Tugas ke-2 (Dogmatika II)

Nama               : Dian Purmawati Waruwu

Semester          : III (Tiga)

Mata Kuliah    : Dogmatika II

Tugas               : ke-2

Nilai                : 90

                                                                                                            Senin, 16 Agustus 2019.

Iman

  • Setion oneè Faith yaitu Imanè menjelaskan tentang pengakuan Iman.
  • Rection Two adalah pengharapan, menjelaskan Doa Bapa kami, Ibadah dan pengharapan keselamatan.
  • Sectior Three.

Pengakuan iman Nikea mengatakan Aku percaya pada satu Allah yang Esa. Berarti mengajari kita untuk percaya 1 Yoh. 4:12. Bagaiman kita percaya dan mengenal Allah? Tidak ada seorangpun yang melihat jadi kita tidak melihat Allah tetapi Allah itu misteri. Jadi kita tidak bisa melihat Allah tetapi Allah ada didalam hati, melihat Allah dengan kerendahan dan iman kita.  Kita bisa melihat Allah dengan bersinergy sehingga kita bisa merasakan dan menyadari Anugerah-Nya yang bekerja didalam diri kita 1 Tim. 6:16; Dia bersemayam didalam terang dan tidak ada seorangpun menghampiri 1 Kor. 13:12; pengetahaun kita terbatas tapi kita Cuma tahu sebagaian  kalau Allah itu kasih, terang dan lain – lainnya.

            Efesus 1:19; menurut kekuatan senerji/ kuasa, Allah pada dasarnya terang diatas terang dan tidak bisa seorangpun menghampiri. Ilustrasi Distringuish between Gog’s essence and his energies sun and it’s rays fire and it’s heat. Kita tidak bisa tidak bisa melihat matahari sengan jelas tetapi kita bisa merasakan dan melihat terang. Allah itu tidak bisa dilihat tapi dilain sisi kita bisa merasakan energ-Nya.

  • Both are uncreated and part of God
  • With preparation we can receive God’s grace which
  • What are some of the ways we can attrect his grace to know energy?
  • Created world
  • Scripure
  • Diret Experence.

Iman dapat dilihat lewat alam pencipta Roma 1:19-20; setiap manusia punya iman seperti ateis menyangkal Allah, kalau Allah tidak ada tetapi Tuhan telah memberikan kepada manusia dengan energy Allah dan merasakan dan melihat alam semesta seperti seperti matahari. Maka kita semua mengalami penghakiman karena kita semua telah dikaruniakan dan memiliki iman. Sifat – sifat Allah dan atribut Allah kita tahu, Kej. 2:7; Allah itu membentuk manusia dari debu tanah yang bersal dari Allah. Alam itu ciptaan Allah atau bkan? Ia telah itu menciptakan lewat energy yang diberikan Allah.

Kita bisa melihat Allah dengan karya-Nya. Kej. 2:7, manusia itu bukan hanya tubuh jasmani melainkan tempat tinggal nafas ilahi, (1Tes.5:23)Roh dan tubuh ènafas dan tanah. 2 Kor. 4:16; ada manusia lairiah è manusia jasmani dan manusia batianiah èRoh dan jiwa yang berasal dari energy ilahi. Roh dan jiwa apakah sama? Tubuh mati sedangkan Roh bisa tidak mati. Kalau kita mengenal tubuh kita, maka kita mneyadaribahwa hanya Allah tidak mati, Roma1:25. Kita mengenal Allah lewat pengwahyuan Ibrani 1:1-3. Kita mengenal Allah sejati bukan hanya Alam pencipta melainkan lewat pengwahyuan dan juga lewat Kristus. Firman yang seutuh adalah melalui seseorang yaitu Yesus Kristus Ibrani 11:3.

Untuk mengetahui dari pengetahuan kitab Suci, kita harus mempunyai kerendahan hati yang tidak bisa digoncangkan dan mefokuskan pikiran kita. Kita punya Yesus Kristus dengan Allah sejati tetapi iman itu harus ditambah ketekunan dan pengetahuan.

            Mengenal lewat imanè 1:26.

  • Natural faithèsetiap orang
  • Faith Throught reveletion/Jesus Christè tidak semua orang punya.

Reveletion disebut Allah Tritunggal ; Bapa, Anak dan Roh. Kejadian 3:26;11:7; menunjukkan Allah Tritunggal, Yesaya 6:3; 1 Yoh. 5:7-8; menunjukkan Allah kita. Allah yang Esa didalam ousia tetapi tiga pribadi. Yoh. 5:18. Roma 1:8 bahwa Allah itu Bapa kita. Yesus Kristus adalah firman Allah yang menjadi manusia (Yoh.1:14). Dia adalah pribadi yang memiliki 2 kodrat yaitu Allah dan manusia (Kolose 2:9), kalau Dia adalah Firman Allah berarti firman itu memiliki sumber atau keluar dari Allah / keluar dari satu sumber yaitu Allah sendiri. Allah itu (Esa) yaitu Bapa dan Bapa ini menjadi sumber dari segala sesuatu (1 Kor.8:6). Didalam Bapa yang satu memiliki natur atau substansi (ousia) keilahian dan sekaligus Dia adalah pribadi (Hypostesis) yang menjadi sumber dari firman-Nya dan Roh-Nya sendiri. Firman-Nya disebut sebagai Anak tunggal sejak kekal sehingga Dia adalah pribadi (Hypostesis) yang lahirkan dari Bapa (Yoh. 1:14).

            Allah Tritunggal tidak berbicara tentang jumlah matematika karena Allah itu adalah Roh (Yoh.4:4) yang bersifat metafisika atau nonfisik. Allah Tritunggal berbicara mengenai keberadaan Allah yang Esayang sejak kekal memiliki firman dan Roh yang kekal yang berada satu didalam diri Allah (Bapa yang Esa). Kitab Suci mewahyukan bahwa Allah yang Esa disebut Bapa (1Kor. 8:6;Yoh. 17:1-3) dan firman-Nya itu disebut sebagai Anak dan Putra (Yoh. 1:14); firman itu disebut tunggal Bapa dan Roh-Nya disebut Roh kudus (Ef. 4:30). Keberadaan dan ciri – ciri masing – masing antara Allah, firman-Nya dan Roh-Nya itu disebut hypostesis (pribadi). Allah yang Esa (Bapa) Ini menciptakan segala sesuatu melalui firman-Nya (Anak) didalam kuasa Roh-Nya ( Roh Kudus)è(Kej.1&2).

Yo 1:3; Ayub 33:4), Bapa menyatakan dan mengenal diri-Nya sendiri melalui Firman atau Anak/ Putra itu sehingga Putra / Firman disebut “Gambar Allah” yang tidak kelihatan (Kolose 1:15) atau “cahaya kemuliaan Allah”dan gambar wujud Allah (Ibrani 1:3) atau rupa Allah (Filipi 2:6). Anakpun mengenal diri-Nya didalam Bapa. Demi keselamatan kita sang Bapa (Allah yang Esa) telah mengutus Anak-Nya (firman) untuk mengaruniakan kepada kta hidup yang kekal (Yoh. 3:16), sebalinya setelah karya sang Anak selesai Dia menerima Roh dari Bapa.

Leave a comment