Kisah Sophia & Kidung Agung 1:11, (Ekesegesi PB)

Nama               : Dian Purmawati Waruwu

Semester          : V

Mata Kuliah    : Eksegesi PB

Dosen              : Hendi Wijaya

Tugas               : Ke-3

Martir Sophia & amp; Ketiga putrinya

Sophia dan ketiga putrinya, ini merupakan para martir kudus yang berarti orang yang mempertahankan imannya sampai mati dengan taat sampai di bunuh dan disiksa dan tidak menyangkal Kristus.  Sophia berasal dari kekuarga saleh di Italia pada masa pemerintahan Kaisar Hadria (117-138). Ibu mereka Sophia, membesarkan anak-anaknya dalam iman, pengharapan dan kasih, dan sekaligus menjadi nama-nama untuk ketiga putrinya. Cara tentang hidup mereka yang dikagumi telah diketahui oleh Kaisar, pada saat kaisar mendengar bahw mereka sedang berada di Roma, Kaisar segera mengutus prajurit-prajurit untuk menangkap mereka dan membawa kehadapannya. Melihat usia mereka yang masih amat muda, sang kaisar takjub betapa teguh iman anak-anak perempuan Sophia. Sang kaisar mengira mungkin karena mereka selalu bersama untuk saling mendukung maka dia pun menanyai mereka secara terpisah

            Yang pertama dipanggil oleh kaisar yaitu Pistis (iman), putri pertama St. Sophia yang berusia 18 tahun dibawa masuk terlebih dahulu. Dia dengan berani menolak sanjungan kaisar dan menghina perbuatan-perbuatan kaisar yang tanpa malu dan siasatnya yang sia-sia terhadap orang-orang Kristen. Jadi Kaisar pun mengamuk dan memerintahkan prajuritnya untuk melucuti Pistis dan dipukuli tanpa ampun dan buah dadanya dirobek, yang darinya mengalir susu bukan darah. Siksaan-siksaan ditanggungnya namun tanpa tersakiti sebab Pistis dilindungi oleh kuasa Allah dan akhirnya para prajurit itu memenggal kepala Pistis, Sophia menguatkannya dengan Kristus.

            Yang kedua Elpis (Pengharpan) yang baru berusia 10 tahun selanjutnya dibawa masuk dihadapan kaisar, karena dia mengakui Kristus dengan keteguhan yang sama seperti kakaknya, dia pun dipukuli dan dilemparikan kedalam perapian yang menyala-nyala namun api itu padam ketika menyentuhnya yang ada didalamnya kasih Allah menyala dengan nyala yang lebih kuat daripada api duniawi. Setelah disiksa berkali-kali, Elpis juga wafat oleh pedang dengan mengucapkan syukur kepada Allah.

            Yang ketiga yang bernama Agape juga dipanggil menghadap kepada sang kaisar yang telah gila oleh amukannya sendiri. Dia hanya berusia 9 tahun namun sama teguhnya dengan kedua kakaknya. Agape digantung di tiang sula dan dirantai begitu eratnya sampai tangan dan kakinya patah oleh rantai itu. Lalu dia dilemparkan kedalam perapian, yang darinya dilepas oleh malaikat dan akhirnya mati martir dengan dipenggal. St. Sophia bersukacita melihat anak-anak perempuannya dengan begitu mulia menjalani perjalanan mereka menuju tempat tinggal orang-orang benar namun di sisi lain sebagai seorang ibu, dia dipenuhi ratap tangis yang mendalam. St Sophia duduk didekat kuburan putri-putrinya selama tiga hari dan pada akhirnya dia pun menyerahkan jiwanya kepada Allah meskipun dia tidak menderita secara daging dan dia tidak kehilangan mahkota kematrian. Dan begitu juga dengan sebaliknya dia sangat menderita didalam hatinya. Orang percaya di situ  menguburkan jasadnya disampaing putri-putrinya.

