sinoptik, tugas ke-4

NAMA            : DIAN PURMAWATI WARUWU

TINGKAT      : I (SEMESTER II )

M . K               : SINOPTIK

TUGAS           : KE-4

                                                                                    04 MARET 2019

Bauh roh itu ada proses yaitu ranting roh, pohon roh dan akar roh.

Akar itu adalah dasar dari benih dan benih itu berasal dari Allah lalu harus ada anugrah Allah turun ke bawah dengan tangga keselamatan dan hrus direspons dengan iman. Iman itu adalah freewill dan initiative sehingga menghasilkan benih ilahi.

Benih ilahi itu adalah sinergi Allah -à 1 Yoh. 3:9. Divine initiative–àlahir dari roh + air sehingga melahirkan benih ilahi. Sehingga kita disebut lahir dari Allah atau anak –anak Allah. Dan lahir dari Allah melalui akar yoh 12:24 artinya yesus itu mati seperti biji dan begitu kita mati secara  biji tetapi harus direspon dengan iman. Yesus mati secara penyaliban, begitu pula kita, kita mati secara penyaliban (keinginan daging) atau mematikan dosa – dosa kita. Maka kita harus bertobat supaya hawa nafsu kita mati.

PERTOBATAN itu apa? Yaitu proses mematikan keinginan daging sehingga benih itu berubah menjadi akar 1 yoh 3:9. Kalau tidak ada penyaliban maka pertobatan tidak ada ( jika tidak ada pertobatan maka tidak ada akar, ranting, pohon dan buah) maka kita mengalami penghakiman yoh 12:24.

Berakar itu didalam tanah kolose 2:6-7, kita harus berakar didalam kristus. Kristus ibarat dengan tanah (makanan dari Allah), kita harus bertumbuh dalam akar, ranting, pohon, buah tetapi didalam roh/kristus. Kalau kita diluar roh kudus maka kita berada didalam penguasaan dosa. kita harus bertumbuh dalam iman. Maksud bertumbuh dalam iman yaitu dalam akar, ranting, pohon dan sehingga menghasilkan buah 1 petrus 5-7. Begitu kehidupan kita ibarat dengan pohon tadi yang menghasilkan buah yang memuaskan jika kita mempunyai iman + perbuatan sehingga menghasikan kasih.

MATIUS 25

Masa persiapan paskah

  1. Minggu orang farisi dn pemungut sukai
  2. Minggu anak yang hilang
  3. Minggu penghakiman Allah.
  4. Minggu pengampunan dosa
  1. Minggu orang farisi dn pemungut sukai : rendah hati dan pertobatan itulah yang dilihat Allah lukas 18:10-14, dan kita melihat dosa kita seperti orang farisi dan pemungut sukai
  2. Minggu anak yang hilang : lukas 15:11-32 perumpamaan dan cerita anak yang hilang. Disitu ada bapa, anak bunggsu dan anak sulung. Dalam perumpamaan apa maknanya? Yaitu kasih seorng Bapa tak terbatas walaupun sudah berdosa. Kita semua berdosa makanya butuh pertobatan dan kita butuh ksih Allah seperti anak bunggsu yang hilang. Tetapi dia kembali dengan bapa dan bapanya selalu mengsihi dia dan Anak sulung itu marah. kita lihat diayat 31,32 Kasih bapa itu tidak melihat dosa anak bunggsu, dan kasih bapa melihat jiwa yang hidup kembali karena anak bunggsu sudah dianggap mati. Makanya bapanya sangat senang meliht anakny kembli dirumah. Begitu hidup kita walaupun kita sudah berdosa jika kita bertobat Bapa disurga selalu mengasihi kita. walaupun kita kita hilang ibarat anak hilang tadi tetapi kita harus kembali kepada Allah, sebab ada Allah bapayang selalu mengasihi kita sehingga kita bertumbuh dalam rohani. Dengan kasih bapa ada pertobatan, kuncinya adalah kita harus kembli dengan Bapa sebab kasih Allah itu besr dari dos kita.
  3. Minggu penghakiman Allah: Matius 25 :31-46, maksud cerita ini adalah tentang penghkiman bagi manusia.
  4. Pemisahan domba dan kambing lalu ayat 34 dikatakan > jadi yang dapat kerajaan Allah itu adalah banggsa domba dan ayat 32,41> yang sebelah kiri yaitu kambing enyalah dari hadapan-Ku dan sebelah kiri kebinasaan. Apa alasan di pisah – pisahkan apa dasarnya adalah menurut data penilaian
  5. Dasarnya dengan keataatan
  6. Ayat 35-40> mengapa mereka mendapat kejaan Allah karena ada ketaatan
  7. Karena dasarnya adalah kasih, Dia memberikan makanan, miniman dan pakaian
  8. Bangsa domba berbauh
  9. Pertobatan

Kita lihat ayat 35, dikatakan raja yang menglami penderitaan tapi apa yang terjadi di ayat 37 Jawab raja pada saat engkau melakukan kepada orang yang hina itulah yang engkau lakukan kepada kepada-Ku. Bangsa kambing tidak melalukan kasih kepada orang yang hina, tetapi bangsa domba melakukan kasih kepada orang yang hina. Maka bangsa bomba ibarat mereka melakukan kasih kepada tuannya sehingga mereka menghasilkan buah.

Kasih adalah tanpa syarat. Dasar penghakiman yaitu kasih dn perbuatan sehingg menghasilkan buah roh dan sehingga menghsilkn buah roh tau bukti dari iman yang hidupà dasar penghakiman. Maka Allah melihat kita seperti kambing dan domba. Kalau kita melihat dalam kasih ilahi yaitu kasih tanpa memandang muka yok 2:12-13, tidak ada perbedaan dalam kasih dan menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris kerajaan sorga. Dan mengapa bangsa kambing masuk dalam apa nereka? Karena mereka tidak mengasihi  dan memandang muka

Aplikasinya adalah kita harus mengasihi sesama kita atau orang yang hina sehingga kita mendapat kerajaan sorga dan juga kita memiliki pertobatan, kasih, benih ilahi, kerendah hati, ketaatan melalakuakn kehendak Allah sehingga menghasilkan buah roh.

NAMA : DIAN PURMAWATI WARUWU TINGKAT : I (SEMESTER II ) M . K : SINOPTIK TUGAS : KE-4 (RINGKASAN MATERI).

04 MARET 2019

Bauh roh itu ada proses yaitu ranting roh, pohon roh dan akar roh.

Akar itu adalah dasar dari benih dan benih itu berasal dari Allah lalu harus ada anugrah Allah turun ke bawah dengan tangga keselamatan dan hrus direspons dengan iman. Iman itu adalah freewill dan initiative sehingga menghasilkan benih ilahi.

Benih ilahi itu adalah sinergi Allah -à 1 Yoh. 3:9. Divine initiative–àlahir dari roh + air sehingga melahirkan benih ilahi. Sehingga kita disebut lahir dari Allah atau anak –anak Allah. Dan lahir dari Allah melalui akar yoh 12:24 artinya yesus itu mati seperti biji dan begitu kita mati secara  biji tetapi harus direspon dengan iman. Yesus mati secara penyaliban, begitu pula kita, kita mati secara penyaliban (keinginan daging) atau mematikan dosa – dosa kita. Maka kita harus bertobat supaya hawa nafsu kita mati.

PERTOBATAN itu apa? Yaitu proses mematikan keinginan daging sehingga benih itu berubah menjadi akar 1 yoh 3:9. Kalau tidak ada penyaliban maka pertobatan tidak ada ( jika tidak ada pertobatan maka tidak ada akar, ranting, pohon dan buah) maka kita mengalami penghakiman yoh 12:24.

Berakar itu didalam tanah kolose 2:6-7, kita harus berakar didalam kristus. Kristus ibarat dengan tanah (makanan dari Allah), kita harus bertumbuh dalam akar, ranting, pohon, buah tetapi didalam roh/kristus. Kalau kita diluar roh kudus maka kita berada didalam penguasaan dosa. kita harus bertumbuh dalam iman. Maksud bertumbuh dalam iman yaitu dalam akar, ranting, pohon dan sehingga menghasilkan buah 1 petrus 5-7. Begitu kehidupan kita ibarat dengan pohon tadi yang menghasilkan buah yang memuaskan jika kita mempunyai iman + perbuatan sehingga menghasikan kasih.

MATIUS 25

Masa persiapan paskah

  1. Minggu orang farisi dn pemungut sukai
  2. Minggu anak yang hilang
  3. Minggu penghakiman Allah.
  4. Minggu pengampunan dosa
  1. Minggu orang farisi dn pemungut sukai : rendah hati dan pertobatan itulah yang dilihat Allah lukas 18:10-14, dan kita melihat dosa kita seperti orang farisi dan pemungut sukai
  2. Minggu anak yang hilang : lukas 15:11-32 perumpamaan dan cerita anak yang hilang. Disitu ada bapa, anak bunggsu dan anak sulung. Dalam perumpamaan apa maknanya? Yaitu kasih seorng Bapa tak terbatas walaupun sudah berdosa. Kita semua berdosa makanya butuh pertobatan dan kita butuh ksih Allah seperti anak bunggsu yang hilang. Tetapi dia kembali dengan bapa dan bapanya selalu mengsihi dia dan Anak sulung itu marah. kita lihat diayat 31,32 Kasih bapa itu tidak melihat dosa anak bunggsu, dan kasih bapa melihat jiwa yang hidup kembali karena anak bunggsu sudah dianggap mati. Makanya bapanya sangat senang meliht anakny kembli dirumah. Begitu hidup kita walaupun kita sudah berdosa jika kita bertobat Bapa disurga selalu mengasihi kita. walaupun kita kita hilang ibarat anak hilang tadi tetapi kita harus kembali kepada Allah, sebab ada Allah bapayang selalu mengasihi kita sehingga kita bertumbuh dalam rohani. Dengan kasih bapa ada pertobatan, kuncinya adalah kita harus kembli dengan Bapa sebab kasih Allah itu besr dari dos kita.
  3. Minggu penghakiman Allah: Matius 25 :31-46, maksud cerita ini adalah tentang penghkiman bagi manusia.
  4. Pemisahan domba dan kambing lalu ayat 34 dikatakan > jadi yang dapat kerajaan Allah itu adalah banggsa domba dan ayat 32,41> yang sebelah kiri yaitu kambing enyalah dari hadapan-Ku dan sebelah kiri kebinasaan. Apa alasan di pisah – pisahkan apa dasarnya adalah menurut data penilaian
  5. Dasarnya dengan keataatan
  6. Ayat 35-40> mengapa mereka mendapat kejaan Allah karena ada ketaatan
  7. Karena dasarnya adalah kasih, Dia memberikan makanan, miniman dan pakaian
  8. Bangsa domba berbauh
  9. Pertobatan

Kita lihat ayat 35, dikatakan raja yang menglami penderitaan tapi apa yang terjadi di ayat 37 Jawab raja pada saat engkau melakukan kepada orang yang hina itulah yang engkau lakukan kepada kepada-Ku. Bangsa kambing tidak melalukan kasih kepada orang yang hina, tetapi bangsa domba melakukan kasih kepada orang yang hina. Maka bangsa bomba ibarat mereka melakukan kasih kepada tuannya sehingga mereka menghasilkan buah.

Kasih adalah tanpa syarat. Dasar penghakiman yaitu kasih dn perbuatan sehingg menghasilkan buah roh dan sehingga menghsilkn buah roh tau bukti dari iman yang hidupà dasar penghakiman. Maka Allah melihat kita seperti kambing dan domba. Kalau kita melihat dalam kasih ilahi yaitu kasih tanpa memandang muka yok 2:12-13, tidak ada perbedaan dalam kasih dan menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris kerajaan sorga. Dan mengapa bangsa kambing masuk dalam apa nereka? Karena mereka tidak mengasihi  dan memandang muka

Aplikasinya adalah kita harus mengasihi sesama kita atau orang yang hina sehingga kita mendapat kerajaan sorga dan juga kita memiliki pertobatan, kasih, benih ilahi, kerendah hati, ketaatan melalakuakn kehendak Allah sehingga menghasilkan buah roh.

nama: Dian purmawati waruwu tingkat: I (semester II) M . K : sinoptik PB-tugas ke 3

LUKAS 22 – 24

Burung merpati            Burung yang suka bernyany

                                    Burung yang tulus suka merendahkan diri

                                     Burubg yang tulus dengab kerendah hati dan ketulusan hati , ia                   

                                     Mempersembahkan dirinya diatas kayu salib sebagai korban

Congrahasian ( pemahaman )——àBerupa korban bakaran

                 Logos Allah

                 Logos Kristus       ————————–> CRIST CENTERED

Teks                Terjemahan

                                                                      knowledge

                        Point – point sontks                                             

                                                          Comprehension/ pemahaman

                        Out line/konsep

                        Senantic content           Analisis           diluar Alkitab/ teks

                                          Komponen – komponen      ide utama dan pendukung                           

                       Chursh father,     paradosis gereja

                                                                                                                                    

                                                                                                                        Ecclesiall

                        Ringkasan (memahami secara luas)         sintesis         Hati (Personal)

                                                                                                Diperbaharui oleh roh kudus

Ringkasan—à Dintesis—à   Hati ( personal ) supaya hati itu diperbaharui oleh roh kudus. Buah roh adalah Damai, pengharapan, penguasaab diri, kesalehan, kerukunan, pengetahuan, kebajikan, kesucian, kasih dan roh kudus itu menghasilkan dari iman. Iman tanpa perbuatan hakekatnya mati.

Iman + perbuatan – perbuatan menghasilkan buah roh kudus. Buah roh kudus tidak bisa dilihat secara jasmani tetapi itu kerja roh kudus. Seperti jeruk kalau pohon jeruk buahnya apa tentu buah jeruk. Begitu pohon buah roh kudus tentu buahnya buah roh kudus. Dan kalau ada pohon tentu ada akarnya= pohon             akar ( roh )           benih jadi, pohon dan akar kita tidak bisa melihat tetapi hanya buah yang bisa kita lihat.

Kalau benih berasal darimana? Yaitu berasal dari biji buah itu tadi. Kalau buah roh kudus itu berasal dari Allah seperti anak, anak itu dilahirkan harus ada perjumpaan dua benih antara laki – laki dan perempuan begitu pula hidup kita. kita hidup dengan benih MARIA dan Benih ALLAH. Kita lihat dimana Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk menebus hidup kita dari dosa.

1 yohahes 3:9                   kita harus lahir dari Allah dan kita mewarisi benih Allah. Dan bagaimana lahir dari benih Allah? Yaitu kebenaran dan percaya kepada Kristus. Seperti contohnya tadi , kita dilahirkan karena orangtua kita ( perjumpaan dua benih antara ayah dan ibu kita ). Lukas 1 : 34 – 35           benih itu adalah kerja roh kudus dan kuasa Allah. Dan Allah itu memakai maria untuk melahirkan Kristus ( pertemuan benih roh dan benih maria ).

Kalau lahir dari Allah harus ada dua pertemuan antara dua benih yaitu benih roh kudus dan benih maria dan baru lahir Yesus Kristus. Sama dengan kita , kita harus mempunyai benih yaitu benih roh dan benih ilahi. Lahir baru yohanes 3:5 (air dan roh ), benih air dan benih roh apa maksunya sih? Roma 5:5 yaitu roh kudus itu mencurahkan kasih Allah dan roh kudus kedalam hati kita untuk mencurahkan kasih Allah kedalam hati kita Yohanes 3:16 kasih Allah itu ternyata bukan kasih materi tetapi kasih Allah, Dia memberikan Anak-Nya yang tunggal ( Yesus Kristus ) 1 Yohanes 4:9 mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk pendamaian dosa, penebusan dosa dan penghapuskan dosa dengan cara Dia mempersembahkn nyaw-Nya itulah kasih Allah. 1 Yohanes 3:16 Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya itulah kasih Allah untuk mendamaikan dosa – dosa kita.

Nyawa Kristus sama dengan daging dan darahnya Yoh 6:54-56 sama dengan kita, kita mempunyai daging dan darah. Daging dan darah kita harus minum dan makan artinya kita harus masuk didalam hati kita sehingga kita menyatu dedalam Yesus Kristus.

Benih air yaitu dibaptis Roma 6:3-5  ( nyawa dan daging menjadi satu )= menyatu dengan Kristus melalui kematian , penguburan dan kebangkitannya itulah nyawa yang diselamatkan dan daging dnan darah yang telah diserahkan kepada kita Roma 7:6 supaya berbuah dihadapan Allah , kita itu harus menjadi milik Kristus sama dengan kita , kalau kita mengingini orang lain harus ada perkawinan sehingga orang tersebut sah menjadi milik kita.

Lahir baru itu adalah lahir baru dari air dan roh dimana air itu artinya diperkawinkan dengan Kristus melalui kematian, penguburan dan kebangkitan. Efesus 2:8               diselamatkan oleh kasih atau Anugrah melalui iman dan menjadi satu. Iman itu adalah benih manusia yaitu menjdi mati Efesus 2:1 dan coba kita lihat lagi didalam 1 Yohanes 4:15         Yesus Kristus anak Allah dan 1 Yohanes 5:1 kita percaya kepada Yesus Kristus bahwa Yesus Kristus Anak Allah maka kita harus bersatu dengan-Nya.

Yesus Anak Allah dan Kristus karena Dialah yang memberikan nyawanya untuk kita (Dia telah mengalahkan kematian dan dosa ) dan mengapa kita percaya kepada? Karena Dialah yang bisa bangkit dan mengalahkan kematian dan dosa.

Lahir dari Allah adalah pertemuan air dan roh Markus 16:16 siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan. Baptis itu dasar dari iman dan anugerah sehingga memiliki benih ilahi. 2 petrus 1:6 cerita tentang yesus , bukanlah dongeng  sebab petrus sendiri adalah saksi mata. Yohanes 20:31 supaya kita percaya kepada yesus kristus bahwa yesus kristus adalah mesias.

Jadi kita harus basa firman Tuhan supaya hati kita diperbahrui oleh roh kudus Yohanes 12:23-24 menghsilkan buah melalui benih ilahi. Kita harus diperbaharui supaya kita bisa berbuah. Akar dan pohon itu adalah hati kita atau benih ilahi untuk mematikan keinginan dan kedagingan kita Galatia 5:24 menyalibkan keinginan dan kedagingan. Kolose 3:5 untuk mematikan dalam diri kita atau dalam hati kita, segala sesuatu yang duniawi; percabulan, kenajisan, hawa nafsu dan hawa jahat dan sebagainya. Jadi kita harus mematikan hal –hal duniawi sehingga kita memperoleh roh kudus dan buah roh. kita harus bertobat. Bertobat berarti harus tekun dalam pertobatan , dn kit bisa menguasai diri kita dengan menyalibkan keinginan dan kedagingan supaya kita hidup kudus dan menghasilkan buah roh          pemurnian. Iman dan perbuatan menghsilkn kasih dn buah – buah roh yang di kerjakan oleh roh kudus sehingga kita bersatu dengan Kristus.

Inti Pembahasan

Iman + Perbuatan – perbuatan = buah roh              kasih

                                                     Pohon roh

                                                    Akar roh

                                                    Benih roh              Benih ilahi

                                               Lahir dari Allah             Iman + Anugerah

                                                                                                Anugrah


NAMA: DIAN PURMAWATI WARUWU TINGKAT: I (SEMESTER II) M . K : SINOPTIK TUGAS : KE-2

Yesus dipersembahkan di bait Allah

(Lukas 2 : 22 – 24)

 Luke 2:22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, dan Yesus diserahkan kepada tuhan. Dia diserahkan pada waktu pentahiran-Nya yang akan sesuci dengan hukum Musa.

