
Roman Catholicism a dalah gereja yang ada di roma pada awalnya, ini termasuk dari purbhasi misi para rasul atau termasuk, misalnya rasul Paulau dan Pertus. Ini adalah gereja yang mula-mula bukan gereja yang baru, yang di eropa barat. Gereja itu bukan hanya di kota Roma tetapi juga berkembang, akhirnya berkembang keseluruh dunia, khusus gereja katolik. Ketika Kristus bangkit dan naik kesorga maka muncul gereja pentaskosta dan pararasul menerima karunia, Roh Kudus lalu mereka memberintakan Inji di Yerusalaem, samarial sampai di asia kecil dan eropa. Dan eropa ini yang dianggap ibu kota metropolita dari kerajaan romawi. Sehingga injil sampai disana, lalu ada gereja di roma tetapi gereja-gereja bukan hanya ada di roma, Yerusalem, Yudea, antiokia dan sebagainya. Abad pertema sudah ada perkembang injil atau sudah ada gereja-gereja yang didirikan rasul Paulus, lalu rasul petrus mendirikan gereja di Antiokia. Dan sudah ada pusat-pusat Kekristenan, Yerusalem, Antiokia, Roma, Alexsandria dan pada akhirnya muncul Konstantinopel. Lima pusat Kekristenan awalnya semuanya mempunyai pengajaran yang sama, doktrin, ibadah, Kitab Suci, Ibadah yang sama dan termasuk Roman Catholicism.
Pada tahun 1054, tanggal 16 Juli sering disebut mata yang kelam bagi gereja karena sering terjadi perpecahan antara gereja Roman Catholicism dengan gereja-gereja di Timur yaitu Yerusalem, Antiokia, Alexsandria dan itu semua wilayah asia atau wilayah Timur sedangkan Eropa diwilayah Barat, maka ada istilah gereja Barat dan Timur. Tahun 1054 terpecah antara gereja Barat dan Timur dan akhirnya mereka tidak saling mengakui, gereja di Roma dulunya dipimpin atau Led by Cardia Humber of Marmoutiers, mereka menyampaikan satu keinginan dari Puad dari kota Roma tentang masalah papal power. Ketiga itu masuk kedalam aula gereja itu dan ada satu dokumen yang mau memutuskan hubungan dan dokumen itu diserahkan kepada Patriarch pemimpin gereja di konstantinopel dan pemimpinannya yaitu Michael Cerularius. Upon leaving the church, Humbert shook the dust off his feet and said, “Let God look and jugde”. Ia berkata dengan kesombongan, lalu ia menyerahkan document excommunicating dan biasanya digereja Timur bahwa tidak mau mengakui Patriarch di wilayah Roma yang paling berkuasa. But the deed had been done, and historians often point to these events in 1054, seringkali dianggap sebagai as a major marker in the Great Schism between the two groups of Christians to be identified as the Orthodox of the East and the Catholiecs of the Wesr.
Perbedaan-perbedaan gereja di Timur dengan gereja di Barat dan ada area yang cukup berbeda misalnya The development of doctrine, the relationship between faith and reason, and a different kid of spirituality. Gereja khotolik roma menerima development of doctrine, artinya bisa berkembang, berubah dan direvisi. Sedangkan bagi Orthodoxy tidak, doktrin itu sudah benardan tidak bisa direvisi lagi atau diubah-ubah dan doktrin itu sudah kebenaran, tetapi Roma khatolik menerima development of doktrin. Artinya gereja bisa memiliki satu progresses pengertian dan expression doktrin disepanjang jaman. The classic Catholic text on doctrinal development is John Henry Newmans’s An Essay on the Development of Christian Doctrine. Cardinal Newman, a nineteenth-century to Roma from the Anglican Church (and now on track for canonization by rome), sought to defend his church against Anglican and Protestant attacks on Roman Cahtholic dactrines which were absent from the Scriptures and from the tesstimony of the ancient Church.
