INSPIRASI KALBU II
MISKIN
DI HADAPAN ALLAH
- kita
merendahkan diri kita kepada Tuhan bukan dengan kekayaan duniawi adalah pemuas
utama kebahagiaan hidup kita sehingga fokus hidup tanpa kita sadari beralih
pada apa yang kita kejar bukan lagi pada tujuan atau makna hidup sesungguhnya.
Karena kekayaan tidak dapat menyelamatkan kita.
- tujuan hidup
orang yang beriman/ parcaya pada Kristus (believe in Christ)? Tujuan utamanya
adalah menyatu dengan Allah dalam Kristus di dalam Kerajaan Allah sehingga kita
menjadi seperti Allah. Dengan mencari dahulu kerajaan Allah dan memiliki
Kristus dalam hidup kita, kita harus menyempel kepada Kristus karena tanpa
Kristus kita tidak berbuat apa –apa sehingga kita masih dikuasai oleh dosa.
- hidup kita
berpusat kepada Kristus jika kita dekat dengan KRISTUS kita semakin dekat
denhan-Nya atau serupa dengan –Nya jika kita tidak dekat dengan-Nya maka kita
masih di kuasai dalam dosa. jadi kita harus dekat dengan Kristus, kita harus
merendahkan diri dihadapan Tuhan dengan cara apa;
- Taat kepada
Kristus
- Tidak sombong
dengan kekayaaan
- Membaca
Alkitab
- Berdoa
- Berbuat baik
dll.
- Orang kudus
harus menyalibkan dosanya. Karena tuhan telah menebus kita dari berbagai dosa
maka kita harus meminta pengampunan dari Tuhan sehinnga kita sama dengan
Kristus.
Hati
(Kardia)
- 3 kemampuan
yang dirancang Allah yaitu untuk mengenal Allah dengan NOUS; mengasihi dan
rindu pada Allah dengan Hati itu sendiri; dan memilih secara bebas untuk
mengikuti Allah dengan Kehendak atau Kemauan. St. Maximus the Confessor
menyatakan tentang hati dengan ungkapan begini, “Tujuan dari NOUS adalah
untuk memiliki pengetahuan akan Allah. Tujuan perasaan-batin adalah untuk
merindukan dan mengasihi Allah, dan tujuan kehendak adalah kemauan untuk
melakukan apa yang diperintahkan Allah.”
- Hati uang penerimaan akan kristus, karena hati
tempat tinggal Roh kudus. Jika kita dapat memelihara yang baik maka kita
memliki roh kudus yang dikaruniakan kepada kita untuk menyalibkan dosa kita dan
jika kita memiliki hat yang tdak baik maka Hati yang sama ini pula dapat
menjadi tempat roh-roh jahat atau Iblis (Kisah Para Rasul 5: 3).
- Sebab dari
dalam HATI ORANG yaitu dari alam bawah sadar, bukan pikiran yang sadar, timbul
segala pikiran jahat, perjinahan, pembunuhan … semua hal jahat ini TIMBUL
DARI DALAM dan MENAJISKAN ORANG” (Markus 7: 21-23). Namun demikian, dari alam
bawah sadar yang sama ini yang terkubur di dalam hati/kalbu kita juga telah
mewarisi banyak hal yang baik misalnya suara hati nurani, rasa akan yang baik
dan yang benar (Roma 2: 14-15), pengetahuan akan Allah (Roma 1:19) dan
lain-lain.
- hati/kalbu
sebagai berikut, “Sarana untuk menerima kasih karunia/rahmat Allah yaitu
energi ilahi; tempat hadirat hidup Ilahi di mana kita berjumpa dengan Allah dan
manunggal dengan Allah sehingga menjadi sosok yang terintegrasi (utuh dan
bulat) dan transfigurasi (diubahmuliakan).” Ini adalah seni hidup rohani
yaitu untuk menjadi sadar akan “harta karun yang terpendam di dalam
hati,” untuk menjadi sadar akan hadirat Allah yang nyata namun tak dapat
dipahami di dalam hati/kalbu, dan seni ini didayagunakan dengan mendorong akal
budi yang bebas dari pemikiran-pemikiran atau khayalan-khayalan jahat yang
berasal dari luar untuk “turun” ke dalam hati/kalbu dan dengan
demikian menjadi sadar akan hadirat Ilahi yang tersembunyi di sana.
- St. Macarios
menuliskan, ” Di dalam hati/kalbu ada satu kedalaman (Mazmur 64:7) yang
tak dapat dibayangkan. Ada ruang resepsi dan kamar tidur di dalamnya,
pintu-pintu dan jendela-jendela, serta banyak kantor-kantor dan jalan-jalan. Di
dalamnya adalah lokakarya kehidupan benar dan juga kejahatan. Di dalamnya ada kematian,
di dalamnya ada kehidupan … hati adalah istana Kristus. sana Kristus Sang Raja datang untuk beristirahat,
dengan para malaikat dan roh para orang kudus, dan Dia
tinggal di sana, berjalan di dalamnya serta menempatkan kerajaan-Nya di
sana.”
Anugerah
+ Iman
- Kasih karunia
atau anugerah Allah adalah energi ilahi yang menyalurkan karya Kristus oleh Roh
Kudus dalam manusia dengan memperoleh kasih karunia.
- Anugerah dan
Iman merupakan sinergitas antara Allah dan manusia dalam karya keselamatan yang
telah dikerjakan oleh Kristus dan disalurkan oleh Roh Kudus dan wujud perbuatan
baik karena iman itu diberi hidup oleh energi ilahi.
- Jika kita mau
di selamatkan kita harus beriman dan man yang kuat sehingga kita serupa dengan
Allah.
- Anugrah dan
iman harus tidak bisa di pisahkan karena tanpa Anugerah kita tidak dapat
keselamatan begitu pula dengan iman. Jadi Anugrah dan iman harus bekerja sama
sehingga mendatang keselamatan.
- Ketaatan
merupakan hasil karya iman kita kepada Allah dalam persekutuan kita dengan Roh
Kudus yang memberi energi ilahi itu kepada iman sehingga menjadi iman yang
hidup. Tanpa kasih karunia Allah yang dibawa oleh Roh Kudus maka tidak ada
keselamatan karena tidak ada energi ilahi yang menghidupkan iman itu untuk
diselamatkan sebab semua manusia telah mati karena dosa-dosanya.
- Kita harus
bersenergi dengan Kristus karena Kristus terang dalam hidup kita.
Hidup
Di bawah Kasih Karunia Allah
- Hidup di
bawah kasih karunia Allah (Roma 6:14) artinya roh jiwa tubuh kita dihidupi oleh
energi ilahi melalui Roh Kudus di dalam doa sehingga iman yang merupakan hasil
kerja roh jiwa dan tubuh itu menjadi hidup oleh energi ilahi dalam wujud
perbuatan baik yang sesuai dengan kebenaran Allah. Inilah artinya kita tidak
lagi hidup dikuasai oleh nafsu dan dosa melainkan oleh kasih karunia Allah yang
merupakan energi ilahi yang memberi hidup pada iman kita yang telah mati. Kita
memilik energi ilahi agar iman kita tidak mati sehingga nafsu tidak mengusai
kita maka kita harus memiliki iman yanh sangat kuat, kita harus menempel dengan
kristus dan manunggal dengan Allah
supaya energi atau kasih karunia itu terus mengalir di dalam diri kita, kita
tetap berdoa kepada kristus agar dosa tidak mengusai kita.
- Energi ilahi
akan mengalir ke dalam hati oleh Roh Kudus (Roma 5:5). Hati menjadi tempat yang
sentral bagi anugerah Allah.
- Bapa Gereja
Makarios dari Alexandria menulis, “Hati adalah suatu benda kecil, tetapi
segala sesuatu terkandung di dalamnya; Allah ada di sana; para malaikat ada di
sana; dan di sana juga ada hidup, dan kerajaan, kota-kota surgawi dan
harta-karun dari kasih-karunia/ rahmat.” Dimitri dari Rostov mengatakan,
“Manusia perlu menutup dirinya dalam ruang kedalaman/ruang batiniah dari
hatinya, lebih sering daripada perlunya dia pergi ke Gereja: serta mengumpul-satukan
segenap pikirannya disana, di hadirat Allah, berdoa kepada-Nya di dalam
ketersembunyian/ kerahasiaan dengan segenap kehangatan roh dan dengan iman yang
hidup.” Hati adalah ruang pengantin di mana kita harus bertemu Tuhan dan
Juru Selamat kita, Pengantin Pria dari jiwa kita. Di mana lagi kecuali di dalam
hati kita akan temukan Taman Eden di mana Adam berjalan-jalan dengan Allah?
- Hati manusia
adalah suatu rumah doa di mana doa yang dapat terus menerus dipersembahkan
kepada Allah karena melalui doa kita
adalah memperoleh energi ilahi sebagai kalori atau bahan bakar bagi iman untuk
berbuah kasih. Dan kita tidak hidup di dalam dosa.
- Energi itu
akan menuntun kita masuk ke dalam kedalaman iman kita sendiri dan pada akhirnya
nanti kita akan terhisap masuk atau manunggal dengan Allah itu sendiri
(Theosis).
- Apa tandanya
kita telah memperoleh energi ilahi itu? yaitu seperti api yang terus nyala
begitu pula hati kita harus tercurah roh kudus.
- Bapa Gereja
Theophan Sang Penyendiri menulis, “Belajarlah untuk mengerjakan segala
sesuatu sedemikiam rupa sehingga itu menghangatkan hati bukannya
mendinginkannya. Apakah engkau membaca atau berdoa, bekerja atau berbicara
dengan orang lain, engkau harus berpegang teguh pada satu tujuan ini yaitu
untuk tak mengijinkan hatimu tumbuh menjadi dingin. Jagailah agar tungku
batinmu selalu panas dengan selalu mendaraskan suatu doa pendek dan
berjaga-jagalah atas perasaanmu kalau-kalau itu akan menghilangkan kehangatan
ini.”
- Apakah nyala
api yang memelihara “tungku batin” ini panas? Itu adalah Roh Kudus
yang kita terima pada waktu baptisan. Jika hati kita nyala maka memiliki roh
kudus dan bersinergi dengan kristus dan hidup dibawa krstus dan jika hati kita
padam maka kita hidup didalam dosa.
- St. Nikodemos
mendorong kita untuk menyelamatkan percikan api yang tinggal dalam bara sejak
baptisan; dengan mengkipasi-kipasinya menjadi nyala api melalui doa,
keterpusatan perhatian batiniah, dan askesis atau mati raga. Oleh karena itu,
kita harus menyala dalam roh (Roma 12:11).
Egemonikon
Dan Logismoi
Dalam Egemonikon dan logismoi di ceritakan tentang dosa dan anugrah,
hidup didalam dosa adalah hidup tidak taat masih memiliki kedagingan atau hawa
nafsu. Orang yang hidup didalam dosa tidak memiliki keselamatan dan tidak hidup
dibawah kasih karena tidak bernepsis. Bagaimana cara kita hidup didalam kasih
agar dosa tidak menguasai diri kita yaitu
- Membaca
Alkitab
- Beribadah
- Berdoa
- Berbuat baik
- Memiliki
energi
- Nepsis
- Meninggalkan
manusia lama
Cuma itu cara hidup
didalam kristus. Krstus berinkarnasi menjadi manusia hanya menebus dosa – dasa
kita agar kita hidup didalam anugrah Dia rela berkorban, menderita, bahkan mati
di atas kayu salib. Maka kita harus hidup didalam kasih atau anugrah. Dan kita
harus menguasai hati kita agar hati kita tidak dikuasai oleh dosa. seperti
Pikiran Kristus melalui doa batin, askesis, nepsis, tears dan pertobatan,
membaca dan mendengar Firman, dan liturgi gereja. Jika hati kita tidak bisa
dijaga oleh Pikiran Kristus atau egemonikon ini maka akan melahirkan
pikiran-pikiran jahat atau logismoi maka kita masih memiliki kedagingan untuk
itu marialah kita memiliki kristus dalam hidup kita dan hidup dibawah kasih
berjaga-jaga dan memiliki pikiran kristus dan kita harus menyalibkan
kedangingan kita agar hidu kita seturut dengan kasih dan menjaga hati ini
supaya tetap tersuplai energi ilahi melalui penjagaan egemonikon dalam doa dan
berjaga-jaga.
Martyr’s Spirit
Kasih kristus tidak bisa dibayar oleh siapapun Dia berinkarnasi menjadi
manusia hanya untuk mati di atas kayu salb kenapa? Hanya demi menebus dosa-
dosa kita. dengan kematian-Nya mengalahkan dosa, Iblis,
dan maut adalah Philanthropy’s Allah. Karena kasih Allah sehingga ada Inkarnasi
Firman untuk keselamatan manusia. Dan
Dia menjadi telada bagi kita agar kita hidup di bawah kasih karunia Allah
karena iman kita kepada Kristus dan dampaknya adalah kita memiliki hati yang
terus bersinar atau diterangi oleh energi ilahi yang dibawa Roh Kudus ke dalam
hati kita. dan kita harus hdup didalam terang dan terus bersinergi dengan
kristus agar dosa kita tidak menguasai kita dan kita harus benar- benar
menyalibkan dosa kita agar kita hidup dibawah terang dan bersinergi dengan
kristus.
Christocentric
Bagaimana kita Membaca dan memahami Alkitab adalah membaca Kristus dan memahami Dia
sehingga betul yang ditulis Rasul Paulus bahwa landasan iman kita adalah
Kristus (1 Kor 3:11) dan kita harus membangun di atas dasar Kristus. Sebab itu
mengenal Kristus di dalam Alkitab menjadi sesuatu yang sangat fundamental dalam
hidup ini. Dan jangan salah paham kita tentang injil jika orang lain memberikan
injil kepada kita jangan kita terima injil tersebut jika tidak sesuai dengan
ajaran kita Hal ini menandakan bahwa tidak ada yang bisa menggantikan Kristus
sebagai Injil itu sendiri sebab Dialah yang berinkarnasi yang sekaligus
menyatakan Allah Tritunggal itu.
Christ as the Image
of Man Dan ini hanya bisa dicapai dengan pengalaman
pribadi bersama Kristus melalui Gereja yang berabad-abad telah mengajarkan
Injil dan ajaran Kristus yang sejati. Para Bapa Gereja menjadi teladan iman
bagi kita (Ibr 13:7; 12:1). Dan dengan meneladi para Bapa gereja karena
merekalah yang menjadi latihan atau disiplin rohani untuk semakin mengenal
Kristus dan membangun di atas dasar Kristus dan untuk itu marilah kita lebih
mengenal kristus didalam hidup kita secara pribadi dan memiliki iman dan
membaca Alkitab.
The Cross as the Way
of Christ Kristus yang menjadi landasan iman dalam
hidup kita bukan hanya menerima ajaran bapa gereja setiap hari minggu tetapi
dengan perbuatan kita sehari – hari, dan orang yang tidak memiliki iman maka
hidupnya sama seperti orang fasir. Kristus adalah hati Kitab Suci, pusat ibadah
gerejawi, Dan iman tanpa perbuatan
kakikatnya mati jika hanya imn yang kita miliki tanpa perbuatan maka hidup ini
sia –sia maka kita harus memiliki hati yang beriman.
Kristus: Inkarnasi
dan Kitab Suci
Keselamatan adalah
Kristus sendiri karena kristus hanya Dia yang dapat menyelamatkan orang berdosa
Menjadi seperti Kristus berarti mengalami keselamatan yakni pemuliaan atau
theosis yaitu mengenakan manusia baru dan tubuh kebangkitan yang tidak akan
bisa binasa sehingga kita bisa ambil bagian dalam kodrat ilahi (2 Pet 1:4). Dan
kristus berinkarnasi menjadi manusia untuk menyelamatkan kita dan dengan cara
apa kristus menjadi manusia melaui Firman Allah itu berinkarnasi menjadi
manusia, Kristus adalah Firman Allah yang berinkarnasi supaya Dia bisa menjadi
pengantara antara Allah dan manusia untuk menyelamatkam kita yang penuh dosa
maka kristus berinkarnasi menjadi manusia karena hanya itu cara-Nya
menyelamatkan kita kenapa karena kita memiliki daging maka Dia berinkarnasi
menjadi manusia.
