Tugas 5&6, Studi PB (Roma-Filipi)

Nama : Dian Purmawati Waruwu

Semester : IV (Empat)

Mata Kuliah : Studi PB (Roma-Filipi)

Dosen : Hendi Wijaya

Tugas : ke-5 & 6


Pembaharuan Manusia Baru


Pakaian Kristus dan Manusia Baru Setelah seseorang percaya atau beriman kepada Kristus dan dibaptis di dalam Kristus, ia mengenakan pakaian Kristus seperti yang dituliskan oleh Rasul Paulus kepada Gereja di Galatia, “Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus” (Gal 3:27 TB). Sejak memakai atau mengenakan pakaian Kristus, ia menjadi manusia baru (mengenakan manusia baru; ἐνδυσάμενοι τὸν νέον (Kol 3:10); ἐνδύσασθαι τὸν καινὸν ἄνθρωπον (Efe 4:24)) dan diperbarui terus menerus untuk menjadi segambar dengan Kristus atau ikon Kristus (ἀνακαινούμενον εἰς ἐπίγνωσιν κατ᾽ εἰκόνα τοῦ κτίσαντος αὐτόν· ). Jiwa kita mengalami pertumbuhan ke arah Kristus, “may grow up in all things into Him who is the head– Christ–” (Efe 4:15 NKJ). Dan tubuh pada saat Hari Kristus dinyatakan kelak akan dimuliakan dan mengenakan tubuh kemuliaan seperti tubuh Kristus, “who will transform our lowly body that it may be conformed to His glorious body, according to the working by which He is able even to subdue all things to Himself” (Fil 3:21 NKJ). Jadi, manusia baru ini akan sempurna pada saat Hari Kristus dinyatakan yaitu jiwa dan tubuh yang segambar dan serupa Kristus dan inilah artinya kita turut ambil bagian di dalam kodrat ilahi atau mengalami pengilahian (Theosis) seperti yang ditulis oleh Rasul Petrus, “…bahwa melalui ini Anda dapat mengambil bagian dalam kodrat ilahi …” (2 Pet 1:4 NKJ). Perbedaan antara Hearling dan Lestering 1. Hearling adalaih mendengar artinya tidak bertahan lama 2. Lestering adalah mendengar artinya masuk kedalam hati. Matius 7:24 artinya mendengarkan dan menurunkannya kedalam hati sama seperti benih yang ditaburkan. Ada yang dicuri oleh ibllis, masuk ketempat yang berbatu da nada yang ada juga masuk ketempat yang bagus dan mengalami pertumbuhan sehinga menghasilkan buah. Kerjakan personalnyanya, maka Allah akan memberikan pertumbuhan /mendapatkan kasih karunia dari Allah. Untuk apa kasih karunia itu? Yaitu supaya benih itu menjadi buah ketaatan. Dalam kehidupan kita shari-hari adalah apa yang kita lakukan Tuhan sudah tahu baik itu kejahatan dan kebaikan dalam hati kita, maka setaiap manusia yakni taat kepada Allah sehingga Allah mengasihi kita jika kita sunguh-sungguh mengasihi Dia. Obedience adalah taat. Galatia 5: 24 adalah dengan penyaliban kedagingan kita sehingga dosa tidak menguasai kehidupan kita. Apasih kedagingan kita? Mulut, mata, pikiran, hati dan lain-lainnya dari situlah timbuh dosa maka perlu kita jaga. Yang perlu di salibkan adalah baca dari kitab Galatia 5:19 menurut Bapa gereja perlu kita salibkan kedagingan kita Sabjeknya adalah οἱ δὲ τοῦ Χριστοῦ [Ἰησοῦ] (Gal. 5:24 BNT) mereka menjadi milik Kristus Yesus prediketnya yaituτὴν σάρκα ἐσταύρωσαν σὺν τοῖς παθήμασιν καὶ ταῖς ἐπιθυμίαις. (Gal. 5:24 BNT) artinya menyalibkan daging. Dari daging meuju kepada anggota2 tubuh yaitu mata punya keinginan, mulut, perut dan sebagainya yang bertantangan dengan Roh kudus sehingga perlu disalibkan Semantic content 1. Mereka yang menjadi milik Kristus dan menyalibkannya dagingnya nafsu tersebut dengan segala hawa nafsu. Galatia 6:14, Roma 7:5 anggota2 tubuh itu p unya hawa nafsu. Waktu kita hidu dalam hawa nafsu maka bersifat nafsu. Nafsu itu terbagi dua yaitu nafsu kedagingan dan nafsu Roh kudus Galatia 5:1. Jika kedaginagn daging yang muncul maka kita harus salibkan tetapi jika Roh yang muncul maka jangan di salibkan tetapi kita buahi. ἐπιθυμίαις ini berasal dari 3 yaitu flesh soul
and spirit . ini muncul dari spirit yang di salurkan oleh flesh dan soul. Flesh ini adalah hal-hal yang irrasional dan soul ini adalah hal2 yang rasional. Soul ini yang rasional yaitu: reason,emotion dan desire yang di gerakkan oleh Nous dan disalurkan oleh soul dan flesh. Soul menyalurkan reason dan desire dan emotion disalurkan oleh Flesh. Reason,emotion dan desire sebelum di salurkan oleh soul masih natural tetapi karena adanya iblis menjadi tidak natur lagi. Jika kita dibaptis maka kita menjadi milik Kristus ini menurut basil. Artinya kita di baptis dengaN air dan ikut di salibkan dalam baptisan itu. Kita harus menjadi manusia baru dulu Ini merupakan arti disalibkan yaitu mengenakan Kristus. Kita dahulu sudah mati spirit atau jauh dari Allah. Efesus 4:23 supaya kamu di baharui dari roh dan dari Nousmu. Artinya yg di perbaharui adalah roh atau spirit yang di salibkan untuk menjadi baru atau menjadi manusia baru dulu baru soul dan Flesh. Nous ,flesh dan soul kita akan menjadi baru dan di perbaharui terus menerus sehingga ketiganya mengalami pembaharuan secara terus menerus dan menjadi seikon dengan ikon Kristus Roma 8:29; Yoh.3:2. Orang percaya seperti orang hamil yang membentuk diri samapai siap di lahirkan. Ringkasnya pakaian Kristus atau manusia baru ini sedang mengalami pembaharuan sampai pad akhirnya menjadi segambar dan serupa dengan kristus. Reason,emotion dan desire kita harus mengalamai pendewasaan di dalam Kristus. Ini berbicara secara rohani bukan jasmani. Jiwa kita harus menjadi dewsa penuh bukan anak kecil atau bayi lagi. Tubuh kristus mengenakan tubuh kemuliaan seperti tubuh Kristus. Jadi manusia baru ini akan sempurna pada saat hari Kristus dinyatakan yaitu jiwa dan tubuh yang segambar dan serupa Kristus dan inilah artinya kita turut ambil bagian di dalam kodrat ilahi atau mengalami pengilahian (gods by energy)bukan gods by esensi karena kita tidak bisa menjadi ALLAH kita hanya bisa menjadi Kristus-kristus kecil saja.
