktu kita bangun ternyata tempat tidur kita sudah pindah dirumah Bapa yang disorga.

Kehidupan Kristen itu berpindah tempat dan akan merasakan. Melihat kehidupan menuju Glory tetapi bukan menakut nakuti orang masuk kenerakan  melainkan  untuk hidup lurus dan  melihat Glory / theosis.

Jiwa setelah terpisah dari tubuh, ia tidak kehilangan kesadaran tetapi ia akan mengingat semua yang telah terjadi. Ketika jiwa itu meninggalkan tubuh maka jiwa itu menemuka roh – rohnya baik roh baik maupun roh jahat. Hari pertama setelah kematian ada malaikat yang menemani, pada dua hari setelah kematian maka jiwa kita itu akan mengalami kebebasan tetapi pada hari ketiga dia naik ke alam lain. Ketika persembahan dibuat digereja akan ditemani oleh malaikat penjaga dan mulai melepaskan rasa kesedihan, hari kedua dan hari pertama masih sedih. Ia masih melihat orang – orang dan mengunjungi tempat diamana dia telah kunjungi diwaktu dia hidup, dan ada jiwa yang tidak mau lepas dari tubuh dan masih teringat pada isi rumahnya.

Keadaan jiwa ketika meninggalkan tubuh, jiwa itu masih tinggal dibumi akan tetapi tidak bisa berkomunikasi dengan orang yang dia lihat. Lalu ia akan mengarahkan matanya kepada malaikat seperti hari pertama dan hari kedua yang masih tinggal didunia. Kata Bioshop Theophan ; Kakak tidak akan mati tapi tubuhnya masih terbalik sakit tetapi jiwanya masih ketempat yang lain, ditempat yang masih ia hidup dan dijam – jam seperti ini dia ada disampingmu dan kamu tidak tidak bisa melihatnya dan dia tidak bisa berkomunikasi denganmu. Dia lebih baik disana daripada orang yang masih hidup sebab orang yang masih hidup adalah masih mengalami penderitaan.

Pada hari ketiga dia dibawa oleh malaikat.  Lalu apa yang terjadi kepada jiwa pada hari ketiga? Dia akan  mengalami legion spirit, dia langsung  mencicipi legoinnya atau dosa yang dia lakukan. Waktu dia hidup mungkin dia telah melakukan dosa dan setelah itu dia akan mati jadi dia akan mengalami penghakiman sementara kepada firdaus sesuai dengan apa yang telah dia lakukan waktu  dia hidup didunia.

The forty dais,

Then, having seccessfully passed  the toll house and bowed down before God,t the soul for the course hrough of 37 more days visits the heavenly habitations and the abysses of hell, not knoeing appoitend untul the ressrretions of the dead.

Penghawyuan malaikat ; pada hari ke 3-9 jiwa itu akan ditunjukan betapa indahnya paradise tetapi sisanya  hari 10-40 akan ditunjukkan penderitaan atau Hell. Bagaimana keadaan jiwa waktu menunggu ditempat paradise maka jiwa ini berada difirdaus sementara kalau 40 hari maka dia merasakan siksaan dari harades seperti Lazarus dengan orang kaya. Nanti akan menerima secara full ketika jiwa dan tubuh ini mengalami penghakiman.

Berdoa untuk orang mati, apakah pernah kita mendoa orang meninggal? Jika pernah apa yang kita doakan? Kita berdoa sesama gereja, atau sesama orang percaya bukan soal penyembahan berhalan melainkan kita berdoa supaya perjalanannya menuju ke firdaus. Lalu apa yang bisa kerjakan untuk orang mati? Pasti kita menginginkan kasihnya sebab mereka meresakan doa yang kita panjatkan.

Cari video Ramo Daniel  (padepokan dharma Tuhu)=èDoktrin kerajaan Angkasan/ TOLL HOUSE

Lukas 16:22 ini lambang masuk neraka sebab hidup berfoya – foya, wahyu 20:15, Ibrani 12:22-23, tetapi kamu sudah datang kebukit sion itu artinya firdaus. Lukas 10:20 bersukacitiah sebab namamu telah terdaftar disorga, dengan mengikuti jalan Kriatus, dan menunggal kepada-Nya. Filipi 3:20-21 kewargaan kita adalah didalam Sorga maksudnya adalah yang mengalami baptisan, kematian dan kebangkitan dan beriman kepada-Nya. Efesusu 2:4-6 kita baptiskan, dikuburkan dan mengenakan Kristus dan mengambil bagian dari tubuh Kristus artinya hidup didalam Kristus. Efesusu 2:6 bangkit bersama dan duduk bersama didalam sorga dan didalam Yesus maka nama kita tertulis dibuku kehidupan seperti Lazarus, dia tertulis dinama kehidupan beda dengan orang kaya, dia tidak tertulis namanya sebab dia tidak melakuakan kasih kepada sesama dan kepada Tuhan.

             Yesus memberikan perumpamaan yang tertulis dikitab Matius 10:28 walaupun tubuhnya sudah mati tetapi jiwa masih hidup. Jadi setiap kita marilah kita menyatu dengan Kristus dan  beriman kepada Kristus sebab Dia yang memberikan tempat bagi hidup kita dan jalan keselamatan. Dan ketika kita mati jika hidup kita ini menyatu dengan Kristus maka malaikat menjemput kita, Lukas 23:42-43hari ini engaku ada bersama – sama dengan Aku difirdaus sedangkan tubuhnya dikuburan jadi orang itu di jemput oleh malaikat seperti Lazarus. Lukas 12:16-21yang memetingkan barang duniawi, hai jiwa ada padamu barang, bertimbun untuk bertahun-tahun tetapi dia tidak mengerti bahwa rohnya tang terpentung sedangkan tubuh akan ditinggalkan. Wahyu 14:13, LUKAS 12:16-21 yang tidak memikirkan rohnya. Lukas 12:20 malam ini mereka akan menutup jiwa yaitu roh-roh jahat yang akan membawa jiwa kita ini kehades. Kematian orang ada dua kelompok yaitu roh-roh makhluk yang suci (hidup yang saleh, beriman kepada Kristus dn lain-lainnya) yang akan membawa kefirdaus sedangkan yang kedua adalah roh-roh makhluk jahat (hidup yang telah berbuat dosa) yang akan membawa kehades/nereka.