Intelek dan Apatheia
Dia sendiri selalu
berjaga-jaga dan mengasihi Allah sehingga segala stimulan yang datang dapat
diresponi dengan memandang kepada Allah dan kita harus berada didalam terang.
Orang yang tidak hidup didalam terang adalah orang yang hidup didalam daging
dan orang yang hidup didalam terang adalhah orang yang hidup kepada kristus karena
kristus penyelamat kita. maka kita harus hidup didalam terang dan kita harus
menjaga intelek atau akal budi (NOUS) mereka dari serangan atau godaan Iblis
sehingga hidup di dalam kekudusan sehingga kita dapat menyalibkan kedangngan
kita atau hawa nafsu kita sehingga kita semua bisa menjaga intelek ini selalu
di dalam terang dan energi ilahi.
Deifikasi: Kasih
& Terang
aliran kasih di dalam
Allah Trinitas dan kita diciptakan menurut gambar-Nya dan Allah ada di dalam
hati kita sehingga hidup kita juga tinggal di dalam kasih. Orang yang memiliki
kasih seperti kristu memiliki kasih. Kasih seperti apa yaitu Dia rela
mengorbankan diri untuk kita itulah kasih Bapa dan kita harus memiliki kasih
dmulai dari mana yaitu dari hati kita +kristus+sesama kia. Deifikasi dan
Terang Allah itu kasih sehingga
mencapai deifikasi adalah mencapai kasih. Perbuatan kasih adalah perbuatan
terang sebab Allah adalah terang. kalau tidak ada terang maka dunia ini akan
gelap artinya masih hidup didalam dosa dan kalau ada terang maka kegelapan akan
diterangi maka kita harus hidup didalam terang dan terus bersinergi kepada
kristus karena kristus adalah pola penciptaan kita di dalam matius 11:34-36
mata adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu. 35
karena itu perhatkanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan.
36, jika seluruh tubuhmu terangdan tidak ada bagin yang gelap, maka seluruhnya
akan terang, sama seperti apabila pelta menerangi engkau dengan cahayanya.
Natal: Inkarnasi dan
Deifikasi
Natal bukan hanya
perayaan kelahiran Kristus tetapi juga suatu peringatan bagi kita supaya kita
belajar menjadi seperti Kristus atau Allah melalui pengerjaan keselamatan kita
dengan takut dan gentar yang pada akhirnya kita akan mencapai pengilahian atau deifikasi
(Theosis). Sudahkah Kristus lahir di dalam hati kita? Firman datang menjadi
Kristus supaya manusia dapat menjadi seperti Kristus. Allah menjadi manusia
supaya manusia dapat menjadi seperti Allah. Dan agar manusia itu taat dalam
doa, askesis, nepsis (kewaspadaan), dan pertobatan setiap hari. Inilah tujuan
utama kita memperingati Natal. Menjadi seperti Allah (Deifikasi) berarti
mengalami kasih karunia Allah sebab dengan aliran kasih Allah yang dicurahkan
oleh Roh Kudus ke dalam hati manusia (Rom 5:5) maka rohnya yang dahulu mati
(Efe 2:1-2; 4:17-18) sekarang menjadi hidup atau lahir kembali (Yoh 3:5)
menjadi manusia baru yang terus menerus diperbarui (Kol 3:10) sampai mencapai
kedewasaan penuh atau kesempurnaan seperti Kristus (Efe 4:13) sehingga dapat
ambil bagian dalam kodrat Ilahi (2 Pet 1:4) dan menjadi makhluk terang atau
cahaya dalam Kerajaan Allah (Mat 13:43). Bagaiman kita menerima kasih karunia
Allah yang telah dicurahkan kepada kita maka kita harus hidup bersama dengan
Dia dan menjadi anak terang dan terus bersinergi dengan Dia sehinnga roh kudus
dicurahkan kepada kita. Roh kudus itu tercurah dalam hati kita. maka kita harus
sampai mencapai kedewasaan penuh atau kesempurnaan seperti Kristus. Jadi kita
harus meninggalkan manusia lama kita menuju manusia baru sehinnga anugerah atau
energi ilahi ini kita menjadi terang dan terus memancarkan dalam hidup kita
maka kita harus memiliki dan kasih karunia Allah.
The Spiritual Steps
isi kehidupan rohani
itu? Yang pertama adalah fase praktis dan yang kedua adalah fase kontemplatif.
- Fase praktis
melibatkan tindakan yang membantu orang percaya mengatasi keterikatan mereka
terhadap gairah atau nafsu dan semakin belajar mempraktikkan kebajikan yang
menuju kasih atau cinta. Tujuan dari fase ini adalah terbebas dari nafsu.
Pikiran harus dibersihkan dan menjadi tidak memihak sehingga bisa berlanjut ke
tahap terakhir yakni kontemplasi yang tidak terganggu oleh hasrat. Orang yang
masih hidup di dalam kedangingan karena memiliki kehendak yang bebas sehingga
pikiran yang bersih menjadi tidak terganggu oleh hasrat Fase praktis ini adalah
latihan atau askesis diri melawan keinginan daging dan mengejar kasih atau
kebajikan. Dengan kasih memakai kehendak bebas untuk mengejar kebaikan dan
melawan dosa yang timbul dari hati.
- Fase
kontemplatif adalah fokus secara eksklusif pada Allah. Ini adalah
“reintegrasi, persekutuan dan kesederhanaan.” Pikiran menjadi kosong,
dibersihkan dari nafsu, senyap dengan kedamaian dan ketenangan untuk menerima
pengetahuan ilahi. Pemikiran kita harus bersih dan tidak memiliki kedagingan
atau hawa nafsu.
- Fase ini
adalah fase mengenal Allah lebih dalam masuk ke dalam batin kita. Membersihkan
pikiran dan hati (Katharsis), berjaga-jaga hati dan pikiran (Nepsis), dan
kontemplasi atau mendengarkan Allah berbicara dalam hati (Hesyschasm) adalah
fase untuk berjumpa dan menyatu dengan Allah seperti kata Yesus,
“Berbahagialah orang yang suci hatinya karena dia akan melihat
Allah.” Bagaimana kita menerima kristus didalam hidup kita, kita harus benar
benar menyalibkan keinginan kita menyatu dengan kristus.
Manusia Baru:
Manusia Pneumatikos
kuduskanlah Kristus di
dalam hatimu sebagai Tuhan! Menguduskan Tuhan dalam hati seseorang adalah jiwa
dan roh dalam diri manusia. Dia yang memberikan nafas hidup. Kasih dan Kebajikan-kebajikan karena kristus
itu adalah kasih Dia yang menciptakan kita serupa dengan-Nya. Dan Manusia
terdiri atas roh, jiwa, dan tubuh. Dalam membangun manusia batiniah yang
menjadi rohnya atau esensi terdalamnya adalah menguduskan Allah. Lalu jiwanya
atau ekspresi horisontalnya adalah mengasihi sesama dan anggota-anggota tubuh
yang nampak adalah bermacam-macam bentuk perbuatan baik atau kebajikan yang
nyata. Dalam hidup manusia memiliki tempat roh kudus untuk bersinergi dengan
Allah untuk tidak hidup dengan kedagingan. Sebagai manusia baru harus
meninggalkan manusia lama menuju manusia baru dan kita harus manunggal dengan
Allah supaya energi atau kasih karunia itu terus mengalir di dalam diri kita.
dan memperoleh energi
ilahi Belajarlah untuk mengerjakan segala sesuatu sedemikiam rupa sehingga itu
menghangatkan hati bukannya mendinginkannya sehingga memuliakan Allah.
Three Methods of
Prayer by St. Symeon the New Theologian
- doa yang
dipanjatkan dengan cara memusatkan pikiran (intelek) kepada hal-hal yang ilahi
atau surgawi, kebenaran, keindahan, dan pikiran-pikiran yang pernah didengar
dari Kitab Suci. Doa ini mengungkapkan kerindukan kehidupan surgawi. Namun
harus berhati-hati karena ini hanya di dalam pikiran dan belum menjadi
kenyataan.
- yang harus
dilakukan yaitu menarik pikirannya dari hal-hal indah dan benar tadi kepada
pemusatan diri sendiri, mewaspadai indranya, mengumpulkan seluruh pikirannya,
memikirkan kesia-sian hidup dan mencoba memulihkan pikirannya dari jeratan
nafsu. Doa ini ibarat berjuang sendiri melawan musuh di malam hari. Dia
mendengar suara musuh dan dilukainya namun tidak bisa melihat dengan jelas
wajahnya, dari mana dia berasal, dan apa tujuannya. Inteleknya berada dalam
kegelapan dan terus menerus diserang oleh musuh. Doa ini lebih baik daripada
doa yang pertama namun tidak akan mencapai doa yang sempurna jika tidak
melakukan yang ketiga yakni memurnikan hati dan intelek. Kemurnian hanya bisa
dicapai dengan ketaatan. Ketaatan pada Allah, bapa rohani, sesama, dan pada materi.
Ketaatan atau kebajikan ini akan terjadi jika kita selalu berjaga-jaga dalam
doa. Intelek kita menjaga hati tetap murni di dalam doa.
- Berjaga-jaga
terhadap nafsu dan serangan Iblis. Itulah permulaan. Lalu selalu menghangatkan
hati dengan nyanyian Mazmur. Kemudian berdoa senantiasa. Dan terakhir masuk
dalam kontemplasi atau keheningan.
Psuchikos
Anthropos.
Psuchikos anthropos
adalah manusia yang hidupnya ada pada level kemampuan manusia alamiah (natural
human ability). Manusia alamiah adalah manusia yang hidup dalam segala hal
seperti menolak kristus, bersifat duniawi, nafsu dan lain- lain itulah manusia
almiah. Manusia Psuchikos harus dilahirkan kembali dalam Kristus menjadi
manusia baru. Dikatakan manusia baru adalah orang yang meninggalkan manusia lama
dan menuju manusia baru. Dan menyalibkan segala dosanya dan menrima kristus
didalam hidupnya. Perubahan yang paling dibutuhkan saat ini adalah pada diri
kita sendiri. Jika manusia tidak berubah; kecuali dia lahir dari atas; kecuali
jika dia menggantikan keegoisan dengan cinta, semua perubahan sains tidak ada
gunanya. Sesungguhnya mereka hanya akan mempercepat kehancurannya. Kita harus
menjadi manusia pneumatikos yang hidupnya ada pada level anugerah yakni
senantiasa diberi Energi Ilahi (empowered by Divine Energy) dan mengalami
proses pengudusan terus menerus sampai mencapai keserupaan seperti Kristus.
Sarkikos Anthropos
Sarkikos anthropos
adalah manusia kedagingan atau manusia duniawi karena tidak memiliki terang
dalam hidup maka dosa masih menguasai dirinya tidak bersinergi dengan kristus.
Maka kita harus memiliki iman dalam hidup yang sangat kuat dan mengetahui yang
benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai
dengan kepenuhan Kristus. Sehingga kita menjadi manusia baru dan semakin
bertumbuh dalam kerohanian dan juda adanya pertobatan akhirnya akan sempurna
seperti Kristus sehingga serupa dengan kristus Dan ini dikerjakan seumur hidup
kita melalui hidup yang dipimpin Roh Kudus dalam pertobatan sehari-hari.
Lust of Flesh
Proses lahirnya nafsu
daging dan dosa bisa dijelaskan seperti ini:
1. Selalu ada serangan
atau godaan (PEIRASMOS) dari Iblis yang menyerang NOUS kita,
2. NOUS dan PEIRASMOS
berdialog dan jika kalah,
3. godaan Iblis ini
akan menguasai hati (KARDIA) kita (Kis 5:3; 1 Pet 5:8; Efe 6:11),
4. sehingga dari hati
yang dikuasai Iblis timbul segala pikiran (DIALOGISMOI) jahat (Mar 7:21; Mat
15:19). DIALOGISMOI ini merupakan bagian dari NOUS tadi.
5. Pikiran yang jahat
ini akan memunculkan keinginan atau nafsu (lust; passion; EPITHUMIA) yang jahat
dan jika keinginan itu dibuahi maka akan melahirkan dosa (Yak 1:14-15) artinya
jika keinginan itu dilakukan oleh aku yang sadar maka melahirkan dosa.
Dan kit memiliki Nous
karena nuos adalah pemimpin dan penguasa dari pribadi seseorang. Namun demikian
karena kejatuhan manusia “nous” telah terlukai dan sekarang tunduk kepada
“EPITHUMIA” atau “Hawa Nafsu” (Gal 5:24), oleh keinginan-keinginan yang
dipaksakan, oleh nafsu-nafsu yang amat berkuasa dalam diri manusia. Hanya
dengan Kasih-Karunia/ Rahmat Allah yaitu Energi Ilahi saja yang disertai
“ASKESIS”. Jika kita menrima energi ilahi maka kita akan menyalbkan dosa – dosa
kita. kenapa Kristus telah menebus kita dalam dosa Dia mati+salib+di
kuburkan+bangkit karena Dia mengalah maut, maka kita harus melawan kedagingan
kita. maka kita harus memiliki Roh Kudus menyalurkan karya penebusan Kristus
melalui energi Ilahi (anugerah/kasih karunia Allah) yang melahirkan baru roh
kita sehingga kita menjadi manusia baru (Yoh 3:5-6). Lahir baru ini merupakan
pembaruan roh kita yang berisi NOUS (Efe 4:23) sehingga NOUS kita yang
diperbarui oleh Roh Kudus tadi. Roh Kudus memperbarui NOUS (Intellect) yang
merupakan inti roh manusia sehingga kita dapat mengenal kehendak Allah (Rom
12:2) dan mempersembahkan tubuh kepada Allah sebagai persembahan yang hidup,
kudus, dan berkenan (Rom 12:1) yakni menyerahkan anggota-anggota tubuh kepada
Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran (Rom 6:13) melalui penyaliban
daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal 5:24).
Natural, Flesh, and
Spiritual Man
tentang tiga istilah
yang digunakan di dalam Alkitab dalam kaitannya dengan sifat atau natur manusia
sebagai gambar dan rupa Allah.
- Psuchikos
Anthropos manusia kedagingan atau manusia duniawi (man
of flesh) yang hidupnya ada pada level kedagingan yakni dikuasai nafsu dan dosa
(empowered by the flesh, sin, and lust). Karena kenapa manusia memiliki manusia
lama, tidak memiliki iman dan masih memiliki kehendak sendiri. Didalam hidupnya
tidak memperoleh terang dan tidak mau bersinergi dengan Kristus maka kedagingan
atau hawa nafsu masih menguasai dirnya, atau sama di katakan manusia lama.
- Mature Menjadi dewasa artinya meninggalkan sifat kekanakan dan bertumbuh ke
arah Kristus. Orang yang hidup dibawah kasih anugrah Allah dan terus memperoleh
terang dalam hidupnya dan yang telah menuggal dengan Allah dan Sampai kita semua telah mencapai kesatuan
iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan
tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus (Efe 4:13).
- Renewal Dalam perjalanannya kehidupan spiritual kita harus berjuang menghadapi
Iblis dan dosa karena roh dan tubuh ini masih dalam perjuangan atau perjalanan
menuju Theosis yakni mengerjakan keselamatan itu sampai kita dibangkitkan
dengan mendapat tubuh kebangkitan yang mulia dan menyatu dengan roh yang telah
dewasa menyerupai Kristus. Adanya perubahan dalam diri kita dan kita
meninggalkan manusia lama kita dan menyalibkan dosa kita dan kita harus
berjuangan melawan dosa kita dengan cara apa yaitu Membaca Alkitab Beribadah +Berdoa +Berbuat
baik +Memiliki energi+ Nepsi +Meninggalkan manusia lama + thosis+ Nous (SEPERTI
PIKIRAN KRISTUS).
- Mari kita
hari demi hari mengosongkan diri kita dari nafsu daging.
- Kasih dan Kebajikan-kebajikan; kita ciptaan kristus serupa dengan-Nya karena Manusia terdiri atas roh, jiwa, dan tubuh. Dalam membangun manusia
batiniah yang menjadi rohnya atau esensi terdalamnya adalah menguduskan Allah.
Lalu jiwanya atau ekspresi horisontalnya adalah mengasihi sesama dan
anggota-anggota tubuh yang nampak adalah bermacam-macam bentuk perbuatan baik
atau kebajikan yang nyata.
- Manusia Pneumatikos menjadi
manusia batiniah yang mengaplikasikan kasih kepada Allah dengan segenap hati,
jiwa, akal budi, dan kekuatan.