Pembaharuan manusia baru Jika theosis menjadi tujuan akhir dari manusia baru ini maka proses menuju keselamatan. Selanjutnya, jika Theosis menjadi tujuan akhir dari manusia baru ini, maka proses menuju ke sana adalah proses diperbarui atau ἀνακαινούμενον (Kol 3:10) dalam bentuk pasif yang artinya Allah yang mengerjakan pembaruan tersebut (lihat Fil 2:13) namun kita diajak untuk bersinergi dengan-Nya seperti yang dituliskan oleh Rasul Paulus kepada Gereja di Korintus, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan,” (1 Kor 3:6 TB) dan “Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah” (1 Kor 3:9 TB, Θεοῦ γάρ ἐσμεν συνεργοί· θεοῦ γεώργιον, θεοῦ οἰκοδομή ἐστε (1 Cor. 3:9 BYZ). Kita adalah sunergoi Theou yakni bekerja sama atau sinergi dengan-Nya sehingga ada pertumbuhan untuk menjadi sempurna seperti Kristus (Theosis). Kesana adalah diperbaharui (bersifat pasif) yang artinya Allah YANG mengerjakan pembaharuan tersebut. Memang Allah yang melakukan pembahruan tetapi Allah mengajak kita bekerja sama atau sinergi dengannya (1 corintus3 :9)sehingga ada pertumbuhan untuk menjadi sempurna seperti Kristus. Proses pembaharuan di mulaidari dalam hati atau batin manusia sebab kata Yesus apa yang keluar dari seseorang itulah yang menajiskannya sebab dari dalam hati orang timbul segala pikiran jahat,percabulan,pencurian dan pembunuhan. Orang yg baik menghasilkan hal yg baik dari dalam hatinya begitu juga sebaliknya. Jadi pembaharuan di mulai dari hati sebab hari adalah gudang. Proses pembaruan ini pada intinya dimulai dari dalam atau dari hati atau batin manusia baru. Mengapa? Sebab kata Yesus, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan Jadi, pembaruan harus dikerjakan mulai dari dalam batin seseorang yaitu dari hatinya. Pembaruan apa yang harusnya terjadi di dalam hati? Rasul Paulus menuliskan kepada Gereja di Roma, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Rom 12:2 TB). Kata “budi” dalam bahasa aslinya adalah “Nous” dan lebih tepat diterjemahkan sebagai “mata hati” atau “mata tunggal” seperti yang diajarkan oleh Yesus, “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi, jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu” (Mat 6:22-23 TB). Kata “mata” ὀφθαλμός berbentuk tunggal dan ini bukan berbicara mata jasmaniah melainkan mata rohani atau mata batin yang cuma satu itu dan oleh Rasul Paulus sebut sebagai “Nous.” Jika kita sudah masuk kedalam gudang hati maka hal yang utama kita kerjakan adalah lihat Roma 12:2) berubah oleh pembaharuan budimu atau Nous/mata hati/mata tunggal seperti yanhg di ajarkan Yesus. Mata yang dimaksudadalah mata hati. Nous bisa dikatakan mata ketiga yg menentukan gelap terangnya hidup kita. Nous adalah pelita tubuh dan nous ini harus diperbaharui terus menerus. Flesh dibagi 2 yaitu anggota tubuh yang egois sedangkan soul berteman tetapi keduanya bersifat flesh.
Pembaharuan Nous atau mata batin Ia yang telah mengenakan pakaian Kristus atau manusia baru adalah ia yang terus menerus memperbarui nous di dalam hatinya sehingga ia juga mengenakan nous Kristus (1 Kor 2:16). Dan ini berarti cara dia menggunakan nous atau batinnya adalah dengan berpikir atau fronew seperti Kristus berpikir seperti yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada Gereja di Filipi, “Let this mind be in you which was also in Christ Jesus” (Fil 2:5 NKJ; Τοῦτο γὰρ φρονείσθω ἐν ὑμῖν ὃ καὶ ἐν χριστῷ Ἰησοῦ (BYZ)). Sehingga memperbarui manusia baru berarti memperbarui batin/hatinya yaitu memperbarui nous-nya supaya memiliki nous Kristus yang kemudian terwujud dengan pola pikir atau fronew seperti Kristus (Fil 2:5). Mata ini diarahkan kepada Kristus atau seperti yang Rasul Paulus tulis, “Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging, tetapi mereka yang hidup menurut Roh, hal-hal yang dari Roh ”(Rm. 8: 5 NKJ Jika kita mau mengenakan Nous Kristus maka yang kita lakukan adalah berpikir seperti yang di tulis oleh rasul PAULUS kepada gereja di filipi atau berpikir fronew, let this mind be in you
which was also in Christ Jesus (filipi 2:5). Sehingga memperbaharui batin adalah memperbahrui fronew seperti Kristus. Roma 8:5 fronew kepada Kristus sama dengan fronew kepada Roh yang di arahkan pada hal-hal Roh akan hidup bukan hal-hal dari daging. Jika kita arahkan kearah hal-hal dari daging maka kita akan mati. Cara berpikir manusia itu ada dua cabang bisa kea rah Roh dan bisa ke arah daging (roma 8:13). Filipi 3:19 fronew pada hal-hal daging mendatangkan pola pikir daging (fronema=mind set =kata benda). Fronema pnumatos berarti fronew pd hal2 yg di atas dimana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah bukan pada hal-hal di bumi atau dunia yang mendatangkan kebinasaan (Kol 3:1-2; Fil 3:19).