Ibrani 9:27 adalah penghakiman langsung ketika roh keluar, Yohanes 14:30 Yesus mengatakan ini dengan mengingat kematian-Nya, Efesus 2:2 ada roh yang menguasai hidup ini ketika Yesus mati ada roh yang menguasai hidup-Nya supaya Dia jatuh kedalam dosa, Lukas 4:13 sesudah Iblis mengakhiri percobaan ini maka dia menunggu kedatang Yesus untuk menutup kuasa di dunia ini, Yohanes 14:30. Efesus 2:2 kamu hidup didalamnya karena kamu mengikuti jalan duniasehingga roh-roh jahat menguasai jiwa dan tubuh kita sehingga hidup kita ini hidup didalam dosa seperti hawa nafsu atau kedagingan. Matius 12:24, Efesus 6:12 melawan kedagingan, penguasa, dan roh-roh jahat. Sebab itu jika ini dikuasai oleh kuasa Iblis maka Iblis menuntut hidupnya jiwanya masuk hades sedangkan hidupnya ini hidup didalam Kristus maka Iblis tidak berkuasa atas hidupnya sebab Kristus yang berkuasa. Daniel 10:12-13 Gabriel datang kepada Danaiel dan Mikha datang kepada Daniel untuk menolongnya. Maka pertobatan itu sangat penting sehingga roh-roh jahat tidak menuntut kita.

Matius 10:28,Yoanes 5:28-29 akan mereka terima apa yang mereka perbuat. Jadi hihup ini harus hidup kepada Kristus, beriman dan mengenakan Kristus didalam hidup sehingga malaikat-malaikat akan menjemputmu. 2 Petrus 2:4, kenapa gereja  mendoakan orang yang sudah mati sebab Krsitus telah menuliskan Dikitab 12:32 sebab terang saling menerangi dan semasih menghujat Roh kudus akan ada pengampunan. Sebab mengapa orang Kristen mendoakan orang mati supaya mereka perjananan mereka menuju FIRDAUS dan juga meminta belaskasihan dari Allah untuk mengampuni mereka.

Dogmati II, Tugas ke-11

Nama               : Dian Purmawati Waruwu

Tugas               : ke-10

14 OKTOBER 2019

                                                Iman ditambah dengan perbuatan

Fase paraktikos adalah

1. dispassion yaitu Askesis

2. love yaitu buah Askesis à vertues.

Dalam praktikos ada faith, hope, far of god, long saffing, pateince. Iman harus ditambah, kita baca dalam kitab  (2 Petrus 1:5-7), mengatasi sebuah godaan,  Orthodox spirituality halaman 38.

The path he outlined is as follows:

1. Faith, the Basic State for Purification.

Faith: The Starting Point to Perfection

2. The Fear of God and the Thought of Judgment

Fear of God is Next Step

3. Repentance

Repentance – Main Means for Our Perfection

Repentance – The Ship that brings us to the Divine Harbor

Repentance – Way to Overcome Egoism

Repentance as a Sacrament

4. Self-Control

Self-Control lifts us to see the infinite in things of this world.

Self-Control as Fasting

Self-Control to Overcome our Passions

5. The Guarding of the Mind or of Thoughts

Guarding the Mind – Watchfulness – Getting at the Root

Guarding the mind- Knocking on the Door of the Heart

6. Longsuffering, the Patient Endurance of Troubles

Longsuffering – Why Troubles and Suffering?

Role of Temptations

7. Hope

Hope – Power of Advanced Faith

8. Meekness and Humility

Patience with Hope Leads to Meekness and Humility

9. Dispassion or Freedom from Passion

With Dispassion Love Blossoms

meekness bisa dikatakan terang yang jengtel dan tidak dapat dipengaruhi, pikiran yang teguh, Nous yang teguh.

Fr. Dimitru Staniloae says,

Meekness is a firm disposition of the mind and is unaffected

either by honors or insults. It means to be unaffected by the

disappointments which your neighbor has caused you and

to pray sincerely for him. It is the rock that arises above the

sea of anger.

Meekness is not a weakness as many tend to think. It is a

positive force aimed at the healing of hate. It is the meek

person who is able to put himself into the shoes of others

and to clearly see their point of view and understand their

situation. With meekness one is able to take into

consideration many dimensions of a situation. One who is

meek has actions that are congruous with his thoughts. Fr.

Dimitru says, “By meekness the soul approaches simplicity.”

meekness bisa dikatakan terang yang jengtel dan tidak dapat dipengaruhi, pikiran yang teguh, Nous yang teguh.

We are now entering a new phase in the major steps in the Orthodox spiritual life. The first step was

called Purification. This is the stage where we work to liberate our soul from the passions. It is one

where we develop meekness and humility, setting aside our ego-centered desires and learn to practice

the virtues which are based on love. This carries us to the next phase called Illumination or often Contemplation. It is where the true meaning of things, the logoi, are illuminated for us. We work to

see God’s purpose in all things. With this the world becomes a teacher for us about God––the divine

Logos. Finally there is Perfection which is the direct contemplation of God or mystical knowledge.

Praktikos yaitu dispassion dengan askesis= mengatasi passions/ templation.

There are said to be seven gifts of the Holy Spirit:

Fear of God to help overcome sinfulness.

Spirit of strength to live by the virtues.

Spirit of counsel to give us the skill of discernment.

Spirit of understanding to realize how blessings have been revealed to us to gain virtues.

Spirit of knowledge to know the deeper motivation of each command and virtue.

Spirit of comprehension to know the meaning of things by identification with them.

Spirit of wisdom which is the simple contemplation of truth of all things.

Ini adalah  gifts of the Holy Spirit.

St. Maximus the Confessor describes wisdom as follows:

By this we know as far as is humanly possible, in an unknown way, the simple logoi of things found in

God; we take out the truth from everything, as from a gushing spring of the heart, and we also share it in

different ways with others.

Menerangi pikiran kita yang sadar yaitu nous kita dan dipenuhi terang ilahi, seperti yang tertulis diAlkitab kamu adalah terang dunia”.

What is meant by purity of heart? The term heart is often used by our Church Fathers.  Are they referring to our physical heart?  Not necessarily.  Are they thinking about our emotions and affections?  No, they are thinking of more than this.  Here is how Saint Theophan the Recluse puts it: “The heart is the innermost man, or spirit.  Here are located selfawareness, the conscience, the idea of God and of one’s complete dependence on Him, and all the eternal treasures of the spiritual life” The “heart” is like the center of our spiritual being.  It is through the “heart” that grace of God penetrates us.  It is the place of Christ within us. When our Church Fathers tell us to purify our heart they mean to remove all our tendencies toward sin so our heart is pure and able to freely receive the work of the Holy Spirit.  A pure heart is passionately in love with God.  This is how Christ becomes our guiding force from within.  One with a pure heart overcomes sin and is blessed by grace to live a virtuous life.