- Pneumatikos
anthropos adalah manusia rohani yang menerima dan memahami hal-hal yang berasal
dari Roh Allah, menilai segala sesuatu, memiliki pikiran Kristus.
- roh jiwa
tubuh kita dihidupi oleh energi ilahi melalui Roh Kudus di dalam doa sehingga
iman yang merupakan hasil kerja roh jiwa dan tubuh itu menjadi hidup oleh
energi ilahi dalam wujud perbuatan baik yang sesuai dengan kebenaran Allah.
Inilah artinya kita tidak lagi hidup dikuasai oleh nafsu dan dosa melainkan
oleh kasih karunia Allah yang merupakan energi ilahi yang memberi hidup pada
iman kita yang telah mati.
Apatheia:
Ketersapihan Hawa Nafsu
Buah
perjuangan melawan hawa nafsu adalah suatu keberadaan kasih karunia atau rahmat
yang positif yaitu karya energi Ilahi di dalam hati sehingga kita bisa melawan
nafsu kita maka kita harus meminta roh kudus dari kristus sehingga kita bisa
menyalibkan haw nafsu dan kita hidup dibawah kasih karunia Allah dan terus
bersinergi dengan Dia kita tidak hidup dalam dosa lagi,dengan Apatheia adalah hidup di bawah kasih karunia
Allah (Rom 6:14) yaitu roh jiwa tubuh kita dihidupi oleh energi ilahi melalui
Roh Kudus di dalam doa sehingga iman yang merupakan hasil kerja roh jiwa dan
tubuh itu menjadi hidup oleh energi ilahi dalam wujud perbuatan baik yang
sesuai dengan kebenaran Allah. Inilah artinya kita tidak lagi hidup dikuasai
oleh nafsu dan dosa melainkan oleh kasih karunia Allah yang merupakan energi
ilahi yang memberi hidup pada iman kita yang telah mati. Dan dengan manunggal
dengan Allah supaya energi atau kasih karunia itu terus mengalir di dalam diri
kita. Ketersapihan hawa nafsu tidak berarti mengekang daya kekuatan jiwa atau
roh tetapi bagaiman fungsi kerja jiwa dan roh yang sehat sehingga kita
menginginkan akan kebajikan dan mengarahkan ulang energi hawa nafsu itu kepada
kecintaan terhadap apa yang kudus dan baik.
Spiritual
Gems of St. John Climacus
- The tears
that come after baptism are greater than baptism itself, though it may seem
rash to say so. Baptism washes off those evils that were previously within us,
whereas the sins committed after baptism are washed away by tears. The baptism
received by us as children we have all defiled, but we cleanse it anew with our
tears. If God in His love for the human race had not given us tears, those
being saved would be few indeed and hard to find
- Let them take
courage who are humbled by their passions. For even if they fall into every pit
and are caught in every snare, when they attain health they will become
healers, luminaries, beacons and guides to all, teaching about the forms of
every sickness and through their own experience saving those who are about to
fall.
- I have seen
impure souls crazed for physical love; but when these same souls have made this
ground for repentance, as a result of their experience of sexual love they have
transferred the same eros to the Lord. They have immediately gone beyond all
fear and been spurred to insatiable love for God. This is why the Lord said to
the chaste harlot not that she had feared, but that she had loved much, and was
readily able to repel eros through eros.
.
Illumination:
Spiritual Understanding of Scripture
Man
has the absolute need for these two things, if he wants to keep the right way
to God without error: the spiritual understanding of Scripture and the spiritual
contemplation of God in nature.” Saint Maximus
the Confessor
- Fr. Dimitru
Staniloe says,
The
spiritual understanding…. requires preparation as well as the knowledge of
the logoi or the living words and present workings of God by things. Those who
are full of passions, to the extent that they are glued to the visible surface
of things, are also glued to the letter of the Scripture and its history… the
wall which blocks the road to God, rather than being transparent for them or a
guide to Him.
- This implies
that the most useful study of Scripture comes after we have conquered our
passions. Before this we are apt to make self-serving and highly subjective
interpretations of Scripture. This is why it is not advised for Christians to
engage in their own study or interpretation of Scripture, but instead to rely
on the interpretations given to us by the Church Fathers and study in the
context of the Church with the assistance of her clergy.
- Scripture is
divine word and the proper understanding of it involves a limitless depth and a
universal validity for every age and every person. To gain this universal
understanding requires the ability to hear the words as if they are spoken by
God, to us personally and at the present time.
- Fr. Dimitru says, In
this way all things in Scripture not only become contemporary, but in some way
a biography of our relationship with God. In this sense the events of salvation
of the life of Jesus become present events which happen in the depths of my
life… He is resurrected in me when I reach the state of dispassion. He is
transfigured for me when I become worthy of seeing the divine light.
Pembacaan Alkitab:
Christ-centered, Ecclesial, Personal, dan Ketaatan
- Membaca atau
mendengar firman Allah (Alkitab) pertama berada di level kognitif manusia.
Kalau kita membaca Alkitab maka kita mengetahui ajaran kristus dan memiliki
nuos kristus dan nous manusia berinteraksi dengan firman Allah sehingga akan
muncul konsep teologis yaitu pemikiran pembaca tentang firman Allah yang
dibaca. Pemikiran atau konsep teologis kita tidak boleh salah atau misinterpretation
terhadap ayat-ayat Alkitab yang dibacadan
Bagaimana cara pemikiran atau konsep teologis pembaca itu bersinergi
dengan pemikiran Allah? Konsep teologis yang kita bangun harus diuji. Ada 2 2
hal yang harus dilewati dalam menguji konsep teologis dalam pembacaan firman
Allah.
.1.
Christ-centered yaitu Alkitab itu berpusat pada Kristus.
2. Alkitab bersifat Ecclesial artinya
Alkitab lahir dari gereja dan untuk gereja.
- Setelah level
kognitif konsep teologis itu harus diturunkan ke level afektif yaitu dari NOUS
turun ke Kardia (hati).
- Level
Afektif Konsep teologis yang berada di level kognitif
atau NOUS manusia harus diturunkan ke dalam hati manusia. Karena itu tempat roh
kudus maka kognitif turun dihati mausia
Mengapa harus diturunkan ke dalam hati? Di level kognitif kita memiliki konsep
teologis yaitu tahu atau mengenal Allah namun pengenalan atau pengetahuan ini
tidak cukup melainkan harus ditambah dengan kasih yakni mengasihi Allah. Hati
tempat roh kudus dan temapt mengasihi ALLAH.
- Hati temapat energi ilahi dan tempat terang
maka hati itu jauh daripada nous itu. Di samping NOUS yang
olehnya kita mengenal Allah, yang ternasuk dalam Hati atau Kardia itu adalah
“Karsa/ Kehendak/Kemauan” yaitu “Kehendak” yang terkait
dengan NOUS untuk dapat memilih mengikuti perintah-perintah Allah.
- Jadi, level
afektif ini adalah proses kita menjiwai atau menghayati ajaran firman Allah
yang diperoleh dari NOUS sehingga firman Allah itu menghasilkan keinginan atau
kehendak Roh di dalam hati sebagai wujud kita mengasihi Allah.
Ringkasan
Firman Allah –>
Konsep Teologis di level kognitif (NOUS) –> Level afektif (Hati) –>
Level psikomotorik (Tubuh/ Kekuatan)
Firman Allah –>
mengenal Allah –> mengasihi Allah –> menaati Allah
Firman
Allah –> keinginan Roh –> buah Roh
Yohanes 3:30 Kristus
Semakin Besar, Aku Semakin Kecil
- Kristus makin
besar dan aku makin kecil. Maksudnya jika kita dengan kristus, DIA dekat dengan
kita dan jika jauh dengannya Dia jauh juga dengan kita maka kita menempel
dengan kristus karena kristus adalah pola ciptaan kita.
- Tanpa
mengenal Kristus kita tidak akan bisa mengetahui atau mengenal Allah sebab
Kristus adalah Anak Tunggal Allah yang menyatakan tentang Allah (Yoh 1:18).
Jika kita tidak mengenal kristus maka mengetahui atau mengenal Allah karena
kristus yang mengantarkan kita kepada ALLAH. Jadi kita harus mengetahui dulu
kristus baru mengetahui Allah.
- Tanpa
mengenal Kristus kita tidak tahu siapa diri kita dan dari mana kita berasal
sebab Dia adalah gambar dan rupa Allah yang menjadi pola ciptaan manusia dan
oleh-Nya segala sesuatu itu diciptakan (Kol 1:15; Fil 2:6). Maksudnya tanpa
mengenal kristus kita tidak tahhu siapa diri kita karena kita adalah dari
kristus, karena Dia yang menciptakan kita serupa dengan-Nya. Maka kita harus
memuliakan Dia, menempel dengan-Nya, karena kristus adalah ibarat pohon Dia
akar dan batang dan kita cabang dan ranting – rantingnnya maka tahu siapa diri
kita ini dan siapa yang pantas kita muliakan.
- Tanpa
mengenal Kristus maka kita hidup dalam kebinasaan karena dosa kita sebab Dia
adalah satu-satunya jalan pendamaian bagi dosa kita kepada Allah (Kol 1:20-22;
1 Yoh 2:1-2). Dia adalah jalan keselamtan Dia rela mati + menderita hanya
menebus dosa kita, jadi kita harus menjadi anak terang dan meninggalkan manusia
lama kita kenapa karena kita sekarang manusia baaru yang telah di tebus oleh
kristus, jadi kita harus bersinergi ilahi dan memiliki kasih.
- Tanpa
mengenal Kristus kita tidak tahu tujuan dan ke mana hidup kita akan berakhir
sebab Dia adalah satu-satunya jalan kepada Allah (Yoh 14:6) yang akan membawa
kita masuk dalam kemuliaan bersama-Nya (1 Pet 3:18; Yud 1:24; 2 Pet 1:4).
Karena kristus adalah yang bisa menbawa kita dalam kemuliaan bersama-Nya maka
kita harus bersatu dengan Dia dan menempel dengan Dia.
- Tanpa
mengenal Kristus maka tidak ada iman yang akan bertumbuh menuju kedewasaan
penuh sesuai dengan kepenuhan Kristus (Efe 4:13). Karena Dia yang memberikan iman
kepada kita bagi kita manusia, Dia yang selau memberikan anugrah kepada kita
Dia yang selau memberikan energi ilahi, jadi kita harus kuasai itu semua.
- Tanpa Kristus
maka tidak ada iman, kasih, dan pengharapan sehingga hidup ini akan berakhir
pada kesia-siaan. Sebab itu, Rasul Yohanes menuliskan bahwa Ia, Kristus, harus
makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yoh 3:30). Kristus haru besar dalam
hidup kita, dan maksudnya dengan tetapi aku harus makin kecil yaitu dosa kita
harus kita kecilkan.
- Diri kita
harus menyerahkan kepada kristuskristus karena kristus telah menyerahkan
diri-Nya kepada kita
- Kristus yang
menguasai hati, pikiran, jiwa, dan kekuatan kita karena Kristus semakin besar
di dalam diri kita. Sehingga apa pun yang terjadi di dalam hati, ada Kristus
yang bertahta. Apa pun yang ada dalam pikiran kita, Kristus yang menguasai.
Apapun yang terjadi pada jiwa dan kekuatan kita, Kristus yang diutamakan.
Inilah artinya Kristus semakin besar dan kita semakin kecil
2
Korintus 2: 14-16: Bau Harum Kristus
- Bau harum
Kristus adalah bau harum kehidupan bagi mereka yang membuka hati dan percaya
kepada Kristus sehingga mereka mengenal Kristus dan diselamatkan serta
memperoleh kehidupan dan juga sebaliknya bau kematian bagi mereka yang menolak
Kristus sehingga mereka dibinasakan oleh Allah.
- Kita sebagai
rekan-rekan seperjuangan Rasul Paulus adalah bau harum kehidupan yang
menghidupkan. Allah memberikan kita keharuman hidup dalam Kristus sehingga
tugas kita adalah memancarkan keharuman Kristus supaya banyak orang mencium bau
kehidupan itu dan diselamatkan.
- Dengan
memberikan injil kepada orang lain itulah tugas kita untuk memberitakan visi
kristus, karena kristus satu – satunya jalan keselamatan kita.
- Tuhan itu
adalah kasih yang selalu memberikan karunia kepada kita, Tuhan itu yang selalu
memancarkan terang dalam hidup kita.
- Jika hidup
kita berpusat pada Kristus dan melayani Kristus maka bau harum itu sendiri akan
memancar di sekitar kita. Semua karena Kristus sehingga dalam hidup ini setiap
hari Kristus harus semakin besar dan kita semakin kecil.
- Pengenalan
kita kepada Kristus, keinginan Kristus, pikiran Kristus, perkataan Kristus, dan
perbuatan Kristus harus mengambil alih atas kehidupan kita sendiri sehingga
kita bisa berkata seperti Rasul Paulus berkata, “… namun aku hidup,
tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam
aku. Begitu pula dalam hidup kita tanpa kristus kita tidak berbuat apa – apa,
dan kasih karunia-Nya dan energi ilahi selalu memancar dalam hidup kita .
- Dan hidupku
yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah
yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. (Galatia 2:20).
Maksudnya dulu kita hidup didalam dosa sekarang hidup di dalam terang atau
hidup di dalam kasih karunia kristus.
Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku
yaitu kristus datang kedunia ini hanya menebus
dosa kita, Dia rela berkorban dan
menderita.kristus yang memberikan roh kudus, hidup bersama ALLAH.
Hidup
Bersama Kristus
- Kita adalah
surat Kristus yang ditulis dengan tinta Roh Kudus di dalam hati. Kehidupan kita
dibaca oleh Allah dan orang lain sehingga Allah akan menemukan Kristus di dalam
diri kita dan diselamatkan dan orang lain akan mengenal Kristus melalui kehidupan
kita.jika kita menerima anugrah dari kristus maka hidup kita ini sama seperti
hidup bersama Dia. Dan jika memiliki
perbuatan yang baik maka kita mengenal kristus dan orang lain menilai bahwa
kita memilki kristus dalam diri kita. maka dalam hati kita harus memiliki roh
kudus + terang + benih ilahi + energi + kasih + anugrah akan menemukan Kristus
di dalam diri kita dan diselamatkan dan orang lain akan mengenal Kristus
melalui kehidupan kita
- Itulah
sebabnya kita adalah surat Kristus dan sekaligus bau harum Kristus (2 Kor
2:15), Kristus semakin besar dan kita semakin kecil (Yoh 3:30), dan pada
akhirnya kita seperti Rasul Paulus mengatakan bahwa hidup adalah Kristus dan
mati adalah keuntungan (Fil 1:21). Sepeti yang telah di dalam lakukan kristus
Dia mati hanya mentaati janji kepada Allah dan sekarang hidup bersama Allah.
- Mengikuti
Kristus berarti bertumbuh ke arah Dia yang kita wujudkan dalam 2 hal yaitu
tidak berjalan dalam kegelapan (melawan atau mematikan nafsu daging dan dosa)
dan berjalan dalam terang seperti Kristus. Bagaimana cara kita memperoleh
seperti hal itu kita harus hidup di dalam terang dan harus kita menerima
anugrah , energi ilahi jika kita memiliki itu maka kita hidup d dalam gelap.
- Orang yang
hidup didalam terang adalah orang yang bersinergi dengan kristus dan hidup
dibawah kasih karunia dan hidup penuh kasih, dan meninggalkan manusia lamanya
menuju manusia baru dan menyalibkan dosa atau keinginan daging. Hidup kita
harus menempel dengan kristus jika hidup kita menempel dengan kristus maka kita
hidup didalam kegelapan.
- Apa artinya
tidak berjalan dalam kegelapan? Kita tidak memikirkan dan melakukan hal-hal
yang bukan berasal dari Allah. Hidup di dalam daging tidak menempel dengan
kristus seperti yang di katakan matius 11:34-36 mata adalah pelita tubuhmu.
Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu. 35 karena itu perhatkanlah supaya
terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan. 36, jika seluruh tubuhmu
terangdan tidak ada bagin yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti
apabila pelta menerangi engkau dengan cahayanya.
