Cantik karena dekat dengan Kristus

Kidung 1:15

Origen menejermahkan “Behold, thou art fair, My neighbour; behold, thou art dair. Thine eyes are doves. Artinya lihatlah kamu cantik tentanggaku, matamu seperti merpati. Dimana Bapak gereja menerjemahkan setuaginta (terjemahan bahasa Ibrani ke bahasa Yunani). Ibrani menejermahkan “Lihatlah engkau cantik tetanggaku matamu seperti burung merpati” dan LAI menerjemahkan ikut Ibrani maka dia menejermahkan lihatlah engkau cantik matamu bagaikan burung merpati sedangkan Origen menerjemahkan Origen menejermahkan “Behold, thou art fair, My neighbour; behold, thou art dair. Thine eyes are doves. Ibrani memakai kata kekasihku sedang setuangita memakai kata tetanggaku artinya orang terdekat.

Sytactic content

1. Kamu cantik tetanggaku

2. sunggu engkau cantik

3. Matamu seperti burung merpati

Dalam tiga poin ini, apa spiritual meaningnya? Di ayat sebelumnya membahas mempelai laki-laki dan perempuan dan di ayat 15 ini dimana mempelai laki-laki menyatakan bahwa mempelai perempuan sangat cantik. Engkau cantik menuju pada gereja dan ditekankan lagi bahwa engkau cantik, ini menjelaskan bahwa mempelai perempuan cantik diantara semua wanita. Kenapa disebut paling cantik dan Origen menjelaskan bahwa karena yang paling dekat dengan mempelai laki-laki makanya disebut tetanggaku artinya orang terdekat denganku, ini adalah pujian dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempauan bahwa dia tidak hanya cantik tetapi dekat kepada mempelai laki-laki itu. Dikatakan cantik karena dekat dengan mempelai laki-laki, lalu berikutnya dikatakan matamu seperti burung merpati dan ada kata menarik yaitu mata lalu ada kata burung-burung merpati maksudnya tentu kita harus lihat bahwa tidak hanya artinya secara literal saja tetapi harus naik ke level dua dan melihat spiritualnya sebab mata dan burung merpati mempunyai spiritual meaning.Nisa menjelaskan bahwa mempeleai perempuan itu hitam dan jelek artinya manusia setelah jatuh kedalam dosa menjadi jelek, sebab dosa membuat dia itu hitam dan gelap. Tetapi menjadi cantik lagi karena dekat dengan mempelai laki-laki itu, jadi cantik itu suatu pembaharuan secara spiritual dimana dulu roh manusia itu mati tetapi sekarang menjadi cantik dan menuju pada roh menjadi hidup lagi artinya putus dengan Allah tetapi sekarang terhubung dengan Allah.

Kata cantik itu lebih menuju kepada spiritual yang cantik dan cantik itu bukan soal fisik tetapi roh yang kembali terhubung dengan Allah. Dia cantik karena dekat dengan terang Kristus dan kita semakin lama akan semakin cantik jika kita dekat dengan Kristus. Jika kita membaca buku philokalia Yesus itu beautiful, you have already become beautiful by coming close to my light, making a participation in the beautiful your own by this drawing near. Behold, he says, you are beautiful, my close one. Jika kita dekat dengan Kristus maka kita semakin cantik dan jika kita jauh dari Krsitus maka kita mirip dengan Iblis. Jadi marilah kita dekat dengan Kristus untuk semakin beautiful seperti Kristus dan meniru kecantikan Kristus

            Seperti seorang anak perempuan yang selalu meniru ibunya dandan, mungkin waktu ibunya bangun jelek setelah dia mandi dandan ibunya kelihatan cantik sehingga anak tersebut ikut dandan. Begitu pula dengan kehidupan kita akan akan meniru ke sucian Kristus, memurnikan jiwa dan bercirmin sehingga kita tahu diri kita yang sebenarnya. Origen mengatakan Behold, you are beautiful. Bedanya hamba dengan sahabat hamba selalu ada jarak tertentu sahabat tidak ada jarak, sahabat bisa tukar pikiran perasaan curhat saling mendoakan saling mengasihi. Menjadi sahabat Kristus membuat pribadi kita berubah menjadi cantik. Cantik itu salah satunya adalah mata dimana mata seperti burung merpati. Mata di bandingkan dengan burung merpati artinya mata menuju kepada pengertian secara spritual adalah Nous yang cantik dimana nous adalah Kristus. Tuhan Kristus adalah cermin dimana kita dapat melihan gambar diri kita yang cantik. Mata yang cantik berarti nousnya mengerti mengenai firman Tuhan. Bersahabat itu bukan hanya luarnya saja yang tahu tetapi luar dalam kita tahu. Beda dengan teman dimana teman cuma mengenal sebatas. Mempunyai Roh yang cantik mesti mata itu cantik seperti burung merpati untuk menangkap dan mengerti firman Tuhan.

Burung merpati menujukan kepada Roh Kudus. Mata seorang murid yang benar-benar menangkap untuk mengerti oranng yang benar-benar cantik. Rom 8:13-14, kalau kamu mempunyai mata seperti burung merpati bisa menagkap the spirtual minim menagkap apa yang di katakan oleh Roh Kudus. Jiwa itu terbebas dari jiwa badani pada akhirnya jiwa kita mempunya spiritual yang benar-benar cantik dan indah. Maka ia menjadi layak dan cocok menjadi mempelai laki-laki atau perempuan yang benar-benar cantik. Gal 5:25, hidup dalam Roh, di tuntun oleh Roh. Kalau matamu baik terang seluruh tubuhmu kalau matamu tidak baik maka gelap seluruh tubuhmu. Kita lihat (1 kor 12:3) Roh kudus menuntun kita untuk semakin dekat dengan Kristus.

Kata origen Mata yang seperti burung merpati adalah permurnian manusia. Manusia semakin di perbaharui oleh Roh Kudus supaya menjadi dekat sehingga menjasi serupa segambar dengan Kristus. Cantik meneladani bukan hanya meneladani tetapi harus benar-benar sempurna. Merpati menujukan Anak Allah dan Roh Kudus. Kesimpulannya adalah Kamu cantik karena dekat dengan Kristus lalu matamu seperti burung-burung merpati. Kita sebenarnya cantik tetapi karena dosa maka berubah menjadi jelek. Jiwa dan Roh kita memanifestasikan yang cantik itu bersifat ilahi. Cantik bukan hanya berbicara tentang fisik tetapi kecantikan natur kita yang di perbaharui menjadi seperti Kristus maka ada penolong dan Holy spirit.

            Lihat engkau memang cantik. Tempat tidur kita sungguh sejuk, indah, bersih, dan mewah. Engakau tampan kekasihku menujukkan kepada mempelai laki-laki. Mempelai semakin cantik karena matanya seperti burung merpati. Kita bisa melihat kecantikan Kristus jika mata kita di perbaharui (Efesus 4:23) Kapan kita bisa melihat kecantikan mempelai laki-laki? Pada saat mata kita sudah di perbaharui. Tanpa mata kita di perbaharui oleh Roh Kudus maka kita tidak akan bisa mengerti, melihat kecantikan mempelai laki-laki. Paulus mengatakan kalau orang yang tidak mempunyai mata seperti burung merpati yang tidak melihat salib itu adalah salah satu kebodohan tetapi kita yang di perbaharui mengerti tentang salib itu. Tempat tidur yang indah itu berbagi dengan mempelai laki-laki. Maksud sofa atau tempat tidur itu menujukan tubuh dari jiwa itu. Mata menujukan Roh-Nya, untuk melihat mempelai laki-laki itu adalah dengan mata burung merpati. Tempat tidur kita berbagi dengan mempelai laki-laki tempat tidur adalah tubuh artinya secara spiritual kita, ingat gereja adalah tubuh-Nya Kristus. Tempat tidur menujukkan dengan tubuh atau gereja, berarti satu tempat tidur satu tubuh, satu gereja dimana Kristus adalah kepala gereja dan kita adalah anggota-anggotanya. Tempat tidur harus bersih, indah, nyaman.

            Tempat tidur adalah tubuh, maksud dari tubuh yaitu gereja berarti ada Kristus sebagai kepala dan gereja sebagai tubuh, kita bagian dari tubuh itu (bagian dari gereja). Origen ini mengatakan tempat tidur kita adalah tubuh kita atau fisik kita maksudnya tubuh kita ini adalah bagian dari bait Allah karena berbagi maka tubuh ini bukan hanya miliki kita sendiri melainkan bagian dari Kristus. Konsep keselamatan adalah share dimana Kristus berbagi kepada kita dan kita menerima keilahian-Nya kedalam diri kita.

Dia menyodot dari kemanusiaan dari maria dan kita menyodot kemanusiaan Kristus, jadi kita saling berbagi kemanusiaan dan termasuk tempat tidur kita. Kita baca yang ditulis oleh rasul Paulus (1 Korintus 3:16), seperti yang dialami oleh rasul Paulus yang telah melihat kecantikan Firman Allah itu misalnya (2 Korintus 4:16) ini orang yang melihat kecantikan Kristus. Seperti tubuh paulus binasa tetapi manusia batianiah dipembaharui, itulah share tempat tidur. Artinya kita berbagi kepada Kristus dan apa yang kita lakukan kita berbagi kepada Kristus dan apa yang kita daaptkan, jadi tubuh lahiriah semakin binasa, memang manusia lariah semakin merosot. Tubuh jasmani-Nya dianiaya di bunuh disiksa. Paulus mengatakan penderitaan bersama Kristus imbalan yang kita peroleh, ketika menderita bersama Kristus. Orang yang cinta kepada Yesus rela membagi tubuhnya bersama Kristus, ini yang di sebut dengan tempat tidur kita berbagi dengan Kristus. Kalau berbagi dengan Kritus itu adalah gereja. Berbagi natur yang dimana ada natur ilahi dan natur manusia.

Kristus membagi keilahian-Nya dan mengambil tubuh manusia ini maka tubuh kita yang harusnya binasa sekarang berbagi dengan Kristus. Tempat tidur itu adalah kemanusiaan kita itu bisa mengambil bagian dengan ilahi (2 Kor 11:2). Jika akhirnya kita bisa menyatu dengan Kristus dimana dua tubuh menjadi satu, itulah yang rasul Petrus katakan kita mengambil bagian dari kodrat ilahi (theosis) yaitu membagi tempat tidur. Apa yang kita pelajari, kita di ciptakan dengan mempunyai tubuh, jiwa dan Roh. Kita adalah mempelai-Nya Kristus yang cantik lalu kita mempunyai mata seperti burung merpati yang melihat kecantikan Kristus disitu kita bisa berbagi tempat tidur dengan Kristus. Hidup kita baik Roh dan Tubuh kita itu sekarang berbagi dengan Dia. Kristus membagi keilahian-Nya dan kita berbagi kemanusiaan-Nya. Allah menjadi manusia supaya manusia serupa dan segambar seperti Kristus. Kasih itu menjadi cantik, cantik artinya kasih karena kasih yang bisa membuat segala sesuatu itu cantik. Berbagi itu sesuatu yang indah.

Aplikasi

            Jadi mata kita perlu diperbaharui menjadi cantik, supaya melihat Kristus yang cantik dan juga tubuh kita juga dipembaharui supaya cantik. Dimana tubuh kita anggota tuhuh Kristus sebab Kristus kepala gereja dan kita anggota-Nya. jadi tubuh kita itu harus lebih cantik, jiwa berbagi dengan tempat tidurnya begitu juga jiwa dan tubuh berbagi kepada Kristus. Jadi jiwa dan tubuh kita terus dipembaharui didalam Kristus sehinga kita semakin lama semakin cantik dengan dekat kepada Kristus.

Personal Mata dan tubuh saya perlu dibaharui didalam Kristus dengan dekat dengan melalui perbuatan, Jesus Prayer dan menyalibkan segala kedagingan dengan dekat kepada Kristus dan meniru kecantik Kristus sehingga saya secara pribadi mencerminkan dan memancarkan kecantikan Kristus.




Memancarkan Kebenaran Kristus

Kidung Agung 1:17; 2:1-3

Ada kalimat balok dari rumah kita adalah terbuat dari kayu aras, lalu papan dari dinding terbuat dari kayu ero. Ada dua content utama yaitu;

1. Balok rumah kita terbuat dari kayu aras

2, Dinding rumah kita terbuat dari kayu ero

Rumah artinya menuju pada gereja, kalau kita lihat diayat 16 ada tempat tidur. Jadi rumah itu adalah gereja dan tempat kediaman Kristus dan jemaat. Kayu itu yang sangat kuat.  Gereja bersifat kekal dan kuat, jika kita lihat di PL dimana kayu berguna untuk membangun rumah misalnya bait Allah. Origen mengatakan ini adalah spiritual house and the house of God. Gereja adalah tiang dan dasar kebenaran dan tiang rumah (kayu aras) adalah tiang dari kebenaran, kita lihat (1 Tim 3;15) yaitu penopang dan itulah rumah Allah, berarti mempunyai tiang-tiang dari kebenaran yang kuat.