This carries us

to the next phase called Illumination or often Contemplation. It is where the true meaning of

things, the logoi, are illuminated for us. We work to see God’s purpose in all things. With this the world

becomes a teacher for us about God––the divine Logos. Finally there is Perfection which is the direct contemplation of God or mystical knowledge.

There are said to be seven gifts of the Holy Spirit:

Fear of God to help overcome sinfulness.

Spirit of strength to live by the virtues.

Spirit of counsel to give us the skill of discernment.

Spirit of understanding to realize how blessings have been revealed to us to gain virtues.

Spirit of knowledge to know the deeper motivation of each command and virtue.

Spirit of comprehension to know the meaning of things by identification with them.

Spirit of wisdom which is the simple contemplation of truth of all things.

Nous kita diterangi dan baru turun kedalam hati dengan melakukan praktikos.  Praktikos – iluminasi-gnestiko, didalam praktikos kita berusaha menatikan kedagingan kita seperti serakahan.

Marilah kita sekarang melihat secara singkat apa yang dikatakan Alkitab dan para Bapa Philokalia tentang hati. Hati adalah salah satu karunia terbesar yang diberikan Tuhan kepada kita. Jika hati benar dengan Tuhan, seluruh pribadi dipenuhi dengan terang. Jika hati buruk, maka ia dipenuhi dengan kegelapan dan “betapa hebatnya kegelapan itu,” kata Tuhan Yesus. St. Makarios dari Mesr menyatakan, “Hati mengatur seluruh tubuh dan ketika rahmat Tuhan memiliki hati, maka itu berkuasa atas semua pikiran. Ini karena hati adalah tempat di mana nous dan pikiran-pikiran ditemukan.”

Matius 13: 24-15; kamu akan mendengar dan tidak mengerti karena tidak mencapai level ilumination. Hatinya tidak pernah ditenagi oleh Roh kudus dan hatinya sulit untuk dimengerti. Hati itu sangat penting untuk diterangi oleh Rih kudus. Jika hati buruk, maka ia dipenuhi dengan kegelapan dan “betapa hebatnya kegelapan itu.

Fakulti Hati

Intelek (nous) termasuk dalam hati, namun hati jauh lebih besar daripada nous. Selain nous yang dengannya kita mengenal Allah, hati mencakup kemauan, keinginan atau kehendak bebas untuk memilih mengikuti perintah-perintah Allah.

Tuhan memberkati kehendak bebas kita dengan kekuatan sedemikian rupa sehingga bahkan jika semua kemampuan manusia, seluruh dunia dan semua iblis bangkit dengan senjata melawannya dan menyerangnya, mereka tidak dapat memaksanya. Kehendak bebas selalu dibiarkan bebas untuk menginginkan apa yang mereka tawarkan atau tuntut, jika ia menginginkannya, atau tidak menginginkannya. Jika ia tidak menginginkannya maka ada perang yang tak terlihat.

Hati juga mencakup kemampuan untuk mengasihi dan menginginkan Tuhan. Dengan demikian, tiga kemampuan hati dirancang untuk mengenal Allah dengan nous; untuk mencintai Tuhan dengan hati; dan untuk memilih dengan bebas (kehendak) untuk mengikuti-Nya. Maximus mengekspresikannya seperti ini, “Tujuan nous adalah untuk memiliki pengetahuan tentang Tuhan. Tujuan sensasi (hati) adalah untuk menginginkan dan mencintai Tuhan, dan tujuan kehendak adalah keinginan untuk melakukan apa yang diperintahkan Tuhan.”

Hati ada tiga hal yaitu nous untuk mengenal Tuhan, kerendah hati untuk menaati Dia dan kasih Allah untuk mencintai Dia.

Inilah sebabnya mengapa hati lebih besar daripada intelek (nous) karena ia mencakup intelek ditambah sensasi keinginan dan cinta, ditambah kemauan, kehendak bebas, yang melaluinya kita dengan bebas memilih untuk menaati Tuhan. St. Nikodemos dari Gunung Athos menjelaskan hal ini lebih lanjut dengan menggunakan contoh roda dengan jari-jarinya, “Karena itu kita harus ingat bahwa sebagai pusat roda gerobak memiliki jumlah jari-jari yang melingkar dan kembali ke pusat di mana mereka bertemu, begitu juga hati manusia seperti pusat di mana semua indra, semua kekuatan tubuh, dan semua tindakan jiwa bersatu.”

roda dengan jari-jarinya yaitu semua indra, semua kekuatan tubuh, dan semua tindakan jiwa bersatu.”

“Ketika nous berada di hati seperti yang seharusnya sesuai dengan naturnya, maka seluruh jiwa adalah satu kebajikan,” tulis St. Antonius (251-356). Inilah yang digambarkan oleh orang-orang kudus sebagai memiliki “pikiran Kristus” yang digambarkan oleh St. Hesychios (432) sebagai berikut, “Nous ketika disucikan, memandang kepada Allah dan menerima pengetahuan ilahi dari-Nya. Maka baru  mengerti kata-kata: ‘Mereka semua akan diajar tentang Allah'” (Yoh 6:45).

            Jika nous disucikan waktu mengalami ilumination waktu dan terang ilahi dan menerima pengetahuan ilahi dan baru berkata – kata, yoh 14:26; kalau itu bekerja maka itu level ilumination dan menerangi pikiran kita Yoh 16:8.