- Maka kita
harus hidup didalam terang, Selain melawan dan mematikan segala sesuatu yang
dari dunia kita juga diperintahkan untuk berjalan dalam terang
Segala kedagingan kita harus kita salib dengan cara apa yaitu;
- Membaca Alkitab
- Beribada
- Berdoa
- Berbuat baik
- Memiliki energi
- Nepsis
- Meninggalkan manusia lama
- Thosis
- Hidup dalam anugrah
- Memiliki fondasi
- Sebagai
terang dunia ini berarti kita melakukan hal-hal yang berasal dari Bapa yang
adalah terang. Hal-hal yang berasal dari Allah adalah kontras dengan keinginan
daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup yaitu keinginan Roh, pembaruan akal
budi (NOUS) sebagai mata rohani kita, dan kerendahan hati seperti Kristus yang
mengosongkan diri itu
- Tentu kita
menyadari bahwa perintah untuk hidup melawan dosa (hidup asketis) sudah begitu
berat apalagi ditambah kita harus mengasihi Allah dan sesama (hidup suci)
secara aktif.
Kolose 2: 6-7 Hidup
Di dalam Kristus
- Kita hidup di
dalam Kristus karena kita telah menerima Kristus Yesus Tuhan. Hidup di dalam
Kristus berarti berakar di dalam Dia, dibangun di dalam Dia, bertambah kuat di
dalam iman, dan berlimpah ucapan syukur. Hidup kita seperti pohon kelapa yang
berakar kuat dan dalam sehingga bisa bertumbuh tinggi dan tahan terhadap
terpaan badai angin kapanpun. karena krisrus adalah kristu sesuatu maka kita
harus hidu dalam naungan kristus seperti sebuah pohon Dia akar dan batang dan
kitalah cabang dan ranting – rantingnya. Jika kita mau menmpel dengn kita hidup
di dalam dosa dan jika menempela dengan kristus, kita hidup di dalam kasih
anugrah karena kristuslah yang memberikan jalan keselamatan untuk kita.
- Menerima
Kristus tidak hanya sekedar dengan iman yang kosong melainkan iman itu mengakar
menjadi landasan atau fondasi hidup kita. melainkan kita memiliki fondasi yang
sangat kokoh seperti di sebuah bangunan jika fondasinya tidak kokoh maka
bangunan tersebut tidak tahan lama dan jika fondasi kokoh dalam bangunan
tersebut maka akan tahan, kita tahu dulu apa itu fondasi yaitu dasarnya. Begitu
pula dalam hidup kita jika jika tidak memiliki iman dalam hidup kita maka semua
akan sia – sia atau masih hidup di dalam dosa maka kita harus memiliki iman
yang kuat agar hidup kita ini di kuasai oleh kristus atau hihup bersama kristus
- mata rohani
kita yaitu NOUS atau Intelek atau Egemonikon itu haruslah pikiran Kristus. Jika
mata kita gelap, gelaplah seluruh tubuh kita. Kegagalan NOUS memiliki pikiran
Kristus menyebabkan hati, emosi (emotion), pikiran (thought), dan keinginan
(desire) menjadi tanpa perlindungan sehingga dengan mudah dikuasai oleh Iblis
sehingga akan menimbulkan pikiran-pikiran jahat (logismoi)..
- Logismoi
inilah benih dari hawa nafsu (keinginan daging). Hawa nafsu ini yang selalu
menarik dan memikat emosi, pikiran, dan keinginan kita untuk membuahi nafsu
tersebut menjadi perbuatan dosa.
- Maka kita
harus berjaga – jaga atau nepsis dan memiliki pikiran kristus, berdoa agar
tidak mudah dikuasi oleh dosa hidup kita dan Mari kita berjaga-jaga senantiasa
dengan berdoa tanpa henti dalam batin dengan doa Puja Yesus: Tuhan Yesus
Kristus, Anak Allah, kasihanilah aku orang berdosa.
Christ Event
- Kita adalah
(dulu) bayi atau anak kecil yang dibawah kukungan dosa. Dan tidak tau apa – apa atau hidup dibawah
dosa. Setelah itu kristus berinkarnasi menjadi manusia dengan memakai daging
dan inkarnasi Sang Firman, lahir dari seorang perempuan
perawan.
- Tujuan kedatang-Nya datang ke dunia ini hanya menebus dosa – dosa kita,
Dia rela menderita disalib + mati + di kubur dan akhirnya bangkit dari orang –
orang mati untuk mengalahkan maut atau dosa.
- Maka kita sekarangtelah bebas dari dosa atau dibawah pengusaan iblis
- Anak-anak
Allah ini mulai hidup bagi Allah menuju pertumbuhan yang dewasa serupa seperti
Kristus. Bagi Anak – anak Allah
harus bertumbuh dalam rohani dan memiliki terang dan energi ilahi sehingga kita
serupa dengan kristus.
- Sekarang
adalah masa Christ Event sehingga kita tidak lagi hidup dibawah hukum dosa
melainkan hidup bagi Allah menuju kepada Allah menjadi rupa Allah yang
sempurna.
- Grand design Allah
dimulai dari penciptaan alam semesta dan manusia untuk berbagi kasih dengan
Allah namun manusia gagal karena tidak taat sehingga hidup terpisah dari Allah
dan akhirnya upah dosa adalah maut yaitu kematian atau keterpisahan selamanya
dari kasih Allah. Seperti yang
telah dilakukan Adam dan Hawa karena tidak memiliki ketaatan (melenggar
perintah Tuhan dengan memakan buah pohon).
- Kristus kasih Dia berinkarnasi menjadi manusia untuk memurnikan kita
atau menebus dosa – dosa kita
- Kehidupan
dosa ini berlangsung sekian lama waktunya dibawah kuasa Iblis sampai puncaknya
Kristus datang untuk mematahkan kutuk dosa dan Iblis serta maut itu sehingga
kemanusiaan kita telah diperbarui dan kita yang percaya akan mengenakan
kemanusiaan yang baru dan kemanusiaan yang lama telah mati. Dan manusia lama kita harus kita tinggal
karena kita telah dibaptis oleh kristus dengan menuju manusia baru maka kita
harus menyalibkan kedagingan kita atua hawa nafsu sehingga kita hidup dibawah
Anugrah kristus.
- Kita mengalami Theosis yaitu pengilahian di mana
roh jiwa dan tubuh menjadi serupa dengan Kristus yang merupakan kodrat asli
manusia yaitu rupa Allah yang sejati.
- Dengan serupa dengan kristus maka kita harus memiliki pikiran kristus di mana pikiran Kristus ini harus diturunkan ke dalam hati maka hati
ini dikuasai oleh Kristus dan di sanalah terpancar terang kehidupan.
- Jika hati dikuasai oleh iblis maka kita tidak memiliki pikirn kristus.
Yang kita miliki adalah pikiran yang jahat.
- Jadi kita harus memiliki terang dalam hati kita + Doa + benih ilahi +
energi + anugrah atau kasih kristus. Maka kita memiliki pikran kristus.
- Sehingga kita adalah manusia baru bukan manusia lama.
Pikiran
Manusia + Pikiran Kristus = Pikiran Allah
- Dengan
menemukan pikiran kristus dan pikiran manusia kita lakukan dengan Membaca
firman Allah atau Kitab Suci adalah untuk menemukan pikiran Allah di dalam
Kitab Suci sehingga pikiran Allah itu diturunkan ke dalam hati dan dari dalam
hati turun ke dalam segenap anggota-anggota tubuh kita untuk dilakukan.
- Menemukan
pikiran Allah adalah level kognitif atau knowledge manusia. Kemudian level
kognitif ini diturunkan ke dalam hati adalah level afektif atau penghayatan.
- Dan segenap
anggota tubuh kita adalah level psikomotorik atau kekuatan kita. Level kognitif
di dalam pembacaan firman Allah adalah bersifat Christ-Centered dan Ecclesial
(gerejawi). Level afektif adalah bersifat personal atau pribadi. Dan level
psikomotorik adalah obedience atau ketaatan kita pada firman Allah.kita harus taat kepada kristus dan memiliki
pikiran kristus dengan membaca Alkitab dengan Suasana yang mendukung atau dalam
keadaan keheningan. Jika kita membaca Alkitab dengan taat maka pikiran kita
ketemu dengan kristus dan setelah ketemu dengan kristus pikiran kita juga ketemu dengan Allah
- Ketika kita
membaca Alkitab maka NOUS atau akal budi kita yang bekerja dan meresponi firman
Allah. Itulah pikiran manusia tentang firman Allah atau teks yang dibaca
sehingga kita memiliki konsep atau pikiran atau interpretasi kita sendiri.
- Namun apakah
pikiran kita ini sudah mengandung kebenaran atau interpretasi kita adalah
pikiran Allah itu sendiri? Hal inilah yang harus kita uji atau validasi
terlebih dahulu. Pertanyaannya adalah seperti apakah pikiran Allah itu
sementara kita sendiri tidak pernah melihat Allah? Lalu bagaimana kita tahu
kalau hasil pemikiran kita adalah pemikiran Allah? Rasul Yohanes menuliskan,
“Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah,
yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya” (Yoh 1:18). Pikiran Kristus adalah
pikiran Allah dan sebaliknya pikiran Allah adalah pikiran Kristus.
Christ
Event & Penebusan Kristus
- Kita adalah
(dulu) bayi atau anak kecil yang dibawah kukungan dosa. Mengapa? Kukungan dosa dari lampau (sejak Adam) sampai masa
prainkarnasi telah dipatahkan oleh Allah melalui pengutusan atau inkarnasi Sang
Firman, lahir dari seorang perempuan perawan. Inkarnasi ini ditulis dalam
bentuk aorist tense yang berarti ada satu moment atau event di masa lampau yang
telah Allah rencanakan di dalam kekekalan untuk mematahkan kukungan dunia dan
dosa itu.
- Christ Event
tidak terjadi karena Allah keliru menciptakan manusia yang akhirnya memberontak
melawan Dia lalu diutuslah Sang Firman. Christ Event telah ada dalam sebuah
grand design Allah untuk membawa manusia kembali sesuai dengan kodrat asli
manusia yaitu menjadi rupa Allah.
- Sekarang kita tidak hihup lagi dengan dosa atau dengan kukungan dosa
karena kita telah telah di tebus oleh kristus, yang telah mencurahkan darah-Nya
kepada kita. Maka kita sekarang adalah manusia baru atau yang telah dibaptis
(pemurnian).
- Kristus telah mencurahkan roh kudus-Nya sehingga kita hidup dibawah
kasih Anugrah-Nya. Dan dengan memiliki iman dalam hidup kita dan juga terang
sehingga cahaya-Nya selalu memancarkan dalam hidup kita.
- Sebab itu, kita harus membangun iman kita menuju
Kristus dengan cara memiliki pikiran dan perbuatan Kristus. Inilah proses
purification atau pendewasaan manusia baru (Kol 3:10).
- Ada juga penebusan dari kristus karena hanya kristus yang bisa menebus
kita dari belenggu dosa.
- Penebusan artinya manusia dilepaskan dengan
suatu bayaran dari kekuatan gelap yang mengungkungnya. Kekuatan gelap yang
jahat itu adalah: Iblis, dosa dan maut. Bayaran yang diberikan untuk melepaskan
manusia dari kungkungan Iblis, dosa dan maut itu adalah Derita, Penyaliban,
Kematian dan Penguburan Kristus.
- arena itu Ia
telah menebus atau melepaskan tubuh kemanusiaan yang dikenakanNya itu dari
kuasa maut. Maka dengan penyaliban, kematian dan kebangkitan Firman Allah yang
menjadi manusia maka dosa, Iblis dan maut yang telah mengungkung kodrat manusia
akibat dari kesalahan Adam itu telah dikalahkan, sehingga Kristus betul-betul
menjadi Penebus bagi segenap manusia.
Penebusan Kristus
- Dia
berinkarnasi menjadi manusia dan Dengan Tubuh Kemanusiaan oleh Inkarnasi-Nya
itu, Firman Allah telah menyandang “… daging yang serupa dengan daging yang
dikuasai dosa” karena adanya dosa itu tadi (Roma 8:3), meskipun secara pribadi
Firman Allah Yang Menjelma itu “tidak mengenal dosa” (II Kor. 5:21). Setelah
mengenakan “daging yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa itu,” Firman
Allah yang Menjelma: Yesus Kristus itu lalu “menjatuhkan hukuman atas dosa di
dalam daging” (Roma 8:3) yang telah dikenakan-Nya itu.
- Dia rela menderita, disalib, mati, di kubur hanya menebus dosa – dosa
kita
- Karena kristus mati dan dikubur Dia bangkit dari orang mati dengah
mengalahkan maut sehingga Dia telah bebas. Itulah tujuan-Nya datang didunia
untuk menyelamatkan kita dan Dia taat kepada Bapa disurga sampai Dia mati. Maka
kita harus serupa dengan kristus dengan cara apa
- Kita sekarang
telah di murnikan oleh Kristus. Maka kita harus meninggalkan manusia lama kita
harus menuju manusia baru.
- Manusia baru
adalah orang yang yang telah dibaptis dan meninggalkan manusia lamanya. Dengan
dikatakan manusia lama adalah orang yang telah menyalibkan dosanya atau
menyalibkan kedagingannya.
- Kristus telah
mencurahkan darah untuk kita supaya kita menjadi manusia baru
- Dengan
tercurahnya darah korban itu berarti dosanya telah dihukum sehingga ia tak
menanggung dosa itu lagi, ia sekarang dibebaskan dari dosa, ia telah diampuni.
- Maka kita
hearus benar – benar bartobat>berdoa, tidak mengulangi lagi perbuatan yang
jahat, memiliki terang dalam hati, energi ilahi.
- Dan dengan
demikian Ia telah mendapatkan kelepasan (penebusan) yang kekal,” (Ibrani 9:12)
buat segenap manusia di sepanjang abad. Jadi dalam Dialah ada penebusan,
pelepasan, dan keselamatan kekal, dan sempurna. Kita sekarang telah menjadi
manusia baru berarti serupa dengan Kristus.
- Kita tak
membutuhkan yang lain di luar Dia, sebab tak ada manusia agung siapa pun yang
telah melakukan apa yang dilakukan Sang Kristus dalam mengalahkan dosa dan
kematian ini. Ia dapat melakukan semuanya ini, karena Ia adalah Firman Allah,
yang memiliki kekekalan pada diri-Nya sendiri.
Paskah
- Namun kepada
Nabi Musa difirmankan agar menyembelih Anak Domba Paskah (Keluaran 1-28), dan
darahnya diusapkan pada ambang pintu sebelah atas, dan kiri-kanan. Barangsiapa
yang pintu rumahnya dioles dengan darah itu, maka Malaikat Maut akan melewati
(“pesakh”, dari sini berasalnya kata “paskah”) mereka, dan mereka akan lepas
dari maut. Setelah Perayaan Paskah itu Israel betul terlepas dari Firaun,
Perbudakan yang kejam dan Bahaya Maut. Dengan Firaun dan Bala tentaranya
ditenggelamkan ke dalam Laut Merah dalam usahanya mengejar Israel yang dipimpin
Nabi Musa dan Kohen Harun itu. Dan Israel lahir sebagai bangsa baru setelah
melewati Laut Merah yang oleh mu’jizat kuasa Allah telah dijadikan kering dan
bisa dilalui itu (Keluaran 13-15).
- hari kematian
Yesus kristus yang telah menderita dan disalib
- karena Yesus
Kristus adalah Anak Domba Paskah yang melepaskan manusia dari kuasa Iblis
- Ini dilakukan
oleh Yesus Kristus dengan Bangkit dari antara orang mati, sesudah penyaliban,
kematian dan penguburanNya selama tiga hari itu.
- Dengan
bangkit-Nya berarti maut tak berkuasa lagi atasNya (Roma 6:9), dengan demikian
maut telah dikalahkan. Padahal maut akibat dosa, seperti yang telah katakan
diatas, berarti dosapun telah dikalahkan.
- Dosa masuk
karena Iblis, maka sekaligus Iblis telah dikalahkan oleh kematian dan
kebangkitan Yesus Kristus itu (Ibrani 2:14). Demikianlah melalui korbanNya
diatas Salib Yesus Kristus telah melepaskan manusia dari Iblis.
- Jadi, Ia
memang betul-betul Anak Domba Paskah yang kekal dan sejati. Sehingga
pelepasanNya itu bersifat kekal (Ibrani 9:11), dan dengan penuh kuasa ilahi.
