Yusuf sebagai Tipologi Kristus
Sebagaimana Tuhan dari pangkuan Sang Bapa telah diberikan bagi kita demi keselamatan kita, demikian Yusuf dari pangkuan Yakub, ayahnya, diutus untuk menanyakan kabar saudara-saudaranya. Sebagaimana saudara-saudara Yusuf yang begitu kejamnya, saat melihat dia mendekat kepada mereka, dirancangkannya kejahatan kepada dia, meskipun ia membawa damai bagi mereka. Dari bapa yang sama, demikian pula orang Yahudi, saat melihat Sang Mukhalis, mereka mengeraskan hati: Dia inilah sang pewaris, marilah kita habisi, dan kita ambil semua warisan ini. Sambil makan, saudara-saudara Yusuf, menjualnya, hendak membunuhnya dengan sengaja, Demikian pula orang Yahudi yang penuh rasa benci, Sambil makan Paskah membunuh Mukhalis dengan keji.
Turunnya Yusuf ke Mesir adalah suatu tanda, turunnya ke dalam bumi Sang Juru Selamat kita. Sebagaimana kamar pengantin yang Yusuf memasukinya, menginjak-injak seluruh kekuatan dosa. memakai hadiah kemenangan yang cerah, mengalahkan perempuan Mesir, nyonyanya. Demikian juga Tuhan Juruselamat kita, turun ke alam maut dengan tangan kanan-Nya, di sana hancur segala kekuatan ketakutan dan perbudakan yang tak terkatakan. Ketika Yusuf menaklukkan dosa, dia dipenjara hingga masa penobatannya. Demikian juga Tuhan kita masuk ke dalam kubur membawa dosa-dosa dunia.
Kematian Yesus Kristus adalah yang membawa kebebasan bagi kita semua. Di balik penderitaan-Nya ada kemenangan yaitu mengalahkan iblis dan memberi kehidupan baru bagi kita. Dengan berterus terang Yusuf telah berkata-kata membuat gentar dan takut saudara-sudaranya; Akulah Yusuf yang telah kamu jual sebagai hamba, sekarang aku menjadi raja tanpa kamu menginginkannya, Demikian jugaTuhan telah menunjukkan salib-Nya, dengan terang kepada mereka yang menyalibkan-Nya; dan mereka mengenali salib-Nya, dan Anak Allah yang telah disalibkan oleh mereka.
Natur Kristus
Jika Dia bukanlah daging, mengapa Maria ditunjukkan segala hal, dan jika Dia bukanlah Allah, mengapa Gabriel memanggil Dia sebagai Tuhan?. Jika Dia bukanlah daging, siapakah Dia yang berbaring di palungan: dan jika Dia bukanlah Allah, kepada siapakah para malaikat turun dan memanjatkan kemuliaan?. Jika Dia bukanlah daging, siapakah Dia yang terbungkus oleh kain; dan jika Dia bukanlah Allah, sia‐ pakah Dia yang disembah para gembala?. Jika Dia bukanlah daging, siapakah Dia yang dibawa pergi untuk disembunyikan Yusuf di Mesir; dan jika Dia bukanlah Allah, siapakah Dia yang dimaksudkan oleh perkataan ini: Dari Mesir Kupanggil Anak-ku? Jika Dia bukanlah daging, siapakah Dia yang dibaptis oleh Yohanes, dan jika Dia bukanlah Allah, sia‐ pakah Dia yang Allah berfirman: Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, yang kepada-Nya Aku berkenan?
Jika Dia bukanlah daging, siapakah Dia yang digantungkan di atas salib; dan jika Dia bukanlah Allah, siapakah Dia yang telah menggoncangkan bumi dan fondasinya?. Jika Dia bukanlah daging, siapakah Dia yang digantungkan di atas salib bersama para penyamun; dan jika Dia bukanlah Allah, siapakah Dia yang berkata: Sesungguhnya engkau akan bersama dengan Aku di dalam firdaus?. Jika Dia bukanlah daging, siapakah Dia yang naik ke sorga dan disaksikan oleh para rasul dan para malaikat; dan jika Dia bukanlah Allah, siapakah Dia yang kepada-Nya langit terbuka, yang dalam kuasa disembah dalam kegentaran, yang kepada-Nya Allah bersabda: Duduklah di sebelah kanan-Ku, yang mana Daud telah bernubuat tentang Dia: Tuhan berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kananKu?. Jika Dia bukanlah Allah dalam daging, keselamatan kita adalah sebuat dusta, dan nubuatan para nabi adalah kepalsuan; tetapi para nabi telah mengatakan kebenaran dan kesaksiannya bukanlah dusta, Roh Kuduslah yang berbicara melalui mereka sebagaimana apa yang relah mereka katakan.
