TUGAS SINOPTIK KE-10

NAMA            : DIAN PURMAWATI WARUWU

TINGKAT      : I (SATU)

M.K                 : SINOPTIK

TUGAS           : KE-10

                                                15 APRIL 2019

# Minggu zakheus

  • Tentang merespon Anugerah Allah
  • Menyucikan diri

Ini mengajarkan kepada kita bahwa ada anugerah Allah yang datang mencari kita, dan kita diharapkan seperi Zakheus yang mau merespon anugerah itu yaitu dengan iman. Merespon anugerah itu sama artinya dengan kita sedang membuka pintu yaitu membuka pintu hati supaya anugerah itu masuk. Pintu terbuka sama dengan iman iman kita menerima anugerah itu.

# Minggu orang Farisi dan Pemungut Cukai

Ini mengajarkan kepada kita bagaimana kita mau merendahkan diri kita seperti seorang pemungut cukai. Ia mau bertobat dari dosa (menyadari dosa-dosanya) dan mau berubah. Bukan sebaliknya seperti orang Farisi yang sombong yang tidak mau merendahkan diri di hadapan Allah. Karena itu dengan kerendahan hati kita meminta belas kasihan kepada Allah untuk menyucikan diri kita.

# Minggu anak yang hilang

  • Anak hilang pergi untuk berfoya – foya
  • Anak bungsu itu berpisah dengan Bapanya
  • Anak bungsu kembali dengan Bapanya
  • Mengalami pertobatan

Pertobatan artinya kita kembali kepada Allah Bapa kita. Kembali kepada Allah artinya kita menemukan kehidupan atau keselamatan itu. Tanpa kembali kepada Allah maka kita tidak ditemukan.

# Minggu penghakiman akhir Mat. 25:35-36

  • Berbuat kasih
  • Ada dua pilihan yaitu bangsa domba atau bangsa kambing
  • Kalau menjadi bangsa domba harus berbuat kasih
  • Mengampuni seperti pemungut cukai, Anak hilang dan seperti domba
  • Perlu kasih karunia / Anugrah jika tidak ada kita tidak mengalami pertobatan dan tidak berakar. Maka kasih Allah itu sangat penting.
  • Berakar di dalam tanah atau berakar di dalam Kristus. Supaya memperoleh kasih karunia sehingga hidup di dalam Kristus
  • Berjaga – jaga dan berdoa LUKAS 21:36

Mengajarkan kita bagaimana kita berbuat kasih. Ada dua pilihan jadi kambing atau jadi domba. Kalau domba berarti kita harus berbuat kasih. Pertobatan itu harus disertai perbuatan. Semakin orang menyadari pertobatannya disitu ada buah-buah pertobatan itu. Contohnya Maria dari Mesir ia menjadi orang suci. Buah pertobatannya adalah ia mendapat pengampunan dan menjadi orang suci. Jadi, standar penghakiman akhir adalah kasih.

# Minggu Pengampunan Dosa

Tuhan mengampuni segala dosa kita syaratnya adalah kita juga harus mengampuni kesalahan orang lain dan berdamai dengan dosa atau sesama. Kita tidak dapat datang kepada Allah kalau kita belum berdamai dengan orang lain.

# Minggu Puasa

Ini dilakukan selama 40 hari. Di dalamnya juga terdapat beberapa hari yang penting;

  • Minggu Ikon: kita diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Gambar inilah yang kita pulihan diproses supaya menjadi serupa dengan Kristus.
  • Minggu Gregory Palamas:  Untuk menjadi serupa gambar dengan Kristus kita perlu anugerah, tentu itu kita tidak bisa tetapi kasih karunia Allah itulah yang kita bisa serupa dengan Kristus. berarti kita dapat serupa denbgan Kristus kalau kita berakar di dalam Kristus. Sama seperti pohon semakin dalam ia berakar semakin kuat juga pohon tersebut, demikian juga dengan kita kalau kita kuat di dalam kasih anugerah Allah maka semakin kuat pula iman kita. Bagaimana supaya iman kita tetap kuat atau dengan kata lain supaya pelita kita tetap menyala sampai Kristus datang? Yaitu kita harus ada persediaan minyak. Minyak itu adalah anugerah Allah itu. Berakar di dalam Kristus supaya kita memperoleh kasih karunia itu. Inilah yang dimaksud dengan minggu kita berdoa dan berjaga-jaga (Luk. 21:36; Mat. 26:41).

# Minggu Penghormatan Salib

  • Menjadi orang yang kudus
  • Memikul salib
  • Mengalami pertobatan

Kita harus mengikuti teladan Yesus. Bahwa tidak ada kemenangan tanpa penderitaan. Sebab kita dipanggil Allah kita bukan sekedar jadi orang baik tetapi kita juga harus kudus. Dan salib itulah yang menyucikan kita. Salib itu adalah penyaliban kedagingan dan mengingatkan kita bahwa kita menjadi serupa dan segambar dengan Allah meneladani Yesus.

# Minggu Maria dari Mesir

  • Mengalami pertobatan 47 tahun
  • Menangis à penderitaan (sakit>anak tangga)à kebangkitanà benih, akar, bertumbuh

Maria ini juga menjadi teladan kita, ia menangisi dosa-dosanya dan juga menderita. Perihal menangisi dosa-dosanya ini sama dengan perihal Yesus yang menangisi kota Yerusalem. Menangisi kota Yerusalem sama artinya bahwa Yesus sedang menangisi dosa-dosa dan juga menderita karena kita. Menangis artinya menangisi atau suatu penyesalan terhadap dosa-dosa yang telah dilakukan kemudian meminta pengampunan dari pada Tuhan dan bertobat. Menderita artinya ia sedang menjalani hukuman dalam penyaliban. Salib disini diumpamakan seperti anak tangga untuk menuju kebangkitan. Kebangkitan Kristus adalah sebagai bukti bahwa Ia menang atas dosa dan maut.

YESUS MEMASUKI YERUSALEM

Yohanes 12:12-19 Daun Palma dan Pakaian

  • Mengharap mejizat
  • Kenapa Tuhan membangkitkan lazarus

Kebangkitan Lazarus

Banyak orang menyaksikan kebangkitan Lazarus oleh Yesus di Betania dan kemudian mereka memberikan kesaksian tentang peristiwa itu kepada banyak orang di Yerusalem. Yesus membuat mukjizat: membangkitkan Lazarus yang sudah mati selama 4 hari ( Yohanes 11:1-44).

            Gereja memperingatinya sebagai Sabtu Lazarus atau Kebangkitan Lazarus sehari sebelum perayaan Yesus memasuki Yerusalem pada hari Minggu, satu minggu sebelum Perayaan Paskah atau Kebangkitan Yesus. Dua perayaan ini saling berkaitan. Kebangkitan Lazarus adalah mukjizat besar terakhir yang dilakukan Yesus sebelum kebangkitan-Nya pada hari Paskah. Kebangkitan Lazarus adalah bayangan dari kebangkitan Yesus. Seperti peristiwa Transfigurasi Yesus di gunung Tabor (Mat 17:1-13) dimaksudkan untuk memperkuat iman para murid bahwa mereka mungkin dapat menanggung penderitaan yang akan datang dan kematian Yesus, demikianlah mukjizat kebangkitan Lazarus dimaksudkan untuk para murid sebagai suatu demonstrasi yang tidak terbantahkan akan kuasa dan kemenangan Kristus atas kematian. Sekali lagi Kristus mencoba untuk memperkuat iman para murid-Nya sebelum penderitaan-Nya, sehingga mereka dapat percaya bahwa Ia akan bangkit dari kubur seperti yang dilakukan Lazarus (Mat. 20:19; Mar 9:31; Luk 18:33). Namun, Yesus tidak berhasil meskipun Dia telah menubuatkan kebangkitan-Nya.

  • kebangkitan Lazarus ini membuat banyak orang datang ke Yerusalem menyongsong Yesus (Yoh 12:18) dan menyambut-Nya dengan penuh sukacita. Mereka mengambil daun-daun palem (Yoh 12:13) dan menghamparkan pakaian mereka di jalan (Mat 21:8) sambil berseru-seru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!”. Yesus disambut dengan luar biasa dan gemparlah seluruh Yerusalem (Mat 21:10). Yesus yang menunggangi seekor keledai muda adalah Raja Israel yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama: Mazmur Daud 118:25-26 dan Nabi Zakariah 9:9-10. Namun sebetulnya apa yang mereka harapkan dari seorang Raja Israel bukanlah Raja secara politik yang sementara melainkan Raja yang Kerajaan-Nya kekal selamanya mencakup seluruh penjuru dunia seperti nubuat nabi Zakariah.
  • Orang-orang membawa daun palem melambai-lambai tetapi ini adalah sambutan yang diberikan orang kepada pemimpin militer besar, Yudas Maccabeus, ketika dia menaklukkan tentara Suriah dan mengambil alih Yerusalem (lihat 1 Makabe 13:51). Apakah Yesus ingin disambut sebagai pemimpin militer? Kerumunan menyatakan harapannya bahwa Dia akan menjadi Raja mereka. Mereka menyambut Dia sebagai orang yang datang dalam nama Tuhan: “Raja Israel.” Mereka mencari seorang raja Daud, seorang penakluk. Tetapi tanggapan Yesus adalah tanpa kata-kata. Dia justru mengambil binatang yang rendah hati, seekor keledai muda, dan naik ke Yerusalem untuk memenuhi perkataan nabi Zakharia bahwa seorang raja yang rendah hati, yang akan ditikam dan dibunuh, akan datang dengan menunggang keledai muda (Zak 9:9). Yesus sebagai Raja Israel adalah Raja yang rendah hati. Tunggangan keledai muda adalah kegenapan dari nubuat nabi Zakaria 9:9-10. Keledai muda di sini adalah simbol kerendahan hati sang Raja yang datang bukan untuk dilayani melainkan melayani dan memberikan nyawanya menjadi tebusan bagi banyak orang (Mat 20:28).
  • Kebangkitan Lazarus dan Yesus memasuki Yerusalem adalah masa Pekan Kudus atau Minggu Kesengsaraan Kristus yang puncaknya pada hari penyaliban dan kematian Kristus di atas kayu salib.