            Ada satu pujian mengingat akan kematian Sophia dan ketiga anaknya, begini; para martir-Mu ya Tuhan pertandingan mereka dengan berani demi Engkau mereka mahkota yang mulia yang tanpa binasa, hidup dari-Mu. Mereka memiliki kuat kuasa-Mu,  dan mereka mengulingkan para penindas, dan sepenuhnya menghancurkan mengangkuhan setiap roh-roh jahat, Ya Kristus Allah melalui doa mereka,selamatkan jiwa kami sebab Engkau penuh rahmat. Sebab Pistis, Elpis dan Agape sungguh adalah carang-carang kudus Sophia yang terhormat yang menamai hikmat, oleh rahmat mereka telah menunjukkan hikmat Yunani sebagai kebodohan dan dalam pertandingan mereka telah nyata sebagi pemenang yang memenangkan upah karenanya mereka telah menerima suatu mahkota yang tidak akan pernah binasa dari Kristus Allah. Dan mereka dinamakan yang mereka mahkota akan kematian dan martir Sophia dan ketiga putrinya diperingati oleh Gereja setiap tanggal 17 September.

EMAS DAN PERAK

Kidung Agung 1:11

Teks Asli Ibrani ;

              תּוֹרֵ֤י זָהָב֙ נַעֲשֶׂה־לָּ֔ךְ עִ֖ם נְקֻדּ֥וֹת הַכָּֽסֶף׃

Teks Asli Yunani;

            ὁμοιώματα χρυσίου ποιήσομέν σοι μετὰ στιγμάτων τοῦ ἀργυρίου

Terjemahan Literal;

kami akan membuat bagimu figure emas yang tandai perak.

Syntactic Content

Kami akan membuat bagimu figure emas yang ditandai dengan perak

            Apa yang dimaksud dengan emas dan perak. Origen mengatakan bahwa teman-teman dari mempelai laki-laki, itu sekarang mempunyai tanda yaitu perhiasan tadi.  Kristus Yesus dibaptsi di sungai Yordan juga ditandai, dan sebelumnya di bahwa ada malaikat yang melayani Dia. Bahkan hukum taurat sendiri misalnya, Ibrani 2:2 jadi ada ditandai dengan malaikat-malaikat. Kami disini artinya tipology gereja (Galatia 3:19) perantaran malaikat-malaikat, waktu hukum taurat para rasul juga menulis mempelai peremuan yang masih kecil. Dan Origen mengatakan gereja itu sudah ada semejak dulu tetapi masih kecil (Galatia 4:1-2) itu menunjukan yang masih kecil, (Galatia 4:4) the word dianggap kecil tetapi pada waktu kegenapan akan datang mempelai laki-laki yang lahir pada seorang perempuan dibawah hukum taurat dan hukum taurat itu diperantara oleh malaikat. Gereja pada awal tidak jelas tetapi makin lama makin jelas. Mempelai laki-laki sudah ada sejak Pl tetapi kata origen masih kecil. Efesus 1:4 firman Allah akan diwujudkan manusia lalu gereja begitu dari sejarah atau menciptaan manusia Adam dan Hawa (Efesus 1:4). Ada firman Allah, ada penciptaan ibarat ada kepala mesti ada tubuh. Memang manusia ini pasangannya yaitu Kristus, (Efesus 2:20) dilayani para nabi, angeline (Efesus 5:25-26), menyucikannya dengan firman, Kristus telah mengasihi kita dan bagaimana kita mengasihi-Nya.

            Ibrani 2:14, Dia sama seperti mempelai perempuan. Kita lihat di Kidung Agung 1: 12a, mempelai laki-laki daam bentuk kecil sama seperti mempelai perempuan yang akan mewujudkan diri-Nya. Origen  mengartikan kata ditandai emas dan perak yaitu dilayani dengan kebenaran. Kuda itu mesti dikuduskan seperti kuda yang cantik, sehingga dipercantik dengan emas. Origen mengatakan pada mulanya gereja itu sudah ada, dan dilayani oleh para Nabi dan Malaikat. Menurut Nisa mengatakan ditandai dengan the likenesses (2 Kor 12:3-6), jadi ada kata-kata dari sorga yang tidak bisa dibicarakan serupa dengan emas. The likanesses of gold adalah sama seperti kita menerima sinar matahari, mempelai perempuan ditandai dengan sinar kemuliaan Allah, dan sinar  kemuliaan Allah adalah dalam wujud menjadi manusia yaitu Yesus Kristus, itu semua adalah hal-hal seperti emas yang bersinar.