                                                     1.Yesus sejak kecil milik Allah

                                                2.Yesus hidup dibawh hukum taurat

                                                     3.Tidak melanggar hukum taurat tersebut

                                                                      

.

  1. Point-Point Sintax (level pengetahuan—data)

                                   ——-> Yusuf dan Maria membawa Yesus ke Yerusalem

                                   ——-> Yesus diserahkan kepada Tuhan

                                   —> Pada saat genap waktu pentahiran menurut hukum taurat

—->Yesus hidup dibawah hukum taurat musa

—–>Yesus dan ibunya mempersembahkan korban bakaran menurut hukum taurat

—–>Yesus di bawa di yerusalem untuk di kuduskan

  • Point-point semantic (pemahaman)
  • Yesus hidup menurut hukum taurat
  • Yesus tidak melanggar hukum taurat
  • Sejak kecil Yesus dipersembahkan kepada Allah (sejak lahir Yesus tidak terpisah dengan Allah)
  • Yesus sejak lahir miliknya allah
  • Yesus ditahirkan pada umur 40 hari

hukum taurat dalam Imamat 12:2-8 kita dapat pemahaman bahwa ternyata:

  • Yesus di tahirkan pada usia 40 hari
  • Pada usia 40 hari Yesus dipersembahkan kepada Allah
  • Maria ditahirkan
  • Yesus lahir dikeluarga yang sederhana

Konsep teologis

  • Ide utama          : Hari Pentahiran Yesus
  • Ide pendukung

1.Sesuai hukum taurat Musa

2.Yesus hidup menurut hukum taurat

3.Yesus adalah miliknya Allah

4.Yesus taat pada hukum taurat

Eklesia (analisa)

interaksi dengan Bapak-Bapak gereja supaya kita menemukan kebenaran yang sesuai dan tidak menyimpang sebab pemahaman manusia bisa salah. Dan intraksi dengan ayat-ayat lain di Alkitab

 Personal yaitu menyangkut hati atau ringkasan konsep (Sintesa) à hasil

 Obdience (evaluasi)

Yesus menaati hukum taurat yang di perintahkan Allah kepada Musa, berarti kita perlu taat kepada Allah sama seperti Yesus taat kepada Bapa-Nya

Mar. 12:29-30 mengasihi Allah dengan segenap kekuatan kita. Mengasihi Allah dengan segenap hati Serta mengutamakan atau menomorsatukan Tuhan lebih dari kegiatan-kegiatan kita yang lainnya

Firman Tuhan yang dibaca di praktekan dalam kehidupan sehari-hari

Tugas formasi latihan rohani II

SALVASI POSITIF

  Gereja Ortodoks selalu menekankan aspek keselamatan yang lebih positif. Pembaharuan dan pemulihan dari  diri manusia.   Kristus datang untuk menyelamatkan kita dari dosa untuk berpartisipasi dalam kehidupan Allah. Dan kristus membebaskn kita dari berbagai dosa sehingga kita memperoleh hidup baru atau telah dibaptis  dan sehingga kita mengenakan kristus  dan menerima Roh Kudus melalui doa dan Sakramen-sakramen sehingga kita dapat mulai menjalani kehidupan baru dalam persatuan dengan Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus dan harus kita bersinergy kepada kristus dan sehingga kita di selamatkan. Keselamatan adalah pembebasan dari dosa, kekalahn iblis, transfirgusasi orang percaya, mengenakan kristus, pemulihan gambar Allah dalam manusia, berbaptisipasi dalam kehidupan Allah, permulihan persekutuan dengan Allah, kesempurnaan seperti kristus, menerima roh, menjadi bait roh kudus, pengampunan dosa, berpatisipasi dalam kerajaan Allah.  

TIGA KONVERSI
Memebicarakan pertobatan
 

Pertobatan pertama adalah pertemuan jiwa dengan Tuhan kita, ketika Dia diikuti sebagai Teman dan sebagai Guru. Pertobatan kedua adalah pengalaman pribadi tentang pengampunan dan keselamatan, salib dan … kebangkitan. Pertobatan ketiga adalah kedatangan Roh Kudus ke dalam jiwa seperti nyala api dan dengan kuasa. Bertobat maksudnya sadar dan menyesal akan dosanya (perbuatan yg salah atau jahat) dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatannya dan menerima kristus dan tidak kembalikn dengan manusia lama kita tetapi kita sekarang manusia baru yang telah dibaptis kembali.

DISELAMATKAN OLEH KASIH
Keselamatan itu adalah melalui Iman kita.  Iman  ketetapan hati; keteguhan batin; keseimbangan batin. Dimana kita mempeoleh anugerah yaitu kalau kit bersatu dengan KRISTUS dan bersenergy kepada-Nya bersekutu dan sehingga kita memperoleh rahmat.  Rahmat Ini adalah pengampunan tanpa syarat dari Tuhan yang ditawarkan kepada yang tidak layak. Allah menerima kita sebagai anak-anak-Nya dalam Baptisan, memenuhi kita dengan Roh Kudus-Nya dalam Krisma, dan kemudian mengirim Yesus untuk hidup di hati kita melalui Perjamuan Kudus. Tuhan mencintai kita saat kita tidak dicintai. “Tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita karena kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita” (Rm. 5: 8). Maka kita harus hidup di dalam Hidup dalam terang haruslah hidup dalam kasih sebab itulah natur manusia yang seharusnya ketika Allah menciptakan manusia supaya manusia bisa bersekutu dan mengenal Dia. Kita yang telah lahir dari Allah adalah anak-anak terang karena Kristus ada di dalam kita. Ada benih ilahi dari Roh Kudus yang akan mengalirkan energi atau kekuatan ilahi yang senantiasa menguatkan kita untuk menjadi terang yaitu menyucikan diri dari dosa (1 Yoh 3:9). Dan kekuatan itu adalah kasih karunia atau rahmat atau anugerah Allah untuk hidup kekal dan mengalahkan dosa kita pribadi (Rom 5:20-6:1). Hidup dalam terang dan kasih adalah hidup di dalam kekuatan atau kuasa ilahi yaitu anugerah Allah. Anugerah Allah bekerja sama dengan mengerjakan keselamatan kita. Seperti kata Rasul Paulus, "Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku." (1 Kor 15:1) AMIN.
 

formasi latihan rohani II

Jumat 15 february 2019.

KESELAMATAN BERBICARA TENTANG MASA LALU, SEKARANG DAN YANG AKAN DATANG

Masa lalu               Diampuni

Sekarang                Mengerjakan keselamatan (pertumbuhan)

Akan datangm       Mendapatkan Kemuliaan

Kita bisa menunggal dengan Kristus apalagi kita di baptis, Baptis artinya Kuburan dan rahim (lahir kembali). Manusia berdosa dn mau bertobat mak itu artinya sedang mengeejakn keselamtan.

Keselamatan akn menuju kesempurnaan apalgi kita menyadari keberdosaan kita

Yoke    = perbudakan/beban

Ceased = hilang

Kematian tubuh ini bisa dibangkitkan oleh yesus kristus (Roma 7:24-25), yesus tidak hanya berperan sebgai juruselamat tetapi suatu saat nanti Dia akan menjadi hakim.

Maka karna akhir hidup kita ada penghakiman maka kita harus belajar untuk melenyapkn segala dosa. kematian adalah roh dan jiwa keluar dari tubuh. Roh dan jwa harus meninggalkan tubuh karena roh dan jiwa tidak bisa menopang tubuhnya karena dosa.

Keselamatan adalah Kristus mengalahkan dosa kita atau musuh terbesar kita.

Kematian akan mejadi jalan kedalm kemuliaan Allah.

Keselamatan adalah pembebasan dari dosa, kekalahn iblis, transfirgusasi orang percaya, mengenakan kristus, pemulihan gmbar Allah dalam manusia, berbaptisipasi dalam kehidupan Allah, permulihan persekutuan dengan Allah, kesempurnaan seperti kristus, menerima roh, menjadi bait roh kudus, pengampunan dosa, berpatisipasi dalam kerajaan Allah.  

                                    Iman + perbuatan- perbuatan             

                                                – pengetahuan

                                                – ketekuana

                                                – kessalehan

                                                – penguasaan diri

                                                – kebajikakasih                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            

sinoptik-1 (lukas)

11 February 2019

sinoptik

Injil Lukas

Kolose 4:14= Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas.

(kol 4:4, 2 tim 4:11, filemon 1:24).

Penulis kitab lukas yaitu lukas sendiri

Ditulis sekitar 70-80

Lukas ini ditulis untuk segala bangsa

Sub thema: karya ro kudus, orang berdosa,dan  doa

Latar belakang: ditulis untuk seseorang yaitu Teofilus yaitu sseorang jental Yahudi yang bertobat.

Lukas 1:1-4

Orthodox studi Bible

Introduction/ pendahaluan itu seperti apa sih.

PB-àNKJV

Studi PBàbersama outlineàpikiran dari penulis

                                                pikiran roh kudus

                                                   pikiran kristus

                                                    Pikiran Allah

Membaca Kita Suci= memakai kacamata Kristus.

Kenapa Alkitab itu isinya tentang Kristus? = sebab Alkitab itu di tulis oleh para penulis Alkitab yang dilhami oleh Roh Kudus baik itu PL dan PB dan Roh Kudus menuntun.

Yohanes 1:14= kata “diam” diartikan berkema/bertinggal.

Kolose 2:9= Perjanjian Lama sudah dimuat didalam Kristus, jadi seluruh P itu sudah ada didalam Kristus. Perjanjian Baru merupkan wujud dari Kristus.

Ibrani 1:1-2= Allah berbiicara kepada nabi dan para rasul. Ay.2 = ternayata Allah berbicara kepada nabi2 dan pada puncaknya itu firman itu men jadi manusia. Sekarang Firmannyya itu turun menjadi manusia. Apa yang diceritak oleh para nabi2, sudah di genapkan didalam Kristus dan mewujudkannya menjadi nyata.

PLàIbrani 1:1

PBàIbrani 1:2

Alkitab      pl              Ibrani 1 :1

                  PB              Ibrani 1 :2

Ibrani 1:3

Firman Allah sudah ditentukan oleh Allah, untuk mejadikan alam semesta alam ini memuliakan nama-Nya. Alkitab itu ditulis supaya manusia tahu bahwa Kristus itu adalah yang ditetapkan Allah untuk meceritakan Kristus yang sudah diciptakan sejak awal.

2 Korintus

Semakin kamu baca semakin mengerti siapa dirimu, karena KItab Suci ini ditulis untuk kita juga. Sebagai tubuh Kristus.

Christ Centered

    Ecclesial              Gereja/tubuh Kristus                        

                        Bapa2 Gereja

Kristus           Allah

                        Manusia

Personal = perubahan

Obedience

Lukas 1:1-4 ,

Yohanes 15:9-10= Kristus taat

Masing2 menentukan satu kitab bisa dbaca pelajari outlinenya belajar NKJV

Yohanes 1:14

Lukas 1:1-2

  • Banyak orang berusaha untuk menyusun/menulis sebuah cerita
  • Yang telah digenapi diantara kita

Injil ini dicatat dengan teratur/ narasinya disusun dengan rapi

Ceritanya ini sudah digenapi (cerita benaran berupa sejarah)

= tidak ada Injil kalau tidak ada PL

Peristiwa ini merupakan peristiwa kebenaran yaitu sejarah. Lukas menuliskan Perjanjian baru yang digenapi, penggenapan Perjanjian Lama itulah yang ditulis Lukas. Dan banyak orang yang telah menulisnya.  

Untuk apa kita belajar tentang KRISTUS yaitu;

Untuk aku

Untuk Kristus dn

Untuk semua orang AMIN.

                                                           INSPIRASI KALBU II

MISKIN DI HADAPAN ALLAH

  • kita merendahkan diri kita kepada Tuhan bukan dengan kekayaan duniawi adalah pemuas utama kebahagiaan hidup kita sehingga fokus hidup tanpa kita sadari beralih pada apa yang kita kejar bukan lagi pada tujuan atau makna hidup sesungguhnya. Karena kekayaan tidak dapat menyelamatkan kita.
  • tujuan hidup orang yang beriman/ parcaya pada Kristus (believe in Christ)? Tujuan utamanya adalah menyatu dengan Allah dalam Kristus di dalam Kerajaan Allah sehingga kita menjadi seperti Allah. Dengan mencari dahulu kerajaan Allah dan memiliki Kristus dalam hidup kita, kita harus menyempel kepada Kristus karena tanpa Kristus kita tidak berbuat apa –apa sehingga kita masih dikuasai oleh dosa.
  • hidup kita berpusat kepada Kristus jika kita dekat dengan KRISTUS kita semakin dekat denhan-Nya atau serupa dengan –Nya jika kita tidak dekat dengan-Nya maka kita masih di kuasai dalam dosa. jadi kita harus dekat dengan Kristus, kita harus merendahkan diri dihadapan Tuhan dengan cara apa;
  1. Taat kepada Kristus
  2. Tidak sombong dengan kekayaaan
  3. Membaca Alkitab
  4. Berdoa
  5. Berbuat baik dll.
  6. Orang kudus harus menyalibkan dosanya. Karena tuhan telah menebus kita dari berbagai dosa maka kita harus meminta pengampunan dari Tuhan sehinnga kita sama dengan Kristus.

Hati (Kardia)

  • 3 kemampuan yang dirancang Allah yaitu untuk mengenal Allah dengan NOUS; mengasihi dan rindu pada Allah dengan Hati itu sendiri; dan memilih secara bebas untuk mengikuti Allah dengan Kehendak atau Kemauan. St. Maximus the Confessor menyatakan tentang hati dengan ungkapan begini, “Tujuan dari NOUS adalah untuk memiliki pengetahuan akan Allah. Tujuan perasaan-batin adalah untuk merindukan dan mengasihi Allah, dan tujuan kehendak adalah kemauan untuk melakukan apa yang diperintahkan Allah.”
  • Hati  uang penerimaan akan kristus, karena hati tempat tinggal Roh kudus. Jika kita dapat memelihara yang baik maka kita memliki roh kudus yang dikaruniakan kepada kita untuk menyalibkan dosa kita dan jika kita memiliki hat yang tdak baik maka Hati yang sama ini pula dapat menjadi tempat roh-roh jahat atau Iblis (Kisah Para Rasul 5: 3).
  • Sebab dari dalam HATI ORANG yaitu dari alam bawah sadar, bukan pikiran yang sadar, timbul segala pikiran jahat, perjinahan, pembunuhan … semua hal jahat ini TIMBUL DARI DALAM dan MENAJISKAN ORANG” (Markus 7: 21-23). Namun demikian, dari alam bawah sadar yang sama ini yang terkubur di dalam hati/kalbu kita juga telah mewarisi banyak hal yang baik misalnya suara hati nurani, rasa akan yang baik dan yang benar (Roma 2: 14-15), pengetahuan akan Allah (Roma 1:19) dan lain-lain.
  • hati/kalbu sebagai berikut, “Sarana untuk menerima kasih karunia/rahmat Allah yaitu energi ilahi; tempat hadirat hidup Ilahi di mana kita berjumpa dengan Allah dan manunggal dengan Allah sehingga menjadi sosok yang terintegrasi (utuh dan bulat) dan transfigurasi (diubahmuliakan).” Ini adalah seni hidup rohani yaitu untuk menjadi sadar akan “harta karun yang terpendam di dalam hati,” untuk menjadi sadar akan hadirat Allah yang nyata namun tak dapat dipahami di dalam hati/kalbu, dan seni ini didayagunakan dengan mendorong akal budi yang bebas dari pemikiran-pemikiran atau khayalan-khayalan jahat yang berasal dari luar untuk “turun” ke dalam hati/kalbu dan dengan demikian menjadi sadar akan hadirat Ilahi yang tersembunyi di sana.
  • St. Macarios menuliskan, ” Di dalam hati/kalbu ada satu kedalaman (Mazmur 64:7) yang tak dapat dibayangkan. Ada ruang resepsi dan kamar tidur di dalamnya, pintu-pintu dan jendela-jendela, serta banyak kantor-kantor dan jalan-jalan. Di dalamnya adalah lokakarya kehidupan benar dan juga kejahatan. Di dalamnya ada kematian, di dalamnya ada kehidupan … hati adalah istana Kristus. sana Kristus Sang Raja datang untuk beristirahat, dengan para malaikat dan roh para orang kudus, dan Dia tinggal di sana, berjalan di dalamnya serta menempatkan kerajaan-Nya di sana.”

Anugerah + Iman

  • Kasih karunia atau anugerah Allah adalah energi ilahi yang menyalurkan karya Kristus oleh Roh Kudus dalam manusia dengan memperoleh kasih karunia.
  • Anugerah dan Iman merupakan sinergitas antara Allah dan manusia dalam karya keselamatan yang telah dikerjakan oleh Kristus dan disalurkan oleh Roh Kudus dan wujud perbuatan baik karena iman itu diberi hidup oleh energi ilahi.
  • Jika kita mau di selamatkan kita harus beriman dan man yang kuat sehingga kita serupa dengan Allah.
  • Anugrah dan iman harus tidak bisa di pisahkan karena tanpa Anugerah kita tidak dapat keselamatan begitu pula dengan iman. Jadi Anugrah dan iman harus bekerja sama sehingga mendatang keselamatan.
  • Ketaatan merupakan hasil karya iman kita kepada Allah dalam persekutuan kita dengan Roh Kudus yang memberi energi ilahi itu kepada iman sehingga menjadi iman yang hidup. Tanpa kasih karunia Allah yang dibawa oleh Roh Kudus maka tidak ada keselamatan karena tidak ada energi ilahi yang menghidupkan iman itu untuk diselamatkan sebab semua manusia telah mati karena dosa-dosanya.
  • Kita harus bersenergi dengan Kristus karena Kristus terang dalam hidup kita.

