Tidak cukup untuk di hangatkan

Kalau kamu ingin kamu dihangat oleh api kamu gak cukup tentang api tetapi kita harus pergi dengan mendekati api untuk menghangatkan kita. Sama dengan kasih mugkin sudah banyak, kita tidak tahu kalau kita itu hanya tahu tetapi bagaimana kita memelihara kasih. Allah mengasihi kita dengan kasih dengan bernyala-nyala artinya kasih itu harus membakar kita atau memurnikan kita. Didalam hati kita disatu sisi manusia yan penuh kedagingan atau hal-hal yang bertentangan dengan Roh (Roma 8:31,38 dan Galatia pasal 5).  Hati adalah ruang kedalam batin atau tempat apa yang kita lakukan, jika api membakar hati kita maka timbul kebencian, marah, keserakahan, kedagingaan, yang menimbulkan dosa tanpa adanya tempat belaskasihan tetapi harus dibakar dengan pengendalian diri (Pemurnian) dengan membakar sampai habis dengan melakukan aksesis.

            Waktu kita mengendalikan diri dengan tidak marah maka timbullah longsaferi, ketekunan dan kesabaran itu artinya menghanguskan amarah oleh eros atau belove. Maximur mengatakan love tames anger  artinya kasih yang menjinakkan kemarahan karena kasih seperti api belove yang membakar. Api artinya menyerami dan juga bisa membakar dan menghanguskan, apa yang dihanguskan yakni ha-hal duniawi maksudnya kita tidak bisa mengasihi jika kita terikat dengan hal-hal duniawi tetapi kita harus membakar hal-hal duniawi itu sampai hangus. Jika kta belajar sabar seseorang, sama artinya membakar kita seperti kita marah tetapi kita tahan sampai gigi kita sakit. Jadi kalau kita bisa mengendalikan diri sama artinya membakar jiwa kita, kalau kita mencintai Allah yakni kita menjinakkan hal-hal daging, waktu kita takut sama Allah tidak menyenangkan bagi kita sebab ada orang yang membakar kita, itulah api yang membakar daging sampai habis tetapi disisi lain misalnya; didalam hati selalu ada hal-hal daging tetapi ada juga hal-hal dari Roh atau keinginan Roh (Iman, pengharapan, kasih, pengetahuan, kesabaran,ketekunan, pengmpunan) Maximur mengatakan iman dak kasih menimbulkan takut akan Tuhan sehingga akhirnya kita mempunyai pengendalian diri terhadap dosa dan juga tahan akan penderitaan. Pengharapan akan Allah menimbulkan takut akan Dia sehingga kita tidak terikat dengan hal-hal dunia dan juga kita bisa mengampuni orang yang bersalah terhadap kita dengan mengasihi mereka.

Disisi lain dalam hati ada yang disebut kebajikan seperti sabar itu apai yang sedang memurnikan jiwa kita. hal2 daging seperti kertas ksong yang dibakar sampai hangus. Jika seseorang mempuayai love yakni mereka mengasihi sesamanya manusia misalnya kita mempunyai uang yang dikirim orang tua,tiba-tiba kita mempunyai  teman yang sakit dan dia minta tolong kepada kita untuk membantu dia. jadi kalau kita mempunyai love pasti kita kasih artinya seperti api yang membara. Menjadi orang baik memang sulit tetapi kita harus tetap memelihara kasih itu seperti berkorban.

            Maximus mengatakan kasih itu tidak perlu mempunyai ide saja tetapi harus jadi acson artinya api yang membakar hal-hal yang negatif sampai habis sehingga kita menyalibkan daging tetapi juga membakar dari Roh sehingga kita semakin dimurnikan dan menjadi serupa dengan Kristus. Oleh sebab itu Maximus mengatakan waktu kita mengasihi kita perlu memiliki kasih, kebajikan atau menguasaan diri  dan doa. Bagaimana kasih itu menjnakkan amarahan yaitu hanyalah kasih yang menjinakkan dan kita yakni belaskasihan dan melakukan hal yang baik kepada sesama kita.

