Tugas ke-14
MANUSIA TERDIRI DUA ELEMEN
Manusai yaitu elemen materi dan spiritual.
- Manusia secara jasmani
- Manusia secara Rohani
Ada yang membedakan tubuh,jiwa dan roh atau manusia batianiah dan lahiriah (1 Tes. ). Dan alkitab sendiri mengajarkan Ayut 2:5-6. Makhluk itu terdiri debu tanah/materi yang membentuk daging dan tubuh. Roh manusia berasal dari Allah yang keluar dari nafas ALLAH dan dihembuskan dalam tubuh tadi sehingga tubuh itu hidup. Jika tubuh itu berasal dari Allah berarti bersifat kekal. Tetapi secara jasmani tubuh itu telah dikutuki karena kejatuhan dari dosa tetapi roh itu masih hidup walaupun tubuh itu sudah mati karena roh bersifat kekal, Mazmur 63:1 haus akan Allah yaitu tubuh dan roh, Yesaya 31:3, Matius roh dan daging, Yohanes 6:63 roh yang memberi hidup dan daging tidak memberi hidup, 1 kor 2:14-15 ada bersifat roh dan daging. Roh itu hubungannya dengan Allah dan jiwa berhubungana dengan sesama, roh dan jiwa satu unsur spiritual tritunggal ada nous, jiwa dan roh. Nous yang mengendalikan jiwa, jiwa dan roh itu titik pertemuan dengan Tuhan. Bedanya dengan binatang dan manusia yaitu binatang tidak mempunyai roh dan sedangkan manusia mempunyai roh dan jiwa yang bersifat kekal yakni yang selalu bersinergy dengan Kristus.
Bagaimana kita diselamatkan dan setelah diselamatkan apa yang perlu kita lakukan? yaitu mengerjakan keselamatan, melawan dosa/daging, Askesi, menjaga nous dan hati, kebajikan,praktikos dan love.
Nous mengendalikan soal dan spirit. Soul yaitu reason, emation dan desire= fronesma pneumatos dan fronesma sarkos (logismoi, nafsu dan dosa) yang ada dalam hati /tubuh, dan nous adalah matin batin kita> indra tubuh. Spirit adalah Allah.
Apa yang membuta nous itu gagal menjaga hati yaitu
- Peirasmos/godaan dari luar/Iblis
- Tidak berdoa
- Tidak berjaga-jaga/nepsis
Didalam hati manusia tidak mengerjakan kehendak Allah tetapi Allah sudah memberikan kehendak bebas kepada manusia tetapi pilihan ditangan manusia dengan Tuhan memberikan NOUS, HATI DAN KEHENDAK BEBAS. Menjaga indra itu adalah tutup pintu lidah anda untuk berbicara dengan hal-hal negatif tetapi jangan biarkan bagian jiwa atau tubuh kita terbuka untuk roh-roh jahat masuk sehingga Nous kita tetapi terjaga. Selalu berpatroli st. simeon melanjutkan dan mengatakan, intelek/nous menjaga hati ketika berdoa;ia harus selalu berpatroli di dalam hati. Untuk menghentikan dorongan pikiran-pikiran Anda yang terus menerus: tulis St. Theophan “Anda harus mengikat nous dengan satu pikiran, atau hanya memikirkan satu” pikiran Tuhan Yesus. “Nous adalah tempat yang berbahaya. Jadi marilah kita jaga nous sehingga nous dan hatu tidak dikuasai oleh kuasa Iblis jika kita hidup didalam Kristusvdan memiliki pikiran Kristus karena ada terang Kristus. Ada tiga tahap untuk menjaga nous yaitu
- Berdialog kepada Tuhan
- Menutup lidah dan menjaga indra tubuh
- Penyatuan atau penggabungan dimana nous menyetujui pencobaan logismoi dan memulai memikirkannya.
- Terakhir dalam proses dosa adalah tahap terbelenggu (captive). Disini kita jatuh sepenuhnya dibawa kuasa pencobaan sehigga kita tidak lagi bebas untuk menolaknya. Tahap menjadi gairah obsesi.
Semuanya ini dimulai dari pintu hati;
- Sebuah provokasi atau gadaan (prosbole)
- Dialog (sindiasmos)
- Persetujuan (synkatathesis)
- Terbelenggu menjadi gairah dan obsesi.
Iblis yang bekerja memulai logismoi memiliki kebebsan hanya sejauh kita membiarkan mereka memiliki pengaruh terhadap kita. Bagaimana kita bisa melawan logismoi atau pikiran –pikiran jahat yang menyerang kita? Setiap hari kita harus membuat keputusan tentang pikiran mana yang akan kita izinkan masuk dalam Nous dan hati kita apakah positif atau negatif.
YESUS Kristus sebagai Kepala dan Pendiri Gereja menguduskan mereka yang percaya kepada-Nya dan Injil-Nya. Ini Pendusta merupakan Tubuh Mistik-Nya, yang mencakup yang hidup dan yang mati juga. Anggota Tubuh Kristus yang hidup, yang bekerja untuk menerapkan perintah ilahi sebagai saksi
kepercayaan yang kuat pada Kristus, disebut “orang-orang kudus” dalam penafsiran Perjanjian Baru. Orang-orang percaya ini terus-menerus berusaha untuk mencapai kesempurnaan; mereka terus berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa dalam pertobatan dan kepatuhan; mereka dengan tulus berusaha mendamaikan diri mereka dengan Allah dalam nama Kristus; mereka mencoba untuk menyebarkan kepercayaan mereka kepada mereka yang belum menerima Kristus dan Injil-Nya; mereka, secara umum, adalah pemberita Kerajaan Allah yang Kristus adalah Pendiri dan Kepala. “Orang-orang kudus di bumi” ini yang berusaha untuk menjaga Injil tetap utuh di dalam diri mereka dan juga yang berusaha untuk membuat orang Kristen lainnya menjadi Gereja Militan di bumi. “Orang-orang kudus” yang telah pergi merupakan Gereja di surga, Yang Kemenangan. Gereja Militan dan Triumphant didirikan oleh Kristus yang sama, Tuhan yang sama, Kepala yang sama. Karena itu, keduanya adalah Gereja yang satu dan sama; mereka adalah satu, karena Satu adalah Kepala mereka. Kesatuan ini tergantung pada esensi kepercayaan kepada Kristus Juruselamat dan tujuan orang-orang secara keseluruhan dan sebagai individu. Gereja Militan dan Triumphant memiliki tujuan yang sama: untuk memuji Kristus dan untuk menciptakan keyakinan yang konstan dan abadi, “Karena di dalam Dia (Kristus) semua kepenuhan Allah senang untuk tinggal, dan melalui dia untuk berdamai dengan dirinya sendiri semua hal, apakah pada bumi atau di surga, berdamai dengan darah salibnya “, Kol 1: 19-20. Satu-satunya perbedaan di antara keduanya adalah bahwa Gereja Militan terus-menerus “menjadi”, sedangkan Yang Kemenangan sudah menang melawan dosa oleh Rahmat Allah.