Hidup Di bawah Kasih Karunia Allah

  • Hidup di bawah kasih karunia Allah (Roma 6:14) artinya roh jiwa tubuh kita dihidupi oleh energi ilahi melalui Roh Kudus di dalam doa sehingga iman yang merupakan hasil kerja roh jiwa dan tubuh itu menjadi hidup oleh energi ilahi dalam wujud perbuatan baik yang sesuai dengan kebenaran Allah. Inilah artinya kita tidak lagi hidup dikuasai oleh nafsu dan dosa melainkan oleh kasih karunia Allah yang merupakan energi ilahi yang memberi hidup pada iman kita yang telah mati. Kita memilik energi ilahi agar iman kita tidak mati sehingga nafsu tidak mengusai kita maka kita harus memiliki iman yanh sangat kuat, kita harus menempel dengan kristus dan  manunggal dengan Allah supaya energi atau kasih karunia itu terus mengalir di dalam diri kita, kita tetap berdoa kepada kristus agar dosa tidak mengusai kita.
  • Energi ilahi akan mengalir ke dalam hati oleh Roh Kudus (Roma 5:5). Hati menjadi tempat yang sentral bagi anugerah Allah.
  • Bapa Gereja Makarios dari Alexandria menulis, “Hati adalah suatu benda kecil, tetapi segala sesuatu terkandung di dalamnya; Allah ada di sana; para malaikat ada di sana; dan di sana juga ada hidup, dan kerajaan, kota-kota surgawi dan harta-karun dari kasih-karunia/ rahmat.” Dimitri dari Rostov mengatakan, “Manusia perlu menutup dirinya dalam ruang kedalaman/ruang batiniah dari hatinya, lebih sering daripada perlunya dia pergi ke Gereja: serta mengumpul-satukan segenap pikirannya disana, di hadirat Allah, berdoa kepada-Nya di dalam ketersembunyian/ kerahasiaan dengan segenap kehangatan roh dan dengan iman yang hidup.” Hati adalah ruang pengantin di mana kita harus bertemu Tuhan dan Juru Selamat kita, Pengantin Pria dari jiwa kita. Di mana lagi kecuali di dalam hati kita akan temukan Taman Eden di mana Adam berjalan-jalan dengan Allah?
  • Hati manusia adalah suatu rumah doa di mana doa yang dapat terus menerus dipersembahkan kepada Allah  karena melalui doa kita adalah memperoleh energi ilahi sebagai kalori atau bahan bakar bagi iman untuk berbuah kasih. Dan kita tidak hidup di dalam dosa.
  • Energi itu akan menuntun kita masuk ke dalam kedalaman iman kita sendiri dan pada akhirnya nanti kita akan terhisap masuk atau manunggal dengan Allah itu sendiri (Theosis).
  • Apa tandanya kita telah memperoleh energi ilahi itu? yaitu seperti api yang terus nyala begitu pula hati kita harus tercurah roh kudus.
  • Bapa Gereja Theophan Sang Penyendiri menulis, “Belajarlah untuk mengerjakan segala sesuatu sedemikiam rupa sehingga itu menghangatkan hati bukannya mendinginkannya. Apakah engkau membaca atau berdoa, bekerja atau berbicara dengan orang lain, engkau harus berpegang teguh pada satu tujuan ini yaitu untuk tak mengijinkan hatimu tumbuh menjadi dingin. Jagailah agar tungku batinmu selalu panas dengan selalu mendaraskan suatu doa pendek dan berjaga-jagalah atas perasaanmu kalau-kalau itu akan menghilangkan kehangatan ini.”
  • Apakah nyala api yang memelihara “tungku batin” ini panas? Itu adalah Roh Kudus yang kita terima pada waktu baptisan. Jika hati kita nyala maka memiliki roh kudus dan bersinergi dengan kristus dan hidup dibawa krstus dan jika hati kita padam maka kita hidup didalam dosa.
  • St. Nikodemos mendorong kita untuk menyelamatkan percikan api yang tinggal dalam bara sejak baptisan; dengan mengkipasi-kipasinya menjadi nyala api melalui doa, keterpusatan perhatian batiniah, dan askesis atau mati raga. Oleh karena itu, kita harus menyala dalam roh (Roma 12:11).

Egemonikon Dan Logismoi

Dalam Egemonikon dan logismoi di ceritakan tentang dosa dan anugrah, hidup didalam dosa adalah hidup tidak taat masih memiliki kedagingan atau hawa nafsu. Orang yang hidup didalam dosa tidak memiliki keselamatan dan tidak hidup dibawah kasih karena tidak bernepsis. Bagaimana cara kita hidup didalam kasih agar dosa tidak menguasai diri kita yaitu

  • Membaca Alkitab
  • Beribadah
  • Berdoa
  • Berbuat baik
  • Memiliki energi
  • Nepsis
  • Meninggalkan manusia lama

Cuma itu cara hidup didalam kristus. Krstus berinkarnasi menjadi manusia hanya menebus dosa – dasa kita agar kita hidup didalam anugrah Dia rela berkorban, menderita, bahkan mati di atas kayu salib. Maka kita harus hidup didalam kasih atau anugrah. Dan kita harus menguasai hati kita agar hati kita tidak dikuasai oleh dosa. seperti Pikiran Kristus melalui doa batin, askesis, nepsis, tears dan pertobatan, membaca dan mendengar Firman, dan liturgi gereja. Jika hati kita tidak bisa dijaga oleh Pikiran Kristus atau egemonikon ini maka akan melahirkan pikiran-pikiran jahat atau logismoi maka kita masih memiliki kedagingan untuk itu marialah kita memiliki kristus dalam hidup kita dan hidup dibawah kasih berjaga-jaga dan memiliki pikiran kristus dan kita harus menyalibkan kedangingan kita agar hidu kita seturut dengan kasih dan menjaga hati ini supaya tetap tersuplai energi ilahi melalui penjagaan egemonikon dalam doa dan berjaga-jaga.

Martyr’s Spirit

Kasih kristus tidak bisa dibayar oleh siapapun Dia berinkarnasi menjadi manusia hanya untuk mati di atas kayu salb kenapa? Hanya demi menebus dosa- dosa kita. dengan kematian-Nya mengalahkan dosa, Iblis, dan maut adalah Philanthropy’s Allah. Karena kasih Allah sehingga ada Inkarnasi Firman untuk keselamatan manusia.  Dan Dia menjadi telada bagi kita agar kita hidup di bawah kasih karunia Allah karena iman kita kepada Kristus dan dampaknya adalah kita memiliki hati yang terus bersinar atau diterangi oleh energi ilahi yang dibawa Roh Kudus ke dalam hati kita. dan kita harus hdup didalam terang dan terus bersinergi dengan kristus agar dosa kita tidak menguasai kita dan kita harus benar- benar menyalibkan dosa kita agar kita hidup dibawah terang dan bersinergi dengan kristus.

Christocentric

Bagaimana kita  Membaca dan memahami Alkitab adalah membaca Kristus dan memahami Dia sehingga betul yang ditulis Rasul Paulus bahwa landasan iman kita adalah Kristus (1 Kor 3:11) dan kita harus membangun di atas dasar Kristus. Sebab itu mengenal Kristus di dalam Alkitab menjadi sesuatu yang sangat fundamental dalam hidup ini. Dan jangan salah paham kita tentang injil jika orang lain memberikan injil kepada kita jangan kita terima injil tersebut jika tidak sesuai dengan ajaran kita Hal ini menandakan bahwa tidak ada yang bisa menggantikan Kristus sebagai Injil itu sendiri sebab Dialah yang berinkarnasi yang sekaligus menyatakan Allah Tritunggal itu.

Christ as the Image of Man Dan ini hanya bisa dicapai dengan pengalaman pribadi bersama Kristus melalui Gereja yang berabad-abad telah mengajarkan Injil dan ajaran Kristus yang sejati. Para Bapa Gereja menjadi teladan iman bagi kita (Ibr 13:7; 12:1). Dan dengan meneladi para Bapa gereja karena merekalah yang menjadi latihan atau disiplin rohani untuk semakin mengenal Kristus dan membangun di atas dasar Kristus dan untuk itu marilah kita lebih mengenal kristus didalam hidup kita secara pribadi dan memiliki iman dan membaca Alkitab.

The Cross as the Way of Christ Kristus yang menjadi landasan iman dalam hidup kita bukan hanya menerima ajaran bapa gereja setiap hari minggu tetapi dengan perbuatan kita sehari – hari, dan orang yang tidak memiliki iman maka hidupnya sama seperti orang fasir. Kristus adalah hati Kitab Suci, pusat ibadah gerejawi,  Dan iman tanpa perbuatan kakikatnya mati jika hanya imn yang kita miliki tanpa perbuatan maka hidup ini sia –sia maka kita harus memiliki hati yang beriman.

Kristus: Inkarnasi dan Kitab Suci

Keselamatan adalah Kristus sendiri karena kristus hanya Dia yang dapat menyelamatkan orang berdosa Menjadi seperti Kristus berarti mengalami keselamatan yakni pemuliaan atau theosis yaitu mengenakan manusia baru dan tubuh kebangkitan yang tidak akan bisa binasa sehingga kita bisa ambil bagian dalam kodrat ilahi (2 Pet 1:4). Dan kristus berinkarnasi menjadi manusia untuk menyelamatkan kita dan dengan cara apa kristus menjadi manusia melaui Firman Allah itu berinkarnasi menjadi manusia, Kristus adalah Firman Allah yang berinkarnasi supaya Dia bisa menjadi pengantara antara Allah dan manusia untuk menyelamatkam kita yang penuh dosa maka kristus berinkarnasi menjadi manusia karena hanya itu cara-Nya menyelamatkan kita kenapa karena kita memiliki daging maka Dia berinkarnasi menjadi manusia.

Intelek dan Apatheia

Dia sendiri selalu berjaga-jaga dan mengasihi Allah sehingga segala stimulan yang datang dapat diresponi dengan memandang kepada Allah dan kita harus berada didalam terang. Orang yang tidak hidup didalam terang adalah orang yang hidup didalam daging dan orang yang hidup didalam terang adalhah orang yang hidup kepada kristus karena kristus penyelamat kita. maka kita harus hidup didalam terang dan kita harus menjaga intelek atau akal budi (NOUS) mereka dari serangan atau godaan Iblis sehingga hidup di dalam kekudusan sehingga kita dapat menyalibkan kedangngan kita atau hawa nafsu kita sehingga kita semua bisa menjaga intelek ini selalu di dalam terang dan energi ilahi.

Deifikasi: Kasih & Terang

aliran kasih di dalam Allah Trinitas dan kita diciptakan menurut gambar-Nya dan Allah ada di dalam hati kita sehingga hidup kita juga tinggal di dalam kasih. Orang yang memiliki kasih seperti kristu memiliki kasih. Kasih seperti apa yaitu Dia rela mengorbankan diri untuk kita itulah kasih Bapa dan kita harus memiliki kasih dmulai dari mana yaitu dari hati kita +kristus+sesama kia. Deifikasi dan Terang  Allah itu kasih sehingga mencapai deifikasi adalah mencapai kasih. Perbuatan kasih adalah perbuatan terang sebab Allah adalah terang. kalau tidak ada terang maka dunia ini akan gelap artinya masih hidup didalam dosa dan kalau ada terang maka kegelapan akan diterangi maka kita harus hidup didalam terang dan terus bersinergi kepada kristus karena kristus adalah pola penciptaan kita di dalam matius 11:34-36 mata adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu. 35 karena itu perhatkanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan. 36, jika seluruh tubuhmu terangdan tidak ada bagin yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelta menerangi engkau dengan cahayanya.

Natal: Inkarnasi dan Deifikasi

Natal bukan hanya perayaan kelahiran Kristus tetapi juga suatu peringatan bagi kita supaya kita belajar menjadi seperti Kristus atau Allah melalui pengerjaan keselamatan kita dengan takut dan gentar yang pada akhirnya kita akan mencapai pengilahian atau deifikasi (Theosis). Sudahkah Kristus lahir di dalam hati kita? Firman datang menjadi Kristus supaya manusia dapat menjadi seperti Kristus. Allah menjadi manusia supaya manusia dapat menjadi seperti Allah. Dan agar manusia itu taat dalam doa, askesis, nepsis (kewaspadaan), dan pertobatan setiap hari. Inilah tujuan utama kita memperingati Natal. Menjadi seperti Allah (Deifikasi) berarti mengalami kasih karunia Allah sebab dengan aliran kasih Allah yang dicurahkan oleh Roh Kudus ke dalam hati manusia (Rom 5:5) maka rohnya yang dahulu mati (Efe 2:1-2; 4:17-18) sekarang menjadi hidup atau lahir kembali (Yoh 3:5) menjadi manusia baru yang terus menerus diperbarui (Kol 3:10) sampai mencapai kedewasaan penuh atau kesempurnaan seperti Kristus (Efe 4:13) sehingga dapat ambil bagian dalam kodrat Ilahi (2 Pet 1:4) dan menjadi makhluk terang atau cahaya dalam Kerajaan Allah (Mat 13:43). Bagaiman kita menerima kasih karunia Allah yang telah dicurahkan kepada kita maka kita harus hidup bersama dengan Dia dan menjadi anak terang dan terus bersinergi dengan Dia sehinnga roh kudus dicurahkan kepada kita. Roh kudus itu tercurah dalam hati kita. maka kita harus sampai mencapai kedewasaan penuh atau kesempurnaan seperti Kristus. Jadi kita harus meninggalkan manusia lama kita menuju manusia baru sehinnga anugerah atau energi ilahi ini kita menjadi terang dan terus memancarkan dalam hidup kita maka kita harus memiliki dan kasih karunia Allah.

The Spiritual Steps

isi kehidupan rohani itu? Yang pertama adalah fase praktis dan yang kedua adalah fase kontemplatif.

  • Fase praktis melibatkan tindakan yang membantu orang percaya mengatasi keterikatan mereka terhadap gairah atau nafsu dan semakin belajar mempraktikkan kebajikan yang menuju kasih atau cinta. Tujuan dari fase ini adalah terbebas dari nafsu. Pikiran harus dibersihkan dan menjadi tidak memihak sehingga bisa berlanjut ke tahap terakhir yakni kontemplasi yang tidak terganggu oleh hasrat. Orang yang masih hidup di dalam kedangingan karena memiliki kehendak yang bebas sehingga pikiran yang bersih menjadi tidak terganggu oleh hasrat Fase praktis ini adalah latihan atau askesis diri melawan keinginan daging dan mengejar kasih atau kebajikan. Dengan kasih memakai kehendak bebas untuk mengejar kebaikan dan melawan dosa yang timbul dari hati.
  • Fase kontemplatif adalah fokus secara eksklusif pada Allah. Ini adalah “reintegrasi, persekutuan dan kesederhanaan.” Pikiran menjadi kosong, dibersihkan dari nafsu, senyap dengan kedamaian dan ketenangan untuk menerima pengetahuan ilahi. Pemikiran kita harus bersih dan tidak memiliki kedagingan atau hawa nafsu.
  • Fase ini adalah fase mengenal Allah lebih dalam masuk ke dalam batin kita. Membersihkan pikiran dan hati (Katharsis), berjaga-jaga hati dan pikiran (Nepsis), dan kontemplasi atau mendengarkan Allah berbicara dalam hati (Hesyschasm) adalah fase untuk berjumpa dan menyatu dengan Allah seperti kata Yesus, “Berbahagialah orang yang suci hatinya karena dia akan melihat Allah.” Bagaimana kita menerima kristus didalam hidup kita, kita harus benar benar menyalibkan keinginan kita menyatu dengan kristus.

Manusia Baru: Manusia Pneumatikos

kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Menguduskan Tuhan dalam hati seseorang adalah jiwa dan roh dalam diri manusia. Dia yang memberikan nafas hidup. Kasih dan Kebajikan-kebajikan karena kristus itu adalah kasih Dia yang menciptakan kita serupa dengan-Nya. Dan Manusia terdiri atas roh, jiwa, dan tubuh. Dalam membangun manusia batiniah yang menjadi rohnya atau esensi terdalamnya adalah menguduskan Allah. Lalu jiwanya atau ekspresi horisontalnya adalah mengasihi sesama dan anggota-anggota tubuh yang nampak adalah bermacam-macam bentuk perbuatan baik atau kebajikan yang nyata. Dalam hidup manusia memiliki tempat roh kudus untuk bersinergi dengan Allah untuk tidak hidup dengan kedagingan. Sebagai manusia baru harus meninggalkan manusia lama menuju manusia baru dan kita harus manunggal dengan Allah supaya energi atau kasih karunia itu terus mengalir di dalam diri kita.

dan memperoleh energi ilahi Belajarlah untuk mengerjakan segala sesuatu sedemikiam rupa sehingga itu menghangatkan hati bukannya mendinginkannya sehingga memuliakan Allah.

Three Methods of Prayer by St. Symeon the New Theologian

  • doa yang dipanjatkan dengan cara memusatkan pikiran (intelek) kepada hal-hal yang ilahi atau surgawi, kebenaran, keindahan, dan pikiran-pikiran yang pernah didengar dari Kitab Suci. Doa ini mengungkapkan kerindukan kehidupan surgawi. Namun harus berhati-hati karena ini hanya di dalam pikiran dan belum menjadi kenyataan.
  • yang harus dilakukan yaitu menarik pikirannya dari hal-hal indah dan benar tadi kepada pemusatan diri sendiri, mewaspadai indranya, mengumpulkan seluruh pikirannya, memikirkan kesia-sian hidup dan mencoba memulihkan pikirannya dari jeratan nafsu. Doa ini ibarat berjuang sendiri melawan musuh di malam hari. Dia mendengar suara musuh dan dilukainya namun tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya, dari mana dia berasal, dan apa tujuannya. Inteleknya berada dalam kegelapan dan terus menerus diserang oleh musuh. Doa ini lebih baik daripada doa yang pertama namun tidak akan mencapai doa yang sempurna jika tidak melakukan yang ketiga yakni memurnikan hati dan intelek. Kemurnian hanya bisa dicapai dengan ketaatan. Ketaatan pada Allah, bapa rohani, sesama, dan pada materi. Ketaatan atau kebajikan ini akan terjadi jika kita selalu berjaga-jaga dalam doa. Intelek kita menjaga hati tetap murni di dalam doa.
  • Berjaga-jaga terhadap nafsu dan serangan Iblis. Itulah permulaan. Lalu selalu menghangatkan hati dengan nyanyian Mazmur. Kemudian berdoa senantiasa. Dan terakhir masuk dalam kontemplasi atau keheningan.

Psuchikos Anthropos.

Psuchikos anthropos adalah manusia yang hidupnya ada pada level kemampuan manusia alamiah (natural human ability). Manusia alamiah adalah manusia yang hidup dalam segala hal seperti menolak kristus, bersifat duniawi, nafsu dan lain- lain itulah manusia almiah. Manusia Psuchikos harus dilahirkan kembali dalam Kristus menjadi manusia baru. Dikatakan manusia baru adalah orang yang meninggalkan manusia lama dan menuju manusia baru. Dan menyalibkan segala dosanya dan menrima kristus didalam hidupnya. Perubahan yang paling dibutuhkan saat ini adalah pada diri kita sendiri. Jika manusia tidak berubah; kecuali dia lahir dari atas; kecuali jika dia menggantikan keegoisan dengan cinta, semua perubahan sains tidak ada gunanya. Sesungguhnya mereka hanya akan mempercepat kehancurannya. Kita harus menjadi manusia pneumatikos yang hidupnya ada pada level anugerah yakni senantiasa diberi Energi Ilahi (empowered by Divine Energy) dan mengalami proses pengudusan terus menerus sampai mencapai keserupaan seperti Kristus.

Sarkikos Anthropos

Sarkikos anthropos adalah manusia kedagingan atau manusia duniawi karena tidak memiliki terang dalam hidup maka dosa masih menguasai dirinya tidak bersinergi dengan kristus. Maka kita harus memiliki iman dalam hidup yang sangat kuat dan mengetahui yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Sehingga kita menjadi manusia baru dan semakin bertumbuh dalam kerohanian dan juda adanya pertobatan akhirnya akan sempurna seperti Kristus sehingga serupa dengan kristus Dan ini dikerjakan seumur hidup kita melalui hidup yang dipimpin Roh Kudus dalam pertobatan sehari-hari.

Lust of Flesh

Proses lahirnya nafsu daging dan dosa bisa dijelaskan seperti ini:

1. Selalu ada serangan atau godaan (PEIRASMOS) dari Iblis yang menyerang NOUS kita,

2. NOUS dan PEIRASMOS berdialog dan jika kalah,

3. godaan Iblis ini akan menguasai hati (KARDIA) kita (Kis 5:3; 1 Pet 5:8; Efe 6:11),

4. sehingga dari hati yang dikuasai Iblis timbul segala pikiran (DIALOGISMOI) jahat (Mar 7:21; Mat 15:19). DIALOGISMOI ini merupakan bagian dari NOUS tadi.

5. Pikiran yang jahat ini akan memunculkan keinginan atau nafsu (lust; passion; EPITHUMIA) yang jahat dan jika keinginan itu dibuahi maka akan melahirkan dosa (Yak 1:14-15) artinya jika keinginan itu dilakukan oleh aku yang sadar maka melahirkan dosa.