            Jika ada orang yang berbuat salah kepada kamu jangan membalas dengan kejahatan melainkan dengan kebaikan. Jika kita membalas dengan sebab amarah  adalah api yang menghanguskan tetapi kita diajak untuk tetap mengaihi, kasih, sabar, tahan menderita (Pengkobatbah 1:29). Yang dimaksud dengan longsaffering adalah tahu penyebab dari godaan tersebut seperti kita mengampuni seseorang yang bersalah kepada kita, tetapi dilain sisi mereka bisa lagi menjahati kita lagi, mengampuni hal yang tidak enak seperti halnya api yang membakar kita tetapi jika kita tetap longsaffering bisa menghanguskan dengan Belove tadi.

            Bagaimana self mastery memadamkan hawa nafsu yaitu self mastery, it keeps away dari segala sesuatu yang membuat kita menjadi pleasure atau bukan kebutuhan, misalnya kalau kita belanda di mall tetapi yang kita beli lebih dari kebutuhan maka itu disebut pleasure. Jatuh kedalam Pleasure yaitu nikmat, dari kenikmatan itu akan timbul hawa nafsu. Self mastery membuat kita tidak tidak terjebak dalam pleasure seperti hal-hal duniawi tetapi hal-hal materi itu kita ppake untuk kebutuhan kita bukan untuk pleasure. In fact, it kepps away everyting that fulfills no need but beuses pleasute berarti mendorong kita untuk tidak jatuh kedalam pleasure dan termasuk amarah, keserakah, tidak mengampuni sesama dan lain sebagainya dan dengan self mastery membuat kita tahu apa yang dibutuhkan bukan dengan apa yang disenangi dan harus ada self control. Maximus memakai kata memadamkan berarti api dan air menyiram dengan memadamkan api dan hawa nafsu itu seperti api tetapi api yang menghanguskan. Setiap manusia pasti mempunyai hawa nafsu dalam tubuhnya tetapi harus dipadamkan dengan self control atau self mistery seperti kita tidak terjebak dalam pluasure dan surfiet.

            Bagaimana dengan doa? Dengan doa dapat membuat pemikiran kita bebas dari pemikiran jahat. Dan didalam pemikiran jahat dapat membawa orang-orang kedalam hal-hal duniawi yang dapat membawa orang kedalam hawa nafsu atau dosa dan hawa nafsu datang kedalam pikiran jahat (logismoi), Logismoi mendatangkan hawa nafsu seperti apa yang membakar. Oleh sebab itu Maximus mengatakan kita perlu Prayer dan doa yang mejaga pemikiran kita. Doa dapat membuat pemikiran kita konek terhadap Allah maka pemikiran kita akan ditarik dari segala pikiran duniawi seingga nous kita menyatu dengan Dia dan juga berdoa tanpa henti.

            Maximus mengatakan tadi doa itu seperti api yang menghanguskan pemikiran duniawi kita yang bisa menjinakkna dengan self control, long saffering dan Prayer. Iman > apateia  dan harus dilakukan  dengn kasih dengan mengasihi musuh. dan kasih harus ditambah dengan ada Ketekunan, sabar, pengharapan doa.  Bagaimana dengan doa tanpa henti? Yaitu Pikiran-pikiran jahat  pasti mengarah keapda dunia yang mendatang hawa nafsu, logismoi yng mendatang hwa nafsu tetapi kita harus tetap jesus prayer dan konek kepada Allah dan berdoa tanpa henti.

Apakah manusia berdoa tanpa henti berarti menjaga pikiran dalam takut Allah dan selalu konek kepada Allah dan menjaga pengharapan kepada Dia dalam segala apa yang kita lakukan (Roma 8:35-38 artinya dalam kondisi kita tidak bisa dipisahkan dlalam kondisi apapun dan tidak teputus dalm doa 2 Kor 4:8 senantiasa membawa kematian dalam tubuh kita dan untuk bisa long saffering dan mencapai kasih. Dalam setiap apa yang  kita lakukan dengan doa tanpa henti maka mendatangkan sukacita.

