Tugas 1, Dogmatika II

Nama : Dian Purmawati Waruwu

Semester : IV

God as Mystery
apa yang dimaksud dengan misteri ? 2 Kor 6:9; sebagai orang yang tidak dikenal, namun
terkenal. Allah tidak bisa ditangkap oleh pikiran manusia/ tidak bisa di mengerti dan kalau Dia
bisa di mengerti maka Dia bukan Allah. Memang kita bisa menjelaskan maka kita mengakui
bahwa kita tidak tahu seperti yang tertulis di 2 Kor 6:9; sebagai orang yang tidak dikenal, namun
terkenal. Orang bisa mendekat dengan Allah di lain sisi Allah semakin jauh, the ortherness yet
nearness of the eternal. Allah itu jalan dan kebenaran atau jalan spiritual atau kata lain Allah itu
mistery. Tidak kelihatan, tidak bisa dipahami, melampau batas, melampau semua kata-kata itulah
Allah kita. Allah yang bisa dipahami bukanlah Allah, Sisi lain Allah yag mistery pada saat yang
sama dekat dengan kita, mengishi segala sesuatu, hadir di segala sesuatu Dia tidak di batasi
ruang, Allah ada sekarang/ Allah yang seutuhnya. Dia maha hadir, Dia tidak dibatasi oleh
ruang.Allah yang menyatakan diri-Nya sebagai pribadi, Dia memanggil nama kita dan kita
memanggil nama-Nya, makanya Allah itu dekat. Dalam pengalaman manusia ada duania yaitu
Allah itu mistery yang jauh dari kita dan yang kedua Allah itu dekat yaitu dengan kasih-Nya
sehingga di sebut dikenal dan tidak dikenal.
ALLAH tinggal dalam terang yang tidak terapi maksudnya terapi itu adalah energy. Terang itu
Allah, Allah itu terang. Nous Allah dengan divise simplicity ALLAH DAN LOGOS, Roh itulah
Allah.
God as Mystery, Allah adalah terang, memiliki kasih dan Allah itu Roh, Sehingga disebut
ALLAH, BAPA DAN ROH. Kejadian 12:1; Ku tunjukkan negeri yang akan Ku tunjukkan
kepadammu. Pengenalan kita kepada Tuhan seperti Abraham maka perlu ada iman dan ketaatan.
Abraham percaya kalau itu suara Allah maka dia percaya dengan iman dan taat inilah yang
dilakukan Abraham seperti Musa juga keluaran 3:2; penglihatan yang peertama, keluaran 13:21;
di padang guru nada tiang dan api, keluaran 20:21. Mazmur 8:1-2; keagunganMu melalmpui
seluruh bumi artinya nama Allah itu tidak diketahui tetapi tugas kita untuk mengangumkan
nama-Nya yang mistery itu. Bahwa Allah itu tidak ada yang lebih besar sehingga kita tidak bisa
mengetahui Allah yang besar, sebab Allah mistery. Allah otherness dan neasness Kita
mengatakan bukan daripada adalah. Allah itu kasih dan juha Allah mistery.
Faith in God as perso
Faith in God as person maksudnya kita tidak mengucapkan “ I believe that there is a
God”; we say, “ I believe in one God.” Between belief that and belief in, there is a cruacial
distintion. Allah itu penuh dengan kasih yang selalu memberikan kasih kepada kita, percaya
kepada Allah dengan membuktikan iman dan penuh membangun relasi dengan-Nya dengan cara
berdoa dan tetap membangun hubungan dengan Tuhan walaupun kita tidak lihat Dia tetapi kita
tetap yakin dengan-Nya. Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan
dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Ini bicara tentang Allah yang kita lihat kayak
mana tetapi itu merupakan suatu yang kita yakini dengan iman kita maka iman sangat penting
atau yang kita harapkan. Oleh sebab itu Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita
harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat dan iman itu harus hidup seperti kita
menjalin hubungan dengan orang lain apakah semakin membaik atau semakin buruk jika
semakin baik maka semakin bertumbuh. Iman itu prinsip mempertanyakan atau mempergumulin
siapakah Allah itu. Iman kepada Allah dengan percaya kepada Allah kalau Allah itu bukan teori
melainkan pribadi, mengenal prinadi lebih penting dari fakta Bahwa Allah itu ada. Allah pribadi
yang memgasihi kita dan kita percaya denganNya.