Kita mempunyai fondasi yaitu fondasi Kristus, begitu pula dalam kehidupan kita dengan berasal dari tiang kebenaran. Origen gereja itu rumah dari Anak Allah sebab Kristus adalah Anak Allah. Rumah menjadi mempelai perempuan dan laki (jiwa dan tubuh kita) dan didalam rumah itu ada balok-balok yang terbuat dari kayu aras yang tak mudah hancur. Kita harus mengerti kayu aras Allayh yang melindungi gereja Allah,. Origen menafsirkan arti dinding menuju kepada umat yang melakukan kebenaran. Iman adalah balok maka kita orang percaya adalah dinding yang turun dari kayu ero yang wangi artinya kita adalah orang percaya yang memancarkan kebenaran Kristus sehingga orang lain menciumnya. Nisa mengatakan kita manusia sekarang menyatu dalam Kristus, (2 Kor 11:20 menjadi penganti Kristus, (Ef 5:32) seperti suami dan istri begitupula kita kepada Kristus dimaan ada dua daging menjadi satu. Jadi tempat adalah suatu misteri yang berbagi kepada Kristus. Tetapi Allah bukan hanya mempelai laki-laki saja tetapi Dia tinggal didalam Kita, membangun rumah-Nya dalam diri kita dengan bahan kayu aras dan ero.

Dalam membangun rumah tentu ada penderitaan (Mat 7:25), kuat dalam segala macam cobaan. kayu ero menujukan rumah itu cantik bukan hanya kuat tetapi cantik artinya rumah yang berbau harum dan memancarkan keharuman. Kita yang ada didalm rumah itu yaitu jiwa,tubuh kita yang memancarkan keharuman Kristus dengan kita melakukan kebajikan.

Kidung agung 1:2

Aku adalah bunga mawar dari saron, bunga bakung dilembah-lembah. Ada dua hal mempelai laki-laki bahwa mempeai laki2 adalah bunga mawar dari saron bunga bakung dilembah-lembah. Bunga itu sesuatu bunga yang idanh tetapi cepat layu, ini menujukan kepada inkarnasi Kristus tetapi Dia bukan bunga mawar yang mewah melainkan miskin dan tempat kerendahan hati yang benar-benar menjadi hamba. Origen mengatakan mempelai laki-laki adalah teman dari mempelai perempuan yang memuji Dia dengan bunga tetapi bukan dari bunga yang mewah melainkan bunga miskin.

            Lembah menuju tempat yang tidak bisa ditanam, kata lembah artinya menujukan kepada orang-orang yang sudah ditanam yang sduah oleh para nabi, menerima nubuat dan hukum taurat dan Kristus datang sebagai bunga mawar kepada orang yahudi. Kristus datang sebagai bunga mawar skpd orang yahudi sedangkan non yahudi bunga lembah-lemabh. Kita lihat dari (Matius 6:28) bunga bakung diladang kalau dikidungAgung bunga bakung dilembah-lembah artinya mempelai laki menjadi bunga bakung dilemabh , bahwa bapa disorga memakai DIA dengan jubah daging dengan lebih dari salomo, kita baca (Matius 6:28-29), salomo tidak memakai pakaian yang seindah dari Dia. Kristus yang menjadi bunga mawar dari saron, bunga bakung dilembah-lembah, Dia memakai daging dan Dia sudah memberian kedagingan sehingga. Bunga bakung dilembah-lembah artinya untuk memberikan pakaiannya kepada kita untuk kita pakai.

Ayat 2

kita adalah bunga bakung dilembah-lembah dan berpakain sama kepada Kristus tetai bunga bakung ada ditengah duri. Artinya waktu kita meneladi Kristus kita selalu di tengah duri yang menjadi seperti hal yang menyakiti atau menderita. Origen mengatakan itu adalah seperti semacam membahayakan bunga mawar, kekasih manisku yang ada ditengah duri. Maksudnya waktu kita meneladi KRISTUS kita ditengah duri dan juga diantara gadis-gadis, origen mengatakan  jiwa-jiwa yang tidak percaya atau mengajarkan ajaran palsu, gereja ada ditengah dunia yang tidak percaya. Nisa menjelaskan aku adalah didataran-dataran lalu bunga dilembah-lembah artinya Dia datang, berinkarnasi dan memancarkan keharuman dan keharuman itu juga untuk orang-orang non-Yahidu. Bunga bakung yang ada dilembah-lembah yang menyerupai Dia dan harus mempunyai jiwa yang rindu mencari kristus. Bunga bakung yang ada ditengah duri dan ditengah perempuan, itu menujukkan ada tekanan tetapi harus meneladni Kristus (Mat 12:50 ) my belove yang ada ditengah perempuan.  Ayat 1 menjelaskan mempelai laki-laki dia adalah bunga dari dataran Kristus datang berinkarani untuk bangsa percaya maupun non percaya. dan Kristus memberikan pakain-nya untuk serupa dengannya tetapi kita ada di tengah-tengah non percaya. Origen menafsirkan mempelai laki2 itu menuju pada inkarnasi dan dia berikan tubuhnya tetapi ada ditengah duri-duri. Mempelai peremuan menceritakan bahwa dia memuliakan  mempelai laki2. Kata pohon apel satu simbol (Zakharia 2:12) mengabarkan pohon apel itu kristus yang dikasihi, dia menjadi the belove one glory.

Kekasihiku antara mempelai laki-laki tetapi ada satu yang terkasih yaitu Kristus. Ada sebuah pohon yang menghasilan buah yang manis berbeda denga pohon yang ada dihutan. Diayat 3  “ dibawah naugannya aku ingin duduk dan menantikan buah yang membuat tubuhkan kita bergizi dan bertumbuh.  Dan buah itu harus masuk kedalam jiwa kita sebab Roh membutuhkan makana yang bergizi dengan buah yang manis. Dan kita datang dibawah kaki Yesus untuk  mendengarkan Dia dengan membuka hati kita. secara fisik kita tidak bisa datang kepada Dia sebab Dia sudah naik kesorga tetapi kita bisa membuka hati untuk ketemu dengan Dia (Doa batin).

Spiritual meaning hati adalah istina Kristus dan tempat tinggal kristus dan hati itu juga sesautu yag penuh misteri tetnag segaala keberadaan diri kita seperri bunga bakung di lemab-lembah dan juga ada tengah duri-duri artnya hati kita mungkin ada rasa sakit dan lain sebagainya. Hati berbicara tentang satu peperangan yang tak keligatan dan dari dalam hari timbul pikirn. Apa yang ada dilam hati ada duri-duri dan ada juga istinan Kristus seperti yang rasul Paulus mengatakan ada hukum daging dan ada hukuman penghakiman, dari dalam hati mulai ada peperangan. Oleh sebab itu dalam peperangan kita bisa menang dan kalah.

Aplikasi

Dinding dari rumah kita adalah kayu aras yang menujukan tiang penopang yang kuat dari kebenaran. Interiol gereja kayu yang berbau harum yang memacarkan aroma Kristus, dan kokoh didalam Kristus. Dalam kehidupan kita perlu hidup dengan Kristus, memberikan akan makanan rohani bukan hanya makanan jasmani saja. Seperti yang dijelaskan dalam Kidung ada bahwa ada buh yang memberikan gizi dan buah itu harus masuk kedalam jiwa kita sebab Roh membutuhkan makana yang bergizi dengan buah yang manis. Dan membukan hati untuk ketemu dengan Dia (Doa batin), berjaga-jaga, menjaga Nous dan juga berpuasa sehingga nama Tuhan yang selalu ditinggikan.

Personal

Bagaiaman kita menjaga hati dengan doa, jaga-jaga dan berpuasa. Dengan pemikiran yang terbatas “ Tuhan itu pasti menyelamatkan saya, kenapa Dia menciptkan saya jika Dia tidak menyelamatkan diri saya”. Sehingga apapun yang saya lakukan hal baik  maupun dan jahat, tidak ada efeknya bagi jiwa dan tubuh saya. Ternyata dalam Kitab Kidung Agung ini memberikan pemahaman bagi diri saya bahwa  ada hukum daging dan hukuman penghakiman. Jadi yang saya kerjakan adalah tentang keselamaran, hidup berkenan kepada Kristus, menjaga hati, Nous sehingga menginjinkan Kristus memiliki tempat kediaman dalam jiwa dan Roh terutama dalam hati.

THE ASCETIC LIFE

Bagaimana kita menjalani kehidupan Kekristenan yang di kehendaki Kristus. Seperti dalam cerita ada seorang anak muda yang bertanya kepada Roma.

A BROTHER: apa tujuan datang kedunia ini, lalu roma menejawab dengan kanget tentang pertanyaan anak itu. Tujuan datang kedunia untuk keselamtan manusia. Lalu anak itu bertanya apa maksudnya roma menjawab manusia diciptkan tetapi manusia itu melanggar perintah dari Allah sehingga mereka jatuh kedalam dosa. Tuhan tidak membiarkan penciptaan-Nya jatuh kedalam dosa maka Kristus datang kedunia ini untuk menyelamatkan orang yang telah berbuat dosa.

            Cara hidup yang ilahi yaitu dia datang kedunia dengan mati dan bangkit, Dia memberikan perintah dan janji dengan mati diatas kayu salib. Dari ketidak taatan adam maka ada adam yang kedua yaitu Kristus  yang kekal untuk menebus kesalahan adam pertama dengan sampai Dia mati, dengan kematian-Nya Dia kalahkan maut (1 Korintus 15:22)  dengan mengantikan adam pertama yang telah jatuh kedalam dosa karena kedagingan manusiawinya.

Kemudian  anak muda itu bertanya: apa saja perintah yang saya kerjan Romo dan Roma menjawab dengan senang hati, Nak coba kita baca dari Kitab (Matius 28:19-20), jadi ita harus melakukan dengan perintah yang di ajarkan dan jika tidak melakukan perintah-Nya maka kita tidak diselamatkan (Maz 19:28) menuruti perintah bahwa penting didalam keselamtan itu. Ketaatan kepada perintah Yesus ini adalah untuk keselamatan kita dan Gerejapun melakukan perintah dari Tuhan.

Lalu pemuda itu bertanya kepada Roma untuk melakukan yang terbaik kepada mereka? dengan melakukan perintah Yesus dan meladani Tuhan dan mengikuti segala jejak-Nya. Dan siapa yang meneladani Tuhan? Dia yang melakukan perintah Tuhan, lalu bagaimana kita meneladani Krstus. Tidak ada seorangpun meneladani jika dia masih terikat dengan hal-hal duniawi (Matius 19:27) kita lihat teladani rasul bahwa mereka telah mengikuti keteladanan Kristus.  Ketika kita diselamtakan kita wajib lakukan perintah-Nya karena kita orang berdosa maka kita menerima kuasanya. Lalu anak muda itu bertanya kuasa apa Romo? Dan Roma menjawab, kita lihat dari Alkitab “Lukas 10:19” dengan kuasa.

            1 Kor 11:1 jadilah pengikut Kristus. Jadi kalau kita mengajak orang lain untuk Kristus terlebih dahulu kita mulai dari diri kita sendiri dengan mengikut Kristus. Dan Kristus memberikan kepada kita kuasa untuk meginjak godaan iblis seperti ditanam edem.  Roma 8:4 kita hidup jika kita hidup didalm Kristus dan diluar Yesus Kristus tidak mendapat apa-apa.  Kuasa yang diberikan kepada kita  (Mazmur 91:2-3) Allah yang menjadi perlindungan (Mazmur 91:11), ini adalah ada kuasa yang Tuhan berikan kepada kia, Matius 10:37 belajar untuk melepaskan orang terdekat dengan kita dan melepaskan segala sesuatu tadi sehingga timbul ketaatan.  Matius 10:38, lukas 14:33, kalau kita tidak bisa melepaskan hal-ha duniawi. Maka manusia perlu melakukan Askesis, baru kita mempunyai kekuatan untuk menaati perintah-perinth-Nya. Anak itu bertanya kuasa Allah itu besar Roma untuk menanti semua? Saya mempunyai dan Tuhan sudah meringkas satu kalimat, kita baca di Markus 12:30-32, dengan mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.

            Hal-hal apa yang tidak bisa tidak terikat yaitu makanan, uang, saudara dan sebagainya dan itulah tidak boleh menjadi tuan. Memang segala sesuatu itu baik tapi dengan syarat harus menyenangkan Tuhan bukan menyenangkan diri sendiri. Apa tanda kita mengasihi Allah Yohanes 14:15; kasih itu dibuktikan pada perintah Yesus, itu sebab kita diperintahah dengan benar-benar menjadi murid-Nya Yesus bukan terikat dengan hal-hal duniawi kita baca (Roma 13:10) kasih itu kegenapan hukum taurat.