Apa kausa Tuhan dalam hidup saya yaitu anugerah walaupun kita lemah, lemah bukan berarti tidak berdaya. Dan orang yang takut kepada Allah berarti takut kepaada penghakiman (ul 32:41, 32:32, Yesaya 33:14). Kita harus taat kepada Allah dengan bertobat dan mempunyai iman kepada-Nya dan takut pada hari penghukuman yang akan datang. Kita harus mempunyai pertobatan dan dipimpin dengan Roh Kudus Roma 8:14, jadi kalau kita dipimpin roh kudsus maka kita anak-anak Allah (1 Yoh 3:7-8) dengan menyelasli kesalahana sehingga kita menjadi anak-anak Allah

Matius 5:20, berarti hidup kekristen harus sempurna dan kesempurnaan itu dimulai dari pertobabatn dan juga adanya iman sehingga kita disebut anak-anak Allah sebab kita lahir dari Allah. Jika kita berasal dari anak-anak Allah apa yang kita miliki yaitu (Yok 2:19) memang iman takut akan Allah dan mendatangkan pertobatan (penyesalan akan dosa), ketekunan dan pada akhirnya mendatang kasih. Kalau kita mempunyai iman tetapi kita tidak mempunyai sama hal kita sama dengan iblis. Jadi kalau kita mempunyai iman harus taat sehingga kita takut akan perintahnya sehingga akhirnya mendatang kasih yang bisa berdiri dihadapan Allah.

            Kasih karunia Allah berasal jika Kristus tinggal didalam kita, diluar Kristus kita tidak berbuat apa-apa (Galatia 2:20), berarti hidup didalam iman dan juga hidup didalam anak Allah. Itu sebabnya ketika kita menderita untuknya, jika menjadi teladanan teladan Kristus (1 Kor 4:12). Iman yag hidup di dalam kristus berarti hidup dalam ketaatan atau perbuatan akan tetapi konsekuensinya kita harus menderita. Seperti kata Yesus kasihilah musuhmu, (Lukas 6:27-28) kata-kata dan perbuatan Allah harus bekerja didalam kita. kalau kita melakukan sebaliknya dari perintah Allah maka kita dipenuhi dengan kenajisan, (1 Kor 3:16) jadi kalau kita melanggar perintah Allah maka kita akn menjadi tidak suci, (Roma 1:28-32) sama dengan Yesaya menangisi akan dosa-dosanya. Akibatnya ada murka Allah pada hari penghakiman nantinya dan yakni diproses dari pertobatan. Kasih itu seperti kemurnian yang memilih akan pengetahuan Allah dan tidak terikat pada hal-hal duniawi. Detachment datang dari Allah (Yoh 3:2) dan iman menghasilkan ketekunan, pengharapn dan kesebaran  jadi kalau kita mempunyai iman didalm Allah maka kita takut pada penghakiman Allah.

            Kasih itu seperti membakar yang membakar itu sesuatu yang menghangat dan juga menerangi hidup kita atau tubuh. Kasih itu dimulai dari mind atau nous. Dan akan menerangi hati kita dan akhirnya kita menerangi tubuh kita yang menjadi terang. Maka keselamtan itu ada anugerah Allah dan juga doa. Kolose 3:5 dibakar segala nawa nafsu sebelum kita berhadapan dengan Allah. Jika matahari itu baik didalam kita maka dia akan menerangi tubuh kita . kasih itu seperti api seperti orang yang cemburu dan api keluar seperti didalam PL Allah itu pencemburu. Kalau di PL memang dibakar tetapi sekarang adanya hukum kasih memang sama di korbankan oleh Eros.

Aplikasi

Tubuhkan dikorbankan dengan dibakar dengan kasih dan menghanguskan segala pemikiran duniawi, hawa nafsu dengan kasih dari Kristus. Dengan kita berdoa tanpa henti, berjaga-jaga, tekun, bertobat sampai akhir kesempurnaan dan menyatu kepada kristus. Berdoa dapat menurnikan pmikiran kita sehingga segala perbuatan yang tidak baik seperti amarah, keserakahan, dan lain sebaginya dengan dibakar sampai hangus dengan api kasih Kristus.

Personal           

Dalam kehidupan saya secara pribadi api yang selalu menguasai jiwa dan tubuh saya adalah dengan amarah, benci dan iri kepada sesama maupun kepada keluarga. Setelah saya belajar tentang api, saya diingati bahwa saya harus menghanguskan amarah dengan memaafkan orang-orang yang buat saya jengkel, sedih dan menangis tetapi sekarang saya tetap rendah hati untuk selalu mengampuni mereka dan berdoa kepada Kristus (Jesus Prayer) tanpa henti sehingga api yang ada dalam nous dan hati saya adalah api Kri

Leave a comment