Nama : Dian Purmawati Waruwu
M. K : Dogmatika 2
Tugas Ke : 8
Dosen : Dr. Hendi Wijaya S. S
Apa tujuan manusia untuk diselamatkan?
Diselamatkan adalah untuk mencapai theosis. Apakah mudah mencapai theosis, tentu tidak mudah mencapai theosis, harus menyalibkan segala kedagingan, hawa nafsu, manusia lama, mengalami kematian, pengukuran dan kebangkitkan. Setelah mengalami itu semua maka adanya pertobatan dan pembatisan setelah melakukan bisa mengerjakan keselamatan. Mengerjakan keselamatan itu adalah proses terjadinya purification atau pemurnian. Ini namanya personal salvation. Ini sebenarnya meniru universal salvation: inkarnasi, jalan salib, penyaliban, kebangkitan, pentakosta dan penghakiman. Universal salvation sudah ada pada semua orang. Juga ditawarkan kepada kita personal salvation. Personal salvation dimulai dari inkarnasi. Universal salvation adalah historia (persitiwa sejarah) yang harus masuk ke dalam hati. Jalan salib adalah jalan kita untuk mencapai kemuliaan dan hati kita harus kita jaga supaya tidak diserang oleh serangan – serangan luar, sebab hati kita adalah titik pusat kehidupan kita dan tempat pertemuan Roh kudus sehingga nous dan hati kita menyatu sehingga kita mudah mengerjakan keselamatan.
Penyaliban yaitu menyalibkan keinginan daging, makanan dan tetangga perut yaitu seks, mengalahkan apa yang sedap dilihat atau mengalahkan kuasa iblis. Penguburan adalah mengalahkan kematian. Penguburan juga merupakan masa dimana kita akan hening. Kebangkitan yaitu mengalami keselamatan individu. Semua hal ini kita kerjakan sampai kita mencapai theosis. Matius 25:41; 1 Yoh. 4:8 yang ditulis adalah Allah adalah kasih bukan Allah adalah berdaulat. Allah yang berdaulat untuk menyelamatkan ataupun juga tidak menyelamatkan manusia. Di dalam konsep Barat yaitu untuk memuaskan murka Allah sedangkan Timur dimulai dari Allah TriTunggal (Ul. 6:4). Matius 8:10 keselamatan itu murah tetapi bukan murahan karena diberikan secara Cuma-Cuma. Roma 6:18-23 kalau Yesus hanya mau melepaskan manusia dari dosa artinya mengapa Allah harus menyiksa anak-Nya. Bukan Allah yang menyiksa anak-Nya tetapi ini adalah sebuah ketaatan yaitu martir. Bukan Allah menyiksa anak-Nya tetapi konsekuensi melawan orang-orang yang jahat atau melawan ketidaktaatan.
Markus 10:45 Yesus sebagai korban harus mengalami penderitaan. Filipi 2:7 Yesus mati bukan karena Allah menyiksa Dia tetapi untuk mewujudkan ketaatan, mengalahkan ketidaktaatan. Bukan karena Allah yang menginginkan untuk menyalibkan Dia. Efesus 1:7 penebusan itu memiliki harga yang tidak bisa dibayar (Roma 7:4) kita dimerdekakan dari dosa waktu kematian Yesus di atas kayu salib secara sejarah. Tetapi waktu sekarang adalah mengerjakan keselamatan yang sudah dimiliki itu. Kita sekaran telah mengalami hidup baru dan telah mengalahkan manusia lama dengan darah Kristus yang tidak bisa dibeli oleh siapapun. Maka kita sebagai orang yang telah percaya kepada-Nya marilah kita mengerjakan keselamatan itu dengan sikap dan perbuatan kita, dengan mematikan kedagingan/ hawa nafsu. Marilah kita hidupkan Kristus didalam hati dan pikiran kita, marilah kita ijinkan Tuhan masuk didalam tubuh dan jiwa kita sehingga kita bisa mengerjakan keselamatan sehingga kita mencapai theosis.