Fronema pneumatos dan fronema Sarkos
Fronema pneumatos yang ada di dalam batin atau pola kerja dari nous kita yang melihat Kristus adalah memikirkan hal-hal yang berasal dari Roh Kudus. Inilah artinya memiliki nous Kristus.
Fronema pneumatos ini dan oleh karya Roh Kudus ini pada akhirnya akan mematikan perbuatan-perbuatan daging kita seperti yang dituliskan oleh Rasul Paulus, “… by the Spirit you put to death the deeds of the body, you will live” (Rom 8:13 NKJ). Dan jika nous atau mata batin kita jahat (lihat Mat 6:22-23) maka akan memunculkan fronema sarkos dan mendatangkan perbuatan-perbuatan daging dan ini berarti kita hidup menurut daging atau sarkos itu dan kita akan mati (Rom 8:13). Nous yang jahat sama artinya hidup menurut daging dan mendatangkan pola pikir daging, fronema sarkos dan perbuatan-perbuatan daging. Sedangkan nous yang baik yang sama dengan nous Kristus sama artinya hidup menurut Roh Kudus dan mendatangkan pola pikir rohani fronema pneumatos dan perbuatan-perbuatan Roh atau yang oleh Rasul Paulus sebut “buah Roh” (Gal 5:22).
Logismoi Jahat dan Epithumia Sarkos Menurut Yesus, dari dalam hati (kardia) muncul pikiran-pikiran jahat, “dialogismoi kakoi” οἱ διαλογισμοὶ οἱ κακοὶ (Mar 7:21). Jadi, dari dalam nous dan fronew tadi bisa melenceng menghasilkan logismoi yang jahat. Fronema sarkos ini terwujud dalam bentuk yang namanya pikiran-pikiran jahat atau “logismoi kakoi.” Sebab itu kita harus mengerjakan pembaruan nous ini supaya nous dan fronew kita tidak menghasilkan logismoi yang jahat. Logismoi yang jahat ini merupakan benih (seeds) dari nafsu daging atau epithumia sarkos. Fronema sarkos menghasilkan logismoi jahat dan logismoi jahat menghasilkan nafsu daging seperti yang dituliskan oleh Rasul Paulus, Ἡ γὰρ σὰρξ ἐπιθυμεῖ, “sebab daging bernafsu” (Gal 5:17 BYZ). Dari fronema dan logismoi sekarang mengambil bentuk epithumia atau nafsu (desire). Dan jika
fronema dan logismoi ini dikuasai oleh daging atau sarkos maka menghasilkan nafsu daging atau
epithumia sarkos. Dan jika epithumia sarkos ini dibuahi maka akan melahirkan dosa (Yak 1:15) atau perbuatan-perbuatan daging, τὰ ἔργα τῆς σαρκός (Gal 5:19 BYZ). Rasul Yakobus menjelaskan, “Then, when desire has conceived, it gives birth to sin; and sin, when it is fullgrown, brings forth death” (Yak 1:15 NKJ; Εἶτα ἡ ἐπιθυμία συλλαβοῦσα τίκτει ἁμαρτίαν· ἡ δὲ ἁμαρτία ἀποτελεσθεῖσα ἀποκύει θάνατον (BYZ)). Pembuahan (conceive) atau sullambanw ibarat benih atau sel telur seorang perempuan yang dibuahi sehingga ia menjadi hamil dan melahirkan seorang anak. Demikianlah epithumia itu dibuahi dan melahirkan dosa dan jika dosa itu telah matang, ia mendatangkan kematian.
