THE ASCETIC LIFE

Bagaimana kita menjalani kehidupan Kekristenan yang di kehendaki Kristus. Seperti dalam cerita ada seorang anak muda yang bertanya kepada Roma.

A BROTHER: apa tujuan datang kedunia ini, lalu roma menejawab dengan kanget tentang pertanyaan anak itu. Tujuan datang kedunia untuk keselamtan manusia. Lalu anak itu bertanya apa maksudnya roma menjawab manusia diciptkan tetapi manusia itu melanggar perintah dari Allah sehingga mereka jatuh kedalam dosa. Tuhan tidak membiarkan penciptaan-Nya jatuh kedalam dosa maka Kristus datang kedunia ini untuk menyelamatkan orang yang telah berbuat dosa.

            Cara hidup yang ilahi yaitu dia datang kedunia dengan mati dan bangkit, Dia memberikan perintah dan janji dengan mati diatas kayu salib. Dari ketidak taatan adam maka ada adam yang kedua yaitu Kristus  yang kekal untuk menebus kesalahan adam pertama dengan sampai Dia mati, dengan kematian-Nya Dia kalahkan maut (1 Korintus 15:22)  dengan mengantikan adam pertama yang telah jatuh kedalam dosa karena kedagingan manusiawinya.

Kemudian  anak muda itu bertanya: apa saja perintah yang saya kerjan Romo dan Roma menjawab dengan senang hati, Nak coba kita baca dari Kitab (Matius 28:19-20), jadi ita harus melakukan dengan perintah yang di ajarkan dan jika tidak melakukan perintah-Nya maka kita tidak diselamatkan (Maz 19:28) menuruti perintah bahwa penting didalam keselamtan itu. Ketaatan kepada perintah Yesus ini adalah untuk keselamatan kita dan Gerejapun melakukan perintah dari Tuhan.

Lalu pemuda itu bertanya kepada Roma untuk melakukan yang terbaik kepada mereka? dengan melakukan perintah Yesus dan meladani Tuhan dan mengikuti segala jejak-Nya. Dan siapa yang meneladani Tuhan? Dia yang melakukan perintah Tuhan, lalu bagaimana kita meneladani Krstus. Tidak ada seorangpun meneladani jika dia masih terikat dengan hal-hal duniawi (Matius 19:27) kita lihat teladani rasul bahwa mereka telah mengikuti keteladanan Kristus.  Ketika kita diselamtakan kita wajib lakukan perintah-Nya karena kita orang berdosa maka kita menerima kuasanya. Lalu anak muda itu bertanya kuasa apa Romo? Dan Roma menjawab, kita lihat dari Alkitab “Lukas 10:19” dengan kuasa.

            1 Kor 11:1 jadilah pengikut Kristus. Jadi kalau kita mengajak orang lain untuk Kristus terlebih dahulu kita mulai dari diri kita sendiri dengan mengikut Kristus. Dan Kristus memberikan kepada kita kuasa untuk meginjak godaan iblis seperti ditanam edem.  Roma 8:4 kita hidup jika kita hidup didalm Kristus dan diluar Yesus Kristus tidak mendapat apa-apa.  Kuasa yang diberikan kepada kita  (Mazmur 91:2-3) Allah yang menjadi perlindungan (Mazmur 91:11), ini adalah ada kuasa yang Tuhan berikan kepada kia, Matius 10:37 belajar untuk melepaskan orang terdekat dengan kita dan melepaskan segala sesuatu tadi sehingga timbul ketaatan.  Matius 10:38, lukas 14:33, kalau kita tidak bisa melepaskan hal-ha duniawi. Maka manusia perlu melakukan Askesis, baru kita mempunyai kekuatan untuk menaati perintah-perinth-Nya. Anak itu bertanya kuasa Allah itu besar Roma untuk menanti semua? Saya mempunyai dan Tuhan sudah meringkas satu kalimat, kita baca di Markus 12:30-32, dengan mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.

            Hal-hal apa yang tidak bisa tidak terikat yaitu makanan, uang, saudara dan sebagainya dan itulah tidak boleh menjadi tuan. Memang segala sesuatu itu baik tapi dengan syarat harus menyenangkan Tuhan bukan menyenangkan diri sendiri. Apa tanda kita mengasihi Allah Yohanes 14:15; kasih itu dibuktikan pada perintah Yesus, itu sebab kita diperintahah dengan benar-benar menjadi murid-Nya Yesus bukan terikat dengan hal-hal duniawi kita baca (Roma 13:10) kasih itu kegenapan hukum taurat.