Bagaimana kita mengasihi orang yang membenci saya? Tetapi Tuhan menyuruh kita untuk mengasihi musuh. bukankah manusia diciptkan segambar dan serupa dengan Allah? Kalau mereka adalah gambar dan rupa Allah apakah kita membenci mereka tentu tidak sebab jika benci mereka yakni kita membenci Allah. Seperti Matius 5:44, ini adalah perintah untuk kita kerjakan seperti keteladan Kristus, Dia mengasihi  musuhnya dengan yang menyakiti, menyibatkan Dia, malah Kristus berdoa bagi mereka semoga Bapa mengampuni orang yang berbuat salah terhadap Dia.  Kalau kita tidak menaati Allah maka kita tidak mengetahui tujuan-Nya, dan kita tidak mendapat kekuatan dari Kristus. Pertanyaan bagi kita apakah kita sudah mengampuni orang yang bersalah kepada kita? memang tidak mungkin mengasihi kepada orang yang bersalah tapi kecuali kalau dia tahu tujuan Allah, maka Allah memampukan kita untuk mengasihi dia. Dan apa tujuan Allah, Tuhan Yesus Kristus menjadi menjadi manusia karena kasih-Nya, Dia menjadi manusia lahir dari seorang perawan dan tatluk kepada hukum taurat Galatia 4:4; Allah tahu seluruh hukum taurat dan para nabi terletak pada perintah tadi dengan mengasih Allah dan sesama. Kristus sebagai manusia Dia bertaruh dengan Iblis dan membuktikan bahwa Dia mengasihi Allah waktu Iblis mencobai Dia di padang gurun, inilah tanda mengasihi Allah dengan ketaatan kepada Allah dan Kristus tahu apa tujuan-Nya datang kedunia ini bukan untuk membenci melainkan mengasihi orang yang menganiayaan Dia sehingga Dia menang atas dosa. (2 Kor 13:4) Kristus disalibkan melalui kelemahan, oleh kelemahan-Nya Dia mengalahkan maut dan kerajaan maut kita baca dari (Ibrani 2:14, 2 Kor 12:9) bagaimana kita mengasihi musuh yaitu kita ikuti keteladan Kristus yang mengasihi dengan kelemahan sehingga kita meneriman kuasa Kristus untuk mengasihi musuh. Efesus 6:12-17 maksudnya perjuangan kita melawan yang tak kelihatan, ketika Yesus di waktu momen di sedang melawan kekuatan iblis (1 Kor 9:26, 4:11, 2 Kor 11:27).

1 Kor 4:12-13, apa yang di alami oleh rasul Paulus dengan kemenangan atas ketaatan terhadap Allah. Kalau kita tidak tahu apa tujuan Allah maka kita seperti iblis (melawan perintah Allah), seperti Paulus dia tahan menderita malaupun dimaki, difitnah dan lain sebagainya tetapi dibalik semuanya itu paulus semakin dekat dengan Kristus. Jadi Kristus tetap taat kepada Allah samapai di menderita disalib dan mati.

            Bagaimana pikiran kita tahan pada pencobaan yaitu berjaga-jaga dan mempunyai pemikiran yang murni (James 4:7) dan tunduk kepada Allah tetapi harus melawan iblis sehingga kita tahu tujuan Allah terhadap orang yang jatuh kepada dosa tetapi disisi lain kita harus melawan Iblis. Bagaimana kita terus berjaga-jaga yaitu complete lack of cancern for earthly thing and continous medetitation on the divine Scriptures brings the soul to fear of God, 1 Petrus 5:8-9, berjaga-jaga dan berdoa supaya kita tidak dicobai, (2 Kor 10:3-6) tirulah orang-orang yang kudus dan abdikanlah diri untuk Kristus. Lalu apa yang harus lakukan untuk terus berdoa kepada Allah? Dengan mempunyai kebajikan yaitu kasih, pengendalikan diri dan dosa.

Kesimpulan

            Kita belajar untuk mengasihi Allah, mengabdi Allah tetapi bukan hal yang mudah tetapi kita harus mempunyai memikul salib dengan ikut Kristus dan tidak terikat kepada hal-hal duniawi. Menaati perintah Allah dengan tahu apa tujuan Allah dalam diri kita yaitu dengan keselamatan kita dan dengan keselamatan, kita harus taat dengan mengasihi Allah dan sesama manusia seperti kita mengasihi diri sendiri. Milikilah kasih, pengendalian diri dan doa. Jangan sampai kita terikat dengan hal-hal duniawi yang selalu menguasai hidup kita sehingga kita lupa apa tujuan kita lahir didunia ini. memang hal duniawi dalam bentuk materi, di lain sisi memang bagus tetapi jangan sampai dia menjadi tuan bagi kita melainkan kita gunakan untuk menyenangkan Tuhan bukan menyenangkan kita. untuk kita kita perlu berjaga-jaga, Jesus Prayer, askesis sehingga kita tetap mengerjakan keselamatan dengan taat kepada Kristus.

Personal

Dalam cerita ini saya diingati untuk tetap taat kepada Tuhan, saya pernah berpikir bahwa sebagai anak teologi itu pasti diselamatkan sebab setiap hari mereka belajar Alkitab tetapi kenyataan tidak. walaupun dia anak teolog dan Pendeta dan lain sebagainya jika dia tidak hidup sesuai dengan kehendak TUHAN yakni dia tidak mengerjakan keselamatan dan dia tidak tahu apa tujuannya lahir didunia ini. Untuk mengerjakan keselamatan saya secara pribadi dengan membuang segala hal-hal duniawi atau tidak menjadikan tuan bagi diri saya pribadi. Dengan berjaga-jaga, pausa, Jesus Prayer, askesi dan lain sebagainya dan juga taat kepada Kristus. Jadi yang saya lakukan adalah mengasihi Allah dan juga mengasihi sesama manusia dengan tidak benci kepada mereka atau pendam rasa dendam terhadap mereka tetapi walaupun mereka salah, saya akan tetap mengampuni mereka sebab Kristus telah mengajari saya untuk tetap mengampuni orang yang bersalah dengan mengashi dan mendoakan mereka. Amin

Kidung Agung 1:12

KIDUNG AGUNG 1:12

Roh kudus menngajarkan kepada para Rasul tentang ajaran Kristus. Roh kudus berkarya dalam gereja setelah pentakosta hasilnya gereja sekarang berdiri dimana-mana. Kitab suci adalah produk dari roh kudus, maka disebut suci sebab dibalik itu ada karya roh kudus. jiwa kita meresponi ajaran Kristus dan ajaran Kristus sehingga kita semakin dikudus. Seperti kata paulus kitab suci itu mengoreksi dan memperbaiki hidup kita. dalam level itu terdapat makna, dan mencari teks aslinya, setelah itu menjadi sytactic form, sytantic content dan konteks historis.

Bahasa Asli Ibrani

  WTT Song of Solomon 1:12

  רֵיחֽוֹ׃        עַד־שֶׁ֤הַמֶּ֙לֶךְ֙ בִּמְסִבּ֔וֹ נִרְדִּ֖י נָתַ֥ן ֵ

Bahasa Asli Yunani

ἕως οὗ ὁ βασιλεὺς ἐν ἀνακλίσει αὐτοῦ νάρδος μου ἔδωκεν ὀσμὴν αὐτοῦ (Cant. 1:12 BGT)

Terjemahan Literal

Semenstara raja itu berada disekitar menjanya lalu minya semerbak bau narwastuku.

 Memancarkan harum

Syatantic cantent

1. Semenstara raja itu berada disekitar menjanya

2. lalu minya semerbak bau narwastuku. Memancarkan harum

Yoh 12:3, Yohanes menuliskan siapa nama wanita itu yaitu Maria. Ini adalah satu peristiwa sebagi tipologi kidung Agung Kristus dari 1:12. Dan (Yohanes 12:2) bahwa Maria membasuh kaki Yesus dengan minyak. Maria mempunyai Martha dan Lazarus, dan mereka juga mengalami mati martir. Maria, martha dan lazarus memberintakan injil dan akhirnya mereka meningagal di sirpus. Maria itu mengurapi KRISTUS denga minyak dan Yesus disebut Kristus dan Mesias, dalam perjanjian Baru. Orang yang diurapi itu adalah Raja, Nabi dan Rasul. Hubungan dengan gereja adalah dimana Kristus sebagai kepala dan jemaat sebagai tubuh Kristus. Orang yang diurapi yaitu Kristus atau mempelai laki-laki. Jadi Gereja mempersiapkan diri untuk menyambung mempelai laki-laki dan kita sebagi mempelai perempuan  menunggu kedatang mempelai laki-laki. Seperti perumpumaan orang bijaksanaan dengan orang bodoh (Matius 25:1-13), dimana dalam perumpamaan ini orang bijaksana mempersiapkan diri untuk membawa minyak dengan menunggu kedatangan mempelai laki-laki (Kristus), sedangkan orang bodoh tidak mempersiapkan minyak untuk menyambung kedatangan mempelai laki-laki, sehingga dipertengahan jalan pelita mereka padam. Dan diayat 8 “orang bodoh meminta sedikit minyak kepada orang bijaksana tetapi orang bijaksana tidak memberikan”. Sehingga yang menyambung kedatangan mempelai laki-laki itu Cuma orang bijaksana. Jadi kita sebagai orang percaya, marilah kita berjaga-jaga dan mempersiapkan diri untuk menyambung kedatangan Kristus, sebab kita tidak tahu kapan kedatangan Kristus. Jangan sampaikan kita sebagai orang bodoh tetapi jadilah sebagai orang bijaksana yang selalu mempersiapkan minyak.

            Ada mempelai laki-laki yang akan datang, dan Kristus raja yang diurapi Maria dan disisi lain dia diantisipasi (Matius 26:6-7) mengurapi akan kematian Kristus. Maka dalam ibadah paskah selalu diingati seperti Maria mengantisipasi Kristus, dan kita akan mengantisipasi Kristus yang akan datang. Kristus sebelum mati Dia diurapi sebagai raja dan mesias. Minyak itu Kristus sendiri yang berbau harum ketika gereja mengurapi Dia dan kita sendiri yang menerima keharuman Dia. Jadi di (2 Kor 2:15) artinya yang menjadi minyak itu adalah Kristus, Gereja mengurapi mempeleia laki-laki yaitu kita sendiri yang berbau harum. Apa yang dimaksud dengan bau harum? Yaitu  menujukkan kital dilahirkan dari kristus dan bisa memancarkan bau harum itu, kita gereja seperti gereja yang dipenuhi keharuman Kristus karena yang mengisi diri kita yaitu Kristus atau aroma Kristus seperti minyak tadi dan kita menerima kembali bau harumnya Kristus. Origen mengatakan pengurapan penuh dengan iman, kasih dan seperti yang di alami YESUS yang di urapi maria (Markus 14:6). Seperti perempuana kambing dan domba yaitu mengunjugi orang sakit, memberikan pakian dan lain sebagainya. Bagaimana kita mengantisipasi dengan Kedatangan kristus (Efes 2 :10), dalam konteks ini,  kita sudah mati tetapi dihidupkan lagi pada kedatang Kristus. Melakukan hal yang baik, kita membutuhkan minyak yang ada keharuman. Kalau kita mempunyai Kristus yakni terpancar aroma dari KRISTUS seperti melakukan hal yang baik.

Origen mengatakan melakukan pekerjaan yang baik yaitu kita memancarkan keharoman Kristus, dengan menyatakan kemulian-Nya dengan perkataan kita. Ketika menyentuh hal seperti ini yakni kita menyentuh Kristus (Mazmur 104:15, Ibrani 5:14) sama artinya Dia roti kehidupan, air kehidupan dan terang dunia. Apa artinya makanan yang keras (Ibrani 6:1), artinya semakin lama hidup maka kehidupan kita semakin keras, Paulus menuliskan untuk menanggalkan kebiasan yang tak membangun atau menaggalkan manusia lama yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Origen mengatakan  Kristus terang dunia, Roti kehidupan maka sama seperti minyak. Jadi kita mempunya kepekaan ciuman aroma Kristus dan kita harumannya, kita punya kepekaan untum mencium keharuman firman Kristus. Sebab minyak itu Kristus sendiri, dan sekarang diberikan kepada kita. Kristus telah memberikan kepada kita kehidupan, Dia sudah menerangi jalan yang gelap sehingga kita bisa melihat mana yang gelap dan terang.

Aplikasi

Yang dimaksud dengan minyak yaitu Kristus dan Kita ingat dimanapun keberadaan Kristus akan bisa kita mencium atau kehadiran Kristus. Dengan bau aroma Kristus, kita bisa memancarkan kearoma-Nya dengan tingkah laku sehari-hari sehingga orang lain bisa mencium bau harumnya Kristus.

Personal

Saya adalah sebagai baunya aroma Kristus yang saya bisa pancarkan kepada orang lain lewat kehidupan sehari-hari dan tetap menjaga aroma Kristus sampai Dia datang kedunia ini dengan mempersiapkan diri seperti gadis bijaksana yang mempersiapkan minyak dalam menyambungkan kedatangan Kristus dengan berjaga-jaga dan taat.