- Jadi,
keselamatan itu berasal dari “penebusan” Allah melalui karya Kristus, sebagai
hadiah gratis, bukan sebagai pahala amal-saleh hasil usaha perbuatan manusia
sendiri
- Itulah kasih
Kristus yang telah diberikan kepada kita semua.
Manusia Ilahi:
Fondasi, Pertumbuhan, & Pemuliaan
- Kehidupan
spiritual kita dimulai ketika kita menerima Kristus di dalam hati melalui iman
kita kepada Kristus Sang Penebus yang menderita sengsara mati di atas Kayu
Salib dan bangkit mengalahkan maut setelah tiga hari tiga malam. Melalui iman
spiritual atau roh kita terhisap di dalam kematian dan kebangkitan melalui
karya Roh Kudus yang menyalurkan karya penebusan Kristus tersebut sehingga roh
kita yang dulunya mati karena dosa dihidupkan Allah menjadi roh yang baru
sehingga kita bisa mengenakan kemanusiaan baru yaitu kemanusiaan yang telah
dikenakan Kristus
- Kita harus
memiliki fondasi yang kokoh dalam hati kita agar tidak goyah.
- Didalam hati
kita harus ada terang dan energi ilahi. kalau terang itu ada didalam hati kita
maka kita tidak dikuasai dosa lagi.
- sekarang
kemanusiaan yang baru ini telah mulai hidup dan bertumbuh menuju kesempurnaan
seperti Kristus sehingga pada akhirnya kita boleh ikut ambil bagian dalam
kodrat ilahi mengalami pemuliaan secara utuh yaitu roh dan tubuh yang mulia.
Karena kristus telah menebus kita dari dosa jadi kita sekarang adalah manusia
baru yang serupa dengan kristus
- kita sekarang
adalah yang Lahir baru dengan fondasi Kristus menjadi langkah awal kita menjadi
manusia ilahi. Menurut Rasul Paulus, ini artinya kita menerima dan telah
diakarkan dalam Kristus (Kol 2:7).
- Jadi kita
sekarang harus bertumbih dalam kerohanian kita baik secara jasmani maupu secara
rohani.
Pikiran &
Perbuatan Kristus
- Di dalam
Kristus kita menemukan tempat tinggal kita yang sebenarnya. Di situlah kita
bisa menemukan hidup sejati yang berasal dari Allah.
- Didalam hati
kita harus memiliki terang yang selalu memancarkan kepada kristus sehingga
Sehingga hidup kita yang di dalam jasmani atau tubuh ini adalah hidup di dalam
Kristus (Gal 2:20).
- Kita bisa
hidup karena iman kita kepada Kristus. Iman ini diisi oleh Roh Kudus yang
menyalurkan anugerah ke dalamnya sehingga iman ini menjadi hidup.
- Iman tanpa
perbuatan kita hakikatnya mati. Maka kita harus menggunakan dua – duanya baik
iman maupun perbuatan
- Kita bisa
hidup karena iman kita kepada Kristus. Iman ini diisi oleh Roh Kudus yang
menyalurkan anugerah ke dalamnya sehingga iman ini menjadi hidup.
- Jika iman
dalam hati kita maka dosa tidak menguasai diri kita jadi kita harus memiliki
iman yang kuat dan juga terang, energi ilahi yang terus memancarkan kepada
kristus
- Kita memiliki
pikiran Kristus artinya pikiran kita ini diperbarui setiap hari (Rom 12:2)
sampai kita memiliki pikiran Kristus..
- Memperbarui
pikiran ini berarti kita tidak serupa dengan dunia dan bisa mengenal kehendak
Allah (Rom 12:2). Tidak serupa dengan dunia berarti tidak mengasihi dunia (1
Yoh 2:15) di mana kita tidak menuruti keinginan daging, keinginan mata, dan
keangkuhan hidup yang berasal dari dunia tetapi menuruti kehendak Allah (1 Yoh
2:16-17).
- Untuk dapat
melakukan kehendak Allah kita harus bisa menguji apakah perbuatan kita telah
sesuai dengan kehendak Allah yang pasti baik, berkenan, dan sempurna. Hal ini
kita kerjakan di dalam proses pembaruan nous tadi sampai kita memiliki nous
Kristus.
- Di dalam
proses pembaruan nous, keinginan daging atau lust tidak hadir di dalam diri
kita sehingga kita menurutinya melainkan keinginan Roh yang terus muncul
sehingga kita melakukan keinginan Roh tersebut. Sebab itu, pikiran/nous kita
harus dipersenjatai dengan perlengkapan senjata Allah (Efe 6:11-16) seperti
dengan membaca firman Allah, berdoa, dan berjaga-jaga (nepsis) supaya kekuatan
si Iblis atau roh jahat tidak dapat masuk mencemarkan hati dan menghasilkan
pikiran jahat dan nafsu. Dengan perlengkapan senjata Allah ini kita dapat
memperbarui nous kita semakin dekat dengan nous Kristus sehingga kita dapat
melawan si Iblis tadi.
Kenosis Kristus
& Aku
- Firman Allah
itu berinkarnasi atau menjadi manusia (Yoh 1:1,14). Rupa Allah itu mengosongkan
Dirinya dengan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia
(Fil 2:7).
- Kristus
berinkarnasi menjadi manusia untuk menebus dosa – dosa kita
- Itulah
Kristus Yesus yang karena kenosis dan inkarnasi-Nya kita memperoleh keselamatan
atau pelepasan dari dosa, Iblis, dan maut sehingga kita bisa hidup kekal
bersama Kristus.
- Kenosis
Kristus diwujudkan dalam rupa hamba, merendahkan diri-Nya dan taat total sampai
mati bahkan mati di atas kayu salib.
- Pengosongan
diri Kristus adalah inkarnasi, penderitaan, dan kematian Kristus yang
dijalankan dalam kerendahan hati dan ketaatan kepada Allah, Bapa-Nya.
- Kenosis
terwujud dalam inkarnasi yaitu Kristus yang adalah Allah dan manusia yang
menderita, mati, dan bangkit dalam kerendahan hati dan ketaatan kepada Allah.
Kenosis terjadi dalam kerendahan hati dan ketaatan untuk mengasihi dan menyelamatkan
manusia berdosa.
- Kenosis
Kristus sekarang harus menjadi teladan bagi kita yang hidup di dalam Kristus.
Pengosongan diri kita adalah dalam wujud mengosongkan aku/ego kita sehingga
semakin hari Kristus semakin besar/nampak. Hidup kita bukan hanya ada aku saja
tetapi juga ada Kristus di dalam aku (Yoh 6:54-56; Gal 2:20).
- Kenosis
Kristus menjadi model pengosongan diri kita sehingga Kristus mengisi pikiran
dan perbuatan kita. Kita memiliki pikiran Kristus dan perbuatan Kristus.
- Maka kita
harus serupa dengan kristus karena kristus telah menebus kita dari belenggu
dosa.
- Karena
Kenosis diri membutuhkan kerendahan hati dan ketaatan atau kerelaan hati untuk
dikosongkan, untuk menyangkal ego, sehingga pikiran Kristus bisa masuk dan
menguasai pikiran kita.
- Jadi kita
harus Memiliki teranng, energi ilahi, nepsis, nous, logos kristus
Relasi
Kristus dan Gereja-Nya
- Relasi
Kristus dengan Gereja-Nya adalah seperti relasi suami istri (Efe 5:32).
Maksudnya dalam relasi kristus dengan Gereja adalah dengan relasi kalau kita
beridah dan berdoa kepada-Nya itulah relasi kita dengan kristus.
- Dimana
kristus itulah adalah ang Pengantin Pria di mana perkawinan-Nya dirayakan oleh
Allah secara besar-besaran karena kristus itu yang telah menebus kita dari
dosa. kristus telah menjadi teladan bagi umat manusia.
- Kita bisa
melihat bagaimana relasi yang begitu intim antara kita sebagai Gereja dan
Kristus. Relasi kita dengan Kristus adalah seperti relasi suami istri dalam
kesatuan daging. Itulah perkawinan kita dengan Kristus yang akan dirayakan oleh
Allah secara besar-besaran di dalam Kerajaan Sorga.
- Kristus dan
Gereja-Nya tidak dapat dipisahkan karena mereka telah menjadi satu kesatuan dan
menjadi tempat persekutuan kita bagi orang percaya.
- Inilah
gambaran perkawinan itu. Kita telah makan daging dan minum darah Kristus
sehingga kita menjadi satu daging dengan Kristus. Menjadi satu genetik dengan
Kristus. Menghasilkan benih ilahi yang disebut iman. Kita sebagai mempelai
perempuan telah menjadi milik Kristus.
- Ketaatan
total kepada Kristus dan kasih Kristus kepada kita adalah hubungan yang begitu
harmonis di dalam ikatan perkawinan itu. Ketaatan adalah bukti kasih kata rasul
Yohanes (Yoh 14:15). Ketaatan pada Kristus adalah kasih kita kepada Kristus
seperti ketaatan Kristus kepada Allah adalah bukti kasih Kristus kepada Allah
(Yoh 15:9-10) yaitu kasih yang mengorbankan nyawa-Nya untuk kita supaya kita
diselamatkan dari dosa, Iblis, dan maut (1 Yoh 3:16).
- Kita telah
dibebaskan dari dosa karena kasih anugrah kristus yang diberikan kepada kita,
kristus rela memberikan Nyawa-Nya kepada kita bahkan disalib dan mati itulah
kasih kristus yang Dia berikan kepada kita sehingga kita mengalami keselamatan
- Sehingga ini
meninggalkan relasi yang begitu mendalam dan ini adalah relasi dalam perkawinan
yang saling mengasihi. Kita mengasihi Kristus dan Kristus mengasihi kita.
Itulah kesatuan. Itulah artinya kita sebagai mempelai Kristus dalam perkawinan.
Aku di dalam Kristus dan Kristus di dalam aku. Saling mengasihi.
- Karena
kristus telah mengasihi kita maka kita sebagai orang percaya marilah kita
mengasihi kristus. Dengn cara apa menyalibkan dosa kita membaca Alkitab,
berdoa, bersinergi dengan-Nya.
- Kristus
mengajarkan bahwa mengasihi Dia berarti mengasihi sesama kita. jika kita
mengasihi kristus kita juga mengasihi orang, bukan hanya Kristus dan diri kita
sendiri tetapi mengasihi orang lain juga. Sehingga dengan mengasihi sesama sama
artinya kita mengasihi Kristus.
- Kasih yang
kita berikan bukan hanya sekedar perkataan. Kasih yang kita berikan bukan juga
sekadar perbuatan baik tapi perbuatan dalam kebenaran, artinya kasih yang kita
korbankan adalah kasih Kristus karena itu adalah perbuatan dalam kebenaran.
Dengan kasih Kristus kita mengasihi orang lain sehingga mereka bisa mengenal
Kristus dan kasih-Nya yaitu pengorbanan Kristus untuk hidupnya.
- Dengan
mengasihi kita tidak lagi di dalam maut melainkan di dalam Kristus. Mari kita
saling mengasihi sesama kita karena kita telah menyatu dengan Kristus dalam
perkawinan. Kita bisa saling mengasihi karena kita ada di dalam Kristus yang
mengasihi kita sejak mula bahkan sebelum kita ada dan ketika kita masih berbuat
dosa.
- Kasihilah
sesama dengan kasih Kristus sehingga orang lain bisa mengenal Kristus dan
diselamatkan menjadi milik-Nya.
Kristus Terang
Dunia
- Allah adalah
terang (1 Yoh 1:5). Yesus berasal atau datang dari Allah dan diutus oleh Allah
kepada dunia (Yoh 7:29; 16:27-28; 8:23; 17:7; 3:16) sebab itu Yesus adalah
Terang dunia seperti yang dinyatakannya (Yoh 8:12; 1:9; 9:5). Berarti Yesus
adalah yang dapat menerangi hidup kita maka kita harus memiliki terang seperti
Allah yang menjadi terang.
- Terang dunia
ini berarti menerangi setiap orang yang berada dalam kegelapan dosa (Yoh 1:9;
12:46). “contohnya sepert lampu jika lampu itu padam maka akan gelap dan jika
lampu itu hidup maka akan menerangi kita. begitu juga dalam hidup kita jika
kita berbuat jahat maka kita berada di dalam dosa dankalau kita berada dengan
yang baik maka kita berada dalam Kristus.
- Setiap kita
harus memiliki terang dan energi ilahi yang terus terpancar sehingga kita
berada naungan kristus.
- Setiap orang
yang percaya kepada Terang dunia itu maka dia dilahirkan dari Allah menjadi
anak-anak Allah bukan dari darah atau keinginan jasmani, bukan oleh keinginan
seorang laki-laki (Yoh 1:12-13; 1 Yoh 5:1). Percaya merupakan benih di dalam
hati kita yang jika oleh Roh Kudus kasih Allah (yaitu penebusan Kristus di atas
kayu salib dan kebangkitan-Nya) itu dicurahkan di dalam hati kita maka kita
memiliki benih ilahi (1 Yoh 3:9).
- Benih ilahi
ini merupakan hasil dari percaya dan kasih Allah di dalam hati yang dikerjakan
oleh Roh Kudus. Percaya ini merupakan iman kita dan kasih Allah ini merupakan
anugerah Allah. Rasul Yohanes menjelaskan bahwa ketika kita makan daging dan
darah Kristus maka kita akan memiliki hidup kekal dan kita bersatu dengan
Kristus (Yoh 6:54-56).
- Mengapa?
Sebab benih Kristus yaitu daging dan darah Kristus ini bersatu atau dikawinkan
dengan benih iman percaya kita sehingga menghasilkan benih ilahi dan inilah
yang disebut oleh Kristus sebagai kelahiran baru oleh air dan Roh (Yoh 3:3-5).
Air menandakan baptisan yang artinya kita dipersatukan dalam kematian dan
kebangkitan Kristus (Rom 6:2-5). Dipersatukan dalam kematian dan kebangkitan
Kristus inilah perkawinan itu yang melahirkan benih ilahi atau kelahiran baru
secara spiritual (Rom 7:4) yang dikerjakan oleh Roh Kudus (Rom 5:5).
- Sebagai anak
terang kita sama seperti Kristus adalah terang dunia sehingga kita juga adalah
terang dunia (Mat 5:14). Menjadi terang dunia tidak hanya sampai lahir baru
namun benih ilahi ini harus berakar dan bertumbuh (Kol 2:6-7) dengan cara
mengikut Kristus (Yoh 8:12). Mengikut Kristus artinya meneladani Kristus. Dia
melakukan pengosongan diri atau kenosis. Kita juga harus mengalami kenosis.
Sehingga tidak heran Kristus memberikan syarat-syarat untuk mengikut Dia yaitu
menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Kristus (Mar 8:34). Menjadi terang
dunia berarti mengikut Kristus dengan kenosis. Menyangkal diri dan memikul
salib adalah pengosongan diri yang bukan perkara gampang, kita harus bersusah
dan mengalami penderitaan seperti kesaksian Rasul Paulus kepada jemaat Filipi
(Fil 2:16-17).
- Menjadi anak
terang atau terang dunia adalah dengan cara mengikut Kristus. Mengikut Kristus
berarti mengosongkan diri dalam bentuk melawan keakuan yang berdosa dan hidup
seperti Kristus hidup yaitu menaati perintah-Nya dalam bentuk saling
mengasihi sesama (Yoh 15:17). Melawan dosa dan mengasihi sesama adalah
perbuatan nyata mengikut Kristus sehingga kita hidup sebagai anak-anak terang
yang lahir dari Allah.
- Jadilah Anak
terang yang terus memancarkan cahaya dan juga memiliki energi, tanpa energi
tidak dapat terhubung dengan kristus.jadi terang harus membutuhkan energi
sehingga kita hidup didalam ANUGRAH KRISTUS.
Kristus
Adalah Allah
- Kristus
adalah Allah sebab Dia adalah Firman Allah yang berinkarnasi (menjadi manusia)
(Yoh 1:1,14), turun dari Surga (3:13), datang atau keluar dari Allah Bapa (Yoh
6:46; 7:28-29; 13:3; 8:42; 16:27-28,30; 17:7-8), hidup oleh Bapa (Yoh 6:57),
melihat Kristus sama dengan melihat Bapa (Yoh 12:45); dan diutus oleh Bapa (Yoh
3:17; 4:34; 5:23,24,30,36,37; 6:38,39,44,57; 7:16,29,33; 8:16,18,26,29,42; 9:4;
11:42; 12:44,45,49; 13:20; 14:24; 15:21; 16:5,7; 17:8,18,21,23,25, dan 20:21).