Dan kit memiliki Nous karena nuos adalah pemimpin dan penguasa dari pribadi seseorang. Namun demikian karena kejatuhan manusia “nous” telah terlukai dan sekarang tunduk kepada “EPITHUMIA” atau “Hawa Nafsu” (Gal 5:24), oleh keinginan-keinginan yang dipaksakan, oleh nafsu-nafsu yang amat berkuasa dalam diri manusia. Hanya dengan Kasih-Karunia/ Rahmat Allah yaitu Energi Ilahi saja yang disertai “ASKESIS”. Jika kita menrima energi ilahi maka kita akan menyalbkan dosa – dosa kita. kenapa Kristus telah menebus kita dalam dosa Dia mati+salib+di kuburkan+bangkit karena Dia mengalah maut, maka kita harus melawan kedagingan kita. maka kita harus memiliki Roh Kudus menyalurkan karya penebusan Kristus melalui energi Ilahi (anugerah/kasih karunia Allah) yang melahirkan baru roh kita sehingga kita menjadi manusia baru (Yoh 3:5-6). Lahir baru ini merupakan pembaruan roh kita yang berisi NOUS (Efe 4:23) sehingga NOUS kita yang diperbarui oleh Roh Kudus tadi. Roh Kudus memperbarui NOUS (Intellect) yang merupakan inti roh manusia sehingga kita dapat mengenal kehendak Allah (Rom 12:2) dan mempersembahkan tubuh kepada Allah sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan (Rom 12:1) yakni menyerahkan anggota-anggota tubuh kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran (Rom 6:13) melalui penyaliban daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal 5:24).

Natural, Flesh, and Spiritual Man

tentang tiga istilah yang digunakan di dalam Alkitab dalam kaitannya dengan sifat atau natur manusia sebagai gambar dan rupa Allah.

  • Psuchikos Anthropos manusia kedagingan atau manusia duniawi (man of flesh) yang hidupnya ada pada level kedagingan yakni dikuasai nafsu dan dosa (empowered by the flesh, sin, and lust). Karena kenapa manusia memiliki manusia lama, tidak memiliki iman dan masih memiliki kehendak sendiri. Didalam hidupnya tidak memperoleh terang dan tidak mau bersinergi dengan Kristus maka kedagingan atau hawa nafsu masih menguasai dirnya, atau sama di katakan manusia lama.
  • Mature Menjadi dewasa artinya meninggalkan sifat kekanakan dan bertumbuh ke arah Kristus. Orang yang hidup dibawah kasih anugrah Allah dan terus memperoleh terang dalam hidupnya dan yang telah menuggal dengan Allah  dan Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus (Efe 4:13).
  • Renewal Dalam perjalanannya kehidupan spiritual kita harus berjuang menghadapi Iblis dan dosa karena roh dan tubuh ini masih dalam perjuangan atau perjalanan menuju Theosis yakni mengerjakan keselamatan itu sampai kita dibangkitkan dengan mendapat tubuh kebangkitan yang mulia dan menyatu dengan roh yang telah dewasa menyerupai Kristus. Adanya perubahan dalam diri kita dan kita meninggalkan manusia lama kita dan menyalibkan dosa kita dan kita harus berjuangan melawan dosa kita dengan cara apa yaitu  Membaca Alkitab Beribadah +Berdoa +Berbuat baik +Memiliki energi+ Nepsi +Meninggalkan manusia lama + thosis+ Nous (SEPERTI PIKIRAN KRISTUS).
  • Mari kita hari demi hari mengosongkan diri kita dari nafsu daging.
  • Kasih dan Kebajikan-kebajikan; kita  ciptaan kristus serupa dengan-Nya karena Manusia terdiri atas roh, jiwa, dan tubuh. Dalam membangun manusia batiniah yang menjadi rohnya atau esensi terdalamnya adalah menguduskan Allah. Lalu jiwanya atau ekspresi horisontalnya adalah mengasihi sesama dan anggota-anggota tubuh yang nampak adalah bermacam-macam bentuk perbuatan baik atau kebajikan yang nyata.
  • Manusia Pneumatikos menjadi manusia batiniah yang mengaplikasikan kasih kepada Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan.
  • Pneumatikos anthropos adalah manusia rohani yang menerima dan memahami hal-hal yang berasal dari Roh Allah, menilai segala sesuatu, memiliki pikiran Kristus.
  • roh jiwa tubuh kita dihidupi oleh energi ilahi melalui Roh Kudus di dalam doa sehingga iman yang merupakan hasil kerja roh jiwa dan tubuh itu menjadi hidup oleh energi ilahi dalam wujud perbuatan baik yang sesuai dengan kebenaran Allah. Inilah artinya kita tidak lagi hidup dikuasai oleh nafsu dan dosa melainkan oleh kasih karunia Allah yang merupakan energi ilahi yang memberi hidup pada iman kita yang telah mati.

Apatheia: Ketersapihan Hawa Nafsu

Buah perjuangan melawan hawa nafsu adalah suatu keberadaan kasih karunia atau rahmat yang positif yaitu karya energi Ilahi di dalam hati sehingga kita bisa melawan nafsu kita maka kita harus meminta roh kudus dari kristus sehingga kita bisa menyalibkan haw nafsu dan kita hidup dibawah kasih karunia Allah dan terus bersinergi dengan Dia kita tidak hidup dalam dosa lagi,dengan  Apatheia adalah hidup di bawah kasih karunia Allah (Rom 6:14) yaitu roh jiwa tubuh kita dihidupi oleh energi ilahi melalui Roh Kudus di dalam doa sehingga iman yang merupakan hasil kerja roh jiwa dan tubuh itu menjadi hidup oleh energi ilahi dalam wujud perbuatan baik yang sesuai dengan kebenaran Allah. Inilah artinya kita tidak lagi hidup dikuasai oleh nafsu dan dosa melainkan oleh kasih karunia Allah yang merupakan energi ilahi yang memberi hidup pada iman kita yang telah mati. Dan dengan manunggal dengan Allah supaya energi atau kasih karunia itu terus mengalir di dalam diri kita. Ketersapihan hawa nafsu tidak berarti mengekang daya kekuatan jiwa atau roh tetapi bagaiman fungsi kerja jiwa dan roh yang sehat sehingga kita menginginkan akan kebajikan dan mengarahkan ulang energi hawa nafsu itu kepada kecintaan terhadap apa yang kudus dan baik.

Spiritual Gems of St. John Climacus

  • The tears that come after baptism are greater than baptism itself, though it may seem rash to say so. Baptism washes off those evils that were previously within us, whereas the sins committed after baptism are washed away by tears. The baptism received by us as children we have all defiled, but we cleanse it anew with our tears. If God in His love for the human race had not given us tears, those being saved would be few indeed and hard to find
  • Let them take courage who are humbled by their passions. For even if they fall into every pit and are caught in every snare, when they attain health they will become healers, luminaries, beacons and guides to all, teaching about the forms of every sickness and through their own experience saving those who are about to fall.
  • I have seen impure souls crazed for physical love; but when these same souls have made this ground for repentance, as a result of their experience of sexual love they have transferred the same eros to the Lord. They have immediately gone beyond all fear and been spurred to insatiable love for God. This is why the Lord said to the chaste harlot not that she had feared, but that she had loved much, and was readily able to repel eros through eros.

 .

Illumination: Spiritual Understanding of Scripture

Man has the absolute need for these two things, if he wants to keep the right way to God without error: the spiritual understanding of Scripture and the spiritual contemplation of God in nature.” Saint Maximus the Confessor

  • Fr. Dimitru Staniloe says,

The spiritual understanding…. requires preparation as well as the knowledge of the logoi or the living words and present workings of God by things. Those who are full of passions, to the extent that they are glued to the visible surface of things, are also glued to the letter of the Scripture and its history… the wall which blocks the road to God, rather than being transparent for them or a guide to Him.

  • This implies that the most useful study of Scripture comes after we have conquered our passions. Before this we are apt to make self-serving and highly subjective interpretations of Scripture. This is why it is not advised for Christians to engage in their own study or interpretation of Scripture, but instead to rely on the interpretations given to us by the Church Fathers and study in the context of the Church with the assistance of her clergy.
  • Scripture is divine word and the proper understanding of it involves a limitless depth and a universal validity for every age and every person. To gain this universal understanding requires the ability to hear the words as if they are spoken by God, to us personally and at the present time.
  •    Fr. Dimitru says, In this way all things in Scripture not only become contemporary, but in some way a biography of our relationship with God. In this sense the events of salvation of the life of Jesus become present events which happen in the depths of my life… He is resurrected in me when I reach the state of dispassion. He is transfigured for me when I become worthy of seeing the divine light.

Pembacaan Alkitab: Christ-centered, Ecclesial, Personal, dan Ketaatan

  • Membaca atau mendengar firman Allah (Alkitab) pertama berada di level kognitif manusia. Kalau kita membaca Alkitab maka kita mengetahui ajaran kristus dan memiliki nuos kristus dan nous manusia berinteraksi dengan firman Allah sehingga akan muncul konsep teologis yaitu pemikiran pembaca tentang firman Allah yang dibaca. Pemikiran atau konsep teologis kita tidak boleh salah atau misinterpretation terhadap ayat-ayat Alkitab yang dibacadan  Bagaimana cara pemikiran atau konsep teologis pembaca itu bersinergi dengan pemikiran Allah? Konsep teologis yang kita bangun harus diuji. Ada 2 2 hal yang harus dilewati dalam menguji konsep teologis dalam pembacaan firman Allah.

            .1. Christ-centered yaitu Alkitab itu berpusat pada Kristus.

             2. Alkitab bersifat Ecclesial artinya Alkitab lahir dari gereja dan untuk gereja.

  • Setelah level kognitif konsep teologis itu harus diturunkan ke level afektif yaitu dari NOUS turun ke Kardia (hati).
  • Level Afektif Konsep teologis yang berada di level kognitif atau NOUS manusia harus diturunkan ke dalam hati manusia. Karena itu tempat roh kudus  maka kognitif turun dihati mausia Mengapa harus diturunkan ke dalam hati? Di level kognitif kita memiliki konsep teologis yaitu tahu atau mengenal Allah namun pengenalan atau pengetahuan ini tidak cukup melainkan harus ditambah dengan kasih yakni mengasihi Allah. Hati tempat roh kudus dan temapt mengasihi ALLAH.
  • Hati temapat energi ilahi dan tempat terang maka hati itu jauh daripada nous itu. Di samping NOUS yang olehnya kita mengenal Allah, yang ternasuk dalam Hati atau Kardia itu adalah “Karsa/ Kehendak/Kemauan” yaitu “Kehendak” yang terkait dengan NOUS untuk dapat memilih mengikuti perintah-perintah Allah.
  • Jadi, level afektif ini adalah proses kita menjiwai atau menghayati ajaran firman Allah yang diperoleh dari NOUS sehingga firman Allah itu menghasilkan keinginan atau kehendak Roh di dalam hati sebagai wujud kita mengasihi Allah.

Ringkasan

Firman Allah –> Konsep Teologis di level kognitif (NOUS) –> Level afektif (Hati) –> Level psikomotorik (Tubuh/ Kekuatan)

Firman Allah –> mengenal Allah –> mengasihi Allah –> menaati Allah

Firman Allah –> keinginan Roh –> buah Roh

Yohanes 3:30 Kristus Semakin Besar, Aku Semakin Kecil

  • Kristus makin besar dan aku makin kecil. Maksudnya jika kita dengan kristus, DIA dekat dengan kita dan jika jauh dengannya Dia jauh juga dengan kita maka kita menempel dengan kristus karena kristus adalah pola ciptaan kita.
  • Tanpa mengenal Kristus kita tidak akan bisa mengetahui atau mengenal Allah sebab Kristus adalah Anak Tunggal Allah yang menyatakan tentang Allah (Yoh 1:18). Jika kita tidak mengenal kristus maka mengetahui atau mengenal Allah karena kristus yang mengantarkan kita kepada ALLAH. Jadi kita harus mengetahui dulu kristus baru mengetahui Allah.
  • Tanpa mengenal Kristus kita tidak tahu siapa diri kita dan dari mana kita berasal sebab Dia adalah gambar dan rupa Allah yang menjadi pola ciptaan manusia dan oleh-Nya segala sesuatu itu diciptakan (Kol 1:15; Fil 2:6). Maksudnya tanpa mengenal kristus kita tidak tahhu siapa diri kita karena kita adalah dari kristus, karena Dia yang menciptakan kita serupa dengan-Nya. Maka kita harus memuliakan Dia, menempel dengan-Nya, karena kristus adalah ibarat pohon Dia akar dan batang dan kita cabang dan ranting – rantingnnya maka tahu siapa diri kita ini dan siapa yang pantas kita muliakan.
  • Tanpa mengenal Kristus maka kita hidup dalam kebinasaan karena dosa kita sebab Dia adalah satu-satunya jalan pendamaian bagi dosa kita kepada Allah (Kol 1:20-22; 1 Yoh 2:1-2). Dia adalah jalan keselamtan Dia rela mati + menderita hanya menebus dosa kita, jadi kita harus menjadi anak terang dan meninggalkan manusia lama kita kenapa karena kita sekarang manusia baaru yang telah di tebus oleh kristus, jadi kita harus bersinergi ilahi dan memiliki kasih.
  • Tanpa mengenal Kristus kita tidak tahu tujuan dan ke mana hidup kita akan berakhir sebab Dia adalah satu-satunya jalan kepada Allah (Yoh 14:6) yang akan membawa kita masuk dalam kemuliaan bersama-Nya (1 Pet 3:18; Yud 1:24; 2 Pet 1:4). Karena kristus adalah yang bisa menbawa kita dalam kemuliaan bersama-Nya maka kita harus bersatu dengan Dia dan menempel dengan Dia.
  • Tanpa mengenal Kristus maka tidak ada iman yang akan bertumbuh menuju kedewasaan penuh sesuai dengan kepenuhan Kristus (Efe 4:13). Karena Dia yang memberikan iman kepada kita bagi kita manusia, Dia yang selau memberikan anugrah kepada kita Dia yang selau memberikan energi ilahi, jadi kita harus kuasai itu semua.
  • Tanpa Kristus maka tidak ada iman, kasih, dan pengharapan sehingga hidup ini akan berakhir pada kesia-siaan. Sebab itu, Rasul Yohanes menuliskan bahwa Ia, Kristus, harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yoh 3:30). Kristus haru besar dalam hidup kita, dan maksudnya dengan tetapi aku harus makin kecil yaitu dosa kita harus kita kecilkan.
  • Diri kita harus menyerahkan kepada kristuskristus karena kristus telah menyerahkan diri-Nya kepada kita
  • Kristus yang menguasai hati, pikiran, jiwa, dan kekuatan kita karena Kristus semakin besar di dalam diri kita. Sehingga apa pun yang terjadi di dalam hati, ada Kristus yang bertahta. Apa pun yang ada dalam pikiran kita, Kristus yang menguasai. Apapun yang terjadi pada jiwa dan kekuatan kita, Kristus yang diutamakan. Inilah artinya Kristus semakin besar dan kita semakin kecil

2 Korintus 2: 14-16: Bau Harum Kristus

  • Bau harum Kristus adalah bau harum kehidupan bagi mereka yang membuka hati dan percaya kepada Kristus sehingga mereka mengenal Kristus dan diselamatkan serta memperoleh kehidupan dan juga sebaliknya bau kematian bagi mereka yang menolak Kristus sehingga mereka dibinasakan oleh Allah.
  • Kita sebagai rekan-rekan seperjuangan Rasul Paulus adalah bau harum kehidupan yang menghidupkan. Allah memberikan kita keharuman hidup dalam Kristus sehingga tugas kita adalah memancarkan keharuman Kristus supaya banyak orang mencium bau kehidupan itu dan diselamatkan.
  • Dengan memberikan injil kepada orang lain itulah tugas kita untuk memberitakan visi kristus, karena kristus satu – satunya jalan keselamatan kita.
  • Tuhan itu adalah kasih yang selalu memberikan karunia kepada kita, Tuhan itu yang selalu memancarkan terang dalam hidup kita.
  • Jika hidup kita berpusat pada Kristus dan melayani Kristus maka bau harum itu sendiri akan memancar di sekitar kita. Semua karena Kristus sehingga dalam hidup ini setiap hari Kristus harus semakin besar dan kita semakin kecil.
  • Pengenalan kita kepada Kristus, keinginan Kristus, pikiran Kristus, perkataan Kristus, dan perbuatan Kristus harus mengambil alih atas kehidupan kita sendiri sehingga kita bisa berkata seperti Rasul Paulus berkata, “… namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Begitu pula dalam hidup kita tanpa kristus kita tidak berbuat apa – apa, dan kasih karunia-Nya dan energi ilahi selalu memancar dalam hidup kita .
  • Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. (Galatia 2:20). Maksudnya dulu kita hidup didalam dosa sekarang hidup di dalam terang atau hidup di dalam kasih karunia kristus.  Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku yaitu kristus datang kedunia ini hanya menebus  dosa kita, Dia rela berkorban dan  menderita.kristus yang memberikan roh kudus, hidup bersama ALLAH.

Hidup Bersama Kristus

  • Kita adalah surat Kristus yang ditulis dengan tinta Roh Kudus di dalam hati. Kehidupan kita dibaca oleh Allah dan orang lain sehingga Allah akan menemukan Kristus di dalam diri kita dan diselamatkan dan orang lain akan mengenal Kristus melalui kehidupan kita.jika kita menerima anugrah dari kristus maka hidup kita ini sama seperti hidup bersama Dia. Dan  jika memiliki perbuatan yang baik maka kita mengenal kristus dan orang lain menilai bahwa kita memilki kristus dalam diri kita. maka dalam hati kita harus memiliki roh kudus + terang + benih ilahi + energi + kasih + anugrah akan menemukan Kristus di dalam diri kita dan diselamatkan dan orang lain akan mengenal Kristus melalui kehidupan kita
  • Itulah sebabnya kita adalah surat Kristus dan sekaligus bau harum Kristus (2 Kor 2:15), Kristus semakin besar dan kita semakin kecil (Yoh 3:30), dan pada akhirnya kita seperti Rasul Paulus mengatakan bahwa hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Fil 1:21). Sepeti yang telah di dalam lakukan kristus Dia mati hanya mentaati janji kepada Allah dan sekarang hidup bersama Allah.
  • Mengikuti Kristus berarti bertumbuh ke arah Dia yang kita wujudkan dalam 2 hal yaitu tidak berjalan dalam kegelapan (melawan atau mematikan nafsu daging dan dosa) dan berjalan dalam terang seperti Kristus. Bagaimana cara kita memperoleh seperti hal itu kita harus hidup di dalam terang dan harus kita menerima anugrah , energi ilahi jika kita memiliki itu maka kita hidup d dalam gelap.
  • Orang yang hidup didalam terang adalah orang yang bersinergi dengan kristus dan hidup dibawah kasih karunia dan hidup penuh kasih, dan meninggalkan manusia lamanya menuju manusia baru dan menyalibkan dosa atau keinginan daging. Hidup kita harus menempel dengan kristus jika hidup kita menempel dengan kristus maka kita hidup didalam kegelapan.
  • Apa artinya tidak berjalan dalam kegelapan? Kita tidak memikirkan dan melakukan hal-hal yang bukan berasal dari Allah. Hidup di dalam daging tidak menempel dengan kristus seperti yang di katakan matius 11:34-36 mata adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu. 35 karena itu perhatkanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan. 36, jika seluruh tubuhmu terangdan tidak ada bagin yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelta menerangi engkau dengan cahayanya.
  • Maka kita harus hidup didalam terang, Selain melawan dan mematikan segala sesuatu yang dari dunia kita juga diperintahkan untuk berjalan dalam terang

Segala kedagingan kita harus kita salib dengan cara apa yaitu;

  1. Membaca Alkitab
  2. Beribada
  3. Berdoa
  4. Berbuat baik
  5. Memiliki energi
  6. Nepsis
  7. Meninggalkan manusia lama
  8. Thosis
  9. Hidup dalam anugrah
  10. Memiliki fondasi
  11. Sebagai terang dunia ini berarti kita melakukan hal-hal yang berasal dari Bapa yang adalah terang. Hal-hal yang berasal dari Allah adalah kontras dengan keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup yaitu keinginan Roh, pembaruan akal budi (NOUS) sebagai mata rohani kita, dan kerendahan hati seperti Kristus yang mengosongkan diri itu
  12. Tentu kita menyadari bahwa perintah untuk hidup melawan dosa (hidup asketis) sudah begitu berat apalagi ditambah kita harus mengasihi Allah dan sesama (hidup suci) secara aktif.