Anak-anak, Daun Palem, dan Pakaian

  • Di dalam Ikon dilukiskan bahwa mereka yang memotong daun Palem, melambaikan daun-daun itu, dan menghamparkan pakaian mereka di jalan adalah anak-anak kecil bukan orang dewasa. Ini mengandung makna spiritual tentunya. Mengapa anak kecil? Yesus pernah mengajarkan, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” (Mk. 10:15 ITB)
  • Daun Palem adalah simbol sukacita. Daun ini digunakan untuk menyambut orang-orang berpangkat tinggi seperti raja atau jenderal perang. Daun ini juga berfungsi sebagai simbol keberanian atau tindakan heroik. Demikianlah orang-orang berkumpul di gerbang kota untuk menyambut Tuhan menunggang keledai sebagai penakluk maut.
  • Sebagian besar ikon menggambarkan Juruselamat mengendarai ke samping. Kepalanya sedikit diputar ke arah para Rasul yang berjalan di belakang-Nya atau ke Yerusalem. Tangan kanannya memberkati atau menunjuk ke kerumunan atau kota.
  • Seorang penulis membayangkan apa yang pasti dipikirkan Yesus ketika ia pergi ke Yerusalem: Yesus nampak sepenuhnya berkonsentrasi pada sesuatu yang lain. Dia tidak melihat kerumunan yang bersemangat. Dia tidak melambai. Dia melihat melampaui semua kebisingan dan gerakan menuju apa yang ada di depannya: perjalanan pengkhianatan, penyiksaan, penyaliban, dan kematian yang menyakitkan. Matanya yang tidak fokus melihat apa yang bisa dilihat oleh siapa pun di sekitarnya; dahinya yang tinggi mencerminkan pengetahuan tentang hal-hal yang jauh melampaui pemahaman siapa pun.

Ada kemurungan, tetapi juga kedamaian. Ada wawasan tentang kekerasan hati manusia, tetapi juga belas kasih yang luar biasa. Ada kesadaran yang mendalam tentang penderitaan yang tak terkatakan tetapi juga tekad yang kuat untuk melakukan kehendak Allah. Di atas segalanya, ada cinta, cinta yang tak berkesudahan, dalam, dan jauh yang lahir dari keintiman yang tak terpatahkan dengan Allah dan menjangkau semuanya.

Penghamparan pakaian juga menyimbolkan atribut dari seorang raja yang diurapi (2 Raj 9:13). Karena Juruselamat adalah Yang Diurapi yang “Kerajaannya bukan dari dunia ini” (Yoh 18:36), pakaian dibagikan di hadapan-Nya oleh anak-anak bukan oleh orang dewasa. Anak-anak yang menyambut Dia sebagai Yang Diurapi yaitu Kristus.

Kita adalah anak-anak Allah yang melepaskan pakaian lama kita untuk menyambut Kristus dan mengenakan pakaian yang baru (Gal 3:27). Melepaskan pakaian lama adalah menanggalkan manusia lama dan mengenakan pakaian Kristus yaitu manusia baru (Efe 4:24). Pakaian Kristus yang kita kenakan mewajibkan kita untuk meneladani Dia.

Kita menanggalkan pakaian lama atau manusia lama kita yang penuh dosa, ikut menderita seperti Dia menderita, berjuang sampai akhir hidup, menyerahkan nyawa kita di atas kayu salib seperti Dia menyerahkan nyawa di atas kayu salib (1 Yoh 3:16). Sebab itu perintah Yesus jelas kepada pengikut-Nya, “Menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikuti Aku” (Mat 16:24). Kita harus ikut menderita memikul salib, mengalami penyaliban daging beserta keinginannya (Gal 5:24) sampai pada puncaknya kita mati menyerahkan nyawa kita (1 Yoh 3:16) adalah wujud partisipasi kita dalam penderitaan Kristus (Kol 1:24). Hanya anak-anak yang demikian yang layak masuk ke dalam Kerajaan Allah. Namun, di tengah perjuangan kita ada daun-daun Palem yang anak-anak Allah pegang. Ini adalah simbol kemenangan dan sukacita bahwa Kristus telah menang atas penderitaan, dosa, Iblis, dan maut sekalipun. Ketika kita mengikuti Kristus yang menang ini kita pun akan ikut menang seperti Kristus.

Ada daun Palem yang kita pegang setiap hari yang mengingatkan akan kemenangan Raja kita. Sebab itu Yesus juga mengajarkan, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Mat 11:28-30)

Ada kontras antara anak-anak dan orang dewasa. Metropolitan Hierotheos berkomentar tentang perbedaan dalam menanggapi Yesus antara anak-anak dan bapak-bapak mereka: “Fakta yang paling bertentangan adalah bahwa anak-anak menyanyikan puji-pujian bagi Kristus sebagai Tuhan, sementara bapak mereka, para imam kepala dan ahli Taurat, menghujatnya.

 Bapa Gereja Cyril dari Aleksandria membuat pengamatan yang sangat baik, menggarisbawahi perbedaan ini. Dia mengatakan bahwa anak-anak mengenali Tuhan ciptaan secara alami, sementara bapak mereka terbukti tidak berterima kasih. Anak-anak menyanyikan pujiannya sebagai Tuhan, sementara bapak mereka menyalibnya. Anak-anak menyanyikan hosanna, sementara ayah mereka berteriak “biarkan dia disalibkan.” Yang muda dan bodoh dibuat bijaksana, sementara yang bijak dibutakan. Anak-anak melempar pakaian mereka agar Kristus dapat lewat, sementara ayah mereka membagi atau membuang pakaian Kristus. Anak-anak menyambut Kristus dengan daun Palem, ayah mereka datang dengan pedang.

Anak-anak memberkati, sementara ayah mereka menghujat Dia. Anak-anak sebagai domba menerima gembala, tetapi ayah mereka seperti serigala melahap Anak Domba.”

Ada momen ratapan dalam prosesi Minggu Palma yang penuh sukacita ini. Ketika Yesus menyaksikan pemandangan Yerusalem dalam perjalanan turun dari Bukit Zaitun selama prosesi, Dia menangisi kota itu karena Dia meramalkan kehancuran yang akan menimpanya sebab penolakan kota itu atas Dirinya (Lukas 19: 41-44).

Hosana

  • Kata “Hosanna” yang digunakan pada Minggu Palem adalah bahasa Ibrani dan berarti “Selamatkan, aku berdoa.” Kata ini berasal dari Mazmur 118: 25-27. Ini adalah sebuah nyanyian pujian yang dipersembahkan kepada Allah dan diartikan sebagai “selamatkan kami.” “Di tempat maha tinggi” menunjukkan bahwa pujian kepada Tuhan tidak hanya ditawarkan di bumi tetapi juga di ketinggian oleh para malaikat (St. Gregorius Palamas).
  • Kata “diberkati” – “diberkati orang yang datang dalam nama Tuhan” – juga digunakan pada Minggu Palem untuk memperingati Yesus yang datang “dalam nama Tuhan.” St Nikodemos, orang Hagior mengatakan bahwa kata ini memiliki makna ganda. Ini digunakan untuk menunjukkan kekudusan yang berasal dari Tuhan dan diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Demikian juga, kata berkat digunakan untuk menunjukkan pemuliaan dan ucapan syukur kita seperti dalam mazmur: “Berkatilah TUHAN, hai jiwaku; dan semua yang ada di dalam diriku, berkatilah nama-Nya yang kudus ” (Maz 103:1).
  • Kedua ungkapan ini memiliki makna kristologis yang dalam. Ungkapan “Hosana di tempat yang maha tinggi” menunjuk pada nama agung Ketuhanan, sementara frasa “diberkati yang datang dalam nama Tuhan” menunjuk pada kedatangan Mesias, yang sekarang memasuki Yerusalem dengan sedikit kesedihan.

Pohon

  • Pohon di ikon memiliki arti ganda. Tujuan utamanya adalah bahwa itu adalah sumber dari cabang-cabang palem yang diangkut orang. Beberapa ikon menunjukkan seorang anak di dahan pohon yang patah. Tujuan keduanya adalah melambangkan “pohon” (salib) di luar tembok kota tempat Yesus disalibkan.
  • Salah satu nyanyian Gereja untuk perayaan Minggu Palem mengatakan, “Dia yang duduk di atas takhta kerubim, demi kita, duduk di atas seekor keledai; dan datang ke Penderitaan sukarela, hari ini Dia mendengar anak-anak berseru, “Hosana!”

TUGAS KE-5, FORMASI DAN LATIHAN ROHANI II

NAMA            : DIAN PURMAWATI WARUWU

TINGKAT      : I ( SATU),

SEMESTER    : II

M.K                 : FORMASI DAN LATIHAN ROHANI II

THE SWEET – KISSING (GLYKOFILOUSA) ICON

  • Maria memegang tangan Yesus
  • Yesus sedang dipangkaun maria
  • Maria memandang kedepan
  • . Dalam ikon ini bayi Yesus, beristirahat di dada Maria memandang ke wajah ibu-Nya dengan penuh ekspresi pujaan dan kasih yang lembut yang belum pernah disaksikan di mana pun.
  • tangannya yang terbuka, Maria menunjuk kepada Yesus ketika dia memberi isyarat kepada kita,
  •  Dengan lembut mengundang kita untuk bergerak lebih dekat kepada Yesus, untuk menemukan di dalam Dia Allah yang menjadi milik kita
  • Dia yang menciptakan kita dan menebus kita; Dia yang mencintai kita dengan cinta yang kekal; Dia yang di dalamnya kita “hidup dan bergerak dan memiliki keberadaan kita.
  •  Tangannya menunjuk kepada Yesus ketika dia memberi isyarat kepada kita, dengan lembut mengundang kita untuk bergerak lebih dekat kepada Yesus.

