Tugas Akhir Studi PB, 2 KORINTUS 3:1-3

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Surat Paulus Yang Kedua Kepada Jemaat di Korintus  ditulis pada masa yang sulit dalam hubungan Paulus dengan jemaat. Ada anggota-anggota dari jemaat itu yang rupanya telah menyerang Paulus dengan keras, tetapi Paulus menunjukkan bahwa ia ingin sekali berbaik. Ia memperlihatkan kegembiraannya ketika hal itu terjadi.  Dalam bagian pertama suratnya ini Paulus menguraikan tentang hubungannya dengan jemaat di Korintus. Ia menjelaskan di situ mengapa ia mengecam dengan keras perlawanan dan celaan terhadap dirinya yang dilakukan oleh jemaat itu. Setelah mengemukakan hal itu, ia selanjutnya menyatakan kegembiraannya bahwa kecamannya yang keras itu sudah menghasilkan pertobatan dan kerukunan. Kemudian ia mengajak supaya jemaat itu mengumpulkan sumbangan untuk menolong orang-orang Kristen yang hidup berkekurangan di Yudea. Pada pasal-pasal terakhir Paulus mengemukakan pembelaan dirinya mengenai kedudukannya sebagai rasul terhadap beberapa orang di Korintus yang menganggap diri sendiri rasul sejati, dan menuduh Paulus sebagai rasul palsu. 

METODE PENELITIAN

            Metode penelitian yang digunakan dalam menganalisis 2 Korintus 3:1-3 yang ditulis oleh rasul Paulus sendiri adalah metode analisa/eksegesis dan commentary dari church Father, interaksi dengan teks-teks lain dan buku pendukung lainnya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Syntantic Form:

Terjemahan Literal:

  1. Apakah kami sedang memulai memerintahkan untuk memuji diri kami sendiri? Atau apakah kami perlu seperti yang lainnya, surat pujian untuk kamu atau surat pujian dari kamu
  2. Kamu sendiri adalah surat rekomendasi kami yang tertulis di hati kamu untuk diketahui dan dibaca oleh semua orang;
  3. Jelas kamu adalah surat Kristus, yang kami layani, ditulis bukan dengan tinta, tetapi oleh Roh Allah yang sudah hidup, bukan pada loh batu, tetapi pada loh daging yaitu hati.

Point-point Syntac:

1. Apakah kami sedang memulai memerintahkan untuk memuji diri kami sendiri? Atau apakah kami perlu seperti yang lainnya, surat pujian untuk kamu atau surat pujian dari kamu

2. Kamu sendiri adalah surat rekomendasi kami yang tertulis di hati kamu untuk diketahui dan dibaca oleh semua orang; Jelas kamu adalah surat Kristus, yang kami layani, ditulis bukan dengan tinta, tetapi oleh Roh Allah yang sudah hidup, bukan pad loh batu, tetapi pada loh daging yaitu hati.

Semantic Content/Theoria:

1. Apakah kami sedang memulai memerintahkan untuk memuji diri kami sendiri? Atau apakah kami perlu seperti yang lainnya, surat pujian untuk kamu atau surat pujian dari kamu

Dalam konteks ini Paulus sedang berbicara kepada jemaat di Korintus tentang sebuah pernyataan mengenai siapakah surat Kristus yang dapat di baca oleh semua orang? Apakah Paulus atau jemaat di Korintus. Maksud Paulus dalam teks ini ialah bahwa Paulus tidak ingin orang-orang menganggap perkataannya itu sebagai pujian atas dirinya sendiri. Ia tidak memerlukan surat pujian dari siapapun.[1] Cornelius a Lapide menuliskan Paulus menegaskan bahwa dia tidak mencari atau membutuhkan pujian manusia, seperti yang dicari oleh rasul palsu Yudais.[2] Paulus juga melakukan segala pekerjaan Tuhan bukan dengan kekuatan sendiri melainkan karena Allah. Seperti yang dikatakan Brill bahwa kesanggupan Paulus dalam melakukan pekerjaan bukan berasal dari dirinya sendiri, melainkan dari Allah yang telah menolong dia dalam pemberitaan Injil.[3] Jemaat di Korintus yang sudah diselamatkan dari Injil Kristus adalah surat Kristus yang tersirat, sehingga dapat di baca oleh semua orang.