Sehingga Kristus memiliki kuasa Allah (Yoh 3:35; 13:3; 5:22; 17:2) dan hidup
Allah sendiri (Yoh 6:57).
- Kristus yang
diutus Allah memiliki hidup sehingga setiap orang yang percaya kepada Kristus
akan hidup oleh Kristus. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Kristus dan
Kristus hidup oleh Bapa, demikian juga siapa saja yang memakan Kristus, akan
hidup oleh Kristus (Yoh 6:57). Bagi yang percaya dengan kristus akan berada
didalam kasih-Nya.
- Kita hidup
oleh Kristus berarti kita lahir dari Allah menjadi anak-anak Allah (Yoh
1:112-13). Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari
Allah (1 Yoh 5:1). Lahir dari Allah menjadi anak-anak Allah harus melalui
Kristus yang diutus Allah. Makan Kristus berarti makan daging dan darah Kristus
(Yoh 6:54). Daging dan darah Kristus itulah daging dan darah yang disalib,
mati, dan dibangkitkan Allah itu.
- Hanya kristus
yang dapat menyelamatkn kita dari belenggu dosa – dosa kita karena Kristus
adalah Firman Allah . Allah mengutus Dia untuk menebus dosa kita. Dan kristus
mati untuk kita agar ciptaan-Nya lepas dari dosa sehingga kita menjadi manusia
baru.
- Di katakan
dengan manusia baru adalah orang yang telah di baptis dalam kristus atau orang
yang telah dilakukan pemurnian dan meninggalkan manusia lamanya, dan menerima
kristu dalam hidupnya.
- Ketika kita
memakan Kristus berarti daging dan darah Kristus itu masuk ke dalam hati kita
oleh karya Roh Kudus (Rom 5:5) dan bersatu dengan iman atau percaya kita
sehingga melahirkan benih ilahi di dalam diri kita (1 Yoh 3:9). Inilah yang
disebut dengan kelahiran baru (Yoh 3:3-5) atau lahir dari Allah menjadi
anak-anak Allah (Yoh 1:12-13).
- Kristus
adalah Allah dan oleh Kristus kita menjadi anak-anak Allah yang hidup.
Anak-anak Allah ini harus hidup dan bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus
kelak (1 Yoh 3:2) dengan melakukan kebenaran (1 Yoh 2:29; 3:7,10) dan
menyucikan diri sama seperti Dia adalah suci (1 Yoh 3:3) yaitu tidak berbuat
dosa lagi atau melawan dosa atau taat pada hukum Allah (1 Yoh 3:4,6,9).
Menaklukkan
Nous Di bawah Kristus
- Mengontrol setiap
pikiran (Nous) supaya taat kepada Kristus (2 Kor 10:5). Kita memiliki Nous
Kristus (1 Kor 2:16). Damai sejahtera Allah menjaga Nous dan hati kita melalui
Kristus (Fil 4:7). Pikiranmu bisa disesatkan dari Kristus (2 Kor 11:3).
Pembaruan Nous supaya kita bisa mengenali kehendak Allah (Rom 12:2). Dengan
cara apa kita memiliki pikiran Kristus yaitu dengan membaca FIRMAN dengan
sungguh – sungguh disitulah ketemu NOUS KITA DENGAN NUOS KRISTUS.
- Pembaruan
Nous setiap hari supaya Nous ini menjadi taat kepada Kristus dan memiliki Nous
Kristus adalah proses pemurnian (purification) yang dijalani ketika Nous ini
telah terhubung dengan Allah melalui Kristus. Dalam PEMBARUAN NUOS kita harus
memiliki pikiran yang baik dan pikiran yang kotor di buang dan kita harus melatih
badani kita dan baik secara jasmani kita maupun secara rohani dengan cara apa
kita memiliki terang dan energi ialhi
kita memiliki Nous Kristus berarti memiliki ketaatan kepada Kristus
sebab pikiran Kristus adalah ketaatan kepada Allah.
- Nous adalah mata
rohani kita. Nous inilah yang menentukan gelap terangnya hidup kita. Sebab di
katakan dalam matius 6 : 22 – 23 “ mata
adalah pelita tubuhmu; jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika mata
jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa
gelapnya kegelapan itu.
- Nous Kristus
menjadi Egemonikon atau alat kontrol terhadap Nous kita. Kita harus mengontrol
atau berjaga-jaga dalam doa sehingga Pikiran Kristus bisa menguasai pikiran
kita. Nous yang terkontrol ini tidak akan menghasilkan pikiran jahat atau
logismoi. Logismoi ini merupakan benih dari nafsu dan nafsu ini bertentangan
dengan kehendak Allah sehingga jika dibuahi melahirkan dosa. Dosa itu merupakan
pelanggaran terhadap hukum Allah.
- mengapa
penting menjaga, melatih, mengontrol, bahkan Rasul Paulus memakai istilah
“captive” Nous itu ditawan atau ditangkap oleh pikiran Kristus. Tanpa
berjaga-jaga yang seperti ini maka kita akan terus melakukan dosa. Dengan
menjaga atau memperbarui Nous kita, kita memiliki kekuatan untuk melawan dosa,
sebab ada benih ilahi di dalam diri kita. Benih ilahi ini adalah hasil
perkawinan atau penyatuan benih iman percaya kita dengan daging dan darah
Kristus yg kita makan dan minum sehingga kita menyatu dengan Kristus dan itulah
kelahiran baru atau lahir dari Allah
- Menyatu
dengan Kristus melahirkan benih ilahi sehingga ini merupakan suatu kuasa untuk
mengalahkan setiap godaan Iblis yang hendak masuk menguasai Nous kita. Menyatu
dengan Kristus ini membuat Nous kita mampu diperbarui atau berjaga-jaga atau
dikontrol dengan pikiran Kristus supaya TAAT kepada Kristus sebagai kekuatan
untuk melawan dosa yaitu KETIDAKTAATAN kepada hukum Allah. Menyatu dengan
Kristus melahirkan benih ilahi dan benih ilahi ini melahirkan pikiran Kristus
di dalam pikiran kita sehingga pikiran kita harus terus menerus diperbarui,
ditangkap atau ditawan oleh Egemonikon atau Nous Kirstus itu.
- Bagaimana
benih ilahi di mana di dalamnya telah ada pikiran Kristus ini menangkap atau
memperbarui pikiran kita? Kita memerlukan nepsis, doa, dan puasa. Kita juga
memerlukan Perjamuan Kudus di mana menghadirkan darah dan daging Kristus ke
dalam jiwa kita
Kasih
Kristus
- Kasih kristus telah dinyatakan dalam hidup kita dimana
kristus mengasihi kita dengan mencurahkan darah-Nya kepada kita semua, Kristus
telah melepas kita dari dosa Dia membawa kita dalam kasih Anugrah-Nya.
- Maka kita harus mengasihi Kristus dimana kristus telah
mengasihi kita dan juda ada ketaatan
- Tanpa
ketaatan tidak ada kasih. Kristus menyatakan, “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku,
kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan
tinggal di dalam kasih-Nya.” (Yoh 15:10)
- Gimana kita itu taat seperti Bapa yang telah menepati
janji-Nya kepada Allah. Kemudian Kristus memberikan
perintah yang sama kepada kita. Dia telah mengasihi Allah dan manusia begitu
juga kita harus mengasihi Allah dan sesama supaya kita menjadi sama seperti
Kristus.
- Mengasihi
Allah dan sesama sama artinya kita mengasihi Kristus. Sebab kita telah menaati
perintah Kristus yaitu saling mengasihi.
- Mengasihi
Kristus juga berarti kita mengasihi Allah karena melihat Kristus adalah melihat
Allah sebab itu kita juga akan dikasihi Allah. Kuncinya adalah ketaatan kita
pada perintah Kristus yaitu melakukan kasih tadi.
- Mengapa
kasih? Dengan kasih Kristus telah menjalankan atau menggenapi Hukum Taurat
dengan sempurna. Dengan kasih Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk menebus
dosa kita sehingga kita terlepas dari Iblis dan maut. Dengan kasih Kristus
telah menyelamatkan kita. Dengan kasih kita telah menjadi taat sama seperti
Kristus taat.
- Dengan kasih
kita telah memancarkan terang kepada dunia yang gelap sama seperti Kristus
menerangi dunia. Dengan kasih kita telah melakukan apa yang telah Kristus
lakukan. Sehingga dengan kasih dalam ketaatan kita sedang menjadi serupa
seperti Kristus.
- Begitulah
kasih Kristus yang diberikan kepada kita Dia kepada Bapa di sorga dengan sampai
Dia mati hanya demi menebus dosa kita. maka kita harus Taat dengan Kristu
dimana kristus telah memjadi teladan dalam hidup kita sehingga kasih selalu
berada dalam hidup kita.
Taat
Sampai Mati
- Taat sampai
mati adalah jalan yang dipakai oleh Kristus untuk menjadi penebus dosa manusia
sehingga manusia bisa dilepaskan dari dosa, Iblis, dan maut. Kristus
berinkarnasi menjadi manusia hanya mentaati perintah Allah kepada di,mana
kristus itu Dia menjadi manusia untuk melepas kita dari dosa. Inkarnasi,
Penyaliban, dan Kematian Kristus dikerjakan oleh Kristus dalam ketaatan sampai
mati. Taat sampai mati adalah harga pengorbanan Kristus untuk menyelamatkan
kita dari dosa, Iblis, dan kematian. Taat sampai mati adalah kasih Kristus
kepada manusia.
- Sekarang
Kristus telah mewariskan ketaatan itu kepada kita sehingga Kristus
memerintahkan kepada kita untuk menjadi seperti Dia. Menyangkal diri, memikul
salib, dan mengikuti Kristus. Kita juga harus taat sampai mati seperti Kristus
taat sampai mati. Rasul Yohanes menuliskan, “Saudara-saudaraku yang
kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan
kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya,
kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam
keadaan-Nya yang sebenarnya.
- Ini adalah
jalan menuju Kristus. Ini adalah di semakin serupa Kristus. Ini adalah jalan
mencari, pertumbuhan atau pemurnian menjamemikirkan, dan melakukan perbuatan
Kristus. Ini adalah jalan atau pintu masuk ke dalam Kerajaan Surga yang kita
tahu bukan jalan yang lebar dan pintu yang luas tetapi jalan yang sempit dan
pintu rdesakan. Ini adalah jalan salib atau penderitaan.
- Kristus
menderita mati, disalib, dikubur dan Dia berada tempat orang – orang mati pada
akhirnya juga Dia bangkit dari orang mati itu tandanya bahwa kristus telah
mengalahkan maut atau dosa. dan sekarang kita telah bebas dari naungan dosa
sehingga kita telah menjadi manusia baru atau juga kita berada d naungan
kristus.
Itulah
sebabnya ada Kristus di dalam kita dan kita di dalam Kristus (Yoh 6:54-56). Ada
kekuatan Kristus yang diwariskan atau diturunkan di dalam diri anak-anak Allah.
Ada benih ilahi yaitu iman kita dan daging dan darah Kristus yang menjadi
kekuatan kita untuk mengalahkan dosa atau ketidaktaatan itu. Sehingga kata
Rasul Yohanes kita punya “Dunamis” untuk tidak berbuat dosa atau kita
punya Dunamis untuk hidup TAAT karena ada benih ilahi tadi. Tanpa Kristus di
dalam kita maka mustahil kita bisa melalui jalan salib itu sampai mati. Tanpa
benih ilahi maka kita tidak bisa taat sampai mati. Tanpa kekuatan Kristus yg
diwariskan kepada kita sebagai anak-anak Allah tidak mungkin kita bisa memikul
salib, kenosis, dan ikut Kristus. Sehingga betul yang dikatakan oleh Rasul
Yohanes kita harus dilahirkan dari Allah menjadi anak-anak Allah mewarisi benih
ilahi itu.
- Itulah benih
ilahi yang harus kita keluarkan. Itulah kekuatan atau dunamis kita untuk taat.
Kristus telah taat maka kekuatan taat itu ada dalam diri kita sekarang sebagai
anak-anak Allah. Kristus telah mengalahkan dosa apa pun di dunia maka kekuatan
itu juga telah ada di dalam diri kita sekarang.
- Mengerjakan
atau mengeluarkan keselamatan itu harus dalam takut dan gentar. Kekuatan apa
yang harus kita pakai atau keluarkan sehingga kita bisa taat sampai mati dan
mencapai kesempurnaan seperti Kristus (Theosis)? Ada 5 kekuatan di dalam diri
kita yang harus menjadi kekuatan atau senjata yang telah Kristus tanamkan
yaitu:
- Energi atau kalori dari Allah (anugerah) sebagai
sumber kekuatan atau bahan bakar
untuk melewati jalan salib. Dan tanpa energi kita tidak terpancar dengan
kristus karena energi itu yang memberikan kekuatan.
- Energi yang
diperoleh harus dipakai untuk latihan dengan tekun yaitu latihan dan menguasai
tubuh atau daging kita yaitu Askesis yang dibimbing oleh Roh Kudus (Gal 5:16)
seperti seorang atlet membutuhkan seorang pelatih ketika dia berlatih. Kristus
telah menjalani askesis maka kita juga punya kekuatan untuk menjalani askesis
dan Kristus telah memberikan kita seorang Penolong atau Pelatih terbaik. Roh
Kudus adalah pelatih spiritual kita yang terbaik. Roh Kudus mengajari kita
kebenaran firman Tuhan (Yoh 14:26) sehingga belajar firman Tuhan ini menjadi
kekuatan bagi kita.
- Ketika
menjalankan latihan seorang atlet bisa saja gagal memenuhi target waktu dari
pelatih sehingga dia harus ulang dan ulang lagi berlatih dan berlari. Ketika
itu terjadi pada kehidupan spiritualitas kita kita harus bangkit dengan cara
melakukan pertobatan. Mengakui dosa dan kegagalan kita di hadapan Allah dengan
air mata adalah usaha kita untuk bertobat dan mengalahkan dosa. Air mata dan
pertobatan adalah kekuatan jiwa kita yang harus kita kerjakan untuk mencapai
ketaatan sampai mati
- Namun kita juga harus berjaga-jaga dan waspada
(Nepsis) terhadap segala godaan Iblis yang hendak menjatuhkan kita lagi. Nepsis
ibarat seorang atlet harus senantiasa menjaga pola makan dan pola hidupnya
dengan ketat dan disiplin. Nepsis berarti menjaga hati (kardia) dan pikiran
(Nous) tetap di dalam Kristus senantiasa melalui doa dan baca firman setiap
hari serta ibadah Perjamuan Kudus di gereja secara rutin.
- Semua
kekuatan rohani kita di atas tidak boleh dipisahkan dengan Allah tetapi tetap
harus terus bersinergi dengan Allah dan kawan sekerja Allah. Sinergi adalah
kekuatan kita untuk taat atau melawan dosa.
SPERMA
TOU THEOU: Benih Ilahi (God’s Seed)
- Anak-anak
Allah Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus
maka dia dilahirkan dari Allah menjadi anak-anak Allah bukan dari darah atau
keinginan jasmani, bukan oleh keinginan seorang laki-laki (Yoh 1:12-13; 1 Yoh
5:1).
- Percaya atau
iman merupakan benih di dalam hati kita yang jika oleh Roh Kudus kasih Allah (yaitu
penebusan Kristus di atas kayu salib dan kebangkitan-Nya; Yoh 3:16; 1 Yoh 4:9)
dicurahkan di dalam hati kita maka benih kita dikawinkan dengan penebusan
Kristus (Rom 7:4) sehingga di dalam hati kita memiliki benih ilahi (1 Yoh 3:9).
Benih ilahi ini merupakan hasil perkawinan dari percaya dan kasih Allah di
dalam hati yang dikerjakan oleh Roh Kudus.
- Percaya ini
merupakan iman kita dan kasih Allah ini merupakan penebusan Kristus yang
disalurkan dalam wujud energi ilahi atau anugerah Allah oleh Roh Kudus. Rasul
Yohanes menjelaskan bahwa ketika kita makan daging dan darah Kristus maka kita
akan memiliki hidup kekal dan kita bersatu dengan Kristus (Yoh 6:54-56).