Perak artinya tindakan atau kata-kata yang menengaskan (Amsal 10:20), lidah orang benar seperti perak dalam api. Perak itu menengaskan kita (spiritual meaning), pada akhirnya mempelai perempuan dan kita menerima cahaya dari emas itu sebab kita adalah the likenesses of gold maka kita bersinar. Maka Yesus mengatakan kamu adalah terang dunia dan terang itu berasal dari mana? Tentu dari matahari, kita baca (Matius 6:22-23), menjelaskan kepada kita bahwa mata kita adalah terang bagi tubuh kita. jika berbicara tentang terang emas berarti berbicara tentang intelek dan iman. Sebab mata kita adalah pelita untuk tubuh  yang menerangi tubuh kita, jika pelita padam maka gelap mata dan tubuh sebab mata adalah pusat pusat untuk melihat yang terang dan gelap. Maksud Tuhan tentang mata dan terang adalah tentang kerohanian orang percaya, setiap manusa memiliki pelita dan mata rohani. Apakah setiap kita telah memelihara pelita bagi tubuh kita? Pelita seseorang terbukti jika pelitanya masih nyala atau tidak, sebab dalam Matius mengatakan jika matamu baik, terang seluruh tubuhmu artinya jika hati kita baik maka perbuatan sehari-hari  akan terpancar, hati adalah tempat tinggalnya Kristus. Jadi semua yang bersifat duniawi, kita akan lenyapkan karena kita telah menerima terangnya Kristus untuk menerangi kegelapan. Seperti Murid-murid Yesus melihat sinar dari tubuh Kristus. Mata maksudnya mata dari jiwa atau nous. Mata yang pertama menerima pancar yang disebut terang dari masuk kedalam tubuh setelah itu baru perpancar dari tubuh kita, sama halnya tentang Kristus yang ada dalam hati kita. seperti lampu, kita bisa melihat sesuatu karena ada terang dan jika tidak ada lampu akan yang ada kegelapan atau tidak bisa melihat siapa-siapa. Lampu kenapa bisa ada karena ada energy listrik, dan terang itu nampak karena ada pancarannya. Begitu Kristus datang kedunia dan terang itu terpancar kemana-mana dan baru kita tahu kebenaran.

Allah adalah terang karena dari diri-Nya ada energy yang terpancar dan manusia bisa melihat dengan mata karena ada pancar-Nya. Sama seperti spirtual yaitu mata bisa melihat karena ada pancaran yang menerangi seluruh tubuh. Dan apa yang menyerupai emas itu karena ada terang. Iman adalah yang membuka jalan supaya sinar itu masuk, dengan sinar itu masuk maka dia menguasi tubuh kita.

Apliasi

Dalam cerita diatas kita mengingatakan iman kita seperti anak kecil atau ketiga putri Sophia walau anaknya kecil tetapi mereka mempunya iman yang kuat dan kokoh yang tak pernah tergoyahkan. Walaupun ada yang mengancam mereka untuk percaya kepada allah yang lain tetapi mereka mempertahankan Allah yang mereka percayai. Dengan mempertahankan Allah mereka, mereka rela mengalami penderitaan dan kematian yang tak selayaknya tetapi dibalik matian mereka, mereka mempunya mahkota yang mulia yang diberikan Kristus. Sebab pengikut Kristus harus  mengalami penderitaan sampai akhir hidup, dan kematian itu adalah awal menuju Kristus, jadi akhir hidup kita itu sangat penting, pertanyaannya dalam diri kita apakah kita tetap setia sampai akhir hidup atau tidak? seperti cerita ketiga putri Sophia. Kita adalah orang yang percaya, marilah kita hidup dengan keberanian, kekudusan, kekuatan sampai akhir hidup kita. seperti emas dan perak yaitu tentang kebenaran Kristus yang telah Dia pancar dalam kehidupan kita sehari-hari. emas dan erak itu bersinar seperti sinar kemuliaan Allah, dan sinar  kemuliaan Allah adalah dalam wujud menjadi manusia yaitu Yesus Kristus. Jadi Tuhan sudah memberikan terang untuk untuk melihat yang gelap, dengan terang-Nya Kristus yakni hidup kita seperti yang Dia kehendaki, taat, kudus, berdoa, berpuasa dan berjaga-jaga sampai akhir hidup.

Leave a comment