Paulus secara tidak langsung bertanya, perlukah saya mendapat surat pujian dari kamu? (lihat ayat 1).[4] Perlu dicatat bahwa kemuliaan (doxe) Paulus bukanlah kesombongan. Hal itu lebih merupakan hasil dari jiwa yang terang. Paulus sungguh bangga karena ia telah melihat banyak orang berdosa berpaling kepada Yesus.[5] Penyebab dari kebanggaan rasul Paulus disini karena jemaat Korintus diselamatkan oleh Injil Allah dan termasuk membawa dampak besar bagi jemaat di Korintus. Surat yang dapat di baca oleh orang lain yang dimaksud oleh Paulus adalah tindakan-tindakan jemaat Korintus yang bijaksana terhadap respon Injil Allah yang mereka dengar, sehingga menghasilkan sifat pribadi Allah yang murni sebagai bukti dari karya iman mereka kepada Kristus. Keselamatan orang-orang di Korintus menjadi kesaksian Paulus di hadapan Allah bahwa ia sanggup melakukan pekerjaan itu dan berkenan kepada Tuhan.[6] Jadi, keberhasilan Paulus dalam hal ini tidak didasarkan pada pujian orang lain, melainkan karena kuasa Injil Allah yang bekerja. Sehingga tidak lagi terjerumus Paulus dalam kemegahan itu, tetapi ia bermegah karena Injil Kristus.

Rasul atau pemberita Injil tidak perlu merasa diri lebih berkuasa dari pada kuasa Kristus, sebab kemegahan tidak menentukan seseorang untuk di selamatkan, namun yang menentukan seseorang untuk diselamatkan ialah dengan kuasa penyertaan Ilahi. Seperti yang dikatakan Paulus sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan (2 Kor 10:18). Oleh karena itu, seorang pemberita Injil atau rasul tidak perlu sombong apa dikerjakan oleh tangan, tetapi dengan rendah hati ketika mengerjakan segala sesuatu. Paulus menuliskanmemang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka! (2 Kor 10:12).

Jadi, penulis menyimpulkan dari hasil pernyataan rasul Paulus tentang siapakah surat Kristus yang tersirat itu? Bahwa jemaat Korintus yang sudah di selamatkan oleh Injil Kristus itu, bukan dari hasil usaha rasul Paulus, melainkan karena kuasa Allah yang bekerja di dalam diri Paulus. Surat yang dapat dibaca oleh orang lain ialah mereka yang sudah mengalami pembaharuan di dalam Kristus dalam pengertian yang mengenakan pakaian Kristus, sehingga menjadi anak-anak Allah. Mengenakan pakaian Kristus disini artinya tidak lagi serupa dengan dunia (Rom 12:1-2). Mengenakan pakaian Kristus berarti menjadi manusia baru dan menjadi anak-anak Allah, sehingga dapat di baca oleh orang lain. Lukas menuliskan sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri tidak memetik buah anggur (Lukas 6: 44). Jadi, surat yang dapat di baca oleh orang lain akan dikenal dari buah-buah perbuatan atau sikapnya, dan orang yang tidak baik, pasti tidak menghasilkan buah-buah yang baik. Intinya ialah mejadi surat Kristus yang dapat di baca oleh orang lain hanya dengan kerendahan hati, sama seperti Kristus menyosongkan dirinya sebagai hamba dan taat sampai mati dikayu salib (Filipi 2:7-8).

2. Kamu sendiri adalah surat rekomendasi kami yang tertulis di hati kamu untuk diketahui dan dibaca oleh semua orang; Jelas kamu adalah surat Kristus, yang kami layani, ditulis bukan dengan tinta, tetapi oleh Roh Allah yang sudah hidup, bukan pada loh batu, tetapi pada loh daging yaitu hati.

            Orang-orang (Jemaat) di Korintus yang sudah diselamatkan lewat kehidupan Paulus merupakan kesaksian yang baik dari pada surat pujian. Paulus berkata pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia (Roma 1:8). Kamu adalah surat pujian kami artinya surat itu tertulis dalam hati Paulus dan ia tidak memerlukan surat pujian yang lain melainkan apa yang sudah tersurat dari hati Paulus kepada jemaatnya di Korintus. Keselamatan orang-orang di kota Korintus adalah pekerjaan Roh Kudus melalui usaha Rasul Paulus dan surat itu dapat di baca oleh semua orang. Paulus dengan menyakini bahwa segala sesuatu yang dia kerjakan adalah hasil karya Roh Kudus di dalam dirinya yang sudah dimeteraikan. Seseorang mungkin menuliskan sesuatu dengan pena dan tinta, tetapi pribadi Roh Kudus yang dapat menulis di dalam hati manusia. Jadi, Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Timotus 3:16). Yang ditulis Roh kudus bukanlah hal yang diluar, melainkan hal yang di dalam hati.

            Hukum tertulis mematikan karena hukum Taurat mendatangkan kesadaran akan dosa dan hukuman. Hukum Taurat menyatakan dosa, tetapi tidak memberi kuasa untuk menaati hukum taurat.[7] Hukum Taurat ditulis pada loh-loh batu, Injil pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati. Hukum taurat memaksa orang dalam melakukan hal-hal moralitas yang baik sedangkan kasih karunia Allah menjadikan manusia menjadi lebih baik. Pelayanan hukum Taurat tidak tetap, tetapi Injil itu kekal.[8] Perjanjian Lama mula-mula ditulis pada loh-loh batu, kemudian ditulis dengan tinta diatas kertas kulit. Yang memerintah manusia dalam Perjanjian Baru ditulis oleh Roh Allah pada manusia. [9] Jadi, apa yang dikatakan oleh rasul Paulus merupakan bagian kebenaran Allah yang sejati bukan berdasarkan daging saja, melainkan karena kasih karunia Allah. Kesimpulannya ialah hukum Taurat tidak berkuasa untuk melahirkan kembali, hukum Taurat hanya menghukum, tetapi Injil menyatakan tentang rahmat Allah dan kasih karunia Allah, dan menyelamatkan manusia karena kematian Kristus.[10] Karena itu manusia tidak lagi mematuhi aturan hukum Taurat, sebab hukum Taurat telah digenapi dimasa PB yaitu lewat kematian Kristus di atas kayu salib.

KESIMPULAN

            Surat Kristus yang dibaca oleh orang lain ialah orang percaya yang sudah diselamatkan dari dosa, sehingga tindakan-tindakan mereka adalah tindakan-tindakan Kristus. Perbuatan dan sikap yang baik dari hasil orang yang sudah di selamatkan, tidak lagi mereka hidup di dalam dirinya sendiri, melainkan Kristus yang hidup di dalam hati. Menjadi surat Kristus yang dapat di baca oleh orang lain adalah rela menjadi saksi Kristus sama seperti rasul Paulus yang sudah menjadi surat Kristus yang sudah di baca oleh orang lain. Krisostomus menuliskan Paulus menjadi saksi tidak hanya untuk cinta mereka tetapi juga untuk perbuatan baik mereka, karena dengan perilaku mereka, mereka dapat menunjukkan kepada semua orang nilai tinggi dari guru mereka. Apa yang akan dilakukan surat-surat untuk mendapatkan respek terhadap rasul, yang dicapai oleh jemaat Korintus melalui kehidupan dan perilaku mereka. Kebaikan para murid memuji guru lebih dari surat apa pun. Mereka adalah surat Kristus, yang memiliki hukum Allah tertulis dalam hati mereka. Tuhan menulis hukum itu, tetapi Paulus dan rekan-rekannya mempersiapkan mereka untuk menerima tulisan itu. Karena sama seperti Musa memukul batu dan meja, maka Paulus membentuk jiwa mereka.[11] Buah- buah dari kehidupan rasul paulus sebagai bukti saksi Kristus rela menderita, dianiaya, difitnah, dan akhir mengalami pertobatan dan mengenal Allah sebagai Tuhan dan Juruselamat manusia. Karena itu sebagai orang yang sudah diselamatkan dari dosa, maka hal ini tugas gereja atau orang percaya harus menjadi surat Kristus  yang dapat di baca oleh semua orang, sehingga orang lain dapat mengenal Allah dan menjadi pribadi yang utuh ketika Injil Allah diberitakan kapan dan dimana saja. Orang percaya tidak hanya diam ketika mendengarkan Injil itu, sebab Injil adalah kekuatan ilahi yang membangun kehidupan seseorang ke dalam jalan yang benar. jadi, sikap, perbuatan dan hati adalah seutuhnya kepada Tuhan dan menghidupkan Kristus terus menerus di dalam hati, sehingga kehidupan serupa dan segambar dengan Allah.


[1] J. Wesley Brill, Tafrsiran Surat Korintus 2 (Bandung: Yayasan Kalam Hidup,1993),43.

[2] Cornelius a Lapide, https://catenabible.com/2cor/3 (di akses 28 mei 2020).

[3] Ibid, hal 43.

[4] Ibid, hal 44.

[5] W. Stalnley Heath, Tafsiran 2 Korintus kedewasaan Iman ( Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2008),33.

[6] Ibid, hal 45.

[7] Ibid, hal 47.

[8] Ibid, hal 49.

[9] Russel P. Spittler, Pertama & Kedua Korintus (Malang: Gandum Mas 1988), 100.

[10] Ibid, hal 53.        

[11] Krisostomus, https://catenabible.com/2cor/3 (di akses 28 mei 2020).

DAFTAR PUSTAKA

Brill, J. Wesley Tafrsiran Surat Korintus 2 (Bandung: Yayasan Kalam Hidup,1993)

Heath, W. Stalnley, Tafsiran 2 Korintus kedewasaan Iman ( Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2008)

Spittler, Russel P, Pertama & Kedua Korintus (Malang: Gandum Mas 1988)

Krisostomus, https://catenabible.com/2cor/3 (di akses 28 mei 2020).

Lapide, Cornelius a, https://catenabible.com/2cor/3 (di akses 28 mei 2020).

Leave a comment