Kolose 2: 6-7 Hidup Di dalam Kristus

  • Kita hidup di dalam Kristus karena kita telah menerima Kristus Yesus Tuhan. Hidup di dalam Kristus berarti berakar di dalam Dia, dibangun di dalam Dia, bertambah kuat di dalam iman, dan berlimpah ucapan syukur. Hidup kita seperti pohon kelapa yang berakar kuat dan dalam sehingga bisa bertumbuh tinggi dan tahan terhadap terpaan badai angin kapanpun. karena krisrus adalah kristu sesuatu maka kita harus hidu dalam naungan kristus seperti sebuah pohon Dia akar dan batang dan kitalah cabang dan ranting – rantingnya. Jika kita mau menmpel dengn kita hidup di dalam dosa dan jika menempela dengan kristus, kita hidup di dalam kasih anugrah karena kristuslah yang memberikan jalan keselamatan untuk kita.
  • Menerima Kristus tidak hanya sekedar dengan iman yang kosong melainkan iman itu mengakar menjadi landasan atau fondasi hidup kita. melainkan kita memiliki fondasi yang sangat kokoh seperti di sebuah bangunan jika fondasinya tidak kokoh maka bangunan tersebut tidak tahan lama dan jika fondasi kokoh dalam bangunan tersebut maka akan tahan, kita tahu dulu apa itu fondasi yaitu dasarnya. Begitu pula dalam hidup kita jika jika tidak memiliki iman dalam hidup kita maka semua akan sia – sia atau masih hidup di dalam dosa maka kita harus memiliki iman yang kuat agar hidup kita ini di kuasai oleh kristus atau hihup bersama kristus
  • mata rohani kita yaitu NOUS atau Intelek atau Egemonikon itu haruslah pikiran Kristus. Jika mata kita gelap, gelaplah seluruh tubuh kita. Kegagalan NOUS memiliki pikiran Kristus menyebabkan hati, emosi (emotion), pikiran (thought), dan keinginan (desire) menjadi tanpa perlindungan sehingga dengan mudah dikuasai oleh Iblis sehingga akan menimbulkan pikiran-pikiran jahat (logismoi)..
  • Logismoi inilah benih dari hawa nafsu (keinginan daging). Hawa nafsu ini yang selalu menarik dan memikat emosi, pikiran, dan keinginan kita untuk membuahi nafsu tersebut menjadi perbuatan dosa.
  • Maka kita harus berjaga – jaga atau nepsis dan memiliki pikiran kristus, berdoa agar tidak mudah dikuasi oleh dosa hidup kita dan Mari kita berjaga-jaga senantiasa dengan berdoa tanpa henti dalam batin dengan doa Puja Yesus: Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah, kasihanilah aku orang berdosa.

Christ Event

  • Kita adalah (dulu) bayi atau anak kecil yang dibawah kukungan dosa. Dan tidak tau apa – apa atau hidup dibawah dosa. Setelah itu kristus berinkarnasi menjadi manusia dengan memakai daging dan inkarnasi Sang Firman, lahir dari seorang perempuan perawan.
  • Tujuan kedatang-Nya datang ke dunia ini hanya menebus dosa – dosa kita, Dia rela menderita disalib + mati + di kubur dan akhirnya bangkit dari orang – orang mati untuk mengalahkan maut atau dosa.
  • Maka kita sekarangtelah bebas dari dosa atau dibawah pengusaan iblis
  • Anak-anak Allah ini mulai hidup bagi Allah menuju pertumbuhan yang dewasa serupa seperti Kristus. Bagi Anak – anak Allah harus bertumbuh dalam rohani dan memiliki terang dan energi ilahi sehingga kita serupa dengan kristus.
  • Sekarang adalah masa Christ Event sehingga kita tidak lagi hidup dibawah hukum dosa melainkan hidup bagi Allah menuju kepada Allah menjadi rupa Allah yang sempurna.
  • Grand design Allah dimulai dari penciptaan alam semesta dan manusia untuk berbagi kasih dengan Allah namun manusia gagal karena tidak taat sehingga hidup terpisah dari Allah dan akhirnya upah dosa adalah maut yaitu kematian atau keterpisahan selamanya dari kasih Allah. Seperti yang telah dilakukan Adam dan Hawa karena tidak memiliki ketaatan (melenggar perintah Tuhan dengan memakan buah pohon).
  • Kristus kasih Dia berinkarnasi menjadi manusia untuk memurnikan kita atau menebus dosa – dosa kita
  • Kehidupan dosa ini berlangsung sekian lama waktunya dibawah kuasa Iblis sampai puncaknya Kristus datang untuk mematahkan kutuk dosa dan Iblis serta maut itu sehingga kemanusiaan kita telah diperbarui dan kita yang percaya akan mengenakan kemanusiaan yang baru dan kemanusiaan yang lama telah mati. Dan manusia lama kita harus kita tinggal karena kita telah dibaptis oleh kristus dengan menuju manusia baru maka kita harus menyalibkan kedagingan kita atua hawa nafsu sehingga kita hidup dibawah Anugrah kristus.
  • Kita mengalami Theosis yaitu pengilahian di mana roh jiwa dan tubuh menjadi serupa dengan Kristus yang merupakan kodrat asli manusia yaitu rupa Allah yang sejati.
  • Dengan serupa dengan kristus maka kita harus memiliki pikiran kristus di mana pikiran Kristus ini harus diturunkan ke dalam hati maka hati ini dikuasai oleh Kristus dan di sanalah terpancar terang kehidupan.
  • Jika hati dikuasai oleh iblis maka kita tidak memiliki pikirn kristus. Yang kita miliki adalah pikiran yang jahat.
  • Jadi kita harus memiliki terang dalam hati kita + Doa + benih ilahi + energi + anugrah atau kasih kristus. Maka kita memiliki pikran kristus.
  • Sehingga kita adalah manusia baru bukan manusia lama.

Pikiran Manusia + Pikiran Kristus = Pikiran Allah

  • Dengan menemukan pikiran kristus dan pikiran manusia kita lakukan dengan Membaca firman Allah atau Kitab Suci adalah untuk menemukan pikiran Allah di dalam Kitab Suci sehingga pikiran Allah itu diturunkan ke dalam hati dan dari dalam hati turun ke dalam segenap anggota-anggota tubuh kita untuk dilakukan.
  • Menemukan pikiran Allah adalah level kognitif atau knowledge manusia. Kemudian level kognitif ini diturunkan ke dalam hati adalah level afektif atau penghayatan.
  • Dan segenap anggota tubuh kita adalah level psikomotorik atau kekuatan kita. Level kognitif di dalam pembacaan firman Allah adalah bersifat Christ-Centered dan Ecclesial (gerejawi). Level afektif adalah bersifat personal atau pribadi. Dan level psikomotorik adalah obedience atau ketaatan kita pada firman Allah.kita harus taat kepada kristus dan memiliki pikiran kristus dengan membaca Alkitab dengan Suasana yang mendukung atau dalam keadaan keheningan. Jika kita membaca Alkitab dengan taat maka pikiran kita ketemu dengan kristus dan setelah ketemu dengan kristus pikiran kita  juga ketemu dengan Allah
  • Ketika kita membaca Alkitab maka NOUS atau akal budi kita yang bekerja dan meresponi firman Allah. Itulah pikiran manusia tentang firman Allah atau teks yang dibaca sehingga kita memiliki konsep atau pikiran atau interpretasi kita sendiri.
  • Namun apakah pikiran kita ini sudah mengandung kebenaran atau interpretasi kita adalah pikiran Allah itu sendiri? Hal inilah yang harus kita uji atau validasi terlebih dahulu. Pertanyaannya adalah seperti apakah pikiran Allah itu sementara kita sendiri tidak pernah melihat Allah? Lalu bagaimana kita tahu kalau hasil pemikiran kita adalah pemikiran Allah? Rasul Yohanes menuliskan, “Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya” (Yoh 1:18). Pikiran Kristus adalah pikiran Allah dan sebaliknya pikiran Allah adalah pikiran Kristus.

Christ Event & Penebusan Kristus

  • Kita adalah (dulu) bayi atau anak kecil yang dibawah kukungan dosa.  Mengapa? Kukungan dosa dari lampau (sejak Adam) sampai masa prainkarnasi telah dipatahkan oleh Allah melalui pengutusan atau inkarnasi Sang Firman, lahir dari seorang perempuan perawan. Inkarnasi ini ditulis dalam bentuk aorist tense yang berarti ada satu moment atau event di masa lampau yang telah Allah rencanakan di dalam kekekalan untuk mematahkan kukungan dunia dan dosa itu.
  • Christ Event tidak terjadi karena Allah keliru menciptakan manusia yang akhirnya memberontak melawan Dia lalu diutuslah Sang Firman. Christ Event telah ada dalam sebuah grand design Allah untuk membawa manusia kembali sesuai dengan kodrat asli manusia yaitu menjadi rupa Allah.
  • Sekarang kita tidak hihup lagi dengan dosa atau dengan kukungan dosa karena kita telah telah di tebus oleh kristus, yang telah mencurahkan darah-Nya kepada kita. Maka kita sekarang adalah manusia baru atau yang telah dibaptis (pemurnian).
  • Kristus telah mencurahkan roh kudus-Nya sehingga kita hidup dibawah kasih Anugrah-Nya. Dan dengan memiliki iman dalam hidup kita dan juga terang sehingga cahaya-Nya selalu memancarkan dalam hidup kita.
  • Sebab itu, kita harus membangun iman kita menuju Kristus dengan cara memiliki pikiran dan perbuatan Kristus. Inilah proses purification atau pendewasaan manusia baru (Kol 3:10).
  • Ada juga penebusan dari kristus karena hanya kristus yang bisa menebus kita dari belenggu dosa.
  •  Penebusan artinya manusia dilepaskan dengan suatu bayaran dari kekuatan gelap yang mengungkungnya. Kekuatan gelap yang jahat itu adalah: Iblis, dosa dan maut. Bayaran yang diberikan untuk melepaskan manusia dari kungkungan Iblis, dosa dan maut itu adalah Derita, Penyaliban, Kematian dan Penguburan Kristus.
  • arena itu Ia telah menebus atau melepaskan tubuh kemanusiaan yang dikenakanNya itu dari kuasa maut. Maka dengan penyaliban, kematian dan kebangkitan Firman Allah yang menjadi manusia maka dosa, Iblis dan maut yang telah mengungkung kodrat manusia akibat dari kesalahan Adam itu telah dikalahkan, sehingga Kristus betul-betul menjadi Penebus bagi segenap manusia.

Penebusan Kristus

  • Dia berinkarnasi menjadi manusia dan Dengan Tubuh Kemanusiaan oleh Inkarnasi-Nya itu, Firman Allah telah menyandang “… daging yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa” karena adanya dosa itu tadi (Roma 8:3), meskipun secara pribadi Firman Allah Yang Menjelma itu “tidak mengenal dosa” (II Kor. 5:21). Setelah mengenakan “daging yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa itu,” Firman Allah yang Menjelma: Yesus Kristus itu lalu “menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging” (Roma 8:3) yang telah dikenakan-Nya itu.
  • Dia rela menderita, disalib, mati, di kubur hanya menebus dosa – dosa kita
  • Karena kristus mati dan dikubur Dia bangkit dari orang mati dengah mengalahkan maut sehingga Dia telah bebas. Itulah tujuan-Nya datang didunia untuk menyelamatkan kita dan Dia taat kepada Bapa disurga sampai Dia mati. Maka kita harus serupa dengan kristus dengan cara apa
  • Kita sekarang telah di murnikan oleh Kristus. Maka kita harus meninggalkan manusia lama kita harus menuju manusia baru.
  • Manusia baru adalah orang yang yang telah dibaptis dan meninggalkan manusia lamanya. Dengan dikatakan manusia lama adalah orang yang telah menyalibkan dosanya atau menyalibkan kedagingannya.
  • Kristus telah mencurahkan darah untuk kita supaya kita menjadi manusia baru
  • Dengan tercurahnya darah korban itu berarti dosanya telah dihukum sehingga ia tak menanggung dosa itu lagi, ia sekarang dibebaskan dari dosa, ia telah diampuni.
  • Maka kita hearus benar – benar bartobat>berdoa, tidak mengulangi lagi perbuatan yang jahat, memiliki terang dalam hati, energi ilahi.
  • Dan dengan demikian Ia telah mendapatkan kelepasan (penebusan) yang kekal,” (Ibrani 9:12) buat segenap manusia di sepanjang abad. Jadi dalam Dialah ada penebusan, pelepasan, dan keselamatan kekal, dan sempurna. Kita sekarang telah menjadi manusia baru berarti serupa dengan Kristus.
  • Kita tak membutuhkan yang lain di luar Dia, sebab tak ada manusia agung siapa pun yang telah melakukan apa yang dilakukan Sang Kristus dalam mengalahkan dosa dan kematian ini. Ia dapat melakukan semuanya ini, karena Ia adalah Firman Allah, yang memiliki kekekalan pada diri-Nya sendiri.

Paskah

  • Namun kepada Nabi Musa difirmankan agar menyembelih Anak Domba Paskah (Keluaran 1-28), dan darahnya diusapkan pada ambang pintu sebelah atas, dan kiri-kanan. Barangsiapa yang pintu rumahnya dioles dengan darah itu, maka Malaikat Maut akan melewati (“pesakh”, dari sini berasalnya kata “paskah”) mereka, dan mereka akan lepas dari maut. Setelah Perayaan Paskah itu Israel betul terlepas dari Firaun, Perbudakan yang kejam dan Bahaya Maut. Dengan Firaun dan Bala tentaranya ditenggelamkan ke dalam Laut Merah dalam usahanya mengejar Israel yang dipimpin Nabi Musa dan Kohen Harun itu. Dan Israel lahir sebagai bangsa baru setelah melewati Laut Merah yang oleh mu’jizat kuasa Allah telah dijadikan kering dan bisa dilalui itu (Keluaran 13-15).
  • hari kematian Yesus kristus yang telah menderita dan disalib
  • karena Yesus Kristus adalah Anak Domba Paskah yang melepaskan manusia dari kuasa Iblis
  • Ini dilakukan oleh Yesus Kristus dengan Bangkit dari antara orang mati, sesudah penyaliban, kematian dan penguburanNya selama tiga hari itu.
  • Dengan bangkit-Nya berarti maut tak berkuasa lagi atasNya (Roma 6:9), dengan demikian maut telah dikalahkan. Padahal maut akibat dosa, seperti yang telah katakan diatas, berarti dosapun telah dikalahkan.
  • Dosa masuk karena Iblis, maka sekaligus Iblis telah dikalahkan oleh kematian dan kebangkitan Yesus Kristus itu (Ibrani 2:14). Demikianlah melalui korbanNya diatas Salib Yesus Kristus telah melepaskan manusia dari Iblis.
  • Jadi, Ia memang betul-betul Anak Domba Paskah yang kekal dan sejati. Sehingga pelepasanNya itu bersifat kekal (Ibrani 9:11), dan dengan penuh kuasa ilahi.
  • Jadi, keselamatan itu berasal dari “penebusan” Allah melalui karya Kristus, sebagai hadiah gratis, bukan sebagai pahala amal-saleh hasil usaha perbuatan manusia sendiri
  • Itulah kasih Kristus yang telah diberikan kepada kita semua.

Manusia Ilahi: Fondasi, Pertumbuhan, & Pemuliaan

  • Kehidupan spiritual kita dimulai ketika kita menerima Kristus di dalam hati melalui iman kita kepada Kristus Sang Penebus yang menderita sengsara mati di atas Kayu Salib dan bangkit mengalahkan maut setelah tiga hari tiga malam. Melalui iman spiritual atau roh kita terhisap di dalam kematian dan kebangkitan melalui karya Roh Kudus yang menyalurkan karya penebusan Kristus tersebut sehingga roh kita yang dulunya mati karena dosa dihidupkan Allah menjadi roh yang baru sehingga kita bisa mengenakan kemanusiaan baru yaitu kemanusiaan yang telah dikenakan Kristus
  • Kita harus memiliki fondasi yang kokoh dalam hati kita agar tidak goyah.
  • Didalam hati kita harus ada terang dan energi ilahi. kalau terang itu ada didalam hati kita maka kita tidak dikuasai dosa lagi.
  • sekarang kemanusiaan yang baru ini telah mulai hidup dan bertumbuh menuju kesempurnaan seperti Kristus sehingga pada akhirnya kita boleh ikut ambil bagian dalam kodrat ilahi mengalami pemuliaan secara utuh yaitu roh dan tubuh yang mulia. Karena kristus telah menebus kita dari dosa jadi kita sekarang adalah manusia baru yang serupa dengan kristus
  • kita sekarang adalah yang Lahir baru dengan fondasi Kristus menjadi langkah awal kita menjadi manusia ilahi. Menurut Rasul Paulus, ini artinya kita menerima dan telah diakarkan dalam Kristus (Kol 2:7).
  • Jadi kita sekarang harus bertumbih dalam kerohanian kita baik secara jasmani maupu secara rohani.

Pikiran & Perbuatan Kristus

  • Di dalam Kristus kita menemukan tempat tinggal kita yang sebenarnya. Di situlah kita bisa menemukan hidup sejati yang berasal dari Allah.
  • Didalam hati kita harus memiliki terang yang selalu memancarkan kepada kristus sehingga Sehingga hidup kita yang di dalam jasmani atau tubuh ini adalah hidup di dalam Kristus (Gal 2:20).
  • Kita bisa hidup karena iman kita kepada Kristus. Iman ini diisi oleh Roh Kudus yang menyalurkan anugerah ke dalamnya sehingga iman ini menjadi hidup.
  • Iman tanpa perbuatan kita hakikatnya mati. Maka kita harus menggunakan dua – duanya baik iman maupun perbuatan
  • Kita bisa hidup karena iman kita kepada Kristus. Iman ini diisi oleh Roh Kudus yang menyalurkan anugerah ke dalamnya sehingga iman ini menjadi hidup.
  • Jika iman dalam hati kita maka dosa tidak menguasai diri kita jadi kita harus memiliki iman yang kuat dan juga terang, energi ilahi yang terus memancarkan kepada kristus
  • Kita memiliki pikiran Kristus artinya pikiran kita ini diperbarui setiap hari (Rom 12:2) sampai kita memiliki pikiran Kristus..
  • Memperbarui pikiran ini berarti kita tidak serupa dengan dunia dan bisa mengenal kehendak Allah (Rom 12:2). Tidak serupa dengan dunia berarti tidak mengasihi dunia (1 Yoh 2:15) di mana kita tidak menuruti keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup yang berasal dari dunia tetapi menuruti kehendak Allah (1 Yoh 2:16-17).
  • Untuk dapat melakukan kehendak Allah kita harus bisa menguji apakah perbuatan kita telah sesuai dengan kehendak Allah yang pasti baik, berkenan, dan sempurna. Hal ini kita kerjakan di dalam proses pembaruan nous tadi sampai kita memiliki nous Kristus.
  • Di dalam proses pembaruan nous, keinginan daging atau lust tidak hadir di dalam diri kita sehingga kita menurutinya melainkan keinginan Roh yang terus muncul sehingga kita melakukan keinginan Roh tersebut. Sebab itu, pikiran/nous kita harus dipersenjatai dengan perlengkapan senjata Allah (Efe 6:11-16) seperti dengan membaca firman Allah, berdoa, dan berjaga-jaga (nepsis) supaya kekuatan si Iblis atau roh jahat tidak dapat masuk mencemarkan hati dan menghasilkan pikiran jahat dan nafsu. Dengan perlengkapan senjata Allah ini kita dapat memperbarui nous kita semakin dekat dengan nous Kristus sehingga kita dapat melawan si Iblis tadi.