Tangan Maria

  • Tangan Maria yang menempati pusat dan jantung ikon itu sangat indah. Itu meringkas seluruh ikon karena hanya menawarkan Anak sebagai Juruselamat dunia bagi semua yang terbuka untuk melihat Yesus dengan mata iman
  • Tangan Maria terbuka ketika ia memanggil kita untuk membuka ruang bagi Yesus di hati kita dan untuk mendekati-Nya dalam doa seperti dalam Perjamuan Kudus, “dengan takut akan Allah, dengan iman dan dengan cinta
  • Tangan Maria yang indah, mengulurkan tangan ke arah Putranya, mengubah seluruh Sebagai instrumen inkarnasi Tuhan, tujuannya adalah untuk membawa kita kepada Putranya.

Bergerak Lebih Dekat Pada Yesus

  • Karena Theotokos dekat dengan Yesus, yang sedang beristirahat di dadanya, maka ia terus berusaha mendekatkan kita kepada Yesus, seolah-olah berkata, “Aku di sini hanya untuk menuntunmu kepada Yesus.” “Lakukan apa pun yang Dia katakan kepadamu
  • Maria ingin kita melepaskan ketakutan kita, dan percaya — seperti dia lakukan — bahwa semua yang janji Allah digenapi dalam Yesus (Luk 1:45).
  • Pelukan lembut ibu dan anak jauh dari sekadar hal sentimental. Ini menggambarkan kedekatan yang indah secara misterius antara Allah dan kita yang dimungkinkan oleh kedatangan Yesus. Secara harfiah, Yesus datang agar kita dapat beristirahat di dada-Nya persis seperti yang dilakukan Rasul Yohanes.
  • Perjamuan Terakhir. Di situlah kita berada. Di situlah Yesus ingin kita berada – di dada-Nya. Di sinilah Dia terus-menerus mengundang kita untuk datang. 

Seberapa Dekat?

  • Untuk membantu kita memahami betapa dekatnya Allah dengan Yesus, bacalah Yohanes 1:18 di mana Rasul Yohanes menulis tentang Yesus:
  • Tidak seorang pun pernah melihat Allah: hanya Anak, yang ada di pangkuan Bapa, Ia menyatakan tentang siapa Allah”(Yoh 1:18).
  • Hubungan yang sangat dekat, pribadi, dan penuh kasih antara Allah Bapa, “di pangkuan Bapa.” Murid yang dikasihi Yesus adalah Yohanes. Hubungan cinta yang dalam antara Bapa dan Anak di dalam Tritunggal sekarang direplikasi antara Allah dalam pribadi Yesus dan salah satu dari kita, diwakili oleh Rasul Yohanes, yang terletak di pangkuan-Nya.
  • Yesus ingin kita masing-masing memiliki hubungan yang dekat dengan-Nya sama seperti Dia terhadap Bapa. Karena Yesus “ada di pangkuan Bapa,” maka Allah Bapa menginginkan kita — Anda dan saya — untuk “berada di pangkuan Yesus.” Demikianlah hubungan lembut, penuh kasih, pribadi, dan intim dengan Tuhan inilah yang dimaksud. Tuhan mengundang kita melalui doa, melalui pertobatan, melalui Perjamuan Kudus, dan melalui firman-Nya.
  •  Murid “yang dikasihi Yesus” bukan hanya Yohanes, tetapi kita masing-masing.
  •  Posisi “di pangkuan Yesus” disediakan tidak hanya untuk Yohanes, tetapi juga untuk kita ketika kita bertumbuh dalam iman, ketaatan, dan kasih kita kepada Yesus. Seseorang tidak bisa lebih dekat dengan Allah daripada berada di dada Yesus.

Wajah Maria

  • Ketika seseorang mempelajari ikon Theotokos, orang melihat bagaimana ekspresi jiwa terkonsentrasi pada wajah. Sering dikatakan bahwa wajah adalah cermin jiwa. Fokus pada wajah dan terutama mata mendapat perhatian utama bagi para penonton ikon. Di dalam wajah terekspresikan kebajikan, kelembutan hati, kerendahan hati, kemurnian, cinta rohani, dan kebijaksanaan.
  • Ikon Perawan dengan Anak adalah gambar Inkarnasi. Jika seseorang memperhatikan ikon itu dengan penuh perhatian, ia akan melihat bahwa Bunda Allah, yang memegangi Anak itu, tidak pernah memandangi sang Anak.
  •  Dia tidak melihat pada penonton maupun ke kejauhan, tetapi matanya yang terbuka melihat jauh ke dalam dirinya.
  •  Dia sedang merenungkan misteri Tuhan yang menjadi manusia di dalam dirinya. Rasul Lukas menjelaskan pandangan kontemplatif ini di wajah Maria:
  • Tetapi Maria menyimpan semua hal ini dan merenungkannya di dalam hatinya” (Luk 2:19). Kelembutannya diekspresikan dengan rasa malu di tangannya.
  •  Dia menggendong Anak tanpa memeluknya. Dia menggendong Anak seperti seseorang akan memegang sesuatu yang sakral. Semua kelembutan, semua cinta manusia diungkapkan oleh Sang Anak, bukan Sang Ibu.
  • Dia tetap Bunda Allah, dan dia memperlakukan Anak itu, bukan sebagai Bayi Yesus, tetapi sebagai Anak Allah yang berinkarnasi.
  •  Dia pada gilirannya mengungkapkan kepadanya semua cinta dan kelembutan manusia dan Allah kepada seseorang yang sekaligus ibu dan ciptaan-Nya.

Theotokos dan Inkarnasi

  • Di antara semua orang suci, Gereja Ortodoks memiliki posisi kehormatan khusus bagi Perawan Maria yang Diberkati, yang dihormati sebagai makhluk yang paling ditinggikan di antara makhluk-makhluk Allah yang lain, “lebih terhormat daripada kerubim dan jauh lebih mulia daripada serafim.
  • Sang Ibu dihormati karena Putra dan tidak pernah terpisah dari-Nya. Penolakan untuk menghormati Theotokos berjalan beriringan dengan iman yang tidak lengkap dalam inkarnasi, yaitu, misteri Allah menjadi manusia dalam Pribadi Yesus.
  • Santo Yohanes dari Damaskus mencatat, “Hanya nama Theotokos yang mengandung semua ekonomi keselamatan
  • Jika Kristus benar-benar Allah dan manusia, Bunda-Nya juga benar-benar Bunda Allah. Rahim Maria dipersiapkan untuk menjadi tabernakel Kristus, tempat tinggal Allah.

Pemujaan

  • Orang Kristen tidak menyembah Theotokos dan orang-orang kudus; alih-alih memuliakan mereka.
  • Hanya Allah yang disembah. Orang-orang kudus dihormati sebagai cerminan dari gambar Kristus. Tuhanlah yang dimuliakan melalui orang-orang kudus-Nya. Mereka dipuji atas apa yang telah Tuhan lakukan di dalam dan melalui mereka.
  • Penghormatan bagi orang-orang kudus ditingkatkan melalui penggunaan dan pemujaan ikon-ikon yang selalu ada di gereja-gereja dan rumah-rumah. Ikon menjadi tempat pertemuan, pertemuan eksistensial, jendela tempat kita melihat orang-orang kudus bukan sebagai sosok bayangan dari masa lalu tetapi sebagai saudara- saudari seiman di dalam Kristus, anggota keluarga Allah yang sama.
  •  Kita merasa bebas untuk memanggil mereka melalui doa untuk dukungan keluarga ketika mereka bersyafaat kepada Tuhan bagi kita.

Memanggil Untuk Mengingat

  • Lebih dari sekali selama liturgi, imam atau diaken meminta kita untuk berdoa dengan nasihat: “Memanggil untuk mengenang Bunda kita yang paling suci, murni, diberkati dan dimuliakan, Theotokos dan Perawan Maria bersama dengan semua orang kudus, mari kita berkomitmen pada diri kita sendiri dan satu sama lain dan seluruh hidup kita kepada Kristus, Allah kita.
  • Di sini kita melihat dengan jelas bahwa tujuan mengingat Theotokos dan semua orang suci adalah untuk membawa kita pada komitmen yang lebih dalam” kepada Kristus, Allah kita. “Fokusnya bukan pada orang-orang kudus tetapi pada Kristus.
  • Setelah kita telah mengingat orang-orang kudus, kita bergerak “untuk mengikatkan diri kita sendiri dan satu sama lain dan seluruh hidup kita kepada Kristus Allah kita.
  • Setelah memusatkan pandangan kita pada orang lain dalam keluarga Allah yang telah memberikan pelayanan yang sempurna untuk meningkatkan kemuliaan yang luar biasa, kita benar terilhami untuk mempersembahkan diri kita dengan penyerahan total dan komitmen kepada Kristus, Tuhan kita.
  • Tujuan Seluruhnya Adalah Untuk Memimpin Kita Kepada Anak-Nya
  • Meringkas apa yang dipercaya Gereja tentang Theotokos, kita dapat mengatakan bahwa Perawan duduk di bangku pertama yang menuntun kita dalam doa kepada Putranya.
  • Seluruh hidup dan tujuannya hanya untuk membawa kita kepada-Nya. Dalam kata-kata teolog Ortodoks Yunani, N.A. Nissiotis: “Seperti yang ditunjukkan pada ikon,
  •  Maria tidak pernah sendirian tetapi selalu bersama Kristus.
  •  Dengan demikian doa baginya adalah doa Gereja bersamanya kepada Anak yang berinkarnasi. Seseorang lebih baik melihat dalam diri Maria, “Yang Mahakudus” (Panayia), yang pertama dan paling penuh dari para kudus, memimpin mereka dalam perantaraan terus menerus kepada Putranya.
  • Gereja yang menyembah tidak berdoa kepada “Theotokos” tetapi berdoa bersamanya kepada Tuhan. Dia adalah kekuatan yang menjiwai, pemimpin syafaat berkelanjutan dari Komunitas Orang Suci kepada Allah Tritunggal.