Roman Catholicism

Roman Catholicism a dalah gereja yang ada di roma pada awalnya, ini termasuk dari  purbhasi misi para rasul atau termasuk, misalnya rasul Paulau dan Pertus. Ini adalah gereja yang mula-mula bukan gereja yang baru, yang di eropa barat. Gereja itu bukan hanya di kota Roma tetapi juga berkembang, akhirnya berkembang keseluruh dunia, khusus gereja katolik. Ketika Kristus bangkit dan naik kesorga maka muncul gereja pentaskosta dan pararasul menerima karunia, Roh Kudus lalu mereka memberintakan Inji di Yerusalaem, samarial sampai di asia kecil dan eropa. Dan eropa ini yang dianggap ibu kota metropolita dari kerajaan romawi. Sehingga injil sampai disana, lalu ada gereja di roma tetapi gereja-gereja bukan hanya ada di roma, Yerusalem, Yudea, antiokia dan sebagainya. Abad pertema sudah ada perkembang injil atau sudah ada gereja-gereja yang didirikan rasul Paulus, lalu rasul petrus mendirikan gereja di  Antiokia. Dan sudah ada pusat-pusat Kekristenan, Yerusalem, Antiokia, Roma, Alexsandria dan pada akhirnya muncul Konstantinopel. Lima pusat Kekristenan awalnya semuanya mempunyai pengajaran yang sama, doktrin, ibadah, Kitab Suci, Ibadah yang sama dan termasuk Roman Catholicism.

            Pada tahun 1054, tanggal 16 Juli sering disebut mata yang kelam bagi gereja karena sering terjadi perpecahan antara gereja Roman Catholicism dengan gereja-gereja di Timur yaitu Yerusalem, Antiokia, Alexsandria dan itu semua wilayah asia atau wilayah Timur sedangkan Eropa diwilayah Barat, maka ada istilah gereja Barat dan Timur. Tahun 1054 terpecah antara gereja Barat dan Timur dan akhirnya mereka tidak saling mengakui, gereja di Roma dulunya dipimpin atau Led by Cardia Humber of Marmoutiers, mereka menyampaikan satu keinginan dari Puad dari kota Roma tentang masalah papal power. Ketiga itu masuk kedalam aula gereja itu dan ada satu dokumen yang mau memutuskan hubungan dan dokumen itu diserahkan kepada Patriarch pemimpin gereja di konstantinopel dan pemimpinannya yaitu Michael Cerularius. Upon leaving the church, Humbert shook the dust off his feet and said, “Let God look and jugde”. Ia berkata dengan kesombongan, lalu ia menyerahkan document excommunicating dan biasanya digereja Timur bahwa tidak mau mengakui Patriarch di wilayah Roma yang paling berkuasa. But the deed had been done, and historians often point to these events in 1054, seringkali dianggap sebagai as a major marker in the Great Schism between the two groups of Christians to be identified as the Orthodox of the East and the Catholiecs of the Wesr.

            Perbedaan-perbedaan gereja di Timur dengan gereja di Barat dan ada area yang cukup berbeda misalnya The development of doctrine, the relationship between faith and reason, and a different kid of spirituality. Gereja khotolik roma menerima development of doctrine, artinya bisa berkembang, berubah dan direvisi. Sedangkan bagi Orthodoxy tidak, doktrin itu sudah benardan tidak bisa direvisi lagi atau diubah-ubah dan doktrin itu sudah kebenaran, tetapi Roma khatolik menerima development of doktrin. Artinya gereja bisa memiliki satu progresses pengertian dan expression doktrin disepanjang jaman. The classic Catholic text on doctrinal development is John Henry Newmans’s An Essay on the Development of Christian Doctrine. Cardinal Newman, a nineteenth-century to Roma from the Anglican Church (and now on track for canonization by rome), sought to defend his church against Anglican and Protestant attacks on Roman Cahtholic dactrines which were absent from the Scriptures and from the tesstimony of the ancient Church.

                Newman himself would not have accepted the idea that truly new dogmas were being defined by his church, saying instead that all developed dactrines existed in a seminal form in the earlist traditions of the Church. Where the Orthodox differ is that we believe that-despite its selfuderstanding-Roma actually has introduced new dogmas. Kalau kita menuduh Roma khatolik dengan mengajarkan doktrin yang baru, “tentu tidak”. Ia dogmas yang sama dan trasisi yang sama, sehingga akhirnya terus menerus berkembang di doktrin itu ada progresses misalnya di khatolik dulunya mengatakan keselamatan itu hanya dalam gereja khatolik, itu di abab-15. Ketika pada tahun yang ke-2 diubah lagi, direvisi lagi sehingga keselamatan itu bisa diluar Khatolik.

            The Orthodox Church practices the development of the expression of Christian dogma, but not of its meaning and substance, which is eternal, having been given by God in its wholeness to the apostles. Seperti kalau dikatakan Yesus hanya manusia bukan Allah tetapi tetap muncul dogma-dogma seperti itu, dan kita menganggapnya seperti meaning atau substance yang sudah diubah dan kita tolak karena tidak ada development of doctrine, begitu kita membicarakan dogma itu Yesus adalah Allah dan manusia sekalipun dalam satu Pribadi dan sampai selama-lamanya yang tak bisa diubah. Mungkin kita perlu mengerti perubahan itu bukan contend dan meaning tetapi expression. Kristus Firman Allah yang menjadi manusia dan itu tidak bisa di tawar lagi dan kita tidak bisa lagi mengatakan hanya serupa orang atau yang mirip dengan manusia, itu adalah yang mengubah kontend. Kita harus mengerti tetang inkarnasi dan jika ada pertanyaan kenapa Kristus itu harus lahir dari perawan Maria? Sebab Dia lahir seorang perawan, tidak ada campur tangan atau benih dari laki-laki berarti hanya ada benih perempuan. Lalu benih laki-lakinya dimana tetapi digantikan dengan benih dari Roh Kudus dan Tuhan itu menurukan Firman-Nya menjadi manusia berarti bukan orang yang baru. Jika benih laki-laki dan perempuan bersatu berarti Newman pression sama kalau kita nikah nanti punya anak dan anak itu new pression orang yang baru. Didalam keselamatan Allah itu, tidak ada pression atau new pression, yang adalah anak yang turun ke bumi menjadi manusia. Jadi dalam kelahiran Kristus harus perawan, jika bukan perawan berarti bukan Dia bukan Firman Allah lagi. Jika bukan Kristus yakni tidak ada keselamatan sebab hanya Dia satu-satunya Firman atau logos yang menyelamatkan manusia.

            Kalau Dia lahir dari seorang perawan Maria berarti Dia mengambil kemanusiaan Maria. Dan kemanusiaan Maria berasal dari kemanusiaan Adam yang sudah jatuh kedalam dosa. Dia mengambil kemanusiaan Maria supaya Dia memperbaiki kemanusiaan yang sudah rusak dan Dia datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan jika Dia tidak menjadi manusia yakni Dia tidak bisa menyelamatkan manusia.Di Apostilic Father dia katakan disini, had a higher of understanding than the apostles, the medieval Scholastict undersatood better than Fathers, and so on.this theological background contributes to the framework for all the innovations in Roman Catholic dictrine that differ from Orthodoxy. Kita percaya dari generasi ke generasi orang yang mempelajari doktrin akan semakin mahir menjelaskan doktrin itu tetapi The development of doctrine.

Faith and Reason

            Didalam gereja roma khatolik, perkembangan doktrin karena of the relationship Roman sees between faith sand reason. Reason itu adalah berteologikal, berargumen atau menjangkaul akal budi kita. salah satu teolog yang terkenal Thomas Aquinas, dia banyak memakai tentang project was to merge Catholic dogma with the philosophical requirements of Aristotelian logic. Banyak juga Bapa-bapa gereja yang menggunakan ilmu filsafat, doktrin atau teologi, tetapi tulisan Aquinas disini dikatakan merger with Aristotle dalam usaha dia membuktikan existence Allah yang sangat logical and scientific in order to be believable. Pope John Paul II in his 1998 mengatakan Faith and reason are like two wings on which the human heart a desire to know the truth-in a word, to know himself so that, by knowing and loving God, men and women may also come to the fullness of truth about thmselves. Ajaran khatolik sangat menekankan reason atau metode-metode filsafat Aristotle dalam menjelaskan teologi atau iman. Human reason becomes not merely a tool but rather the very criterion of truth. It is also the reason much of Roman Catholic spiritual life is legalist, because it is often concerned more with satisfying legal, philosophical categories than with addressing and healing spiritual realities.

            Bagi kita yang cocok atau pikiran yang rasional bahwa mendukung untuk mengenal kebenaran, tetapi bukan reason yang memimpin kepada iman. Maka kalau tidak sesuai dengan akal budi maka iman itu ditolak. Akan tetapi iman yang benar adalah reason hanya sebaagi truth untuk support the means of knowing the truth. Bagaimana kita mengenal inkarnasi, Kristus, keselamatan dan itu semua bisa dijelaskan dengan reason, misalnya kepada Kristus harus bangkit dari kematian? Sebab Dia mati maka Roh-Nya, tubuh-Nya terpisah tubuh-Nya dikubur dan Roh-Nya turun kedalam dunia orang mati, lalu disitu Dia memberitakan Injil dan menyelamatkan orang-orang Adam dari kegenerasi dan menghancurkan alam maut dengan cara Dia membawa mereka kedalam Firdaus dan akhirnya maut, hades dan dosa sudah dikalahkan. Reason all kita hanya sebagai alat untuk mendukung kita menjelaskan tentang kebenaran atau iman yang misteri. Oleh sebab itu kita antara faith and rational yaitu faith in cooperation with God’s grace. Reason, thoughuseful, is not necessary element in Charistian life. Jadi bukan elemen yang wajib hadir melainkan hanya sebuah alat untuk menjelaskan kebenaran. Oleh sebab itu,  kita memakai intelektual kita untuk menjelaskan sesuatu yang misterius itu dan akhirnya apa yang dijelaskan Yesus Kristus, Dia pake cerita dan mengajarkan tentang kerajaan sorga yang tak pernah dilihat manusia dan menjelaskan siapa Allah.

Spirituality                                                          

            Kesatuan antara tubuh, pikiran dan jiwa dan akhirnya terpecah. Tubuh tidal lagi integrasi dengan jiwa dan ini yang terjadi didalam spirituality of Roman Catholic. Ada yang menekankan anthropocentric and materially focused dariada nous itu. Didalam karya seni Renaissance and Barogue art dan mereka menekankan highly sensual dan akhirnya terpecah inilah yang dialami oleh gereja Roma Catholicis dalam hal musik, sensuality maupun patung-patung lukisan lainnya. Roman catholic spirituality in practice is often legalist, as well. For instance, it is held as a sin not to fast, whereas Orthodoxy recognozes fasting as simplay a tool. Roma Catholicism memegang reason bahwa ada perbuatan-perbuatan baik yang harus dikerjakan.

The Papel Dogmas

            Didalam khatolik terdapat isu-isu yang mengakibatkan perpecahan gereja di timur yaitu masalah papal supremacy. Papal supremacy mengajarkan bahwa pemimpin gereja di Roma yang kita sebut dengan paus fransiskus yang berkausa atas orang Kristen atau kepala gereja yang mewakili Kristus.  Di tahun 1439 ada concil of florence met in an attempt to reunite the Orthodox Church with Rome by means of Orthodox submission. Pemimpin gereja di Roma adalah wakil Kristus atau guru dari seluruh gereja Kristen. pengajaran tentang universal jurisdiction disebut sebagai ultramontannism. Ada yang mengatakan Petruslah yang memegang kunci kerajaan sorga merupakan sebuah pernyataan yang kontradiksi dengan Kitab Suci. Kunci bukan hanya satu dan juga diberikan kepada rasul yang lain misalnya didalam (Yoh 20:23). Jadi bukan hanya petrus saja yang memegang kunci dan Tuhan menjelaskan diri-Nya yaitu bahwa Dia kunci dari neraka (Wahyu 1:18). ada beberapa teolog khatolik yang membedakan antara essence dan energy tetapi didalam gereja timur ditegaskan mengenai essence/energi dan attribute berbeda dengan pandangan dari Roma Catholicism yang menganggap essence dan attribute itu sama. Allah yang bisa dikenal oleh manusia merupakan Allah yang penuh kasih, inilah yang dipercayai oleh orthodoxy, dan sampai sekarang yang kita percayai yaitu the energies are various and the essence simple, but we say that we know our God from His energies, but do not undertake to approach near to His essence. He energies come down to us, but essence remains beyond our reach, ini adalah yang diajarkan oleh Timur atau gereja Orthodox.

God As Man

Kita penting mengenal orthodoxy atau ajaran lurus. Mesias itu adalah Raja, nabi dan Imam yang mahakuasa. Dan Dia adalah anak Allah yang dilahirkan dari Allah. Masalah manusia adalah berbuat dosa maka Dia datang menjadi manusia untuk menebus dosa-dosa kita semua dan dengan memakai kemanusiaan Maria. Sebab tidak ada seorangpun yang bisa menyelamatkan sesamanya sebab semua telah jatuh dalam dosa, yakni butuh diluar manusia yaitu Kristus sebagai juruselamat. Manusia jatuh kedalam dosa atau natur sudah rusak makanya Kristus itu memakai natur yang sudah rusak untuk menjadi manusia demi memperbaiki natur yang telah rusak itu dengan mengalami penderitaan dan kematian.