Kristus memiliki dua natur; 100% Manusia dan 100% Allah. Dalam kemanusiaannya mengambil bagian dalam penderitaan seperti yang di alami manusia; huas, lapar, lelah dan tidur dan disalib tetapi dilain sisi Dia Allah yang menunjukan kuasa-Nya atas bumi dan sorga. Kristuslah satu-satunya yang dapat memberikan keselamatan dan kehidupan kekal bagi orang percaya.
Homili tentang nasihat dan pertobatan
Inilah perintah yang pertama: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Tanda bahwa engkau mengasihi Allah adalah bahwa engkau mengasihi sesamamu Jikalau engkau membenci sesamamu maka sesungguhnya kebencianmu adalah kepada Allah. Tuhan kehendaki kita untuk melakukan setiap Firman-Nya. Ketika kita marah kepada sesam kita sama hal kita marah kepada Allah, sebab kita semua serupa dan segambar dengan Kristus. Oleh karena itu Tuhan kehendaki kita semua untuk saling mengasihi dan memiliki kasih seperti Kristus adalah kasih.
Ketika engkau memikul kuk kemarahan dalam hatimu, maka keangkuhan hatimu itu adalah kepada Allah. Ketika engkau menegur seseorang disertai dengan rasa dengki, maka teguranmu adalah kekejian. Ketika engkau memiliki kasih, maka tentulah engkau tidak akan mempunyai musuh di dunia ini. Ketika engkau adalah anak perdama‐ ian sejati, maka engkau tidak akan menimbulkan amarah di hati sesamamu. Ketika engkau bertindak adil dan benar, maka engkau tidak akan melakukan hal-hal yang salah terhadap saudaramu. Jikalau engkau senang akan kemarahan, marahlah terhadap setiap kesesatan. Jikalau engkau senang akan perseteruan, sesungguhnya iblislah yang menjadi seterumu. Jikalau engkau senang membenci, maka perlihatkanlah kebencian dan caci-makimu kepada roh-roh kejahatan.
Dekatkanlah dirimu kepada Allah maka iblis akan lari dari padamu. Usirlah hawa nafsu kedagingan dari hatimu maka engkau akan membuat musuhmu lari tunggang-langgang. Bencilah dosa dan pelanggaran maka iblis akan menyingkir dari engkau. Ketika engkau berbuat dosa maka engkau telah memiliki berhala secara diam-diam, ketika engkau mencintai pelanggaran maka engkau sedang melayani rohroh kejahatan. Ketika engkau berseteru dengan sesamamu maka iblis akan tinggal dalam kedamaian, ketika engkau iri dengki kepada sesamamu maka engkau sedang memberi salam kepada iblis. Ketika engkau sedang menyatakan kebusukan dari sesamamu yang tak hadir bersamamu maka lidahmu men‐ jadi harpa yang indah bagi rohroh kejahatan. Kapan saja kebencian bersarang di hatimu, maka iblis si pendusta itu sedang tidur nyenyak dengan tenang. Kapan saja engkau mencari pujian sanjungan orang, maka apapun yang kauperbuat menjadi sampah tak ada gunanya. Ketika engkau mencintai khotbah fasih yang membuat senang telingamu, engkau sedang membuat jamuan bagi roh-roh kejahatan. Inilah penyembahan berhala dan wujud nyata dari hawa nafsu kedagingan.
Ketika engkau memberikan sesuatu dalam keangkuhan maka pemberian itu bukan dari Allah. Ketika engkau merasa tersanjung atau terangkat karena pengetahuanmu dan kepandaianmu maka sesungguh‐ nya engkau sudah menolak rahmat ilahi. Ketika engkau miskin dan angkuh, maka engkau akan mati dalam penderitaanmu. Ketika engkau melarat dan angkuh, maka engkau sedang menuju kebinasaan. Ketika kebutuhanmu adalah makanan tetapi yang kauinginkan adalah haus akan kekayaan materi, maka masalahmu adalah dengan si miskin dan penderitaanmu adalah dengan si kaya. Ketika matamu penuh dengan percabulan dan menginginkan isteri sesamamu, maka bagian yang pantas bagimu adalah dengan para pezinah dan nerakamu adalah bersama dengan orang cabul. Biarlah air matamu adalah milikmu sendiri dan engkau hanya minum dari sumurmu sendiri. Janganlah membiarkan orang lain sampai minum dari padanya.