Meja-meja Dibalik

  • Di surga, tentu saja, meja-meja dibalik.
  • Maria, Tehotokos, berada di pangkuan Yesus, bersama dengan Rasul Yohanes dan semua orang kudus.
  • Dalam ikon Jatuh Tidur Maria, kita melihat Yesus membawa jiwa Maria ke surga di dada-Nya. Jika kita bergerak lebih dekat kepada Yesus sekarang melalui doa, pertobatan setiap hari, melalui Perjamuan Kudus, dengan melayani orang miskin, dan dengan mengasihi dan mengampuni tetangga kita — bahkan musuh kita — maka kita selalu berada dalam pelukan-Nya. Pada hari terakhir kita akan mengalami pelukan itu di pangkuan Yesus secara pribadi dan eksistensial.

Penutup

  • Ikon Glykofilousa — Sweet Kissing — tidak hanya terdiri dari Maria yang mencintai Yesus; bahkan lebih dari itu, Yesus dengan manis mencium dan mengasihi ibu-Nya, dan melalui kita masing-masing.
  •  Ketika kita memasuki dunia ini, ada dada ibu yang menunggu untuk memeluk kita dalam cinta.
  • Ketika kita meninggalkan dunia ini, akan ada pelukan lain menunggu kita yaitu pelukan di pangkuan Yesus bagi kita yang mengasihi dan melayani-Nya.
  •  Dalam memuja kemanusiaan Kristus, kita memuliakan ibunya, dari dia Yesus menerima kemanusiaan-Nya, dan yang dalam dirinya, mewakili seluruh umat manusia.

THE ICON OF SING (PLATYTERA)

  • Ikon di atas disebut Ikon Tanda atau The Icon of Sign (Platytera) berdasarkan nubuat Nabi Yesaya, “Oleh karena itu Allah sendiri akan memberi Anda sebuah tanda. Lihatlah, seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang putra dan akan memanggilnya Imanuel.” Ikon ini berasal dari abad keempat dan menggambarkan bayi Yesus ketika masih dalam kandungan ibu-Nya.
  • Iin dilakukan secara artistik dengan menciptakan rondel atau mandorla di dalamnya yang ditempatkan sebagai gambar Bayi yang belum lahir dengan wajah dewasa untuk menunjukkan bahwa Dia adalah penguasa kosmos
  • Ikon ini mengekspresikan penghormatan Gereja untuk kehidupan dari tahap paling awal (konsepsi). Ini menjelaskan mengapa Gereja sejak awal mengutuk aborsi sebagai pembunuhan.

Profesor Soteriou menggambarkan Ikon Platytera sebagai berikut:

  • makna alegoris dari sebuah tribun gereja sebagai suatu titik penyatuan atap gereja dengan lantai (yaitu penyatuan simbolis surga dengan bumi) adalah penempatan ikon Theotokos Platytera
  • Theotokos melayang-layang di antara langit dan bumi, sebagai “Tangga surgawi, tempat Allah turun,” dan “Jembatan yang menuntun orang-orang dari bumi ke surga.” Ia terutama diwakili seperti berdoa di depan Ikon Pantocrator (Ikon Kristus Maha kuasa) di kubah, tetapi juga memegang Anak.
  • Ikon Tanda di dinding depan gereja mengingatkan kita bahwa tujuan hidup kita adalah untuk “mengenakan Kristus,” untuk memungkinkan Yesus dilahirkan di dalam kita, sebagaimana ia dilahirkan oleh Theotokos.
  • Lukisan dinding ini juga disebut Platytera, yaitu, dia yang “lebih luas daripada surga” karena dia melahirkan manusia-ilahi.
  • Ini mengingatkan tujuan utama orang percaya adalah untuk “mengenakan Kristus.”

Theotokos Sebagai Prototipe

  • Maria adalah prototipe, sebuah contoh bagi kita semua
  • Dia adalah yang pertama di antara kita manusia yang menyambut Kristus ke dalam hati dan rahimnya.
  • Di ikon itu maria sedang mempangkau Yesus dan memgang bahu Yesus
  • Maria memandang di depan
  • Dia berdiri di sana di dinding depan untuk mengingatkan kita bahwa tujuan hidup adalah untuk menerima Yesus sebagai Tuhan, untuk memungkinkan- Nya dilahirkan di dalam hati kita sehingga, kita juga, seperti dia, dapat menjadi pembawa-Tuhan seperti perkataan Rasul Paulus, “Bukan aku yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku. Kehidupan yang sekarang saya jalani dalam daging adalah hidup dengan iman di dalam Anak Allah yang mengasihi aku dan memberikan diri-Nya bagiku.”
  • Theotokos adalah personifikasi dari kesucian manusia

Theotokos adalah personifikasi dari kesucian manusia

  • Satu hal yang harus selalu kita ingat tentang Theotokos adalah kita tidak menyembahnya. Bukan itu sebabnya dia ada di dinding depan gereja. Dia adalah salah satu dari kita.
  • .Dalam kata-kata Nikos Nissiotis, “Theotokos seperti pemimpin paduan suara yang memimpin kita dalam doa kita kepada Putranya. Kita tidak berdoa kepada Theotokos. Kita memintanya untuk menjadi perantara, untuk mendoakan kita.
  • Kita memintanya untuk menjadi perantara, untuk mendoakan kita. Dia memimpin kita dalam doa kita kepada Putranya. Ketika kita berdoa dalam liturgi: “Melalui doa-doa Theotokos, Juruselamat menyelamatkan kita.” Theototos berdoa. Yesus menyelamatkan.
  • . Kita tidak memiliki dua Juru Selamat — hanya satu. “Keselamatan tidak ada dalam yang lain, karena tidak ada nama lain di bawah kolong langit yang diberikan di antara manusia di mana kita bisa diselamatkan” (Kis 4:12).
  • Ketika Maria dipuji dalam Injil karena telah melahirkan dan merawat Yesus, Kristus menjawab dengan pernyataan penting, “Mereka yang diberkati adalah orang yang mendengar Firman Allah dan melakukannya.”
  • .” Theototos dipuji oleh Yesus bukan karena melahirkan Yesus tetapi karena dia menepati janji-Nya dan mendesak kita untuk “melakukan apa pun yang Dia katakan kepadamu” (Kana).

THE MERCIL ONE (ELEOUSE) ICON

  • Maria sedang memeluk Yesus
  • Yesus ada di pangkuan maria
  • Maria memandang kedan bukan kebawah
  • Ikon Eleousa dilukis di Konstantinopel pada akhir abad ke-11. Gaya komposisi yang menjadi dasar ikon ini dikenal sebagai ikon Loving Kindness, terjemahan Eleousa dari bahasa Yunani, yang artinya belas kasih, kelembutan.
  • ikon Elousa seperti berikut’; Ikon Eleousa yang paling dikenal oleh Gereja Barat adalah ikon besar abad ke-12, “Theotokos dari Vladimir”:
  • Anak Kristus merangkul Maria, pipi ke pipi, lengannya melingkari lehernya, satu kaki didorong seakan ke arah penonton seolah-olah ia mendorong dirinya ke tubuh Ibu-Nya dengan energi besar, dan tangan kanannya memegang sudut kerudungnya
  • Itu artinya bagaimana kita dekat Yesus, seperti Yesus dekat sama Maria.

Ikon Vladimir;

  • Ikon Vladimir adalah salah satu dari beberapa ikon yang dikaitkan dengan tradisi dari penulis Injil Lukas.
  • Telah ditetapkan secara historis bahwa pada tahun 1155, ikon ini diberikan oleh Gereja Konstantinopel kepada Gereja Rusia yang kemudian berpusat di Kiev. Bertahun-tahun kemudian, ikon ini dipindahkan ke utara ke katedral di Vladimir, sebuah kota utama di Rusia. Sejak saat itu, ikon itu diberi nama Vladimir.
  • Di mana orang-orang datang untuk berdoa dihadapannya dan staf museum menempatkan bunga-bunga segar di depannya setiap hari.

Fitur Khas Ikon Eleousa

  • Fitur khas ikon Eleousa adalah kaki telanjang Kristus yang menunjukkan fakta tentang inkarnasi fisik-Nya.
  • Dia berjalan di bumi dan meninggalkan jejak kaki. Fitur lain adalah lengan Anak di sekitar leher ibunya.
  • Tidak seperti ikon di Barat tentang Anak Kristus, ikon Anak di Timur menggambarkan Yesus dengan tubuh bayi tetapi dengan kepala berukuran dewasa yang dirancang untuk mengungkapkan fakta bahwa wajah yang menempel erat di pipi ibu-Nya adalah pipi Putra Allah yang kekal.
  • Bintang-bintang hiasan yang ditampilkan secara jelas pada kerudung dan selendang Maria menyatakan kelahiran perawan dari Kristus.
  • Paul Evdokimov menjelaskan bahwa dalam ikon-ikonnya, sang Perawan memanggul kepala dan pundaknya tiga bintang yang membuktikan keperawanannya sebelum, selama, dan setelah kelahiran.

Pelukan Lembut;

  • Pelukan lembut Kristus kepada ibu-Nya mengungkapkan pelukan lembut-Nya bagi kita semua, anak-anak-Nya, dimulai dari ibu-Nya. Sementara jubah emas Kristus memproklamirkan keilahian-Nya, pakaian ibu-Nya yang muram mengingatkan benih-benih duka ketika Theotokos meramalkan pedang yang pasti akan menembus hatinya.
  •  Ia menopang berat badan anak dengan tangan kanannya, tetapi tangan kirinya sepertinya sulit disentuh oleh Dia, seolah-olah dia tidak berpegangan pada-Nya tetapi mempersembahkan-Nya kepada dunia, mengatakan, “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia.”
  •  Mata Yesus tertuju pada ibu-Nya, tetapi pandangan maria yang meditatif melampaui penonton seolah terpaku pada misteri yang dibawa Tuhan melalui dirinya.