Newman himself would not have accepted the idea that truly new dogmas were being defined by his church, saying instead that all developed dactrines existed in a seminal form in the earlist traditions of the Church. Where the Orthodox differ is that we believe that-despite its selfuderstanding-Roma actually has introduced new dogmas. Kalau kita menuduh Roma khatolik dengan mengajarkan doktrin yang baru, “tentu tidak”. Ia dogmas yang sama dan trasisi yang sama, sehingga akhirnya terus menerus berkembang di doktrin itu ada progresses misalnya di khatolik dulunya mengatakan keselamatan itu hanya dalam gereja khatolik, itu di abab-15. Ketika pada tahun yang ke-2 diubah lagi, direvisi lagi sehingga keselamatan itu bisa diluar Khatolik.
The Orthodox Church practices the development of the expression of Christian dogma, but not of its meaning and substance, which is eternal, having been given by God in its wholeness to the apostles. Seperti kalau dikatakan Yesus hanya manusia bukan Allah tetapi tetap muncul dogma-dogma seperti itu, dan kita menganggapnya seperti meaning atau substance yang sudah diubah dan kita tolak karena tidak ada development of doctrine, begitu kita membicarakan dogma itu Yesus adalah Allah dan manusia sekalipun dalam satu Pribadi dan sampai selama-lamanya yang tak bisa diubah. Mungkin kita perlu mengerti perubahan itu bukan contend dan meaning tetapi expression. Kristus Firman Allah yang menjadi manusia dan itu tidak bisa di tawar lagi dan kita tidak bisa lagi mengatakan hanya serupa orang atau yang mirip dengan manusia, itu adalah yang mengubah kontend. Kita harus mengerti tetang inkarnasi dan jika ada pertanyaan kenapa Kristus itu harus lahir dari perawan Maria? Sebab Dia lahir seorang perawan, tidak ada campur tangan atau benih dari laki-laki berarti hanya ada benih perempuan. Lalu benih laki-lakinya dimana tetapi digantikan dengan benih dari Roh Kudus dan Tuhan itu menurukan Firman-Nya menjadi manusia berarti bukan orang yang baru. Jika benih laki-laki dan perempuan bersatu berarti Newman pression sama kalau kita nikah nanti punya anak dan anak itu new pression orang yang baru. Didalam keselamatan Allah itu, tidak ada pression atau new pression, yang adalah anak yang turun ke bumi menjadi manusia. Jadi dalam kelahiran Kristus harus perawan, jika bukan perawan berarti bukan Dia bukan Firman Allah lagi. Jika bukan Kristus yakni tidak ada keselamatan sebab hanya Dia satu-satunya Firman atau logos yang menyelamatkan manusia.
Kalau Dia lahir dari seorang perawan Maria berarti Dia mengambil kemanusiaan Maria. Dan kemanusiaan Maria berasal dari kemanusiaan Adam yang sudah jatuh kedalam dosa. Dia mengambil kemanusiaan Maria supaya Dia memperbaiki kemanusiaan yang sudah rusak dan Dia datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan jika Dia tidak menjadi manusia yakni Dia tidak bisa menyelamatkan manusia.Di Apostilic Father dia katakan disini, had a higher of understanding than the apostles, the medieval Scholastict undersatood better than Fathers, and so on.this theological background contributes to the framework for all the innovations in Roman Catholic dictrine that differ from Orthodoxy. Kita percaya dari generasi ke generasi orang yang mempelajari doktrin akan semakin mahir menjelaskan doktrin itu tetapi The development of doctrine.
Faith and Reason
Didalam gereja roma khatolik, perkembangan doktrin karena of the relationship Roman sees between faith sand reason. Reason itu adalah berteologikal, berargumen atau menjangkaul akal budi kita. salah satu teolog yang terkenal Thomas Aquinas, dia banyak memakai tentang project was to merge Catholic dogma with the philosophical requirements of Aristotelian logic. Banyak juga Bapa-bapa gereja yang menggunakan ilmu filsafat, doktrin atau teologi, tetapi tulisan Aquinas disini dikatakan merger with Aristotle dalam usaha dia membuktikan existence Allah yang sangat logical and scientific in order to be believable. Pope John Paul II in his 1998 mengatakan Faith and reason are like two wings on which the human heart a desire to know the truth-in a word, to know himself so that, by knowing and loving God, men and women may also come to the fullness of truth about thmselves. Ajaran khatolik sangat menekankan reason atau metode-metode filsafat Aristotle dalam menjelaskan teologi atau iman. Human reason becomes not merely a tool but rather the very criterion of truth. It is also the reason much of Roman Catholic spiritual life is legalist, because it is often concerned more with satisfying legal, philosophical categories than with addressing and healing spiritual realities.