Hati Sebagai Pusat Perintah

Sama seperti hati fisik kita mengendalikan sebagian besar fungsi tubuh, jadi hati rohani kita adalah pusat dari semua yang kita pikirkan, katakan, cintai, benci, dan pilih dan lakukan dalam hidup. Archimandrite Spyridon Logothetis menekankan pentingnya dua hati, fisik dan spiritual, ketika ia menulis, “Setiap orang memiliki dua hati. Satu adalah hati tubuh. Yang lain adalah hati jiwa. Kondisi baik atau buruk dari kedua hati kita sangat penting. Jika sesuatu terjadi pada salah satu dari mereka, maka kita memiliki masalah hati dan hidup kita dalam bahaya, apakah itu kehidupan tubuh kita atau kehidupan jiwa kita.” (The Heart. Archimandrite Spyridon Logothetis. Holy Transfiguration Monastery. Nafpaktos, Greece. 2001)

Logothetis selanjutnya mengatakan bahwa sama seperti minyak bumi yang naik ke permukaan dari kedalaman bumi perlu disempurnakan, sehingga pikiran yang naik dari kedalaman hati perlu disaring dan dimurnikan begitu mereka mencapai permukaan (nous). Dengan demikian, hati yang oleh para Bapa disebut “ruang penerimaan Tuhan” juga dapat menjadi tempat tinggal kejahatan dan dosa; apa yang oleh psikiater disebut alam tidak sadar; tempat yang digambarkan Rasul Paulus dengan sangat baik ketika dia berbicara tentang hukum daging di dalam dirinya yang berperang melawan hukum nous. Hati yang sama di mana Allah mencurahkan kasih-Nya melalui Roh Kudus, “Allah telah mencurahkan kasih-Nya ke dalam hati kita oleh Roh Kudus, yang telah Dia berikan kepada kita” (Rom 5:5), hati yang sama ini juga dapat menjadi tempat iblis.

Nous Yang Sadar dan Hati Yang Bawah- Sadar

Hati dapat dibandingkan dengan ketidaksadaran yang memainkan peran penting dalam psikiatri dan psikologi kontemporer. Di dalam hati, atau di alam bawah sadar, terkubur semua hal yang pernah kita lakukan (termasuk yang telah kita lupakan) serta semua hawa nafsu yang kita warisi. Yesus berbicara secara khusus tentang kebenaran ini ketika Dia berkata, “Dari dalam hati”, alam bawah sadar, “timbul pikiran- pikiran jahat, perzinahan, pembunuhan …. hal-hal yang menajiskan seseorang” (Mar 7:21-23). Namun dari alam bawah sadar yang sama, terkubur di dalam hati, kita juga mewarisi banyak hal baik juga, seperti suara hati nurani, pengetahuan tentang Tuhan, rasa benar dan salah, dan sebagainya.

Dalam menciptakan manusia, Allah menanamkan dalam dirinya suatu pikiran yang menerangi nous dan menunjukkan apa yang baik dan yang jahat. Ini adalah hati nurani, dan itu adalah hukum alam. Dengan mengikuti hukum ini, hati nurani, para leluhur dan semua orang suci menyenangkan Allah, bahkan sebelum Hukum Taurat ditulis. —Dorotheus

Perjuangan antara Nous yang sadar dan hati yang di bawah sadar. Suatu masalah muncul ketika pikiran-pikiran dari nous yang sadar berselisih dengan keinginan-keinginan hati yang bawah-sadar. Seperti Rasul Paulus dengan sangat baik menjelaskannya dalam Roma 7:22-25, ketika nous sadar ingin menaati Tuhan, dan hati menjadi objek, pergumulan besar terjadi antara nous dan hati, sadar dan bawah sadar. Dalam pergumulan ini, Rasul Paulus menggambarkan dari pengalaman pribadi bagaimana pikiran-pikiran hati, yaitu nafsu lebih kuat daripada pikiran-pikiran dari nous sampai pada titik di mana mereka menolaknya.

Dee Pennock, seorang penulis Ortodoks terkemuka, menggambarkan perjuangan batin ini dengan hasrat atau nafsu, “Ketika nous sadar kita ingin mengubah kita menjadi lebih baik dalam beberapa cara, semua nafsu yang dikemas dalam pikiran bawah sadar kita, hati kita, berkata, “Bukan pada hidupmu!” Mereka mengambil kemudi dan menuju ke arah yang berlawanan. Pada titik itu, kita tidak boleh menyerah pada kehendak kita yang luar biasa, apa yang harus kita lakukan, dengan bantuan Tuhan, adalah mengatasi nafsu yang mencoba meraih roda, dan mendapatkan kembali kendali atas mekanisme kemudi kita sendiri.” (The Adam Complex: The Passions of Adam and Eve. Dee Pennock. Light and Life Publishing Company. Minneapolis, MN. 2004)

Ini adalah pengalaman Rasul Paulus ketika dia berseru, “Siapa yang akan membebaskan aku dari tubuh maut ini?” Melalui doa dia mengatasi nafsu yang mencoba untuk menghilangkannya, dan dia dapat menyatakan, “Aku berterima kasih kepada Allah melalui Yesus Kristus, Tuhan kita” (Rom 7:24-25).

Isi Kekosongan Dengan Allah

Yesus memperingatkan bahwa ketika hati dibiarkan kosong setelah setan diusir, maka iblis yang sama itu akan kembali dan membawa tujuh setan lain bersamanya, bahkan lebih jahat dari dirinya sendiri – mereka masuk dan tinggal di sana dan keadaan terakhir dari hati orang itu lebih buruk daripada sebelumnya (Mat 12: 43-45). Bukan hanya alam yang mencintai ruang hampa, Setan juga bersukacita ketika ia melihat ruang hampa. Dia bergerak dan mengambil alih. Tidak demikian ketika Allah hadir di dalam hati sehingga Setan melarikan diri. St. Gregory Palamas menunjukkan bahaya kekosongan batin, “Jadi, ketika rahmat Allah tidak tinggal di dalam manusia, maka iblis membuat sarang di dasar hati manusia, seperti ular sungguhan, dan mereka tidak pernah membiarkan hati manusia menginginkan yang baik.”

Pentingnya Hati

Setan berusaha menyerang hati melalui pencobaan. Di sana — di dalam hati — dosa lahir, dan di sana — di dalam hati — neraka dimulai. Itu sebabnya banyak orang berjalan-jalan dengan neraka yang bisa berpindah di hati mereka. Dalam kata-kata St. Basil, “Keputusan hati adalah akar dari aktivitas tubuh. Ini karena perzinahan pertama-tama menyala seperti api di dalam hati orang yang sensual dan kemudian menciptakan kerusakan tubuh yang berdosa – dengan melakukan perzinahan.”

Dan itulah sebabnya Yesus berkata, “Setiap orang yang memandang seorang perempuan dengan penuh nafsu, telah berselingkuh dengan dia di dalam hatinya” (Mat 5: 27-28). “Karena dari hati keluar pikiran-pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, saksi palsu, hujatan” (Mat 15:19). Di tempat lain Yesus berkata, “Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Luk 6:43-45 TB)

Betapa penting kita menjadikan doa pemazmur sebagai doa kita sendiri setiap hari, “Ciptakanlah hatiku yang suci, ya Allah” (Mazmur 51:10).