Inginkanlah kemurnian tubuhmu seperti engkau mengingini istrimu sendiri, engkau tidak ingin istrimu berzinah dengan lelaki lain dan engkau tidak berzinah dengan perempuan lain. Bencilah perzinahan dan berdirilah jauh-jauh dari padanya. Kemurnian adalah milik isterimu dan kesuciannya adalah mahkotanya. Suami adalah hukum dan keadilan adalah mahkotanya. Jangan mengingini tempat tidur sesamamu seperti engkau tidak ingin sesamamu mengingini tempat tidurmu. Jagalah pernikahanmu tetap dalam kesucian, kemurnian dan kekudusan. Hati nurani akan menegur mereka yang telah mena‐ jiskan kesucian pernikahan orang yang berzinah. Kegelapan lebih dekat dan bukan terang bagi mereka yang tidak hidup dalam kesucian.
Hati seorang pezinah penuh dengan nafsu berahi yang nampak melalui perkataan kotor yang diucap‐ kannya. Seorang yang ingin berzinah telah mengenakan jubah yang memalukan, yang melalui jubah itu percabulan masuk dan diam di dalam hatinya. Jangan mengoyakkan jubah Kristus dengan jubah lain secara ceroboh. Jangan memandang seorang perempuan sundal dan engkau terperangkap oleh jerat keelokan parasnya. Pencabulan bagaikan anjing liar dan gila, orang yang mengikutinya tak punya rasa malu dan kesusilaan. Terimalah percabulan ini dengan ludahan dan burulah ia dengan tombak dan gada layaknya seekor an‐ jing gila. Tolaklah segala perkataan manisnya sehingga engkau tidak terperangkap olehnya. Larilah dari padanya sehingga ia tidak mengoyak-ngoyak tubuhmu, sebab percabulan adalah putri dari ular beludak.
Janganlah memfitnah sesamamu, jikalau tidak, maka engkau sama saja dengan iblis. Jikalau engkau membenci fitnah, jangalah dekat-dekat dengan perbuatannya. Jikalau engkau senang dengan perbuatan‐ nya, janganlah lekas marah kepada orang yang menyebutmu: tukang fitnah. Janganlah bersukacita dengan kemalangan sesamamu sehingga engkau tidak menjadi iblis bagi sesamamu. Jikalau suatu kemalangan menimpa orang yang membencimu, janganlah engkau bersukacita atasnya sehingga engkau jatuh ke dalam dosa . Berdukacitalah ketika musuhmu mengalami kemalangan. Dengan penuh kerajinan, jagalah hatimu agar hatimu tidak melakukan dosa secara tersembunyi, yang dari padanyalah perbuatan dosa akan mengikuti. Biarlah tanganmu bekerja dengan giat dan hatimu me‐ manjatkan doa dengan tenang.
Ketika engkau berdoa, berserulah dengan segenap jiwamu: “Berbelaskasihlah kepadaku, orang yang berdosa dan lemah ini! Kasihanilah, ya Allah, setiap kelemahanku dan anugerahkan kekuatan agar aku dapat menaikkan doa yang seturut kehendak-Mu. Jangan menghukum lawan-lawanku dan jangan membalas mereka yang membenci aku tetapi kirimkanlah rahmat kasih karunia-Mu kepada mereka agar dapat melaksanakan kehendak-Mu.” Ucapkanlah doa ini pada saat engkau berdoa dengan bersujud di hadapan Allah Yang Mahakuasa. Janganlah mengerjakan apapun tanpa diiringi oleh doa, meteraikanlah segala yang kaukerjakan, hai anakku, dengan tanda salib yang memberi hidup itu. Dalam setiap waktu berdoalah dan mohonkanlah agar kasih kita tetaplah nyata, dan bagi kita semua dan di atas segala hal yang telah kuteruskan kepadamu, marilah kita mempersembahkan pujian dan hormat kepada Sang Bapa, Sang Putra serta Sang Roh Kudus. sekarang dan selalu serta sepanjang segala abad.
Moral: Kuncinya adalah mendekatkan diri kepada Allah maka iblis akan lari dari pada kita.Sehingga tidak ada tempat iblis untuk tinggal di dalam hati kita, sebab jiwa dan tubuh kita sudah menjadi milik Kristus. Kristus kehendaki kita untuk hidup dalam kekudusan dan menjauhi segala hawa nafsu, kedagingan, kebencian, iri hati, keseombongan dan keserakahan. Terus meminta belas kasihan melalui doa, tetapi waktu kita berdoa, terlebih dahulu hati dan pikiran kita harus bersihkan sehingga tidak ada satupun sampah yang tinggal didalam hati kita, sehingga doa yang kita naikkan Tuhan terima. Dalam artikel ini kita diingatkan kembali untuk memiliki kasih, menguduskan diri dari kejahatan dan hidup dalam kebenaran, sebab hanya Kristulah yang memberikan keselamatan dan kehidupan kekal bagi setiap orang percaya kepada-Nya.
Laporan: penulis telah baca dan komen sebanyak 9 artikel
Sumber: