PAKAIAN PESTA (Orthodoxy dan Heterodoxy).

Nama               : Dian Purmawati Waruwu

Semester          : V

Mata Kuliah    : Orthodoxy dan Heterodoxy

Dosen              : Hendi Wijaya

Tugas               : ke-2

PAKAIAN PESTA

MATIUS 22:1-14

Level 1

1. Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Spiritual menaing adalah kerjaan sorga.

2. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu,

3. tetapi orang-orang itu tidak mau datang.

4. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain

5. pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.

6 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,

7. Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.

8. Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.

9. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.

10. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.

11. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta

12. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.

13. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

14. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Level 2

Yesus Kristus dan gereja-Nya

Di dalam Kitab (Matius 22:1-14) Ini adalah perumpamaan, alegoris adalah ada sesuatu yang mau disampaikan. Dibalik cerita selalu ada spiritual meaning. Apa roh dari Kitab Suci yaitu Kristus sendiri dan apa jiwa yaitu untuk membaca kita kedalam keselamatan.

Seorang raja mengadakan perjamuan pernikahan atau perkawinan untuk putranya, dia mengirim undangan satu kali untuk mereka yang diundang datang, mengirim dua kali, tetapi karena kepedulian pada hal-hal duniawi mereka tidak datang — satu sibuk di rumah, yang lain dengan bisnisnya. Undangan baru dibuat untuk orang lain, bukan untuk mereka, dan akhirnya ruang perkawinan dipenuhi dengan para tamu.

Dibalik cerita ada diatas adalah ada spiritul meaningnya yaitu perjamuan kawin adalah Kerajaan Surga, undangannya adalah pemberitaan Injil, yang menolak adalah mereka yang tidak percaya sama sekali, dan yang tidak berpakaian pesta adalah orang percaya tetapi tidak hidup menurut iman. Masing-masing kita harus mencari tahu sendiri yang mana kategori kita. Apakah kita orang percaya namun sama sekali tidak berpakain pesta. Misalnya daalm kehidupan kita sehati-hari jika kita diundang dalam pesta pernikahan tentu kita memakai pakaian pesta atau baju yang baru dan baju yang lama kita meleaskan. Sebab pakaian lama tidak berguna karena sudah kotor, bau, kusut dan lain sebagainya. baju pesta yang kita pake adalah tentu kita jaga atau rawat agar tidak kotor, begitu pula dalam kerohania orang percaya tentu kita memakai pakaian Kristus sebab Kristus telah memberi kepada kita pakaian-Nya. Dengan kita memakai pakaian Kristus yakni manusia lama kita, kita tinggalkan dengan menjadi manusia baru, memurnikan jiwa dan mengerjakan keselamatan.

Ini semua dianggap orang-orang Kristen, meskipun mereka sama sekali tidak memiliki. Pakaian pesta adalah spiritual meaning adalah iman dan perbuatan. Pakaian lama harus diganti dengan pakaian baru yaitu pakaian Kristus, Galatia 2:20, 3: 27. Dibaptis dalam kristus berarti menyatu dengan kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus (Roma 6:3-5) yaitu daging dan darah-Nya yang dicurahkan untuk kita. dan mengenakan Kristus ini berarti mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk menjadi serupa dengan Kristus (Kolose 3:10’ Efesus 4:24; Roma 8:29; 1 Yohanes 3:2). Jadi, berpakaian pesta ini berarti kita mengenakan pakaian Kristus yaitu memakai kemanusiaan yang baru yang baru dan kemanusia baru atau didalam diri kita sehingga kita mengenakan kemanusiaan yang baru dan kemanusiaan baru atau pakaian baru ini adalah perlengkapan senjata terang untuk memurnikan jiwa dan tubuh kita (manusia) dihadapan Allah (Roma 13:14; 1 Tes 5:23) sehingga hidup kita menghasilkan buah roh dan ditambah dengan latihan jiwani dan badani.                                                                                        

Pakaian Kristus adalah pakaian yang cantik, dan pakian cantik ini diibaratkan seperti kita meneladani Kristus, mulut yang jujur, tubuh yang kudus, hati yang murni, pikiran yang tidak duniawi, bernyanyi mazmur dengan ratapan karena dosa, hidup dalam keheningan dan selalu berpengharapan kepada Tuhan. Pakaian pesta kita adalah pakian Kristus “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Gal 2:20 TB). Pakaian Kristus dimana daging dan darah-Nya yang dicurahkan untuk mengundang kita masuk ke dalam pesta perkawinan. “Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus” (Gal 3:27 TB). Dibaptis dalam Kristus berarti menyatu dengan kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus (Rom 6:3-5) yaitu daging dan darah-Nya yang dicurahkan untuk kita. Dan mengenakan Kristus ini berarti mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbarui untuk menjadi serupa dengan Kristus (Kol 3:10; Efe 4:24; Rom 8:29; 1 Yoh 3:2). Jadi berpakaian pesta ini berarti kita mengenakan pakaian Kristus yaitu memakai kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus di dalam diri kita sehingga kita mengenakan kemanusiaan yang baru dan kemanusiaan baru atau pakaian baru ini adalah perlengkapan senjata terang untuk memurnikan jiwa dan tubuh kita (manusia) di hadapan Allah (Rom 13:14; 1 Tes 5:23) sehingga hidup kita menghasilkan buah Roh.

Buah Roh inilah hasil dari benih iman yang hidup yang ditanam (benih itu mengalami kematian (Yoh 12:24) dalam wujud pertobatan yaitu mematikan daging atau nafsu) dan bertumbuh serta berbuah. Buah inilah hasil dari anugerah dan iman yang hidup. Anugerah adalah menempel di dalam Kristus (Yoh 15:5). Iman yang hidup adalah iman yang disertai perbuatan-perbuatan itu (Yak 2:17). Perbuatan-perbuatan itulah yang dibangun dengan landasan iman seperti yang ditulis Rasul Petrus bahwa iman disertai dengan kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kebaikan kepada saudara-saudara, dan kasih (2 Pet 1:5-7). Jadi, buah Roh itu adalah hasil dari mematikan daging (matinya benih dalam wujud pertobatan-pertobatan) dan pertumbuhan iman dalam wujud perbuatan-perbuatan baik.

Aplikasi

                Jadi pakaian Kristus sama dengan pakaian kita, berpakaian pesta ini berarti kita mengenakan pakaian Kristus yaitu memakai kemanusiaan yang baru atau menjadi kemanusia baru dengan meninggalkan manusia lama atau pakaian lama dengan menangagalkan manusia lama, sekarang Kristus telah memberikan undangan kepada kita untuk datang kepesta. Waktu kita menerima surat undangan dari Kristus yakni kita dibaptis dan menerima Roh Kudus memulai kehidupan baru yang dinyatakan dalam kasih melalui karya kasih. Seseorang tidak diselamatkan oleh iman saja tetapi dengan Iman kita harus disertai perbuatan-perbuatan seperti kasih dan ini adalah perjalanan kita selanjutnya setelah kita dibaptis dan dilahirkan baru. Iman dan perbuatan-perbuatan ini harus terus kita kerjakan dalam wujud pertobatan untuk pengudusan hidup dan perbuatan baik sebagai buah Roh Kudus.

Leave a comment