THE PANTOCRATOR ICON

  • Ikon di atas adalah ikon tradisi Byzantium tentang Krsitus, “Pantocrator, Allah Mahakuasa.” Itu adalah ikon Kristus yang dimuliakan yang bertahta di atas takhta surgawi-Nya.
  • Itu adalah ikon dari Bapa yang kekal dan Putra.
  • Karena Anak adalah demikian, Pantocrator dianggap sebagai ikon Bapa dan Anak. “Dia yang melihat Aku, melihat Bapa,” kata Yesus. Pantocrator adalah ikon Allah yang Mahakuasa dan transenden yang menjelma dalam Anak-Nya.
  • Ikon atau gambar Bapa, demikian pula melalui ikon Anak, kita juga melihat Bapa
  • Ikon Pantocrator, meskipun menggambarkan Tuhan dalam keagungan-Nya, adalah Bapa bagi orang Kristen khususnya di Timur.
  • Istilah “Pantocrator” sebetulnya berawal dari kitab Wahyu 1:8, “Akulah Alfa dan Omega, yang dulu dan yang akan datang, Pantocrator.”
  • Penggunaan pita beraneka warna di sekitar-Nya di kubah gereja-gereja Timur didasarkan pada Wahyu 4: 3 di mana iris atau pelangi dikatakan mengelilingi takhta Allah.
  • Salah satu kanon ikonografi mensyaratkan bahwa nama-nama orang suci yang diwakili muncul di setiap ikon. Dengan demikian, ikon tradisional Pantocrator berisi huruf-huruf Yunani IC XC di kedua sisi Kristus.
  • Dengan demikian, dua kodrat Kristus diekspresikan: manusia dan ilahi. Pada beberapa ikon Pantocrator muncul kata-kata O O N, yang mewakili nama yang diberikan Tuhan kepada Musa ketika Musa mendengar Namanya: “Aku adalah Aku.”
  • Warna yang paling sering digunakan untuk ikon Pantocrator adalah emas untuk menandakan bahwa Dia lebih besar dari raja atau kaisar, merah untuk menandakan inkarnasi, biru untuk menandakan keilahian-Nya, dan ungu untuk menandakan kekuatan-Nya.
  • Lingkaran Halo yang mengelilingi kepala Kristus mengungkapkan fakta bahwa Yesus adalah terang dunia
  • Halo pada ikon orang-orang kudus menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang telah diterangi oleh Kristus. Cahaya-Nya bersinar melalui mereka. Tangan kanan Kristus menawarkan gerakan pemberkatan untuk mengungkapkan fakta bahwa Ia diutus ke dunia “bukan untuk mengutuk dunia tetapi bahwa dunia dapat diselamatkan melalui Dia” (Yoh 3:17).
  • Kitab Injil yang dipegang di tangan kiri-Nya terbuka atau tertutup. Ketika dibuka itu mengungkapkan sinopsis apa yang Dia ajarkan: “Akulah Terang Dunia,” atau “Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup.

Mahakuasa

  • Pengakuan Iman Nicea menyebut Allah Mahakuasa, dalam bahasa Yunani berarti “Pantocrator.” Ikon yang paling mengekspresikan kekuatan Allah yang Mahakuasa adalah ikon Pantocrator yang memandang ke bawah dari kubah gereja.
  •  Ini adalah yang terbesar dan paling mengesankan dari semua ikon. Ikon ini mendominasi seluruh bangunan gereja. Representasi terdiri dari ikon besar Kristus yang dikelilingi oleh lingkaran warna-warni atau pelangi yang dikatakan mengelilingi takhta Allah.
  •  Seluruh sosok Kristus, wajah-Nya, leher, bahu, lingkaran besar di kepala-Nya, cara di mana Dia memegang kitab Injil di tangan kiri-Nya dan memberkati dengan otoritas- unjukkNya, semua menan kekuatan besar dan keindahan.
  • Ikon ini adalah ekspresi visual dari Allah Yang Mahakuasa — Dia yang pada akhirnya akan menang; Dia yang adalah Alfa dan Omega, awal dan akhir; Dia yang duduk di tahta dan memerintah atas alam semesta; yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
  • Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
  • Tanpa kekuatan utama ini, sifat-sifat Tuhan yang lain, cinta dan belas kasihan-Nya, akan tampak hanya sebagai bentuk kelemahan.

Wajah Kristus dan Buddha;

  • Gennadios Limouris menawarkan kontras yang membedakan antara wajah Kristus dan wajah Buddha
  • Mata sang Pantocrator tertuju pada burung pipit, dan aku tahu Dia memperhatikanku.
  • Kristus tidak tertutup seperti Buddha tetapi terbuka lebar: “Matanya
  • Kita sama sengan Kristus yang dekat dengan bundah Maria.
  • Yesus mengajak kita untuk tetap dekat dengan –Nya.

TUGAS KE-4, FORMASI DAN LATIHAN ROHANI II

NAMA                        : DIAN PURMAWATI WARUWU

TINGKAT                  : I

DOSEN                     : HENDI WIJAYA

27 MARET 2019

                                                ANNUNCATION

Annunciation à Kabar baik dan kabar sukacita;

  1. Kabar inkarnasi tentang Allah
  2. Yesus di sebut buah Rahim Maria
  3. Firman masuk di Rahim manusia dan di bentuk sehingga disebut inkarnasi

Galatia 4: 19à I lobar in birth again until Christ is formed in you.

Di dalam Rahim mariaà firman di bentuk menjadi manusia. Di dalam kitaKristus dibentuk jadi rupa kita. Apa Annuncantion kita yaitu I labor in birth again until Christ is formed in you yaitu mengenakan Kristus.

Kristus menjadi rupa kita atau serupa dengan kita Dia. Maka kita di dalam Rahim, Rahim adalah hati. Jadi di dalam hati kita ada Kristus.

Benih kita à iman, benih Kristus masuk, itulah benih Kristus lalu iman dan benih Kristus menyatu lalu disebut benih ilahi.

Historinya apaà Paulus menderita salit bersalin sampai Kristus menjadi di dalam kamu.Buah Rahim adalah tempat dimana firman Allah di bentuk sekarang kalau kita sama dengan maria maka Rahim itu adalah hati.

Supaya Kristus menjadi nyata harus sakit bersalin setelah di lahirkan jadi kabar suka- cita. Kita memperingati Annuncation maria yang sakit bersalin dengan mengendong buah Rahim Sembilan bulan. Setelah dilahirkan maka akan ada kabar sukacita sehingga inkarnasi menjadi nyata. Benih maria dan benih Allah  menyatu sehingga jadi nyata

Theosiaà kita harus mengendong di dalam diri kita seperti maria yang telah mengendong Kristus. Di dalam diri kita maka kita mengendong sampai Kristus nyata.

Salin bersalinà Paulus sedang mengendong Kristus yang akan dilahirkan. Waktu melahirkan mengalami sakit menjalin. Hati kita tempat bertumbuh dan kasih maka supaya di bentuk

Lukas 1:26-45à Annuncation

  • Maria itu di kuduskan dan disucikan tanpa dosa kita lihat ayat 35. Jawab malaikat itu kepadanya Roh kudus akan turun diatasmu dan berkuasa
  • Kabar baik di hari raya yang agung ini adalah bahwa Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor 5:21) persekutuan penuh antara Allah dan manusia diadopsi jadi anak- anak Allah.
  • Metropolitan hierotheos menyebut kabar gembira itu sebagai koreksi pengucapan kejatuhan manusia di tanam edem dari seorang perempuan Itulah musim gugur dimulai. Theotokos menjadi hawa yang baru. Ada adam , sekarang Kristus. Ada hawa, sekarang malaikat. Di sana ular, disini malaikat Gabriel. Di sana ada bisikan ular kepada hawa, disini salam malaikat untuk maria.
  • Allah tidak memilih maria tanpa memintanya menjadi theotokos Dia sangat menghornati karunia kehendak bebas yang Dia berikan kepada kita. Setelah maria menanggapi dengan kata – kata, jadilah itu. Biarlah itu. Itu dilakukan kepada-Ku menurut kata –katamu, Gabriel memanggilnya “salam maria” yang penuh rahmat dan maria di sucikan dari dosa leluhur
  • Manusia harus murni untuk menaggung Firman Allah yang murni

Aplikasi

Perayaan Annuncation, kabar sukacita bessar, akan kehilangan makna sebenarnya jika itu tidak menjadi pribadi dan dialami. Perayaan ini harus menjadi perayaan pribadi kita pemberitaan kepada kita. Para bapa gereja mengatakan bahwa firman Allah ada benih ; hati manusia di dalam Rahim.marilah kita menerima Rahim itu seperti Kristus lahir dari maria begitu pula kita mari kita buka hati kita agar Rahim itu masuk di dalam hati kita sehingga kita berada di dalam Kristus

TUGAS, SINOPTIK KE-9

NAMA            : DIAN PURMAWATI WARUWU

TINGKAT      : I (SATU)

SEMESTER    : II (DUA)

M.K                 : SINOPTIK

DOSEN          : HENDI WIJAYA

TUHAS           : KE-9

O8 April 2019.