“Anakku, berilah aku hatimu,” kata firman Tuhan (Ams 23:26). Tuhan menginginkan hati kita. Dia menginginkannya sebagai tahta-Nya. Dia ingin memerintah di sana, untuk memimpin dan memerintah sebagai raja. “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada,” kata Yesus (Mat 6:21). Tidak ada ruang yang cukup untuk dua raja di atas takhta hati, hanya satu. Tuhan dan mammon tidak bisa duduk di atas takhta yang sama.

Hati bukan hanya pusat dari seseorang tapi juga segala sesuatu yang dimiliki seseorang. Dengan demikian, St. Theophan Sang Pertapa menggambarkan hati sebagai tempat kehadiran Tuhan: “Hati adalah pusat keberadaan manusia yang paling dalam, atau roh. Di sini terletak kesadaran diri, hati nurani, gagasan tentang Tuhan dan ketergantungan seseorang kepadanya, dan semua harta abadi kehidupan spiritual… Hati fisik adalah sepotong daging berotot, tetapi bukan daging yang merasakan, melainkan jiwa; hati ini berfungsi sebagai alat untuk perasaan-perasaan ini, sama seperti otak berfungsi sebagai alat untuk pikiran-pikiran. Berdirilah di dalam hati, dengan iman bahwa Tuhan juga ada di sana.” (The Art of Prayer compiled by Chariton. Faber and Faber. London,1966)

Philip Sherrard, filsuf dan penulis religius Ortodoks yang terkenal (juga salah seorang penerjemah Philokalia) mendefinisikan posisi hati dalam antropologi Ortodoks sebagai, “Wadah energi ilahi atau rahmat Allah, “tempat” kehadiran kehidupan ilahi, suatu tempat kita bertemu Tuhan dan bersatu dengan Tuhan menjadi makhluk yang terintegrasi dan berubah rupa. Karena itu seni kehidupan spiritual adalah sadar akan “harta yang tersembunyi di dalam hati” – untuk menjadi sadar akan kehadiran Allah yang nyata tetapi tidak dapat dipahami di dalam hati; dan seni ini diefektifkan dengan mendorong intelek, terbebas dari pikiran-pikiran jahat dan gambaran asing, untuk “turun” ke dalam hati dan karenanya menjadi sadar akan kehadiran ilahi yang tersembunyi di sana.” (Christianity and Eros. Philip Sherrard. Denise Harvey Publ. Evia, Greece, 2002)

Tugas kita adalah menjadi “sadar akan harta yang tersembunyi di dalam hati.” Apa itu “harta yang tersembunyi di dalam hati”? “Kristus, harapan akan kemuliaan.” Kita dipanggil untuk turun ke sana dengan nous melalui doa untuk berdiri di hadirat Allah. Salah satu deskripsi paling misterius tentang misteri hati diberikan oleh St. Makarios, “Di dalam hati ada kedalaman yang tak terduga. Ada ruang penerimaan dan tempat tidur di dalamnya, pintu dan teras, dan banyak kantor dan lorong. Di dalamnya ada bengkel kebenaran dan kejahatan. Di dalamnya ada kematian; di dalamnya ada kehidupan …. Hati adalah istana Kristus: di sana Kristus sang Raja datang untuk beristirahat, dengan para malaikat dan roh orang-orang kudus, dan dia tinggal di sana, berjalan di dalamnya dan menempatkan Kerajaan-Nya di sana.” (The Art of Prayer. Compiled by Igumen Chariton. Faber and Faber. London, 1966)

Metropolitan Anthony Bloom mengundang kita untuk melakukan perjalanan di dalam hati untuk menemukan kehadiran Tuhan di sana: “St. John Chrysostom berkata bahwa temukan pintu ruang jiwa Anda dan Anda akan menemukan bahwa ini adalah pintu menuju kerajaan Surga. Efraim dari Siria mengatakan bahwa Allah, ketika ia menciptakan manusia, menempatkan di bagian terdalamnya semua kerajaan, dan bahwa masalah kehidupan manusia adalah menggali cukup dalam untuk menemukan harta yang tersembunyi. Oleh karena itu, untuk menemukan Tuhan kita harus menggali untuk mencari kamar dalam ini, dari tempat di mana seluruh kerajaan Allah hadir di inti/pusat kita, di mana Tuhan dan kita dapat bertemu. Alat terbaik, yang akan melewati semua rintangan, adalah doa. Masalahnya adalah bagaimana berdoa dengan penuh perhatian, sederhana, dan jujur ….”

Jadi, mengulangi kata-kata St. Theophan: “The heart is the innermost man, or spirit. Here are located self-awareness, the conscience, the idea of God and of one’s dependence on him, and all the eternal treasures of the spiritual life…. The physical heart is a piece of muscular flesh, but it is not the flesh that feels, but the soul; the carnal heart se rves as an instrument for these feelings, just as the brain serves as an instrument for the mind. Stand in the heart, with the faith that God is also there.” Untuk itu kita membutuhkan hati yang murni. Jadi, kita berdoa dengan pemazmur, “Ciptakan hati yang suci di dalam diriku, ya Allah” (Mazmur 51:10).

Kesimpulannya adalah marilah kita menyucikan diri dan menerangi nous dan hati  sehingga kita menyatu dengan Kristus.

GEREJA, AKHIR ZAMAN, HOPE DAN LOVE

Hope berbicara dengan prayer dan worship

Toll house dan toll gate adalah penghakiman sementara, seperti apa toll gate yaitu lukas 16:19-31, apa yang terjadi kepada lazarus dia dipangkauan Abraham. Karena waktu Lazarus masih hidup dia sangat menderita dan sekarang dia menerima kesenangan sedangan dengan orang kaya pada saat dia hidup, dia telah hidup yang penuh kebahagiaan tetapi sekarang dia sangat menderita sebab sebab waktu dia masih hidup dia sangat hidup dengan kesenagan. Toll gate = hades – nereka dan Firdaus –surga. Selama kita masih hidup kita banyak melakukan dosa ada penghakiman kecil. 

Dogmatika II, Tugas ke-10

Nama               : Dian Purmawati Waruwu

Tingkat            : II, Semester III

M.K                 : Dogmatika II

Dosen              : Hendi Wijaya

Tugas               : ke- 10.

Virtues adalah Good works= the friuts of asccsis.

Passion itu apa? yaitu

Passion yaitu keinginan daging yang ada dalam tubuh dan jiwa. Passion yang ada dalam jiwa adalah untuk mencari Allah. Soul terbagi tiga yaitu season= tahu Allah, emotin= rindu Allah dan desire= menaati Allah. Body = lapar.

