Nama : Dian Purmawati Waruwu
Tingkat : II, Semester II
M. K : Dogmatika 2
Tugas Ke : 6
Dosen : Dr. Hendi Wijaya S. S
Mengapa setan datang dalam wujud ular?
Iblis memakai ular untuk menggodai Awan dan hawa untuk jatuh kedalam dosa, ternyata ular itu berhasil menggodai Adam dan Hawa sehingga mereka makan buah pohon yang terlarang bagi Allah. Ular adalah simbol dari kebijaksanaan. Ular apa titik kelemahan manusia sebab manusia maunya memuja diri. Ketika Adam dan hawa manusia jatuh ke dalam dosa mereka telanjang dan tidak memakai baju. Apa artinya ketelanjangan? Yaitu kehilangan kemuliaan Allah (nekeneds). Apa respon Allah terhadap Adam dan Hawa waktu mereka jatuh kedalam dosa? Kata Allah terhadap mereka adalag Adam dimanakah engkau Adam? Ketika Allah menanyakan dimanakah engkau Adam itu sudah terjadi pemisahan, Allah memanggil mereka untuk bertobat. Jawaban yang diberikan oleh Adam adalah aku telanjang, wanita yang Kau beri telah memberikan aku buah yang telah Engkau larang itu.
Respon Adam dan Hawa terhadap Allah adalah saling menyalakan satu sama lain atau saling membenarkan diri, dan tidak ada kesadaran diri, tidak mengaku terhadap Allah jika mereka telah melanggar peraturan Allah yang Allah berikan terhadap mereka berdua, tidak ada lagi kerendahan hati. Apa konsekuensi yang mereka terima? Adalah Kita bisa lihat (Kej. 2:1-17; Rm. 6:2;5:12). Upah dosa adalah maut dan menjalar ke semua orang (Kej. 2:22-24). Dengan ketidak taatan mereka maka mereka terima konsekuensi terhadap Allah sehingga Allah memberikan hukuman terhadap mereka berdua. Jika Adam dan Hawa taat terhadap perintah Allah maka manusia akan hidup selamanya tetapi karena tidak taat Allah mengusir mereka dari taman Eden. “Allah tidak dapat menolak manusia karena manusia adalah gambar Allah dan manusia juga membutuhkan pertolongan Allah. Konsekuensi yang mereka terima: komunikasinya dengan Allah terputus, kematian, berpusat pada diri sendiri dan hidup dalam dosa. Manusia berdosa, idup di bawah kuasa iblis. Jika hubungannya terputus dengan Allah maka tubuh yang memerintah jiwa , bukan jiwa yang memerintah tubuh.
Dengan dosa Adam dan Hawa apakah ada dampak terhadap kehidupan kita sekarang? Memang ada dampak terhadap kehidupan kita sekarang. Maka dari situ jiwa dan tubuh kita ini perlu pertobatan, bersinergi kepada Kristus. Sehingga manusia mengalami kematian, penguburan dan kebangkitan. Gereja pada umumnya mengatakan dosa nenek moyang (Adam dan Hawa), Satu kondisi seperti penyakit yang turun temurun, Menanggung efek dosa
Ancestial sin (dosa nenek moyang): efek dosa yang kita warisi yaitu kematian. Dalam Gereja Barat kita menanggung dosa Adam tetapi dalam Gereja Timur, kita menaggung efek bukan dosanya. Dosa asal bukan dosa Adam saja, tetapi dosa nenek moyang.
Keselamatan: menyatu dengan Allah dalam kerajaan surge, selamat dari dosa, iblis dan maut. “ tidak ada yang najis masuk ke dalam kerajaan Allah”.
keselamatan dimulai oleh inkarnasi Yesus Kristus. Ia dating dan telah memberikan kita pengalaman melalui inkarnasi, Allah menjadi manusia. Selain inkarnasi yang dialami oleh Kristus, Dia juga menjadi penebus bagi manusia:
- Pengampunan dosa
- Mengalahkan belenggu kematian
- Transigurasi= memuliakan seluruh alam semesta.
Keselamatan dalam pandangan Reformed Calvinisme. Dalam Gereja Timur berbicara tentang keselamatan berdasarkan inkarnasi dan wahyu keselamatan itu pemulihan. (menyatu dengan Allah maka ada inkarnasi. Gereja Barat, transaksi hukum. Menurut Anselmus: manusia bejat total oleh sebab itu manusia tidak memiliki kehendak bebas, natupr manusia dosa, kodrat manusia dosa. Dosa sebagai benalu yang nempel pada natur kita maka natur dan gambar dan rupa Allah menjadi rusak. Kodrat asli manusia (Kej. 1:26-27) gambar dan rupa Allah (Kol. 1:16), sang sabda yang menjadi manusia yang menyelamatkan manusia dari dosa (Yoh. 17:24). Sebelum dunia dijadikan Ia aktif mengasihi Anak-Nya. Yoh. 14:31 sabda itu sudah ada sebelum dunia dijadikan sehingga jika manusia berharap kepadanya maka mereka tidak akan kecewa (Rm. 5:5). Dengan kejatuhan Adam dan Hawa maka ada Adam kedua yaitu Kristus yang telah memberikan Nyawa kepada manusia untuk menebus dosa manusia sehingga manusia mengalami hidup baru, dan telah bebas dari kegelapan itulah kasih Kristus yang Dia berikan kepada kita semua. Dengan apakah respon kita dengan kasih yang Dia berikan terhdapa diri kita? Yaitu mengerjakan keselamatan, hidup di dalam Kristus, mengalami pertobatan, pembaptisan dan terus askesis sehingga kita serupa dengan gambar Kristus.
Apa sikap utama Allah? adalah kasih (1 Yoh.4:8). Karena Allah adalah kasih maka tujuan manusia adalah mengambil bagian dalam kasih Allah. Tetapi karena kejatuhan manusia dalam dosa mereka tidak bisa mengasihi seutuhnya karena wujud dari kejatuhan adalah kematian. Manusia sebetulnya tidak diciptkan untuk mati tetapi karena dosa akhirnya manusia mati dan tidak bisa hidup untuk selamanya. Kejatuhan artinya sinar kemuliaan hilang (Rm. 3:10-18; Mzm. 14:1-3; 36:2. Kematian juga tidak hanya mati secara fisik tetapi juga mati secara rohani sama seperti orang Farisi (Ef. 2:4-5) dan ketika kita sudah diselamatkan maka kita harus mengerjakan keselamatan kita (Mat. 8:22). Dan kita tidak usah berbalik dengan manusia lama kita sebab Kristus telah menebus dan menggampuni kita diatas kayu salib, untuk itu jangan kita menyia – nyiakan kasih Kristus Kristus. Marilah kita tetap mengerjakan keselamatan kita sehingga kita tidak dikuasai oleh Iblis lagi sebab yang menguasai hidup kita ini adalah Kristus yang hisup.