The eyes of your heart baing englightened

Aplikasi senseà interaksi

  1. Point – pont semantic;
  2. Hati memiliki mata
  3. Mata diterangi bukan hatià mata – mata gelap
  4. Nous à Roma 12:2à Intim
  5. Logosà Markus 7:21à Pikiran – pikiran
  6. PneumaàEfesus 4:23à Roh

Aplikasi senseà interaksi (sesama teks dan diluar teks)

  • That yau may what is the;

Spiritual sense

            Direangi oleh terang ilhi/ kemulian ituà 2 Korintus 4:6. Yohanes 8:12, Matius 17:2

Terang pengetahuan dan terng kemuliaan Allah adalah kita hrus memandang wajah Kristu. Kristus adalah terang bagi dunia. Terang 2Korintus 4:4; terang yang dimaksud injil dan didalam Kristus. injil itu sebuah buku pribadi maka punya cahaya. Cahaya injil sama artinya cahaya Kristus. 2 Petrus 1:19. Roma 1:17à kekuatan Allah yang menyelamatkan orang yang mempunyai injil maka akan hidup. Dan menyelamatkan kita dari gelap menuju terang. Matius 13:43, Efesus 4:4à pengharapan itu satu untuk menjadi kudus 1 Korintus 1:2, Roma 17, Kolose 1:12.

Aplikasi à Ringkasan

  1. Ide utama : mata – mata yang terang
  2. Ide – ide pendukung;
  3. Nous
  4. Logos
  5. Pneuma

Harus terang jika tidak maka mata kita akan gelap, dikuasi oleh kedagingan kita / iblis. Jika kita menjaga Nous, Logos, Pneuma maka kita berada dalam terang.

tugas sinoptik ke-8

 NAMA           : DIAN PURMAWATI WARUWU

TINGKAT      : I (SATU)

SEMESTER    : II (DUA)

M.K                 : SINOPTIK

DOSEN          : HENDI WIJAYA

TUHAS           : KE-8

  • PRIL 2019
  • Syatactic content
  • Syatactic form (NK)
  • Terjemahan literal
  • Knowledge pont – pont sintaksis

Theria, soiritual senseà Hati

  1. Semantic content
  2. Poin – point semanting
  3. Outhere konsep teologi
  4. Interaksi dengan teks kitab suci lain
  5. Interaksi dengan church fathers/paradosi
  6. Ringkasan -à personal hatià Sinergy ilahi
  7. Moral senseà pertobatan
  8. Aplikasi à Obedience à Orang kudus/ Hagios

EFESUS 1:18

Cyril à Origent à Clement

  • Typology tentang Maria

Keluaran 16:32-24à Buli – buli dan kugià Manna

Yohanes 6: 58à Manna adalah Ratu

Kudus yaitu Kristus, itulah pypologi sejati

  • Kemah Suci terhadap Kandil, Keluaran 25:31-40à Kandil tempat api. Yohanes 8:12à Kristus itu terang , didalam kemah suci ada loh batu. Keluaran 25:10-22 à yang berisi 10 hukum Allah, loh batu typologynya manna sebab Kristus itu berinkarnasi di dalam rahim Maria. Bilangan 17:8àberbuah dan tongkat itu typology maria (Kejadian 3:15, 2 Korintus 3:3) surat Kristus yang ditulis dengan tintah loh. Petrus 1:18à mata batin terang dan mata hatimu terang. Apakah ini berbicara dengan secara jasmani? Tentu bukan tetapi ini soal rohani. Hati apa? Kalau dalam bahasa yunani yaitu kardia. Roh dan jiwa kita dan hati memiliki mata yng perlu kita terangi adalah mata hati kita. Yang diterangi adalah mata,kalau diterangi mata maka yang terang adalah hati siapa yang menerangi nya yaitu Kristus. Kristus menerangi/ menjadi mata hati kita menjadi terang.

Literal sense

  • Mata dan hatimu diterangi
  • Guna terang adalah untuk melihat
  • Hati yang terang bersumber dari mata yang terang
  • Yang menerangi adalah Kristus

Apa fingsi mata? Untuk melihat. Kenapa harus diterangi karena ada hati yang gelap maka gelap itu harus diterangi dan apa yang gelap? Lita lihat di Matius 7:21à pikiran jahat timbul dalam hati, didalam hati ada namanya pikiran. Jadi itulah yang harus diterangi Efesus 4:23; supaya kamu di perbaharui didalam roh/Nous. Maka nous harus diperbaharui/ harus diterangi oleh Kristus; pikiran – pikiranàlogosà pikiran kitaà pneuma itulah yang diterangi oleh cahaya Kriatus. Dan kalau disebut hati adlah batin kita, jiwa, nous, logos, dan pneuma.

jiwa, nous, logos, pikiran roh disebut keinginan. Dan pikiran itu timbul dari otakàtubuh (jiwa).

Yang perlu diterangi adalah nous, logos ituh yang harus diminyaki oleh Anugrah maka kita semakin serupa dengan kristus. Galatia 4:19à semakin hari semakin mengenal Kristus. jadi kita harus menerangi hati yang gelap, tetap kita berada didalam terang atau memelihara terang itu dalam hati kita baik dalam NUOS, LOGOS DAN PNEUMA. Sehingga semakin hari, semakin mengenal KRISTUS.

Sinoptik, Tugas ke-7

NAMA            : DIAN PURMAWATI WARUWU

TINGKAT      : II (SEMESTER II)

M.K                 : SINOPTIK

DOSEN          : HENDI WIJAYA

TUGAS           : KE-7

                                                                                                25 MARET 2019

TEXT TERTULIS

  • Syutactic form/ content
  • Historia
  • Literal intorpretation
  • Fokus pada teks itu sendiri
  • Knowledge/data Kristus/fakta
  • Terjemahan literal
  • Poin – poin/data historis

INJILà KRISTUS

  • Semantic
  • Theoria
  • Spiritual sense/meaming (gereja eselesial dan christ centered)
  • Interaksi dengan teka – teks lain dan parodosis dereja
  • Comprehensial- Andris/ sentesàhati/personal/batin/iman
  • Sentesà Aplikasiàobedience/perbuatan
  • Comprehensial
  • Point semantic
  • Konsep teologis
  • Semanticà Allegorian
  • Narrative Allegory
  • Tipologyà Doktrin (Christ, gereja)
  • Kedalam hati
  • Reproof spiritual sense
  • Convection
  • Instraction
  • Obedienceàinstraction.
  • Seperti data historis adalah Zakheus memanjat pohon untuk ketemu kepada Yesus
  • Apa spiritual sense adalah Anugerah itu telah datang/ kasih ilahi itu telah datang. Yesus adalah datang di kota yerikho, Yesus datang kedunia untuk keselamatan kita dan Iman juga harus direspon
  • Anugerah itu datanng kepada orang berdosa 10:17
  • Yesus menumpang dirumah zakheus dan zakheus sangat bersukacita
  • Zakheus membuka pintu runah atau pintu hati untuk Anugerah itu masuk
  • Sebagaimana orang percaya itu bukan hanya mendengar saja melainkan membuka pintu hati Wahyu 3:20, kita membuka pintu hati sebab yesus mengetok.
  • Seluruh isi rumah zakheus telah diselammatkan.
  • Setelah Zakheus membuka pintu hati maka menjadi perubahan atau pertobatan dan zakheus membagi hartanya kepada sesama.

Lukas  19:11-27à TENTANG PERUMPAMAAN UANG MINA

Hamba

  1. Hamba satu 10 mina
  2. Hamba dua 5 mina
  3. Hamba tiga 1 mina

Yang menjalankan mandat kesetiaan maka akan diberikan kekuasaan. Orang yang melakukan mandat kecil mendapat upah dan orang yang tidak melakukan mandat kecil akan binasa. Tentang uang mina diberikan kepada hamba Kis 1:8. Orang – orang yang membenci mandat akan binasa dan orang orang – orang menolak Yesus akan binasa sama dengan hamba tadi bagi yang membenci tuannya akan binasa atau dibunuh.

  • Typology seperti Yunus yang ditelan ikan.
  • Figurative contohnya hikmat 1 Korintus 13:1-7 Gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing, Galatia 4:21-31tentang Hagar dan Sara adalah suatu kiasan yaitu figurative
  • Ibu kita adalah sara
  • Hagar menunjukkan anak – anak perhambaan

# Allegory ( yunani) Allah : “other” yang lain dan Agoreou àprodeim.

  • Merpati typology
  • Ular itu licik
  • Batera Nuh typology Kristusà saipa yang ada di dalam Kristus tidak akan binasa

# Yohanes 3:4,

            Yesus memakai typology yaitu musa meniggikan ular di padang gurun Bilangan 21:9 Musa membuat ular lembaga. Sama dengan musa tadi meninggikan ular di padang gurun begitu pula anak manusia harus ditinggikan.

# spritual sense; tiang itu adalah salib

  • Meninggikan ular dipadang gurun dengan maksud anak manusia harus di tinggikan di atas kayu salib untuk memberi hidup

# Matius 12:42 à Ratu selatanà ratu seba untuk meminta hikmat dan Salomo raja israel.

Salomo adalah typology Kristus dan ratu seba adalah mencari hikmat (mewakili gereja). Matius 12:40 itu typology Kristus yang akan turun dan di kerajaan tiga malam dan tiga hari dan akan bangkit dari dari kerajaan maut. Dam ayat 41 orang – orang niniwe yang bertobat berarti ada orang yang menanti kebangkitan Yesus.

  • Roma 5:14-17, Adam dan gambaran Dia akan datang. Adam ini typology Kristus ayat 15 karena satu berdosa akan berdampak kepada yang lain. sama seperti Kristus yang telah disalibkan diatas kayu salib maka orang – orang akan menerima Anugerah pembebasan dari berbagai dosa, penebusan Yesus Kristus adalah untuk semua orang.