Lihat di Formasi dan latihan Rohani; Halaman 539.

Vertuus adalah berasal dari logismoi dan keigingan daging akan ada yang menjaganya yaitu nous untuk menerangi keglapan yang ada di hati kita, sebab ada Anugerah Allah yang bersinergi di dalam hati kita sehingga season, emotion dan desire telah di terangji oleh Anugerah Allah. Lalu kemudian ada vertues dari tubuh kita yaitu berpuasa, berdoa, hidup sederhana, menyalibkan daging sebab Anugerag/ terangnya sudah terpancar dari tubuh kita. Markus 7:21; dari dalam timbul kegelapan jadi nous kita harus kita terangi dan selalu kita jaga. Jika nous tidak dijaga maka kegelapan akan terpancar atau keluar dari dalam hati, oleh sebab itu marilah kita jaga nous kita dengan virtues.

Batin (Nous)harus konek dengan Allah, melalui Doa, silence, askesis, reading bible dan nepsis. Nous dengan Allah yaitu Grace sinergy. Nous adalah mata dari reason, emotion dan desire didalam ada hati. Heart (kardia) muncul reason, emotion dan desire sehingga menghasilkan virtues. Inilah adalah kebajikan dari jiwa yang ada ada dalam jiwa kita. Dari situ bisa masuk kedalam tubuh dan tubuh itu baru melakukan kebajikan dan melawan nafsu.

Passions itu berasal dari Iblis. Iblis (parasmos/ godaan / cobaan) itu masuk kedalam nous dan kedalam hati sehingga menghasilakn logismoi/ pikiran – pikiran jahat. Logismoi = reason, emotion, desire sehingga menghasilkan hal negetaf / dosa contohnya malas, kebohongan, kemunafikan, kesombongan, berzinah, ketidaksucian, cinta uang dan lain – lain sehingga menghasilakn yang nama dosa. Lihat formasi dan latihan rohani; halaman 540 dan 541.

Ada 8 passion lihat halaman 541……………

Passion adalah keinginan – keinginan daging yang tidak sesuai dengan kehendak Allah.

Iman yang kita miliki harus konek kepada Allah sehingga kedagingan kita akan lenyap sebab Anugerah Allah telah bekerja didalam jiwa dan tubuh kita. Dengan orang yang tidak beriman maka dia belum di selamatkan dari dosa. Oleh sebab itu takutlah akan Allah dengan  penuh dengan rasa hormat. Takut akan Dia adalah karena takut akan penghakiman-Nya bukan berarti Allah itu suka marah – marah melainkan Allah itu penuh kasih.

Berikutnya adalah pertobatan/ repentence yang harus kita kerjakan untuk menyalibkan manusia lama kita atau menyalibkan hawa dengan menuju theosis.

 Untuk menuju Theosis adalah dengan  pengharapan  dan tentang kerohanian dengan kita pecaya dibaptis dan beriman kepada Kristus sehingga kita menuju kesempurnaan. Bertumbuh dalam kerohanian melakukan yang baik, mengubah hidup yang lama dengan hidup baru sehingga Allah menerangi hati kita dan bercaya melaui kita artinya Anugerah Kristus nampak karena melalui kehidupan kita jika jika berkenan hidup dengan-Nya. Sehingga kemuliaan Allah telah dipenuh didalam hidup kita. Marilah kita mengalahkan dosa dengan hidup didalam Kristus (pertobatan) sehingga kasih Kristus selalu mengalir didalam hidup kita Dan selalu bersinergi dengan-Nya

sehngga kita menuju theosis.

Sable yag tersembunyi adalah dengan kebencian, berbohong, seperti jiwa. Jiwa itu tidak kelihatan akan tetapi jiwa itu nampak dengan tubuh kita. Sama dengan Allah , Allah itu tidak kelihatan akan tetapi bisa rasakan melalui grace, ciptaan Anak-Nya.

What are passions? Bacalah BUKU/ pdf  Living the Orthodox Christian Life An Introduction to Orthodoxy, Halaman 134-137.

Jagalah indra tubuh dan jiwa sehingga godaan – godaan tidak masuk kedalam hati kita. Sehingga grace selalu bersinergy kedalam hati kita, jagalah nous dan hati sehingga kegelapan tidak mudah menyerang tubuh dan jiwa. Jika nous itu tidak dijaga maka Iblis= parasmos/ godaan/ cobaan lewat dengan indra tubuh dan jiwa. Lihatlah orthodox Spirituality, pdf halaman 31.

Ketika manusia begitu banyak masalah dia tidak bisa tahan sendiri melainkan juga Allah yang menolongnya melalui pengharapan. Melalui iman dan kepercayaan kita yang akan mendatang. Hope yang perlu kita kembangkan untuk mengerjakan kebajikan. Pengaharapan adalah mata didalam hati atau visi didalam hati untuk melihat pengharapan yang akan datang. Jika dia tidak menderita maka dia tidak melihat hope is faith an advanced stage. A pawer, which gives trasnparency to me, which penetrates through time. Patience with hope leads to meekness and humility.

Kelemahlembutan adalah satu pikiran yang teguh dan tidak dipengaruhi lagi oleh

Kedagingan. Itulah virtue yang perlu kita latih setiap hari,  seperti batukara yang tidak pernah tergeser jika ada gelombang. Di dalam hati (kardia) adanaya reason, emosion dan desire yang mengasilkan virtues yang melalui iman, pengharapan, dan kasih. Kasih itu akan blossoms dan tidak melakukan dosa dan mengasihi orang lain dengan belaskasihan memberi sedekah, membagi itulah kasih.

Allah adalah kasih dengan kasih dengan manusia, manusia dengan kasih > passions>  manusia.

Dogmatika II, Tugas ke-9

NAMA                        : DIAN PURMAWATI WARUWU

TINGKAT                  : II

SEMESTER                : III

MATA KULIAH       : DOGMATIKA II

TUGAS                       : KE-9

Fondasi à Kristus= Allah Tritunggal, inkarnasi= pengakuan iman nikea. Setelah itu adanya karya keselamatan yaitu penebusan (Historià universal, Spiritual/Theoriaàpersonal). Dengan secara personal kita juga mengalami iman ditambah dengan perbuatan, pengharapan dan kasih.