Pertempuran Batin Proses pembuahan di atas bisa kita gagalkan sebelum ia melahirkan dosa. Bagaimana caranya? Kembali lagi nous dan fronew kita berperan penting. Dan ini adalah peperangan batin atau pertempuran jiwa untuk melawan logismoi dan nafsu daging itu. Seperti yang dikatakan oleh Anthony Coniaris, “John Cassian menggunakan gambar medan perang untuk menggambarkan pikiran dan hati tempat iblis menyerang kita. St Gregorius dari Sinai menulis tentang berjuang untuk Kristus “di stadion” atau “arena pikiran” di mana iblis mencoba “untuk memaksa kita untuk mengorbankan pikiran kita kepada idola sensuousness.” Elias the Presbyter menulis dalam Philokalia, “Anda tidak akan bisa mengurangi gairah yang mengamuk di dalam diri Anda kecuali Anda pertama-tama meninggalkan tanah yang belum diberi makan, yaitu, pikiran.” PseudoMacarius menulis, “Seluruh upaya seorang pria harus digunakan pada pikirannya. Dia harus memotong sikat pikiran jahat yang menimpanya. ” Origen menulis, “Mata air dan sumber setiap dosa adalah pikiran jahat. Psikolog mengatakan bahwa nous adalah mahkota di atas tubuh manusia yang mengarahkan tindakan dan perilaku kita apakah kita bangun atau tidur; ia mengendalikan perasaan, kesadaran, emosi, kemauan, dan pikiran-pikiran juga. Demikianlah nous manusia pusat yang mengendalikan perilaku manusia. Karena itu, jika manusia dikalahkan di medan perang ini, itu adalah Iblis yang kemudian memiliki semua bakat dan kemampuan manusia. Bersamaan dengan ini, iblis, seperti yang kita kenal dengannya, adalah kekuatan mental dengan kekuatan yang luar biasa dan beragam. Namun, terlepas dari semua ini, dia masih tidak memiliki akses kepada kita kecuali melalui nous kita. Ini adalah fakta penting yang perlu diwaspadai oleh banyak dari kita — terutama mereka yang berjuang di ranah kebajikan, kebenaran, dan kesucian. Karena meskipun Iblis adalah kekuatan spiritual yang hebat, lingkup kegiatannya melawan manusia sangat terbatas. Jadi setiap manusia harus di salibkan segala dosa atau kedagingan sebab kegelapan telah menguasai kehidupan kita sehingga manusia tidak bisa mengerjakan keselamatan sebab sudah di ikat oleh dosa maka manusia menyalibkan kedagingan dan segala hawa nafsu/ pikiran jahat/logismoi sehingga kita bisa mengerjakan keselamatan dengan menuju kesempurnaan.
Logismoi Baik dan Epithumia Pneumatos Sebab itu, nous dan fronema pneumatos ini juga harus mendatangkan logismoi yang baik seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus kepada Gereja di Filipi, “Finally, brethren, whatever things are true, whatever things are noble, whatever things are just, whatever things are pure, whatever things are lovely, whatever things are of good report, if there is any virtue and if there is anything praiseworthy– meditate on these things” (Fil 4:8 NKJ). Kata “meditate” yang dipakai adalah λογίζομαι yang dalam bentuk nomina jamak adalah logismoi. Mereka adalah logismoi yang sudah sesuai dengan Roh Kudus (lihat Rom 8:5). Logismoi demikian berasal dari fronema
pneumatos karena telah hidup menurut Roh Kudus (lihat penjelasan di atas) seperti yang dijelaskan Rasul Paulus, “… hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging” (Gal 5:16 TB). Jadi, jika ia fronew pada hal-hal dari Roh Kudus maka menghasilkan
fronema pneumatos dan fronema pneumatos ini mendatangkan logismoi seperti yang tercatat di dalam Filipi 4:8 di atas. Dan logismoi yang demikian mendatangkan nafsu Roh (keinginan Roh), epithumia pneumatos, seperti yang dituliskan oleh Rasul Paulus dalam Gal 5:17, Ἡ γὰρ σὰρξ ἐπιθυμεῖ κατὰ τοῦ πνεύματος (BYZ). Dan yang sangat penting bagaimana epithumia
pneumatos dibuahi dan menghasilkan buah Roh, karpos pneumatos seperti yang dituliskan oleh Rasul Paulus, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang halhal itu” (Gal 5:22-23 TB).