- Mengapa bisa
begitu? Sebab benih Kristus yaitu daging dan darah Kristus ini bersatu atau
dikawinkan dengan benih iman percaya kita sehingga menghasilkan benih ilahi dan
inilah yang disebut oleh Kristus sebagai kelahiran baru oleh air dan Roh (Yoh
3:3-5). Air menandakan baptisan yang artinya kita dipersatukan dalam kematian
dan kebangkitan Kristus (Rom 6:2-5). Dipersatukan dalam kematian dan
kebangkitan Kristus inilah perkawinan itu yang melahirkan benih ilahi atau
kelahiran baru secara spiritual (Rom 7:4) yang dikerjakan oleh Roh Kudus (Rom
5:5).
- Dan ini juga
yang disebut kita makan daging dan darah Kristus itu. Itulah sebabnya siapa pun
yang percaya kepada Kristus dia telah dipersatukan dalam Kristus
- Jadi, kita
adalah anak-anak Allah yang dilahirkan dari Allah dan menjadi anak-anak terang
melalui perkawinan kita dengan Kristus yang mendatangkan kelahiran baru.
anak-anak Allah yang dilahirkan dari Allah melalui karya penebusan Kristus yang
disalurkan oleh Roh Kudus di dalam hati kita. anak-anak Allah yang dilahirkan
dari Allah melalui karya penebusan Kristus yang disalurkan oleh Roh Kudus di
dalam hati kita.
Ketaatan Total
- Taat sampai
mati adalah jalan yang dipakai oleh Kristus untuk menjadi penebus dosa manusia
sehingga manusia bisa dilepaskan dari dosa, Iblis, dan maut. Melalui Bunda
Maria, seorang perawan, Dia diutus Bapa untuk berinkarnasi, mengambil rupa
seorang hamba, menjadi sama dengan manusia. Melalui sebatang kayu salib yang
besar dan berat, Dia memikul salib sampai bukit Golgota. Melalui kematian di
atas kayu salib, Dia mengalahkan kematian Adam menjadi kehidupan yang kekal.
Inkarnasi, Penyaliban, dan Kematian Kristus dikerjakan oleh Kristus dalam
ketaatan sampai mati. Taat sampai mati adalah harga pengorbanan Kristus untuk
menyelamatkan kita dari dosa, Iblis, dan kematian. Taat sampai mati adalah
kasih Kristus kepada manusia.
- Kristus mati
dengan menebus kita dari dosa dan kristus telah mecurahkan darah-Nya untuk kita
semua sehingga kita terlepas dari dosa. jadi kita sekarang telah menjadi
manusia baru dan meninggalkan manusia lama kita karena kita sudah ada pemurnian
dari kristus.
- Taat sampai mati
dalam kenosis di jalan salib demi mengikut Kristus adalah perjuangan,
perlombaan, askesis, penderitaan, bersusah-susah sampai mencucurkan darah
(mati) seperti yang dialami oleh para Rasul (misal Rasul Paulus di dalam Fil
2:16-17).
- Ketaatan
kepada Kristus adalah hal yang paling berat dan kegagalan manusia yang paling
utama. Ada nafsu daging yang terus berlawanan dengan Roh dan batin kita (Gal
5:16-17). Yang kita inginkan adalah keinginan Roh tetapi yang kita lakukan
justru keinginan atau nafsu daging. Semakin besar keinginan Roh di dalam batin
maka semakin besar pula kedagingan itu.
- Yang harus
kita kerjakan supaya taat sampai mati dalam mengikut Kristus dan jalan salib
itu adalah mengerjakan (working out) atau mengeluarkan kekuatan Kristus itu
dari dalam diri kita dan inilah yang oleh Rasul Paulus sebut mengerjakan
keselamatan atau working out your salvation (Fil 2:12-17). Apa yang harus kita
keluarkan atau kerjakan? Yaitu keselamatan itu. Apa itu? Yaitu kesatuan kita
dengan Kristus tadi dalam wujud benih iman dan daging dan darah Kristus itu.
Anak-anak
Terang
- Sebagai anak
terang kita sama seperti Kristus adalah terang dunia sehingga kita juga adalah
terang dunia (Mat 5:14). Menjadi terang dunia tidak hanya sampai lahir baru
namun benih ilahi ini harus berakar dan bertumbuh dengan cara mengikut Kristus
Mengikut Kristus artinya meneladani Kristus. Dia melakukan pengosongan diri
atau kenosis.
- Menjadi anak
terang atau terang dunia adalah dengan cara mengikut Kristus. Mengikut Kristus
berarti mengosongkan diri dalam bentuk melawan keakuan yang berdosa dan hidup
seperti Kristus hidup yaitu menaati perintah-Nya dalam bentuk saling
mengasihi sesama (Yoh 15:17).
- Dalam menjadi
Anak – anak terang kita harus memilki yang ada energi ilahi dan iman juga
sehingga kita selalu tersambung dengan kristus, dan juga menjadi Anak terang
harus melawan kegelapan atau harus menerangi yang namanya gelap.
Melawan dosa dan
mengasihi sesama adalah perbuatan nyata mengikut Kristus sehingga kita hidup
sebagai anak-anak terang yang lahir dari Allah.
Kesatuan Di dalam Kristus
- Ketaatan total kepada Kristus dan kasih
Kristus kepada kita adalah hubungan yang begitu harmonis di dalam ikatan
perkawinan itu.
- Ketaatan
adalah bukti kasih kata rasul Yohanes (Yoh 14:15). Ketaatan pada Kristus adalah
kasih kita kepada Kristus seperti ketaatan Kristus kepada Allah adalah bukti
kasih Kristus kepada Allah (Yoh 15:9-10) yaitu kasih yang mengorbankan
nyawa-Nya untuk kita supaya kita diselamatkan dari dosa, Iblis, dan maut (1 Yoh
3:16). Sehingga ini meninggalkan relasi yang begitu mendalam dan ini adalah
relasi dalam perkawinan yang saling mengasihi.
- Kita
mengasihi Kristus dan Kristus mengasihi kita. Itulah kesatuan. Itulah artinya
kita sebagai mempelai Kristus dalam perkawinan. Aku di dalam Kristus dan
Kristus di dalam aku. Saling mengasihi.
- Kesatuan
dalam kristus adalah seperti suami isteri begitu pula kita dengan kristus
karena kristus yang dapat membebaskan kita dari dosa. Kristus mengajarkan bahwa
mengasihi Dia berarti mengasihi sesama kita itulah tanda kita bersatu dengan
kristus.
- Dengan
mengasihi sesaman kita dengan perbuatan baik. Sehingga dengan mengasihi sesama
sama artinya kita mengasihi Kristus. Kasih yang kita berikan bukan hanya
sekedar perkataan. Kasih yang kita berikan bukan juga sekadar perbuatan baik
tapi perbuatan dalam kebenaran dan kasih yang kita korbankan adalah kasih
Kristus karena itu adalah perbuatan dalam kebenaran. Dengan kasih Kristus kita
mengasihi orang lain sehingga mereka bisa mengenal Kristus dan kasih-Nya yaitu
pengorbanan Kristus untuk hidupnya. Dengan mengasihi kita tidak lagi di dalam
maut melainkan di dalam Kristus.
- Kita bisa
saling mengasihi karena kita ada di dalam Kristus yang mengasihi kita sejak
mula bahkan sebelum kita ada dan ketika kita masih berbuat dosa. Kasihilah
sesama dengan kasih Kristus sehingga orang lain bisa mengenal Kristus dan
diselamatkan menjadi milik-Nya.
Injil Kristus
- Injil adalah
kuasa Allah yaitu energi Allah yang kita sebut sebagai anugerah atau kasih
karunia Allah. Injil adalah kasih karunia Allah yang menyelamatkan karena ada
energi atau kuasa Allah yang menghidupkan roh kita yang telah mati sehingga
kita dilahirkan baru secara roh menempati kemanusiaan baru. Roh Kudus bekerja
dengan membawa atau menyalurkan energi Allah itu ke dalam hati manusia.
- Kemanusiaan
baru ini adalah kemanusiaan Kristus yang taat sampai mati yang menggantikan
kemanusiaan Adam yang tidak taat. Maka efek ketidak taatan Adam masih berdampak
sama kita. jadi kita maka sampai sekarang doa Adam selalu ada sama kita karena
ketidak taatan. Maka kristus berinkarnasi menjadi manusia untuk melepas kita
dari dosa dengan cara apa ? kristus mengorbankan nyawa-Nya untuk kita supaya
kita bebas dari dosa. dan dengan kematian-Nya Kristus telah mengalahkan dosa
dengan ketaatan-Nya sampai mati di atas kayu salib. Kristus telah mengalahkan
Iblis dengan penguburannya di mana Iblis tidak berkuasa untuk mencegah
kebangkitan Kristus sehingga maut atau kematian telah dikalahkan. Kristus yang
menang ini telah menyediakan kemanusiaan baru untuk kita.
- Kemanusiaan
Kristus inilah yang dicurahkan oleh Roh Kudus dalam bentuk anugerah atau energi
Allah kepada manusia. Dan diterima oleh manusia melalui iman percaya yang
diwujudkan dalam baptisan air.
- Baptisan
inilah menyebabkan kita mengenakan Kristus atau kemanusiaan Kristus dan kita
disebut anak-anak Allah.
- Anak-anak
Allah ini akan menjadi nyata kelak pada saat Kristus menyatakan diri-Nya pada
akhir zaman nanti yaitu akan menjadi sama seperti Kristus. Baptisan air adalah
pengenakan kemanusiaan Kristus karena kemanusiaan kita juga turut mati,
dikubur, dan dibangkitkan bersama Kristus. Kita telah menjadi satu dengan apa
yang sama dengan kematian Kristus, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang
sama dengan kebangkitan Kristus. Sehingga kemanusiaan kita telah menjadi satu
dengan kemanusiaan Kristus yang pada saat Kristus menyatakan diri kelak kita
akan diubah menjadi seperti Kristus yaitu makhluk terang dengan tubuh yang
mulia.
- Keselamatan
yang nyata ini bukan hanya konsep namun sekarang diberikan kepada semua manusia
di sepanjang segala abad. Sebab itu manusia harus meresponinya dengan iman. Dan
iman ini timbul dari pendengaran akan Injil itu. Dan pendengaran akan Injil ini
karena ada orang percaya yang memberitakannya di sepanjang segala zaman. Namun
Injil yang menyelamatkan ini bisa ditolak oleh orang-orang karena kehendak
bebas manusia. Keselamatan itu sendiri tidak bisa hilang karena keselamatan itu
adalah Kristus sendiri.
Kacamata
Manusia atau Kristus?
- kacamata kita
perlahan berubah dari manusia dan filsafat (ilmu/logy) dunia ke kacamata atau
nous Kristus. Membaca Alkitab dan menelaah ajaran Allah dari sudut pandang
Kristus. Baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berpusat kepada Kristus
(Christ-Centered). Egemonikon kita adalah pikiran Kristus
- kita menbaca
Alkitab dengan kta berpusat dengan kristus sehingga nous kita dengan nous
kristus sama.
- Paradosis Pikiran Kristus atau Christ-Centered menjadi tradisi (Paradosis) para
Rasul mengajarkan firman Allah baik secara lisan dan tulisan kepada Gereja.
Firman Allah yang diberitakan sejak awal itu adalah berdasarkan pertama tradisi
para Rasul yang lisan dan sebagian dari tradisi itu ditulis menjadi Kitab Suci.
- Dengan
kacamata Kristus kita akan menemukan Kristus di dalam Alkitab. Dan Kristus yang
kita temukan itu akan memerdekakan kita dari belenggu dosa sebab Dialah
kebenaran itu sendiri (Yoh 8:31-32; 14:6).
- Jadi, ketika
kita membaca dan mengajarkan Alkitab, kita sendiri dan orang lain akan berjumpa
Kristus, Sang Kebenaran itu dan diselamatkan
- Bapa-bapa
Gereja Sebab itu kita perlu membaca Alkitab yang
dituntun oleh Bapa-bapa Gereja. Kacamata Kristus ini dibantu atau dibimbing
oleh ajaran Bapa-bapa Gereja. Seperti Rasul Paulus menurunkan ajarannya kepada
Timotius (2 Tim 3:10) dan Timotius mengajarkannya kepada jemaat (2 Tim 4:2) dan
begitu seterusnya sampai sekarang kita memiliki kekayaan ajaran Gereja yang
telah turun temurun diajarkan oleh Bapa-bapa Gereja. Sehingga mari kita memberitakan
maupun menuliskan firman Allah yang adalah kebenaran itu sehingga banyak jiwa
boleh diselamatkan
Kasih Allah Yang
Menghidupkan
- Kita lahir
dari Allah karena kasih Allah. Kenapa karena kristus telah memberikan kasih-Nya
kepada kita, dengan cara apa kristus memberikan kasih-Nya kepada kita yaitu
dengan mencurahkan darah-Nya dan membebaskan kita dari dosa sehngga Dia
menderita, disalib, bahwa mati itulah kasih-Nya.
- Kasih Allah
yaitu pengutusan Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia supaya kita hidup oleh Kristus. Kasih Allah yaitu
pengutusan Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia supaya kita hidup oleh Kristus.
- Ketika kita
telah menjadi anak-anak Allah karena kasih Allah itu maka kita juga harus
saling mengasihi sesama karena setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan
mengenal Allah (1 Yoh 4:7). Allah adalah kasih sehingga siapa pun yang berada
dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia (1 Yoh
4:16). Saling mengasihi membuat kita berada di dalam Allah dan kasih Allah
telah disempurnakan di dalam diri kita.
- Apakah kita
bisa mengasihi? Bisa karena kita telah dilahirkan dari kasih Allah itu sehingga
ada benih kasih Allah di dalam diri kita. Yang harus kita kerjakan adalah taat
pada perintah atau firman Allah yaitu mengeluarkan atau mengerjakan benih kasih
itu sehingga terwujud menjadi perbuatan kasih. Jika kita menaati perintah Allah
itu yaitu saling mengasihi maka kasih Allah telah menjadi sempurna. Kasih Allah
yang sempurna ini akan membuat kita memiliki keberanian percaya / boldness pada
hari penghakiman kelak. Kita tidak lagi takut pada penghakiman Allah karena ada
kasih Allah yang sudah sempurna di dalam diri kita.
- Dengan
demikian benih kasih yang di dalam diri kita akan semakin sempurna dan pada
puncaknya yaitu hari penghakiman itu kita tetap berada di dalam Allah dan
berada di dalam kasih Allah untuk mengasihi Allah selamanya.
Tinggal Di dalam
Allah
- Kesucian
Moral dan Air Mata adalah Kesucian dari segala dosa
dimulai dari pertobatan atau pengakuan dosa kita sehingga Allah akan mengampuni
dan menyucikan dosa kita melalui darah Kristus. Tanpa pertobatan sehari-hari
dan air mata maka kita tidak hidup dalam kesucian diri.
- Terang adalah
suci atau tidak berdosa. Allah adalah terang maksudnya Allah itu suci, tidak
ada dosa atau kegelapan sama sekali. Hidup di dalam terang berarti hidup dalam
kesucian moral.
- Hidup di
dalam gelap dikontraskan dengan hidup di dalam terang.
- St. John
Chrysostom menjelaskan betapa pentingnya karunia air mata ini. Dengan kita
mengelurkan air mata karena adanya penyesalan, karena air mata sangat penting
danBegitu juga dengan kesedihan, karena itu membangun di dalam hati kita,
menenggelamkan pikiran kita ke dalam kegelapan, tapi kemudian, ketika kita
telah melepaskan semua kepahitannya melalui doa dan air mata yang menyertainya,
jiwa itu membawa terang yang besar. Pengaruh Tuhan menyinari jiwa orang yang
sedang berdoa, seperti sinar matahari.
Dengan air mata kemanusiaan lama kita akan ditinggalkan dengan adanya
pertobatan sehinggakita hidup dengan manusia baru.
- Air mata yang
dicurahkan membuat jiwa kita menjadi tenang dan terang kembali. Tuhan melihat
hati yang hancur seperti pemazmur bermazmur, “Korban sembelihan kepada
Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang
hina, ya Allah” (Mazmur 51:19). Tuhan Yesus menyebut orang yang
berdukacita adalah orang yang berbahagia karena mereka akan dihibur oleh Allah
(Matius 5:4).