            Fondasi adanya purifikasi/ Askesis dan kontemplasi/ inkarnasi melalui dispassion yaitu pengendalian daging, dikuburkan/ manusia lama  dan Virtues yaitu kebangkitan dengan hidup bagi Allah sehingga disebut manusia baru.

The way of life kita adalah dengan askesis à Theosis dengan membawa kita untuk kemuliaan Allah. Proses ini yang harus kita alami dengan synergy , berdoa , nepsis, askesis dan lain – lainnya. Sehingga kita bisa mengendalikan kedagingan manusia lama kita dengan menjadi manusia baru jadi kita semakin serupa dengan Kristus.

Spiritual adalah menuju kepada spirit atau roh yang ada dalam diri manusia  Sehingga dipenuhi oleh Roh kudus. Spiritual adalah batin, jiwa, roh manusia. Kita dipenuhi Roh kudus maka kita disebut manusia Rohani dengan menyatu dengan Allah dan disebut Theosis. Ada dua hal membersihkan passion dan mencapai kebajikan atau virtues. Kata lain spiritual juga melawan kedagingan atau manusia lama kita dengan menyalibkan dan membersihakan passion dan menuju virtues sehinggan kita semakin serupa dengan Kristus. Hati juga harus dijaga dimana di Alkitab telah dituliskan “dimana hartamu berada distulah hatimu berada”.

The Aim adalah mencapai theosis untuk mencapai itu ciri spiritualitas adalah akan penyatuan kepada Allah dengan lewat karya Roh kudus yang bersinergy. Bukan hanya  kerja kita sendiri melainkan Roh kudus yang bekerja sehingga memiliki synergy (terang) dengan melawan kegelapan. Tujuan akhir DEIFICATION – THE UNCREATAD LIGHT kita harus punya energy-Nya / energy ilahi seperti matahari kita bisa menikmati cahayanya tetapi kita tidak bisa menjadi matahari melainkan hanya menikmati terangnya begitu pula kehidupan kita, mungkin  kita tidak bisa menjadi Allah melainkan kita bisa menikmati energy ilahi-Nya dengan Karya Roh kudus-Nya.  It is though our psarticipasion in this uncreated light that  we become deified, become like Christ.

The Essential 1 kor 9:24-27 maksudnya adalah perlombaan lari yaitu  injil, sehingga memperoleh kehidupan itulah Askesis. 2 Tim 2:5,15 hidup yang berkenan kepada Allah, itulah gambaran yang diberikan kepada kita oleh rasul Paulus. Itulah namanay This spiritual work and training is called asceticism. Tujuan asceticism bukan untuk mencapai natur bersih dari dosa tetapi juga harus membersihkan pikiran dari nafsu.

            Asketik kita seperti mamatikan manusia lama kita secara bertahap bukan langsung. Tahapan-tahapan tersebut adalah serangkaian langkah-langkah. Asketism adalah latihan untuk pertumbuhan rohani kita yang menyiapkan kita untuk menerima terang yang tidak tercipta. Latihan-latihan asketik membuat latihan spiritualitas kita bertumbuh. Langkah-langkahnya adalah:

  1. Basis dasar menyatu dengan Allah yaitu kasih bukan pengetahuan.

Fr. Dimitru; kita mencapai persatuan dengan Allah bukan hanya dari pengetahuan atau pikiran saja tetapi kita merasakan kasih Allah. Natur kita tetap menjadi ciptaan tetapi kita menjadi seperti Sang Pencipta oleh karena anugerah Allah. Anugerah Allah adalah kasih Allah sendiri.

  • Bekerja dalam komunitas supaya jiwa kita bertambah dewasa

Kita butuh gereja untuk pertumbuhan rohani kita. Kita bekerja bersama untuk membangun persatuan, melatih askesis kita. Kalau Roh Kudus seperti ibu rohani kita maka orang-orang dalam gereja adalah saudara-saudara spiritual kita. Kita harus bekerja dan berusaha supaya mendatangkan kebajikan dan kita mengerjakan itu semua di mulai dari diri kita sendiri. Seperti Yesus, Dia juga butuh komunitas seperti komunitas bersama murid-murid-Nya.

  • Tangga naik berdasarkan kasih

Allah kita adalah kasih (Yohanes 3:16), dan Allah dalam Tritunggal adalah Allah yang saling mengasihi, dan kasih tersebutlah yang dicurahkan kepada manusia. Sekarang, kasih tersebut bekerja di dalam Allah Tritunggal dan di dalam gereja sebagai anggota Kristus. Spiritual yang semakin naik menuju kepada Allah hanya ada dalam gereja yaitu diri orang-orang percaya. JIka itu pendakian maka ada langkah-langkahnya yaitu:

  1. Praktikos; adalah untuk mengalahkan passions (mengalahkan nafsu) dan melakukan kebajikan sampai mencapai kasih Allah itu sendiri.
  2. Kontemplasi (iluminasi); berarti hidup kita hanya focus kepada Allah sendiri dan tidak lagi memikirkan nafsu-nafsu yang ada di dunia ini, yang dipikirkan yaitu bagaimana menyatu dengan Allah. Jiwa dan hatinya sudah bersih. Jiwa dan hati yang sudah bersih adalah orang yang sudah dapat melihat Allah, melihat terang Allah seperti para rasul. Seperti transfugarasi Yesus, itulah kontemplasi Yesus.
  3. Mistical knowledge; puncak kasih kepada Allah. Tidak menginginkan apa-apa lagi, hidup bagi Kristus mati adalah keuntungan (Flp. 1:21). Seperti Paulus, dia mengatakan “Darahku dicurahkan, aku tidak apa-apa”. Dalam tahap ini, kita sudah mencapai menyatu dengan Allah.

Passions

Apakah passion adalah sesuatu yang alami atau tidak? Fr. Dimitru mengatakan passion adalah sesuatu yang natural seperti keinginan makan, minum, seks, senang, sedih, marah, dll. Tetapi ada juga passions yang tidak natural, yaitu ketika passion kita mengontrol hidup kita sendiri. Passion yang natural itu jangan hanya bersifat tubuh jasmani saja, maksudnya passion tidak hanya memuaskan tubuh tetapi juga harus memuaskan jiwa kita. Passion natural harus digunakan dengan bijaksana untuk memenuhi kebutuhan kita. Jika tidak digunakan dengan bijaksana maka itu dianggap sebagai passion yang tidak natural (hidup hanya untuk makan, seks, bersenang-senang) yang akibatnya adalah passion yang menguasai jiwa kita. Tubuh yang mengendalikan jiwa. Jiwa tidak berfungsi lagi sehingga sama seperti binatang. Kita menjadi tawanan hukum dosa (Roma 7:22-24).