Kenosis Kristus & Aku   

  • Firman Allah itu berinkarnasi atau menjadi manusia (Yoh 1:1,14). Rupa Allah itu mengosongkan Dirinya dengan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia (Fil 2:7).
  • Kristus berinkarnasi menjadi manusia untuk menebus dosa – dosa kita
  • Itulah Kristus Yesus yang karena kenosis dan inkarnasi-Nya kita memperoleh keselamatan atau pelepasan dari dosa, Iblis, dan maut sehingga kita bisa hidup kekal bersama Kristus.
  • Kenosis Kristus diwujudkan dalam rupa hamba, merendahkan diri-Nya dan taat total sampai mati bahkan mati di atas kayu salib.
  • Pengosongan diri Kristus adalah inkarnasi, penderitaan, dan kematian Kristus yang dijalankan dalam kerendahan hati dan ketaatan kepada Allah, Bapa-Nya.
  • Kenosis terwujud dalam inkarnasi yaitu Kristus yang adalah Allah dan manusia yang menderita, mati, dan bangkit dalam kerendahan hati dan ketaatan kepada Allah. Kenosis terjadi dalam kerendahan hati dan ketaatan untuk mengasihi dan menyelamatkan manusia berdosa.
  • Kenosis Kristus sekarang harus menjadi teladan bagi kita yang hidup di dalam Kristus. Pengosongan diri kita adalah dalam wujud mengosongkan aku/ego kita sehingga semakin hari Kristus semakin besar/nampak. Hidup kita bukan hanya ada aku saja tetapi juga ada Kristus di dalam aku (Yoh 6:54-56; Gal 2:20).
  • Kenosis Kristus menjadi model pengosongan diri kita sehingga Kristus mengisi pikiran dan perbuatan kita. Kita memiliki pikiran Kristus dan perbuatan Kristus.
  • Maka kita harus serupa dengan kristus karena kristus telah menebus kita dari belenggu dosa.
  • Karena Kenosis diri membutuhkan kerendahan hati dan ketaatan atau kerelaan hati untuk dikosongkan, untuk menyangkal ego, sehingga pikiran Kristus bisa masuk dan menguasai pikiran kita.
  • Jadi kita harus Memiliki teranng, energi ilahi, nepsis, nous, logos kristus

Relasi Kristus dan Gereja-Nya

  • Relasi Kristus dengan Gereja-Nya adalah seperti relasi suami istri (Efe 5:32). Maksudnya dalam relasi kristus dengan Gereja adalah dengan relasi kalau kita beridah dan berdoa kepada-Nya itulah relasi kita dengan kristus.
  • Dimana kristus itulah adalah ang Pengantin Pria di mana perkawinan-Nya dirayakan oleh Allah secara besar-besaran karena kristus itu yang telah menebus kita dari dosa. kristus telah menjadi teladan bagi umat manusia.
  • Kita bisa melihat bagaimana relasi yang begitu intim antara kita sebagai Gereja dan Kristus. Relasi kita dengan Kristus adalah seperti relasi suami istri dalam kesatuan daging. Itulah perkawinan kita dengan Kristus yang akan dirayakan oleh Allah secara besar-besaran di dalam Kerajaan Sorga.
  • Kristus dan Gereja-Nya tidak dapat dipisahkan karena mereka telah menjadi satu kesatuan dan menjadi tempat persekutuan kita bagi orang percaya.
  • Inilah gambaran perkawinan itu. Kita telah makan daging dan minum darah Kristus sehingga kita menjadi satu daging dengan Kristus. Menjadi satu genetik dengan Kristus. Menghasilkan benih ilahi yang disebut iman. Kita sebagai mempelai perempuan telah menjadi milik Kristus.
  • Ketaatan total kepada Kristus dan kasih Kristus kepada kita adalah hubungan yang begitu harmonis di dalam ikatan perkawinan itu. Ketaatan adalah bukti kasih kata rasul Yohanes (Yoh 14:15). Ketaatan pada Kristus adalah kasih kita kepada Kristus seperti ketaatan Kristus kepada Allah adalah bukti kasih Kristus kepada Allah (Yoh 15:9-10) yaitu kasih yang mengorbankan nyawa-Nya untuk kita supaya kita diselamatkan dari dosa, Iblis, dan maut (1 Yoh 3:16).
  • Kita telah dibebaskan dari dosa karena kasih anugrah kristus yang diberikan kepada kita, kristus rela memberikan Nyawa-Nya kepada kita bahkan disalib dan mati itulah kasih kristus yang Dia berikan kepada kita sehingga kita mengalami keselamatan
  • Sehingga ini meninggalkan relasi yang begitu mendalam dan ini adalah relasi dalam perkawinan yang saling mengasihi. Kita mengasihi Kristus dan Kristus mengasihi kita. Itulah kesatuan. Itulah artinya kita sebagai mempelai Kristus dalam perkawinan. Aku di dalam Kristus dan Kristus di dalam aku. Saling mengasihi.
  • Karena kristus telah mengasihi kita maka kita sebagai orang percaya marilah kita mengasihi kristus. Dengn cara apa menyalibkan dosa kita membaca Alkitab, berdoa, bersinergi dengan-Nya.
  • Kristus mengajarkan bahwa mengasihi Dia berarti mengasihi sesama kita. jika kita mengasihi kristus kita juga mengasihi orang, bukan hanya Kristus dan diri kita sendiri tetapi mengasihi orang lain juga. Sehingga dengan mengasihi sesama sama artinya kita mengasihi Kristus.
  • Kasih yang kita berikan bukan hanya sekedar perkataan. Kasih yang kita berikan bukan juga sekadar perbuatan baik tapi perbuatan dalam kebenaran, artinya kasih yang kita korbankan adalah kasih Kristus karena itu adalah perbuatan dalam kebenaran. Dengan kasih Kristus kita mengasihi orang lain sehingga mereka bisa mengenal Kristus dan kasih-Nya yaitu pengorbanan Kristus untuk hidupnya.
  • Dengan mengasihi kita tidak lagi di dalam maut melainkan di dalam Kristus. Mari kita saling mengasihi sesama kita karena kita telah menyatu dengan Kristus dalam perkawinan. Kita bisa saling mengasihi karena kita ada di dalam Kristus yang mengasihi kita sejak mula bahkan sebelum kita ada dan ketika kita masih berbuat dosa.
  • Kasihilah sesama dengan kasih Kristus sehingga orang lain bisa mengenal Kristus dan diselamatkan menjadi milik-Nya.

Kristus Terang Dunia

  • Allah adalah terang (1 Yoh 1:5). Yesus berasal atau datang dari Allah dan diutus oleh Allah kepada dunia (Yoh 7:29; 16:27-28; 8:23; 17:7; 3:16) sebab itu Yesus adalah Terang dunia seperti yang dinyatakannya (Yoh 8:12; 1:9; 9:5). Berarti Yesus adalah yang dapat menerangi hidup kita maka kita harus memiliki terang seperti Allah yang menjadi terang.
  • Terang dunia ini berarti menerangi setiap orang yang berada dalam kegelapan dosa (Yoh 1:9; 12:46). “contohnya sepert lampu jika lampu itu padam maka akan gelap dan jika lampu itu hidup maka akan menerangi kita. begitu juga dalam hidup kita jika kita berbuat jahat maka kita berada di dalam dosa dankalau kita berada dengan yang baik maka kita berada dalam Kristus.
  • Setiap kita harus memiliki terang dan energi ilahi yang terus terpancar sehingga kita berada naungan kristus.
  • Setiap orang yang percaya kepada Terang dunia itu maka dia dilahirkan dari Allah menjadi anak-anak Allah bukan dari darah atau keinginan jasmani, bukan oleh keinginan seorang laki-laki (Yoh 1:12-13; 1 Yoh 5:1). Percaya merupakan benih di dalam hati kita yang jika oleh Roh Kudus kasih Allah (yaitu penebusan Kristus di atas kayu salib dan kebangkitan-Nya) itu dicurahkan di dalam hati kita maka kita memiliki benih ilahi (1 Yoh 3:9).
  • Benih ilahi ini merupakan hasil dari percaya dan kasih Allah di dalam hati yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Percaya ini merupakan iman kita dan kasih Allah ini merupakan anugerah Allah. Rasul Yohanes menjelaskan bahwa ketika kita makan daging dan darah Kristus maka kita akan memiliki hidup kekal dan kita bersatu dengan Kristus (Yoh 6:54-56).
  • Mengapa? Sebab benih Kristus yaitu daging dan darah Kristus ini bersatu atau dikawinkan dengan benih iman percaya kita sehingga menghasilkan benih ilahi dan inilah yang disebut oleh Kristus sebagai kelahiran baru oleh air dan Roh (Yoh 3:3-5). Air menandakan baptisan yang artinya kita dipersatukan dalam kematian dan kebangkitan Kristus (Rom 6:2-5). Dipersatukan dalam kematian dan kebangkitan Kristus inilah perkawinan itu yang melahirkan benih ilahi atau kelahiran baru secara spiritual (Rom 7:4) yang dikerjakan oleh Roh Kudus (Rom 5:5).
  • Sebagai anak terang kita sama seperti Kristus adalah terang dunia sehingga kita juga adalah terang dunia (Mat 5:14). Menjadi terang dunia tidak hanya sampai lahir baru namun benih ilahi ini harus berakar dan bertumbuh (Kol 2:6-7) dengan cara mengikut Kristus (Yoh 8:12). Mengikut Kristus artinya meneladani Kristus. Dia melakukan pengosongan diri atau kenosis. Kita juga harus mengalami kenosis. Sehingga tidak heran Kristus memberikan syarat-syarat untuk mengikut Dia yaitu menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Kristus (Mar 8:34). Menjadi terang dunia berarti mengikut Kristus dengan kenosis. Menyangkal diri dan memikul salib adalah pengosongan diri yang bukan perkara gampang, kita harus bersusah dan mengalami penderitaan seperti kesaksian Rasul Paulus kepada jemaat Filipi (Fil 2:16-17).
  • Menjadi anak terang atau terang dunia adalah dengan cara mengikut Kristus. Mengikut Kristus berarti mengosongkan diri dalam bentuk melawan keakuan yang berdosa dan hidup seperti Kristus hidup yaitu menaati perintah-Nya dalam bentuk saling mengasihi sesama (Yoh 15:17). Melawan dosa dan mengasihi sesama adalah perbuatan nyata mengikut Kristus sehingga kita hidup sebagai anak-anak terang yang lahir dari Allah.
  • Jadilah Anak terang yang terus memancarkan cahaya dan juga memiliki energi, tanpa energi tidak dapat terhubung dengan kristus.jadi terang harus membutuhkan energi sehingga kita hidup didalam ANUGRAH KRISTUS.

Kristus Adalah Allah

  • Kristus adalah Allah sebab Dia adalah Firman Allah yang berinkarnasi (menjadi manusia) (Yoh 1:1,14), turun dari Surga (3:13), datang atau keluar dari Allah Bapa (Yoh 6:46; 7:28-29; 13:3; 8:42; 16:27-28,30; 17:7-8), hidup oleh Bapa (Yoh 6:57), melihat Kristus sama dengan melihat Bapa (Yoh 12:45); dan diutus oleh Bapa (Yoh 3:17; 4:34; 5:23,24,30,36,37; 6:38,39,44,57; 7:16,29,33; 8:16,18,26,29,42; 9:4; 11:42; 12:44,45,49; 13:20; 14:24; 15:21; 16:5,7; 17:8,18,21,23,25, dan 20:21). Sehingga Kristus memiliki kuasa Allah (Yoh 3:35; 13:3; 5:22; 17:2) dan hidup Allah sendiri (Yoh 6:57).
  • Kristus yang diutus Allah memiliki hidup sehingga setiap orang yang percaya kepada Kristus akan hidup oleh Kristus. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Kristus dan Kristus hidup oleh Bapa, demikian juga siapa saja yang memakan Kristus, akan hidup oleh Kristus (Yoh 6:57). Bagi yang percaya dengan kristus akan berada didalam kasih-Nya.
  • Kita hidup oleh Kristus berarti kita lahir dari Allah menjadi anak-anak Allah (Yoh 1:112-13). Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah (1 Yoh 5:1). Lahir dari Allah menjadi anak-anak Allah harus melalui Kristus yang diutus Allah. Makan Kristus berarti makan daging dan darah Kristus (Yoh 6:54). Daging dan darah Kristus itulah daging dan darah yang disalib, mati, dan dibangkitkan Allah itu.
  • Hanya kristus yang dapat menyelamatkn kita dari belenggu dosa – dosa kita karena Kristus adalah Firman Allah . Allah mengutus Dia untuk menebus dosa kita. Dan kristus mati untuk kita agar ciptaan-Nya lepas dari dosa sehingga kita menjadi manusia baru.
  • Di katakan dengan manusia baru adalah orang yang telah di baptis dalam kristus atau orang yang telah dilakukan pemurnian dan meninggalkan manusia lamanya, dan menerima kristu dalam hidupnya.
  • Ketika kita memakan Kristus berarti daging dan darah Kristus itu masuk ke dalam hati kita oleh karya Roh Kudus (Rom 5:5) dan bersatu dengan iman atau percaya kita sehingga melahirkan benih ilahi di dalam diri kita (1 Yoh 3:9). Inilah yang disebut dengan kelahiran baru (Yoh 3:3-5) atau lahir dari Allah menjadi anak-anak Allah (Yoh 1:12-13).
  • Kristus adalah Allah dan oleh Kristus kita menjadi anak-anak Allah yang hidup. Anak-anak Allah ini harus hidup dan bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus kelak (1 Yoh 3:2) dengan melakukan kebenaran (1 Yoh 2:29; 3:7,10) dan menyucikan diri sama seperti Dia adalah suci (1 Yoh 3:3) yaitu tidak berbuat dosa lagi atau melawan dosa atau taat pada hukum Allah (1 Yoh 3:4,6,9).

Menaklukkan Nous Di bawah Kristus

  • Mengontrol setiap pikiran (Nous) supaya taat kepada Kristus (2 Kor 10:5). Kita memiliki Nous Kristus (1 Kor 2:16). Damai sejahtera Allah menjaga Nous dan hati kita melalui Kristus (Fil 4:7). Pikiranmu bisa disesatkan dari Kristus (2 Kor 11:3). Pembaruan Nous supaya kita bisa mengenali kehendak Allah (Rom 12:2). Dengan cara apa kita memiliki pikiran Kristus yaitu dengan membaca FIRMAN dengan sungguh – sungguh disitulah ketemu NOUS KITA DENGAN NUOS KRISTUS.
  • Pembaruan Nous setiap hari supaya Nous ini menjadi taat kepada Kristus dan memiliki Nous Kristus adalah proses pemurnian (purification) yang dijalani ketika Nous ini telah terhubung dengan Allah melalui Kristus. Dalam PEMBARUAN NUOS kita harus memiliki pikiran yang baik dan pikiran yang kotor di buang dan kita harus melatih badani kita dan baik secara jasmani kita maupun secara rohani dengan cara apa kita memiliki terang dan energi ialhi  kita memiliki Nous Kristus berarti memiliki ketaatan kepada Kristus sebab pikiran Kristus adalah ketaatan kepada Allah.
  • Nous adalah mata rohani kita. Nous inilah yang menentukan gelap terangnya hidup kita. Sebab di katakan dalam matius 6 : 22 – 23 “ mata adalah pelita tubuhmu; jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika mata jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.
  • Nous Kristus menjadi Egemonikon atau alat kontrol terhadap Nous kita. Kita harus mengontrol atau berjaga-jaga dalam doa sehingga Pikiran Kristus bisa menguasai pikiran kita. Nous yang terkontrol ini tidak akan menghasilkan pikiran jahat atau logismoi. Logismoi ini merupakan benih dari nafsu dan nafsu ini bertentangan dengan kehendak Allah sehingga jika dibuahi melahirkan dosa. Dosa itu merupakan pelanggaran terhadap hukum Allah.
  • mengapa penting menjaga, melatih, mengontrol, bahkan Rasul Paulus memakai istilah “captive” Nous itu ditawan atau ditangkap oleh pikiran Kristus. Tanpa berjaga-jaga yang seperti ini maka kita akan terus melakukan dosa. Dengan menjaga atau memperbarui Nous kita, kita memiliki kekuatan untuk melawan dosa, sebab ada benih ilahi di dalam diri kita. Benih ilahi ini adalah hasil perkawinan atau penyatuan benih iman percaya kita dengan daging dan darah Kristus yg kita makan dan minum sehingga kita menyatu dengan Kristus dan itulah kelahiran baru atau lahir dari Allah
  • Menyatu dengan Kristus melahirkan benih ilahi sehingga ini merupakan suatu kuasa untuk mengalahkan setiap godaan Iblis yang hendak masuk menguasai Nous kita. Menyatu dengan Kristus ini membuat Nous kita mampu diperbarui atau berjaga-jaga atau dikontrol dengan pikiran Kristus supaya TAAT kepada Kristus sebagai kekuatan untuk melawan dosa yaitu KETIDAKTAATAN kepada hukum Allah. Menyatu dengan Kristus melahirkan benih ilahi dan benih ilahi ini melahirkan pikiran Kristus di dalam pikiran kita sehingga pikiran kita harus terus menerus diperbarui, ditangkap atau ditawan oleh Egemonikon atau Nous Kirstus itu.
  • Bagaimana benih ilahi di mana di dalamnya telah ada pikiran Kristus ini menangkap atau memperbarui pikiran kita? Kita memerlukan nepsis, doa, dan puasa. Kita juga memerlukan Perjamuan Kudus di mana menghadirkan darah dan daging Kristus ke dalam jiwa kita

Kasih Kristus

  • Kasih kristus telah dinyatakan dalam hidup kita dimana kristus mengasihi kita dengan mencurahkan darah-Nya kepada kita semua, Kristus telah melepas kita dari dosa Dia membawa kita dalam kasih Anugrah-Nya.
  • Maka kita harus mengasihi Kristus dimana kristus telah mengasihi kita dan juda ada ketaatan
  • Tanpa ketaatan tidak ada kasih. Kristus menyatakan, “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” (Yoh 15:10)
  • Gimana kita itu taat seperti Bapa yang telah menepati janji-Nya kepada Allah. Kemudian Kristus memberikan perintah yang sama kepada kita. Dia telah mengasihi Allah dan manusia begitu juga kita harus mengasihi Allah dan sesama supaya kita menjadi sama seperti Kristus.
  • Mengasihi Allah dan sesama sama artinya kita mengasihi Kristus. Sebab kita telah menaati perintah Kristus yaitu saling mengasihi.
  • Mengasihi Kristus juga berarti kita mengasihi Allah karena melihat Kristus adalah melihat Allah sebab itu kita juga akan dikasihi Allah. Kuncinya adalah ketaatan kita pada perintah Kristus yaitu melakukan kasih tadi.
  • Mengapa kasih? Dengan kasih Kristus telah menjalankan atau menggenapi Hukum Taurat dengan sempurna. Dengan kasih Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk menebus dosa kita sehingga kita terlepas dari Iblis dan maut. Dengan kasih Kristus telah menyelamatkan kita. Dengan kasih kita telah menjadi taat sama seperti Kristus taat.
  • Dengan kasih kita telah memancarkan terang kepada dunia yang gelap sama seperti Kristus menerangi dunia. Dengan kasih kita telah melakukan apa yang telah Kristus lakukan. Sehingga dengan kasih dalam ketaatan kita sedang menjadi serupa seperti Kristus.
  • Begitulah kasih Kristus yang diberikan kepada kita Dia kepada Bapa di sorga dengan sampai Dia mati hanya demi menebus dosa kita. maka kita harus Taat dengan Kristu dimana kristus telah memjadi teladan dalam hidup kita sehingga kasih selalu berada dalam hidup kita.