            Jesus Prayer adalah God and man yang telah menyelamatlam kita dari dosa sebab Dia adalah Allah dan menusia atau God has come to man. Dia memakai yang sudah jatuh untuk menyelamatkan manusia dengan menjadi manusia baru, jika kita percaya dengan Kristus dan dipersatukan dengan Baptis maka kita menjadi manusia baru atau adam baru sebab adam lama sudah jatuh kedalam dosa. Kristus memiliki buah natur yaitu ilahi dan manusia, maka didalam Kristus mempunyai kehendak baik.

            Keselamatan kita itu harus benar-benar kita kerjakan dengan mengambil bagian dari kemanusia Kristus dan jiwa dan roh kita harus kudus untuk serupa dengan Kristus. Dan kita benar-benar taat seperti Kristus telah taat sampai mati, kenapa mati? Yaitu mewujudkan ketaatan-Nya dan dengan ketaatan-Nya manusia mengalami keselamatan dengan Yesus mati diatas kayu salib, Dia turun kedalam hades setelah itu Dia membawa keluar roh-roh manusia dari hades tersebut dengan memperbaiki roh manusia dan kematian Kristus itu menjadi kemenangan dengan Dia bangkit lagi.

Personal and Obedience      

            Secara pribadi tidak cukup menjadi orang Kristen atau menjadi pengikut Yesus Kristus dan belajar teologi (Calon Pendeta) tetapi terus belajar tentang doktrin yang telah diajarkan oleh Kristus maupun ajaran Bapa-bapa gereja yang telah mereka wariskan untuk gereja. Dengan saya dan saudara belajar doktrin kita dapat membedakan ajaran yang benar dan tidak benar (Orthodoxy and Heterodoxy). Kristus telah mengajarkan doktrin atau kebenaran yang benar kepada kepada kita, maka dengan doktrin yang benar itu kita dapat menumbuhkan kerohanian kita dengan serupa dengan Kristus bukan serupa dengan dunia. Kristus datang kedunia ini untuk menebus kesalahan kita semua makanya Dia memakai kemanusiaan Maria untuk menjadi manusia. Jika kita tidak doktrin  kenapa Yesus Kristus memakai kemanusiaan Maria maka kita seperti ajaran Heterodoxy. Dengan mengetahui dan mengenal ajaran yang lurus, yakni kita terus belajar doktrin atau kebenaran Kristus tanpa henti sampai akhir hidup kita . Amin

Kisah Sophia & Kidung Agung 1:11, (Ekesegesi PB)

Nama               : Dian Purmawati Waruwu

Semester          : V

Mata Kuliah    : Eksegesi PB

Dosen              : Hendi Wijaya

Tugas               : Ke-3

Martir Sophia & amp; Ketiga putrinya

Sophia dan ketiga putrinya, ini merupakan para martir kudus yang berarti orang yang mempertahankan imannya sampai mati dengan taat sampai di bunuh dan disiksa dan tidak menyangkal Kristus.  Sophia berasal dari kekuarga saleh di Italia pada masa pemerintahan Kaisar Hadria (117-138). Ibu mereka Sophia, membesarkan anak-anaknya dalam iman, pengharapan dan kasih, dan sekaligus menjadi nama-nama untuk ketiga putrinya. Cara tentang hidup mereka yang dikagumi telah diketahui oleh Kaisar, pada saat kaisar mendengar bahw mereka sedang berada di Roma, Kaisar segera mengutus prajurit-prajurit untuk menangkap mereka dan membawa kehadapannya. Melihat usia mereka yang masih amat muda, sang kaisar takjub betapa teguh iman anak-anak perempuan Sophia. Sang kaisar mengira mungkin karena mereka selalu bersama untuk saling mendukung maka dia pun menanyai mereka secara terpisah

            Yang pertama dipanggil oleh kaisar yaitu Pistis (iman), putri pertama St. Sophia yang berusia 18 tahun dibawa masuk terlebih dahulu. Dia dengan berani menolak sanjungan kaisar dan menghina perbuatan-perbuatan kaisar yang tanpa malu dan siasatnya yang sia-sia terhadap orang-orang Kristen. Jadi Kaisar pun mengamuk dan memerintahkan prajuritnya untuk melucuti Pistis dan dipukuli tanpa ampun dan buah dadanya dirobek, yang darinya mengalir susu bukan darah. Siksaan-siksaan ditanggungnya namun tanpa tersakiti sebab Pistis dilindungi oleh kuasa Allah dan akhirnya para prajurit itu memenggal kepala Pistis, Sophia menguatkannya dengan Kristus.

            Yang kedua Elpis (Pengharpan) yang baru berusia 10 tahun selanjutnya dibawa masuk dihadapan kaisar, karena dia mengakui Kristus dengan keteguhan yang sama seperti kakaknya, dia pun dipukuli dan dilemparikan kedalam perapian yang menyala-nyala namun api itu padam ketika menyentuhnya yang ada didalamnya kasih Allah menyala dengan nyala yang lebih kuat daripada api duniawi. Setelah disiksa berkali-kali, Elpis juga wafat oleh pedang dengan mengucapkan syukur kepada Allah.

            Yang ketiga yang bernama Agape juga dipanggil menghadap kepada sang kaisar yang telah gila oleh amukannya sendiri. Dia hanya berusia 9 tahun namun sama teguhnya dengan kedua kakaknya. Agape digantung di tiang sula dan dirantai begitu eratnya sampai tangan dan kakinya patah oleh rantai itu. Lalu dia dilemparkan kedalam perapian, yang darinya dilepas oleh malaikat dan akhirnya mati martir dengan dipenggal. St. Sophia bersukacita melihat anak-anak perempuannya dengan begitu mulia menjalani perjalanan mereka menuju tempat tinggal orang-orang benar namun di sisi lain sebagai seorang ibu, dia dipenuhi ratap tangis yang mendalam. St Sophia duduk didekat kuburan putri-putrinya selama tiga hari dan pada akhirnya dia pun menyerahkan jiwanya kepada Allah meskipun dia tidak menderita secara daging dan dia tidak kehilangan mahkota kematrian. Dan begitu juga dengan sebaliknya dia sangat menderita didalam hatinya. Orang percaya di situ  menguburkan jasadnya disampaing putri-putrinya.

            Ada satu pujian mengingat akan kematian Sophia dan ketiga anaknya, begini; para martir-Mu ya Tuhan pertandingan mereka dengan berani demi Engkau mereka mahkota yang mulia yang tanpa binasa, hidup dari-Mu. Mereka memiliki kuat kuasa-Mu,  dan mereka mengulingkan para penindas, dan sepenuhnya menghancurkan mengangkuhan setiap roh-roh jahat, Ya Kristus Allah melalui doa mereka,selamatkan jiwa kami sebab Engkau penuh rahmat. Sebab Pistis, Elpis dan Agape sungguh adalah carang-carang kudus Sophia yang terhormat yang menamai hikmat, oleh rahmat mereka telah menunjukkan hikmat Yunani sebagai kebodohan dan dalam pertandingan mereka telah nyata sebagi pemenang yang memenangkan upah karenanya mereka telah menerima suatu mahkota yang tidak akan pernah binasa dari Kristus Allah. Dan mereka dinamakan yang mereka mahkota akan kematian dan martir Sophia dan ketiga putrinya diperingati oleh Gereja setiap tanggal 17 September.

EMAS DAN PERAK

Kidung Agung 1:11

Teks Asli Ibrani ;

              תּוֹרֵ֤י זָהָב֙ נַעֲשֶׂה־לָּ֔ךְ עִ֖ם נְקֻדּ֥וֹת הַכָּֽסֶף׃

Teks Asli Yunani;

            ὁμοιώματα χρυσίου ποιήσομέν σοι μετὰ στιγμάτων τοῦ ἀργυρίου

Terjemahan Literal;

kami akan membuat bagimu figure emas yang tandai perak.

Syntactic Content

Kami akan membuat bagimu figure emas yang ditandai dengan perak

            Apa yang dimaksud dengan emas dan perak. Origen mengatakan bahwa teman-teman dari mempelai laki-laki, itu sekarang mempunyai tanda yaitu perhiasan tadi.  Kristus Yesus dibaptsi di sungai Yordan juga ditandai, dan sebelumnya di bahwa ada malaikat yang melayani Dia. Bahkan hukum taurat sendiri misalnya, Ibrani 2:2 jadi ada ditandai dengan malaikat-malaikat. Kami disini artinya tipology gereja (Galatia 3:19) perantaran malaikat-malaikat, waktu hukum taurat para rasul juga menulis mempelai peremuan yang masih kecil. Dan Origen mengatakan gereja itu sudah ada semejak dulu tetapi masih kecil (Galatia 4:1-2) itu menunjukan yang masih kecil, (Galatia 4:4) the word dianggap kecil tetapi pada waktu kegenapan akan datang mempelai laki-laki yang lahir pada seorang perempuan dibawah hukum taurat dan hukum taurat itu diperantara oleh malaikat. Gereja pada awal tidak jelas tetapi makin lama makin jelas. Mempelai laki-laki sudah ada sejak Pl tetapi kata origen masih kecil. Efesus 1:4 firman Allah akan diwujudkan manusia lalu gereja begitu dari sejarah atau menciptaan manusia Adam dan Hawa (Efesus 1:4). Ada firman Allah, ada penciptaan ibarat ada kepala mesti ada tubuh. Memang manusia ini pasangannya yaitu Kristus, (Efesus 2:20) dilayani para nabi, angeline (Efesus 5:25-26), menyucikannya dengan firman, Kristus telah mengasihi kita dan bagaimana kita mengasihi-Nya.

            Ibrani 2:14, Dia sama seperti mempelai perempuan. Kita lihat di Kidung Agung 1: 12a, mempelai laki-laki daam bentuk kecil sama seperti mempelai perempuan yang akan mewujudkan diri-Nya. Origen  mengartikan kata ditandai emas dan perak yaitu dilayani dengan kebenaran. Kuda itu mesti dikuduskan seperti kuda yang cantik, sehingga dipercantik dengan emas. Origen mengatakan pada mulanya gereja itu sudah ada, dan dilayani oleh para Nabi dan Malaikat. Menurut Nisa mengatakan ditandai dengan the likenesses (2 Kor 12:3-6), jadi ada kata-kata dari sorga yang tidak bisa dibicarakan serupa dengan emas. The likanesses of gold adalah sama seperti kita menerima sinar matahari, mempelai perempuan ditandai dengan sinar kemuliaan Allah, dan sinar  kemuliaan Allah adalah dalam wujud menjadi manusia yaitu Yesus Kristus, itu semua adalah hal-hal seperti emas yang bersinar.

Perak artinya tindakan atau kata-kata yang menengaskan (Amsal 10:20), lidah orang benar seperti perak dalam api. Perak itu menengaskan kita (spiritual meaning), pada akhirnya mempelai perempuan dan kita menerima cahaya dari emas itu sebab kita adalah the likenesses of gold maka kita bersinar. Maka Yesus mengatakan kamu adalah terang dunia dan terang itu berasal dari mana? Tentu dari matahari, kita baca (Matius 6:22-23), menjelaskan kepada kita bahwa mata kita adalah terang bagi tubuh kita. jika berbicara tentang terang emas berarti berbicara tentang intelek dan iman. Sebab mata kita adalah pelita untuk tubuh  yang menerangi tubuh kita, jika pelita padam maka gelap mata dan tubuh sebab mata adalah pusat pusat untuk melihat yang terang dan gelap. Maksud Tuhan tentang mata dan terang adalah tentang kerohanian orang percaya, setiap manusa memiliki pelita dan mata rohani. Apakah setiap kita telah memelihara pelita bagi tubuh kita? Pelita seseorang terbukti jika pelitanya masih nyala atau tidak, sebab dalam Matius mengatakan jika matamu baik, terang seluruh tubuhmu artinya jika hati kita baik maka perbuatan sehari-hari  akan terpancar, hati adalah tempat tinggalnya Kristus. Jadi semua yang bersifat duniawi, kita akan lenyapkan karena kita telah menerima terangnya Kristus untuk menerangi kegelapan. Seperti Murid-murid Yesus melihat sinar dari tubuh Kristus. Mata maksudnya mata dari jiwa atau nous. Mata yang pertama menerima pancar yang disebut terang dari masuk kedalam tubuh setelah itu baru perpancar dari tubuh kita, sama halnya tentang Kristus yang ada dalam hati kita. seperti lampu, kita bisa melihat sesuatu karena ada terang dan jika tidak ada lampu akan yang ada kegelapan atau tidak bisa melihat siapa-siapa. Lampu kenapa bisa ada karena ada energy listrik, dan terang itu nampak karena ada pancarannya. Begitu Kristus datang kedunia dan terang itu terpancar kemana-mana dan baru kita tahu kebenaran.

Allah adalah terang karena dari diri-Nya ada energy yang terpancar dan manusia bisa melihat dengan mata karena ada pancar-Nya. Sama seperti spirtual yaitu mata bisa melihat karena ada pancaran yang menerangi seluruh tubuh. Dan apa yang menyerupai emas itu karena ada terang. Iman adalah yang membuka jalan supaya sinar itu masuk, dengan sinar itu masuk maka dia menguasi tubuh kita.