            Kita perlu membebaskan jiwa dari penguasaan tubuh. Jiwa kita ada tiga bagian yaitu intelek (nous), keinginan, dan emosi. Nous berfungsi untuk mengerjakan bagian rohani kita seperti doa, ibadah, dll. Intelek sama dengan pikiran, Tetapi bedanya adalah ketika otak/ pikiran kita mati tetapi intelek masih dapat mengingat segala sesuatu. The brain adalahs secara fisik tetapi mind adalah secara spiritual. Intelek, desire, dan emotionlah yang membebaskan jiwa dari tubuh sehingga jiwa kembali mengontrol tubuh dan nafsu kita.

Kebanyakan otak kita bekerja melalui panca indra sehingga banyak sekali godaan-godaan yang datang baik yang didengar, dilihat, dirasakan, dll, yang dapat menimbulkan passion.

Cara menghilangkan passions:

  • Laparkan passion,
  • Potong persediaan makanan passions.

St. Gregory of Nissan bertanya dari mana passion berasal? Passion ditanamkan dalam natur kita oleh Allah dan merupakan salah satu sifat kita yang netral atau yang bisa digunakan dan dilakukan dalam kebaikan atau pun dalam kejahatan. Passions berasal dari hati; intelek, desire, dan emotion.

            Gregory Palamas menunjukkan bahwa passion yang terberkati adalah passion mengarah terhadap bagaimana passion melakukan kebajikan. Apakah dosa dari intelek? Intelek pada akhirnya biasanya jatuh pada kesombongan, desire menyerang keinginan tubuh kita seperti makan, seks, uang, dan emosi seperti kemarahan, kesedihan,dll.

Bacaan buku Formasi Rohani Fondasi Purifikasi Deifikasi 2019 “3.15Yohanes Damaskus: Kebajikan dan Dosa, halaman 408”.

Kebajikan dari jiwa yaitu keberanian, penilaian moral, pengendalian diri dan keadilan. Passion dari jiwa yaitu kelupaan, kebodohan, ketidaktahuan, kemalasan mengakibatkan nous kita digelapkan yang akhirnya jatuh dari berbagai macam passions dari jiwa yaitu penyembahan berhala, pengajaran palsu, penghujatan, murka, amarah, kegetiran, cepat marah, tidak tahu malu, tidak manusiawi, ketakutan, mengasihani diri sendiri, mudah putus asa tidak bersyukur, dll.

Dogamtiaka II, Tugas ke-8

Nama               : Dian Purmawati Waruwu

M. K                : Dogmatika 2

Tugas Ke         : 8

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya S. S

Apa tujuan manusia untuk diselamatkan?

Diselamatkan adalah untuk mencapai theosis.  Apakah mudah mencapai theosis, tentu tidak mudah mencapai theosis, harus menyalibkan segala kedagingan, hawa nafsu, manusia lama, mengalami kematian, pengukuran dan kebangkitkan. Setelah mengalami itu semua maka adanya pertobatan dan pembatisan setelah melakukan bisa mengerjakan keselamatan.  Mengerjakan keselamatan itu adalah proses terjadinya purification atau pemurnian. Ini namanya personal salvation. Ini sebenarnya meniru universal salvation: inkarnasi, jalan salib, penyaliban, kebangkitan, pentakosta dan penghakiman. Universal salvation sudah ada pada semua orang. Juga ditawarkan kepada kita personal salvation. Personal salvation dimulai dari inkarnasi. Universal salvation adalah historia (persitiwa sejarah) yang harus masuk ke dalam hati. Jalan salib adalah jalan kita untuk mencapai kemuliaan dan hati kita harus kita jaga supaya tidak diserang oleh serangan – serangan luar, sebab hati kita adalah titik pusat kehidupan kita dan tempat pertemuan Roh kudus sehingga nous dan hati kita menyatu sehingga kita mudah mengerjakan keselamatan.

    Penyaliban yaitu menyalibkan keinginan daging, makanan dan tetangga perut yaitu seks, mengalahkan apa yang sedap dilihat atau mengalahkan kuasa iblis. Penguburan adalah mengalahkan kematian. Penguburan juga merupakan masa dimana kita akan hening. Kebangkitan yaitu mengalami keselamatan individu. Semua hal ini kita kerjakan sampai kita mencapai theosis. Matius 25:41; 1 Yoh. 4:8 yang ditulis adalah Allah adalah kasih bukan Allah adalah berdaulat. Allah yang berdaulat untuk menyelamatkan ataupun juga tidak menyelamatkan manusia. Di dalam konsep Barat yaitu untuk memuaskan murka Allah sedangkan Timur dimulai dari Allah TriTunggal (Ul. 6:4).  Matius 8:10 keselamatan itu murah tetapi bukan murahan karena diberikan secara Cuma-Cuma. Roma 6:18-23 kalau Yesus hanya mau melepaskan manusia dari dosa artinya mengapa Allah harus menyiksa anak-Nya. Bukan Allah yang menyiksa anak-Nya tetapi ini adalah sebuah ketaatan yaitu martir. Bukan Allah menyiksa anak-Nya tetapi konsekuensi melawan orang-orang yang jahat atau melawan ketidaktaatan.

  Markus 10:45 Yesus sebagai korban harus mengalami penderitaan. Filipi 2:7 Yesus mati bukan karena Allah menyiksa Dia tetapi untuk mewujudkan ketaatan, mengalahkan ketidaktaatan. Bukan karena Allah yang menginginkan untuk menyalibkan Dia. Efesus 1:7 penebusan itu memiliki harga yang tidak bisa dibayar (Roma 7:4) kita dimerdekakan dari dosa waktu kematian Yesus di atas kayu salib secara sejarah. Tetapi waktu sekarang adalah mengerjakan keselamatan yang sudah dimiliki itu. Kita sekaran telah mengalami hidup baru dan telah mengalahkan manusia lama dengan darah Kristus yang tidak bisa dibeli oleh siapapun. Maka kita sebagai orang yang telah percaya kepada-Nya marilah kita mengerjakan keselamatan itu dengan sikap dan perbuatan kita, dengan mematikan kedagingan/ hawa nafsu. Marilah kita hidupkan Kristus didalam hati dan pikiran kita, marilah kita ijinkan Tuhan masuk didalam tubuh dan jiwa kita sehingga kita bisa mengerjakan keselamatan sehingga kita mencapai theosis.