Penyaliban Daging dan Maturity Untuk menghasilkan buah Roh bukanlah proses yang mudah karena sifat daging di dalam hati kita yang harus kita lawan dengan cara mematikan atau menyalibkan daging beserta dengan nafsu atau epithumia atau pathema seperti yang dituliskan oleh Rasul Paulus, Οἱ δὲ τοῦ χριστοῦ, τὴν σάρκα ἐσταύρωσαν σὺν τοῖς παθήμασιν καὶ ταῖς ἐπιθυμίαις (Gal 5:24 BYZ). Menyalibkan daging beserta nafsunya dan memiliki nous Kristus –> fronew Kristus–> fronema pneumatos –> logismoi pneumatos –> epithumia pneumatos –> dan karpos pneumatos adalah proses pembaruan manusia baru kita menuju pada segambar dan serupa Kristus. Ini adalah pertumbuhan dari bayi atau anak kecil menjadi dewasa (1 Kor 13:11). Kita harus tumbuh menjadi sesuatu yang dewasa sempurna, dan bagi kita orang Kristen, adalah Kristus. “Jadilah kamu sempurna seperti aku sempurna,” kata Yesus. Lecomte du Nouy, fisikawan Prancis, pernah menulis, “Orang yang sempurna bukanlah mitos: ia telah hidup di dalam Kristus.” Menjadi dewasa berarti bertumbuh dengan kekuatan Roh Kudus lebih dan lebih seperti orang yang sempurna itu: Yesus. “Supaya kamu tumbuh dalam segala hal menjadi Dia, yang adalah kepala, yaitu Kristus” (Efesus 4:15). Menjadi dewasa dalam Kristus adalah bagian dari artinya menjadi rohani. Itu adalah tugas seumur hidup yang diselesaikan oleh Roh Kudus melalui pertobatan setiap hari.
Nepsis dan Doa Jadi, kuncinya adalah bagaimana kita menjaga Nous kita dengan segala kewaspadaan (nepsis) dan berdoa (proseuche) seperti yang dikatakan oleh Yesus, “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia” (Luk 21:36 TB; lihat juga Mat 26:41; 24:42-44). Ibarat Nous adalah penguasa atau raja atas kerajaan diri kita dan raja ini dibantu oleh para menteri dan jenderalnya yaitu nepsis dan doa. Nepsis menjadi jenderal yang bertempur paling depan menghalau segala musuh dan doa menjadi menteri yang membisikkan segala perkataan Kristus ke dalam nous dan hati kita. Tanpa menteri dan jenderal ini pastilah sang raja akan kalah ketika musuh datang menyerang.
Personal Dengan mengerjakan keselamatan maka yang terlebih dahulu saya kerjakan adalah dengan menyalibkan segala kedagingan, hawa nafsu, membuang pikiran logismoi, hati yang gelap, dan lain-lainnya sehingga saya bisa mengerjakan keselamatan atau Thesosi. Akan tetapi manusia lama saya harus di tinggalkan dengan menjadi manusia baru, mengalami pertobatan dan melawan dosa dengan bersinergi dengan Kristus dan memberikan tempat kediaman Kristus di dalam hati bukan Iblis sehingga yang ada dalam hati saya adalah terang Kristus. Dengan mematikan kedagingan adalah menyalibkan segala hawa nafsu, kedagingan, pikiran jahat tetapi dengan memberikan makanan rohani seperti berdoa, nepsis, bersinergi mengaja nous dengan memiliki pikiran Kristus. Dengan saya melakukannya maka saya akan mengerjakan keselamatan.
Obedience Saya tetap menjaga mata batin atau nous atau mata ketiga ini dengan nepsis dan berdoa sehingga mata batin ini bisa menjaga kesucian hati dan dari kesucian hati ini akan terpancar terang kehidupan sehingga kegelapan tidak menguasai hidup saya sebab Kristus telah tinggal dalam hati saya jadi saya meninggalkan manusia lama dengan mengalami pertobatan sehingga menjadi manusia baru.

Leave a comment