Three “Pointers”
Allah itu ada karena kita merasakan kasihNya, kok Dia bisa mengasihi? Karena Dia telah
menjadi manusia, Allah menampakan diriNya kepada Paulus waktu Paulus menganiayaan
pengikut Yesus dan Rasul Paulus dengan melihat Allah, itu merupakan pengalaman langsung
dari Rasul Paulus sehingga Paulus bertobat dan percaya kepada Tuhan. Sehingga dengan yang
dialami Paulus adalah merupakan bukti kalau Tuhan itu ada bagi seluruh alam semesta. Di dalam
satu manusia yang tidak ada satu orang yang menyadari kalau dia menyambah berhala/ ada
kekuatan yang lebih besar yang ada dalam hatinya. Maka miliki hati nurani yang selalu mencari
Allah. Love itu timbul dari mana? Yaitu dari hati, karena manusia itu diciptakan menurut gambar
Allah sebab Allah itu kasih maka manusia itu memiliki kasih kepada orang lain. Kasih itu
Nampak jika dia mrmbangun relasi dengan orang/sesama manusia. Faith in God enables me to
make of things, to see them as a coherent whole, in a way that nothing else can do.
Essense and Energies
Apa bedanya Essense and Energies ada dua kutuk hubungan kita kepada Allah yaitu unknow yet
well know, hidden yet revealed, essence, nature or inner being of God. Energies, operations or
acts of power, on the other. Segala hakl yang menyangkut essence Allah, kita bisa pahami tetapi
Dia bisa memahami Allah dari energiNya atau megalami energiNya itulah mistery Allah. The
essence, then, signifies the radical transcendence od God; the energies, his immanence and
omnipresence. On the control, the energies are God himself in his activity self
manifestation.Allah itu simplel tidak ada bagi-bagian, keilahian Allah itu simple tapi tidak bisa
dilihat/ essence signify the whole God as he is in action. Kalau kita mengatakan Bahwa Allah itu
hadir di dalam hati kita maksudnya Anugerah Allah/energy sama halnya kalau kita mengatakan
Allah itu yterang tetapi pada dasarnya terang itu Allah sendiri. Ada essence yang kita tidak bisa
tahu tetapi ada energy yang kita tahu. Dengan demikian kita juga mengalami theosis/ kemuliaan
jika menyatu dengan energiNya.
Ketika seseorang mengetahui atau berpartisipasi dalam energi ilahi, ia benar-benar mengetahui
atau berpartisipasi dalam Tuhan sendiri, sejauh ini dimungkinkan bagi makhluk ciptaan. Tetapi
Tuhan adalah Tuhan, dan kita adalah manusia; jadi, sementara dia memiliki kita, kita tidak bisa
memiliki dia dengan cara yang sama. Sama seperti salah untuk menganggap energi sebagai
‘benda’ yang diberikan kepada kita oleh Allah, demikian juga sama menyesatkannya dengan
menganggap energi sebagai .bagian dari Allah. Ketuhanan sederhana dan tak terpisahkan, dan
tidak memiliki bagian. Esensi menandakan seluruh Allah sebagaimana ia ada di dalam dirinya
sendiri; energi menandakan seluruh Tuhan saat dia beraksi. Tuhan dalam keseluruhannya
sepenuhnya hadir dalam setiap energi ilahi-Nya. Jadi perbedaan esensi-energi adalah cara untuk
menyatakan secara bersamaan bahwa seluruh Tuhan tidak dapat diakses, dan bahwa seluruh
Tuhan dalam kasih-Nya yang keluar telah membuat dirinya dapat diakses oleh manusia.
Berdasarkan perbedaan antara esensi ilahi dan energi ilahi ini, kita dapat menegaskan
kemungkinan penyatuan langsung atau mistis antara manusia dan Allah – apa yang oleh para
Bapa Yunani disebut theosis manusia, ‘pendewaannya’ – tetapi pada saat yang sama kami
mengecualikan identifikasi panteistik antara keduanya: karena manusia berpartisipasi dalam
energi Tuhan, bukan pada esensi. Ada persatuan, tetapi tidak fusi atau kebingungan. Meskipun
‘bersatu’ dengan yang ilahi, manusia masih tetap manusia; dia tidak ditelan atau dimusnahkan,
tetapi antara dia dan Tuhan selalu ada hubungan ‘I Thou’ dari orang ke orang. Maka, itulah Allah
kita: tidak diketahui dalam esensinya, namun dikenal dalam energinya; melampaui dan di atas
semua yang bisa kita pikirkan atau ungkapkan, namun lebih dekat dengan kita daripada hati kita
sendiri. Melalui cara apofatis kita menghancurkan semua berhala atau gambaran mental
aktivitas dan manifestasi diri. Ketika seseorang mengetahui atau berpartisipasi dalam energi
ilahi, ia benar-benar mengetahui atau berpartisipasi dalam Tuhan sendiri, sejauh ini
dimungkinkan bagi makhluk ciptaan. Tetapi Tuhan adalah Tuhan, dan kita adalah manusia; jadi,
sementara dia memiliki kita, kita tidak bisa memiliki dia dengan cara yang sama. Sama seperti
salah untuk menganggap energi sebagai ‘benda’ yang diberikan kepada kita oleh Allah, demikian
juga sama menyesatkannya dengan menganggap energi sebagai .bagian dari Allah.