Taat Sampai Mati

  • Taat sampai mati adalah jalan yang dipakai oleh Kristus untuk menjadi penebus dosa manusia sehingga manusia bisa dilepaskan dari dosa, Iblis, dan maut. Kristus berinkarnasi menjadi manusia hanya mentaati perintah Allah kepada di,mana kristus itu Dia menjadi manusia untuk melepas kita dari dosa. Inkarnasi, Penyaliban, dan Kematian Kristus dikerjakan oleh Kristus dalam ketaatan sampai mati. Taat sampai mati adalah harga pengorbanan Kristus untuk menyelamatkan kita dari dosa, Iblis, dan kematian. Taat sampai mati adalah kasih Kristus kepada manusia.
  • Sekarang Kristus telah mewariskan ketaatan itu kepada kita sehingga Kristus memerintahkan kepada kita untuk menjadi seperti Dia. Menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti Kristus. Kita juga harus taat sampai mati seperti Kristus taat sampai mati. Rasul Yohanes menuliskan, “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
  • Ini adalah jalan menuju Kristus. Ini adalah di semakin serupa Kristus. Ini adalah jalan mencari, pertumbuhan atau pemurnian menjamemikirkan, dan melakukan perbuatan Kristus. Ini adalah jalan atau pintu masuk ke dalam Kerajaan Surga yang kita tahu bukan jalan yang lebar dan pintu yang luas tetapi jalan yang sempit dan pintu rdesakan. Ini adalah jalan salib atau penderitaan.
  • Kristus menderita mati, disalib, dikubur dan Dia berada tempat orang – orang mati pada akhirnya juga Dia bangkit dari orang mati itu tandanya bahwa kristus telah mengalahkan maut atau dosa. dan sekarang kita telah bebas dari naungan dosa sehingga kita telah menjadi manusia baru atau juga kita berada d naungan kristus.

Itulah sebabnya ada Kristus di dalam kita dan kita di dalam Kristus (Yoh 6:54-56). Ada kekuatan Kristus yang diwariskan atau diturunkan di dalam diri anak-anak Allah. Ada benih ilahi yaitu iman kita dan daging dan darah Kristus yang menjadi kekuatan kita untuk mengalahkan dosa atau ketidaktaatan itu. Sehingga kata Rasul Yohanes kita punya “Dunamis” untuk tidak berbuat dosa atau kita punya Dunamis untuk hidup TAAT karena ada benih ilahi tadi. Tanpa Kristus di dalam kita maka mustahil kita bisa melalui jalan salib itu sampai mati. Tanpa benih ilahi maka kita tidak bisa taat sampai mati. Tanpa kekuatan Kristus yg diwariskan kepada kita sebagai anak-anak Allah tidak mungkin kita bisa memikul salib, kenosis, dan ikut Kristus. Sehingga betul yang dikatakan oleh Rasul Yohanes kita harus dilahirkan dari Allah menjadi anak-anak Allah mewarisi benih ilahi itu.

  • Itulah benih ilahi yang harus kita keluarkan. Itulah kekuatan atau dunamis kita untuk taat. Kristus telah taat maka kekuatan taat itu ada dalam diri kita sekarang sebagai anak-anak Allah. Kristus telah mengalahkan dosa apa pun di dunia maka kekuatan itu juga telah ada di dalam diri kita sekarang.
  • Mengerjakan atau mengeluarkan keselamatan itu harus dalam takut dan gentar. Kekuatan apa yang harus kita pakai atau keluarkan sehingga kita bisa taat sampai mati dan mencapai kesempurnaan seperti Kristus (Theosis)? Ada 5 kekuatan di dalam diri kita yang harus menjadi kekuatan atau senjata yang telah Kristus tanamkan yaitu:
  • Energi atau kalori dari Allah (anugerah) sebagai sumber kekuatan atau bahan bakar        untuk melewati jalan salib. Dan tanpa energi kita tidak terpancar dengan kristus karena energi itu yang memberikan kekuatan.
  • Energi yang diperoleh harus dipakai untuk latihan dengan tekun yaitu latihan dan menguasai tubuh atau daging kita yaitu Askesis yang dibimbing oleh Roh Kudus (Gal 5:16) seperti seorang atlet membutuhkan seorang pelatih ketika dia berlatih. Kristus telah menjalani askesis maka kita juga punya kekuatan untuk menjalani askesis dan Kristus telah memberikan kita seorang Penolong atau Pelatih terbaik. Roh Kudus adalah pelatih spiritual kita yang terbaik. Roh Kudus mengajari kita kebenaran firman Tuhan (Yoh 14:26) sehingga belajar firman Tuhan ini menjadi kekuatan bagi kita.
  • Ketika menjalankan latihan seorang atlet bisa saja gagal memenuhi target waktu dari pelatih sehingga dia harus ulang dan ulang lagi berlatih dan berlari. Ketika itu terjadi pada kehidupan spiritualitas kita kita harus bangkit dengan cara melakukan pertobatan. Mengakui dosa dan kegagalan kita di hadapan Allah dengan air mata adalah usaha kita untuk bertobat dan mengalahkan dosa. Air mata dan pertobatan adalah kekuatan jiwa kita yang harus kita kerjakan untuk mencapai ketaatan sampai mati
  •  Namun kita juga harus berjaga-jaga dan waspada (Nepsis) terhadap segala godaan Iblis yang hendak menjatuhkan kita lagi. Nepsis ibarat seorang atlet harus senantiasa menjaga pola makan dan pola hidupnya dengan ketat dan disiplin. Nepsis berarti menjaga hati (kardia) dan pikiran (Nous) tetap di dalam Kristus senantiasa melalui doa dan baca firman setiap hari serta ibadah Perjamuan Kudus di gereja secara rutin.
  • Semua kekuatan rohani kita di atas tidak boleh dipisahkan dengan Allah tetapi tetap harus terus bersinergi dengan Allah dan kawan sekerja Allah. Sinergi adalah kekuatan kita untuk taat atau melawan dosa.

SPERMA TOU THEOU: Benih Ilahi (God’s Seed)

  • Anak-anak Allah Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus maka dia dilahirkan dari Allah menjadi anak-anak Allah bukan dari darah atau keinginan jasmani, bukan oleh keinginan seorang laki-laki (Yoh 1:12-13; 1 Yoh 5:1).
  • Percaya atau iman merupakan benih di dalam hati kita yang jika oleh Roh Kudus kasih Allah (yaitu penebusan Kristus di atas kayu salib dan kebangkitan-Nya; Yoh 3:16; 1 Yoh 4:9) dicurahkan di dalam hati kita maka benih kita dikawinkan dengan penebusan Kristus (Rom 7:4) sehingga di dalam hati kita memiliki benih ilahi (1 Yoh 3:9). Benih ilahi ini merupakan hasil perkawinan dari percaya dan kasih Allah di dalam hati yang dikerjakan oleh Roh Kudus.
  • Percaya ini merupakan iman kita dan kasih Allah ini merupakan penebusan Kristus yang disalurkan dalam wujud energi ilahi atau anugerah Allah oleh Roh Kudus. Rasul Yohanes menjelaskan bahwa ketika kita makan daging dan darah Kristus maka kita akan memiliki hidup kekal dan kita bersatu dengan Kristus (Yoh 6:54-56).
  • Mengapa bisa begitu? Sebab benih Kristus yaitu daging dan darah Kristus ini bersatu atau dikawinkan dengan benih iman percaya kita sehingga menghasilkan benih ilahi dan inilah yang disebut oleh Kristus sebagai kelahiran baru oleh air dan Roh (Yoh 3:3-5). Air menandakan baptisan yang artinya kita dipersatukan dalam kematian dan kebangkitan Kristus (Rom 6:2-5). Dipersatukan dalam kematian dan kebangkitan Kristus inilah perkawinan itu yang melahirkan benih ilahi atau kelahiran baru secara spiritual (Rom 7:4) yang dikerjakan oleh Roh Kudus (Rom 5:5).
  • Dan ini juga yang disebut kita makan daging dan darah Kristus itu. Itulah sebabnya siapa pun yang percaya kepada Kristus dia telah dipersatukan dalam Kristus
  • Jadi, kita adalah anak-anak Allah yang dilahirkan dari Allah dan menjadi anak-anak terang melalui perkawinan kita dengan Kristus yang mendatangkan kelahiran baru. anak-anak Allah yang dilahirkan dari Allah melalui karya penebusan Kristus yang disalurkan oleh Roh Kudus di dalam hati kita. anak-anak Allah yang dilahirkan dari Allah melalui karya penebusan Kristus yang disalurkan oleh Roh Kudus di dalam hati kita.

Ketaatan Total

  • Taat sampai mati adalah jalan yang dipakai oleh Kristus untuk menjadi penebus dosa manusia sehingga manusia bisa dilepaskan dari dosa, Iblis, dan maut. Melalui Bunda Maria, seorang perawan, Dia diutus Bapa untuk berinkarnasi, mengambil rupa seorang hamba, menjadi sama dengan manusia. Melalui sebatang kayu salib yang besar dan berat, Dia memikul salib sampai bukit Golgota. Melalui kematian di atas kayu salib, Dia mengalahkan kematian Adam menjadi kehidupan yang kekal. Inkarnasi, Penyaliban, dan Kematian Kristus dikerjakan oleh Kristus dalam ketaatan sampai mati. Taat sampai mati adalah harga pengorbanan Kristus untuk menyelamatkan kita dari dosa, Iblis, dan kematian. Taat sampai mati adalah kasih Kristus kepada manusia.
  • Kristus mati dengan menebus kita dari dosa dan kristus telah mecurahkan darah-Nya untuk kita semua sehingga kita terlepas dari dosa. jadi kita sekarang telah menjadi manusia baru dan meninggalkan manusia lama kita karena kita sudah ada pemurnian dari kristus.
  • Taat sampai mati dalam kenosis di jalan salib demi mengikut Kristus adalah perjuangan, perlombaan, askesis, penderitaan, bersusah-susah sampai mencucurkan darah (mati) seperti yang dialami oleh para Rasul (misal Rasul Paulus di dalam Fil 2:16-17).
  • Ketaatan kepada Kristus adalah hal yang paling berat dan kegagalan manusia yang paling utama. Ada nafsu daging yang terus berlawanan dengan Roh dan batin kita (Gal 5:16-17). Yang kita inginkan adalah keinginan Roh tetapi yang kita lakukan justru keinginan atau nafsu daging. Semakin besar keinginan Roh di dalam batin maka semakin besar pula kedagingan itu.
  • Yang harus kita kerjakan supaya taat sampai mati dalam mengikut Kristus dan jalan salib itu adalah mengerjakan (working out) atau mengeluarkan kekuatan Kristus itu dari dalam diri kita dan inilah yang oleh Rasul Paulus sebut mengerjakan keselamatan atau working out your salvation (Fil 2:12-17). Apa yang harus kita keluarkan atau kerjakan? Yaitu keselamatan itu. Apa itu? Yaitu kesatuan kita dengan Kristus tadi dalam wujud benih iman dan daging dan darah Kristus itu.

Anak-anak Terang

  • Sebagai anak terang kita sama seperti Kristus adalah terang dunia sehingga kita juga adalah terang dunia (Mat 5:14). Menjadi terang dunia tidak hanya sampai lahir baru namun benih ilahi ini harus berakar dan bertumbuh dengan cara mengikut Kristus Mengikut Kristus artinya meneladani Kristus. Dia melakukan pengosongan diri atau kenosis.
  • Menjadi anak terang atau terang dunia adalah dengan cara mengikut Kristus. Mengikut Kristus berarti mengosongkan diri dalam bentuk melawan keakuan yang berdosa dan hidup seperti Kristus hidup yaitu menaati perintah-Nya dalam bentuk saling mengasihi sesama (Yoh 15:17).
  • Dalam menjadi Anak – anak terang kita harus memilki yang ada energi ilahi dan iman juga sehingga kita selalu tersambung dengan kristus, dan juga menjadi Anak terang harus melawan kegelapan atau harus menerangi yang namanya gelap.

Melawan dosa dan mengasihi sesama adalah perbuatan nyata mengikut Kristus sehingga kita hidup sebagai anak-anak terang yang lahir dari Allah.

Kesatuan Di dalam Kristus

  •  Ketaatan total kepada Kristus dan kasih Kristus kepada kita adalah hubungan yang begitu harmonis di dalam ikatan perkawinan itu.
  • Ketaatan adalah bukti kasih kata rasul Yohanes (Yoh 14:15). Ketaatan pada Kristus adalah kasih kita kepada Kristus seperti ketaatan Kristus kepada Allah adalah bukti kasih Kristus kepada Allah (Yoh 15:9-10) yaitu kasih yang mengorbankan nyawa-Nya untuk kita supaya kita diselamatkan dari dosa, Iblis, dan maut (1 Yoh 3:16). Sehingga ini meninggalkan relasi yang begitu mendalam dan ini adalah relasi dalam perkawinan yang saling mengasihi.
  • Kita mengasihi Kristus dan Kristus mengasihi kita. Itulah kesatuan. Itulah artinya kita sebagai mempelai Kristus dalam perkawinan. Aku di dalam Kristus dan Kristus di dalam aku. Saling mengasihi.
  • Kesatuan dalam kristus adalah seperti suami isteri begitu pula kita dengan kristus karena kristus yang dapat membebaskan kita dari dosa. Kristus mengajarkan bahwa mengasihi Dia berarti mengasihi sesama kita itulah tanda kita bersatu dengan kristus.
  • Dengan mengasihi sesaman kita dengan perbuatan baik. Sehingga dengan mengasihi sesama sama artinya kita mengasihi Kristus. Kasih yang kita berikan bukan hanya sekedar perkataan. Kasih yang kita berikan bukan juga sekadar perbuatan baik tapi perbuatan dalam kebenaran dan kasih yang kita korbankan adalah kasih Kristus karena itu adalah perbuatan dalam kebenaran. Dengan kasih Kristus kita mengasihi orang lain sehingga mereka bisa mengenal Kristus dan kasih-Nya yaitu pengorbanan Kristus untuk hidupnya. Dengan mengasihi kita tidak lagi di dalam maut melainkan di dalam Kristus.
  • Kita bisa saling mengasihi karena kita ada di dalam Kristus yang mengasihi kita sejak mula bahkan sebelum kita ada dan ketika kita masih berbuat dosa. Kasihilah sesama dengan kasih Kristus sehingga orang lain bisa mengenal Kristus dan diselamatkan menjadi milik-Nya.

Injil Kristus

  • Injil adalah kuasa Allah yaitu energi Allah yang kita sebut sebagai anugerah atau kasih karunia Allah. Injil adalah kasih karunia Allah yang menyelamatkan karena ada energi atau kuasa Allah yang menghidupkan roh kita yang telah mati sehingga kita dilahirkan baru secara roh menempati kemanusiaan baru. Roh Kudus bekerja dengan membawa atau menyalurkan energi Allah itu ke dalam hati manusia.
  • Kemanusiaan baru ini adalah kemanusiaan Kristus yang taat sampai mati yang menggantikan kemanusiaan Adam yang tidak taat. Maka efek ketidak taatan Adam masih berdampak sama kita. jadi kita maka sampai sekarang doa Adam selalu ada sama kita karena ketidak taatan. Maka kristus berinkarnasi menjadi manusia untuk melepas kita dari dosa dengan cara apa ? kristus mengorbankan nyawa-Nya untuk kita supaya kita bebas dari dosa. dan dengan kematian-Nya Kristus telah mengalahkan dosa dengan ketaatan-Nya sampai mati di atas kayu salib. Kristus telah mengalahkan Iblis dengan penguburannya di mana Iblis tidak berkuasa untuk mencegah kebangkitan Kristus sehingga maut atau kematian telah dikalahkan. Kristus yang menang ini telah menyediakan kemanusiaan baru untuk kita.
  • Kemanusiaan Kristus inilah yang dicurahkan oleh Roh Kudus dalam bentuk anugerah atau energi Allah kepada manusia. Dan diterima oleh manusia melalui iman percaya yang diwujudkan dalam baptisan air.
  • Baptisan inilah menyebabkan kita mengenakan Kristus atau kemanusiaan Kristus dan kita disebut anak-anak Allah.
  • Anak-anak Allah ini akan menjadi nyata kelak pada saat Kristus menyatakan diri-Nya pada akhir zaman nanti yaitu akan menjadi sama seperti Kristus. Baptisan air adalah pengenakan kemanusiaan Kristus karena kemanusiaan kita juga turut mati, dikubur, dan dibangkitkan bersama Kristus. Kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian Kristus, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan Kristus. Sehingga kemanusiaan kita telah menjadi satu dengan kemanusiaan Kristus yang pada saat Kristus menyatakan diri kelak kita akan diubah menjadi seperti Kristus yaitu makhluk terang dengan tubuh yang mulia.
  • Keselamatan yang nyata ini bukan hanya konsep namun sekarang diberikan kepada semua manusia di sepanjang segala abad. Sebab itu manusia harus meresponinya dengan iman. Dan iman ini timbul dari pendengaran akan Injil itu. Dan pendengaran akan Injil ini karena ada orang percaya yang memberitakannya di sepanjang segala zaman. Namun Injil yang menyelamatkan ini bisa ditolak oleh orang-orang karena kehendak bebas manusia. Keselamatan itu sendiri tidak bisa hilang karena keselamatan itu adalah Kristus sendiri.

Kacamata Manusia atau Kristus?

