
KIDUNG AGUNG 1:12
Roh kudus menngajarkan kepada para Rasul tentang ajaran Kristus. Roh kudus berkarya dalam gereja setelah pentakosta hasilnya gereja sekarang berdiri dimana-mana. Kitab suci adalah produk dari roh kudus, maka disebut suci sebab dibalik itu ada karya roh kudus. jiwa kita meresponi ajaran Kristus dan ajaran Kristus sehingga kita semakin dikudus. Seperti kata paulus kitab suci itu mengoreksi dan memperbaiki hidup kita. dalam level itu terdapat makna, dan mencari teks aslinya, setelah itu menjadi sytactic form, sytantic content dan konteks historis.
Bahasa Asli Ibrani
WTT Song of Solomon 1:12
רֵיחֽוֹ׃ עַד־שֶׁ֤הַמֶּ֙לֶךְ֙ בִּמְסִבּ֔וֹ נִרְדִּ֖י נָתַ֥ן ֵ
Bahasa Asli Yunani
ἕως οὗ ὁ βασιλεὺς ἐν ἀνακλίσει αὐτοῦ νάρδος μου ἔδωκεν ὀσμὴν αὐτοῦ (Cant. 1:12 BGT)
Terjemahan Literal
Semenstara raja itu berada disekitar menjanya lalu minya semerbak bau narwastuku.
Memancarkan harum
Syatantic cantent
1. Semenstara raja itu berada disekitar menjanya
2. lalu minya semerbak bau narwastuku. Memancarkan harum
Yoh 12:3, Yohanes menuliskan siapa nama wanita itu yaitu Maria. Ini adalah satu peristiwa sebagi tipologi kidung Agung Kristus dari 1:12. Dan (Yohanes 12:2) bahwa Maria membasuh kaki Yesus dengan minyak. Maria mempunyai Martha dan Lazarus, dan mereka juga mengalami mati martir. Maria, martha dan lazarus memberintakan injil dan akhirnya mereka meningagal di sirpus. Maria itu mengurapi KRISTUS denga minyak dan Yesus disebut Kristus dan Mesias, dalam perjanjian Baru. Orang yang diurapi itu adalah Raja, Nabi dan Rasul. Hubungan dengan gereja adalah dimana Kristus sebagai kepala dan jemaat sebagai tubuh Kristus. Orang yang diurapi yaitu Kristus atau mempelai laki-laki. Jadi Gereja mempersiapkan diri untuk menyambung mempelai laki-laki dan kita sebagi mempelai perempuan menunggu kedatang mempelai laki-laki. Seperti perumpumaan orang bijaksanaan dengan orang bodoh (Matius 25:1-13), dimana dalam perumpamaan ini orang bijaksana mempersiapkan diri untuk membawa minyak dengan menunggu kedatangan mempelai laki-laki (Kristus), sedangkan orang bodoh tidak mempersiapkan minyak untuk menyambung kedatangan mempelai laki-laki, sehingga dipertengahan jalan pelita mereka padam. Dan diayat 8 “orang bodoh meminta sedikit minyak kepada orang bijaksana tetapi orang bijaksana tidak memberikan”. Sehingga yang menyambung kedatangan mempelai laki-laki itu Cuma orang bijaksana. Jadi kita sebagai orang percaya, marilah kita berjaga-jaga dan mempersiapkan diri untuk menyambung kedatangan Kristus, sebab kita tidak tahu kapan kedatangan Kristus. Jangan sampaikan kita sebagai orang bodoh tetapi jadilah sebagai orang bijaksana yang selalu mempersiapkan minyak.
Ada mempelai laki-laki yang akan datang, dan Kristus raja yang diurapi Maria dan disisi lain dia diantisipasi (Matius 26:6-7) mengurapi akan kematian Kristus. Maka dalam ibadah paskah selalu diingati seperti Maria mengantisipasi Kristus, dan kita akan mengantisipasi Kristus yang akan datang. Kristus sebelum mati Dia diurapi sebagai raja dan mesias. Minyak itu Kristus sendiri yang berbau harum ketika gereja mengurapi Dia dan kita sendiri yang menerima keharuman Dia. Jadi di (2 Kor 2:15) artinya yang menjadi minyak itu adalah Kristus, Gereja mengurapi mempeleia laki-laki yaitu kita sendiri yang berbau harum. Apa yang dimaksud dengan bau harum? Yaitu menujukkan kital dilahirkan dari kristus dan bisa memancarkan bau harum itu, kita gereja seperti gereja yang dipenuhi keharuman Kristus karena yang mengisi diri kita yaitu Kristus atau aroma Kristus seperti minyak tadi dan kita menerima kembali bau harumnya Kristus. Origen mengatakan pengurapan penuh dengan iman, kasih dan seperti yang di alami YESUS yang di urapi maria (Markus 14:6). Seperti perempuana kambing dan domba yaitu mengunjugi orang sakit, memberikan pakian dan lain sebagainya. Bagaimana kita mengantisipasi dengan Kedatangan kristus (Efes 2 :10), dalam konteks ini, kita sudah mati tetapi dihidupkan lagi pada kedatang Kristus. Melakukan hal yang baik, kita membutuhkan minyak yang ada keharuman. Kalau kita mempunyai Kristus yakni terpancar aroma dari KRISTUS seperti melakukan hal yang baik.
Origen mengatakan melakukan pekerjaan yang baik yaitu kita memancarkan keharoman Kristus, dengan menyatakan kemulian-Nya dengan perkataan kita. Ketika menyentuh hal seperti ini yakni kita menyentuh Kristus (Mazmur 104:15, Ibrani 5:14) sama artinya Dia roti kehidupan, air kehidupan dan terang dunia. Apa artinya makanan yang keras (Ibrani 6:1), artinya semakin lama hidup maka kehidupan kita semakin keras, Paulus menuliskan untuk menanggalkan kebiasan yang tak membangun atau menaggalkan manusia lama yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Origen mengatakan Kristus terang dunia, Roti kehidupan maka sama seperti minyak. Jadi kita mempunya kepekaan ciuman aroma Kristus dan kita harumannya, kita punya kepekaan untum mencium keharuman firman Kristus. Sebab minyak itu Kristus sendiri, dan sekarang diberikan kepada kita. Kristus telah memberikan kepada kita kehidupan, Dia sudah menerangi jalan yang gelap sehingga kita bisa melihat mana yang gelap dan terang.
Aplikasi
Yang dimaksud dengan minyak yaitu Kristus dan Kita ingat dimanapun keberadaan Kristus akan bisa kita mencium atau kehadiran Kristus. Dengan bau aroma Kristus, kita bisa memancarkan kearoma-Nya dengan tingkah laku sehari-hari sehingga orang lain bisa mencium bau harumnya Kristus.
Personal
Saya adalah sebagai baunya aroma Kristus yang saya bisa pancarkan kepada orang lain lewat kehidupan sehari-hari dan tetap menjaga aroma Kristus sampai Dia datang kedunia ini dengan mempersiapkan diri seperti gadis bijaksana yang mempersiapkan minyak dalam menyambungkan kedatangan Kristus dengan berjaga-jaga dan taat.