Jadi Allah kita adalah Allah yang tidak dikenal dalam essenceNya tapi dikenal dalam energiNya.
Allah itu melampau dalam ruang dan waktu tetapi di lain sisi jika bisa merasakan dalam pikiran
dan hati kita. ALLAH itu tidak besar dan tidak kecil, setiap mahluk yang kelihatan maupun yang
tidak kelihatan theophany or appearance of God. Jadi bangunlah relasi dengan ALLAH dan rasa
mengasihi kepada sesama kita sehingga kita merasakan energy Allah itu walaupun kita tidak bisa
melihat Dia secara langsung tetapi kita tetapi percaya, dan yakin juga memiliki iman kepadaNya.
Obedience
Allah itu misteri tidak kita bisa ukur dan tidak dibatasi waktu dan ruang. Jika kita mengetahui
esensi ilahi, itu akan berarti bahwa kita mengenal Tuhan dengan cara yang sama seperti dia
mengenal dirinya sendiri; dan ini tidak dapat kita lakukan, karena dia adalah Pencipta dan kita
diciptakan. Tetapi, sementara esensi batin Allah adalah untuk selamanya di luar pemahaman kita,
energi, rahmat, kehidupan dan kekuatannya memenuhi seluruh alam semesta, dan langsung dapat
diakses oleh kita. Jadi, esensi menandakan transendensi radikal Allah; energi, imanensi dan
kemahahadirannya. Ketika Orthodox berbicara tentang energi ilahi, mereka tidak bermaksud
dengan ini berasal dari Tuhan, ‘perantara’ antara Tuhan dan manusia, atau ‘benda’ atau ‘hadiah’
yang Tuhan berikan.
Kita perlu memiliki Iman kepada Tuhan dan memampukan kita untuk menegenal banyak hal;
tidak ada yang pernah melihat esensi Tuhan, tetapi kita percaya pada esensi karena kita
mengalami energy. Walaupun kita sebagai ciptaan-Nya tidak melihay Allah secara nyata tetapi
kita bisa merasakan kasih karunianya atau mengalami energinya dan disitulah kita bisa mengenal
Allah.
Aplikasi
Dalam kehidupan saya bahwa ternyata Allah itu misteri dan tidak bisa di ukur, Allah itu tidak
terbatas waktu dan ruang. Jadi karena Allah itu tidak bisa dilihat dengan mata jasmani tetapi
tetapi di lain sisi manusia bisa dilihat dengan ciptaan-Nya dengan melalui alam tapi di lain sisi
kalau kita memakai kacamata Rohani kita adalah bisa kita merasakan energinya atau kasih
karunia tetapi yakni kita mempunyai iman dan pengharapan. Allah itu ada karena kita merasakan
kasihNya, kok Dia bisa mengasihi? Karena Dia telah menjadi manusia, Allah menampakan
diriNya kepada Paulus waktu Paulus menganiayaan pengikut Yesus dan Rasul Paulus dengan
melihat Allah, itu merupakan pengalaman langsung dari Rasul Paulus sehingga Paulus bertobat
dan percaya kepada Tuhan. Jadi kita perlu memiliki iman dan pengharapan sebab bukti dari
segala sesuatu yang tidak kita lihat. Ini bicara tentang Allah yang kita lihat kayak mana tetapi itu
merupakan suatu yang kita yakini dengan iman kita maka iman sangat penting atau yang kita
harapkan. Jadi kita bisa merasakan energy Allah dan juga dengan memiliki kepercayaan/iman
dan pengharapan, walaupun secara kacamata jasmani kita bisa melihat tapi dengan secara kaca
rohani kita bisa merasakan Amin.

Leave a comment