Apliasi

Dalam cerita diatas kita mengingatakan iman kita seperti anak kecil atau ketiga putri Sophia walau anaknya kecil tetapi mereka mempunya iman yang kuat dan kokoh yang tak pernah tergoyahkan. Walaupun ada yang mengancam mereka untuk percaya kepada allah yang lain tetapi mereka mempertahankan Allah yang mereka percayai. Dengan mempertahankan Allah mereka, mereka rela mengalami penderitaan dan kematian yang tak selayaknya tetapi dibalik matian mereka, mereka mempunya mahkota yang mulia yang diberikan Kristus. Sebab pengikut Kristus harus  mengalami penderitaan sampai akhir hidup, dan kematian itu adalah awal menuju Kristus, jadi akhir hidup kita itu sangat penting, pertanyaannya dalam diri kita apakah kita tetap setia sampai akhir hidup atau tidak? seperti cerita ketiga putri Sophia. Kita adalah orang yang percaya, marilah kita hidup dengan keberanian, kekudusan, kekuatan sampai akhir hidup kita. seperti emas dan perak yaitu tentang kebenaran Kristus yang telah Dia pancar dalam kehidupan kita sehari-hari. emas dan erak itu bersinar seperti sinar kemuliaan Allah, dan sinar  kemuliaan Allah adalah dalam wujud menjadi manusia yaitu Yesus Kristus. Jadi Tuhan sudah memberikan terang untuk untuk melihat yang gelap, dengan terang-Nya Kristus yakni hidup kita seperti yang Dia kehendaki, taat, kudus, berdoa, berpuasa dan berjaga-jaga sampai akhir hidup.

PAKAIAN PESTA (Orthodoxy dan Heterodoxy).

Nama               : Dian Purmawati Waruwu

Semester          : V

Mata Kuliah    : Orthodoxy dan Heterodoxy

Dosen              : Hendi Wijaya

Tugas               : ke-2

PAKAIAN PESTA

MATIUS 22:1-14

Level 1

1. Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Spiritual menaing adalah kerjaan sorga.

2. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu,

3. tetapi orang-orang itu tidak mau datang.

4. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain

5. pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.

6 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,

7. Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.

8. Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.

9. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.

10. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.

11. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta

12. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.

13. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

14. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Level 2

Yesus Kristus dan gereja-Nya

Di dalam Kitab (Matius 22:1-14) Ini adalah perumpamaan, alegoris adalah ada sesuatu yang mau disampaikan. Dibalik cerita selalu ada spiritual meaning. Apa roh dari Kitab Suci yaitu Kristus sendiri dan apa jiwa yaitu untuk membaca kita kedalam keselamatan.

Seorang raja mengadakan perjamuan pernikahan atau perkawinan untuk putranya, dia mengirim undangan satu kali untuk mereka yang diundang datang, mengirim dua kali, tetapi karena kepedulian pada hal-hal duniawi mereka tidak datang — satu sibuk di rumah, yang lain dengan bisnisnya. Undangan baru dibuat untuk orang lain, bukan untuk mereka, dan akhirnya ruang perkawinan dipenuhi dengan para tamu.

Dibalik cerita ada diatas adalah ada spiritul meaningnya yaitu perjamuan kawin adalah Kerajaan Surga, undangannya adalah pemberitaan Injil, yang menolak adalah mereka yang tidak percaya sama sekali, dan yang tidak berpakaian pesta adalah orang percaya tetapi tidak hidup menurut iman. Masing-masing kita harus mencari tahu sendiri yang mana kategori kita. Apakah kita orang percaya namun sama sekali tidak berpakain pesta. Misalnya daalm kehidupan kita sehati-hari jika kita diundang dalam pesta pernikahan tentu kita memakai pakaian pesta atau baju yang baru dan baju yang lama kita meleaskan. Sebab pakaian lama tidak berguna karena sudah kotor, bau, kusut dan lain sebagainya. baju pesta yang kita pake adalah tentu kita jaga atau rawat agar tidak kotor, begitu pula dalam kerohania orang percaya tentu kita memakai pakaian Kristus sebab Kristus telah memberi kepada kita pakaian-Nya. Dengan kita memakai pakaian Kristus yakni manusia lama kita, kita tinggalkan dengan menjadi manusia baru, memurnikan jiwa dan mengerjakan keselamatan.

Ini semua dianggap orang-orang Kristen, meskipun mereka sama sekali tidak memiliki. Pakaian pesta adalah spiritual meaning adalah iman dan perbuatan. Pakaian lama harus diganti dengan pakaian baru yaitu pakaian Kristus, Galatia 2:20, 3: 27. Dibaptis dalam kristus berarti menyatu dengan kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus (Roma 6:3-5) yaitu daging dan darah-Nya yang dicurahkan untuk kita. dan mengenakan Kristus ini berarti mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk menjadi serupa dengan Kristus (Kolose 3:10’ Efesus 4:24; Roma 8:29; 1 Yohanes 3:2). Jadi, berpakaian pesta ini berarti kita mengenakan pakaian Kristus yaitu memakai kemanusiaan yang baru yang baru dan kemanusia baru atau didalam diri kita sehingga kita mengenakan kemanusiaan yang baru dan kemanusiaan baru atau pakaian baru ini adalah perlengkapan senjata terang untuk memurnikan jiwa dan tubuh kita (manusia) dihadapan Allah (Roma 13:14; 1 Tes 5:23) sehingga hidup kita menghasilkan buah roh dan ditambah dengan latihan jiwani dan badani.                                                                                        

Pakaian Kristus adalah pakaian yang cantik, dan pakian cantik ini diibaratkan seperti kita meneladani Kristus, mulut yang jujur, tubuh yang kudus, hati yang murni, pikiran yang tidak duniawi, bernyanyi mazmur dengan ratapan karena dosa, hidup dalam keheningan dan selalu berpengharapan kepada Tuhan. Pakaian pesta kita adalah pakian Kristus “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Gal 2:20 TB). Pakaian Kristus dimana daging dan darah-Nya yang dicurahkan untuk mengundang kita masuk ke dalam pesta perkawinan. “Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus” (Gal 3:27 TB). Dibaptis dalam Kristus berarti menyatu dengan kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus (Rom 6:3-5) yaitu daging dan darah-Nya yang dicurahkan untuk kita. Dan mengenakan Kristus ini berarti mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbarui untuk menjadi serupa dengan Kristus (Kol 3:10; Efe 4:24; Rom 8:29; 1 Yoh 3:2). Jadi berpakaian pesta ini berarti kita mengenakan pakaian Kristus yaitu memakai kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus di dalam diri kita sehingga kita mengenakan kemanusiaan yang baru dan kemanusiaan baru atau pakaian baru ini adalah perlengkapan senjata terang untuk memurnikan jiwa dan tubuh kita (manusia) di hadapan Allah (Rom 13:14; 1 Tes 5:23) sehingga hidup kita menghasilkan buah Roh.

Buah Roh inilah hasil dari benih iman yang hidup yang ditanam (benih itu mengalami kematian (Yoh 12:24) dalam wujud pertobatan yaitu mematikan daging atau nafsu) dan bertumbuh serta berbuah. Buah inilah hasil dari anugerah dan iman yang hidup. Anugerah adalah menempel di dalam Kristus (Yoh 15:5). Iman yang hidup adalah iman yang disertai perbuatan-perbuatan itu (Yak 2:17). Perbuatan-perbuatan itulah yang dibangun dengan landasan iman seperti yang ditulis Rasul Petrus bahwa iman disertai dengan kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kebaikan kepada saudara-saudara, dan kasih (2 Pet 1:5-7). Jadi, buah Roh itu adalah hasil dari mematikan daging (matinya benih dalam wujud pertobatan-pertobatan) dan pertumbuhan iman dalam wujud perbuatan-perbuatan baik.

Aplikasi

                Jadi pakaian Kristus sama dengan pakaian kita, berpakaian pesta ini berarti kita mengenakan pakaian Kristus yaitu memakai kemanusiaan yang baru atau menjadi kemanusia baru dengan meninggalkan manusia lama atau pakaian lama dengan menangagalkan manusia lama, sekarang Kristus telah memberikan undangan kepada kita untuk datang kepesta. Waktu kita menerima surat undangan dari Kristus yakni kita dibaptis dan menerima Roh Kudus memulai kehidupan baru yang dinyatakan dalam kasih melalui karya kasih. Seseorang tidak diselamatkan oleh iman saja tetapi dengan Iman kita harus disertai perbuatan-perbuatan seperti kasih dan ini adalah perjalanan kita selanjutnya setelah kita dibaptis dan dilahirkan baru. Iman dan perbuatan-perbuatan ini harus terus kita kerjakan dalam wujud pertobatan untuk pengudusan hidup dan perbuatan baik sebagai buah Roh Kudus.

Tugas ke-1 (Orthodoxy And Heterodoxy.

Nama               : Dian Purmawati Waruwu

Semester          : V

Mata Kuliah    : Orthodoxy dan Heterodoxy

Dosen              : Hendi Wijaya

Tugas               : ke-1

Doktrin Matter

 Belajar tentang  hal-hal diluar dogmatik itu, dan kita belajar internal kita atau doktrin kita dan juga kita belajar Heresi atau hal-hal yang diajarkan tetapi tidak sejalan dengan dokrin yang kta pelajari. Kita belajar kalangan kita dan juga kita belajar secara eksternal, artinya diluar kekristenan. Kalau didalam kristen itu yaitu doktrin yang menyimpan orthodoksi. Berarti internal, lalu tentang agama-agama tentu diluar kekristenan, itu juga doktrin tetapi yang dilaur kekristenan. Didalam Kristenan, kita belajar dari orthodoks, katollik dan kemudian reformasi protestan dan lain-lainnya. Itu semua berbicara dengan dokrin tetapi ada dokrin yang percaya dengan kebenaran dan ada juga di luar keprcayaan itu.

            Ketika Allah menciptakan manusa, itu sebagai gambar dan rupa Allah dan akhirnya menjadi manusia yaitu adam dan hawa. Lalu gambar dan rupa Allah berinkarnasi menjadi manusia dan diberi nama Yesus Kristus. Pola kita dimana manusia diciptakan sekarang telah menjadi manusia dan akhirnya manusia menjadi manusia yang sempurna. Berarti manusia yang kudus tanpa dosa dan kita nantinya menjadi manusia yang kudus tanpa lagi berdosa. Tetapi namanya manusia ada gambar Allah didalamnya,berarti semacam ada benih atau gambaran tentang dirinya yang sempurna. Dan dirinya seperti kayak mana? Manusia pada umumnya karena Dia adalah gambar dan rupa Allah dan setiap manusia punya gambar dan rupa Allah akan dirinya. Manusia selalu mencari keselamatannya, makanya banyak doktrin yang muncul baik didalam Kristen maupun diluar Kristen. Dan kalau kita bertanya sama orang baptis apa artinya keselamatan dan apa artinya menjadi manusia yang diselamatkan? Misalnya keselamatan itu masuk sorga. Dan kalau kita tanya kepada orang Orthodoks mereka mengatakan harus mengalami theosis sehingga akhirnya segambar dan serupa dengan Kristus. Setiap kita tanya kepada orang tentang keselamatan pasti jawabanya berbeda-beda karena kita masih gambar dan rupa Allah, yang masih samar-samar dan yang masih bertumbuh mencari kesempurnaan akan Kristus. Seperti Adam diciptkan tidak langsung menjadi manusia ilahi, mesti dia menemukan dari gambar menjadi rupa. Artinya masih samar-samar atau masih belum dewasa dan butuh proses untuk sempurna.

            Dalam keselamatan banyak orang mengajarkan tentang doktrin, aliran kepercayaan, filsafat. Jadi semua manusia itu mencari siapa gambar dan rupa Allah, siapa saya sesungguhnya? Sebab kita diciptakan berdasarkan gambar dan rupa Allah. Tetapi sekarang gambar dan rupa Allah yang menjadi pola ciptaan kita, telah menjadi manusia lalu mengajar doktrin, siapa dirinya, siapa Allah, bagaimana keselamatan itu bisa terjadi. Kristus mengajarkan diktrin dan manusia juga mengajarkan doktrin untuk mencari tahu siapa dirinya Kristus, siapa saya, bagaimana saya bisa selamat. Ada yang mengatakan hidup itu berkali-kali dan ada juga yang mengatakan hidup itu Cuma sekali, pada intinya manusia itu selalu mencari siapa gambar dan rupa yang telah berinkarnasi menjadi manusia yaitu Yesus Kristus dan Yesus Kristus telah mengajarkan doktrin dan ajaran yang benar yang ada dalam gereja. Jadi apa yang dicari oleh manusia selama ini turun dari sorga dan lalu mengajarkan doktrin sehingga kita lebih percaya yang mana? Apakah yang diajarkan manusia atau yang diajarkan Tuhan yang turun menjadi manusia. Di dunia ini banyak yang muncul tentang ajaran agama-agama dan bahkan didalam kekristenpun banyak yang muncul ajaran, aliran-aliran.