Bagaimana kita mengasihi orang yang membenci saya? Tetapi Tuhan menyuruh kita untuk mengasihi musuh. bukankah manusia diciptkan segambar dan serupa dengan Allah? Kalau mereka adalah gambar dan rupa Allah apakah kita membenci mereka tentu tidak sebab jika benci mereka yakni kita membenci Allah. Seperti Matius 5:44, ini adalah perintah untuk kita kerjakan seperti keteladan Kristus, Dia mengasihi  musuhnya dengan yang menyakiti, menyibatkan Dia, malah Kristus berdoa bagi mereka semoga Bapa mengampuni orang yang berbuat salah terhadap Dia.  Kalau kita tidak menaati Allah maka kita tidak mengetahui tujuan-Nya, dan kita tidak mendapat kekuatan dari Kristus. Pertanyaan bagi kita apakah kita sudah mengampuni orang yang bersalah kepada kita? memang tidak mungkin mengasihi kepada orang yang bersalah tapi kecuali kalau dia tahu tujuan Allah, maka Allah memampukan kita untuk mengasihi dia. Dan apa tujuan Allah, Tuhan Yesus Kristus menjadi menjadi manusia karena kasih-Nya, Dia menjadi manusia lahir dari seorang perawan dan tatluk kepada hukum taurat Galatia 4:4; Allah tahu seluruh hukum taurat dan para nabi terletak pada perintah tadi dengan mengasih Allah dan sesama. Kristus sebagai manusia Dia bertaruh dengan Iblis dan membuktikan bahwa Dia mengasihi Allah waktu Iblis mencobai Dia di padang gurun, inilah tanda mengasihi Allah dengan ketaatan kepada Allah dan Kristus tahu apa tujuan-Nya datang kedunia ini bukan untuk membenci melainkan mengasihi orang yang menganiayaan Dia sehingga Dia menang atas dosa. (2 Kor 13:4) Kristus disalibkan melalui kelemahan, oleh kelemahan-Nya Dia mengalahkan maut dan kerajaan maut kita baca dari (Ibrani 2:14, 2 Kor 12:9) bagaimana kita mengasihi musuh yaitu kita ikuti keteladan Kristus yang mengasihi dengan kelemahan sehingga kita meneriman kuasa Kristus untuk mengasihi musuh. Efesus 6:12-17 maksudnya perjuangan kita melawan yang tak kelihatan, ketika Yesus di waktu momen di sedang melawan kekuatan iblis (1 Kor 9:26, 4:11, 2 Kor 11:27).

1 Kor 4:12-13, apa yang di alami oleh rasul Paulus dengan kemenangan atas ketaatan terhadap Allah. Kalau kita tidak tahu apa tujuan Allah maka kita seperti iblis (melawan perintah Allah), seperti Paulus dia tahan menderita malaupun dimaki, difitnah dan lain sebagainya tetapi dibalik semuanya itu paulus semakin dekat dengan Kristus. Jadi Kristus tetap taat kepada Allah samapai di menderita disalib dan mati.

            Bagaimana pikiran kita tahan pada pencobaan yaitu berjaga-jaga dan mempunyai pemikiran yang murni (James 4:7) dan tunduk kepada Allah tetapi harus melawan iblis sehingga kita tahu tujuan Allah terhadap orang yang jatuh kepada dosa tetapi disisi lain kita harus melawan Iblis. Bagaimana kita terus berjaga-jaga yaitu complete lack of cancern for earthly thing and continous medetitation on the divine Scriptures brings the soul to fear of God, 1 Petrus 5:8-9, berjaga-jaga dan berdoa supaya kita tidak dicobai, (2 Kor 10:3-6) tirulah orang-orang yang kudus dan abdikanlah diri untuk Kristus. Lalu apa yang harus lakukan untuk terus berdoa kepada Allah? Dengan mempunyai kebajikan yaitu kasih, pengendalikan diri dan dosa.

Kesimpulan

            Kita belajar untuk mengasihi Allah, mengabdi Allah tetapi bukan hal yang mudah tetapi kita harus mempunyai memikul salib dengan ikut Kristus dan tidak terikat kepada hal-hal duniawi. Menaati perintah Allah dengan tahu apa tujuan Allah dalam diri kita yaitu dengan keselamatan kita dan dengan keselamatan, kita harus taat dengan mengasihi Allah dan sesama manusia seperti kita mengasihi diri sendiri. Milikilah kasih, pengendalian diri dan doa. Jangan sampai kita terikat dengan hal-hal duniawi yang selalu menguasai hidup kita sehingga kita lupa apa tujuan kita lahir didunia ini. memang hal duniawi dalam bentuk materi, di lain sisi memang bagus tetapi jangan sampai dia menjadi tuan bagi kita melainkan kita gunakan untuk menyenangkan Tuhan bukan menyenangkan kita. untuk kita kita perlu berjaga-jaga, Jesus Prayer, askesis sehingga kita tetap mengerjakan keselamatan dengan taat kepada Kristus.

Personal

Dalam cerita ini saya diingati untuk tetap taat kepada Tuhan, saya pernah berpikir bahwa sebagai anak teologi itu pasti diselamatkan sebab setiap hari mereka belajar Alkitab tetapi kenyataan tidak. walaupun dia anak teolog dan Pendeta dan lain sebagainya jika dia tidak hidup sesuai dengan kehendak TUHAN yakni dia tidak mengerjakan keselamatan dan dia tidak tahu apa tujuannya lahir didunia ini. Untuk mengerjakan keselamatan saya secara pribadi dengan membuang segala hal-hal duniawi atau tidak menjadikan tuan bagi diri saya pribadi. Dengan berjaga-jaga, pausa, Jesus Prayer, askesi dan lain sebagainya dan juga taat kepada Kristus. Jadi yang saya lakukan adalah mengasihi Allah dan juga mengasihi sesama manusia dengan tidak benci kepada mereka atau pendam rasa dendam terhadap mereka tetapi walaupun mereka salah, saya akan tetap mengampuni mereka sebab Kristus telah mengajari saya untuk tetap mengampuni orang yang bersalah dengan mengashi dan mendoakan mereka. Amin

Leave a comment