Bagi kita yang cocok atau pikiran yang rasional bahwa mendukung untuk mengenal kebenaran, tetapi bukan reason yang memimpin kepada iman. Maka kalau tidak sesuai dengan akal budi maka iman itu ditolak. Akan tetapi iman yang benar adalah reason hanya sebaagi truth untuk support the means of knowing the truth. Bagaimana kita mengenal inkarnasi, Kristus, keselamatan dan itu semua bisa dijelaskan dengan reason, misalnya kepada Kristus harus bangkit dari kematian? Sebab Dia mati maka Roh-Nya, tubuh-Nya terpisah tubuh-Nya dikubur dan Roh-Nya turun kedalam dunia orang mati, lalu disitu Dia memberitakan Injil dan menyelamatkan orang-orang Adam dari kegenerasi dan menghancurkan alam maut dengan cara Dia membawa mereka kedalam Firdaus dan akhirnya maut, hades dan dosa sudah dikalahkan. Reason all kita hanya sebagai alat untuk mendukung kita menjelaskan tentang kebenaran atau iman yang misteri. Oleh sebab itu kita antara faith and rational yaitu faith in cooperation with God’s grace. Reason, thoughuseful, is not necessary element in Charistian life. Jadi bukan elemen yang wajib hadir melainkan hanya sebuah alat untuk menjelaskan kebenaran. Oleh sebab itu, kita memakai intelektual kita untuk menjelaskan sesuatu yang misterius itu dan akhirnya apa yang dijelaskan Yesus Kristus, Dia pake cerita dan mengajarkan tentang kerajaan sorga yang tak pernah dilihat manusia dan menjelaskan siapa Allah.
Spirituality
Kesatuan antara tubuh, pikiran dan jiwa dan akhirnya terpecah. Tubuh tidal lagi integrasi dengan jiwa dan ini yang terjadi didalam spirituality of Roman Catholic. Ada yang menekankan anthropocentric and materially focused dariada nous itu. Didalam karya seni Renaissance and Barogue art dan mereka menekankan highly sensual dan akhirnya terpecah inilah yang dialami oleh gereja Roma Catholicis dalam hal musik, sensuality maupun patung-patung lukisan lainnya. Roman catholic spirituality in practice is often legalist, as well. For instance, it is held as a sin not to fast, whereas Orthodoxy recognozes fasting as simplay a tool. Roma Catholicism memegang reason bahwa ada perbuatan-perbuatan baik yang harus dikerjakan.
The Papel Dogmas
Didalam khatolik terdapat isu-isu yang mengakibatkan perpecahan gereja di timur yaitu masalah papal supremacy. Papal supremacy mengajarkan bahwa pemimpin gereja di Roma yang kita sebut dengan paus fransiskus yang berkausa atas orang Kristen atau kepala gereja yang mewakili Kristus. Di tahun 1439 ada concil of florence met in an attempt to reunite the Orthodox Church with Rome by means of Orthodox submission. Pemimpin gereja di Roma adalah wakil Kristus atau guru dari seluruh gereja Kristen. pengajaran tentang universal jurisdiction disebut sebagai ultramontannism. Ada yang mengatakan Petruslah yang memegang kunci kerajaan sorga merupakan sebuah pernyataan yang kontradiksi dengan Kitab Suci. Kunci bukan hanya satu dan juga diberikan kepada rasul yang lain misalnya didalam (Yoh 20:23). Jadi bukan hanya petrus saja yang memegang kunci dan Tuhan menjelaskan diri-Nya yaitu bahwa Dia kunci dari neraka (Wahyu 1:18). ada beberapa teolog khatolik yang membedakan antara essence dan energy tetapi didalam gereja timur ditegaskan mengenai essence/energi dan attribute berbeda dengan pandangan dari Roma Catholicism yang menganggap essence dan attribute itu sama. Allah yang bisa dikenal oleh manusia merupakan Allah yang penuh kasih, inilah yang dipercayai oleh orthodoxy, dan sampai sekarang yang kita percayai yaitu the energies are various and the essence simple, but we say that we know our God from His energies, but do not undertake to approach near to His essence. He energies come down to us, but essence remains beyond our reach, ini adalah yang diajarkan oleh Timur atau gereja Orthodox.
