
Nama : Dian Purmawati Waruwu
Semester : IV (Lima)
Mata Kuliah : Eksegesi PB
Dosen : Hendi Wijaya
Tugas : Ke-1
11 September 2020
Obedience
Belajar Empat Makna Kitab Suci
Keselamatan adalah sama dengan rupa Kristus. Dan apa arti alegori atau tipologi yaitu seperti Kristus mengajarkan perumpamaan dalam kitab (Matius 7:24-27), supaya orang-orang mudah mengerti apa yang Dia maksud.
Level 1
Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
Apa maksud mendirikan rumah yaitu membangun sesuatu secara allegory ada sesuatu yang dia bangun. Artinya dia membangun hidup. Batu artinya fondasi, jadi dalam kehidupan perlu di bangun atas dasar fondasi. Dalam alegory batu di artikan yaitu Kristus. Membangun kehidupan kita (1 korintus 3:12), berarti fondasi adalah kristus. Itulah spritual meaningnya. Membangun rumah berarti membangun hidupnya dengan berkarya. Dengan berkarya berarti ada hasilnya. Membangun rumah berarti berkarya.
Bencana adalah bisa dikategori yaitu ujian. Dan ujian itu bisa sekarang dan kedepan
Alegori orang bijaksana adalah orang yang mendengar perkataan dan melakukannya, orang bodoh mendengar tetapi tidak melakukannya. Membangun rumah berarti membangun rumah kita.
Fondasinya adalah sama dengan Kristus. allegory rumah itu adalah bisa perak kayu dan emas 1 kor 3:12. Lalu kita lihat lagi bahwa datang hujan badai itu berarti hari Krisis artinya hari penghakiman. Itulah spiritual meaningnya. Kalau datang banjir di atas babtu dan rumah tidak roboh berarti dia lolos di hari Tuhan, atau hari ujian, kalau roboh berarti dia tidak lulus di hari Tuhan. Jadi kalau kita membangun rumah yakni selalu datang badai yang selalu melandang rumah yang kita dirikan. Disaat rumah kita bangun, bagai tidak pernah lihat orang yamg membuat orang miskin atau kaya, percaya percaya atau bukan. Jadi setiap orang percaya dan non-percaya selalu ada ujian bagi diri kita sendiri, kita tidak thu kapan ujian datang dari Tuhan tetapi kita perlu mempersiapkan diri dengan iman dan melakukan kehendak Tuhan seperti orang bijak yang mendengar perkataan Tuhan, dia mendengar dan melakukan. Jangan sampai kita menjadi orang bodoh yang mendengar tetapi tidak melakukan maka jika ada badai rumah yang dia dirikan akan hancur dan roboh.
Jadi dari level satu ini, marilah kita memeriksa fondasai yang ada dalam hati kita, apakah kita sudah melakukan perkataan Kristus yang dia inginkan untuk kita lakukan? Dan jangan sampai kita menjadi orang bodoh yang mendirikan rumah di atas pasir. Sebab badai kita tidak tahu kapan datang, begitu pula dalam kerohanian kita, imam keselamatan perlu kita kerjakan sebba kita tidak tahu kapan datang hari penghakiman dari kristus. Namun sebelum itu, setiap diri kita, marilah kita mendirikan kepercayaan dengan Kristus, bersandar kepada Kristus, melakukan perkataan Kristus sebab Kristus adalah jalan keselamatan bagi diri kita sendiri.
Level 2
- Batu bergunan untuk fondasi rumah
- Pasir adalah fondasi rumah
Berarti fondasi adalah bangunan hidup kita sama dengan batu Kristus.Fondasi orang percaya adalah fondasi kristus, berarti fondasi batu sama dengan fondasi kristus. Berarti fondasi hidup kita adalah Kristus. Dengan fondasi Kristus maka yang kita lakukan yaitu mendengar dan melakukan perkataan kristus. Fondasi pasir/diluar kristus adalah mendengar tetapi tidak melakukannya.
Sama seperti orang percaya, dia tahu kalau Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Tetapi dengan dia mau mengerjakan keselamatan ttetapi melakukan perkataan Yesus Kristus Cuma hanya tahu saja. Apakah itu yang di inginkan Kristus dalam kehidupan orang percaya? tentu tidak, yang Tuhan inginkan adalah setiap orang percaya, membangun imannya dengan dasar fondasi Kristus bukan dondasi diluar Kristus. Sebab di luar fondasi Kristus tidak ada keselamatan.
Kalau fondasi kita Kristus berarti;
1. mengenal yaitu pribadi Kristus
2. melakukan berarti berbicara ketaatan kita/obedience
Kekuatan bangunan sangat ditentukan oleh kualitas fondasinya, sama seperti kekuatan sebuah pohon sangat ditentukan oleh kekuatan akarnya. Mengapa? Fondasi menentukan tingginya sebuah bangunan. Jika fondasinya biasa-biasa saja tidak akan mampu menopang bangunan yang tinggi diatasnya. Semakin tinggi bangunan gedung semakin dalam dan semakin kokoh pula fondasi yang harus ditanam. Fondasi juga menentukan daya tahan sebuah bangunan. Semakin kuat fondasi sebuah bangunan semakin kokoh pula bangunan tersebut dan tidak mudah roboh ketika ada guncangan.