Sinoptik, Tugas ke-6

 NAMA           : DIAN PURMAWATI WARUWU

TINGKAT      : II (SEMESTER II)

M.K                 : SINOPTIK

DOSEN          : HENDI WIJAYA

TUGAS           : KE-6

Injil ditulisà cerita zakheusàtradisi lisanà Lukas

Tradisià Kristusàberita injilàcatatan injil

Injil ditulis karena berasal dari tradisi lisan yang ditangkap oleh para Rasul misalnya cerita Zakheus yang ditulis karena ditangkap oleh Lukas dari tradisi lisan. Tradis lisan ini berasal dari Kristus dan berpusat pada Kristus. Berita injil ditulis berdasarkan apa yang disaksikan para Rasul dan dicatat supaya semua orang percaya pada Injil dan diselamatkan

Yoh.20:30-31 tentang mijizat Yesus dan ada saksi mata Yesus dan akhirnya ditulisà supaya kita percaya kepada injil. Jadi, Alkitab bukan hanya sekedar dicatat tetapi supaya kita diselamatkan. Dibalik catatan Injil ada kehidupan kekal dan kita bersekutu dengan Kristus dan Bapa 1Yoh.1:1-3à apa yang dilihat dan disaksikan akan menjadi catatan hidup kekal dibalik catatan injil itu ada kehidupan kekal dan ada persekutuan antara Bapa.

Waktu kita membaca injil 1 Yohanes 1:2 hidup kekal yang ada di dalam Bapa.Hidup kekal adalah kita ada bersama Bapa sebab diluar Bapa tidak ada kehidupan, sebab itu ketika kita membaca Alkitab kita harus bisa melihat Kristus didalamnya artinya kita harus percaya atau menggunakan kacamata Iman. Iman itu timbul dari pendengaran dan akan masuk kedalam hati kita/jiwa kita Matius 5:7, maka darisitu   percaya itu berbicara tentang Jiwa yang suci Matius 5:8, agar kita bisa melihat Allah dan hidup kita menjadi Kudus. Ketika kita telah melihat Allah maka kita akan melakukan kehendak-Nya  dan disinilah kita akan menderita/ penderitaan kita ada sebab itulah kita belajar Teologi untuk menjadi orang-orang yang  melihat Allah dan hidup kita menjadi Kudus. Orang kudus adalah orang-orang berdosa yang terus menyucikan diri dengan cara mempelajari injil dengan baik  dan menyalibkan segala kedagingan duniawi sehingga kita bisa melihat Allah Yohanes 3:2-3 satu-satunya cara untuk melihat Allah adalah dengan Menyucikan diri kita.Untuk kita mengenal Allah maka kita harus memiliki benih Ilahi. Benih Ilahi ini adalah fase pertama untuk kita menjadi anak-anak Allah. Benih ini harus mati, berakar, bertumbuh menjadi pohon, dan menjadi buah. Buah yang dihasilkan ini adalah fase kedua (padang gurun/penderitaan) dan buah ini juga merupakan fas ketiga untuk menjadi Gambar dan Rupa Kristus.

Lukas 19:11-27: PERUMPAMAAN TENTANG UANG MINA

  • TENTANG KRISTUS YANG MENYALAMATKAM
  • KEHUDUPAN KEKAL

Bapa (Roh kudus)à logos/firman/Kristus (Roh kudus) Rasul – rasulà Bapa – bapa gereja ( gerejaàRoh kudus= Gereja).

Data yang diperoleh

  1. Yesus mengajari tentang perumpamaan ini pada murid – murid-Nya
  2. Sebab sudah dekat di Yerusalem
  3. Kerajaan Allah akan segera kelihatan

Yang merupakan data dari cerita ini adalah: Yesus mengajarkan pada mereka (murid-murid-Nya) tentang perumpamaan sebab Ia sudah dekat dengan Yerusalem. Ini adalah perumpamaan terakhir yang diberikan Yesus sebelum Ia memasuki Yerusalem (minggu palem). Murid-murid-Nya menyangka kerajaan Allah sudah dekat. Ada seorang bangsawan berangkat kesebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja, dan sebelum ia pergi dia memanggil ke-10 hambanya dan memberi mereka uang sebesar 1 mina untuk berdagangTernyata dia tidak disukai oleh orang-orang sebangsanya dan mereka tidak ingin ia menjadi raja. Bangsawan ini kembali setelah dinobatkan menjadi raja dan memanggil ke-10 hambanya. Hamba pertama mengembalikan mina tuannya menjadi 10 mina dan kepadanya diberi 10 kota. Hamba kedua mengembalikan mina tuannya menjadi 5 mina, kepadanya diberi 5 kota. Hamba ketiga mengembalikan mina tuannya 1mina (tidak menghasilkan apa-apa) sehingga mina yang ada padanya itu diamabil dan diberikan kepada yang mengembalikan 10 mina

Yohanes 14:26, Yohanes 16:13, 2 Petrus 1:20-21.

.

Point semantis (comprehension);

  1. Raja tidak mau hambanya tidak bekerja sehingga ia memberi modal kepada mereka agar hambanya itu tetap bekerja/ tidak menganggur. Hamba 1 dan 2 disebut sebagi hamba yang baik karena mereka mengerjakan mandat atau tugas yang telah diberikan, sedangkan hamba yang ke-3 adalah hamba yang tidak setia mengerjakan perintah tuannya.
  2. Orang sebangsa bangsawan ini dan hambanya yang ke-3 ini adalah hamba yang tidak suka dan membenci tuannya ini
  3. Cerita ini dilatarbelakangi Yesus akan memasuki Yerusalem yang artinya Yesus menyongsong kematian dan penderitaan-Nya, Filipi 2:9-10 mengatakan setelah Yesus bangkit Ia diberi gelar “Tuhan”
  4. Ketika Yesus masuk keYerusalem Ia tau bahwa banyak yang tidak suka dengan Dia dan mengeluk-elukan Dia (lukas19:36-38). Mandat yang diberikan kepada 10 hamba yaitu 1 mina untuk berdagang artinya para murid diberikan mandat untuk memberitakan injil supaya banyak orang yang percaya (Kis.1:8). Mina artinya kuasa Roh Kudus yang diberikan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya untuk memberitakan injil. Sementara Yudas adalah yang membenci-Nya dan akan binasa karena dibakar habis.

Aplikasinya orang yang melakukan mandat kecil akan mendapat upah begitu pula orang yang tidak melakukan mandat kecil maka akan binasa. Orang yang menerima Yesus Kristus dalam hidup akan memperoleh hidup kekal dan bagi yang menolak Yesus Kristus akan binasa.

tugas ke-5, sinoptik

NAMA            : DIAN PURMAWATI WARUWU

TINGKAT      : I (SEMESTER II)

M . K               : SINOPTIK

DOSEN          : HENDI WIJAYA

TUGAS           : KE-5 (LIMA)

                                                                                    11 MARET 2019

LUKAS 19:1-10 àPERUMPAMAAN TENTANG ZAKHEUS

Dengan menemukan data kita tahu dulu teks >Yunaniàterjemahan >syucatic fomàpoint – point sintaksis >knowledge >dataàpoint semantis>comprehension>pemahaman data>olahan dataàkonsep / doktrin>aplikasi>hasil olahan dataàsemantic content>analisisàringkasan>sintesis>personalàobedience>ketaatan>aplikasi.

DATA

  1. Yesus masuk dan melihat kota Yerikho?
  2. Zakheus à Chief tax collector

             à Dia orang kaya badan pendek

  • Zakheus berusaha melihat Yesus dari atas   pohon
  • Yesus memanggil zakheus turun dari pohon ara
  • Zakheus menerima Yesus dengan sukacita
  • Orang di sekitarnya  bersunggut – sunggut karenaYesus itu mau menumpang dirumah orang berdosa.
  • Zakheus akn mengembalikan ½ hartanya
  • Yesus mengatakan keselamatan kepada seisi rumah.

PEMAHAN DATA

  1. Zakheus orang kaya karena memeras kekayaan orang lain
  2. Ada Anugerah datang, anugerah itu mau datang dirumahmu, anugerah itu Yesus Kristus
  3. Pintu di buka, ketika pintu dibuka untuk apa Yesus datang? Untuk memberikan pertobatan kepada zakheus dan zakheus merespon dengan sukacita sehingga pintu dibuka (pintu hati)
  4. Zakheus bertobat > mengembalikn harta 4x lipat
  5. Terjadi keselamatan. Keselamtan itu di cari dan di temukan kembali oleh anak manusia yaitu Yesus Kristus.

OLAHAN DATA

injilnya yaitu berita yang diberitakan

zakheus di selamatkan

  1. Kristus datang mengunjungi rumahnya
  2. Zakheus membuka pintu rumah/ pintu hati dengan sukacita
  3. Zkheus diselamatkan dengan seisi rumahnya

HASIL OLAHAN DATA

zakheus di selamatkan

  1. Yesus Kristus mencari zakheus
  2. Zakheus meresponi Yesus Kristud dengan membuka pintu rumah / pintu hati
  3. Zakheus mengalami pertobatan dari dosa
  4. zakheus ditemukan kembaliàmengalami keselamatan di dalam Kristus dengan seisi rumah ( wahyu 3:20, yohanes 3:17-20)

APLIKASI

Zakheus bertobat dan membuka pintu sehingga ia mengalami keselamatan dan menerima Yesus Krsitus dalam hidupnya

tugas ke-3, formasi latihan rohani II

NAMA            : DIAN PURMAWATI WARUWU

TINGKAT      : II (SEMESTER II)

M . K               : FORMASI LATIHAN ROHANI II

DOSEN          : HENDI WIJAYA

TUGAS           : KE-3

                                                                                                15 MARET 2019

SYNERGY-à ANUGERAH + IMAN

PERTOBATAN à BUAH ROH

Zakheusà Anugerah à pertobatan à keselamatan à Buah à Gambar Roma 8:29.