- Ketaatan
dan Saling Mengasihi. Allah adalah kasih (1 Yoh
4:8,16) sehingga berada di dalam Allah berarti berada di dalam kasih Allah.
Berada di dalam kasih Allah berarti hidup menaati firman Allah. “Tetapi
barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna
kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia” (1
Yoh 2:5).
- Orang yang
saling mengasihi adalah orang yang berada di dalam Allah. Sama artinya dia
lahir dari Allah dan mengenal Allah sebab di dalam dia telah ada benih ilahi
yaitu kasih Allah yang melahirkan baru dia menjadi anak-anak Allah.
- Kasih Allah
yaitu pengutusan Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia supaya kita hidup oleh
Kristus. Kasih Allah melahirkan baru kita menjadi anak-anak Allah melalui karya
penebusan Kristus yang dicurahkan oleh Roh Kudus sehingga di dalam hati kita
ada benih Allah yang hidup. Sebagai anak-anak Allah kita mewarisi benih ilahi
yaitu kasih Allah. Kita lahir dari benih kasih Allah sehingga ada kasih Allah
di dalam kita. Betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Allah kepada kita
sehingga kita disebut anak-anak Allah.
- Dengan
demikian benih kasih yang di dalam diri kita akan semakin sempurna dan pada
puncaknya yaitu hari penghakiman itu kita tetap berada di dalam Allah dan
berada di dalam kasih Allah untuk mengasihi Allah selamanya.
Kenaikan Kristus Ke
Sorga
- Kenaikan
Kristus ke Sorga memberikan kita waktu dan tempat untuk bertumbuh mengikuti
jejak Kristus. Kenaikan Kristus ke Surga menjadikan kita Kristus-kristus kecil
yang diberi kuasa oleh Roh Kudus untuk mengerjakan perintah Kristus di dunia
- Kenaikan
Kristus ke Surga dan lalu duduk di sebelah kanan Allah menjadi satu bukti bahwa
Kristus adalah penguasa (baca Tuhan) baik yang di bumi maupun di Surga (Efe
1:20-23; Kol 1:15-20; 1 Pet 3:22).
- Kristus
adalah Tuhan (Yoh 13:13) sehingga seluruh hidup kita adalah milik Kristus (Rom
1:6; 1 Kor 3:23). Kita memiliki Roh Kristus atau Roh Kudus (Rom 8:9) sehingga
kita adalah manusia ilahi atas God-man by grace.
- Betapa
mulianya kita bisa percaya dan menyembah Kristus. Dia adalah Firman Allah yang
berinkarnasi, Anak Tunggal Allah, pola ciptaan manusia dan Juruselamat manusia,
Jalan untuk membawa manusia kepada Allah, Tuhan dan Pemilik hidup manusia, dan
tujuan hidup orang percaya. Sehingga ketika Dia sedang ada di Sorga sekarang
merupakan jaminan kita akan menyatu dengan Allah dalam Kristus. Hidup ini
memang mulia dan layak dijalani karena kita akan menjadi seperti Kristus yang
sempurna di Sorga.
Hukum Allah, Hukum
Akal Budi, dan Hukum Dosa
(Roma 7:21-23)
- Manusia yang
merupakan gambar Allah memiliki roh (spirit; pneuma) dan jiwa (soul; psyche)
sebagai satu kesatuan, dan tubuh (soma). Soul manusia yang berasal dari nafas
atau Roh Allah sifatnya seperti Allah Trinitas yaitu memiliki Nous (seperti
Allah Bapa), Logos (seperti Firman Allah), dan Pneuma (seperti Roh Allah).
- Logos adalah
manifestasi dari Nous. Logos adalah reason atau pikiran manusia yang bekerja
memerintah otak dan dari otak memerintah anggota tubuh manusia.
- Seluruh
perangkat batin ini tertampung di dalam suatu wadah yang kita sebut sebagai
hati (kardia). Di dalam hati atau perangkat batin ini tersimpan berbagai memori
manusia yang tertampung di dalam logos manusia.
- Hati ini
ibarat lemari batin (the inner closet) manusia yang di dalam terdapat dua
kekuatan besar (Rom 7:21-23) yaitu hukum Allah (seperti superego dalam teori
psikoanalisis Sigmund Freud) dan hukum dosa (id) yang berasal dari tubuh atau
daging. Tubuh ini memiliki keinginan atau kebutuhannya seperti makan, sex,
pakaian, materi atau uang untuk melindungi tubuh, istirahat, refreshing, dan
sebagainya.
- Keinginan
tubuh atau daging ini sebetulnya normal atau baik karena memang dirancang oleh
Allah demikian. Namun, karena semua manusia telah jatuh dalam dosa (Rom 3:23)
sehingga keinginan daging ini melanggar hukum Allah (1 Yoh 3:4) seperti
keinginan makan menjadi distorsi dalam wujud gluttony atau keserakahan
akan makanan. Perbuatan dosa ini berasal dari keinginan daging dan dosa ini
tersimpan menjadi sebuah id yang tersimpan di dalam lemari batin kita.
- Perangkat
batin atau hati kita ini dilindungi oleh Nous sebagai egemonikon atau shield
atau pertahanan dari jiwa kita. Nous yang sia-sia yang terpisah dari Allah
dan mati ini (Efe 4:17-18; 2:1) ini harus dihidupkan lagi oleh anugerah Allah
atau energi ilahi yakni penebusan Kristus (Efe 2:4-5) sehingga roh (spirit)
dari Nous ini dibarui dan mengenakan manusia baru yang sesuai kodrat aslinya
(Efe 4:23-24). Manusia baru ini berarti Nous ini bisa kembali berhubungan
dengan Allah. Nous ini harus mengenakan pikiran Kristus sebab Kristus yang
telah menghidupkan Nous ini dari kesia-siaan dan kematian
- Godaan Iblis
–> Nous –> Lemari batin –> Id –> Logismoi –> Keinginan
daging/ nafsu –> menyeret dan memikat –> Dosa –> Maut.
- Nous dan hati
harus menjumpai Allah di dalam doa dan berjaga-jaga (nepsis). Maka kita harus
berjaga – jaga agar dosa tidak menaungi kita dan kita menjaga hati kita dan
terusa memiliki terang dan energi ilahi.
- Allah –>
energi ilahi/anugerah Allah –>Nous –> lemari batin –> Superego
(hukum Allah) –> Logos (reason, emotion, desire) yang dikuasai Kristus
–> apatheia (ketiadaan nafsu) –> otak –> anggota-anggota tubuh
–> kasih
- Wujud batin
yang memiliki pikiran Kristus ini adalah penyaliban daging dengan segala
keinginannya dalam bentuk askesis (melatih dan menguasai daging) sehingga
mencapai apatheia atau pemurnian hati atau penyucian diri.
Hidup Dalam
Keselamatan
- Di dalam
Kristus adalah di dalam keselamatan yaitu mengambil bagian kodrat ilahi yaitu kita akan diubahkan menjadi sama
seperti Kristus akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan
diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam
keadaan-Nya yang sebenarnya dan jika terus bersinergi dengan-Nya.
- Menjadi sama
seperti Kristus dan melihat Kristus adalah keselamatan di dalam Kritus yang
sekarang sedang kita kerjakan bersama Allah dalam sinergi bersama Roh Kudus.
- Mengenal
Allah dan Kristus berarti mengenal terang dan kasih Allah sebab Allah adalah
terang dan kasih yang terus berada dalam hati kita sehingga kita berada didalam
kasih anugrahnya. Sehingga kita adalah hidup dalam kasih. Hidup dalam
keselamatan adalah hidup dalam terang. Dan ini berarti kita hidup menyucikan
diri dari segala dosa dan kekuatan itu adalah kasih karunia atau rahmat atau
anugerah Allah untuk hidup kekal dan mengalahkan dosa kita pribadi. Hidup dalam
terang dan kasih adalah hidup di dalam kekuatan atau kuasa ilahi yaitu anugerah
Allah. Anugerah Allah bekerja sama dengan mengerjakan keselamatan kita.
Pemurnian Jiwa dan
Tubuh
- Dengan daging
dan darah Kristus dalam hati kita atau kita di dalam Kristus dan Kristus di
dalam kita maka kita akan mengalami yang namanya Purification yaitu
pemulihan atau pemurnian/penyucian dengan ada juga pertobatan dalam diri kita
dan kita meninggalkan manusia lama kita dengan menuju manusia baru.
- Perangkat
batin, hukum dosa, hukum Allah. Manusia yang merupakan
gambar Allah memiliki roh (spirit; pneuma) dan jiwa (soul; psyche) sebagai satu
kesatuan, dan tubuh (soma). Soul manusia yang berasal dari nafas atau Roh Allah
sifatnya seperti Allah Trinitas yaitu memiliki Nous (seperti Allah Bapa), Logos
(seperti Firman Allah), dan Pneuma (seperti Roh Allah). Logos adalah
manifestasi dari Nous. Logos adalah reason atau pikiran manusia yang bekerja
memerintah otak dan dari otak memerintah anggota tubuh manusia. Seluruh
perangkat batin ini tertampung di dalam suatu wadah yang kita sebut sebagai
hati (kardia).
- Karena didalam hati juga tersimpan semuanya
baik yang jahat maupun yang baik. Hati kita harus kita jaga didalam hati kita
disitulah timbul dosa.
- Proses
lahirnya dosa dan maut:
Godaan
Iblis –> Nous –> Lemari batin –> Id –> Logismoi –>
Keinginan daging/ nafsu –> menyeret dan memikat –> Dosa –> Maut.
- Doa =
Pemurnian nous, logos, pneuma, dan tubuh > Nous
atau hukum Akal Budi ini harus berubah dengan pembaruan terus menerus dengan
cara berdoa, berjaga-jaga, dan askesis supaya memiliki pikiran Kristus. Nous
ini tidak boleh mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya yaitu keinginan
daging, mata, dan kesombongan, Nous dan hati harus menjumpai Allah di dalam doa
dan berjaga-jaga (nepsis).
- Diagram
Pemurnian Batin dan Tubuh: Allah –> energi
ilahi/anugerah Allah yang dibawa oleh Roh Kudus –>Nous –> lemari batin
–> menjadi Superego (hukum Allah) –> Logos (reason, emotion, desire)
yang dikuasai Kristus – mampu approve kehendak Allah –> apatheia (ketiadaan
nafsu) dan melahirkan keinginan Roh à otak –> anggota-anggota tubuh
(penyaliban daging dan nafsu) –> ketaatan dalam bentuk kasih
Pikiran
dan perbuatan Kristus –> Roh Kudus –> Nous –> lemari batin –>
Logos (reason, emotion, desire) –> kehendak Allah –> Keinginan Roh
–> buah Roh (kasih).
- Doa adalah
sinergi manusia dengan Allah untuk menjemput energi ilahi atau terang ilahi
masuk ke dalam lemari batin atau hati kita sehingga energi Allah itu bisa
menerangi hati kita. Hati yang telah diterangi oleh Allah ini membuat perangkat
logos atau pikiran, perasaan, dan keinginan kita adalah seturut dengan pikiran
Kristus atau kehendak Allah atau keinginan Roh .
- Perangkat
logos ini akan memerintahkan otak supaya anggota tubuh kita dipakai untuk
melakukan kebenaran atau menghasilkan buah Roh. Jadi, doa itu adalah sinergi
manusia dengan Allah untuk menjemput energi ilahi untuk memurnikan hati atau batin
dan daging kita.
- Sehingga
bukan kerja pikiran logos melainkan kerja nous (batin) yang tidak terputus
dengan Allah. Jika NOUS tidak terkoneksi dengan Allah, maka NOUS akan dikuasai
oleh godaan Iblis. Berdoa itu bukan hanya kerja pikiran kita tetapi kerja
NOUS/hati/batin kita.
1. Jiwa kita tidak terputus/terpisah dengan Allah oleh gangguan/
pikiran yang mengganggu.
2. Jiwa kita terus-menerus diperbaharui oleh Allah
3. Berdoa itu seperti kita berjalan dengan nous kita bersama
dengan energi ilahi
4. Secara internel kita mengumpulkan tubuh dan jiwa ini membawa
seluruh keberadaan hidup kita dihadapan Allah.
- Oleh sebab
itu kita harus bisa menjinakkan nous kita di hadapan Allah (TAME THE MIND).
- Jika kita
sudah melakukan doa batin ini maka nous kita sudah terkoneksi kepada Allah,
maka Allah memberikan anugerahnya, maka daging ini juga ditransformasi bersama
dengan jiwa tadi menyatu dengan Allah. Tubuh dan jiwa ini menjadi bait dari
Allah (Rasul Paulus mengatakan tubuhmu ini adalah bait Allah), menjadi tempat
tinggalnya Allah. Jadi tubuh ini tempat tinggal Allah yang taat kepada hukum
Allah.
- Doa itu
adalah transformasi jiwa dan tubuh menjadi seperti Kristus. Kita punya hukum
dosa di dalam lemari batin kita namun berkat doa, kita menerima energi atau
terang ilahi untuk menerangi lemari batin kita sehingga hukum dosa itu
dikalahkan dan kita menaati hukum Allah. Ini adalah proses pemurnian jiwa dan
tubuh yang harus kita kerjakan dalam ketaatan
Foundation &
Purification
- Adanya fondasi dalam hidup kita. kita sebagaiman harus
memiliki fondasi iman dan benar, dan fondasi itu adalah Kristus sendiri karena
nature jiwa kita yang sesungguhnya adalah pada kristus sendiri christ event,
yakni suatu karya (works) yang dikerjakan oleh creotion / penciptaan , keselamatan,
menunggal dengan kristus.
- Fondasi kita sebaagi orang percaya ialah fondasi
kristus yaitu Firman Allah karena melalui Dialah sehingga ada penebusan. Karena
orang yang telah berdosa maka kristus datang kedunia ini untuk menebus kita
sehingga kita telah hidup baru, jadi kita harus memiliki fondasi yang sangat
kokoh.
- Sehingga kita memiliki iman yang kuat dan dosa kita
harus kita salibkan karena kita telah menjadi manusia baru. Dan kita juga TAAT
karena karena kita hidup dibawh kasih karunia Allah. Sehingga kita menjadi anak
– anak terang yanng terus bercahaya di depan orang mereka melihat perbuatan
baik dan memuliakan Allah.
- Purification dengan daging dan darah kristus kita akan
mengalami yang namanya purification yaitu pemuluhan atau permurnian / penycuian
dimana kristus telah mencurahkan darah-Nya kepada kita dari dosa – dosa kita
sehingga kita mengalami yang namanya purification dengan adanya benih ilahi itu
kita pikiran kristus dan bertobat.
- Dan meninggalkan manusia lama kita dan menuju pada
manusia baru kita sehingga kita serupa dengan kristus. Karena manusia merupakan
gambar Allah memiliki roh dan jiwa. Dan kita juga memilik nous Allah ,logos.
Sehingga keinginan kita benar – benar kita salibkan.
- Transforming, jika kita melakukan bertapa batin ini
maka kita sudah terkoneksi kepada Allah memberikan Anugrahnya, maka daging ini
juga transformasi bersama jiwa kita dengan jiwa kristus.
Askesis
Menurut St. Gregory Palamas
Ia
menuliskan demikian, “The only soul that possesses intelligence is the human
soul, and this is not celestial, but supracelestial, not because of its
location but because of its very nature, for its essence is noetic.”[1] Satu-satunya
yang memiliki kecerdasan jiwa adalah manusia yang tinggal dan hidup di bumi.
Bukan hanya sebagai naturnya tetapi sesuai dengan keberadaannya. Jadi, manusia
mendapat tempat yang mulia di mata Allah karena memiliki jiwa yang dapat
menjadi tempat kediaman Allah dan dapat terhubung dengan-Nya. Sebab, jiwa
bersifat kekal dan ciptaan lainnya tidak. .[2] Allah yang memenuhi
alam semesta ini adalah Allah yang hebat karena menciptakan manusia dan memberi
kecerdasan jiwa. Sehingga dapat memahami belas kasih dan pengorbanan-Nya bagi
manusia yang telah rusak gambar dirinya karena dosa. Jadi, orang percaya harus
memahami hal ini. Bahwasannya manusia diberi kecerdasan jiwa untuk dapat
mengerti hal baik dan hal buruk. Lebih jelas lagi, Ia menuliskan demikian, 3 Manusia yang memiliki kecerdasan jiwa
dapat menimbulkan