Mengenal Dia berarti banyak proses tetapi harus masuk kedalam hati, nous, menjadi keinginan, menjadi keinginan menjadi perbuatan sama denga1n buah roh yang menguasai hidup kita. orang yang mendiri rumah di atas batu berarti batu itu adalah Kristus. Jika kristus sebagai fondasi yakni melakukan perkataan Kristus.
Melakukan perkataan Kristus maka akan mendatang buah roh yang menjadi serupa dengan kristus. Itulah keuntungan kita memiliki fondasi kristus. Dari keuntungan yang kita miliki selalu ada ujian dari Kristus seperti rumah yang dibangun diatas batu selalu ada ujian. Maksud dari orang bijaksanaan berarti spiritual meaningnya adalah dia adalah orang yang bisa bertahan, dan siap untuk menghadapi badai.
Level 3
Turun kedalam anggota tubuh. Artinya perkataan atau firman-Nya turun kedalam pikiran dan hati, dengan melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Didalam anggota manusia terdapat nous dan hati. Hati sangat perlu untuk dijaga sebab hati adalah tempat Kristus untuk tinggal. Di hati manusia terdapat 3 kemampuan yang dirancang Allah yaitu untuk mengenal Allah dengan NOUS; mengasihi dan rindu pada Allah dengan Hati itu sendiri; dan memilih secara bebas untuk mengikuti Allah dengan Kehendak atau Kemauan. Nous adalah untuk memiliki pengetahuan akan Allah. Tujuan perasaan-batin adalah untuk merindukan dan mengasihi Allah, dan tujuan kehendak adalah kemauan untuk melakukan apa yang diperintahkan Allah. Jadi anggota tubuh sangat perlu dijaga, sebab di anggota tubuh adalah tempat diaman kristus untuk tinggal.
Level 4
Lolos dari ujian Tuhan.
Yang harus kita kerjakan supaya taat sampai hari penghakiman dalam mengikut Kristus. Kristus telah mengalahkan dosa apa pun di dunia maka kekuatan itu juga telah ada di dalam diri kita sekarang. Jadi, kita pun bisa hidup seperti Kristus hidup karena Dia ada di dalam kita (1 Yoh 2:6). Kekuatan apa yang harus kita pakai atau keluarkan sehingga kita bisa taat sampai mati dan mencapai kesempurnaan seperti Kristus.
Jadi, Spiritual meaningnya adalah Krsitus. Sebab Kristus adalah jalan dan kesalamatan dan yang memberikan kehidupan bagi orang percaya. Dengan jalan keselamatan perlu kita lolos dari ujian yang diberikan Tuhan. Sebelumnya ada ujian pada hari penghakiman maka setiap yang mendengar perkataan yakni melakukannya, seperti orang yang mendirikan rumahnya diatas batu. Walaupun ada badai rumahnya tetap kuat, sebab fondasinya kuat. Seperti itulah kehidupan orang percaya, Tuhan telah memberikan kehidupan kepada kita semuanya tanpa terkecuali, tetapi pertanyaannya dalam diri kita sendiri “apakah kita sudah mengerjakan keselamatan kita?”. jadi sebelum adanya hari penghakiman dari Tuhan, marilah kita mengerjakan keselamatan dengan serupa dan segambar dengan Kristus. Memiliki fondasi yang kuat didalam setiap hati kita, sebab walaupaun ada godaan-godaan duniawi atau kedagingan kita bisa lewati karena kita sudah memiliki Kristus didalam hati kita.
Ketika Tuhan Yesus Kristus mengajar kepada orang banyak di bukit, Dia mengajarkan pentingnya menjadikan firman Tuhan sebagai fondasi kehidupan (Matius 7:25-26). Ketika seseorang mendasari hidupnya di atas fondasi firman, maka masalah atau tantangan sebesar apapun tidak akan merobohkan orang tersebut. Sebaliknya, jika seseorang mendasari hidupnya di atas fondasi yang bersifat fana, seperti kepandaian, kekayaan, jabatan, dan lain sebagainya, maka meskipun dari luar hidupnya kelihatan seperti bangunan yang megah dan kokoh, tetapi ketika ada goncangan datang maka hidupnya mudah goyah bahkan roboh. Fondasi iman dibentuk dari ketaatan kita melakukan firman Tuhan. Satu ketaatan kita melakukan kehendak Tuhan, seperti satu buah batu yang membangun fondasi hidup kita menjadi kokoh di dalam Tuhan. Ketaatan demi ketaatan yang kita lakukan terhadap kehendak Tuhan akan memperkokoh fondasi iman kita, sehingga hidup kita menjadi semakin kuat, dan tidak tergoyahkan