PERSIAPAN PASKAH

  • Minggu orang farisi dan Pemunggut cukai
  • Minggu Anak yang hilang
  • Penghakiman Akhir
  • Minggu pengakuan dosa

PUASA

  • Minggu orthodoxia 17/3
  • Minggu Gregory pamolas 24/3
  • Minggu penghormatan salib 1/4 (Mengendalikan)
  • Minggu Yohanes klimakus 8/1 (Berbagi)
  • Minggu Maria dari Mesir 15/4 (Bertobat)

MINGGU KESENGSARAAN KRISTUS

  • Sabtu Lazarus
  • Minggu Palem
  • Senin, Selasa dan Rabu kudus
  • Kamis Kudus
  • Jumat Agung
  • Sabtu Kudus
  • Minggu Kudus

Puasa adalah untuk mengendalikan hati Ulangan 16:1 ketika Kristus mengeluarkan kita. begitu pula kalau kita puasa untuk merendahkan diri, menyalibkan segala dosa  yang kita perbuat.

Melakukan puasa Pilipi 2:13à melalui energi ilahi itu namanya kasih karunia, puasa kita adalah Anugerah ilahi.

Puasa itu adalah untuk merendahkan diri, puasa adalah untuk mendisplin kedagingan kita dan untuk menyusikan diri kita maka kita harus berpuasa sehingga dosa kita telah disalibkan.

Puasa adalah bukan untuk mepamerkan kekuatan kita tetapi untuk menunjukkan keataatan. Tujuannya adalah untuk menyalibkan segala hawa nafsu  Kejadian 1:20.

1 Raja – raja 6:23, Kolose 1:15, 2 Korintus 4:4 Roma 8:29.

Allah itu tidak bisa dilihat Yohanes 1:18

Anak : gambar dari Allah yang invisible Kolose 1:15

Dan kita orang percaya = gambar Anaknya

Melihat Allah = melihat gambar dari Allahyang invisible, Yesaya 58:3,5-7 à orang Israel mengeluh.

Nous harus dikendalikan pada saat puasa.

Nous yang menerima Anugerah.

Jika nous mati maka yang hidup adalah keinginan daging sehingga menghasilkan perbuatan dosa. 2 Petrus 1:15, Matius 6:16, Yokobus 2:24-26

Minyak itu sumber bagi pelita

Minyak itu Anugerah Allah

KESIMPULAN

Puasa itu bukan soal makanan dan minuman tetapi merendahkan diri, bertumbuh dalam rohani untuk melatih keinginan daging, murah hati dan berbuat baik

formasi latihan rohani II, Tugas ke-2

NAMA            : DIAN PURMAWATI WARUWU

TINGKAT      : I (SEMESTER II)

M . K               : FORMASI LATIHAN ROHANI II

DOSEN          : Dr. HENDI WIJAYA

TUGAS           : KE-II

                                                                        08 MARET 2019

SYNERGY= Anugerah + iman sehingga menghasikan keselamatan

Keselamatan

  • Benih ilahi = lahir baruà lahir dari  Allah yaitu Anak Allah.

Lahir dari Allah maksudnya adalah menghasilkan Anugerah dan iman

  • Mati = pertobatan dengan (jatuh di dalam tanah)
  • Akar dimana kalau kita menanam biji mengalami kematian dulu di dalam tanah setelah itu baru mengalami pertumbuhan di dalam tanah tersebut sehingga berakar,setelah berakar baru naik keatas biji tersebut .
  • Pohon, maksudnya setelah kita taman biji tersebut jika sudah mengalami mati, bertumbuh dan berakar baru ada pohonnya
  • Setelah mengalami kematian, bertumbuh, berakar, baru menjadi pohon sehingga menghasikan buah dengan apa yang kita taman tadi.
  • Buah yaitu menjadi sama seperti Kristus. Sama seperti Kristus hrus menghasilkan terang (KUDUS DN MELAWN DOSA KITA) kedagingan kita, kita harus mematikannya sehingga kita sama dengan Kristus. Kasih (berbuah roh) setelah kita mengalami kematian maksudnya mematikan segala hawa nafsu kita atau manusia lama kita yang tidak baik di hadapan Tuhan. kita harus mengalami permurnian dan meminta pengampunan kepada Bapa disorga seperti pemungut cukai sehingga kita menghasikn buah roh.
  • Mati, akar, pohon, mengalami pendewasaan dan permurnian sehingga menghasilkan pertumbuhan rohani.
  • Setelah kita melkukan semuanya baru kita mendapat kerajaan ALLAH
  • Work out ous saluation
  • Kerajaan Anugerah itu dari bawah atau dari tanah sehingga mendapatkan hasil.

ANUGERAH + IMAAN adalah free will + Anugerah lalu bersinergi kita lihat di yohanes 15:5 yaitu

  • Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku diam di dalam dia, maksudnya di dalam Kristus + do something.
  • Kristus di dalam kita

Kita lihat di dalam 1 yohanes 5:1 > setiap orang percaya, bahwa Yesus Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya. Lalu di pasal 3: 9 juga mengatakan mengatakan setiap orang yang lahir dri Allah, tidak berbuat dosa lagi dengan ada pertobatan yang kita lakukan sebab kita lhir baru dan sebab benih ilahi tetap ada di dalam kita jika kita benr –benr bertobat sehingga kita memperoleh buah roh.

2 timotius 3:1-5 yaitu mematikan segala dosa kita atau dengan mematikan keinginan kita sehingga kita mengalami pertobatan, pertobatan itu adalah sama pada saat kita menanam biji tadi mengalami kematian. Kolose 3:5>>> mematikan segala sesuatu dalam dunia seperti kedagingan atau hawa nafsu maka kit harus menyalibkannya kita lihat di Galatia 5:19-21>>>tidak akan mendapat bagian dari kerajaan Tuhan kalau ia tidak mematikan dosa. bagaimana cara kita mendapatkan kerajaan sorga yaitu kita harus berbuah jika kita tidak berbuah maka kita tidak mendapatkannya Yohanes 15:4-5 (ayat 4.Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidk dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal di dalam pokok anggur, begitu juga kamu tidak berbuah, jikalu kamu tidak tinggal didalam Aku. 5. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting – rantingnya. Barangsaipa tinggal di dalam Aku dan  Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab diluar Aku kamu tidak berbuah apa –apa). Ini diceritakan bagaimana kita berbuah dalam Kristus kalau kita kita tinggal bersama dengan Kristus maka Kristus tidak tinggal bersama dengan kita Tuhanlah pokok anggurnya dan kitalah ranting – rantingnya.

Matius 5:23-24 tentang perdamaian kepada saudara kita, jika kita tidak perdamai kepada saudara kita atau kepada sesama kita maka percuma kita datang kepada Tuhan. Maka TUHAN suruh kita dulu untuk berdamai kepada saudara kita dikatakan diayat 24 Tinggalkan persembahanmu di hadapan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengn saudaramu, lalu kembali mempersembahkan persembahanmu itu. Matius 7:3-4  Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? Ayat 25 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal balok yang di dalam matamu. Kita lihat dulu melihat dosa kita baru kita komentari kesalahan saudara kita. Efesus 4:22 bagaimana kita meninggalkn manusia lama kita atau hawa nafsu kita sehingga kit mendapatkan keselamatan. Kolose 3:13, tentang mengampuni sesamak kita, jangan kita dendam kepada sesama kita seba sama seperti  Tuhan  Telah mengampuni kita dari kesalahn kita. Ibrani 10:24, 10:25,1 Timotius 5:1-2.

Kita lihat dalam Yohanes 15:5 disitu kita diajarkan bagaimana kita beriman kepada Kristus–àFAITH didalam KristusàDo SOMENTONG (perbuatan baik / good works) sehingga menghasilkan buah. Good works adalah iman, takut akan Allah, penguasaan diri, kesabaran, pengharapan, ketekunan dan kasih. Efesus 2:10.Kita harus menguasai dan melakukan karena kita adalah ciptaaa untuk melakukan perbuatan baik Efesus 2:8-9 tentang keselamatan. Apa beda di ciptakan dengan di selamatkan? Yang terutama adalah diciptakan baru melakukan perbuatan baik. Di Efesus 2:8-9 diselamatkan karena ciptaan sudah rusak sehingga diselamatkan dulu. Setelah diselamatkan kembali pada perbuatan baik seperti dalam iman, takut akan Allah, penguasaan diri, kesabaran, pengharapan, ketekunan dan kasih. Dan kita harus menyalibkan perbuatan kita yang tidak baik atau dosa kita karena kita diciptakan dan diselamatkan untuk perbuatan baik àperbuatan baik tidak menghasilkan keselamatan tetepi keselamatan menghasilkan perbuatan baik, Kristus sendiri yang menjdi tiap –tiap orang menjadi ciptaan baru atau manusia baru.

Manusia baru akan tinggal di dalam Allah yang di dalamnya ada Anugerah. Kristus tidak memulai mengubah perbuatan kita tetapi mengubahdiri kita dulu menjadi manusia baru. Kemudian perbuatan baik kita akan tmengalir keluar ke dalam manusia baru melalui tinggal di dalm Anugerah (tinggal di dalam Kristus).

Counterfeit works (pekerjaan yang sia – sia)

Hanya perbuatan baik yang di lakukan dalam Kristus yang menghsilkan buh dari roh kudus apabila perbuatan baik yang tidak di lakukan di dalam Kristus atau tidak percaya kepada Kristus akan sia – sia.

Perbuatan baik disebut dengan jug dengan perbuatan baik apabila dilakukan di dalam Kristus melalui roh kudus dan perbuatan jahat di sebuut juga perbuatan jahat. Sebab di dalam orang kristen pekerjaan akan di sebut baik apabila di lakukan di dalam Kristus bukan dengan hal – hal duniawi. Untuk melakukan pekerjaan baik hanya di lakukan mereka yang sudah manusai baru  yang tidak mati lagi dn hanya yang bisa membangkitkan orang mati hanya Kristus.

Mengapa harus di dalam Kristus? Karena apabila diluar Kristus kita bukan manusia baru berarti mati tidak bisa berbuat apa –apa atau tidak bisa menghasilkan buah tanpa tinggal di dalam Kristus sehingga kita tidak mendapat keselamatan.