  • kacamata kita perlahan berubah dari manusia dan filsafat (ilmu/logy) dunia ke kacamata atau nous Kristus. Membaca Alkitab dan menelaah ajaran Allah dari sudut pandang Kristus. Baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berpusat kepada Kristus (Christ-Centered). Egemonikon kita adalah pikiran Kristus
  • kita menbaca Alkitab dengan kta berpusat dengan kristus sehingga nous kita dengan nous kristus sama.
  • Paradosis Pikiran Kristus atau Christ-Centered menjadi tradisi (Paradosis) para Rasul mengajarkan firman Allah baik secara lisan dan tulisan kepada Gereja. Firman Allah yang diberitakan sejak awal itu adalah berdasarkan pertama tradisi para Rasul yang lisan dan sebagian dari tradisi itu ditulis menjadi Kitab Suci.
  • Dengan kacamata Kristus kita akan menemukan Kristus di dalam Alkitab. Dan Kristus yang kita temukan itu akan memerdekakan kita dari belenggu dosa sebab Dialah kebenaran itu sendiri (Yoh 8:31-32; 14:6).
  • Jadi, ketika kita membaca dan mengajarkan Alkitab, kita sendiri dan orang lain akan berjumpa Kristus, Sang Kebenaran itu dan diselamatkan
  • Bapa-bapa Gereja Sebab itu kita perlu membaca Alkitab yang dituntun oleh Bapa-bapa Gereja. Kacamata Kristus ini dibantu atau dibimbing oleh ajaran Bapa-bapa Gereja. Seperti Rasul Paulus menurunkan ajarannya kepada Timotius (2 Tim 3:10) dan Timotius mengajarkannya kepada jemaat (2 Tim 4:2) dan begitu seterusnya sampai sekarang kita memiliki kekayaan ajaran Gereja yang telah turun temurun diajarkan oleh Bapa-bapa Gereja. Sehingga mari kita memberitakan maupun menuliskan firman Allah yang adalah kebenaran itu sehingga banyak jiwa boleh diselamatkan

Kasih Allah Yang Menghidupkan

  • Kita lahir dari Allah karena kasih Allah. Kenapa karena kristus telah memberikan kasih-Nya kepada kita, dengan cara apa kristus memberikan kasih-Nya kepada kita yaitu dengan mencurahkan darah-Nya dan membebaskan kita dari dosa sehngga Dia menderita, disalib, bahwa mati itulah kasih-Nya.
  • Kasih Allah yaitu pengutusan Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia supaya kita hidup oleh Kristus. Kasih Allah yaitu pengutusan Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia supaya kita hidup oleh Kristus.
  • Ketika kita telah menjadi anak-anak Allah karena kasih Allah itu maka kita juga harus saling mengasihi sesama karena setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah (1 Yoh 4:7). Allah adalah kasih sehingga siapa pun yang berada dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia (1 Yoh 4:16). Saling mengasihi membuat kita berada di dalam Allah dan kasih Allah telah disempurnakan di dalam diri kita.
  • Apakah kita bisa mengasihi? Bisa karena kita telah dilahirkan dari kasih Allah itu sehingga ada benih kasih Allah di dalam diri kita. Yang harus kita kerjakan adalah taat pada perintah atau firman Allah yaitu mengeluarkan atau mengerjakan benih kasih itu sehingga terwujud menjadi perbuatan kasih. Jika kita menaati perintah Allah itu yaitu saling mengasihi maka kasih Allah telah menjadi sempurna. Kasih Allah yang sempurna ini akan membuat kita memiliki keberanian percaya / boldness pada hari penghakiman kelak. Kita tidak lagi takut pada penghakiman Allah karena ada kasih Allah yang sudah sempurna di dalam diri kita.
  • Dengan demikian benih kasih yang di dalam diri kita akan semakin sempurna dan pada puncaknya yaitu hari penghakiman itu kita tetap berada di dalam Allah dan berada di dalam kasih Allah untuk mengasihi Allah selamanya.

Tinggal Di dalam Allah

  • Kesucian Moral dan Air Mata adalah Kesucian dari segala dosa dimulai dari pertobatan atau pengakuan dosa kita sehingga Allah akan mengampuni dan menyucikan dosa kita melalui darah Kristus. Tanpa pertobatan sehari-hari dan air mata maka kita tidak hidup dalam kesucian diri.
  • Terang adalah suci atau tidak berdosa. Allah adalah terang maksudnya Allah itu suci, tidak ada dosa atau kegelapan sama sekali. Hidup di dalam terang berarti hidup dalam kesucian moral.
  • Hidup di dalam gelap dikontraskan dengan hidup di dalam terang.
  • St. John Chrysostom menjelaskan betapa pentingnya karunia air mata ini. Dengan kita mengelurkan air mata karena adanya penyesalan, karena air mata sangat penting danBegitu juga dengan kesedihan, karena itu membangun di dalam hati kita, menenggelamkan pikiran kita ke dalam kegelapan, tapi kemudian, ketika kita telah melepaskan semua kepahitannya melalui doa dan air mata yang menyertainya, jiwa itu membawa terang yang besar. Pengaruh Tuhan menyinari jiwa orang yang sedang berdoa, seperti sinar matahari.  Dengan air mata kemanusiaan lama kita akan ditinggalkan dengan adanya pertobatan sehinggakita hidup dengan manusia baru.
  • Air mata yang dicurahkan membuat jiwa kita menjadi tenang dan terang kembali. Tuhan melihat hati yang hancur seperti pemazmur bermazmur, “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah” (Mazmur 51:19). Tuhan Yesus menyebut orang yang berdukacita adalah orang yang berbahagia karena mereka akan dihibur oleh Allah (Matius 5:4).
  • Ketaatan dan Saling Mengasihi. Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8,16) sehingga berada di dalam Allah berarti berada di dalam kasih Allah. Berada di dalam kasih Allah berarti hidup menaati firman Allah. “Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia” (1 Yoh 2:5).
  • Orang yang saling mengasihi adalah orang yang berada di dalam Allah. Sama artinya dia lahir dari Allah dan mengenal Allah sebab di dalam dia telah ada benih ilahi yaitu kasih Allah yang melahirkan baru dia menjadi anak-anak Allah.
  • Kasih Allah yaitu pengutusan Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia supaya kita hidup oleh Kristus. Kasih Allah melahirkan baru kita menjadi anak-anak Allah melalui karya penebusan Kristus yang dicurahkan oleh Roh Kudus sehingga di dalam hati kita ada benih Allah yang hidup. Sebagai anak-anak Allah kita mewarisi benih ilahi yaitu kasih Allah. Kita lahir dari benih kasih Allah sehingga ada kasih Allah di dalam kita. Betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Allah kepada kita sehingga kita disebut anak-anak Allah.
  • Dengan demikian benih kasih yang di dalam diri kita akan semakin sempurna dan pada puncaknya yaitu hari penghakiman itu kita tetap berada di dalam Allah dan berada di dalam kasih Allah untuk mengasihi Allah selamanya.

Kenaikan Kristus Ke Sorga

  • Kenaikan Kristus ke Sorga memberikan kita waktu dan tempat untuk bertumbuh mengikuti jejak Kristus. Kenaikan Kristus ke Surga menjadikan kita Kristus-kristus kecil yang diberi kuasa oleh Roh Kudus untuk mengerjakan perintah Kristus di dunia
  • Kenaikan Kristus ke Surga dan lalu duduk di sebelah kanan Allah menjadi satu bukti bahwa Kristus adalah penguasa (baca Tuhan) baik yang di bumi maupun di Surga (Efe 1:20-23; Kol 1:15-20; 1 Pet 3:22).
  • Kristus adalah Tuhan (Yoh 13:13) sehingga seluruh hidup kita adalah milik Kristus (Rom 1:6; 1 Kor 3:23). Kita memiliki Roh Kristus atau Roh Kudus (Rom 8:9) sehingga kita adalah manusia ilahi atas God-man by grace.
  • Betapa mulianya kita bisa percaya dan menyembah Kristus. Dia adalah Firman Allah yang berinkarnasi, Anak Tunggal Allah, pola ciptaan manusia dan Juruselamat manusia, Jalan untuk membawa manusia kepada Allah, Tuhan dan Pemilik hidup manusia, dan tujuan hidup orang percaya. Sehingga ketika Dia sedang ada di Sorga sekarang merupakan jaminan kita akan menyatu dengan Allah dalam Kristus. Hidup ini memang mulia dan layak dijalani karena kita akan menjadi seperti Kristus yang sempurna di Sorga.

Hukum Allah, Hukum Akal Budi, dan Hukum Dosa

(Roma 7:21-23)

  • Manusia yang merupakan gambar Allah memiliki roh (spirit; pneuma) dan jiwa (soul; psyche) sebagai satu kesatuan, dan tubuh (soma). Soul manusia yang berasal dari nafas atau Roh Allah sifatnya seperti Allah Trinitas yaitu memiliki Nous (seperti Allah Bapa), Logos (seperti Firman Allah), dan Pneuma (seperti Roh Allah).
  • Logos adalah manifestasi dari Nous. Logos adalah reason atau pikiran manusia yang bekerja memerintah otak dan dari otak memerintah anggota tubuh manusia.
  • Seluruh perangkat batin ini tertampung di dalam suatu wadah yang kita sebut sebagai hati (kardia). Di dalam hati atau perangkat batin ini tersimpan berbagai memori manusia yang tertampung di dalam logos manusia.
  • Hati ini ibarat lemari batin (the inner closet) manusia yang di dalam terdapat dua kekuatan besar (Rom 7:21-23) yaitu hukum Allah (seperti superego dalam teori psikoanalisis Sigmund Freud) dan hukum dosa (id) yang berasal dari tubuh atau daging. Tubuh ini memiliki keinginan atau kebutuhannya seperti makan, sex, pakaian, materi atau uang untuk melindungi tubuh, istirahat, refreshing, dan sebagainya.
  • Keinginan tubuh atau daging ini sebetulnya normal atau baik karena memang dirancang oleh Allah demikian. Namun, karena semua manusia telah jatuh dalam dosa (Rom 3:23) sehingga keinginan daging ini melanggar hukum Allah (1 Yoh 3:4) seperti keinginan makan menjadi distorsi dalam wujud gluttony atau keserakahan akan makanan. Perbuatan dosa ini berasal dari keinginan daging dan dosa ini tersimpan menjadi sebuah id yang tersimpan di dalam lemari batin kita.
  • Perangkat batin atau hati kita ini dilindungi oleh Nous sebagai egemonikon atau shield atau pertahanan dari jiwa kita. Nous yang sia-sia yang terpisah dari Allah dan mati ini (Efe 4:17-18; 2:1) ini harus dihidupkan lagi oleh anugerah Allah atau energi ilahi yakni penebusan Kristus (Efe 2:4-5) sehingga roh (spirit) dari Nous ini dibarui dan mengenakan manusia baru yang sesuai kodrat aslinya (Efe 4:23-24). Manusia baru ini berarti Nous ini bisa kembali berhubungan dengan Allah. Nous ini harus mengenakan pikiran Kristus sebab Kristus yang telah menghidupkan Nous ini dari kesia-siaan dan kematian
  • Godaan Iblis –> Nous –> Lemari batin –> Id –> Logismoi –> Keinginan daging/ nafsu –> menyeret dan memikat –> Dosa –> Maut.
  • Nous dan hati harus menjumpai Allah di dalam doa dan berjaga-jaga (nepsis). Maka kita harus berjaga – jaga agar dosa tidak menaungi kita dan kita menjaga hati kita dan terusa memiliki terang dan energi ilahi.
  • Allah –> energi ilahi/anugerah Allah –>Nous –> lemari batin –> Superego (hukum Allah) –> Logos (reason, emotion, desire) yang dikuasai Kristus –> apatheia (ketiadaan nafsu) –> otak –> anggota-anggota tubuh –> kasih
  • Wujud batin yang memiliki pikiran Kristus ini adalah penyaliban daging dengan segala keinginannya dalam bentuk askesis (melatih dan menguasai daging) sehingga mencapai apatheia atau pemurnian hati atau penyucian diri.

Hidup Dalam Keselamatan

  • Di dalam Kristus adalah di dalam keselamatan yaitu mengambil bagian kodrat ilahi  yaitu kita akan diubahkan menjadi sama seperti Kristus akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya dan jika terus bersinergi dengan-Nya.
  • Menjadi sama seperti Kristus dan melihat Kristus adalah keselamatan di dalam Kritus yang sekarang sedang kita kerjakan bersama Allah dalam sinergi bersama Roh Kudus.
  • Mengenal Allah dan Kristus berarti mengenal terang dan kasih Allah sebab Allah adalah terang dan kasih yang terus berada dalam hati kita sehingga kita berada didalam kasih anugrahnya. Sehingga kita adalah hidup dalam kasih. Hidup dalam keselamatan adalah hidup dalam terang. Dan ini berarti kita hidup menyucikan diri dari segala dosa dan kekuatan itu adalah kasih karunia atau rahmat atau anugerah Allah untuk hidup kekal dan mengalahkan dosa kita pribadi. Hidup dalam terang dan kasih adalah hidup di dalam kekuatan atau kuasa ilahi yaitu anugerah Allah. Anugerah Allah bekerja sama dengan mengerjakan keselamatan kita.

Pemurnian Jiwa dan Tubuh

  • Dengan daging dan darah Kristus dalam hati kita atau kita di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita maka kita akan mengalami yang namanya Purification yaitu pemulihan atau pemurnian/penyucian dengan ada juga pertobatan dalam diri kita dan kita meninggalkan manusia lama kita dengan menuju manusia baru.
  • Perangkat batin, hukum dosa, hukum Allah. Manusia yang merupakan gambar Allah memiliki roh (spirit; pneuma) dan jiwa (soul; psyche) sebagai satu kesatuan, dan tubuh (soma). Soul manusia yang berasal dari nafas atau Roh Allah sifatnya seperti Allah Trinitas yaitu memiliki Nous (seperti Allah Bapa), Logos (seperti Firman Allah), dan Pneuma (seperti Roh Allah). Logos adalah manifestasi dari Nous. Logos adalah reason atau pikiran manusia yang bekerja memerintah otak dan dari otak memerintah anggota tubuh manusia. Seluruh perangkat batin ini tertampung di dalam suatu wadah yang kita sebut sebagai hati (kardia).
  • Karena didalam hati juga tersimpan semuanya baik yang jahat maupun yang baik. Hati kita harus kita jaga didalam hati kita disitulah timbul dosa.
  • Proses lahirnya dosa dan maut:

Godaan Iblis –> Nous –> Lemari batin –> Id –> Logismoi –> Keinginan daging/ nafsu –> menyeret dan memikat –> Dosa –> Maut.

  • Doa = Pemurnian nous, logos, pneuma, dan tubuh > Nous atau hukum Akal Budi ini harus berubah dengan pembaruan terus menerus dengan cara berdoa, berjaga-jaga, dan askesis supaya memiliki pikiran Kristus. Nous ini tidak boleh mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya yaitu keinginan daging, mata, dan kesombongan, Nous dan hati harus menjumpai Allah di dalam doa dan berjaga-jaga (nepsis).
  • Diagram Pemurnian Batin dan Tubuh: Allah –> energi ilahi/anugerah Allah yang dibawa oleh Roh Kudus –>Nous –> lemari batin –> menjadi Superego (hukum Allah) –> Logos (reason, emotion, desire) yang dikuasai Kristus – mampu approve kehendak Allah –> apatheia (ketiadaan nafsu) dan melahirkan keinginan Roh à otak –> anggota-anggota tubuh (penyaliban daging dan nafsu) –> ketaatan dalam bentuk kasih

Pikiran dan perbuatan Kristus –> Roh Kudus –> Nous –> lemari batin –> Logos (reason, emotion, desire) –> kehendak Allah –> Keinginan Roh –> buah Roh (kasih).

  • Doa adalah sinergi manusia dengan Allah untuk menjemput energi ilahi atau terang ilahi masuk ke dalam lemari batin atau hati kita sehingga energi Allah itu bisa menerangi hati kita. Hati yang telah diterangi oleh Allah ini membuat perangkat logos atau pikiran, perasaan, dan keinginan kita adalah seturut dengan pikiran Kristus atau kehendak Allah atau keinginan Roh .
  • Perangkat logos ini akan memerintahkan otak supaya anggota tubuh kita dipakai untuk melakukan kebenaran atau menghasilkan buah Roh. Jadi, doa itu adalah sinergi manusia dengan Allah untuk menjemput energi ilahi untuk memurnikan hati atau batin dan daging kita.
  • Sehingga bukan kerja pikiran logos melainkan kerja nous (batin) yang tidak terputus dengan Allah. Jika NOUS tidak terkoneksi dengan Allah, maka NOUS akan dikuasai oleh godaan Iblis. Berdoa itu bukan hanya kerja pikiran kita tetapi kerja NOUS/hati/batin kita.

1. Jiwa kita tidak terputus/terpisah dengan Allah oleh gangguan/ pikiran yang    mengganggu.

2. Jiwa kita terus-menerus diperbaharui oleh Allah

3. Berdoa itu seperti kita berjalan dengan nous kita bersama dengan energi ilahi

4. Secara internel kita mengumpulkan tubuh dan jiwa ini membawa seluruh keberadaan hidup kita dihadapan Allah.

  • Oleh sebab itu kita harus bisa menjinakkan nous kita di hadapan Allah (TAME THE MIND).
  • Jika kita sudah melakukan doa batin ini maka nous kita sudah terkoneksi kepada Allah, maka Allah memberikan anugerahnya, maka daging ini juga ditransformasi bersama dengan jiwa tadi menyatu dengan Allah. Tubuh dan jiwa ini menjadi bait dari Allah (Rasul Paulus mengatakan tubuhmu ini adalah bait Allah), menjadi tempat tinggalnya Allah. Jadi tubuh ini tempat tinggal Allah yang taat kepada hukum Allah.
  • Doa itu adalah transformasi jiwa dan tubuh menjadi seperti Kristus. Kita punya hukum dosa di dalam lemari batin kita namun berkat doa, kita menerima energi atau terang ilahi untuk menerangi lemari batin kita sehingga hukum dosa itu dikalahkan dan kita menaati hukum Allah. Ini adalah proses pemurnian jiwa dan tubuh yang harus kita kerjakan dalam ketaatan

Foundation & Purification

  • Adanya fondasi dalam hidup kita. kita sebagaiman harus memiliki fondasi iman dan benar, dan fondasi itu adalah Kristus sendiri karena nature jiwa kita yang sesungguhnya adalah pada kristus sendiri christ event, yakni suatu karya (works) yang dikerjakan oleh creotion / penciptaan , keselamatan, menunggal dengan kristus.
  • Fondasi kita sebaagi orang percaya ialah fondasi kristus yaitu Firman Allah karena melalui Dialah sehingga ada penebusan. Karena orang yang telah berdosa maka kristus datang kedunia ini untuk menebus kita sehingga kita telah hidup baru, jadi kita harus memiliki fondasi yang sangat kokoh.
  • Sehingga kita memiliki iman yang kuat dan dosa kita harus kita salibkan karena kita telah menjadi manusia baru. Dan kita juga TAAT karena karena kita hidup dibawh kasih karunia Allah. Sehingga kita menjadi anak – anak terang yanng terus bercahaya di depan orang mereka melihat perbuatan baik dan memuliakan Allah.
  • Purification dengan daging dan darah kristus kita akan mengalami yang namanya purification yaitu pemuluhan atau permurnian / penycuian dimana kristus telah mencurahkan darah-Nya kepada kita dari dosa – dosa kita sehingga kita mengalami yang namanya purification dengan adanya benih ilahi itu kita pikiran kristus dan bertobat.
  • Dan meninggalkan manusia lama kita dan menuju pada manusia baru kita sehingga kita serupa dengan kristus. Karena manusia merupakan gambar Allah memiliki roh dan jiwa. Dan kita juga memilik nous Allah ,logos. Sehingga keinginan kita benar – benar kita salibkan.
  • Transforming, jika kita melakukan bertapa batin ini maka kita sudah terkoneksi kepada Allah memberikan Anugrahnya, maka daging ini juga transformasi bersama jiwa kita dengan jiwa kristus.

Askesis Menurut St. Gregory Palamas

Ia menuliskan demikian, “The only soul that possesses intelligence is the human soul, and this is not celestial, but supracelestial, not because of its location but because of its very nature, for its essence is noetic.”[1] Satu-satunya yang memiliki kecerdasan jiwa adalah manusia yang tinggal dan hidup di bumi. Bukan hanya sebagai naturnya tetapi sesuai dengan keberadaannya. Jadi, manusia mendapat tempat yang mulia di mata Allah karena memiliki jiwa yang dapat menjadi tempat kediaman Allah dan dapat terhubung dengan-Nya. Sebab, jiwa bersifat kekal dan ciptaan lainnya tidak. .[2] Allah yang memenuhi alam semesta ini adalah Allah yang hebat karena menciptakan manusia dan memberi kecerdasan jiwa. Sehingga dapat memahami belas kasih dan pengorbanan-Nya bagi manusia yang telah rusak gambar dirinya karena dosa. Jadi, orang percaya harus memahami hal ini. Bahwasannya manusia diberi kecerdasan jiwa untuk dapat mengerti hal baik dan hal buruk. Lebih jelas lagi, Ia menuliskan demikian, 3 Manusia yang memiliki kecerdasan jiwa dapat menimbulkan