God As Man
Kita penting mengenal orthodoxy atau ajaran lurus. Mesias itu adalah Raja, nabi dan Imam yang mahakuasa. Dan Dia adalah anak Allah yang dilahirkan dari Allah. Masalah manusia adalah berbuat dosa maka Dia datang menjadi manusia untuk menebus dosa-dosa kita semua dan dengan memakai kemanusiaan Maria. Sebab tidak ada seorangpun yang bisa menyelamatkan sesamanya sebab semua telah jatuh dalam dosa, yakni butuh diluar manusia yaitu Kristus sebagai juruselamat. Manusia jatuh kedalam dosa atau natur sudah rusak makanya Kristus itu memakai natur yang sudah rusak untuk menjadi manusia demi memperbaiki natur yang telah rusak itu dengan mengalami penderitaan dan kematian.
Jesus Prayer adalah God and man yang telah menyelamatlam kita dari dosa sebab Dia adalah Allah dan menusia atau God has come to man. Dia memakai yang sudah jatuh untuk menyelamatkan manusia dengan menjadi manusia baru, jika kita percaya dengan Kristus dan dipersatukan dengan Baptis maka kita menjadi manusia baru atau adam baru sebab adam lama sudah jatuh kedalam dosa. Kristus memiliki buah natur yaitu ilahi dan manusia, maka didalam Kristus mempunyai kehendak baik.
Keselamatan kita itu harus benar-benar kita kerjakan dengan mengambil bagian dari kemanusia Kristus dan jiwa dan roh kita harus kudus untuk serupa dengan Kristus. Dan kita benar-benar taat seperti Kristus telah taat sampai mati, kenapa mati? Yaitu mewujudkan ketaatan-Nya dan dengan ketaatan-Nya manusia mengalami keselamatan dengan Yesus mati diatas kayu salib, Dia turun kedalam hades setelah itu Dia membawa keluar roh-roh manusia dari hades tersebut dengan memperbaiki roh manusia dan kematian Kristus itu menjadi kemenangan dengan Dia bangkit lagi.
Personal and Obedience
Secara pribadi tidak cukup menjadi orang Kristen atau menjadi pengikut Yesus Kristus dan belajar teologi (Calon Pendeta) tetapi terus belajar tentang doktrin yang telah diajarkan oleh Kristus maupun ajaran Bapa-bapa gereja yang telah mereka wariskan untuk gereja. Dengan saya dan saudara belajar doktrin kita dapat membedakan ajaran yang benar dan tidak benar (Orthodoxy and Heterodoxy). Kristus telah mengajarkan doktrin atau kebenaran yang benar kepada kepada kita, maka dengan doktrin yang benar itu kita dapat menumbuhkan kerohanian kita dengan serupa dengan Kristus bukan serupa dengan dunia. Kristus datang kedunia ini untuk menebus kesalahan kita semua makanya Dia memakai kemanusiaan Maria untuk menjadi manusia. Jika kita tidak doktrin kenapa Yesus Kristus memakai kemanusiaan Maria maka kita seperti ajaran Heterodoxy. Dengan mengetahui dan mengenal ajaran yang lurus, yakni kita terus belajar doktrin atau kebenaran Kristus tanpa henti sampai akhir hidup kita . Amin