            Ada wahyu umum dan khsusu. Wahyu umum itu adalah usaha manusia untuk mencari tahu siapa dirinya dan kebenaran  dan  kebenaran itu sudah turun menjadi manusia dan memberitahukan kepada manusia keselamatan dan wahyu khusus adalah Allah sendiri. Bagaimana kita bisa menempatkan diri kita ditengah-tengah berbagai macam ajaran agama. Dalam hidup ini manusia sering mendengar tentang kebenaran, seperti dokter kepada pasiennya yakni terlebih dahulu tahu apa obat yang cocok dan tepat kepada pasien. Dalam kehidupan kita sehari-hari kata kebenaran itu penting tetapi ketika berkaitan dengan agama dan spiritualitas. Apakah keselamatan relatif atau tidak dan kenapa manusia perlu belajar doktrin?. Yohanes 4:1-3; 1 Yoh. 5:1; 1 Yoh 2. Mengapa doktrin itu penting? Sebab doktrin kita adalah bukan seperti teori konsep tetapi gambar dan rupa Allah sendiri jadi manusia atau menjadi pribadi, ketika manusia berbicara tentang doktrin berarti manusia sedang berbicara tentang kebenaran dan bukan hanya sekedar teologi atau ilmu pengetahuan tentang Allah. Akan tetapi yang manusia sedang cari-cari yaitu dengan berbagai teori konsep ternaya sudah menjadi manusia dan berarti doktrin itu adalah kebenaran dan kebenaran itu yang sifatnya pribadi. Sebab yang dicari-cari itu sudah jadi manusia, manusia itulah Yesus Kristus yang disebut sebagai doktrin.

            Yohanes 14:6, berarti bahwa Kristus itu adalah kebenaran dan kebenaran itu adalah Yesus Kristus. Sebab kebenaran dan Yesus Kristus adalah sama, seperti yang di katakan di (Yohanes 14:6: “Akulah jalan kebenaran dan hidup), berarti jalan kebenaran yang kita cari dan doktrin yaitu Pribadi, bukan barang, ide, gagasan, teori, bukan konsep, filsafat tetapi yaitu pribadi Yesus Kristus, karena Dia gambar dan rupa Allah yang dicari-cari manusia telah berinkarnasi menjadi manusia lalu Dia mengajarkan kepada gereja dan gereja itu mewarisi doktrin atau Kristus kepada kita. mengapa penting kita mempelajari tentang Kristus? Kitab Sci mengatakan “Barangsiapa salah memahami tentang Yesus Kristus  maka dia tidak berasal Allah”. Termasuk didalam gereja itu sendiri salah memahami Kristus, ada yang memahami Kristus itu bukan datang sebagai manusia, ada juga yang mengatakan Kristus itu hanya Allah bukan manusia atau hanya manusia bukan Allah (Bacalah Yohanes 4 dan 5). Salah memahani tentang Kristus, menurut Rasul Yohanes kita tidak berasal dari Allah (1 Yoh. 4:1 da ayat 15) ini adalah menjelaskan siapa Yesus Kristus, waktu Yesus menjelaskan siapa diri-Nya banyak orang yang salah karena banyak nabi-nabi palsu yang mengajarkan Yesus yang lain. 1 Yoh. 4:1 berarti ada yang tidak berasal dari Allah sebab banyak nabi-nabi yang muncul dan pergi keseluruh dunia. Kalau kita salah memahami makan  kita bukan berasal dari Allah, artinya kita tidak diselamatkan dan kita binasa karena tidak berasal dari Allah, itu artinya doktrin itu sangat penting dan kahirnya mengenal Kristus yang sejati dan kalau di luar itu bukan berasal dari Allah tadi dan bahkan ada nabi-nabi palus dan antikristus yang datang, kalau kita baca dari Kitab (1 Yohanes 2:22) ada nabi-nabi palsu yang mengerjakan bahwa Yesus itu bukan mesias, bukan Anak Allah, manusia dan bukan Kristus. Ini sangat jelas bahwa kita harus tahu kebenaran, pribadi, doktrin yang sengguhnya atau yang orthodoxy. Dan apa arti orthodoxy yaitu ajaran yang lurus dan lawannya yaitu nabi-nabi palsu tadi yang heterodoxy yang artinya yang lain.

            Ada yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Kristus dan percaya Yesuspun tidak cukup tetapi kita harus mengenal yang orthodoksi atau ajaran yang lurus dan Yesus bagaimana yaitu Yesus adalah mesias, Yesus adalah Anak Allah, Yesus yang datang sebagai manusia dan kita harus tahu semua doktrin, dibalik Kristenan muncul ajaran-ajaran yang heterodoxi.  Salah memahami doktrin maka tidak ada keselamatan (Yohanes 17:3), ini masalah kebenaran dan kita tidak bisa mengatakan ini relatif karena semua agama mengajarkan doktrin kepada orang untuk membawa kepada keselamatan. Kita tidak bisa relatif dan kebenaran itu Cuma satu yaitu pribadi Yesus Kristus tetapi dia seperti apa itulah yang menentukan kehidupan kita kelak.

            Yohanes 17:3, ini jelas bahwa doa Yesus kepada Bapa supaya semua manusia itu mengenal Allah melalui mengenal Yesus Kristus. Jika kita salah memahami Yesus Kristus yakni kita salah memahami Allah (Yoh 41:25). Di dalam Yoh 17:3; Yoh 17:3; keberana itu adalah bentuk siapa bukan apa. Oleh sebab itu salah memahaimi doktrinnya maka kita binasa. Kalau kita salah memahmi Yesus Kristus  maka kita salah memahami Allah. Kenapa karena salah memahami dan mengenal Yesus Kristsu. Nabi-nabi palsu, sekarang menyebar dimana-mana. Kehidupan kekal itu terkait bagaimana kita mengenal Yesus Kristus dan memahaminya sebab Dia yang bisa memberikan keselamatan bagi orang percaya.

             Jalan dan kehidupan itu bukan pengetahuan bukan ajaran teori filsafat tetapi pribadinya yaitu  Yesus Kristus, yang meyelamatakn itu bukan agama dan ajaran tetapi Yesus Kristus 1 Yoh 14:6; Didalan Kristus adalah kebenaran dan keselamatan. Apa yang diajarkan sama dengan pribadinya yaitu Yesus Kristus dan ajarannya adalah sama dengan jalan dan kebenaran. Doktrin itu adaalah lisan dan tulisan yaitu Kitab Suci. Waktu kiba baca dogma/kitab suci, kita sedang berteologi. Heresy adalah memilih yag terpisah, memisah diri dari orthodoks. Kristen awal muncul dari Yahudi. Yahudi adalah salah satu tradisi israel. Allah Tritunggal yaitu yang menciptakan  langit dan bumi. Allah itu tidak tercipta. Allah itu bukan sesautu yang kita ciptkan tetapi Allah kita itu Allah yang satu esa dalam hal esensi (tiga pribadi yang sama dan hakekat). Firman adaalah Allah.

            Sumber dari keilaahi/esensi adalah Bapa. Allah itu Allah yang tidak bisa diketahui dan pahami tetapi bisa dia dikenal dalam enerjinya. Yesus Kristus  adalah anak Allah. Kekekalan adalah firman dan firman itu adalah kekekalan yang pada mulanya. Keselamatan adalah thoesis yang mau menjadi serupa dengan Yesus Kristus.

Bagaimana menyikap jika ada doktrin yang berbeda, kita kompromi tentu tidak. kita harus menunjukkkan kerendahan hati, kita tidak mengecap kalau iman yang mereka percaya tidak benar. 1 Yoh 2:18  apa sih ajaran2 mereka. dari dalam kekristenan sendiri, 2 Yoh 1:7. 1 jyoh 2:22, 2 Tim 2:3. 1 Yoh 4:2, Matius 16:13.

Guru- guru dan nabi-nabi palus 1 Yoh 4:1, 2 pet 2:1; berarti didalam gereja sendiri; 1 kor 12:10; 1 Tim 5: buka di baible woks 1 Yoh 4:1. Apa saja yang diajarkan nabi-nabi palsu dimulai dari Barbarism ini adalah tidak ada hukum, setelah air bah samapai generasi menara babel artinya orang2 yang membangun menara babel dan apa yang mereka yang lakukan adalah bukan menyenangkan Allah lalu Allah membagi mereka 72. Lalu muncul helemisem seperti; Aglo-Israelisme, Anti- antasiansisme, Anti-Nomiantisme, Aphthartodoectae, Apokatastasis, Apollinarisme dan lain sebagainya.

Aplikasi

Jadi dalam materi ini, kita tahu siapakah Allah yang kita percayai selama ini, dan mana doktrin yang benar? Yaitu doktrin Yesus Kristus sendiri yang telah berinkarnasi menjadi manusia, dan dengan doktrin Dia telah ajarkan digereja dan gereka mengajarkan kepada Kita. Doktrin itu adalah kebenaran dan kebenaran itu adalah Kristus. Kebenaran itu adalah pribadi dalam wujud kristus. Sebab Kristus adalah jalan dan keselamatan tanpa melalui Dia maka kita tidak mengenal siapakah Allah itu.

Ringkan Eksegesi PB (Pertemuan ke-1)

Nama               : Dian Purmawati Waruwu

Semester          : IV (Lima)

Mata Kuliah    : Eksegesi PB

Dosen              : Hendi Wijaya

Tugas               : Ke-1

11 September 2020

Obedience

Belajar Empat Makna Kitab Suci

Keselamatan adalah sama dengan rupa Kristus. Dan apa arti alegori atau tipologi yaitu seperti Kristus mengajarkan perumpamaan dalam kitab (Matius 7:24-27), supaya orang-orang mudah mengerti apa yang Dia maksud.

Level 1

Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

            Apa maksud mendirikan rumah yaitu membangun sesuatu secara allegory ada sesuatu yang dia bangun. Artinya dia membangun hidup. Batu artinya fondasi, jadi dalam kehidupan perlu di bangun atas dasar fondasi. Dalam alegory batu di artikan yaitu Kristus. Membangun kehidupan kita (1 korintus 3:12), berarti fondasi adalah kristus. Itulah spritual meaningnya. Membangun rumah berarti membangun hidupnya dengan berkarya. Dengan berkarya berarti ada hasilnya. Membangun rumah berarti berkarya.

Bencana adalah bisa dikategori yaitu ujian. Dan ujian itu bisa sekarang dan kedepan

Alegori orang bijaksana adalah orang yang mendengar perkataan dan melakukannya, orang bodoh mendengar tetapi tidak melakukannya. Membangun rumah berarti membangun rumah kita.

Fondasinya adalah sama dengan Kristus. allegory rumah itu adalah bisa perak kayu dan emas 1 kor 3:12. Lalu kita lihat lagi bahwa datang hujan badai itu berarti hari Krisis artinya hari penghakiman. Itulah spiritual meaningnya. Kalau datang banjir di atas babtu dan rumah tidak roboh berarti dia lolos di hari Tuhan, atau hari ujian,  kalau roboh berarti dia tidak lulus di hari Tuhan. Jadi kalau kita membangun rumah yakni selalu datang badai yang selalu melandang rumah yang kita dirikan. Disaat rumah kita bangun, bagai tidak pernah lihat orang yamg membuat orang miskin atau kaya, percaya percaya atau bukan. Jadi setiap orang percaya dan non-percaya selalu ada ujian bagi diri kita sendiri, kita tidak thu kapan ujian datang dari Tuhan tetapi kita perlu mempersiapkan diri dengan iman dan melakukan kehendak Tuhan seperti orang bijak yang mendengar perkataan Tuhan, dia mendengar dan melakukan. Jangan sampai kita menjadi orang bodoh yang mendengar tetapi tidak melakukan maka jika ada badai rumah yang dia dirikan akan hancur dan roboh.

Jadi dari level satu ini, marilah kita memeriksa fondasai yang ada dalam hati kita, apakah kita sudah melakukan perkataan Kristus yang dia inginkan untuk kita lakukan? Dan jangan sampai kita menjadi orang bodoh yang mendirikan rumah di atas pasir. Sebab badai kita tidak tahu kapan datang, begitu pula dalam kerohanian kita, imam keselamatan perlu kita kerjakan sebba kita tidak tahu kapan datang hari penghakiman dari kristus. Namun sebelum itu, setiap diri kita, marilah kita mendirikan kepercayaan dengan Kristus, bersandar kepada Kristus, melakukan perkataan Kristus sebab Kristus adalah jalan keselamatan bagi diri kita sendiri.

Level 2

  • Batu bergunan untuk fondasi rumah
  • Pasir adalah fondasi rumah

Berarti fondasi adalah bangunan hidup kita sama dengan batu Kristus.Fondasi orang percaya adalah fondasi kristus, berarti fondasi batu sama dengan fondasi kristus. Berarti fondasi hidup kita adalah Kristus. Dengan fondasi Kristus maka yang kita lakukan yaitu mendengar dan melakukan perkataan kristus. Fondasi pasir/diluar kristus adalah mendengar tetapi tidak melakukannya.

            Sama seperti orang percaya, dia tahu kalau Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Tetapi dengan dia mau mengerjakan keselamatan ttetapi melakukan perkataan Yesus Kristus Cuma hanya tahu saja. Apakah itu yang di inginkan Kristus dalam kehidupan orang percaya? tentu tidak, yang Tuhan inginkan adalah setiap orang percaya, membangun imannya dengan dasar fondasi Kristus bukan dondasi diluar Kristus. Sebab di luar fondasi Kristus tidak ada keselamatan.

Kalau fondasi kita Kristus berarti;

1. mengenal yaitu pribadi Kristus

2. melakukan berarti berbicara ketaatan kita/obedience

Kekuatan bangunan sangat ditentukan oleh kualitas fondasinya, sama seperti kekuatan sebuah pohon sangat ditentukan oleh kekuatan akarnya.  Mengapa?  Fondasi menentukan tingginya sebuah bangunan.  Jika fondasinya biasa-biasa saja tidak akan mampu menopang bangunan yang tinggi diatasnya.  Semakin tinggi bangunan gedung semakin dalam dan semakin kokoh pula fondasi yang harus ditanam.  Fondasi juga menentukan daya tahan sebuah bangunan.  Semakin kuat fondasi sebuah bangunan semakin kokoh pula bangunan tersebut dan tidak mudah roboh ketika ada guncangan. 

Mengenal Dia berarti banyak proses tetapi harus masuk kedalam hati, nous, menjadi keinginan, menjadi keinginan menjadi perbuatan sama denga1n buah roh yang menguasai hidup kita. orang yang mendiri rumah di atas batu berarti batu itu adalah Kristus. Jika kristus sebagai fondasi yakni melakukan perkataan Kristus.

Melakukan perkataan Kristus maka akan mendatang buah roh yang menjadi serupa dengan kristus. Itulah keuntungan kita memiliki fondasi kristus. Dari keuntungan yang kita miliki selalu ada ujian dari Kristus seperti rumah yang dibangun diatas batu selalu ada ujian. Maksud dari orang bijaksanaan berarti spiritual meaningnya adalah dia adalah orang yang bisa bertahan, dan siap untuk menghadapi badai.

Level 3

Turun kedalam anggota tubuh. Artinya perkataan atau firman-Nya turun kedalam pikiran dan hati, dengan melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Didalam anggota manusia terdapat nous dan hati. Hati sangat perlu untuk dijaga sebab hati adalah tempat Kristus untuk tinggal.  Di hati manusia terdapat 3 kemampuan yang dirancang Allah yaitu untuk mengenal Allah dengan NOUS; mengasihi dan rindu pada Allah dengan Hati itu sendiri; dan memilih secara bebas untuk mengikuti Allah dengan Kehendak atau Kemauan. Nous  adalah untuk memiliki pengetahuan akan Allah. Tujuan perasaan-batin adalah untuk merindukan dan mengasihi Allah, dan tujuan kehendak adalah kemauan untuk melakukan apa yang diperintahkan Allah. Jadi anggota tubuh sangat perlu dijaga, sebab di anggota tubuh adalah tempat diaman kristus untuk tinggal.

Level 4

Lolos dari ujian  Tuhan.

Yang harus kita kerjakan supaya taat sampai hari penghakiman dalam mengikut Kristus. Kristus telah mengalahkan dosa apa pun di dunia maka kekuatan itu juga telah ada di dalam diri kita sekarang. Jadi, kita pun bisa hidup seperti Kristus hidup karena Dia ada di dalam kita (1 Yoh 2:6).  Kekuatan apa yang harus kita pakai atau keluarkan sehingga kita bisa taat sampai mati dan mencapai kesempurnaan seperti Kristus.

Jadi, Spiritual meaningnya adalah Krsitus. Sebab Kristus adalah jalan dan kesalamatan dan yang memberikan kehidupan bagi orang percaya. Dengan jalan keselamatan perlu kita lolos dari ujian yang diberikan Tuhan. Sebelumnya ada ujian pada hari penghakiman maka setiap yang mendengar perkataan yakni melakukannya, seperti orang yang mendirikan rumahnya diatas batu. Walaupun ada badai rumahnya tetap kuat, sebab fondasinya kuat. Seperti itulah kehidupan orang percaya, Tuhan telah memberikan kehidupan kepada kita semuanya tanpa terkecuali, tetapi pertanyaannya dalam diri kita sendiri “apakah kita sudah mengerjakan keselamatan kita?”. jadi sebelum adanya hari penghakiman dari Tuhan, marilah kita mengerjakan keselamatan dengan serupa dan segambar dengan Kristus. Memiliki fondasi yang kuat didalam setiap hati kita, sebab walaupaun ada godaan-godaan duniawi atau kedagingan kita bisa lewati karena kita sudah memiliki Kristus didalam hati kita.

Ketika Tuhan Yesus Kristus mengajar kepada orang banyak di bukit, Dia mengajarkan pentingnya menjadikan firman Tuhan sebagai fondasi kehidupan (Matius 7:25-26). Ketika seseorang mendasari hidupnya di atas fondasi firman, maka masalah atau tantangan sebesar apapun tidak akan merobohkan orang tersebut. Sebaliknya, jika seseorang mendasari hidupnya di atas fondasi yang bersifat fana, seperti kepandaian, kekayaan, jabatan, dan lain sebagainya, maka meskipun dari luar hidupnya kelihatan seperti bangunan yang megah dan kokoh, tetapi ketika ada goncangan datang maka hidupnya mudah goyah bahkan roboh. Fondasi iman dibentuk dari ketaatan kita melakukan firman Tuhan. Satu ketaatan kita melakukan kehendak Tuhan, seperti satu buah batu yang membangun fondasi hidup kita menjadi kokoh di dalam Tuhan. Ketaatan demi ketaatan yang kita lakukan terhadap kehendak Tuhan akan memperkokoh fondasi iman kita, sehingga hidup kita menjadi semakin kuat, dan tidak tergoyahkan

JESUS PRAYER 2

Berdoa Tanpa Henti: Doa Yesus1 1

Terinspirasi oleh The Orthodox!

Selebaran ini menjelaskan teologi dan praktik Doa Yesus.

Episkopal dikenal sebagai orang yang menghormati nama Yesus. Dalam liturgi kita, kita bersujud setiap kali kita menyebut namanya. Kita membuat tanda salib di hati kita ketika kita mendengar Injilnya. Kami tutup doa-doa kami dengan menghormati dia secara panjang lebar: ‘Melalui Yesus Kristus, doa Anda Anak, Tuhan kami, yang hidup dan memerintah bersama Anda dalam kesatuan yang Kudus Roh, satu Tuhan, selama-lamanya. ‘2 Kami menyanyikan Phos Hilaron di album kami doa malam, memuliakan Kristus yang kudus dan diberkati. Liturgi kita

kalender sepenuhnya kristosentris, berputar di sekitar orang tersebut dan karya Kristus. Penghormatan total terhadap Yesus ini bukan apa-apa selain proklamasi bahwa dia adalah Tuhan dan Juru Selamat kita dan pusat kehidupan Kristen.

                                                Doa Yesus

Doa Yesus adalah praktik spiritual yang sejalan dengan sentralitas Kristus dalam spiritualitas Anglikan.3 Doa singkat itu berbunyi, Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah, kasihanilah aku orang berdosa.

Doa ini secara tradisional adalah doa monastik, tetapi kesederhanaannya memungkinkan setiap orang untuk mempraktikkannya. Dalam doa ini, ada iman dan harapan di dalam kebaikan Kristus. Dalam berdoa doa sederhana ini, kita mengejar  perhatian yang tak terbagi untuk mencintai Kristus, yang dapat diterjemahkan untuk mencintai kita

Tiga Tingkat Doa

Meskipun Doa Yesus hanya terdiri dari satu kalimat, ada  perkembangan terjadi ketika kita melakukan doa:

1. Doa Bibir. Seseorang dapat mulai dengan memanggil nama Yesus dengan suara atau hanya dengan menggerakkan bibir untuk mengucapkan doa ini.

2. Doa Pikiran. Doa luar saja tidak cukup. Satu harus memusatkan pikirannya pada arti kata – kata dalam doa, dan akhirnya pada Yesus sendiri

3. Doa Hati. Kami akhirnya masuk ke lemari bagian dalam hati, berdoa dengan seluruh keberadaan kita

Doa Tanpa Bayangan

Doa atas nama Yesus dalam Doa Yesus tidak seharusnya melibatkan gambar apa pun. Resep ini agak membingungkan mengingat fakta bahwa orang Kristen Ortodoks banyak berdoa dengan ikon. Bagaimana caranya jelaskan sikap paradoksal ini terhadap penggunaan gambar dalam doa?

1. Stabilitas Pikiran. Salah satu alasan yang mungkin adalah mengatakan itu dengan

penggunaan ikon, pikiran kita dapat dengan mudah fokus pada gambar yang ada hadir secara visual. Ini bukan kasus dengan gambaran mental, yang kita tidak bisa berpegangan erat kecuali kita adalah doa yang berpengalaman. Kami pikiran dapat dengan mudah berkeliaran dan gambar yang tidak diinginkan lainnya dapat muncul dan menyusul doa kita.

2. Keterusterangan. St Theophan sang Pertapa melihat bahwa gambar-gambar sebagai perantara antara kita dan Yesus. Jika kita ingin terhubung dengan Yesus secara langsung, kita perlu menghapus semua gambar.10 Hal yang sama berlaku dengan kata-kata, karena kata-kata adalah simbol seperti gambar. Kata-kata itu tidak perlu dalam doa, tetapi itu hanyalah alat untuk membantu kita ‘Berdiri di hadapan Tuhan dengan pikiran di hati’.11 Ini sederhana berarti bahwa  kita berdiri di hadapan Kristus dengan seluruh keberadaan kita dalam kerendahan hati.

Manfaat

Berikut ini adalah tiga manfaat utama dari berdoa Doa Yesus secara teratur:

1. Penelitian. Dalam kehidupan yang penuh cobaan, Doa Yesus membantu kita untuk menyadari peperangan rohani yang terus-menerus kita hadapi dan untuk meninggalkan hasrat dan hawa nafsu yang penuh dosa.

2. Buah-buah Roh. Doa yang terus-menerus dari nama Yesus menjaga semangat kita tetap menyala untuk cinta Kristus. Buah dari Roh seperti cinta, sukacita, dan kedamaian, dan kesetiaan akan mengikuti.

3. Theosis. Doa Yesus membantu kita berasimilasi dengan kehadiran Allah dalam hidup kita.

Hal-hal Praktis

Berikut ini adalah tiga manfaat utama dari berdoa Doa Yesus secara teratur:

1. Frekuensi. St Paul mengundang kita untuk berdoa tanpa henti.14 The

Doa Yesus dapat digunakan untuk melakukan ini. Satu kisah terkenal tentang Yesus

Doa menceritakan tentang seorang peziarah yang diperintahkan untuk berdoa hingga 12.000 kali

hari. Namun demikian, penghitungan tidak terlalu penting. apa yang yang penting adalah kerendahan hati, keteguhan, dan kasih karunia Kristus.

2. Waktu dan Tempat. Seseorang dapat memiliki waktu formal melakukan Yesus. Doa, dengan gerakan keagamaan seperti sujud. Namun, seseorang dapat berdoa doa ini kapan saja dan di mana saja, bahkan selama percakapan dengan orang lain!

3. Tali Doa. Tali doa berguna untuk tetap fokus dan untuk mengingatkan kita untuk berdoa

4. Bernafas. Ada banyak perdebatan tentang apakah Yesus. Doa harus disertai dengan irama pernapasan berikut kata-kata. Satu poin penting adalah bahwa pernapasan ritmis tidak diperlukan untuk Doa Yesus. Beberapa orang menemukan pernapasan berirama membantu sambil berdoa Doa Yesus, terutama untuk fokus pada berdoa dan untuk tenang. Jika diinginkan, seseorang dapat dengan mudah menarik napas sementara mengatakan ‘Tuhan Yesus’ dan buang napas sambil mengatakan ‘kasihanilah aku!’

Khawatir

1. Jimat. Apakah Doa Yesus itu mantra? Bukan, karena itu

tidak memiliki kekuatan dalam dirinya sendiri selain dari penyatuan dengan Kristus.

2. Pengulangan Mekanis. Apakah pengulangan tidak ada artinya? Belum tentu. Selalu ada bahaya religiositas kosong, tetapi Yesus Doa dapat dilakukan selalu dengan hormat, iman, dan cinta.

References Anonymous. The Way of a Pilgrim; and, The Pilgrim Continues His Way. Shambhala, Boston, MA, 1991. Ignatius Brianchaninov. On the Prayer of Jesus. New Seeds, Boston, MA, 2006. Frederica Mathewes-Green. The Jesus Prayer: The Ancient Desert Prayer that Tunes the Heart to God. Paraclete Press, 2009. Diadochus of Photike.¯ Following the Footsteps of the Invisible: The Complete Works of Diadochus of Photike¯. Number 239 in Cistercian Studies. Liturgical Press, Collegeville, MN, 2010. St. Nikodimos of the Holy Mountain and St. Makarios of Corinth, editors. Philokalia, volume III. Faber and Faber, London, 1984. Igumen Chariton of Valamo. The Art of Prayer: An Orthodox Anthology. Faber and Faber, London, 1997. Frank C. Senn. Christian Liturgy: Catholic and Evangelical. Augsburg Fortress, Minneapolis, MN, 1997. Kallistos Ware. The Power of the Name: The Jesus Prayer in Orthodox Spirituality. SLG Press, Fairacres Oxford, 1986.